Rekrutmen Penyelenggara Pemungutan Suara untuk Pilkada Pati Menuai Kendala

Calon anggota KPPS Kelurahan Pati Kidul tengah mengikuti seleksi wawancara dari PPS. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Calon anggota KPPS Kelurahan Pati Kidul tengah mengikuti seleksi wawancara dari PPS. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Rekrutmen Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di masing-masing Panitia Pemungutan Suara (PPS) desa, ditutup, Kamis (29/12/2016). Di sejumlah daerah, proses rekrutmen diakui menuai sejumlah kendala.

Di Kelurahan Pati Kidul, misalnya. Ada sejumlah kendala yang membuat proses rekrutmen tersendat, meski akhirnya selesai. Salah satu kendala yang dihadapi, antara lain legalisasi ijazah dari universitas yang lokasi jauh dari tempat asal.

Selain itu, beberapa calon KPPS belum melampirkan surat keterangan sehat dari puskesmas terdekat. Mereka justru meminta surat curi dari dokter, lantaran sakit. Padahal, kendala tersebut diakui bisa diantisipasi bila ada komunikasi dengan petugas PPS.

Ketua PPS Kelurahan Pati Kidul Bambang Budi Widodo menuturkan, beberapa kendala tersebut sudah berhasil diatasi, sebelum ditutup. Menurutnya, kendala yang cukup berarti adalah adanya regulasi dari KPU yang melarang rekrutmen KPPS berasal dari warga yang pernah menjabat lebih dari dua kali pada pemilu sebelumnya.

“Kendala tentu ada dan masing-masing daerah biasanya berbeda kendalanya. Di kelurahan Pati Kidul, beberapa kendalanya adalah aturan dari KPU minimal SMA sederajat, mereka yang pernah menjabat sebagai KPPS dua kali pada pemilu sebelumnya tidak boleh daftar lagi,” ujar Bambang.

Di Pati Kidul sendiri yang memiliki 12 tempat pemungutan suara (TPS), sudah ada 87 nama yang mendaftar sebagai calon KPPS. Dari 87 nama yang mendaftar, tiga pendaftar dipastikan gugur karena yang petugas KPPS yang dibutuhkan di Kelurahan Pati Kidul adalah 84 orang.

Selanjutnya, daftar nama yang mendaftarkan diri sebagai KPPS akan diserahkan kepada Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Jumat (30/12/2016) besok. Dari PPK, daftar nama akan diteruskan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pati.

Editor : Kholistiono