Gerak-gerik Penjual Sabu di Semarang Ini Bikin Mereka Tertangkap Polisi

MuriaNewsCom, Semarang – Dua orang pengedar narkoba jenis sabu dibekuk jajaran Reskrim Polsek Pedurungan saat hendak bertransaksi. Mereka berhasil dibekuk, lantaran polisi curiga dengan gerak-gerik mereka di tengah malam.

Dua orang yang ditangkap yakni Rio Nur Sanjaya alias Bocil (19), warga Kelurahan Bebengan, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal dan Sudarmono alias Sendeng (40), warga Kelurahan Kedungsari, Kecamatan Singorojo, Kabupaten Kendal.

Keduanya ditangkap saat akan bertransaksi di Jalan Kauman Barat, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarangan, Rabu (31/1/2018) lalu. Gerak-gerik mereka yang mencurigakan, membuat tim reskrim yang tengah patroli penasaran.

“Kedua tersangka ini sudah dicurigai gerak-geriknya oleh anggota reskrim kami pada saat melaksanakan patroli di Jalan Brigjend Sudiarto. Mereka kemudian diamankan di depan Optik Monalisa,” kata Kapolsek Pedurungan, Kompol Mulyadi.

Dua tersangka ditangkap sekitar pukul 01.00 WIB. Saat diamankan keduanya tengah mengendarai sepeda motor. Tersangka bernama Rio berada posisi membonceng dan Sudarmono di depan sebagai pengemudi.

“Saat digeledah menggeledah anggota kami mengamankan 1 unit HP yang di dalamnya ada pesan singkat melalui WhatsApp dari Anton yang berisi tempat di mana barang tersebut (sabu) diletakan,” ujarnya.

Polisi langsung mencari lokasi di pesan WA tersebut, dan mendapati kotak rokok di sela-sela tumpukan genting, di sampaing pos kampling, Jalan Kauman Barat III, Pedurungan. Di dalam kotak rokok tersebut terdapat satu plastik berisi sabu seberat 8,6 gram.

Berdasarkan pengakuan tersangka, sabu itu akan dijual kepada seseorang bernama Luluk dan mereka akan mendapat upah sebesar Rp 200 ribu. Saat ini polisi juga tengah menyelidiki peran Anton dan Luluk tersebut.

“Kami terus mengembangkan kasus ini dan akan menyelidiki atas nama Anton danLuluk. Sementara dua tersangka akan dijerat dengan pasal berlapis tentang narkotika,” terangnya.

Editor : Ali Muntoha

7 Wanita Berhasil Dikuras Krisna yang Merayu Lewat Chatting

MuriaNewsCom, Semarang – Meski hanya lulusan SMP, Dede Kurniawan alias Dewa Krisna (32) mampu menaklukkan sejumlah wanita hanya dengan modal chatting. Dengan ajian gombal mautnya, Krisna bisa menguras barang berharga milik wanita-wanita itu dan mengajaknya berkencan.

Sudah ada 7 wanita yang berhasil ia tipu dan kuras harta bendanya. Korbannya yang terakhir adalah seorang janda muda beranak satu asal Semarang berinisal MG (25). Namun petualangan Krisna yang tercatat sebagai warga Kabupaten Pemalang itu harus berakhir di sel tahanan setelah dibekuk aparat Polsek Pedurungan.

Ia ditangkap polisi saat berada di warnet di Jalan Sindoro, Pemalang. Polisi melakukan penangkapan setelah mendapat laporan dari MG.

Kapolsek Pedurungan, Kompol Mulyadi, dalam gelar perkara di mapolsek, Rabu (7/2/2018) mengatakan, korban MG dirayu untuk diajak kencan di Yogyakarta dan kemudian barang-barang berharganya dibawa kabur.

Peristiwa itu terjadi pada 1 Februari 2018 lalu. Korban yang kenal dengan pelaku melalui aplikasi chatting Beetalk, mengajak MG kencan di Yogyakarta. Korban dijemput pelaku menggunakan mobil sewaan, dan menginap semalam di Yogyakarta.

”Korban diajak kencan menginap semalam di Yogyakarta, lalu kembali ke Semarang. Di perjalanan pelaku berpura-pura mengajak korban kembali menginap dan menyuruhnya membeli peralatan mandi,” katanya.

Korban yang kadung percaya, menurut saja saat diturunkan di sebuah minimarket. Ia lalu masuk ke dalam minimarket dan meninggalkan barang-barang berharga di dalam mobil. Saat itu juga, pelaku langsung kabur membawa barang-barang milik MG.

“Barang di mobil semuat dibawa. Ada dompet, handphone, ATM, cincin emas,” jelas Mulyadi.

Sadar dirinya telah ditipu oleh Krisna, MG langsung melapor ke polisi. Setelah melakukan penyidikan, polisi ebrgerak cepat menangkap pelaku di Pemalang.

Saat diinterogasi polisi, Krisna mengaku ada enam wanita lain yang berhasil ditipu. Namun ia berkelit saat ditanya apakah enam wanita lain juga dikencani dulu sebelum ditipu.

Sementara terhadap MG, Krisna mengaku sebelumnya sudah lama mengenalnya namun hilang kontak. Awal 2018, ia kembali menemukan korban dan langsung chatting.

“Kenalnya bulan Mei (2017), tapi hilang kontak. Januari pertengahan ketemu lagi. Dia itu single parent, dan saya tidak janjika apa-apa. Suka sama suka,” akunya.

Krisna kini harus mempertanggungjawabkan perbuatanya. Ia terancam hukuman minnimal lima tahun kurungan penjara, karena dijerat pasal 362 KUHP tentang pencurian.

Editor : Ali Muntoha