Mayat Terapung di Saluran Irigasi Gegerkan Warga Desa Kecapi Jepara

MuriaNewsCom, Jepara – Sesosok mayat ditemukan di saluran irigasi Dukuh Grobogan, Desa Kecapi RT 42 RW 08, Kecamatan Tahunan, Rabu (21/3/2018), pagi.

Kapolsek Tahunan AKP Sama’i menyebut, identitas mayat itu adalah Aris Setiawan (26). Ia adalah warga Desa Bulungan RT 10 RW 04 Kecamatan Pakis Aji. Diduga, kematian korban karena terpeleset dan tercebur di saluran irigasi.

“Berdasarkan penuturan keluarga, Aris juga pernah memiliki riwayat penyakit epilepsi‎,” tuturnya.

Adapun, kronologi penemuan mayat terjadi sekitar pukul 07.30 WIB. Seorang saksi yakni Hadi Mustiko, lewat di samping saluran irigasi. Kemudian, ia melihat ada sesosok tubuh pria yang tertelungkup di saluran tersebut.

Mengetahui hal itu, ia lantas mengabarkannya kepada warga sekitar dan pihak berwenang. Tak berselang lama, petugas dari BPBD Jepara dan Polsek Tahunan tiba ditempat, untuk mengevakuasi mayat tersebut.

Kontan kejadian itu membuat warga sekitar gempar dan mendatangi lokasi kejadian.

Dari pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter Puskesmas Tahunan, terdapat luka lecet ringan pada bibir. Adapun, penyebab kematian diduga karena kehabisan oksigen karena tenggelam.

“Luka di bibir bawah dimungkinkan karena korban terbentur saat terjatuh. Kehabisan oksigen ditengarai sebagai penyebab kematiannya. Berdasarkan pemeriksaan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” kata Sama’i.

Dari keterangan keluarga, Aris keluar dari rumah seorang diri untuk membeli gagang cangkul. Saat itu, diketahui cuaca sedang turun hujan deras.

Editor: Supriyadi

Sakit Hati Hendak Ditinggal Nikah, Pria di Jepara Sebar Video Zinahnya ke Facebook

MuriaNewsCom, Jepara – Sakit hati karena hendak ditinggal menikah mantan pacar, Kasmudi (23) nekat sebar video perzinahannya dengan si mantan. Akibat tindakannya, ia terancam dibui karena melanggar undang undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Kasmudi yang warga Desa Karanganyar RT 01 RW 01 Kecamatan Welahan itu, mengaku sudah 9 tahun berpacaran dengan M (25). Namun tak dinyana, takdir memisahkan sepasang kekasih itu. M memilih pria lain, dan hendak menikahinya.

Merasa sakit hati dengan rencana pernikahan M, Kasmudi akhirnya kalap. Ia tak ingin pujaan hatinya menikah dengan pria lain, akhirnya Kasmudi mengunggah video persetubuhannya dengan M, di laman Facebook milik M.

Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho mengatakan, Kasmudi bisa mengunggah video zinah itu ke laman FB M, karena tersangka tahu password dan nama penggunanya.

“Yang bersangkutan (M dan Kasmudi) pernah pacaran selama 9 tahun. Karena M ingin menikah dengan orang lain, Kasmudi sakit hati kemudian menjelek-jelekan korban dengan mengupload video berbau porno ke laman FB korban. Tersangka tahu nama pengguna dan passwordnya,” jelasnya.

Menurut kapolres, saat masih menjadi pasangan M dan Kasmudi pernah melakukan perzinahan. Kemudian, Kasmudi merekamnya menggunakan HP milik M. Setelahnya, Kasmudi kemudian menyalin file video tersebut ke HP miliknya sendiri.

Yudhi mengimbau, agar warga berhati-hati dan menjaga kerahasiaan akun media sosial virtual. Menurutnya, akun tersebut merupakan hal pribadi yang patut dirahasiakan.

“Kami imbau warga waspada, mohon kalau memiliki akun FB (Media sosial) password selalu diganti,” tuturnya.

Sementara itu, Kasmudi menyebut memang pernah merekam video perzinahannya dengan M. Dan pada saat itu, dilakukan sepengetahuan M.

“Pacar (mantan) saya ya tahu pas direkam, karena untuk pribadi,” ungkapnya.

Kasmudi sendiri ditangkap pada Senin (5/3/2018). Ia terancam kurungan badan selama maksimal enam tahun. Tersangka melanggar pasal 45 ayat (1) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan atau pasal 29 UU RI No 44 Tahun 2008 tentang Pornografi.

Editor: Supriyadi

Polres Jepara Eratkan Komunikasi dengan Ponpes di Tahun Politik

MuriaNewsCom, Jepara – Polres Jepara bersilaturahmi dengan pengurus pondok pesantren di Bumi Kartini, Rabu (28/2/2018). Hal itu untuk menjaga kondusifitas daerah di tahun politik.

Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho mengatakan, kegiatan ini merupakan langkah untuk menggiatkan komunikasi antar lini. Baik pemerintah, TNI/Polri dan ulama.

“Kegiatan ini kami lakukan, selain menjalin silaturahmi dengan ulama, kami juga merekatkan komunikasi ditengah gencarnya informasi bohong atau hoax,” kata dia, di Maribu Resto.

Disinggung mengenai eskalasi ujaran kebencian ataupun berita hoax di Jepara, kapolres menyebut belum terdeteksi. Namun demikian, jika ditemukan, kepolisian telah membentuk tim patroli siber.

Dengan komunikasi tersebut, pihaknya mengharapkan dapat melakukan pencegahan terhadap masalah yang mungkin timbul. Selain itu, dirinya berharap agar pada tahun politik 2018 agar dapat menangkal perpecahan.

Dwi Riyanto, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Jepara mengatakan, masyarakat harus ikut serta dalam menjaga kondusifitas. Diantaranya menggiatkan kembali siskamling.

“Giatkan lagi kegiatan sistem keamanan lingkungan, dan setiap ada tamu yang bermalam hendaklah melaporkan pada pengurus RT setempat,” ujarnya.

Ketua MUI Jepara Mashudi mengatakan, Pesantren merupakan garda penjaga umat. “Rusaknya rakyat karena pejabat, rusaknya pejabat disebabkan rusaknya ulama. Karena itu, ulama jangan sampai mencintai harta dan jabatan berlebihan,” ujarnya menyitir perkataan Imam Ghozali.

Editor: Supriyadi

Edarkan Sabu, Kuli Serabutan Asal Cepogo Jepara Dicokok Polisi

MuriaNewsCom, Jepara – Sugeng Margono alias Rasni (43) dicokok petugas Satuan Narkoba Polres Jepara karena menjadi pengedar sabu-sabu. Warga Desa Cepogo, Kecamatan Kembang itu ditangkap pada Mingu (11/2/2018).

Dihadapan pewarta kuli serabutan itu mengaku sudah delapan bulan nyambi sebagai pengedar sabu. Untuk satu paket sabu dengan berat satu gram ia membelinya dengan harga Rp 1.200.000.

Lalu ia membagi-baginya menjadi paket setengah gram dengan harga Rp 600.000 sampai Rp 700.000.

Selain dijual belikan, Sugeng mengaku juga mengonsumsi barang haram tersebut. “Itu (sabu-sabu) juga saya konsumsi, sebagai dopping,” kata dia dalam jumpa pers di Mapolres Jepara, Kamis (15/2/2018).

Dalam pengakuannya, ia memperjualbelikan sabu kepada sopir dan tukang kayu. “Ya pokoknya siapa saja yang mau membeli. Tidak memandang profesinya, tapi ya yang membeli kebanyakan dari kalangan seperti itu,” akunya.

Kompol Jodi Setiawan Margono Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Polres Jepara mengatakan, penangkapan tersangka diawali dari informasi warga. “Saat itu dia (Sugeng) hendak malakukan transaksi di sebuah persawahan yang ada di Keling. Adapun pasokan narkoba diperolehnya dari seseorang yang berinisial B,” terangnya.

Dari tangan tersangka, disita dua buah paket sabu-sabu dengan sebuah handphone dan kendaraan yang dikendarainya.

Tersangka terancam hukuman diatas 4 tahun penjara karena melanggar Pasal 112 dan 114 undang undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika‎.

Editor: Supriyadi

Puluhan Pelajar di Karimunjawa Diangkut Polisi ke Sekolah, Ada Apa?

MuriaNewsCom, Jepara – Puluhan pelajar di Kepulauan Karimunjawa, Jepara terpaksa diangkut menggunakan mobil polisi ke sekolah. Hal itu dilakukan lantaran tak adanya pasokan BBM di Karimunjawa akibat cuaca buruk hingga melumpuhkan transportasi ke sekolah yang jaraknya mencapai belasan kilometer.

Kapal tanki pengangkut bahan bakar minyak (BBM) yang berlayar dari Semarang terhalang ombak dan angin kencang. Akibatnya pasokan BBM untuk masyarakat tak bisa diantar.

Hal itu praktis memengaruhi pasokan bahan bakar khususnya pertalite dan premium di SPBU Karimunjawa dan persediaan bensin milik masyarakat termasuk para pelajar, yang tak bisa masuk sekolah.

“Kami akhirnya menempuh solusi untuk menjemput siswa yang tidak bisa sekolah karena ketiadaan BBM di motor-motor milik mereka. Ada lima kendaraan yang disiapkan, dua milik Taman nasional, dua milik masyarakat dan satu milik Kapolsek,” ujar Sekretaris Kecamatan Karimunjawa Noor Sholeh, Rabu (31/1/2018).

Menurutnya, ada sekitar 100 pelajar berikut pengajar yang terkendala transportasi ke sekolah. Dengan lima kendaraan yang disiapkan, pihak kecamatan mengaku hal itu sudah mencukupi.

Sholeh menyebut, antar jemput siswa dan pengajar akan dilakukan selama tiga hari ke depan, hingga Jumat (2/2/2018). Saat itu, diharapkan kapal tanki pengangkut BBM dari Semarang bisa berlabuh di Karimunjawa dan bisa menyuplai kebutuhan bahan bakar untuk warga.

“Untuk antar jemput siswa dan pelajar berasal dari MTS dan setingkat SMA yang ada di pulau utama Karimunjawa. Mereka sebagian berasal dari Kemujan. Adapun lima kendaraan yang digunakan menggunakan jenis bahan bakar solar, yang masih tersisa,” jelasnya.

Terkait pasokan bahan makanan, Sholeh menyebut hingga saat ini masih aman. Hal itu karena wilayah kepulauan tersebut sudah mendapatkan droping beras.

“Cadangan beras masih aman, begitu pula dengan gas, karena kami terakhir mendapatkan pasokan elpiji pada tanggal 22 Januari lalu. Beras juga demikian masih aman, kalau untuk lauk disini melimpah ikan,” pungkasnya.

Editor: Supriyadi

Tingkatkan Sinergitas, Polres Jepara dan Kodim 0719 Gelar Latihan Tembak Bersama

MuriaNewsCom, Jepara – Polres Jepara dan Kodim 0719/Jepara melakukan latihan menembak bersama, di Desa Mororejo, Kecamatan Mlonggo, Senin (29/1/2018). Kegiatan tersebut merupakan upaya TNI Polri guna meningkatkan sinergitas pada ajang pilkada Jateng 2018.

Berlangsung di Lapangan Tembak Desa Mororejo, atau yang lebih akrab disebut dengan Pungkruk, ajang itu diikuti 100 personel TNI dan Polri. Dalam kegiatan itu, digunakan bedil jenis senapan serbu (SS) buatan Pindad.

Dalam kegiatan itu, ratusan personel tersebut dibagi menjadi empat rayon yakni, utara, selatan, tengah dan rayon Kodim/Polres.

Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho menyebutkan, latihan ini terutama ditujukan untuk personel Kapolsek dan Danramil. Dua pucuk pimpinan keamanan dinilai sebagai ujung tombak di wilayah kecamatan.

“Ini merupakan kegiatan untuk meningkatkan sinergitas TNI dan Polri guna menghadapi Pilkada Gubernur Jateng 2018. Seratus personel kita latih dalam ajang ini terutama kepada Danramil dan Kapolsek, agar nantinya terbangun soliditas yang kuat, agar nantinya bisa saling mendukung saat kerja pengamanan pemilihan kepala daerah,” ujarnya.

Ditanya soal kerawanan keamanan, hingga saat ini berdasarkan pantauan Intel hal itu masih cenderung rendah. Lantaran, banyak partai pendukung pemerintah dan oposisi yang berkoalisi mengusung calon kepala daerah.

Komandan Kodim 0719/Jepara Letkol (Czi) Fachrudi Hidayat mengemukakan hal serupa. Menurutnya, ajang latihan menembak merupakan upaya peningkatan soliditas diantara TNI Polri.

“Dalam keseharian kita, soliditas TNI Polri sebenarnya bukan hal baru dan sudah terbangun dengan baik. Akan tetapi dengan giat ini, diharap lebih eratkan pertalian tersebut,” katanya.

Selain latihan menembak bersama, Kodim dan Polres Jepara juga berencana akan bermain bola voli bersama. Dalam satu grup, akan dicampur antara personel TNI dan Polri.

Editor: Supriyadi

Masuk MURI, Deklarasi Anti Narkoba Pelajar Jepara Patahkan Rekor Kota Depok

MuriaNewsCom, Jepara – Deklarasi Pelajar Jepara Anti Narkoba 2018 masuk dalam rekor MURI, Selasa (24/1/2018). Hal itu sekaligus menumbangkan rekor sebelumnya, yang pernah dicapai oleh Kota Depok.

“Rekor MURI terkait Komitmen pelajar antinarkoba terbanyak sejumlah 20 ribu orang di Jepara ini menumbangkan rekor sebelumnya dengan kegiatan serupa di Kota Depok. Hanya saja saat itu, komitmennya dituangkan pada kain sepanjang 1.941 meter,” ungkap Manajer MURI Sri Widayati.

Menurutnya, yang dicatatkan dalam dalam Museum Rekor Indonesia bukan hanya acara deklarasi, namun juga komitmen yang dituangkan dalam surat pernyataan. Hal itu (surat pernyataan) menurut Widayati memungkinkan pelajar untuk menghayati dan mengingat-ingat komitmen yang telah dibuat.

Dikatakan Widayati, rekor MURI yang saat ini disabet Pemkab Jepara dan Polres Jepara bukanlah yang pertama. Sebelumnya ada beberapa rekor telah dicatatkan, di antaranya mendongeng secara estafet, pembangunan pos kampling terbanyak, kain tenun terpanjang dan pawai obor terbanyak.

“Adapun untuk rekor kali ini tercatat di Rekor MURI nomor 8.312,” urainya.

Baca: 20.000 Pelajar di Jepara Deklarasikan Diri Tolak Narkoba

Sementara itu Bupati Jepara Ahmad Marzuqi, bersyukur atas penghargaan tersebut. “Yang terlebih penting, perlu diingat bahwa narkoba itu ibu dari segala kejelekan Ummul Khobais, maka kita khususnya para pelajar harus menghindari penyalahgunaan narkoba,” tuturnya.

Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho menyebut pencegaha penyalahgunaan Narkoba perlu koordinasi antar lembaga. Dengan deklarasi ini, ia berharap agar pelajar tak menggunakan dan mengetahui bahaya dari barang haram tersebut.

“Informasi yang saya terima, ada pelajar SD yang dimanfaatkan sebagai kurir narkoba. Setelah ditelisik, yang bersangkutan ternyata tidak mengetahui barang yang diantarkan. Ia diberi uang dan disuruh mengantarkan. Oleh karenanya, hal seperti itu perlu dicegah dengan kerjasama dengan instansi pendidikan dan semua elemen,” terangnya.

Dalam acara tersebut, selain Pemkab dan Polres Jepara, turut hadir Kepala BNNP Jateng Brigjend Tri Agus Heri Prasetyo‎ dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng Gatot Bambang Hastowo.

Editor: Supriyadi

Sidak ke Pasar, Satgas Pangan Jepara Temukan Harga Beras Lebihi HET

MuriaNewsCom, Jepara – ‎Satuan tugas (Satgas) pangan Jepara kembali melakukan inspeksi mendadak (Sidak). Hasilnya, petugas menemukan pedagang yang menjual beras melebihi harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditentukan yakni Rp 9.350, untuk jenis medium di Pasar Jepara Satu, Senin (8/1/2018).

Mendapati hal itu, pihak Reskrim Polres Jepara tak lantas memberikan tindakan tegas.‎ Untuk tahap awal, pedagang nakal hanya diberikan imbauan dan pengarahan.

“Kami baru sebatas memberikan peringatan dulu. Nanti kalau masyarakat tahu, juga lama kelamaan akan beralih pada beras yang dijual sesuai HET,” kata Kasareskrim Polres Jepara AKP Suharto.

Dirinya menerangkan, harga beras medium melebihi HET sebesar Rp 10 ribu, diketahui baru saja digiling. Sementara untuk beras medium yang sudah lama di pasaran, dijual lebih rendah daripada harga Rp 9.350.

Kepolisan menyarankan agar masyarakat membeli beras sesuai dengan harga yang telah ditentukan. Ia menyebut, sasaran pemantauan pasar kali ini untuk memantau ada atau tidaknya permainan harga dari pedagang nakal.

“Iya kami menemukan beras medium baru (digiling) dijual dengan harga Rp 10 ribu. Itu melebihi HET yang seharusnya Rp 9.350. Sementara untuk beras medium yang sudah lama menjadi stok di pasar, dijual dengan harga lebih rendah dari HET, sekitar Rp 9 ribu,” jelas Suharto.

Ahmad Muzajjad, Kepala Gudang Bulog Jepara menyatakan, persediaan beras di Bumi Kartini masih aman untuk tiga bulan ke depan. Oleh karenanya, tidak ada alasan bagi pedagang untuk menaikan harga.

“Saat ini stok kami ada 1.850 ton, itu masih cukup untuk tiga bulan ke depan. Kita tak kekurangan pasokan, sehingga tak ada alasan untuk menaikan harga beras,” urainya.

Editor: Supriyadi

Dinkes Jepara Instruksian Puskesmas Mlonggo Tindaklanjuti Temuan Coklat Berisi Baut

MuriaNewsCom Jepara – Dinas Kesehatan (Dinkes) Jepara instruksikan Puskesmas Mlonggo menindaklanjuti temuan coklat mengandung material baut, rafia dan plester, di MI Matholibul Huda. ‎

“Kami mengimbau pihak sekolah dan warga terutama murid untuk waspada terkait penganan yang dijual di‎ sekolahan, teliti sebelum membeli,” ujar Kepala Dinkes Jepara Dwi Susilowati, Jumat (5/1/2018).

Selain karena kasus di Mlonggo, dirinya juga meminta warga Bumi Kartini untuk mewaspadai, kudapan yang mengandung bahan kimia. Diantaranya pewarna kimia ataupun zat berbahaya lain.

Baca: Bikin Geger, MI Matholibul Huda Mlonggo Jepara Temukan Coklat Berisi Baut Dan Rafia

“Hindari makanan yang warnanya menyolok karena diduga mengandung Rhodamin atau zat berbahaya lainya,” ungkapnya.

Selain itu, ia meminta warga yang menemukan jajanan yang diduga mengandung bahan berbahaya untuk segera dilaporkan ke Puskesmas setempat. Terkait penganan berharga murah Dwi meminta warga tidak tergiur.

“Makanan murah belum tentu sehat, untuk itu kita harus berhati-hati,” tuturnya.

Baca: Polisi Telusuri Pemasok Coklat Berisi Mur Di Mlonggo Jepara

Diberitakan sebelumnya, di kantin sekolah milik MI Matholibul Huda Mlonggo, ditemukan coklat yang didalamnya terdapat mur, tali plastik, dan potongan plester. Peristiwa yang terjadi kemarin (Kamis, 4/1/2018) itu sontak membuat pihak sekolah kaget.

Langkah jangka pendek kemudian diambil, dengan menyita seluruh stok coklat di kantin dan melaporkan hal ini kepada kepolisian setempat. Saat ini, polisi tengah menyelidiki pemasok coklat tersebut.

Editor: Supriyadi

Polisi Telusuri Pemasok Coklat Berisi Mur di Mlonggo Jepara

MuriaNewsCom, Jepara – Polsek Mlonggo bertindak cepat begitu mengetahui adanya temuan coklat berisi baut dan Rafia. Penelusuran terhadap pemasok kini tengah dilakukan.

AKP Maryono Kapolsek Mlonggo menyatakan, saat ini pihaknya telah mendatangi kios di Pasar Mlongo dimana coklat itu berasal. Saat ini, pihaknya tengah mendalami kasus tersebut.

“Hari ini kami telah mendatangi toko di Pasar Mlonggo dimana coklat di MI Matholibul Huda berasal,” katanya, Jumat (5/1/2018‎).

Baca: Bikin Geger, MI Matholibul Huda Mlonggo Jepara Temukan Coklat Berisi Baut Dan Rafia

Menurutnya, ciri coklat yang mengandung material tak lazim itu berbentuk segi empat, berbungkus alumunium foil warna emas. Sementara pada bagian bungkus terdapat label produksi bertuliskan Pelita Enak dan Lezat Bandung. Bahkan didalamnya dicantumkan izin dari dinas kesehatan untuk penganan yakni P.IRT No 2103204011879-18.

Pengecekan yang dilakukan, menemukan bahwa coklat diperoleh di sebuah kios bernama Monaliza. Disana, diketehui coklat didistribusikan oleh seseorang dari Demak.

“Belum kami ketahui identitasnya (pemasok coklat), namun demikian diketahui yang memasok dari wilayah Demak,” ungkapnya.

Terkait hal itu, Polsek Mlonggo telah melaporkannya kepada Polres Jepara. Selain itu, petugas Bhabinkamtibmas setempat juga telah melakukan imbauan kepada guru dan siswa, agar waspada.

Editor: Supriyadi

Realisasi PKB di UPPD Jepara Lampaui Target

Seorang wajib pajak menunjukan STNK setelah melakukan pembayaran di UPPD Jepara, Rabu (27/12/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Realisasi pajak kendaraan bermotor (PKB) di UPPD (Unit Pelayanan Pajak Daerah) Jepara, lampaui target. Tahun 2017 unit tersebut dibebani target Rp 105.750 miliar, namun hingga 23 Desember sudah tercapai Rp 107.705 miliar.

“Artinya sudah mencapai 101,86 persen, sudah melebihi target yang ditetapkan pada kami,” ujar Kepala UPPD Jepara Bambang Hariyanto, Rabu (27/12/2017). 

Menurutnya, realisasi tersebut tak lepas dari peningkatan perekonomian di Bumi Kartini. Ia menyebut, ada kenaikan sekitar 20-30 persen pada sektor ekonomi, dibandingkan tahun 2016 lalu. 

Di samping itu, untuk memenuhi target pihaknya juga rutin menyisir wajib pajak melalui berbagai pendekatan. Diantaranya, razia dengan kepolisian, layanan Samsat Keliling, layanan Paten (Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan) dan terobosan layanan Samsat Siaga dan On The Spot.

“Untuk layanan On The Spot kami membuka layanan samsat keliling didekat perusahaan (padat karya). Hal itu sebagai win-win solution (jalan tengah) bagi karyawan perusahaan untuk dapat membayar kewajiban mereka. Selain di pabrik layanan tersebut juga diadakan di pasar-pasar tradisional,” tuturnya. 

Bambang mengatakan, terobosan yang dilakukan adalah upaya untuk memangkas birokrasi. Kedepan, lanjut Bambang, pihaknya akan melakukan beberapa terobosan bagi wilayah yang jauh dari pusat kabupaten. 

“Kami baru menyampaikan rencana untuk menambah layanan drive thru di Kecamatan Kelet. Sementara untuk Karimunjawa, kami tengah menggodok rencana tersendiri, mengingat lokasinya yang jauh dan harus menyebrang melalui laut. Namun semua itu masih perlu penggodokan,” jelasnya. 

Ponidi Kasi Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) menambahkan, untuk target Bebas Bea Balik Nama (BBN), pihaknya juga telah melebihi target. Dari target Rp 93,55 miliar hingga 23 Desember telah tercapai Rp 99 miliar atau 105,8 %. 

Editor: Supriyadi

Beraksi di ATM Pom Bensin, Sindikat Pembobol ATM asal Palembang Diringkus Polres Jepara

Kasatreskrim Polres Jepara AKP Suharto menunjukan barang bukti yang disita bersama tersangka penipuan ATM, dengan menempel nomor palsu dan mengganjal mulut slot kartu ATM, Sabtu (23/12/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Komarudin alias Hamid (32)  sindikat pembobol ATM kelompok Palembang ditangkap Satreskrim Polres Jepara. Ia terpegok saat melakukan aksinya di Pom Bensin Sekuro, Kecamatan Mlonggo, Kamis (21/12/2017). 

Kasatreskrim Polres Jepara AKP Suharto menjelaskan, penangkapan tersangka bermula dari laporan warga yang kartu ATMnya tertelan di Desa Sinanggul, Kecamatan Mlonggo di hari yang sama. 

“Mulanya ada warga yang kartunya tertelan di Sinanggul, kemudian tersangka (Komarudin) berada di situ dan seolah-olah memberikan saran untuk menghubungi call center yang tertera di mesin ATM. Karena curiga, yang bersangkutan (warga) tak menyanggupi dan lapor kepada pihak keamanan bank resmi, kemudian tersangka dibuntuti (oleh keamanan bank) ternyata beraksi lagi di bilik ATM di SPBU Sekuro,” ujar Suharto, Sabtu (23/12/2017), sore.

Modus yang digunakan oleh tersangka adalah, memasang ganjalan berupa kertas yang disebut lem cina, pada mulut slot kartu atm. Lalu dibagian call center asli ditutupi dengan stiker nomor palsu. 

Menurut keterangan tersangka, ia baru beraksi sebanyak satu kali. Peranannya, sebagai pengamat. Sedangkan, masih ada dua tersangka lagi yang menjadi buron.  

Belakangan diketahui, modus penempelan nomor palsu tak hanya terjadi di Jepara. Satreskrim Polres Jepara mendapatkan laporan penempelan nomor palsu di ATM yang ada di Pati.

Adapun nomor yang tertera di stiker call center palsu adalah 081295000546. “Kami harapkan warga yang mengetahui ada nomor itu ditempel harap tidak menghubunginya, dan menghubungi keamanan bank resmi,” urai Kasatreskrim. 

Dalam keterangannya, tersangka tak mau membeberkan modus operandi yang digunakannya. “Saya tak tahu bagaimana caranya mengganjal, yang melakukan itu teman saya Suhay, saya hanya berlaku sebagai pengamat saja,” ujar tersangka. 

Menurutnya, jika berhasil menjalankan aksinya maka ia akan mendapatkan jatah Rp 200 ribu, jika komplotannya berhasil menggasak ATM sebesar satu juta rupiah. 

Tersangka terancam hukuman diatas lima tahun, karena melanggar pasal 53 jo 363 kuhp. ‎ Turut disita bersama tersangka dua buah kartu ATM, stiker nomor palsu dan sebuah handphone. 

Editor: Supriyadi

Tokoh Agama di Jepara Diminta Ademkan Umat Jelang Tahun Politik

Temu tokoh lintas agama, jelang tahun politik 2018 dan 2019 Polres Jepara gandeng umat beragama di Jepara untuk mempererat kerukunan, Rabu (6/12/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Jelang tahun politik 2018 dan 2019, Polres Jepara gandeng umat beragama di Jepara untuk mempererat kerukunan. Hal itu dilakukan untuk menjaga kondusifitas keamanan di Bumi Kartini.

Kabag Ops Polres Jepara, Kompol Jodi Setyo Margono mengatakan, memasuki bulan Desember, akan agenda-agenda besar di Jepara. Mulai dari Natal hingga bergulirnya Tahun Baru. 

“Sebentar lagi kita akan memasuki Hari Raya Natal, Tahun Baru dan tahun politik 2018 pun akan dimulai. Untuk itu kita perlu menjaga kondusifitas daerah. Kerukunan antarumat beragama harus ditingkatkan, jangan sampai terpecah belah, hanya karena beda pandangan politik,” ujar Jodi saat membuka acara yang dihelat di Maribu Restauran, Rabu (6/12/2017).

Ketua Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Sam’ani Sya’roni mengatakan, resep untuk menjaga kondusifitas dan kerukunan adalah tasamuh atau bertoleransi.

“Sikap bermurah hati, lapang dada dan saling menghargai dengan sabar atau membiarkan orang lain memunyai pendapat, merupakan bagian penting yang harus dipunyai oleh setiap orang,” pesannya. 

Sementara itu, Ketua KPU Jepara M Haidar Fitri mengingatkan pada tahun depan ada 171 pilkada serentak di seluruh Indonesia. Jawa Tengah sendiri akan melaksanakan pilkada untuk pemilihan gubernur dan wakil gubernur. Sementara di beberapa wilayah juga akan dilaksanakan pemilihan bupati.

“Ajang ini akan dijadikan pemanasan jelang pemilihan presiden dan anggota legislatif 2019. Kami harap kepada tokoh agama dan umat turut menjaga kondusifitas pelaksanaan pemilihan di semua tingkatan,” pungkas Haidar.

Editor : Ali Muntoha

Tim Labfor Polda Jateng Olah TKP Kebakaran Pasar Jepara 2

Tim Labfor sedang mengumpulkan barang bukti terkait peristiwa kebakaran di Pasar Jepara 2, Kamis (2/11/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jateng melakukan olah TKP terkait terbakarnya Pasar Jepara 2, Kamis (2/11/2017) dini hari. Peristiwa sendiri terjadi sekira pukul 01.15 WIB. 

Dari pantauan MuriaNewsCom, tim terlihat mengambil beberapa barang yang tersisa dari peristiwa itu. Adapun jumlah kios yang terbakar berjumlah 8 bangunan, sedangkan ada 11 lapak yang juga terdampak peristiwa itu. 

Budiono petugas Pasar Jepara 2 mengatakan, peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Kegiatan perdagangan pun berlangsung sebagaimana biasa.

Baca: Pasar Jepara 2 Terbakar

“Hanya di lokasi kebakaran saja yang tidak beroperasi. Sementara pedagang di tempat lain masih berjualan sebagaimana lazimnya,” katanya, Kamis siang. 

Ia mengatakan, kebakaran berlangsung di bagian tengah pasar, yang terletak di Kelurahan Jobokuto-Kecamatan Kota Jepara. Beruntung petugas pemadam kebakaran bergerak cepat memadamkan api. 

“Untungnya petugas pemadam bergerak cepat, sehingga kebakaran tidak meluas,” ujarnya. 

Kasatreskrim Polres Jepara AKP Suharto mengatakan, tim Labfor adalah melakukan olah tempak kejadian perkara. Hal itu guna memastikan penyebab kebakaran. 

Editor: Supriyadi

Baca: Pak Haji Penjual Miras Oplosan Asal Mlonggo Jepara Dikenai Pasal Berlapis

Penjual Kupon Togel Hongkong di Jepara Dicokok Polisi 

Kasatreskrim Polres Jepara AKP Suharto menunjukan barang bukti judi berupa buku ramalan. Senin (30/10/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Satreskrim Polres Jepara mencokok penjual judi toto gelap (Togel) dengan omzet ratusan ribu rupiah perhari, dari tiga tempat berbeda. 

“Mereka ditangkap dari tiga tempat berbeda yakni, dari Mayong, Tahunan dan Bangsri. Setiap berhasil menjual kupon senilai Rp 100 ribu, maka penjual akan memeroleh imbalan sebanyak 10 persen,” tutur Kasatreskrim Polres Jepara AKP Suharto, Senin (30/10/2017). 

Seorang penjual togel jenis Hongkong Suyadi (67) mengatakan, sehari-hari ia dapat menjual kupon judi togel sebesar Rp 200 ribu. “Saya dapat keuntungan 10 persen dari kupon yang terjual. Jadi setiap hari ya rerata dapat uang Rp 20 ribu,” kata warga Desa Ngabul, Kecamatan Tahunan-Jepara. 

Ia mengaku, tidak menjual togelnya secara serampangan. Hanya kepada yang dikenal saja ia berani bertransaksi. Setelah mendapatkan pembeli, ia kemudian menyetorkan uang kepada bandar yang bernama Agus Wahyudi (35) yang kemudian menyimpan uang di bank.

“Nanti kita menganut togel hongkong, kalau ada nomer taruhan yang keluar ya dibayar kalau tidak ya untuk kita sendiri,” ujar Agus.

Adapun tersangka lain Suyono (33) ditangkap di Desa Pelemkerep Kecamatan Mayong. Ia menyebut, bila sedang ramai, ia bisa mendapatkan omzet  hingga Rp 700 ribu. Sementara tersangka lain, Luis Wijaya (27) dicokok di Desa Kedung Leper Kecamatan Bangsri. 

Dari penangkapan tersebut, disita sejumlah barang bukti berupa uang transaksi total Rp 1.009.000. Selain itu adapula beberapa kupon dan  rekapan nomor serta buku ramalan. 

Para penjual kupon togel Hongkong itu, diancam hukuman penjara maksimal 10 tahun atau denda paling banyak Rp 25 juta, karena disangkakan melanggar pasal 303 KUHP. 

Editor: Supriyadi

Kejutan Kue Tart dari Polres Saat Kodim Jepara Rayakan HUT TNI

Personel Polres Jepara memberikan kado ulang tahun kepada Kodim. (Istimewa)

MuriaNewsCom, Jepara – Peringati HUT ke 72 TNI, anggota Polres Jepara memberi kejutan kepada personel Kodim 0719/Jepara. Surprise yang diberikan adalah sebuah kue tart berikut sebuah karangan bunga.

“Hari ini kami mengucapkan selamat ulang tahun pada saudara kami TNI. Meskipun hadiahnya tidak begitu bernilai, namun hal ini melambangkan kekompakan TNI-Polri untuk menjaga stabilitas kamtibmas di Jepara khususnya, dan NKRI,” kata Kabag Ren Polres Jepara Kompol Sumiyati, Kamis (5/10/2017). 

Mewakili dari Makodim adalah Kapten (inf) Alex Efendi. Ia mengucapkan banyak terimakasih atas perhatian dan kado yang diberikan oleh Kepolisian Resort Jepara. 

Bagi TNI, Polisi merupakan mitra untuk mengharmoniskan langkah menjaga keutuhan negara dan bangsa.

Editor : Ali Muntoha

Begini Cara Tukang Pijat Asal Jepara Kibuli Korbannya Hingga dapat Uang Ratusan Juta

Agus Widodo (49), warga Desa Kerso, Kecamatan Kedung saat gelar perkara di Mapolres Jepara, Selasa (19/9/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Agus Widodo si tukang pijit menipu puluhan orang dengan modus akan dijadikan relawan pijit haji dan akan diberangkatkan ke Mekah, dengan syarat menyerahkan sejumlah uang. Lalu bagaimana warga Desa Kerso, Kecamatan Kedung itu melancarkan aksi tipu-tipunya itu?

Kepada petugas aksinya bermula ketika ia memiliki ide untuk menyurati Presiden Joko Widodo guna mengutarakan keinginannya untuk dapat menjadi relawan pijat haji. Surat yang ia kirimkan pada akhir Desember 2016, ternyata dibalas oleh Kesekretariatan Negara. 

“Awalnya saya menyurati Presiden Jokowi mengutarakan niat saya. Lalu dibalas oleh setneg untuk berkoordinasi dengan Kementrian Agama RI. Lalu saya pergi ke Dirjen Pelaksanaan Haji dan Umroh kemudian suruh membuat proposal. Di sana bilangnya petugas cuma bagus-bagus gitu. Lalu saya mantab mengumpulkan murid kursus pijat, yang nantinya akan menjadi relawan. Kira-kira awal tahun ini, dan berangkatnya pada tanggal 7 Agustus 2017 lalu seharusnya,” katanya, Senin (19/9/2017). 

Baca Juga: Tipu Puluhan Warga Jadi Relawan Haji, Tukang Pijit di Jepara Ini Diciduk Polisi

Tanpa memperhatikan isi surat dan prosedur resmi, Agus potong kompas dengan mengumpulkan beberapa orang calon relawan tukang pijit. Untuk meyakinkan para korbannya, ia kerap kali membawa beberapa album foto, berisi pose dirinya dengan pejabat-pejabat tinggi. Di antaranya Presiden RI Joko Widodo, Pejabat Kabupaten Jepara bahkan bersama Kapolres Jepara.

Berbekal album foto tersebut, ia bahkan bergerilya mencari mangsa. Agus meyakinkan setiap orang yang ditemuinya untuk dapat menyerahkan uang mulai dari Rp 8 juta hingga belasan juta.

Dari sekian banyak banyaknya korban, ia mendapatkan uang hingga Rp 200 juta. Hanya, uang tersebut habis digunakan untuk pembuatan sertifikat, seragam, biaya tanggungan dan akomodasi.

Foto bareng presiden jadi salah satu alat yang digunakan Agus Widodo yakinkan korbannya menjadi relawan pijat hari. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adi Nugroho mengakui dalam album foto milik Agus terdapat foto dirinya.

“Saat itu sedang ada acara di pendapa Kabupaten. Nah ada seorang pejabat dari Kabupaten yang mengenalkan orang ini (Agus) kepada saya, bilangnya mau foto. Masa saya menolak kalau diajak foto orang. Tampilan dia (Agus) saat itu pun seperti pegawai negeri,” terangnya sambil melihat koleksi foto milik Agus. 

Baca Juga: 8 Bulan Beroperasi, Tukang Pijit Penipu Asal Jepara Ini Kantongi Uang 200 Juta

Namun saat dikonfirmasi dengan pelaku, Agus si tukang pijat menolak mengakui album foto tersebut merupakan senjata untuk menarik murid kursus pijat. Selain dua album foto, barang bukti yang disita adalah kwitansi penyerahan uang, surat pernyataan pengembalian uang dan proposal pengajuan relawan haji. 

Informasi yang dikumpulkan MuriaNewsCom, Agus memang sudah kondang sebagai pemijit panggilan di daerah Jepara. Ia juga sempat menggandeng beberapa instansi untuk menggelar pelatihan pijat. 

Namun, nasib berkata lain. Kini Agus Widodo harus meringkuk ditahanan akibat ulahnya mengumpulkan uang dan menggelapkannya Ia terancam hukuman selama empat tahun penjara karena melanggar pasal 378 juncto pasal 372 KUHP yakni penggelapan uang.

Editor: Supriyadi

Tipu Puluhan Warga Jadi Relawan Haji, Tukang Pijit di Jepara Ini Diciduk Polisi

Agus Widodo (49), warga Desa Kerso, Kecamatan Kedung diamankan polisi karena terbukti melakukan aksi penipuan berkedok relawan pijit jemaah haji, Selasa (19/9/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara –  Seorang tukang pijit bernama Agus Widodo warga Desa Kerso, Kecamatan Kedung terpaksa meringkuk di tahanan Mapolres Jepara, Selasa (19/9/2017).  Pria berusia 49 tahun itu terbukti melaksanakan aksi tipu-tipu berkedok relawan pijit haji.

Modusnya, ia membuka penerimaan murid kursus pijat jemaah haji. Setelah itu, ia menjanjikan mereka yang sudah dianggap lulus bisa berangkat ke Mekah . 

Hanya saja, untuk dapat pergi ke Mekah ada syarat yang harus dipenuhi, yakni dengan menyerahkan sejumlah uang. Nominalnya bermacam-macam, mulai dari delapan juta rupiah sampai ada yang belasan juta. 

”Saya tawarkan kepada mereka bisa menjadi relawan pijit ke Saudi Arabia tahun 2017. Namun yang bersangkutan harus memiliki sertifikat terlebih dahulu dan harus menyetor dana kepada saya dulu. Saya janjikan keberangkatan pada tangga 7 Agustus 2017,” katanya kepada petugas di Mapolres Jepara, Selasa (19/9/2017).

Janji manis itu ternyata sekedar janji. Sebanyak 50 murid sekaligus calon relawan pijit Haji abal-abal gagal berangkat.  Setelah jamaah haji tahun 2017 berangkat, mereka tak juga terbang ke Arab Saudi dan uang yang disetorkan amblas.

Oleh karenanya, warga Kerso, Kecamatan Kedung itu akhirnya dilaporkan ke Satreskrim Polres Jepara atas dugaan penipuan. 

”Memang saya salah langkah pak, tidak melalui jalur resmi. Kemarin saya hanya berbekal keyakinan, setelah menghadap Pak Presiden urusan tersebut bisa beres, ternyata harus ada prosedur resmi ke Kemenag. Kini uang yang sudah disetorkan kepada saya sebesar kurang lebih Rp 158 juta sampai Rp 200 juta sudah habis, buat bolak-balik ke Jakarta, menginapkan murid saya di hotel buat seragam dan sebagainya,” tuturnya. 

Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adi Nugroho menyatakan, penangkapan tersangka berawal dari laporan masyarakat. Tersangka menawarkan korban bisa berangkat ke Mekah sebagai relawan pijit. 

”Namun untuk dapat berangkat korban harus menyetor dana minimal Rp 8 juta rupiah. Akan tetapi setelah masa pemberangkatan jamaah haji dan memasuki pemulangan mereka tak juga diberangkatkan, dan uang yang disetorkan tak dapat kembali,” katanya.

Bukti yang disita adalah kwitansi penyerahan uang, surat pernyataan pengembalian uang dan proposal pengajuan relawan haji. Tersangka terancam hukuman selama empat tahun penjara karena melanggar pasal 378 juncto pasal 372 KUHP yakni penggelapan uang.

Editor: Supriyadi

ABG Cantik Anak Tukang Kayu di Jepara Hilang dari Rumah

(MuriaNewsCom/Grafis-Muallim Arif)

MuriaNewsCom, Jepara – Seorang gadis bernama Dian Novita Sari (17) dilaporkan hilang oleh pihak keluarga pada pihak kepolisian, Senin (18/9/2017). Laporan tersebut dilayangkan setelah warga Dukuh Cobaan, Desa Bangsri, Kecamatan Bangsri tak pulang sejak Sabtu (16/9/2017) lalu.

Ahmad Daim ayah Novita Sari mengatakan, ketika pergi dari rumah, anaknya mengendarai sepeda motor Hinda Beat bernopol K 6946 QQ. Hanya saja, ia tak berbekal uang maupun surat-surat kendaraan. 

“Hari Sabtu kemarin, dia masih di rumah. Lalu disuruh belanja di toko dekat rumah menggunakan motor Honda Beat K 6946 QQ. Namun setelahnya, ia tak kunjung pulang,” katanya, Senin (18/9/2017). 

Daim yang tukang kayu itu menyebut, selepas hari raya Idul Adha putrinya itu sering kelihatan murung. Hal itulah yang menyebabkannya khawatir. 

“Sejak hari tersebut, ia sering kelihatan murung cenderung linglung, maka dari itu kami khawatir. Pernah ada tetangga yang melihatnya di Ngabul, tapi dikira sedang jalan-jalan maka tidak menegurnya,”  lanjutnya. 

Ia berharap, kepada siapa saja yang melihatnya agar memberi tahu petugas kepolisian setempat, atau langsung kepada dirinya. 

“Kami sudah lapor ke kantor polisi, dan berkeliling mencari, tapi masih nihil. Jika ada yang melihat, tolong kabari kami ke nomor saya 081285638183 atau ke petugas setempat,” ungkapnya. 

Adapun ciri-ciri dari Dian adalah, berkulit sawo matang, tinggi sekitar 165 cm dengan berat 60 kilogram dengan rambut hitam sebahu. Terakhir kali terlihat mengenakan kaus lengan panjang warna putih dan bercelana jins hitam. 

Editor: Supriyadi

Kekeringan, Polres Jepara Sumbang Air Bersih untuk Warga Kedung

Wakapolres Jepara Kompol Aan Hardiansyah saat memberikan bantuan air bersih bagi warga Kedung. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Polres Jepara memberi bantuan air bersih kepada warga Desa Kedung Malang dan Desa Kalianyar, Kecamatan Kedung, Kamis (14/9/2017). Pada kegiatan itu, dua tanki air dan satu water canon dikerahkan untuk membantu masyarakat di dua desa itu. 

Wakil Kepala Kepolisian Polres (Wakapolres) Jepara Kompol Aan Hardiansyah mengatakan, bantuan tersebut merupakan respon dari laporan yang diterima oleh Polsek Kedung. 

“Dari laporan itu, kita tindak lanjuti dengan menginrimkan bantuan air kepada warga,” katanya. 

Ia mengatakan, pemberian air bersih akan dilakukan secara bertahap dan bergilir ke desa-desa lain. 

Sementara itu, Camat Kedung Sisnanto Rusli menyebut, ada empat desa yang mengalami kesulitan air bersih karena kemarau. Selain Kedung Malang dan Kalianyar adapula desa Panggung dan Desa Surodadi. 

“Pada beberapa desa seperti Kalianyar sudah tersambung pipa PDAM namun alirannya tidak lancar. Beberapa sumur warga juga ada yang mengering,” tuturnya. 

Petinggi Desa Kalianyar Nor Khafid mengatakan, ada sekitar 500 warga yang terimbas krisis air bersih. Adapun kondisi tersebut sudah terjadi sekitar sebulan terakhir. 

Editor: Supriyadi

Ini 2 Kunci Motor yang Bikin Maling Ogah Beraksi  Meski di Tempat Sepi

Pelaku pencurian sepeda motor saat diamankan Polres Jepara, Sabtu (19/8/2017). Mereka dibekuk dalam Operasi Jaran Candi 2017. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Kita tentu tidak mau kendaraan bermotor yang kita punyai menjadi incaran maling. Lalu apa yang harus kita lakukan agar pencuri tak mendekati motor kesayangan kita?

Setidaknya ada dua cara yang bisa dilakukan untuk mengamankannya. “Pertama jangan lupa pasang pengaman (magnetic) kunci, lalu pasang kunci cakram,” kata Mohammad Ardiyan alias Kethek pelaku pencurian motor, saat press rilis di Mapolres Jepara beberapa saat lalu. 

Jika ada dua kunci itu, lanjut Kethek, ia ogah beraksi meski motor berada di tempat sepi. Selain waktu yang cukup lama, kemungkinan gagal akan semakin besar.

Hanya saja, jika kedua kunci tersebut tak terpasang, ia cuma butuh waktu 15 detik untuk membobol kunci motor. “Ya kalau ada kunci ganda agak kesulitan kalau begitu pak. Kalau biasa hanya itungan detik,” kata kethek menjawab pertanyaan Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adi Nugroho. 

Residivis kasus pencurian itu menambahkan, motor yang kerapkali menjadi incaran adalah Honda Scoopy, Vario dan Suzuki Satria. Hal itu karena varian tersebut masih laku dipasaran.

“Kalau matic Rp 2,5 juta kalau Satria Rp 3 juta, motor-motor itu memang masih laku di pasaran,” kata Warga Desa Wedelan, Bangsri itu

Kepada polisi ia mengaku sudah beberapa kali melakukan pencurian kendaraan roda dua. Atas perbuatannya itu, ia terancam mendekam di penjara diatas lima tahun. 

Editor: Supriyadi

Tergiur Untung Rp 5 Juta per Pekan, Warga Jepara Ini Pilih Edarkan Sabu

Kasat Narkoba Polres Jepara AKP Hendro Asriyanto menunjukan barang bukti yang disita dari tersangka Tekek dan Papua di Mapolres Jepara, Jumat (18/8/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Akhmad Julianto (20) alias Tekek pilih berjualan narkoba ketimbang melakoni usaha sebagai perajin monel. Bagaimana tidak, dari bisnis haram yang dijalankan bersama komplotannya Rizki Busro alias Papua, ia bisa mengantongi keuntungan 10 kali lipat, dari penghasilan jual beli monel.

“Saya biasanya sebagai buruh pembuat monel. Biasanya seminggu saya dapat mengumpulkan paling banyak Rp 500 ribu. Namun kalau berjualan sabu-sabu maksimal saya bisa dapat Rp 5 juta seminggu,” ujarnya, didepan pewarta, Jumat (18/8/2017). 

Ia mengaku, bisnis haram tersebut selama tiga bulan terakhir. Namun sebelumnya, Tekek telah menjadi pecandu bubuk kristal tersebut sejak lama. 

“Awalnya saya pakai sabu-sabu dulu. Yang mengenalkan kakak saya yang kini dipenjara di Kedungpane Semarang. Setelah kakak saya ditangkap pada April 2016, kemudian saya menerima perintah dari dia untuk mengedarkan barang tersebut,” tambahnya. 

Baca Juga: Polres Jepara Bekuk Pengedar dan Kurir Sabu

Kepada pewarta MuriaNewsCom, ia mengaku sudah memiliki istri dan seorang anak. Namun, Tekek merahasiakan bisnis haramnya itu kepada famili terdekatnya. 

Diberitakan sebelumya, Tekek ditangkap  Sat res Narkoba, Polres Jepara, pada Jumat (11/8/2017) malam. Penangkapan warga Krasak, Pecangaan itu didahului dengan penangkapan komplotannya Rizki Busro alias Papua (20), yang juga warga Krasak, Pecangaan.

Keduanya terancam pidana kurungan selama 20 tahun penjara karena melanggar Mereka melanggar pasal 114 (1) subsider pasarl 112 (1) UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.  

Editor: Supriyadi

 

 

Polres Jepara Bekuk Pengedar dan Kurir Sabu


Tersangka Tekek menunjukan kepada Kapolres AKBP Yudianto Adi Nugroho bagaimana ia membagi-bagi paket sabu kedalam paket yang lebih kecil. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Akhmad Julianto alias Tekek dan komplotannya Rizki Busro alias Papua ditangkap Satres narkoba Polres Jepara. Mereka dikeler karena terbukti menjadi pengedar dan kurir narkotika jenis sabu-sabu. 

Kepada polisi Tekek mengaku mendapatkan perintah mengedarkan dari kakaknya yang kini meringkuk di lapas Kedungpane, Semarang. “Saya ditelpon kakak saya dari LP Kedungpane, untuk mengambil paket lalu membagi-baginya dan mengantarkan sesuai pesanan,” katanya, Jumat (18/7/2017). 

Setelah membagi-bagi paket yang didapatkan, ia lantas membaginya kedalam paket yang lebih kecil. Tekek mengaku, setiap gramnya ia beli dengan harga Rp 1 juta. Lalu dijualnya lagi denganharga Rp 1,5 juta dalam berat yang sama.

Ia mengatakan, kakaknya itu ditangkap oleh Polda Jateng pada April 2016, karena kasus narkoba. Namun, setelah meringkuk, Tekek mengatakan masih bisa berkoordinasi dengan saudaranya itu lewat telepon. 

Setelah membaginya dalam paket-paket kecil, lalu ia menyuruh Papua untuk mengantarkannya, berdasarkan pesanan lewat telepon genggam. Untuk mengupah kawannya itu, Tekek memberi uang Rp 50 ribu kepada Papua. 

“Kemarin itu sebelum ditangkap membeli 10 gram. Keuntungannya ya sekitar lima juta rupiah,” tambahnya. 

Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adi Nugroho mengatakan, tersangka Papua ditangkap saat berada di SPBU Sengon, Mayong. Saat  digeledah yang bersangkutan membawa bungkusan kecil sabu.

“Ketika dilakukan pengembangan, ternyata yang bersangkutan mendapatkan sabu-sabu dari Tekek. Kemudian penggeledahan di kediamannya, didapatkan barang bukti yang lebih banyak,” urainya.

Kapolres mengatakan, tersangka terancam hukuman minimal 20 tahun penjara. Mereka melanggar pasal 114 (1) subsider pasarl 112 (1) UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.  

Dari tangan tersangka didapatka bukti berupa paket-paket sabu, timbangan, pipet dan plastik klip, serta sepeda motor. 

Editor: Supriyadi

Ibu Pembuang Bayi di Jepara Diancam 15 Tahun Penjara 

Polisi memeriksa pelaku pembuangan bayi di Jepara yang ternyata ibu kandungnya sendiri. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Jepara – Pelaku pembuang bayi di Mayong Lor SN (40) terancam mendekam di penjara selama 15 tahun. Ibu empat anak ini terbukti melanggar UU tentang perlindungan anak  dan kini diamankan di Polres Jepara untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Kabag Humas Polres Jepara AKP Sarwo Edy Santosa mengatakan, yang bersangkutan melanggar pasal 80 junto 76 C ayat 2 UU RI no 35/2014 tentang perubahan UU RI 23/2002 tentang perlindungan anak. 

“Tersangka diringkus di rumahnya, semalam (Selasa, 8/8/2017). Hal itu dari informasi dan petunjuk yang dikumpulkan penyidik dan mengerucut kepada tersangka,” tuturnya, dalam konferensi pers, Rabu (9/8/2017). 

Dirinya menuturkan, tersangka bekerja sebagai pelinting di sebuah pabrik rokok, yang ada di Desa Brantak Sekarjati, Kecamatan Welahan.

“Kepada petugas tersangka menyebut alasannya untuk mengugurkan bayinya hanya karena sering diejek oleh teman sekerjanya. Ia kemudian menggugurkan dengan meminum soda yang dicampur dengan obat sakit kepala,” urainya. 

Baca Juga: Ibu di Jepara Ini Nekat Buang Bayinya yang Baru Lahir karena Malu Diejek

Baca Juga : Dengan Soda dan Obat Sakit Kepala, SN Gugurkan Kandunganya yang Berumur 7 Bulan

Sementara itu tersangka SN menyebut, selama masa awal kehamilan hingga usia tujuh bulan, ia menyembunyikannya dari suaminya. 

“Sampai tadi malam saya ditangkap, suami saya tidak tahu bahwa saya hamil. Ketika dihadapannya selalu saya tutupi dengan memakai pakaian longgar. Dan setiap kali dia tanya saya selalu menghindar,” jelas SN sambil tertunduk. 

Kini hanya penyesalan yang menggelora di hati ibu empat anak itu. Ia tak lagi berkumpul bersama suami dan keempat anaknya.  

Editor: Supriyadi

Dengan Soda dan Obat Sakit Kepala, SN Gugurkan Kandunganya yang Berumur 7 Bulan

SN (40), ibu yang nekat menggugurkan kandungannya dan tega membuang jasad bayinya dengan dibungkus kresek. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Pelaku pembuang bayi di Mayong Lor, Jepara, SN (40) terancam mendekam di penjara selama 15 tahun.

Kabag Humas Polres Jepara AKP Sarwo Edy Santosa mengatakan, yang bersangkutan melanggar pasal 80 junto 76 C ayat 2 UU RI no 35/2014 tentang perubahan UU RI 23/2002 tentang Perlindungan Anak.

“Tersangka diringkus di rumahnya, semalam (Selasa, 8/8/2017). Hal itu dari informasi dan petunjuk yang dikumpulkan penyidik dan mengerucut kepada tersangka,” tuturnya, dalam konferensi pers, Rabu (9/8/2017).

Dirinya menuturkan, tersangka bekerja sebagai pelinting di sebuah pabrik rokok, yang ada di Desa Brantak Sekarjati, Kecamatan Welahan.

“Kepada petugas tersangka menyebut alasannya untuk mengugurkan bayinya hanya karena sering diejek oleh teman sekerjanya. Ia kemudian menggugurkan dengan meminum soda yang dicampur dengan obat sakit kepala,” urainya.

Sementara itu tersangka SN menyebut, selama masa awal kehamilan hingga usia tujuh bulan, ia menyembunyikannya dari suaminya.

“Sampai tadi malam saya ditangkap, suami saya tidak tahu bahwa saya hamil. Ketika di hadapannya selalu saya tutupi dengan memakai pakaian longgar. Dan setiap kali dia tanya saya selalu menghindar,” jelas SN sambil tertunduk.

Kini hanya penyesalan yang menggelora di hati ibu empat anak itu. Ia tak lagi berkumpul bersama suami dan keempat anaknya.

Baca juga : Ibu di Jepara Ini Nekat Buang Bayinya yang Baru Lahir karena Malu Diejek

Ia mengakui meminum soda yang dicampur dengan obat sakit kepala Minggu (16/7/2017), untuk mengugurkan anak kelimanya yang masih dalam kandungan tersebut. Saat digugurkan, SN mengaku umur jabang bayi sudah mencapai 7 bulan.

Lalu, pada Senin (17/7/2017) ia merasakan mulas hebat. Begitu buang air, si jabang bayi juga ikut keluar. Saat diteliti, SN mengklaim bayi telah meninggal dunia.

“Saya minum soda dicampur obat sakit kepala sehari tiga kali. Lalu keesokan harinya saya mulas dan bayi keluar. Saat itu bayinya sudah tidak bernapas, lalu saya bungkus dengan pakaian saya dan saya wadahi lagi dengan plastik dan saya taruh di dalam baskom plastik kemudian disembunyikan di dalam rumah,” urai dia. 

Lalu pada hari Selasa (18/7/2017) malam, yang bersangkutan kemudian berniat membuang jasad anaknya. Ia kemudian memasukan plastik berisi mayat bayi ke dalam sebuah tas belanja dan mengajak anaknya yang paling kecil (2 tahun) untuk ikut menutupi bungkusan itu.

Editor : Ali Muntoha