Kandang di Panggungroyom Pati Terbakar, 25 Ribu Ekor Ayam Hangus Terpanggang

Petugas kepolisian melakukan pendataan di kawasan kandang ayam yang terbakar di Desa Panggungroyom, Wedarijaksa, Jumat (4/8/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Kandang ayam milik Suyono (58) dan Wasito (56), warga Desa Panggungroyom RT 5 RW 1, Desa Wedarijaksa, Pati dilalap si jago merah, Jumat (4/8/2017) subuh.

Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Namun, kerugian material akibat kebakaran diperkirakan mencapai Rp 300 juta.

Sujono, salah satu saksi mengungkapkan, pada pukul 04.00 WIB, dia terbangun karena mendengar suara letupan yang berasal dari kandang ayam. Dia kemudian memeriksa sumber suara letupan tersebut.

“Waktu saya cek, kandangnya sudah terbakar. Hanya dalam waktu sebentar, api semakin membesar dan menjalar dengan cepat. Dua kandang lainnya ikut terbakar,” ucap Sujono.

Pemadam kebakaran dari PG Trangkil diterjunkan untuk memadamkan api. Tapi, tiga kandang berukuran 40×30 meter yang terdapat 25 ribu ekor bibit ayam pedaging tidak berhasil diselamatkan.

Kapolsek Wedarijaksa AKP Sulistyaningrum mengatakan, sumber api diduga berasal dari tungku penghangat ayam yang tertiup angin. Percikan api yang terbawa angin mengenai plastik kandang bambu.

Pakan ternak ayam dalam jumlah yang tidak sedikit juga ikut terbakar. Satu unit genset dan kompor minyak ikut ludes dilalap api.

Editor : Ali Muntoha

Unik! Polsek Margoyoso Gelar ‘Kenduri NKRI’

Muspika Margoyoso menggelar “Kenduri NKRI” di halaman Mapolsek Margoyoso, Senin (5/6/2017) malam. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Kegiatan yang cukup unik digelar Jajaran Polsek Margoyoso pada bulan suci Ramadan. Salah satunya, kegiatan “Kenduri NKRI” yang dihelat di Mapolsek Margoyoso, Senin (5/6/2017) malam.

Kenduri NKRI dihadiri seluruh anggota Polsek Margoyoso, Danramil Margoyoso Kapten Kav Bambang Sugiatmiko dan sejumlah anggota TNI AD, Camat Margoyoso Suhartono, perwakilan kepala desa, Banser, Satuan Karya Pramuka (Saka) Bhayangkara, serta belasan anak yatim.

“Ramadan menjadi momentum yang tepat untuk bermunajat di tengah perkembangan situasi isu keretakan bangsa. Meski Kenduri NKRI ini lingkupnya kecil, hanya di Kecamatan Margoyoso, kami bersama elemen warga dan anak yatim berdoa agar NKRI tetap aman, tentram dan jaya,” ujar Kapolsek Margoyoso AKP Sugino.

Mereka memotong tumpeng lengkap dengan ingkung ayam, buah-buahan, serta jamuan lainnya setelah didoakan. Tokoh dan masyarakat, termasuk anak yatim membaur menjadi satu untuk buka bersama.

Tidak ada sekat bagi mereka untuk berinteraksi dan berkomunikasi satu sama lain. Kenduri NKRI yang bertujuan untuk menjalin keakraban tersebut diharapkan menjadi wadah bila ada persoalan di tingkat kecamatan dapat diantisipasi bersama.

“Perkembangan isu persekusi tengah ramai diperbincangkan. Melalui wadah Kenduri NKRI, kami meminta kepada semua elemen masyarakat untuk tidak melakukan persekusi. Meski di Margoyoso aman dan tidak ada persekusi, tidak ada salahnya kita antisipasi dengan kegiatan kebersamaan semacam ini,” tutur AKP Sugino.

Seusai buka bersama, anggota polisi terlihat membawa kue dengan lilin menyala. Mereka memberikan kejutan kepada AKP Sugino yang memasuki usia 51 tahun. Kejutan itu sempat membuat sejumlah orang kaget, karena sepotong kue yang diiris AKP Sugino untuk ulang tahunnya langsung disuapkan kepada anak yatim yang paling kecil.

Sontak, tepuk tangan mewarnai serangkaian kegiatan Kenduri NKRI. Setelah bancaan selesai, mereka menggelar salat tarawih bersama di musala belakang Mapolsek Margoyoso.

Kapten Kav Bambang menuturkan, Kenduri NKRI menjadi cermin dari kecintaan pemerintah, TNI-Polri dan masyarakat terhadap NKRI, termasuk Pancasila yang mengikat NKRI dengan Bhinneka Tunggal Ika. Dia berharap, munajat untuk NKRI pada bulan Ramadan dikabulkan.

“Ramadan merupakan salah satu bulan yang mustajab untuk berdoa. Kita tasyakuran bareng, buka bareng dan berdoa bersama dengan warga supaya selalu diberikan keselamatan di tengah isu keretakan bangsa dalam beberapa waktu terakhir,” pungkas Kapten Kav Bambang.

Editor : Kholistiono

Polisi Amankan Ratusan Botol Miras dari Wedarijaksa dan Trangkil

Kapolsek Wedarijaksa AKP Sulistyaningrum (dua dari kiri) menunjukkan salah satu jenis miras yang dirazia dari Operasi Cipta Kondisi, Rabu (24/5/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Jajaran Polsek Wedarijaksa berhasil mengamankan 877 botol miras berbagai merek dari kawasan Kecamatan Wedarijaksa dan Trangkil. Ratusan botol miras itu akan dikirim ke Polres Pati, Rabu (24/5/2017).

“Polri melaksanakan Operasi Cipta Kondisi dengan sasaran penyakit masyarakat (pekat) seperti miras, judi, premanisme dan prostitusi. Khusus untuk miras, di Wedarijaksa dan Trangkil memang banyak sehingga menjadi perhatian khusus bagi kami,” ujar Kapolsek Wedarijaksa AKP Sulistyaningrum.

Dari hasil razia tersebut, pihaknya menyita 175 botol congyang kecil, anggur putih 24 botol, anggur kolesom 144 botol, anggur merah 286 botol, beras kencur 82 botol, newport 32 botol, vodka iceland 49 botol, congyang besar satu botol, dan arak putih sebanyak 84 botol.

Ratusan botol miras itu rencananya akan dihancurkan di kawasan Alun-alun Pati, satu hari menjelang Ramadan. Dari 20 lokasi yang dirazia, sebagian besar pelaku penjualan miras merupakan pemain lama.

Mereka tidak jera, kendati kerap terjaring razia polisi dan dikenakan sanksi sesuai dengan Perda Kabupaten Pati Nomor 22 Tahun 2002. Meski begitu, AKP Sulis akan terus melakukan razia hingga para pelaku jera.

Pada Ramadan nanti, polisi juga akan menggencarkan operasi miras. “Operasi miras di Wedarijaksa dan Trangkil akan terus kami giatkan pada bulan Ramadan. Ini untuk meminimalisasi kemungkinan para pelaku yang masih belum jera,” imbuhnya.

Selain miras, Polsek Wedarijaksa juga mengamankan dua pelaku yang terlibat kasus perjudian, dua orang preman yang melakukan pemalakan sopir angkot, dan dua pelaku kasus prostitusi di kawasan Bulu Indah, Desa Karanglegi, Trangkil. Mereka akan dikenakan sanksi sesuai dengan hukum yang berlaku.

Editor : Kholistiono

Polisi Amankan Musafir di Bumiayu Pati untuk Hindari Amukan Massa

Agus (kaos merah), seorang musafir yang dikira penculik anak diamankan petugas Polsek Wedarijaksa, Kamis (23/3/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Petugas Polsek Wedarijaksa mengamankan seorang musafir asal Desa Pingit, Pringsurat, Temanggung, Agus Budi Munawar (41) yang mengalami pingsan di Desa Bumiayu, Kecamatan Wedarijaksa, Pati, Kamis (23/3/2017).

Dia segera diamankan polisi untuk menghindari amukan massa yang saat ini terbawa isu adanya penculikan anak dari seorang pengemis atau gelandangan. “Isu penculikan anak saat ini memang terbawa oleh masyarakat. Karena itu, ketika ada laporan dari masyarakat, langsung kami amankan,” ujar Kapolsek Wedarijaksa AKP Rochana Sulistyaningrum.

Menurut keterangan Agus, dia berangkat ke Lasem untuk menyusul saudaranya. Namun, saudaranya sudah berangkat ke Jakarta. Agus akhirnya pulang, tetapi kehabisan bekal sehingga meminta tolong petugas Polsek setempat.

“Agus dititipkan Bus Jurusan Semarang oleh petugas Polsek Lasem. Sampai di Terminal Pati, dia pindah bus. Sayangnya, dia tidak tahu kalau bus yang ditumpangi jurusan Pati-Tayu,” ungkap AKP Sulis.

Saat sampai di Gapura Dukuh Bapoh, Bumiayu, Agus diturunkan sopir bus karena tidak membawa uang saat ditarik kondektur. Setelah turun, dia bermaksud mencari rumah kepala desa setempat untuk meminta makan karena lapar.

Belum sampai di rumah kades, Agus jatuh pingsan. “Musafir itu sempat dikira akan menculik anak. Agus yang hanya berbekal fotokopi KTP langsung kami amankan di kantor. Kami kasih makan dan berikan uang dari iuran sukarela anggota Polsek Wedarijaksa agar bisa pulang ke rumahnya di Temanggung,” tandas AKP Sulis.

Editor : Kholistiono

Pemuda Asal Jakarta Dibekuk Polisi Usai Menjambret Tas Milik Warga Wedarijaksa Pati

Ilustrasi

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Pati – Seorang pemuda asal Kalideres, Jakarta Barat, Ahmad Faki (21) diamankan warga setelah menjambret tas milik Dewi Murni (35), warga Desa Sukoharjo, Kecamatan Wedarijaksa di Jalan Pati-Tayu, Dukuh Luboyo, Desa Bumiayu, Wedarijaksa, Minggu (22/1/2017).

“Pelaku sudah mengincar korban saat bersepeda dari Stadion Joyokusumo Pati. Pada saat sampai di Jalan Pati-Tayu, Dukuh Luboyo, Desa Bumiayu, Wedarijaksa, pelaku langsung mendekati korban yang saat itu bersama temannya, Titik Muslimah,” ujar Kapolsek Wedarijaksa AKP Rochana Sulistyaningrum, Senin (23/1/2017).

Nasib sial menimpa pelaku, karena terjatuh saat hendak menjambret tas milik korban. Sebab, tas korban dalam posisi terkait dengan stang sepeda. Sontak, keduanya terjatuh, sedangkan teman korban langsung berteriak dan mengamankan pelaku bersama dengan warga.

“Sempat terjadi aksi saling tarik antara korban dan pelaku. Akibatnya, keduanya jatuh saling bertindihan. Melihat korban jatuh, Titik dan warga bersama-sama mengamankan pelaku di rumah salah satu warga,” tutur AKP Rochana.

Warga setempat kemudian menghubungi petugas Polsek Wedarijaksa. Polisi yang tiba langsung membekuk pelaku dan membawanya ke Mapolsek Wedarijaksa untuk diproses hukum. Sejumlah barang bukti yang disita, antara lain tas dompet berisi uang tunai sebesar Rp 84 ribu, dua unit telepon genggam.

Polisi juga mengamankan satu unit sepeda motor Yamaha Vixion warna hitam tanpa nomor polisi yang digunakan pelaku untuk menjambret. Pelaku dan barang bukti diamankan untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut.

Editor : Kholistiono

Sempat Kelabui Petugas, Akhirnya Polisi Temukan Ratusan Botol Miras yang Ditimbun Warga Ngurenrejo Pati Ini

Petugas gabungan tengah mengamankan ratusan botol miras di Desa Ngurenrejo, Wedarijaksa, Pati, Kamis (15/12/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Petugas gabungan tengah mengamankan ratusan botol miras di Desa Ngurenrejo, Wedarijaksa, Pati, Kamis (15/12/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Ratusan botol miras berbagai merek milik Harno (35), warga Desa Ngurenrejo RT 4 RW 3, Wedarijaksa, Pati, diamankan petugas gabungan dari Polsek Wedarijaksa dan Polres Pati, Kamis (15/12/2016).

Sedikitnya 224 botol miras diamankan. 115 botol miras jenis congyang kecil, 15 botol congyang besar, 82 botol anggur merah, lima botol anggur 500, lima botol KTI, satu botol beras kencur, dan satu botol Vodka.

Kapolsek Wedarijaksa AKP Rochana Sulistyaningrum mengatakan, petugas sempat kesulitan mencari barang bukti berupa miras di rumah Harno. Pasalnya, ratusan botol miras tersebut tidak disimpan di rumahnya, tetapi ditimbun di mobil dan rumah tetangga.

“Meski sempat dikelabuhi, upaya menyembunyikan ratusan botol miras di rumah tetangga dan mobil sudah diantisipasi dengan deteksi intelijen, sehingga akhirnya berhasil kami amankan,” ujar AKP Rochana.

Razia miras yang digencarkan di wilayah Wedarijaksa tersebut, sesuai dengan Surat Telegram Rahasia Kapolres Pati pada 8 Desember 2016 tentang Cipta Sitkamtibmas menjelang pelaksanaan Ops Lilin Candi Tahun 2016. Dia berharap, peredaran miras di Wedarijaksa bisa ditekan seminimal mungkin untuk menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat menjelang Natal dan Tahun Baru.

Razia tersebut melibatkan 25 personel gabungan, antara lain Kasat Sabhara Polres Pati AKP Amlis Chaniago, Kapolsek Wedarijaksa AKP Sulistyaningrum, Kasium Ipda Sudarsana, Kanit Turjawali Ipda Mashudi, 12 personel anggota pengendali massa Sat Sabhara, satu personel anggota provos Polres Pati, dan delapan anggota Polsek Wedarijaksa. Ratusan botol miras yang disita, diamankan di Mapolsek Wedarijaksa untuk proses lebih lanjut.

Editor : Kholistiono

Pesta Miras, 3 Pelajar di Pati Diciduk Polisi

Petugas Polsek Wedarijaksa mengamankan tiga pelajar yang terjaring Operasi Lilin Candi di kawasan tempat penitipan sepeda motor Dukuh Bapoh, Desa Bumiayu, Wedarijaksa. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Petugas Polsek Wedarijaksa mengamankan tiga pelajar yang terjaring Operasi Lilin Candi di kawasan tempat penitipan sepeda motor Dukuh Bapoh, Desa Bumiayu, Wedarijaksa. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Tiga pelajar di salah satu sekolah menengah kejuruan (SMK) di Pati diciduk petugas Polsek Wedarijaksa, dalam Operasi Lilin Candi 2016. Ketiga pelajar tersebut diciduk polisi karena tengah menggelar pesta minuman keras di tempat penitipan sepeda motor Dukuh Bapoh, Desa Bumiayu, Wedarijaksa, Selasa (13/12/2016).

Ketiga pelajar tersebut, antara lain AIJ (17), pelajar kelas XI asal Trangkil, ASW (16), pelajar kelas XI asal Kepoh Kencono, Pucakwangi, dan ANP (16), pelajar kelas XI asal Desa Tayu Wetan. Ketiganya diciduk polisi untuk dibawa ke Polsek Wedarijaksa dan diberikan pembinaan.

Operasi Lilin Candi 2016 di wilayah Wedarijaksa yang dipimpin Kanit Sabhara Aiptu Musonep tersebut juga menyita barang bukti berupa satu botol minuman keras anggur kolesom. “Operasi ini menjadi bagian dari Ops Lilin Candi 2016 dan Cipta Situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat menjelang Natal dan Tahun Baru,” ujar Kapolsek Wedarijaksa AKP Rochana Sulistyaningrum, Rabu (14/12/2016).

Dari pengakuan pelajar, anggur kolesom yang disita dibeli dari toko milik Ngaripan, Desa Wedarijaksa. Satu botol anggur kolesom tersebut kemudian dibawa pada saat berangkat sekolah dan ditenggak pada saat jam istirahat, sekitar pukul 12.00 WIB.

Operasi tersebut berjalan aman, tertib dan lancar. Ketiga pelajar yang diciduk diberikan pembinaan bahwa miras bisa menyebabkan mabuk yang menjadi sumber tindak pidana kejahatan. Karena itu, miras mesti dihindari. Terlebih, mereka merupakan pelajar yang mestinya fokus belajar karena jalan perjuangan meraih cita-cita masih panjang.

Menjelang Natal dan Tahun Baru, Jajaran Polsek Wedarijaksa akan terus meningkatkan Operasi Lilin Candi 2016 untuk menciptakan ketertiban dan keamanan masyarakat. Operasi itu menyasar ke berbagai tindak pidana kejahatan maupun tindak pidana ringan (tipiring) yang merupakan penyakit masyarakat.

Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo menambahkan, sasaran Ops Lilin Candi 2016 di wilayah Pati, antara lain pencurian, perjudian, premanisme, senjata api, prostitusi, minuman keras, pornografi, hingga pekerja seks komersial (PSK). Ops Lilin Candi diharapkan dapat menciptakan suasana ketertiban dan keamanan masyarakat.

Editor : Kholistiono

Maling Bandeng yang Resahkan Warga Trangkil Pati Diringkus Polisi

Pelaku pencurian ikan bandeng di tambak bandeng Desa Kertomulyo, Kecamatan Trangkil, diamankan di Mapolsek Wedarijaksa. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Pelaku pencurian ikan bandeng (kiri) di tambak bandeng Desa Kertomulyo, Kecamatan Trangkil, diamankan di Mapolsek Wedarijaksa. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Jajaran Polsek Wedarijaksa berhasil meringkus maling bandeng yang selama ini meresahkan warga Kecamatan Trangkil, Pati. Maling bandeng berinisial K (76), warga Desa Kertomulyo, Kecamatan Trangkil tersebut ditangkap polisi, Sabtu (22/10/2016) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB.

Kapolsek Wedarijaksa AKP Rochana Sulistyaningrum saat dihubungi MuriaNewsCom, Senin (24/10/2016) mengatakan, maling bandeng tersebut sudah lama meresahkan masyarakat. Selain dikenal mencuri ikan bandeng, warga diakui tidak berani dengan K.

“Kami dapat informasi adanya maling yang sudah meresahkan warga. Kami akhirnya menempatkan anggota intelijen dan Unit Reskrim untuk mengintai pelaku sejak pukul 22.00 WIB. Ternyata benar, pelaku sedang mencuri bandeng di tambak milik Salim di Desa Kertomulyo, Pati. Pelaku langsung kami bekuk,” ungkap AKP Rochana.

Dari tangkap tangan tersebut, polisi menyita sejumlah barang bukti seperti ikan bandeng sebanyak dua keranjang dan setengah karung gula dengan total berat 150 kg. Selain itu, polisi juga menyita sepeda motor Supra Fit warna hitam tanpa nopol yang digunakan untuk mencuri.

Akibat pencurian tersebut, korban mengalami kerugian sekitar Rp 2,8 juta. “Pelaku dan barang bukti sudah kami amankan di mapolsek untuk proses penyidikan lebih lanjut,” tuturnya.

Usai penangkapan tersebut, beberapa warga mengaku lega karena pelaku selama ini meresahkan masyarakat. Terlebih, pelaku terbilang ditakuti masyarakat. “Kami sangat senang pelaku sudah ditangkap, karena sudah meresahkan warga,” ucap Salim, korban pencurian ikan bandeng.

Editor : Kholistiono

Motor Jambret Asal Wedarijaksa Pati Ini Disulap Mirip Motor Kades Bumiayu

Dua pelaku jambret (tengah) menunjukkan sepeda motor Vario Techno 125 PGM FI warna merah dengan plat nomor yang sudah dipalsukan seperti kendaraan milik kades Bumiayu. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Dua pelaku jambret (tengah) menunjukkan sepeda motor Vario Techno 125 PGM FI warna merah dengan plat nomor yang sudah dipalsukan seperti kendaraan milik kades Bumiayu. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Ada-ada saja kelakuan dua jambret asal Desa Wedarijaksa berinisial MK (24) dan S (19) ini. Sepeda motor Vario Techno 125 PGM FI yang digunakan untuk menjambret disulap mirip dengan sepeda motor milik Karyadi (38), Kepala Desa Bumiayu, Wedarijaksa.

Dua sepeda motor tersebut memiliki warna dan spesifikasi yang sama, termasuk plat nomor. Pelaku jambret sengaja memalsukan plat nomor untuk mengelabuhi korban ketika melancarkan aksinya. Padahal, Kades Bumiayu ketika dikonfirmasi mengaku tidak kenal dengan para pelaku.

“Pelaku memang bekerja di bengkel yang berada desa saya. Kemungkinan dia melihat sepeda motor saya yang mirip motornya dan mengingat-ingat plat nomor saya, sehingga dia membuat duplikat dengan plat K 3123 AU kepunyaan saya untuk mengelabuhi korban ketika melancarkan aksinya,” kata Karyadi saat dimintai keterangan MuriaNewsCom, Kamis (13/10/2016).

Kapolsek Wedarijaksa AKP Rochana Sulistyaningrum mengatakan, sepeda motor vario milik pelaku sebetulnya berplat nomor B 6192 GOZ. Namun, plat nomor tersebut sengaja diganti pelaku untuk mengelabuhi korban jambret ketika berupaya mengingat-ingat plat nomor sepeda motor pelaku.

Mengetahui hal tersebut, pihaknya memanggil Kades Bumiayu untuk dimintai keterangan. “Pelaku jambret mengaku duplikat itu atas seizin kades, sedangkan kades mengaku¬† tidak kenal dengan pelaku. Dari hasil penyelidikan, pelaku memang sengaja memalsukan plat nomor untuk melancarkan aksinya,” kata AKP Rochana.

Kedua pelaku juga mengaku selalu menjalankan aksinya secara berpasangan sebanyak tiga kali. Dari tiga kali berupaya menjambret, satu kali gagal saat hendak menjambret di kawasan Desa Wedarijaksa. Keduanya saat ini mendekam di ruang tahanan Mapolsek Wedarijaksa dan dijerat Pasal 363 ayat 4E KUHPidana tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman maksimal tujuh tahun penjara.

Baca juga : Penjambret asal Wedarijaksa Pati Dibekuk Polisi

Editor : Kholistiono

Penjambret asal Wedarijaksa Pati Dibekuk Polisi

Kapolsek Wedarijaksa AKP Rochana Sulistyaningrum (kiri) tengah menginterogasi dua pelaku jambret yang ditahan di Mapolsek Wedarijaksa, Kamis (13/10/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Kapolsek Wedarijaksa AKP Rochana Sulistyaningrum (kiri) tengah menginterogasi dua pelaku jambret yang ditahan di Mapolsek Wedarijaksa, Kamis (13/10/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati РDua  penjambret asal Desa Wedarijaksa berinisial MK (24) dan S (19) terpaksa mendekam di ruang tahanan Polsek Wedarijaksa, karena menjambret smartphone Apri Setiawan (16), pelajar asal Desa Sidomukti, Margoyoso, Rabu (12/10/2016) malam.

Kapolsek Wedarijaksa AKP Rochana Sulistyaningrum mengatakan, pelaku melancarkan aksinya di kawasan jalan perkampungan Desa Ketanen, depan SMPN 1 Trangkil. Beruntung, aksi kedua jambret tersebut berhasil digagalkan korban dan warga setempat.

“Sekitar pukul 19.30 WIB, korban hendak pulang ke rumahnya, perjalanan dari Desa Karanglegi menuju Desa Ketanen. Sampai di TKP, korban yang mengendarai sepeda motor pelan-pelan kemudian dibarengi dua pelaku. Smartphone yang dibawa korban kemudian dirampas pelaku,” ungkap AKP Rochana, Kamis (13/10/2016).

Setelah merebut smartphone korban, pelaku berusaha melarikan diri ke arah Jalan Raya Pati-Tayu. Korban kemudian melakukan pengejaran sembari berteriak jambret. Sontak, warga setempat ikut mengejar dan kedua jambret berhasil ditangkap.

“Kami yang mendapatkan laporan dari warga langsung menuju TKP. Para pelaku kami amankan di Mapolsek Wedarijaksa. Kami juga menyita sejumlah barang bukti, di antaranya satu smartphone merek Samsung Galaxy S5 warna hitam. Kami juga mengamankan sepeda motor yang digunakan pelaku untuk menjambret,” imbuhnya.

Kedua pelaku dijerat dengan Pasal 363 ayat 4E KUHPidana tentang pencurian dengan pemberatan. Kedua pelaku yang nyaris dihakimi massa dan kini mendekam di ruang tahanan Mapolsek Wedarijaksa tersebut terancam dengan pidana penjara maksimal tujuh tahun.

Sementara itu, kerugian korban akibat aksi jambret tersebut mencapai Rp 7,15 juta. Kerugian tersebut dihitung dari harga beli smartphone yang harganya mencapai Rp 7,15 juta. “Untuk sementara, smartphone diamankan sebagai barang bukti,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Ratusan Botol Miras Pentas Dangdut Lebaran Ditimbun di Wedarijaksa Pati

miras e

Bripda Ninda mengecek sejumlah botol yang diamankan di Mapolsek Wedarijaksa. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Jajaran Polsek Wedarijaksa berhasil mengamankan ratusan botol minuman keras berbagai merek yang ditimbun dari kebun rumah milik Harno, warga Desa Ngurenrejo, Wedarijaksa, Pati. Ratusan botol miras tersebut rencananya akan digunakan sebagai stok untuk acara dangdut pada Lebaran.

“Awalnya, kami mendapatkan laporan dari warga bahwa pelaku menerima pesanan miras. Selain itu, warga cukup resah karena toko milik pelaku acapkali digunakan sebagai tempat untuk mabuk-mabukan,” ujar Kapolsek Wedarijaksa AKP Sulistyaningrum kepada MuriaNewsCom, Senin (13/6/2016).

Setelah mendapatkan laporan, pihaknya melakukan penyelidikan di rumah pelaku. Ternyata benar, terdapat ratusan botol miras yang disimpan di kebun rumah pelaku.

Tiga jam setelah penyelidikan dilakukan, delapan personel Polsek Wedarijaksa yang dipimpin AKP Sulistyaningrum kemudian melakukan operasi pekat. Tak butuh waktu lama, ratusan botol miras berhasil disita.

Sementara itu, pemilik miras dibawa ke Mapolsek Wedarijaksa. “Kita amankan barang bukti berupa miras sebanyak 307 botol yang digunakan sebagai stok pada acara dangdut pada Lebaran mendatang,” tuturnya.

Tak hanya memberantas miras pada Operasi Pekat Candi 2016 yang berakhir hari ini, Senin (13/6/2016), pihaknya juga akan mengamankan wilayah hukumnya agar bebas dari penyakit masyarakat selama Ramadan. “Kami akan sikat habis miras, penyalahgunaan narkoba, judi, dan prostitusi,” pungkas srikandi berpangkat balok emas tiga ini.

Editor : Akrom Hazami