Saling Ejek di Facebook, Dua Pemuda Wegil Pati Duel dan Tertusuk Pisau

LAI, warga Godongan, Desa Wegil, Kecamatan Sukolilo dimintai keterangan petugas saat dirawat di Rumah Sakit. (Polsek Sukolilo)

MuriaNewsCom, Pati – Seorang pemuda asal Dukuh Godongan, Desa Wegil, Sukolilo berinisia LAI tertusuk pisau sebanyak lima kali saat berduel dengan AG pemuda asal Dukuh Jepatan, Wegil Kamis (19/10/2017) malam sekitar pukul 21.00 WIB.

Kedua terlibat duel, setelah saling ejek di media sosial Facebook. Sebelumnya, kedua pemuda itu sepakat untuk bertemu di jembatan Grobog, luar Desa Prawoto.

Kapolsek Sukolilo Iptu Supriyono menuturkan, pelaku AG saat itu membawa delapan orang teman, sedangkan korban LAI ditemani tiga orang. “Saat korban turun dari motor, dihampiri pelaku dan terjadi perkelahian satu lawan satu,” tuturnya.

Baca: Puluhan PK di Pati Geruduk Safin Hotel, Begini Jawaban Satpol PP

Namun, AG ternyata sudah menyiapkan pisau yang kemudian ditusukan ke arah korban sebanyak lima kali. Saat perkelahian berlangsung, teman-teman mereka hanya diam dan melerai setelah korban tak berdaya akibat tusukan pisau.

Akibat tusukan pisau, korban dilarikan ke rumah petugas medis di Desa Prawoto. Dari sana, korban dirujuk ke RS Mardi Rahayu Kudus dan langsung mendapatkan perawatan intensif.

“Beberapa luka tusuk pada tubuh korban, antara lain di dagu kiri, dada atas dan bawah, lengan kiri dan pundak. Korban masih dalam keadaan sadar,” jelas Iptu Supri.

Baca: Tilep Uang Ratusan Juta, Calo CPNS di Grobogan Ditangkap Polisi

Mendapatkan laporan tersebut, polisi langsung melakukan penangkapan terhadap pelaku pada Jumat (20/10/2017). Pelaku sempat bersembunyi di rumah saudaranya di Dukuh Salangamer, Pakem, Sukolilo.

Polisi menegaskan, motif perkelahian tersebut karena ada dendam pribadi akibat saling ejek di Facebook. Karenanya, ia mengimbau kepada warganet untuk bijak dalam menggunakan media sosial.

Editor: Supriyadi

Berantas Peredaran Uang Palsu di Pati, Kapolsek Sukolilo Ini Nyamar Jadi Pembeli Upal dan Kehilangan Rp 2 Juta

Jajaran Polsek Sukolilo berhasil membekuk dua pelaku pengedar uang palsu yang beroperasi di kawasan Sukolilo. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Kapolsek Sukolilo Iptu Supriyono harus kehilangan uangnya senilai Rp 2 juta untuk menjebak pengedar uang palsu yang beroperasi di wilayah Sukolilo, Pati.

Dia bersama anggota juga harus menyamar sebagai warga biasa, sebelum akhirnya bisa membekuk dua orang pengedar uang palsu. Dua pengedar uang palsu asal Maitan, Tambakromo dan Japah, Blora itu dibekuk di kawasan Grobogan.

“Awalnya kami mendapatkan informasi dari masyarakat. Kami lantas menindaklanjuti dengan mencari barang bukti. Kami akhirnya memutuskan untuk menyamar untuk membekuk pelaku,” ungkap Iptu Supri, Sabtu (14/10/2017).

Baca: Edarkan Uang Palsu, Warga Pati dan Blora Diciduk Polisi

Saat itu, dia bersama anggotanya pura-pura menukarkan uang asli dengan uang palsu senilai Rp 2 juta. Ada dua pelaku yang berperan sebagai penerima uang asli dan pemberi uang palsu.

Setelah uang senilai Rp 2 juta itu diserahkan, pelaku kabur menggunakan motor Sport berkecepatan tinggi. Sementara satu rekannya berperan memberikan uang palsu kepada anggota polisi yang menyamar.

“Penerima uang asli kabur, kami kejar tidak tertangkap akhirnya kami bekuk pelaku yang berperan sebagai pemberi uang palsu. Akibatnya, kami harus kehilangan uang Rp 2 juta. Itu tidak masalah karena demi warga Sukolilo yang menjadi sasaran peredaran uang palsu,” jelasnya.

Baca: CBR Hantam Truk Dam di Bumiayu Pati

Uang palsu yang diedarkan pelaku merupakan jenis KW 1 yang sangat mirip dengan uang asli. Bahkan, uang itu sepintas sama dengan uang asli bila tidak dicermati dengan seksama.

Uang palsu yang diamankan polisi berupa pecahan Rp 100 ribu sebanyak 50 lembar. Rencananya, uang palsu itu akan dilakukan uji laboratorium Polda Jawa Tengah.

Pihaknya mengimbau kepada warga Sukolilo untuk berhati-hati saat bertransaksi dengan seseorang. Pasalnya, pengedar uang palsu menyasar ke pasar-pasar tradisional di mana orang bertransaksi tanpa menggunakan mesin detektor.

Editor:Supriyadi