Dikira Tidur, Warga Margomulyo Pati Tewas di Depan Kantor PPK Tayu

MuriaNewsCom, Pati – Amin Badu warga Desa Margomulyo, Kecamatan Tayu ditemukan tewas di depan Kantor PPK Tayu, Selasa (20/2/2018). Jenazah korban kali pertama diketahui oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Tayu saat patroli.

Dilansir dari laman resmi Polres Pati, Kapolres Pati AKBP Maulana Hamdan mengatakan, penemuan mayat tersebut diketahui sekitar pukul 06.30 WIB. Saat itu, personel Satpol PP Tayu sedang mengecek lingkungan Kecamatan dan menemukan korban dalam keadaan terlentang.

Karena dikira tidur, korban pun dibangunkan. Hanya saja, setelah dicoba beberapa kali ternyata tidak bangun. ”Akhirnya petugas mengecek denyut nadinya. Setelah dicek trnyata korban sudah tidak bernyawa,” katanya

Mengetahui hal itu, petugas kemudian menghubungi Kades Tayu Wetan, Puskesmas I Tayu, dan Polsek Tayu. Setelah diselediki, tidak ada tanda kekerasan apapun yang ada di tubuh korban. Dugaan sementara korban meninggal karena sakit.

”Dari hasil pemeriksaan tenaga kesehatan Puskesmas I Tayu tidak ditemukan luka maupun kekerasan fisik. Kuat dugaan penyebab meninggal dikarenakan sakit. Diperkirakan korban sudah meninggal sejak pukul 03.00 WIB,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Baca: Laka Maut di Pamotan Rembang, Satu Orang Tewas

Banjir Rendam Sebagian Wilayah di Pati, Warga Diminta Waspada

MuriaNewsCom, Pati – Hujan lebat yang mengguyur Kabupaten Pati sejak Senin (5/2/2018) sore membuat sebagian wilayah Bumi Mina Tani terendam banjir. Salah satunya adalah di Desa Widorokandang, Kecamatan Kota yang masih direndam hingga pagi ini.

Kepala Pelaksana BPBD Pati, Sanusi mengatakan kondisi genangan air tetsebut merupakan imbas dari luapan sungai yang ada di Desa setempat. Curah hujan yang tinggi mengakibatkan debit air sungai meningkat. Terlebih di sekitar lokasi sungai dipenuhi sampah yang memicu penyumbatan.

“Info yang kami terima sampai pagi ini ketinggian air sekitar betis orang dewasa. Itu ada luapan air dari jembatan yang dekat Desa itu,” kata Sanusi seperti dikutip detikcom, Selasa (6/2/2018).

Sanusi mengakui pihaknya belum melakukan pendataan pasti berapa jumlah unit rumah warga yang terdampak banjir. Ia pun mengimbau agar warga bersiaga untuk evakuasi diri.

“Kalau sampai siang ini air masih menggenang, kami sarankan warga agar bisa evakuasi diri. Tapi sampai saat ini warga masih memilih untuk bertahan, hanya memindahkan barang-barang berharga ke tempat yang lebih tinggi,” jelasnya.

Sementara itu, dari informasi banjir juga melanda sebagian di wilayag Kecamatan Gabus. Salah satunya adalah desa Mintobasuki. Genangan air paling parah berada di RT 3/RW 1 lantaran sampai masuk rumah warga.

Selain di Gabus, genangan air juga terjadi di jalur pantura Pati-Juwana sejak semalam. Ketinggian air setinggi sekitar 10 sentimeter, mengakibatkan arus lalu lintas di sekitar lokasi padat merayap.

Editor: Supriyadi

Petugas melakukan pengamanan lalu lintas di jalan pantura Pati-Juwana sejak semalam. (Humas Polres Pati)

Apes, Bocah 13 Tahun di Pati Ini Dituduh Tabrak Lari Sebelum Motornya Dicuri

MuriaNewsCom, Pati – Nasib apes dialami Arya Eka S, warga Desa Lengkong, Kecamatan Batangan. Bocah 13 tahun itu kehilangan sepeda motor Vario 125 bernopol K 5489 JV setelah dikerjai penipu dengan dalih menjadi pelaku tabrak lari.

Kapolsek Batangan AKP Endah Setianingsih mengatakan, hal apes tersebut terjadi Rabu (10/1/2018) sekitar pukul 17.00 WIB, kemarin. Saat itu, korban bersama temannya sedang berpergian menggunakan sepeda motor.

Nahas, saat melintas di jalan Desa Lengkong, mereka dikejutkan dengan kedatangan dua orang laki-laki pengendara Yamaha MIO warna putih. Keduanya langsung menuduh korban telah menabrak seseorang.

”Setelah itu, kedua pelaku mengajak korban dan temannya untuk menemui orang yang diaku sebagai korban, dengan maksud menyelesaikan kasus tersebut,” katanya.

Hanya, lanjut kapolsek, di tengah perjalanan seorang pelaku turun kemudian memboncengkan korban dan diajak muter-muter. Sementara satu pelaku lainnya mengaku harus menjemput anaknya ke Rembang.

“Sesampainya di depan SDN 01 Klayusiwalan pelaku menurunkan korban dan temannya itu. Bilangnya motornya dipinjam sebentar, dan kedua bocah tadi diminta menunggu. Namun sudah ditunggu lama sepeda motor milik korban tidak juga dikembalikan,” ujarnya.

Atas hal tersebut, kemudian dua bocah pulang dan menceritakan kepada orangtuanya. Sesaat kemudian mereka melaporkan ke pihak kepolisian untuk penanganan lebih lanjut.

Editor: Supriyadi

Natal, Polisi Gerebek Gudang Miras di Karangsari Pati

: Polisi menyita ratusan botol miras yang disembunyikan di sebuah rumah kosong di Dukuh Godang, Karangsari, Cluwak. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Jajaran Polsek Cluwak menggerebek sebuah rumah kosong yang dijadikan gudang untuk menimbun minuman keras (miras) di Dukuh Godang, Karangsari, Cluwak, Senin (25/12/2017).

Dari hasil penggerebekan, polisi menemukan ratusan botol miras dari berbagai merek. Rinciannya, 265 botol anggur kolesom, 32 botol anggur merah, 19 botol cong, 12 topi miring, dan satu botol arak putih.

Ratusan miras tersebut milik Wakijan (60), seorang pedagang yang memiliki warung. Miras tersebut sengaja disimpan di rumah kosong untuk mengelabuhi petugas.

Kapolsek Cluwak AKP Eko Prantiyo mengatakan, penggerebekan warung tersebut melibatkan sembilan anggota. Sebelumnya, pihaknya mendapatkan informasi dari masyarakat terkait adanya warung yang menjual miras di Dukuh Godang.

“Ini menjadi salah satu upaya kami untuk mengamankan Natal dan Tahun Baru. Sebab, miras menjadi penyebab dari segala tindak pidana sehingga harus diperketat penyebarannya,” ujar AKP Eko.

Usai penggerebekan dilakukan, polisi mengamankan pelaku dan menyita ratusan botol miras sebagai barang bukti.

“Sebelum operasi dilakukan, kami melakukan penyelidikan. Barang bukti kami amankan di rumah kosong milik orang lain yang jaraknya sekitar seratus meter dari rumah pelaku,” tuturnya.

Ia berharap, razia miras di wilayah Cluwak bisa menekan peredaran miras yang kerap membuat suasana tidak kondusif. Dengan demikian, perayaan Natal dan Tahun Baru diharapkan bisa berjalan aman.

Editor : Ali Muntoha

50 Persen Korban Kecelakaan di Pati Usia Produktif, Pelajar Sumbang 157 Kasus

Seorang pelajar terjaring razia lalu lintas di kawasan Jalan Syekh Jangkung Pati, Rabu (22/11/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Kasatlantas Pati AKP Ikrar Potawari mengaku prihatin dengan kasus kecelakaan di Kabupaten Pati yang sangat tinggi.

Bahkan, kasus kecelakaan di Pati menduduki peringkat pertama di Jawa Tengah. Tahun sebelumnya, Pati berada di peringkat dua hingga tiga di Jateng.

“Sampai saat ini, ada 926 kasus kecelakaan di Pati. Sebanyak 50 persen pengendara yang terlibat kecelakaan merupakan usia produktif,” ujar AKP Ikrar, Rabu (22/11/2017).

Kasus kecelakaan yang melibatkan pelajar juga terbilang sangat tinggi. Dari 50 persen usia produktif, 157 kasus melibatkan pengendara dari kalangan pelajar.

“Sebanyak 157 kasus kecelakaan yang melibatkan pelajar, 23 pengendara di antaranya meninggal dunia. Kondisi ini cukup memprihatinkan,” tuturnya.

Selama ini, pihaknya sudah melakukan sosialisasi keselamatan berlalu lintas di sekolah-sekolah. Bahkan, razia lalu lintas digencarkan untuk menumbuhkan budaya sadar berlalu lintas.

Karena itu, dia menyayangkan bila ada orangtua yang memberikan toleransi kepada anaknya untuk berkendara sebelum punya surat izin mengemudi (SIM). Dia mengimbau kepada orangtua untuk ikut berpartisipasi aktif memberikan edukasi terkait bahaya berkendara sebelum waktunya memiliki SIM.

Editor: Supriyadi

Pengendara Berkaus Palu Arit di Jakenan Pati yang Viral di Medsos Diamankan Polisi

Pengguna kaos berlambang palu arit (tiga dari kiri) saat diamankan polisi di Mapolsek Jakenan. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Seorang pengendara yang melintas di kawasan Kecamatan Jakenan menjadi sorotan publik, setelah videonya diunggah netizen di media sosial. Video itu menjadi viral karena pengendara memakai kaus hitam berlambangkan palu arit.

Di atas lambang palu arit, terdapat tulisan CCCP. Hanya dalam hitungan jam setelah video itu viral, jajaran Polsek Jakenan berhasil mengamankan pengendara motor tersebut.

Pemuda itu berinisial S, warga Kalimulyo, Jakenan, Pati. Saat diamankan petugas, dia mengaku sudah memiliki kaus berlambang palu arit sejak 1998.

“Pengakuannya, dia mendapatkan kaus tersebut saat bekerja di Malaysia sebagai TKI di Kota Johor. Kaus itu diberikan oleh temannya berinisial P, usia 42 tahun, dari Banyuwangi, Jawa Timur,” ujar Kapolsek Jakenan AKP Suyatno, Kamis (16/11/2017).

Sementara S mengaku tidak memiliki kepentingan apapun saat memakai kaus tersebut. Dia memakai kaus itu saat akan membeli pakan ayam di Desa Puluhantengah.

“Tidak ada niat apapun. Saya juga tidak tahu arti dari tulisan CCCP. Waktu itu, saya hanya pakai saja saat mau beli pakan ayam,” jelas S.

Kaus tersebut akhirnya disita polisi. S lantas membuat surat pernyataan tentang penggunaan kaus tersebut yang diketahui kepala desa setempat, Urip, Bhabinkamtibmas Brigadir Sulistyanto, Bhabinsa Serda Sunarto.

Editor : Ali Muntoha

Dua Jam Razia, 584 Kendaraan di Juwana Kena Tilang

Polisi memberhentikan pengendara dalam Operasi Zebra 2017 yang dipusatkan di Juwana, Sabtu (4/11/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Satlantas Polres Pati menilang sedikitnya 584 kendaraan di sejumlah lokasi yang dinilai rawan pelanggaran lalu lintas di Juwana, Pati, Sabtu (4/11/2017). Padahal, operasi lalu lintas digelar tidak lebih dari dua jam.

“Sasaran kami memang lokasi yang rawan pelanggaran lalu lintas, sehingga banyak kendaraan yang kami tilang,” ujar Kasatlantas Polres Pati AKP Ikrar Potawari.

Baca: Warga Kerso Tewas Mengenaskan Setelah Terlindas Truk di Rengging Jepara

Dari 584 kendaraan yang ditilang, sebagian besar tidak membawa surat kelengkapan kendaraan seperti SIM dan STNK. Sementara sepeda motor yang tidak sesuai standar berjumlah sekitar 32 kendaraan.

Selain melakukan tilang, polisi juga memberikan teguran kepada 78 pengendara. Teguran diberikan kepada pengendara yang tidak terlalu melanggar lalu lintas, sehingga dilakukan tindakan persuasif-edukatif.

“Kami melibatkan sekitar 92 anggota satlantas untuk menindak pengendara yang melanggar lalu lintas. Pengendara yang tidak membawa SIM biasanya umurnya masih di bawah 17 tahun,” papar dia.

Operasi Zebra Candi 2017 sendiri digelar secara serentak di seluruh Indonesia untuk membangun kesadaran berlalu lintas. Sesuai jadwal, operasi tersebut akan selesai pada 14 November 2017 mendatang.

Editor: Supriyadi

PSK Lorong Indah Pati Diajak Ikut Berantas Narkoba

Ratusan wanita tuna susila mengikuti sosialisasi P4GN di Hall Permata, Margorejo, Pati, Rabu (1/11/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Pemkab Pati bekerja sama dengan Polres Pati menggelar sosialisasi pencegahan, pemberantasan, penanggulangan dan peredaran gelap narkotika (P4GN) di Hall Permata, Margorejo, Pati, Rabu (1/11/2017).

Kegiatan itu dihadiri Kabag Kesra Pemkab Pati Heri Supriyono, Tim Satuan Narkoba Polres Pati, Muspika Margorejo dan ratusan warga lokalisasi Lorong Indah (LI).

Heri mengatakan, peredaran narkoba saat ini berlangsung cukup masif sehingga masyarakat cukup rentan terdampak penyalahgunaan narkoba. Peredaran barang haram tersebut sangat memungkinkan terjadi di kawasan lokalisasi.

Baca: Siap-siaplah, Razia Kendaraan di Pati Akan Digencarkan Hingga Dua Pekan ke Depan

Karena itu, dia mengimbau kepada warga LI, termasuk pekerja seks komersial (PSK) untuk ikut memerangi penyalahgunaan narkoba. Caranya dengan menghindari transaksi maupun pemakaian.

“Narkoba saat ini sangat rentan peredarannya hingga menyasar ke masyarakat, termasuk di kawasan lokalisasi. Itu sebabnya, sosialisasi ini penting untuk menyadarkan semua pihak untuk menjauhi narkoba,” ujar Heri.

Hal yang sama disampaikan KBO Sat Narkoba Polres Pati Ipda Indra Irnawan. Menurutnya, narkoba sudah menjadi bahaya laten bagi keberlangsungan bangsa.

Dalam skala yang lebih luas, penyalahgunaan narkoba sengaja disebarluaskan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab untuk menyerang generasi muda supaya tidak produktif.

“Dampaknya jelas sangat negatif. Keberadaan narkoba menjadi bahaya laten yang harus dihindari dan diperangi semua elemen masyarakat,” pungkas Ipda Indra.

Editor: Supriyadi

Siap-siaplah, Razia Kendaraan di Pati Akan Digencarkan Hingga Dua Pekan ke Depan

Polantas Pati menyiapkan kendaraan untuk menggelar Operasi Zebra Candi yang digencarkan dua pekan ke depan. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Jajaran Polres Pati akan menggencarkan operasi lalu lintas hingga dua pekan ke depan. Operasi Zebra Candi 2017 itu digelar untuk membangun kesadaran tertib berlalu lintas.

Kapolres Pati AKBP Maulana Hamdan mengatakan, Operasi Zebra 2017 yang dilaksanakan dua pekan mendatang mengedepankan pada aspek penegakan hukum. Hal itu bertujuan untuk membuat efek jera bagi pengendara yang tidak tertib berlalu lintas.

“Kecelakaan di Pati cukup tinggi. Karena itu, budaya dan kesadaran untuk tertib berlalu lintas harus diupayakan,” ujar AKBP Maulana, Rabu (1/11/2017).

Kapolres menjelaskan, dalam Operasi Zebra kali ini, jenis pelanggaran yang menjadi fokus dan perhatian khusus adalah kendaraan bermotor yang melawan arus. Kendati demikian, pelanggaran lalu lintas lainnya juga akan menjadi perhatian serius.

Dia berharap, operasi lalu lintas yang digencarkan dalam Operasi Zebra Candi bisa meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas di jalan raya. Pasalnya, kecelakaan lalu lintas disebabkan pengguna jalan yang tidak tertib berlalu lintas.

“Kami ingin meminimalisasi pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, sehingga tingkat fatalitas korban kecelakaan bisa ditekan,” tuturnya.

Terlebih, perayaan Natal dan tahun baru berpotensi membuat arus lalu lintas di jalan raya meningkat pesat. Karenanya, Operasi Zebra Candi di Pati juga fokus pada upaya keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas menjelang Natal dan tahun baru.

Editor: Supriyadi

Kecelakaan Karambol di Jalan Pati-Batangan, Satu Sopir Dilarikan ke Rumah Sakit

Kondisi truk Isuzu setelah menabrak truk Mitsubishi di Jalan Pati-Batangan, Bumimulyo, Jumat (20/10/2017) pagi. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Kecelakaan karambol terjadi di Jalan Pati-Batangan, Desa Bumimulyo, Batangan, Jumat (20/10/2017) pagi.
Kecelakaan tersebut melibatkan truk Isuzu bernopol L 9471 UV, truk Mitsubishi P 9012 UL, dan truk Mitsubishi K 1828. Satu sopir dilarikan ke rumah sakit atas insiden tersebut.Kasatlantas Polres Pati AKP Ikrar Potawari mengatakan, kecelakaan terjadi saat truk Isuzu berjalan dari arah timur ke barat. Sementara Mitsubishi P 9012 UL berjalan dari arah berlawanan dan Mitsubishi K 1828 BH berada di belakangnya.

“Informasi yang kami himpun, Mitsubishi berjalan dengan kecepatan 60 km per jam. Saat sampai di lokasi, Isuzu oleng ke kanan dan menabrak Mitsubishi P 9012 UL lantas ditabrak Mitsubishi K 1828 BH dari belakang,” kata AKP Ikrar.

Sopir Mitsubishi K 1828 BH, Darsono, warga Jambean Kidul RT 5 RW 5, Margorejo dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami patah kaki kanan dan robek kaki kiri.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Namun, kerugian material diperkirakan mencapai Rp 2 juta.

“Kami sudah melakukan olah TKP, mengamankan barang bukti dan saksi-saksi untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut,” jelasnya.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 04.30 WIB. Sopir Isuzu diduga lelah dan mengantuk. Karena itu, dia mengimbau kepada sopir untuk beristirahat bila sudah mengantuk dan capek.

Editor: Supriyadi

Edarkan Uang Palsu, Warga Pati dan Blora Diciduk Polisi

Polisi berpakaian sipil membekuk pengedar uang palsu. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Dua pengedar uang palsu berinisial SB (59) warga Maitan, Tambakromo dan KJ (55) warga Padakan, Japah, Blora diciduk petugas Polsek Sukolilo.

Penangkapan kedua pelaku tersebut, setelah polisi mendapatkan laporan dari Bambang Kusman (55) yang saat itu menjadi korban peredaran uang palsu.

“Korban datang ke rumah KJ untuk pijat, karena profesinya sebagai tukang pijat. Saat memberikan uang kembalian, pelaku memberinya uang pecahan Rp 50 ribu palsu,” ujar Kapolsek Sukolilo Iptu Supriyono, Kamis (12/10/2017).

Sebelumnya, korban tidak tahu bila uang yang diberikan pelaku ternyata palsu. Dia baru tahu saat membelanjakan uang tersebut dan ditolak pemilik warung karena palsu.

Merasa jadi korban, Bambang lantas melaporkan kejadian tersebut kepada polisi. Tak butuh waktu lama, polisi kemudian menangkap pelaku.

“Kami lakukan penggeledahan di rumah pelaku untuk mencari barang bukti. Sedikitnya ada 50 lembar pecahan Rp 100 ribu dan satu lembar Rp 50 ribu. Uang palsu itu diamankan untuk barang bukti dan pelaku kami tangkap,” jelas Iptu Supriyono.

Penangkapan KJ yang merupakan warga Maitan berbuntut pada penangkapan SB, warga Japah, Blora. Sebab, uang palsu itu didapatkan KJ dari SB.

Saat ini, polisi masih terus melakukan pendalaman kasus. Hal itu untuk melacak kemungkinan adanya sindikat peredaran uang palsu di Pati dan sekitarnya.

Editor: Supriyadi

Markas Kodim Pati Digeruduk Polisi Tengah Malam, Ini yang Kemudian Terjadi

Danramil Juwana Kapten Inf Yahudi mewakili Dandim meniup lilin HUT TNI ke-72 di Makodim 0718/Pati, Kamis (5/10/2017) dini hari. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Markas Kodim 0718/Pati digeruduk puluhan anggota polisi dari Polres Pati pada Kamis (5/10/2017) pukul 00.00 WIB dini hari.

Tamu tak diundang dari kepolisian itu langsung memasuki Markas Kodim dan ingin bertemu dengan Komandan Kodim 0718/Pati Letkol Inf Andri Amijaya Kusuma.

Namun, Dandim ternyata tidak berada di Markas Kodim. Puluhan anggota kepolisian dari Polres Pati pun akhirnya ditemui anggota TNI AD yang tengah piket.

Adapun polisi yang menggeruduk Markas Kodim, di antaranya Kapolres Pati AKBP Maulana Hamdan, Wakapolres, Kabag Ops, Kabag Sumda, Kasat Intel, Kasat Reskrim, Kasat Sabhara, dan Kanit Laka.

“Waktu anggota polisi datang ke markas kami, Pak Dandim berada di kediaman. Sama sekali tidak ada pemberitahuan kalau Jajaran Polres Pati mau mendatangi markas kami tengah malam begini,” ujar Danramil Juwana Kapten Inf Yahudi yang menemui Jajaran Polres Pati.

Ternyata, Kapolres Pati beserta dengan perwiranya membawa kue ulang tahun untuk HUT ke-72 TNI. Mereka ingin memberikan kejutan kepada anggota TNI, sehingga tidak memberitahu sebelumnya.

“Atas nama Polres Pati, kami mengucapkan HUT ke-72 TNI. Mudah-mudahan TNI diberi kesuksesan dan makin dicintai rakyat. Kami yakin, TNI semakin kuat bersama rakyat,” ujar Kapolres Pati.

Sementara Kapten Inf Yahudi yang mewakili Dandim mengucapkan terima kasih kepada Polres Pati yang memberikan kejutan pada tengah malam. Dia berharap, kolaborasi TNI dan Polri akan memberikan kontribusi yang baik untuk negara.

Mereka lantas meniup lilin dan memotong kue. Dandim sendiri masih berada di kediaman, karena kedatangan Jajaran Polres Pati dilakukan dengan dadakan dan mengejutkan.

Editor : Ali Muntoha

Kapolres Pati Serahkan Bantuan Pembuatan Sumur Bor di Desa Keben

Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Pati melakukan uji coba pemakaian bantuan sumur bor di Dukuh Bugel, Desa Keben, Tambakromo, Rabu (4/10/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Kapolres Pati AKBP Maulana Hamdan menyerahkan bantuan pembuatan sumur bor di Dukuh Bugel, Desa Keben, Kecamatan Tambakromo, Pati, Rabu (4/10/2017).

Penyerahan itu dilakukan bersama Bupati Pati Haryanto dan Komandan Kodim 0718/Pati Letkol Inf Andri Amijaya Kusuma. Dukuh Bugel menjadi salah satu prioritas bantuan pembuatan sumur bor lantaran kawasan tersebut mengalami kekeringan yang cukup parah.

“Kalau kekeringan, warga Dukuh Bugel mengambil air dari sumber mata air yang jaraknya sekitar satu kilometer, dekat sungai. Karena itu, desa ini perlu mendapatkan bantuan sumur bor biar bisa digunakan untuk selamanya,” ujar AKBP Maulana.

Sebelumnya, pihaknya sudah mencoba mencari sumber mata air di Dukuh Bugel. Namun, upaya itu sempat terkendala karena tidak muncul sumber mata air saat dibor.

Beruntung, ada satu titik yang akhirnya muncul air sehingga langsung dibuat sumur bor. Dana bantuan pembuatan sumur bor sendiri berasal dari iuran para anggota kepolisian Polres Pati.

Haryanto memberikan apresiasi kepada Polres Pati yang sudah ikut berkontribusi membantu warganya di tengah kesulitan air bersih. Ke depan, pihaknya akan kembali memberi bantuan berupa Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas).

“Di sini sudah ngebor berkali-kali tapi tidak muncul air, tapi ini keluar sehingga menjadi berkah. Setelah dibantu Pak Kapolres berupa sumur bor, nanti kita anggarkan untuk pamsimas karena tingkat kekeringan di sini cukup parah,” kata Haryanto.

Kepala desa setempat, Karsiman menegaskan bila sumur bor itu nantinya tidak hanya digunakan untuk warga Dukuh Bugel, tetapi juga warga daerah lain yang betul-betul membutuhkan. Hanya saja, penggunaannya memang diprioritaskan untuk penduduk setempat.

Saat ini, warga tidak lagi mengambil air bersih dari sumber yang jaraknya lebih dari satu kilometer. Rencananya, sumur bor tersebut akan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari seperti mandi, mencuci, air minum, dan sebagainya.

“Bantuan sumur bor jauh lebih bermanfaat daripada sekadar bantuan air bersih. Sebab, sumur bor bisa digunakan warga secara berkelanjutan,” tandas Karsiman.

Editor: Supriyadi

Ratusan Pasukan Disiagakan untuk Pengamanan Isu Rohingya di Pati

Ratusan pasukan keamanan disiagakan untuk pengamanan isu Rohingya di wilayah Pati, Kamis (7/9/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Ratusan pasukan keamanan dari polisi dan TNI disiagakan untuk pengamanan isu Rohingya di Kabupaten Pati. Apel siaga pengamanan dilakukan di Mapolres Pati, Kamis (7/9/2017).

Kapolres Pati AKBP Maulana Hamdan mengatakan, sedikitnya ada 378 personil yang siap berjaga-jaga untuk mengamankan aksi unjuk rasa ormas dan laskar pembela Rohingya. Kendati situasi di Pati cukup kondusif, tetapi langkah antisipatif dirasa perlu.

“Informasi yang kami terima, besok ada aksi unjuk rasa di vihara Juwana. Persiapan dan antisipasi sangat diperlukan supaya tidak terjadi hal-hal yang diinginkan,” ujar AKBP Maulana.

Selain persiapan personil, pihaknya memeriksa kendaraan taktis dan peralatan keamanan. Satu per satu kendaraan roda dua, empat dan roda enam dicek sebelum digunakan untuk pengamanan.

“Kesiapsiagaan personil dan sarana prasarana sangat penting dalam rangka pengamanan kegiatan unjuk rasa terkait isu Rohingya. Selain pengamanan internal di wilayah Pati, kami sudah siap siaga bila diperbantukan untuk pengamanan di wilayah lain,” jelas dia.

Adapun pengamanan dilaksanakan dengan penyekatan di pos-pos polisi yang sudah ditentukan. Deteksi dini terhadap jaringan garis keras yang ada di Kabupaten Pati juga dilakukan.

Ia menegaskan, isu Rohingya tidak menyangkut dengan hubungan antarumat beragama, tapi murni masalah kemanusiaan. Karena itu, ia mengimbau kepada warga Pati untuk tetap menjaga perdamaian dan menghindari perpecahan.

Editor: Supriyadi

Dikira Tidur, Tukang Becak di Pati Ini Meninggal Sambil Duduk di Dalam Becak

Polisi melakukan identifikasi korban yang meninggal di atas becak di kawasan Jalan Panunggulan Pati, Kamis (7/9/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Seorang tukang becak ditemukan meninggal dunia di kawasan Jalan Panunggulan Pati, Kamis (7/9/2017).

Korban diketahui bernama Suwarno (60), warga Desa Mintobasuki RT 3/RW 1, Kecamatan Gabus. Dia meninggal dalam keadaan duduk di dalam becak menghadap ke barat.

Sutimah (54), seorang penjual nasi di kawasan rambu lalu lintas Kali Anyar Pati yang menjadi saksi mengungkapkan, saat itu dia datang memberikan makanan kepada Suwarno.

Saat ditawari nasi, korban tidak menyahut sehingga dikira tengah terlelap tidur. “Saya sempat membangunkannya. Tapi kok tidak segera bangun,” kata Sutimah.

Setelah dicek, ternyata korban sudah tidak bernapas. Denyut nadi pun tidak berdetak sehingga korban dipastikan sudah meninggal dunia.

Kaget karena korban meninggal dunia, dia melaporkan kejadian itu kepada Sutarno, warga Bendan, Kelurahan Pati Kidul. Polisi yang mendapatkan informasi langsung datang bersama dokter untuk melakukan pemeriksaan medis.

“Saat pertama ditemukan, korban sudah meninggal dunia 12 jam yang lalu. Mulut berdarah karena efek pembusukan. Hasil pemeriksaan menunjukkan, korban meninggal dunia karena mengalami sakit,” ujar dr Luther, petugas medis dari Puskesmas Pati.

Sementara Kapolsek Pati Iptu Pujiati menyatakan, tidak ada tanda-tanda penganiayaan dalam tubuh korban. Jenazah langsung diserahkan pihak keluarga di Desa Mintobasuki.

Editor: Supriyadi

Duh, Akun BBM Polwan Cantik di Pati Diretas untuk Menipu

Screenshot akun BBM milik Fitriani, polwan Polres Pati yang diretas dan digunakan untuk melakukan penipuan. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Akun BlackBerry Messenger (BBM) milik Fitriani, anggota Polres Pati diretas orang tak dikenal. Akun itu kemudian digunakan untuk menipu teman-temannya yang ada di kontak BBM.

Tahu akunnya diretas, Fitriani lantas mengumumkan lewat media sosial yang dimiliki. “Izin, mohon maaf apabila BBM saya baru diretas orang,” tulis Fitriani di Line.

Dia meminta kepada teman-temannya untuk tidak membalas bila ada chat dari akun BBM yang sudah diretas. Ternyata benar, salah satu temannya mengaku diminta untuk melakukan transfer uang ke nomor rekening tertentu.

“Apabila meminta untuk mentransfer uang agar tidak mengirim uang tersebut. Mohon bagi yang mempunyai BBM ku untuk memblokir BBM ku,” tambah Fitri.

Saat dihubungi MuriaNewsCom, Fitri menunjukkan bukti screenshot BBM yang sudah disalahgunakan orang tak dikenal. Ia meminta teman Fitri untuk mentransfer sejumlah uang untuk dikirim ke nomor rekening BRI 090901052028545 atas nama Rita Rosit.

Teman BBM Fitri bernama Imam yang menjadi sasaran sempat akan melakukan transfer. Namun, dia curiga nomor rekening tujuan bukan atas nama Fitri sendiri.

Penipuan untuk mentransfer uang ke nomor rekening memang marak dalam beberapa hari terakhir. Bahkan, sebelumnya Wakil Ketua III DPRD Pati Joni Kurnianto pernah menjadi korban dengan kasus yang sama.

Menanggapi hal itu, Kapolres Pati AKBP Maulana Hamdan mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dalam melakukan transfer uang ke nomor rekening yang tidak dikenal. Kejahatan berbasis teknologi informasi saat ini terus berevolusi dan semakin canggih.

“Warga Pati kami imbau untuk hati-hati. Jangan mudah percaya dengan orang untuk melakukan transfer uang. Terlebih, nomor rekeningnya ternyata bukan milik yang dituju,” imbau dia.

Editor: Supriyadi

Jadi Mucikari, Pemilik Warung Kuro-kuro di Ngrames Pati Terancam 16 Bulan Penjara

Polisi menggrebek warung kopi di Ngrames, Sukoharjo, Wedarijaksa yang dijadikan tempat prostitusi terselubung. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Pemilik warung kuro-kuro Dukuh Ngrames, Desa Sukoharjo, Wedarijaksa, Pati berinisial WW (34) alias Dela ditangkap polisi, Rabu (31/8/2017) sore. Pelaku ditetapkan tersangka setelah terbukti menjadi mucikari di tempat prostitusi berkedok warung kopi.

Sebelum membekuk pelaku, polisi melakukan penyelidikan intensif ke warung kopi tersebut. Setelah terbukti menjadi mucikari, polisi langsung melakukan penyergapan.

“Pelaku dikenakan Pasal 296 KUHP dengan ancaman hukuman 1 tahun 4 bulan. Dia terbukti telah mengadakan atau memudahkan perbuatan cabul. Selain mengamankan barang bukti, ada empat saksi yang sudah kami amankan,” ujar Kapolsek Wedarijaksa AKP Rochana Sulistyaningrum, Kamis (31/8/2017).

Barang bukti yang diamankan, antara lain satu HP Samsung Galaxi J5 milik tersangka, satu unit HP Samsung Core 2 milik saksi, dan uang tunai Rp 250 ribu milik saksi lainnya.

Adapun modus operansi yang dilakukan, pelaku berjualan kopi di rumah kontrakannya sembari menawarkan pelanggan untuk bermain seks di dalam kamar tidur. Ketiga saksi yang diciduk polisi adalah pelanggan yang menggunakan jasa esek-esek.

“Awalnya kami mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa warung kopi itu digunakan untuk praktik prostitusi. Setelah itu, kami menerjunkan intelejen untuk melakukan penyelidikan. Setelah informasi itu benar dan ada barang bukti, kami langsung melakukan penggrebekan dan penangkapan pelaku,” jelas AKP Sulis.

Saat penggrebekan berlangsung, ada dua orang yang berada dalam satu kamar dalam keadaan terkunci. Namun, polisi berhasil membawa pelaku dan saksi-saksi beserta barang bukti ke Mapolsek Wedarijaksa.

Editor: Supriyadi

Jadi Sasaran Sindikat Pengedar Sabu-sabu, Polres Pati Gelar Operasi Narkotika di Kecamatan Dukuhseti

Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo menegaskan pemberantasan narkotika di Pati sampai ke akarnya. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Jajaran Polres Pati menggelar operasi khusus narkotika di wilayah Kecamatan Dukuhseti, menyusul kawasan tersebut menjadi sasaran sindikat pengedar sabu-sabu. Sejumlah tim khusus diterjunkan untuk melakukan deteksi kemungkinan adanya jaringan terselubung baru.

Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo mengatakan, operasi khusus narkotika itu sebagai respons cepat atas penangkapan sindikat pengedar sabu yang menyasar ke Pati dan sekitarnya. Sabu-sabu tersebut diedarkan di kawasan pedesaan, seperti Puncel, Kedawung, Kembang dan Dukuhseti, termasuk perbatasan Pati-Jepara.

“Tim operasi khusus sudah mulai melakukan penyisiran dan deteksi. Ini sebagai bentuk upaya pencegahan terhadap peredaran narkotika di Pati agar tidak meluas ke daerah-daerah lain,” jelas Kompol Sundoyo, Kamis (31/8/2017).

Pihak kepolisian menegaskan tidak akan berkompromi dengan pelaku tindak kejahatan. Terlebih, Presiden Jokowi menyatakan Indonesia sudah masuk darurat narkotika sehingga peredarannya harus dihentikan.

“Kita akan berantas sampai ke akar-akarnya, tidak peduli apakah dia anggota sendiri, masyarakat atau pejabat. Indonesia sudah darurat narkotika, kita akan tindak tegas, terutama di wilayah Pati,” tegasnya.

Selain menjadi sasaran peredaran narkotika, kawasan Dukuhseti juga terdapat pengedar yang merupakan residivis empat kali keluar masuk penjara. Karena itu, operasi khusus narkotika di Pati akan menyasar kepada pemakai, kurir dan pengedar.

Editor: Supriyadi

Lihat Bentor dengan Kondisi Mengerikan, Begini Reaksi Polisi Pati

Sejumlah bentor yang disita petugas di Satlantas Polres Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Puluhan becak motor (bentor) yang beroperasi di kawasan jalan utama Pati ditilang dan disita polisi. Hingga pertengahan Agustus 2017, sedikitnya ada 50 bentor yang diamankan di Satlantas Polres Pati.

“Operasi kami lakukan di jalan-jalan utama. Pedesaan belum kita jangkau. Kami akan lakukan secara bertahap, mungkin di pedesaan nanti bisa. Ini sesuai dengan perintah Ditlantas Polda Jawa Tengah,” kata Kasatlantas Polres Pati AKP Ikrar Potawari, Selasa (22/8/2017).

Untuk mengambil bentor yang disita petugas sebagai barang bukti, pemilik bentor harus melengkapi surat dan ketentuan teknis. Bukti kepemilikan yang sah seperti BPKB juga harus bisa ditunjukkan kepada petugas.

Selain itu, pemilik harus mengembalikan fungsi asal bentor. Setelah semua syarat dipenuhi dan melalui mekanisme sidang, pemilik bisa mengambilnya di Kantor Satlantas Polres Pati.

“Pengembalian fungsi bentor harus dilakukan di Satlantas, kemudian pemilik membuat surat pernyataan agar tidak dirakit kembali. Beberapa pemilik yang memenuhi syarat sudah ada yang mengambil,” tuturnya.

Dia berharap, penerapan aturan yang tegas sesuai dengan undang-undang membuat para pemilik sadar, karena bentor melanggar ketentuan tertib berlalu lintas. Selain berpotensi menyebabkan kecelakaan, bentor dinilai mengakibatkan kemacetan lalu lintas.

Ia menambahkan, rata-rata bentor yang diamankan merupakan kendaraan tua dengan kondisi yang cukup mengerikan. Rem bentor juga banyak yang tidak layak jalan, sehingga membahayakan penumpang.

Editor : Ali Muntoha

14 Maling Motor di Pati Terjaring Operasi Jaran Candi 2017

Kapolres Pati AKBP Maulana Hamdan tengah mengintrogasi sejumlah maling motor yang terjaring dalam Ops Jaran Candi 2017. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Sebanyak 14 maling motor yang beroperasi di kawasan Kabupaten Pati terjaring Operasi Kejahatan Kendaraan (Jaran) Candi 2017. Hal itu diungkapkan Kapolres Pati AKBP Maulana Hamdan, Selasa (15/8/2017).

“Operasi ini mendasari pada analisa dan evaluasi yang dilaksanakan di tingkat Polda. Angka kejahatan curanmor berada di urutan kedua, setelah pencurian dengan pemberatan non-curanmor,” ujar AKBP Maulana.

Dalam Operasi Jaran 2017, pihaknya ditargetkan bisa mengamankan tiga kasus. Namun dalam pelaksanaannya, polisi berhasil membekuk 14 maling dari 17 kasus yang ditangani.

Adapun sejumlah barang bukti yang diamankan, antara lain 16 sepeda motor dan barang lain yang digunakan untuk tindak kejahatan sebanyak enam buah. Para maling sebagian besar menggunakan kunci T untuk melancarkan aksinya.

“Modus yang dilakukan rata-rata dengan cara merusak kunci kendaraan menggunakan kunci T. Modus yang mereka kembangkan semakin berkembang dan cepat. Sasaran utamanya di tempat-tempat parkir yang tidak terjangkau pantauan,” tuturnya.

Dari 14 maling yang diamankan, sebagian besar terlibat dalam sebuah jaringan pencurian sepeda motor. Mereka yang sebagian besar pencuri asal Pati beroperasi di hampir semua kecamatan, dari Tayu, Dukuhseti, Gabus, hingga Wedarijaksa.

“Yang ditangkap ini kebanyakan memiliki jaringan ke penadah juga. Beberapa di antaranya merupakan residivis yang mengulangi aksi lagi setelah keluar dari penjara,” imbuh AKBP Maulana.

Karena itu, dia mengimbau kepada warga Pati untuk berhati-hati saat memarkir kendaraan. Mengingat kemampuan maling yang bisa merusak kunci, pengendara harus memiliki kunci ganda dan menempatkan di lokasi yang terjangkau pandangan.

Editor : Ali Muntoha

Duh, 30 Warga Pati Jadi Korban Penipuan UN Swissindo

Contoh surat dari UN-Swissindo yang digunakan untuk menipu calon korban. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Warga Pati diimbau untuk mewaspadai tawaran yang menyebut dirinya UN-Swissindo tentang voucher human obligation dan biaya peningkatan kesejahteraan hidup.

Imbauan itu disampaikan Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo setelah ada korban hingga 30 nasabah, Sabtu (12/8/2017).

“Penipuan ini sudah ada di sejumlah daerah, termasuk Pati. Ada sekitar 30 nasabah yang tertipu UN-Swissindo di Pati,” kata Kompol Sundoyo.

Modus dari penipuan tersebut, salah satunya meminta korban untuk mencari debitur bermasalah untuk diajak bergabung, meminta korban membayarkan sejumlah uang pendaftaran untuk menjadi anggotanya dan mencari korban yang terlibat kredit macet, serta menjanjikan akan menyelesaikan hutangnya dengan jaminan surat berharga negara.

Bahkan, UN-Swissindo berani mengatasnamakan negara dan lembaga negara dengan dasar kedaulatan rakyat berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Modus tersebut dilakukan untuk mengelabuhi para korban.

“Jadi, sasaran korban adalah debitur bermasalah, dibujuk untuk tidak membayar hutang kepada kreditur. UN-Swissindo memberikan tawaran menggiurkan dengan melunasi semua hutang debitur. Tapi dengan syarat membayar biaya administrasi sebesar 50 persen dari angsuran bulanan,” tuturnya.

Demi menjaga keamanan masyarakat dari kejahatan penipuan berbasis keuangan, pihaknya meminta kepada masyarakat untuk proaktif melaporkan kepada aparat penegak hukum bila ditemukan informasi sejenis.

UN Swissindo atau United Nations Swissindo World Trust International Orbit menyebut dirinya sebagai lembaga dunia yang mengklaim melepaskan hak keuangannya senilai 6,1 triliun dolar di Bank Indonesia dan enam bank, seperti Mandiri, BCA, BRI, BNI, CIMB, dan Danamon.

Uang sebanyak itu disebutkan untuk membebaskan utang rakyat Indonesia. Namun, pihak bank dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tidak membenarkan pengakuan itu. Sebab, klaim seperti itu sengaja dibuat untuk meyakinkan calon korban.

Editor: Supriyadi

Pencuri Motor Mio di Indomaret Juwana Dibekuk Polisi

Polisi berhasil mengamankan sepeda motor Mio yang dicuri maling di kawasan Indomaret Juwana. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Jajaran Polres Pati berhasil membekuk pencuri sepeda motor Mio milik Rachmatun Nafiah, warga Bakaran Kulon, Juwana, yang hilang di kawasan Indomaret, Jalan Kemasan, Desa Kudukeras, Juwana, Selasa (20/10/2015) lalu.

Kasat Reskrim Polres Pati AKP Galih Wisnu Pradipta mengatakan, pelaku berinisial SDC (27) alias Paemo, warga Tegalombo, Dukuhseti, Pati, tertangkap dalam Operasi Jaran Candi 2017. “Modus pencurian yang dilakukan menggunakan kunci T pada malam hari,” kata AKP Galih, Selasa (8/8/2017).

Selain menangkap pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti sepeda motor Mio yang berada di kawasan Donorejo, Jepara. Sementara pelaku saat ini ditahan di Mapolres Pati untuk penyidikan lebih lanjut.

Tersangka merupakan spesialis pencuri sepeda motor yang kerap beroperasi di sejumlah tempat. Dia menggunakan beberapa peralatan seperti kunci T yang digunakan untuk merusak kunci motor.

Hal itu yang membuat sepeda motor sasaran yang sudah dikunci ganda masih bisa dibobolnya. Dia memanfaatkan momentum pada malam hari dengan kondisi yang sepi.

“Kami sarankan kepada pemilik sepeda motor, meski sudah dikunci setang ganda, sebaiknya jangan lupa untuk selalu diawasi atau ditempatkan di lokasi yang cukup terjangkau oleh pengamatan orang,” pesan AKP Galih.

Editor : Ali Muntoha

Polres Pati Didesak Lebih Serius Tangani Dugaan Pungli Seleksi Perangkat Desa

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Pati – Polisi diminta untuk segera memproses laporan dugaan pungutan liar (pungli) pelaksanaan seleksi perangkat desa di Bulumanis Lor dan Ngemplak Kidul, Kecamatan Margoyoso. Desakan itu disampaikan praktisi hukum Nimerodi Gulo, Jumat (4/8/2017).

Menurutnya, pelaksanaan seleksi perangkat desa di kedua desa tersebut memenuhi unsur tindak pidana, karena memungut uang dari calon sebagai syarat. Namun, hingga saat ini menurut dia, belum ada perkembangan berarti dalam pengusutan kasus tersebut.

“Kami sudah datang ke Mapolres Pati untuk menanyakan perkembangan laporan tersebut. Jangan lama-lama memprosesnya. Kami meminta agar penanganannya serius, karena menyangkut kepentingan banyak orang,” kata Gulo.

Bahkan, dia menyarankan kepada polisi untuk menghadirkan ahli hukum untuk melakukan penyelidikan apakah pungutan untuk seleksi perangkat desa bertentangan dengan hukum atau tidak. Dia ingin kasus tersebut menjadi percontohan bagi masyarakat di Pati agar tidak mengulangi kasus yang sama.

Pasalnya, pungutan berupa uang sebagai syarat untuk mengikuti seleksi perangkat desa akan menutup kesempatan bagi warga potensial yang tidak punya uang. Bila ada kesepakatan bersama, kata Gulo, hal itu tidak ada dasar hukumnya sehingga dianggap bertentangan dengan hukum.

“Bupati atau presiden pun kalau melakukan kesepakatan jahat yang bertentangan dengan hukum, itu saja tidak boleh. Jadi meski ada kesepakatan untuk memungut uang dalam seleksi perangkat desa, itu tidak ada dasar hukumnya,” tuturnya.

Karena itu, Gulo menegaskan bila setiap warga negara harus punya kesempatan yang sama, termasuk dalam hal seleksi perangkat desa. Dalam peraturan daerah (perda), memang disebutkan dana penyelenggaraan seleksi perangkat desa berasal dari APBD dan dana lainnya.

Tapi, dana lain yang dimaksud berasal dari sumber yang sah, bukan dari kesepakatan jahat. Dia menyebutkan, dana yang sah misalnya sumbangan. Sayangnya, sumber dana lain dalam seleksi perangkat di Desa Bulumanis Lor dan Ngemplak Kidul ditarik dari calon, sebagai syarat wajib sehingga dinilai melawan hukum.

Di Bulumanis Lor, iuran untuk mengikuti seleksi mencapai puluhan juta rupiah. Sementara di Ngemplak Kidul, calon diwajibkan membayar Rp 1 juta, di mana ketentuan tersebut tertuang dalam peraturan panitia seleksi.

Editor : Ali Muntoha

Pastikan Rumah Terkunci saat Ditinggal Tarawih

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Pati – Warga Pati diimbau untuk memperketat keamanan selama Ramadan. Imbauan itu disampaikan Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo, Selasa (30/5/2017).

“Selama Ramadan, warga biasanya tarawih di masjid dan meninggalkan rumahnya. Pastikan rumah dalam keadaan terkunci. Kalau perlu beri pengaman tambahan,” ujar Kompol Sundoyo.

Melihat sejumlah kasus tahun lalu, maling berhasil membobol pintu rumah meski dikunci menggunakan gembok berukuran besar. Kasus itu terjadi di kawasan Perumahan Rendole, Margorejo pada Ramadan tahun lalu.

Padahal, kawasan tersebut masuk dalam kategori aman. Karena itu, pihaknya berharap agar sikap waspada untuk memperketat keamanan rumah perlu ditingkatkan selama Ramadan.

“Terlebih, pada akhir Mei ini, crime index mengalami kenaikan. Kami juga mengimbau kepada warga untuk tidak segan melaporkan secepatnya kepada petugas polsek setempat bila ada tindak kejahatan,” tuturnya.

Editor : Kholistiono

Jelang Ramadan, Polisi Amankan Ribuan Botol Miras di Pati

Kapolres Pati AKBP Maulana Hamdan (dua dari kanan) menunjukkan miras oplosan dalam gelar perkara di Mapolres Pati, Jumat (19/5/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Polisi berhasil mengamankan 6.187 botol minuman keras (miras) dari berbagai merek di Kabupaten Pati. Hal itu diungkap Kapolres Pati AKBP Maulana Hamdan dalam gelar perkara di halaman Mapolres Pati, Jumat (19/5/2017).
“Ribuan botol miras itu diperoleh dalam razia di berbagai wilayah di Kabupaten Pati. Ini menjadi bagian dari upaya dan komitmen kami untuk menumpas penyakit masyarakat (pekat) menjelang bulan suci Ramadan,” ujar AKBP Hamdan.

Dari 6.187 botol, miras jenis kolesom paling dominan yang mencapai 1.792 botol, disusul congyang 954 botol, anggur merah 765 botol, newport 512 botol, beras kencur 503 botol, mension 256 botol, vodka 170 botol, vodka iceland 196 botol, cap kunci 220 botol, miras merek 500 sebanyak 219 botol, topi miring 298 botol dan anggur putih 302 botol.

Selain itu, polisi juga menyita 376 liter miras oplosan. Sementara dari operasi di sejumlah tempat hiburan dan karaoke seperti Kampung Baru Margorejo, polisi mengamankan 67 botol miras berbagai ukuran dan merek.

“Dari ribuan botol miras itu, kami mengamankan 275 orang tersangka. Mereka akan kami proses secara hukum dalam tindak pidana ringan (tipiring). Proses hukum diharapkan bisa membuat pelaku miras jera,” imbuh AKBP Hamdan.

Menurutnya, miras menjadi induk dari segala tindak pidana kejahatan. Dari miras, seseorang bisa terlibat perkelahian, pemerkosaan dan tindak kejahatan lainnya. Karena itu, pihaknya berkomitmen memberantas miras di Pati menjelang Ramadan.

Ribuan botol miras itu rencananya akan dimusnahkan secara massal, setelah cukup dijadikan sebagai barang bukti untuk proses hukum. Dia berharap, pekat di Kabupaten Pati bisa diantisipasi dengan operasi pemberantasan miras.

Editor : Kholistiono