PPP dan Demokrat Dukung Ganjar-Yasin, Nasib Poros Baru Gimana?

MuriaNewsCom, Semarang – Setelah diumumkan Megawati sebagai cagub dan cawagub pada Pilgub Jateng 2018, pasangan Ganjar Pranowo-Taj Yasin semakin banjir dukungan.

Sejumlah partai langsung merapat, seperti Partai Nasdem. Bahkan PPP dan Partai Demokrat yang sebelumnya diwacanakan membuat poros baru bersama Golkar akhirnya bergabung dengan PDI Perjuangan.

Ketua Pemenangan Pilkada DPD PDI Perjuangan Jateng, Bambang Hariyanto mengatakan, bergabungnya Demokrat dengan PDIP bahkan sudah diumumkan oleh Ketua Umum Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono.

“Yang baru saja memutuskan untuk berkoalisi dan mendukung balon cagub dan cawagub kita di Pilgub Jateng adalah Partai Demokrat melalui pernyataanya langsung Ketua Umum SBY,” katanya.

Ia menyebut, setelah dideklarasikan oleh Megawati tiga partai tersebut sudah mantap untuk berkoalisi dengan PDIP.

Dengan bergabunganya tiga partai dengan PDIP, kini hanya tinggal PKB dan Golkar yang belum memutuskan sikap. Karena Gerindra, PKS dan PAN sudah bulat mengusung mantan Menteri ESDM Sudirman Said.

Meski demikian, Bambang belum berani memastikan apakah Pilgub Jateng nanti akan head to head antara Ganjar dengan Sudirman Said. Namun ia punya keyakinan, dua partai lain yang beelum memutuskan sikap akan segera bergabung dengan PDIP.

Editor : Ali Muntoha

3 Parpol Bentuk Poros Baru di Pilgub Jateng, Siapa Calonnya?

MuriaNewsCom, Semarang – Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jateng 2018 diperkirakan akan semakin sengit dengan muncul tiga pasang calon. Selain koalisi Gerindra, PAN, PKS yang mengusung Sudirman Said, serta kubu PDIP, ada tiga parpol lain yang memunculkan wacana untuk membuat poros baru.

Tiga parpol itu yakni PPP, Partai Demokrat dan Partai Golkar. Komunikasi politik antartiga parpol ini semakin gencar seiring dengan semakin dekatnya pendaftaran calon gubernur dan wakil gubernur di KPU.

Saat ini baru koalisi Gerindra, PAN dan PKS yang sudah memastikan mempunyai bakal calon gubernur, yakni mantan Menteri ESDM, Sudirman Said. Sementara PDIP masih menunggu rekomendasi dari Megawati, yang dikabarkan akan kembali mengusung gubernur petahana Ganjar Pranowo.

Tiga parpol yang akan membuka poros baru ini, selain mematangkan komunikasi juga tengah menimbang-nimbang calon yang akan diusung. Kubu ini memastikan akan mengusung calon alternatif yang mampu menandingi Ganjar Pranowo dan Sudirman Said.

Siapapun calon yang akan diusung, poros baru ini diakui mempunyai kekuatan yang cukup. PPP tercatat memiliki 8 kursi di DPRD Jateng, Partai Golkar memiliki 10 kursi, dan Partai Demokrat memiliki 9 kursi. Dengan bekal 27 kursi itu, sudah melampaui batas minimal yang syarat yang ditetapkan KPU.

Ketua Harian DPD I Partai Golkar Jateng Iqbal Wibisono membenarkan akan membentuk poros tengah bersama PPP dan Partai Demokrat.

Menurutnya, untuk menghadapi Pilgub Jateng 2018, Partai Golkar harus keluar dari poros yang ada saat ini, yakni PDI-P, serta koalisi Partai Gerindra, PAN, dan PKS. “Kami harus membuat poros baru, antara Golkar, Demokrat, dan PPP. Kami sudah sepakati,” katanya.

Begitu juga dengan Ketua DPW PPP Jateng, Masrukhan Syamsurie. Menurut dia, jika hanya ada dua pasang kandidat Pilgub Jateng 2018, pilihan masyarakat akan terbatas dan tidak dinamis.

“Jika dilihat dari jumlah kursi kami (PPP, Golkar, dan Demokrat) sudah memenuhi syarat minimal 20 kursi untuk mengusung pasangan calon,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Jawa Tengah Rinto Subekti juga mengakui sedang mempersiapkan untuk membangun poros baru bagi calon di Pilgub Jateng.  “Kami terus berkomunikasi dan mematangkan agar poros baru ini segera terbentuk,” terangnya.

Editor : Ali Muntoha