Presiden Jokowi dan Ulama Dunia Bakal Hadiri Muktamar JATMI di Pati

MuriaNewsCom, Pati – Presiden Joko Widodo dan ulama dunia dijadwalkan akan membuka muktamar Jam’iyyah Ahli Thoriqoh Mu’tabaroh Indonesia (Jatmi) di Ponpes AKN Marzuqi, Slempung, Dukuhseti, Pati, Sabtu (3/10/2018).

Sesuai jadwal, muktamar Jatmi akan diadakan selama tiga hari. “Muktamar dimulai pada Sabtu, penutupannya Senin. Rencananya, pembukaannya oleh Presiden Jokowi. Bapak Yusuf Kalla juga akan hadir,” kata Ketua Umum Jatmi, KH Abdul Rauf dalam siaran press yang diterima MuriaNewsCom, Rabu (7/2/2018).

Sejumlah tokoh penting yang akan hadir, di antaranya Mantan Presiden RI Megawati, Menkopolhukam Jenderal TNI (Purn) Wiranto, Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Mendagri Tjahjo Kumolo, Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Presiden PKS Sohibul Iman, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar.

Ada pula Kepala BNP2TKI Nusron Wahid, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Ketua Umum Perindo Hary Tanoe Soedibyo, Ketua Umum Nasdem Surya Paloh, pengusaha Chairul Tanjung, Mantan Ketua MK Mahfud MD, dan Menteri BUMN Rini Soemarno.

Sementara itu, guru mursyid tarekat yang akan hadir datang dari seluruh Indonesia, Asia Tenggara, China dan Timur Tengah. “Persiapan sudah matang, karena sudah dikebut dua bulan yang lalu,” kata Rauf.

Sejumlah kegiatan yang dilakukan selama muktamar, antara lain seminar, batsul masail, rapat pleno, serta penetapan ketua umum dan rais aam Jatmi yang baru. KH Nasihin berharap, ketua umum terpilih nantinya bisa mengemban amanah untuk organisasi tarekat tersebut.

Sederet nama yang dicalonkan menjadi ketua umum Jatmi, KH Nasihin menyebut ada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Rafiudin, cucu Syekh Nawawi Banten, Gubernur NTB Tuan Guru Bajang, Imam Besar Masjid Istiqlal KH Nasaruddin Umar, dan Mantan Wakil Kepala Badan Intelejen Negara (BIN) As’ad Ali.

Untuk kandidat rais aam, ada tiga nama yang disebut. Mereka adalah Syekh Gozali dari Medan, Syekh Rasyid dari Bengkulu, dan Syekh Samsul Bayan dari Padang.

Editor: Supriyadi

Ribuan Nelayan Cantrang Pati Tulis Surat untuk Presiden Jokowi

MuriaNewsCom, Pati – Ribuan nelayan cantrang di Kabupaten Pati menulis surat kepada Presiden Indonesia Joko Widodo untuk memperbolehkan kapal cantrang beroperasi kembali.  Surat tersebut ditulis bersama saat aksi di Juwana, Senin (8/1/2018).

Dari pantauan, surat tersebut ditulis dalam secarik kertas putih. Selain meminta centrang beroperasi kembali, Presiden Jokowi juga diminta memilih antara nelayan Indonesia ataukah Menteri Susi.

“Bapak presiden bisa memilih, apakah akan memilih kami para nelayan ataukah Menteri Susi,” kata koordinator aksi Rasmijan saat aksi.

Baca: Ribuan Nelayan Di Pati Desak Cantrang Diizinkan Lagi Berlayar

Surat tersebut, kata dia, rencananya akan dikirim langsung kepada presiden saat aksi ke Jakarta medio Januari 2018. Dalam hajat tersebut, mereka sudah mempersiapkan 50 bus untuk membawa para nelatyan.

Disebutkan, Menteri Susi tak memiliki alasan untuk melarang cantrang beroperasi. Karena, dari hasil penelitian menyebutkan kapal cantrang ramah lingkungan bahkan di kedalaman 50 meter. Untuk itu, apa yang ditudingkan kapal cantrang merusak karang tidaklah benar.

“Kapal cantrang sudah beroperasi semenjak tahun 80an. Dan selama ini tidak ada masalah, tapi kenapa tiba-tiba kapal dilarang berlayar,”imbuhnya

Editor: Supriyadi

Pembuat Beras Analog Asal Grobogan Ini Bangga Produknya Dibeli Presiden Jokowi, Begini Ceritanya

Ambarwati (tengah) pembuat Rasteja dari Desa Klampok, Kecamatan Godong saat dapat kesempatan bertemu Presiden Jokowi di Semarang, Sabtu (23/12/2017) (istimewa)

MuriaNewsCom, GroboganSebuah momen istimewa berhasil didapat Ambarwati, salah satu pelaku UMKM dari Desa Klampok, Kecamatan Godong, Sabtu (23/12/2017). Yakni, bisa bertatap muka langsung dan berfoto bersama dengan Presiden Joko Widodo.

Lebih bangga lagi, Jokowi juga berkenan membeli produk beras analog dari bahan ketela dan jagung (Rasteja) yang dibuatnya selama ini.  

”Waduh, senang sekali dan bangga bisa bertemu Bapak Presiden. Ini momen luar biasa sekali,” kata Ambarwati saat dihubungi lewat ponselnya.

Baca: Beraksi di ATM Pom Bensin, Sindikat Pembobol ATM asal Palembang Diringkus Polres Jepara

Pertemuan Ambarwati dengan Jokowi itu berlangsung dalam acara penyerahan sertifikat untuk rakyat secara serentak di Lapangan Pancasila Simpanglima Semarang siang tadi. Dalam acara itu juga diadakan pameran produk unggulan UMKM dari kabupaten/kota di Jawa Tengah.

“Jadi saya diminta pihak BPN Grobogan untuk ikut mengisi stan pameran UMKM. Selain saya, ada dua UMKM lain dari Grobogan yang ikut. Yakni, pembuat sale pisang dan telur asin,” jelas Ambar.

Menurutnya, selain Rasteja, ada beberapa produk lagi yang dibawa. Antara lain, nasi jagung instan, emping jagung dan singkong goreng crispi. Selama acara, Jokowi tidak ada agenda mengunjungi stand pameran UMKM.

Pasca acara penyerahan sertifikat Ambarwati berupaya untuk bisa bertemu dengan Jokowi sekedar buat mengenalkan Rasteja. Upaya untuk mendekati presiden butuh perjuangan karena pengamanan yang cukup ketat dan banyaknya orang yang hadir.

Baca: Dosen Pembimbing Skripsi Jokowi Ternyata Asli Grobogan, Rumahnya Sangat Sederhana

”Singkatnya, saya akhirnya dapat kesempatan untuk bisa menghadap Pak Presiden. Saya cerita soal Rasteja dan beliau (Presiden) sangat terkesan dan akhirnya membeli satu produk kemasan 1 kg yang saya bawa tadi. Senang sekali rasanya dapat kesempatan itu,” jelasnya dengan nada penuh semangat.

Amba mengatakan, dalam pembuatan rasteja dan aneka makanan ringan yang dilakukan selama ini, didapat dari bimbingan dan pengarahan dari Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Grobogan dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

Sementara itu, Kabid Konsumsi dan Keamanan Pangan DKP Grobogan Heru Prajadi mengaku bangga karena produk rasteja mendapat apresiasi dari Presiden Jokowi. Menurutnya, Ambarwati selama ini merupakan pengelola Kelompok Usaha Bersama (KUB) Maju Jaya Desa Klampok yang menjadi binaan Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Grobogan. KUB ini bidang usahanya berkaitan dengan pangan dengan jenus produk yang dibuat berupa makanan siap saji dari bahan jagung dan ketela.

Baca: Ini Sosok Agus Maarif, Ustaz Ganteng Asli Pati yang Baca Alquran di Pernikahan Anak Jokowi

Menurutnya, selama ini pihaknya sudah melakukan pembinaan dan pengembangan pada pelaku UMKM yang mengarah pada hasil pertanian muapun peternakan. Dalam pengembangan, Pemerintah Grobogan telah menjalin kerjasama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Wujudnya melalui pembuatan techno park  (TP).

Adanya TP di Grobogan dirasa sangat diperlukan. Dengan program ini membawa dampak positif. Sebab, pihak BPPT itu membantu penyediaan peralatan khususnya pasca produksi hingga pemasaran.

”Program ini sangat bagus sekali dan memang sangat kita butuhkan. Melalui program ini bisa meningkatkan ekonomi masyarakat khususnya petani dan pelaku UMKM,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Hari Ini, Gubernur Ganjar Temui Jokowi Bahas Nasib GTT

Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Semarang – Nasib guru tidak tetap (GTT) kian tak menentu dan tersandera berbagai peraturan. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo akan menemui Presiden Jokowi besok Rabu (6/12/2017) hari ini untuk memperjuangkan masa depan para pahlawan pendidikan tersebut.

Ganjar mengatakan, akan menyampaikan nasib GTT langsung ke hadapan Jokowi. Ia berjanji akan mengawal terus sampai mana tuntutan yang disuarakan GTT selama ini. 

”Rabu (hari ini) saya akan bertemu Pak Presiden, saya akan coba tanyakan, kalau boleh mengawal akan saya kawal terus karena sebenarnya tuntutan GTT itu tidak tinggi-tinggi kok, kalau tidak PNS ya upahnya sesuai dengan upah minimum kabupaten/kota (UMK),” kata Ganjar di Semarang, Selasa (5/12/2017).

Ganjar hari ini memang berada di Jakarta. Ia dijadawalkan mengikuti acara penerimaan DIPA dan Buku Daftar Alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa Thn 2018 serta Anugerah Dana Rakca thn 2017 oleh Presiden RI. Acara berlangsung di Istana Bogor.

Ganjar akan memanfaatkan waktu di sela-sela acara untuk membicarakan nasib GTT bersama presiden. Menurut dia, masa depan bangsa bergantung pada kualitas pendidikan. Untuk mewujudkan kualitas pendidikan yang baik, kesejahteraan guru harus terjamin. 

“Kalau gajinya sudah memenuhi, tentu para guru akan lebih fokus mendidik siswanya. Pemerintah yang harus menjamin itu,” katanya.

Politikus PDI Perjuangan itu berkomitmen memperjuangkan nasib jutaan GTT yang tersebar di Jateng sehingga bisa memperoleh kesejahteraan layak.

Ganjar mengungkapkan, keberadaan GTT ternyata tidak diakui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Mereka tidak bisa mengikuti sertifikasi karena tidak memiliki surat keputusan pengangkatan dari pemerintah daerah.

”Untuk mengangkat GTT, bupati dan wali kota tersandera Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2006 yang melarang pengangkatan guru honorer, mereka tidak berani melanggar aturan itu,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PGRI Jawa Tengah Widadi mengatakan pemerintah pusat telah memberikan harapan terkait dengan tuntutan para GTT.

“Bapak Presiden sudah merespon permasalahan guru honorer dan kekurangan guru yang akan diselesaikan secara bertahap,” katanya.

Penyelesaian kekurangan guru, kata dia, akan dilakukan dengan sistem yang mengedepankan guru yang telah lama mengabdi, khususnya di daerah terdepan, terluas, tertinggal (3T), dan guru yang berprestasi.

Selain itu, Presiden Jokowi meminta tunjangan sertifikasi dibayarkan tepat waktu dan tepat jumlah mengingat dana sudah dialokasikan untuk itu.

Masalah administrasi guru juga diharapkan dapat disederhanakan agar guru memiliki lebih banyak waktu mendidik para siswanya.

Janji Ganjar ini menindaklanjuti keluhan GTT terkait kesejahteraan melalui media sosial ke akun miliknya.

Di antaranya, para GTT menanyakan apakah upah yang diterima bisa lebih baik dari yang sekarang hanya sekitar Rp 200-400 ribu per bulan. Para GTT meminta agar gubernur turut memperjuangkan dan mengawal tuntutan para GTT.

Editor: Supriyadi

Presiden Jokowi Diminta Datang ke Pati, Ada Apa?

Bupati Pati Haryanto (kanan) saat memberikan kenang-kenangan kepada Sekretaris Anggota Wantimpres baru-baru ini. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati berharap Presiden Joko Widodo bisa datang ke Pati untuk menyerahkan 4.000 sertifikat tanah dalam program pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL) 2017.

Pati merupakan daerah kecil yang mendapatkan jatah program PTSL terbesar kedua di Jawa Tengah, setelah Kota Semarang. Program yang digagas Jokowi melalui Badan Pertanahan Nasional (BPN) tersebut memberikan fasilitas pengurusan tanah gratis untuk percepatan pelaksanaan pendaftaran tanah di Indonesia.

“Sebisa mungkin Bapak Presiden Jokowi nanti bisa menyerahkan langsung bukti sertifikat tanah yang sudah terdata dan disertifikatkan masyarakat. Sebab, jumlah kita mencapai 4.000 lahan,” ujar Bupati Pati Haryanto, Senin (16/10/2017).

Sejauh ini, ada daerah yang jumlah sertifikasi tanahnya lebih sedikit dari Pati, tapi Presiden datang untuk melakukan penyerahan secara simbolis. Sementara Pati jumlahnya sangat banyak dalam menyukseskan program sertifikasi tanah gratis.

Karena itu, Haryanto menganggap Kabupaten Pati sudah layak didatangi Presiden Jokowi terkait dengan program PTSL. “Kami sangat berharap Bapak Presiden bisa datang ke Pati dan menyerahkan langsung,” imbuh Haryanto.

Diberitakan sebelumnya, Pati mendapatkan program PTSL terbanyak kedua di Jawa Tengah setelah Kota Semarang. Program tersebut ditargetkan selesai pada akhir 2017.

Saat ini, BPN Pati sudah berhasil membuat lebih dari 15.300 sertifikat program PTSL. Sementara pengukuran tanah di semua warga yang mendapatkan program PTSL ditargetkan selesai pada awal November 2017.

Editor: Supriyadi

Presiden Bahas Media Sosial pada Perkemahan Wirakarya Pramuka Ma’aruf NU Nasional di Magelang

Presiden Joko Widodo saat membuka kegiatan Perkemahan Wirakarya Pramuka Ma’aruf NU Nasional (PERWIMANAS) II di Magelang, Senin (18/9/2017). (Polres Magelang)

MuriaNewsCom, Magelang – Presiden RI Joko Widodo membuka acara Perkemahan Wirakarya Pramuka Ma’aruf NU Nasional (PERWIMANAS) II di Lapangan Tembak Akademi Militer Magelang, Senin (18/9/2017).

Dalam acara tersebut dihadiri oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono, Pangdam IV Diponegoro Mayjen TNI Tatang Sulaiman dan para peserta kemah SD, SMP dan SMA perwakilan NU dari seluruh Indonesia.

Dalam sambutannya, Presiden menyampaikan dinamika perkembangan media sosial di Indonesia. “Media sosial saat ini sangat terbuka semua orang boleh mengabarkan apa saja banyak saat ini media sosial banyak yang menjelek-jelekkan, banyak yang fitnah,” ucap Presiden.

Presiden juga mengajak seluruh  komponen bangsa untuk lebih kreatif supaya tidak tertinggal dengan negara lain. “Saya mengajak kita semuanya untuk menyadari banyak tantangan- tantangan ada di depan kita perbanyak ide-ide kreatif perbanyak inovasi- inovasi baru dan bekerja secara cepat supaya tidak tertinggal oleh negara-negara lain,”ungkap Jokowi.

Presiden mengingatkan agar warga bersiap diri karena tantangan perubahan begitu cepat setiap detik, serta setiap menit perubahan begitu cepat. Menurutnya, jangan pernah merasa puas diri oleh apa yang  diperoleh terus tingkatkan supaya bisa bersaing dengan negara-negara lain.

Kegiatan ini juga dimeriahkan oleh pertunjukan silat dari PBNU dan Marching band dari Taruna dan Taruni Akademi militer. Presiden juga hadir menyerahkan sertifikat tanah kepada masyarakat wilayah Magelang di lapangan Drh Soepardi. Presiden berharap semua pihak untuk mendukung program sertifikat tanah.

Presiden juga berpesan dalam pengurusan serifikat ini harus dipercepat “Saya berharap para Kanwil BPN agar urusan yang berkaitan dengan sertifikat dipercepat supaya tidak ada sengketa di kemudian hari dan memiliki status hak hukum tanah yang dimiliki jelas,” ujarnya..

Sebelumnya sebanyak 4.212 menerima sertifikat se-kota dan kabupaten Magelang guna mempertahankan kepemilikan hak tanah yang dimilikinya.

Editor : Akrom Hazami

KUDUS HEBAT, Kini Berhasil Raih Penghargaan Adipura Kencana 

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) memberikan penghargaan Adipura Kencana kepada Bupati Kudus Musthofa di Jakarta. (Pemkab Kudus)

MuriaNewsCom, Kudus – Kabupaten Kudus berhasil meraih penghargaan Adipura Kencana. Penghargaan bergengsi tersebut diterima Bupati Kudus Musthofa di Manggala Wanabakti Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Jakarta, Rabu (3/8/2017).

Dengan penyerahannya langsung dilakukan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). Diketahui, penghargaan ini merupakan Adipura tertinggi. Di Jawa Tengah, hanya Kudus yang berhasil meraihnya.

Informasi yang dihimpun bahwa kabupaten atau kota yang masuk dalam nominasi peraih Anugerah Adipura Kencana ini diharapkan tidak hanya bisa menyelesaikan berbagai isu lingkungan hidup sekarang. Seperti pengelolaan sampah, pengendalian pencemaran dan ruang terbuka hijau (RTH).

Diharapkan pula, kota dan kabupaten peraih nominasi berinovasi di bidang pengelolaan sampah dan RTH. Tidak hanya itu, diharapakan mampu pula membuat sistem pengendalian dampak perubahan iklim, pemanfaatan energi baru terbarukan, penurunan ketimpangan ekonomi, dan sosial berbasis pengelolaan lingkungan hidup dan sumber daya alam.

Kudus meraih penghargaan bergengsi juga tak lepas dari raihan sebelumnya seperti pernah meraih Anugerah Adipura sebelumnya minimal tiga kali berturut-turut.

Bupati Kudus Musthofa tak mampu menyembunyikan rasa bahagianya. Dia merasa bangga dengan apa yang diraih kabupaten yang dipimpinnya itu. Penghargaan bukanlah keberhasilan kepala daerah, melainkan hasil kinerja bersama. “Terima kasih seluruh jajaran OPD kami bersama partisipasi seluruh masyarakat,” kata Musthofa.

Dalam sambutannya Presiden RI Jokowi mengingatkan pentingnya menjaga hutan dan lingkungan. Selain memperoleh lingkungan yang sehat, tentu ada manfaat secara ekonomi yang bisa didapat.

“Kalau hutan di negara lain bisa memakmurkan. Tentunya di negara kita seharusnya juga bisa,” kata Jokowi.(nap)

Editor : Akrom Hazami

PCNU Kudus Akan Sampaikan Keberatannya Soal Full Day School ke Presiden di Semarang


Ketua PCNU Kudus Abdul Hadi. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – PCNU Kudus akan mendatangi undangan halal bihalal dari PWNU Jateng di Kota Semarang, Sabtu (22/7/2017) malam. Mereka akan mendelegasikan 18 orang anggota, guna memenuhi undangan tersebut. Direncanakan, acara akan didatangi Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Ketua PCNU Kudus Abdul Hadi, menyatakan, pihaknya akan memenuhi undangan tersebut. “Dalam kesempatan itu, kami akan ikut menyampaikan ke pak presiden agar mempertimbangkan Full Day School,” katanya kepada MuriaNewsCom di Kudus, Kamis (20/7/2017).

Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017 tentang 5 Hari Sekolah itu memang memunculkan banyak pro-kontra. Pihaknya menuturkan beberapa dampak Full Day School. Pemberlakuan full day school ditinjau dari berbagai sisi lebih banyak mengandung madlarat (bahaya) daripada mashlahatnya (manfaatnya). Dari sisi kultural, mengancam pendidikan karakter yang selama ini diajarkan di dalam madrasah diniyah. Dari sisi sarana dan prasarana masih banyak sekolah, bahkan rata-rata, belum memadai.

Dia membeberkan dampaknya, di antaranya pada kegiatan agama siswa. Seperti kegiatan hari Jumat, yang mana kesulitan dalam​ menjalankan ibadah sholat Jumat, karena lokasi yang terbatas. Tak hanya itu, sekolah diniyah juga akan kacau. Sekolah yang sampai sore, dipastikan mengurangi jumlah siswa di TPQ dan madrasah diniyah. Dan itu akan menggangu mereka dalam memahami agama.

“Kami juga sudah bertemu dengan Disdikpora Kudus. Kepada mereka, kami sampaikan jangan sampai kebijakkan dilaksakan. Jika sampai berjalan, sekolah dasar yang akan kena imbasnya,” ucapnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Gara-gara Parijoto, Warga Kudus Dapat Penghargaan Presiden

parijoto

Muhamad Sokib Garno Sunarno bersama Bupati Kudus Mushofa yang memegang tanaman parijoto. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom,Kudus – Warga Kudus menorehkan prestasi yang membanggakan dengan mendapatkan penghargaan tingkat nasional. Rencananya, penghargaan tersebut bakal diberikan langsung oleh Presiden Joko Widodo.

Penghargaan tersebut, akan diterima oleh Ketua Paguyuban Masyarakaat Pelindung Hutan (PMPH) Pegunungan Muria, Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Muhamad Sokib Garno Sunarno. Hanya gara gara Parijoto, dia bakal  menerima penghargaan Kalpataru 2016.

“Untuk kategori adalah Pembina Hutan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Rencananya, piagam penghargaan Bidang Lingkungan Hidup tersebut di Siak, Riau, Jumat (22/7/2016) mendatang,” katanya.

Rencananya, pemberian penghargaan akan bertepatan dengan Environment World Day (EWD) atau Hari Lingkungan Hidup Dunia. Penghargaan diraih lantaran dia dianggap berhasil membina masyarakat di lereng Pegunungan Muria untuk melestarikan hutan serta menjaga kearifan lokal setempat.

Seperti diketahui, Kalpataru adalah penghargaan diberikan kepada perorangan atau kelompok atas jasa melestarikan lingkungan hidup di Indonesia. Penerima penghargaan Kalpataru dikelompokkan dalam empat kategori, yaitu perintis lingkungan, pengabdi lingkungan, penyelamat lingkungan, dan pembina lingkungan.

Menurutnya, kearifan lokal yang dijaga adalah Tanaman Parijoto yang merupakan peninggalan Sunan Muria. Dia tidak menyangka dapat penghargaan sebesar itu, terlebih langsung dari Presiden.

“Saya tidak berharap lebih, sebab dari awal saya mengabdi untuk hutan Muria memang dari sanubari hati saya yang terdalam, ikhlas dan tulus. Tapi syukur malah dapat lebih semacam ini,” ungkapnya.

Menurut pria yang juga menjadi juru kunci Makam Sunan Muria itu, penghargaan tertinggi di Bidang Lingkungan Hidup ini merupakan pertama kali ia terima sejak 1998 mengelola dan menyelamatkan hutan Pegunungan Muria.

Bupati Kudus Musthofa mengaku senang dengan adanya penghargaan ini. Peran pemerintah  adalah pelestarian lingkungan pegunungan Muria. Dengan mengerahkan relawan di hutan diketahui pak sokib dan lainnya.

“Kami juga minta dinas pertanian dan kantor lingkungan hidup berkoordinasi memberikan suplemen untuk kebutuhan disini,” ungkapnya.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Pak Mandor Ini Tak Menyangka Bisa Bersalaman dengan Presiden

Budi Hartono, mandor tanam yang berhasil meraih juara II nasional dalam lomba Wana Lestari 2015 bersalaman dengan Presiden RI Joko Widodo (Istimewa)

Budi Hartono, mandor tanam yang berhasil meraih juara II nasional dalam lomba Wana Lestari 2015 bersalaman dengan Presiden RI Joko Widodo (Istimewa)

 

GROBOGAN – Keberhasilan LMDH Batur Wana Makmur, Desa Kemadohbatur, Kecamatan Tawangharjo meraih juara II nasional dalam lomba Wana Lestari merupakan prestasi yang sebelumnya tidak pernah dibayangkan Sakidin, selaku ketua LMDH tersebut. Tentu saja, Sakidin merasa sangat bangga karena kelompok yang dipimpinnya dapat penghargaan tingkat nasional.

“Saya bangga sekali karena dari prestasi ini, saya bisa bersalaman dengan Bapak Presiden di Istana Negara setelah menerima penghargaan. Ini menjadi pengalaman paling istimewa dalam hidup saya,” kata Sakidin, usai menghadiri acara penyerahan sharing produksi kayu di Kantor Perhutani KPH Purwodadi, pagi tadi.

Kebanggaan bisa bersalaman langsung dengan presiden juga dirasakan mandor tanam Budi Hartono yang juga meraih juara II nasional dalam lomba tahun 2015 ini. Menurutnya, selama ini yang dilakukan semata-mata adalah menjalankan tugas yang diberikan atasan.

Artinya, apa yang dilakukan itu bukan didasari niatan untuk menjadi pemenang lomba. Oleh sebab itu, dia sebelumnya juga tidak pernah memikirkan jika nantinya akan dapat juara atau tidak dalam lomba tingkat nasional tersebut.

“Saya selalu berupaya menjalankan tugas sebagai mandor tanam sebaik mungkin. Prestasi yang saya raih ini adalah berkat dukungan dari rekan-rekan semua,” katanya. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)