Program City Gas Baru Bisa Direalisasikan Setelah Ini Selesai

Meteran jaringan gas (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Meteran jaringan gas (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

    MuriaNewsCom, Blora – Belum direalisasikannya program city gas untuk warga di Ring 1 Program Pengembangan Gas Jawa (PPGJ) Blok Gundih mendapatkan tanggapan dari pihak Pertamina Eksplorasi dan Produksi (PEP) Asset 4 Field Cepu.

Agus Amperianto, Field Manager (FM) PEP Asset 4 Field Cepu mengatakan, pihaknya sampai saat ini baru akan melakukan identifikasi Hazard and Operability Study (HAZOPS), yakni sebuah standar teknik analisis bahaya yang digunakan dalam persiapan penetapan keamanan dalam sistem baru atau modifikasi untuk suatu keberadaan potensi bahaya atau masalah operabilitasnya.

“Kami akan lakukan pada 17 Juni mendatang dengan menggandeng Perusahaan Gas Negara(PGN), Ditjen Migas (Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi) dan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi,” ujar Agus Amperianto kepada MuriaNewsCom.

Setelah HAZOPS-nya tuntas, kata Agus, maka prosedur gas itu mengikuti. Hal itu dikarenakan, perintah pengaliran gas dari Ditjen Migas dan SKK Migas sudah ada. “Sehingga semakin mempercepat setelah proses HAZOPS dilaksanakan,” jelas Agus.

PT PGN selaku pengelola city gas memerkirakan program awal city gas tidak bisa tepat waktu. Ada beberapa penyebab, salah satu di antaranya yakni tingginya kandungan H2S (Hidrogen Sulfida) gas dari Central Processing Plan (CPP) Pertamina Eksplorasi dan Produksi (PEP) dan PPGJ menuju 700-800 sambungan di Desa Sumber, Kecamatan Kradenan, Blora.

Program city gas sendiri tidak hanya di Desa Sumber. Tetapi beberapa desa yang lain juga diberlakukan program city gas, yakni Desa Mojorembun, Kecamatan Kradenan, Desa Wado, Desa Kemantren, Desa Pulo dan Desa Tanjung, Kecamatan Kedungtuban, serta Desa Kapuan, Kecamatan Cepu.

Editor : Kholistiono

Pemkab Blora Desak Pertamina dan PGN Segera Realisasikan Program City Gas

Central Processing Plant (CPP) Blok Gundih, Desa Sumber, Kecamatan Kradenan, penyuplai gas untuk program city gas di kabupaten Blora. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Central Processing Plant (CPP) Blok Gundih, Desa Sumber, Kecamatan Kradenan, penyuplai gas untuk program city gas di kabupaten Blora. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

  MuriaNewsCom, Blora – Pemerintah Kabupaten Blora melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meminta agar Pertmanina  Eksplorasi dan Produksi (PEP) Cepu dan Perusahaan Gas Negara (PGN) segera mengoperasikan program city gas bagi masyarakat Ring 1 Proyek Pengembangan Gas Jawa (PPGJ) Blok Gundih, Desa Sumber, Kecamatan Kradenan, Blora.“Harapan kami, program city gas segera dilaksanakan agar masyarakat bisa langsung menikmati,” ujar Setyo Edi, Kepala Dinas ESDM Blora, kepada  MuriaNewsCom, Sabtu (11/6/2016).

Sebelumnya, Bupati Blora Djoko Nugroho juga berharap, agar Ramadan kali ini, program city gas bisa terlaksana, sehingga masyarakat bisa menikmatinya. Itu diungkapkan ketika rapat koordinasi dengan pejabat Kementerian ESDM, beberapa waktu lalu. Kendati demikian, sampai saat ini belum ada tanda-tanda akan dilaksanakan program tersebut.

Menurut Setyo Edi, hingga kini program city gas belum terlaksana, karena antara Pertamina EP Cepu dan PGN masih belum ada kesepakatan  atas pemasangan alat Shut Down Valve (SDV) dan H2S Analyzer. Kedua alat tersebut merupakan alat yang berfungsi menyaring dan menghentikan pasokan gas dari central processing plan (CPP) ke rumah warga. Sebab, kadar H2S (Hidrogen Sulfida) yang dihasilkan CPP cukup tinggi.“Dari informasi yang kami dapatkan, Kementerian ESDM menunjuk siapa yang diserahi tugas menyediakan kedua alat tersebut. Namun, hingga kini juga belum dilaksanakan,” ujar Setyo Edi.

Dalam program city gas tersebut, sebelumnya direncanakan akan dimulai pada Februari 2016. Namun, karena  berbagai alasan, akhirnya mundur. Terakhir, direncanakan pada Juni atau Ramadan kali ini akan dioperasikan, namun, sampai saat ini juga belum ada tanda-tanda.Agus Amperianto, Field Manager EP Asset 4 Field Cepu, berharap, program city gas bisa terlaksana secepatnya. “Saya berharap juga secepatnya. Tapi safety juga kita utamakan,” ujarnya.

Editor : Kholistiono