Polisi Difoto Banyak Pengendara saat Bantu Dirikan Tiang Papan Peringatan di Grobogan

polisi bantu

Dua orang polisi bekerja sama dengan warga memasang tiang baliho papan peringatan lalu lintas di Grobogan, Rabu. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Tindakan dua anggota Satlantas Polres Grobogan yang membantu pemasangan baliho besar berisi peringatan pada pengguna jalan di Jalan Purwodadi-Solo km 5 mendapat respons positif dari beberapa pihak. Sejumlah pengguna jalan yang kebetulan melintas mengaku sangat mengapresiasi tindakan polisi tersebut.

“Pemasangan rambu peringatan di sini saya rasa cukup tepat. Sebab, di lokasi ini sering terjadi kecelakaan. Saya juga memberi apresiasi dengan petugas yang ikut bersusah payah mendirikan baliho peringatan di situ,” kata Iwan, pengguna jalan yang kebetulan melintas di jalur itu, Rabu (18/1/2017)

Adanya aktivitas pendirian baliho di pinggir jalan itu memang sempat menarik perhatian pengendara. Bahkan, beberapa di antaranya sempat berhenti sejenak untuk mengabadikan momen itu melalui kamera telepon seluler (ponsel). “Ini momen yang jarang dilihat. Biasanya, yang sering dilihat adalah kegiatan razia atau ketika ada penanganan kasus kecelakaan,” cetus Ratna, pengguna jalan lainnya.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Panji Gedhe Prabawa menyatakan, pemasangan rambu peringatan merupakan salah satu upaya untuk menekan terjadinya kecelakaan. Rambu dengan tiang besi berukuran cukup besar tersebut ditempatkan pada jalur yang selama ini dinilai rawan kecelakaan lalu lintas. Seperti di ruas jalan Purwodadi-Solo km 5 tersebut.

“Rambu yang kita siapkan terdiri beragam jenis. Ada rambu peringatan, pengurangan kecepatan dan penunjuk arah,” katanya didampingi Kanit Turjawali Satlantas Ipda Afandi.

Menurut Panji, wilayah Grobogan merupakan jalur tengah atau jalur penyangga yang startegis. Yang mana, jalur ini memiliki peran penting sebagai penerima limpahan arus dari jalur utara maupun selatan. Hal ini dimungkinkan mengingat posisi Grobogan yang memang berada di tengah.

Editor : Akrom Hazami

SMA Sederajat Diharapkan Pakai Kurikulum 2013

Kabid Dikmen pada Disdikpora Kudus Agus Nuratman. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Kabid Dikmen pada Disdikpora Kudus Agus Nuratman. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Penggunaan Kurikulum di satuan pendidikan tingkat SMA dan SMK, masih menggunakan dua kurikulum yakni Kurikulum 2013 dan (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan/KTSP. Hanya, mulai tahun ajaran baru mendatang di 2017, diharapkan semua sekolah bakal memakai Kurikulum 2013 secara keseluruhan.

Hal itu disampaikan Kabid Dikmen pada Disdikpora Kudus Agus Nuratman. Menurutnya semua sekolah khususnya negeri sudah didaftarkan penetapan Kurikulum 2013 sebagai kurikulum yang digunakannya.

“Kita sudah daftarkan semua. Mudah mudahan tahun depan sudah dapat digunakan penerapan Kurikulum 213 tersebut di semua jenjang pendidikan SMA sederajat,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Hingga kini, baru tiga SMA yang sudah menggunakan Kurikulum 2013, yakni SMA1 Kudus, SMA 2 Kudus dan SMA1 Bae. Sedangkan untuk tingkatan SMK, yang sudah menggunakan Kurikulum 2013  adalah SMKN 1, SMK Wisuda Karya, SMK Muhammadiyah, SMK Ma’arif, SMK PGRI dan SMKN 1 Mejobo.

Sementara jumlah SMA di Kudus, kata dia, sebanyak 18 sekolah, sebanyak tujuh sekolah di antaranya merupakan sekolah negeri dan selebihnya sekolah swasta. Untuk tingkat SMK, terdapat lima dari 27 sekolah.

“Sesuai dengan aturan, ke depannya semua bakal menggunakan Kurikulum 2013. Jadi semua sekolah bakal menetapkan kurikulum anyar tersebut,” imbuhnya. (FAISOL HADI/AKROM HAZAMI)