Puluhan Anggota Karang Taruna di Grobogan Dibekali Cara Bijak Gunakan Medsos

MuriaNewsCom, Grobogan – Para anggota karang taruna di Grobogan diharapkan agar bisa bersikap bijak dalam memanfaatkan media sosial dan mewaspadai adanya berita bohong atau hoax. Hal itu disampaikan Paur Humas Polres Grobogan Aiptu Teddy Hernomo dihadapan puluhan anggota karang taruda dalam acara sosialisasi anti berita hoax di aula Mapolres, Kamis (22/3/2018).

“Seperti kita ketahui, medsos ini sudah digunakan oleh berbagai kalangan. Mulai anak-anak sampai orang tua sudah akrab dengan dunia medsos. Termasuk di dalamnya adalah adik-adik dari karang taruna ini. Untuk itu perlu dilakukan berbagai pemahaman supaya bisa menggunakan medsos dengan bijak,” katanya.

Menurut Teddy, hadirnya medos disatu sisi memang banyak sekali manfaatnya. Seperti menambah teman, memperluas jaringan, dan mencari berbagai informasi.

Namun, disisi lain, banyak pula hal-hal negatif yang ada dibalik medsos tersebut. Misalnya, banyak berita tidak benar atau hoax yang sering muncul dalam medsos.

“Keberadaan medsos memang seperti dua mata pisau. Banyak manfaat dan juga ada dampak negatifnya. Hal inilah yang harus jadi perhatian kita bersama,” jelasnya.

Untuk menekan dampak negatif, salah satu hal yang perlu dilakukan adalah memberikan pemahaman tentang keberadaan media sosial tersebut. Termasuk peraturan perundangan yang mengatur masalah tersebut.

Kemudian, hal-hal yang perlu dihindari dalam penggunaan media sosial juga perlu disampaikan. Misalnya, hati-hati berteman dengan akun atau grup yang tidak dikenal, menampilkan konten yang tidak sesuai dengan etika, dan menghujat seseorang.

Selain itu, butuh pula dukungan pengawasan terhadap aktivitas yang dilakukan adik, teman atau saudara saat menggunakan fasilitas internet. Baik lewat komputer, laptop atau smartphone.

Sementara itu, Kasat Binmas Polres Grobogan AKP Wibowo menyatakan, sosialisasi anti berita hoax sudah dilakukan sejak beberapa waktu lalu pada berbagai kalangan. Kali ini, sasaran sosialisasi ditujukan pada para pemuda yang nantinya akan jadi mitra Kamtibmas Polres Grobogan.

“Seiring perkembangan zaman dan teknologi, para pemuda dan dapat menyikapinya dengan memanfaatkan fasilitas tersebut kepada hal-hal yang bermanfaat. Penggunaan media sosial perlu dilakukan secara bijak dan tidak menyebarkan berita-berita yang tidak benar atau hoax yang dapat mengakibatkan terjadinya gangguan kamtibmas,” ujarnya.

Editor: Supriyadi

Gagalkan Tindak Pencurian, Anggota Babinsa di Grobogan ini Diberi Penghargaan Kapolres

MuriaNewsCom, GroboganSerka Nurfaizin, seorang Babinsa yang bertugas di Koramil Penawangan menerima penghargaan dari Kapolres Grobogan AKPB Satria Rizkiano. Penghargaan diberikan atas keberhasilan Nurfaizin dalam menggagalkan tindak pencurian di sebuah bengkel motor di Desa Ngeluk, Kecamatan Penawangan, beberapa waktu lalu.

Peghargaan tersebut diserahkan Wakapolres Grobogan Kompol I Wayan Tudy Subawa, Senin (18/3/2018). Pemberian reward dilakukan usai upacara di halaman Mapolres yang diikuti seluruh personil Polres Grobogan.

Selain Nurfaizin, ada empat orang lagi yang menerima penghargaan dengan prestasi berbeda. Yakni, Kadishub Grobogan Agung Sutanto atas kinerjanya membantu pihak kepolisian dalam upaya menciptakan kamseltibcarlantas melalui penyediaan sarana dan prasarana jalan.

Kemudian, Kapolsek Karangrayung AKP Sukardi yang berhasil menjalin kemitraan dengan masyarakat. Selanjutnya, Kanit Reskrim Polsek Klambu Aiptu Panca Nurwahudi atas prestasinya dalam penanganan kasus tindak pidana pemerasan dan pelanggaran Undang-Undang darurat RI Nomor 12 Tahun 1951 secara cepat dan tuntas.

Satu lagi adalah anggota Bag Ren Polres Grobogan Brigpol Wawan Ivo Mahendra atas kinerjanya membawa Polres Grobogan meraih peringkat pertama terbaik pengelolaan keuangan tingkat Satker KPPN Purwodadi TA 2017.

Dalam sambutannya, Wakapolres menegaskan, untuk menjaga situasi wilayah aman dan kondusif tidak hanya tertumpu pada bhabinkamtibmas, tapi juga seluruh anggota kepolisian dan semua komponen masyarakat. Termasuk dengan jajaran TNI dan instansi lainnya.

“Pada intinya kita sama-sama menjaga situasi kamtibmas. Selaku aparat, kita juga harus benar-benar bisa memberikan kepercayaan kepada masyarakat,” cetusnya.

Editor: Supriyadi

Operasi Keselamatan Candi 2018 di Grobogan Akan Digelar Hingga Pedesaan

MuriaNewsCom, Grobogan – Polres Grobogan bakal menggelar Operasi Keselamatan Candi tahun 2018 selama tiga pekan ke depan. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, operasi kali ini tak akan dipusatkan di kota, melainkan juga di tingkat kecamatan ataupun pedesaan yang menjadi wilayah polsek.

Hal itu ditegaskan Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Panji Gedhe Prabawa usai mengikuti apel gelar pasukan Operasi Keselamatan Candi 2018 di halaman mapolres, Senin (5/3/2018).

”Pelaksanaan Operasi Patuh Candi 2018 ini tidak hanya kita lakukan di wilayah kota saja. Tetapi, kita akan tempatkan juga personil lantas untuk melangsungkan kegiatan di wilayah polsek,” jelasnya.

Menurutnya, Pelaksanaan Operasi Keselamatan Candi 2018 diselengarakan secara serentak di seluruh Indonesia. Dalam kegiatan nanti, petugas kepolisian bakal mengedepankan penindakan berupa tilang bagi pengendara yang melanggar.

Untuk itu, pihaknya mengimbau kepada seluruh pengendara kendaraan bermotor agar patuh terhadap aturan lalu lintas. Terutama terkait kelengkapan surat-surat berkendara seperti surat izin mengemudi (SIM) dan surat tanda nomor kendaraan (STNK).

Terkait adanya operasi ini, Panji menyatakan, jauh-jauh hari sebelumnya, pihaknya sudah menyampaikan sosialisasi pada masyarakat. Yakni, terkait bakal adanya pelaksanaan Operasi Patuh Candi 2018 tersebut.

”Sebelumnya, kita sudah sosialisasikan akan adanya pelaksanaan Operasi Keselamatan Candi 2016 pada berbagai elemen masyarakat. Selain di tempat keramaian, kita juga menggelar sosialisasi pada komunitas yang ada disini,” imbuhnya.

Panji menambahkan, tujuan kegiatan ini adalah terwujudnya keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran (Kamseltibcar) lalu lintas. Selain itu, melalui kegiatan itu diharapkan akan bisa menurunkan angka kecelakaan dan pelanggaran serta meningkatkan kedisiplinan masyarakat, khususnya dalam berlalulintas.

Sebelumnya, Wakapolres Grobogan Kompol I Wayan Tudy Subawa mengatakan, lalu lintas merupakan urat nadi perekonomian suatu negara. Pemeliharaan keamanan, keselamatan, dan kelancaran lalu lintas dinilai sangat penting dalam menunjang kehidupan berbangsa dan bernegara.

”Keamanan, keselamatan dan kelancaran lalu lintas merupakan cermin keberhasilan dalam pembangunan peradaban modern,” ujarnya.

Terkait dengan kondisi itu, polisi lalu lintas dan pemangku terkait, bertanggung jawab meningkatkan kesadaran, kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas. Sehingga dirasa perlu untuk menggelar operasi kepolisian di bidang lalu lintas untuk mewujudkan negara yang tertib.

Editor: Supriyadi

Polres Grobogan dan Tokoh Agama Satukan Persepsi dalam Jaga Kamtibmas

MuriaNewsCom, GroboganAcara Focus Group Discussion (FGD) digelar Polres Grobogan dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) setempat, Selasa (27/2/2018). Tema utama dalam FGD tersebut ada;ah membahas persoalan kamtibmas, dan menciptakan toleransi antar-umat beragama.

”Kita mengundang para pemuka agama mendiskusikan toleransi antar-umat beragama. Selain itu, kita ingin menyatukan persepsi dalam menjaga Kamtibmas,” kata Wakapolres  Grobogan Kompol I Wayan Tudy Subawa usai membuka acara FGD.

Forum diskusi dengan FKUB merupakan saluran komunikasi antar-para pemuka agama sekaligus menyatukan pandangan guna mengantisipasi munculnya gangguan keamanan yang berkaitan dengan isu suku, agama, dan ras (sara).

”Kita ingin kerukunan antar-umat beragama di wilayah hukum Polres Grobogan tetap terjaga dengan baik tanpa adanya gangguan serta provokasi dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” katanya.

Dengan adanya FGD itu, diharapkan dapat meredam sekaligus mendeteksi munculnya potensi konflik antar umat beragama, karena sejatinya para pemuka agama akan menyampaikan ajakan dan pesan damai kepada masing-masing umatnya.

Ia juga mengajak para pemuka agama yang tergabung dalam forum diskusi FKUB terkait penyelenggaraan Pilkada serentak 27 Juni 2018 untuk secara bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, dan kerukunan di tengah masyarakat.

”Dengan semakin dekatnya waktu penyelenggaraan Pilkada kita meminta kepada seluruh umat beragama untuk ikut menciptakan keamanan karena keamanan merupakan kebutuhan kita bersama,” katanya.

Editor: Supriyadi

Gelar Razia, Polisi di Grobogan Kaget Ada Pengendara Bawa Belasan Ciu

MuriaNewsCom, Grobogan – Pelaksanan razia lalu lintas rutin yang dilakukan aparat Polres Grobogan sempat diwarnai kehebohan, Senin (19/2/2018). Hal ini menyusul adanya seorang pengendara motor yang kedapatan mengangkut belasan botol plastik berisi miras jenis ciu. Razia itu digelar di halaman kantor Dinas Perhubungan Grobogan di jalan raya Purwodadi-Solo km 6.

Awalnya, petugas tidak mengira jika pria pengendara motor ini membawa miras. Namun, kecurigaan muncul setelah petugas mengamati barang bawaan yang dimasukkan dalam dua kardus dan diikat di atas jok motor.

“Kami curiga karena sempat mencium bau miras. Setelah kita buka, dalam kardus ternyata isinya miras. Jumlahnya ada 18 botol,” kata Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Panji Gedhe Prabawa.

Pengendara yang membawa miras merupakan warga Kudus. Berdasarkan keterangannya, belasan miras tersebut baru dibeli dari Solo dan rencananya akan dibawa pulang ke Kudus.

“Pengendara dan puluhan botol miras ini selanjutnya kami serahkan ke Polres untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” imbuhnya.

Panji menyatakan, razia di jalur Purwodadi-Solo memang diintensifkan. Hampir tiap hari dilakukan razia dilokasi tersebut. Tidak hanya sepeda motor, razia juga menyasar kendaraan roda empat atau lebih.

Editor : Supriyadi

Polisi dan Perusuh Pilkada Bentrok di Depan Kantor KPU Grobogan

MuriaNewsCom, GroboganSuasana mencekam terjadi pagi tadi di depan Kantor KPU Grobogan, Rabu (14/2/2018). Ratusan demonstran menggeruduk kantor penyelenggaran Pilkada.

Massa yang semula berunjuk rasa dengan tenang akhirnya berubah jadi beringas. Sejumlah kendaraan jadi sasaran kemarahan perusuh dan sebagian ada yang dibakar. Selain itu, ada pula perusuh yang menjarah barang di sekitar tempat unjuk rasa.

Ratusan polisi yang bersiaga di depan Kantor KPU Grobogan mencoba menenangkan massa. Meski demikian massa yang jumlahnya semakin banyak tidak mau diajak kompromi.

Akhirnya, petugas mulai bersikap lebih tegas. Tembakan peringatan dilepaskan aparat untuk menghalau perusuh agar tidak berbuat anarkis. Selain itu, mobil water cannon juga dikerahkan untuk meredam keberingasan para perusuh tersebut.

Karena tidak kunjung berhenti berbuat anarkis, petugas akhirnya terpaksa melakukan upaya lebih keras guna mencegah aksi yang lebih besar dari para pengunjuk rasa. Beberapa pengunjuk rasa terpaksa dilarikan ke rumah sakit karena mendapat luka-luka. Setelah jatuh korban, para pengujuk rasa akhirnya ketakutan dan membubarkan diri.

Serangkaian peristiwa yang terjadi tadi bukan merupakan kenyataan. Tetapi merupakan bagian dari apel gelar pasukan dan simulasi pengamanan Pilkada yang dilangsungkan di jalan raya depan Kantor Badan Kepegawaian Daerah hingga Masjid Baitul Makmur Purwodadi.

“Hari ini kita memang menggelar simulasi penanggulangan unjuk rasa anarkis dalam rangka sispamkota pengamanan Pilkada. Dalam pelaksanaan Pilkada nanti kita harapkan berlangsung aman dan lancar. Meski demikian, beragam langkah antisipasi mesti kita siapkan sejak awal,” ungkap Kapolres Grobogan AKBP Satria Rizkiano.

Editor: Supriyadi

Gara-gara Punya Nama Aneka Profil, Pemuda di Grobogan Ini Jadi Viral di Media Sosial

MuriaNewsCom, GroboganBeberapa waktu lalu, ada sejumlah orang yang jadi bahan perbincangan karena memiliki nama unik dan tidak lazim digunakan. Akhir-akhir ini, bahan pembicaraan dengan tema serupa kembali muncul di dunia maya.

Hal ini terjadi setelah ada seorang pemuda yang mengunggah SIM C miliknya melalui akun instagram dengan nama aankecild. Bahan pembicaraan terkait dengan nama yang tertera dalam SIM tersebut. Dalam kolom nama, tertulis jelas tulisan dalam huruf besar yang berbunyi ANEKA PROFIL.

Dalam waktu singkat, banyak komentar dari warganet. Terlebih setelah foto unggahan itu juga dibagikan dalam akun medsos lainnya, seperti facebook.

Sebagian besar warganet meragukan keaslian nama dalam SIM tersebut. Mereka menganggap nama dalam SIM seorang pemuda dari Desa Rejosari RT 02, RW 05, Kecamatan Kradenan itu hasil editan atau ada kesalahan penulisan.

”Wah, mosok sih namanya Aneka Profil. Pasti ini bukan nama asli. Soalnya, namanya kok aneh sekali,” kata beberapa warganet dalam kolom komentar di akun medsos itu.

Sejumlah warganet lainnya langsung menegaskan jika nama itu memang benar sesuai aslinya. Mereka yang berkomentar seperti ini adalah warga sekampung atau mantan teman sekolah pemuda yang mengunggah foto SIM nya itu.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Panji Gedhe Prabawa saat dikonfirmasi soal keaslian nama yang tertera dalam SIM tersebut sempat kaget. Dia meminta waktu sebentar untuk mengecek dalam database yang dimilki. Tidak lama kemudian, Panji sudah memberikan kabar.

”Sudah kita cek. Data dalam SIM itu semuanya benar, termasuk namanya. Memang pemilik bernama Aneka Profil. Saya malah baru tahu kalau ada orang punya nama unik ini,” katanya.

Editor: Supriyadi

Hindari Pemotor, 2 Mobil Boks di Grobogan Adu Banteng di Jalan Purwodadi-Blora

MuriaNewsCom, GroboganPeristiwa kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua mobil boks terjadi di jalan raya Purwodadi-Blora KM 8, Sabtu (3/2/2018). Kedua kendaraan boks yang melaju dari arah berlawan saling bertabrakan sekitar pukul 14.00 WIB. Lokasi kecelakaan masuk wilayah Desa Pojok, Kecamatan Tawangharjo.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Meski demikian, ada salah satu pengemudi mobil boks yang dilarikan ke rumah sakit karena kakinya terluka akibat tergencet bodi kendaraan.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, peristiwa itu bermula saat mobil boks dengan nomor polisi N 8690 TI yang melaju dari arah barat dengan kecepatan sedang. Sesampai di sekitar lokasi, ada pemotor yang melaju dengan kecepatan tinggi dan mencoba menyalip kendaraan warna kuning tersebut.

Pada saat bersamaan, ada mobil boks warna hijau dengan nomor polisi K 1842 CB melaju dari arah timur. Melihat ada motor yang nekat menyalip, sopir truk bernama Mukh Junet (28), warga Getasrejo, Kecamatan Grobogan mencoba mengerem untuk menghindari tabrakan dengan motor tersebut.

Upaya yang dilakukan sopir truk bermuatan air mineral itu memang membuahkan hasil. Namun, tindakan pengereman mendadak justru mengakibatkan posisi kendaraannya oleng ke arah kanan hingga melewati batas tengah jalan.

Salah satu mobil boks terperosok setelah adu banteng lantaran menghindari pemotor, Sabtu (3/2/2018). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kondisi inilah yang akhirnya menyebabkan mobil boks ini bertabrakan dengan mobil sejenis yang dikendarai Kasri (59), warga Kediri, Jatim. Sopir boks yang saat  itu tidak membawa muatan, sebenarnya sudah berupaya mengerem. Namun, jaraknya sudah terlalu dekat sehingga tabrakan tidak bisa dihindari.

Akibat tabrakan adu muka (adu banteng) ini, kedua kendaraan ringsek di bagian depan. Kerusakan mobil boks warna kuning lebih parah karena kendaraan ini sempat tercebur ke selokan di sebelah utara jalan raya.

Kanit Laka Satlantas Polres Grobogan Ipda Candra menyatakan, kecelakaan terjadi setelah kendaraan dari arah timur mengerem mendadak untuk menghindari tabrakan dengan pengendara motor tak dikenal yang mendahului mobil boks. Saat mengerem mendadak, kendaraan ini oleng akibat kondisi jalan yang licin.

”Saat kejadian, cuacanya sedang turun hujan sehingga kondisi jalan cukup licin. Jadi, saat mengerem mendadak, mobil boks dari arah timur sempat oleng ke kanan dan akhirnya bertabrakan dengan sesame kendaran boks dari arah berlawanan,” katanya.

Akibat kejadian itu, sopir truk yang bernama Kasri mengalami luka ringan dan sempat dilarikan ke Puskesmas Tawangharjo untuk mendapatkan pengobatan. Sedangkan, sopir truk yang lainnya kondisinya selamat dan tidak mengalami luka.

Editor: Supriyadi

Nyasar di Purwodadi, Ratusan Bonek dapat Bus Gratis Menuju Solo dari Satlantas Grobogan

MuriaNewsCom, Grobogan – Ratusan pendukung Persebaya yang dikenal dengan sebutan bonek nyasar di wilayah Grobogan, Sabtu (3/2/2018). Sedianya, pendukung fanatik Persebaya ini punya tujuan ke Stadion Manahan Solo untuk memberikan support buat tim kesayangannya yang akan berlaga hari ini.

Ratusan bonek sempat terlihat bergerombol di pinggir jalan raya Purwodadi-Solo, tepatnya di sekitar pertigaan Gendingan, Desa Depok, Kecamatan Toroh. Beberapa bonek terlihat sedang mencoba menghadang truk yang melaju ke arah Solo dengan maksud mau menumpang.

Tidak lama kemudian ada mobil patroli Satantas Polres Grobogan yang melintas di lokasi tersebut. Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Panji Gedhe Prabawa dan beberapa anggota yang kebetulan sedang berpatroli rutin, langsung berhenti begitu melihat ada ratusan bonek di lokasi tersebut.

Selanjutnya, Panji terlihat sempat berdialog dengan koordinator rombongan bonek dan memberikan nasehat. Setelah itu, ia pun memfasilitasi bonek agar bisa aman sampai di Solo. Caranya, dengan menaikkan bonek ke bus jurusan Purwodadi-Solo yang akan mengantarkan mereka ke kota tujuan.

Tindakan yang dilakukan Panji langsung disambut suka cita para bonek. Mereka pun mengucapkan terima kasih atas perhatian dan fasilitas kendaraan yang diberikan.

”Tidak usah menumpang truk. Nanti kita fasilitasi pakai bus menuju ke Solo,” kata Panji yang disambut tepuk tangan meriah ratusan bonek itu.

Menurut Panji, tindakan memberikan fasilitas pada bonek itu memang dilakukan guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Dengan langkah itu, diharapkan rombongan suproter bisa cepat sampai di kota tujuan dan bergabung dengan rekannya.

Editor: Supriyadi

Polres dan Masyarakat Grobogan Gelar Doa Bersama untuk Kesuksesan Pilkada 2018

MuriaNewsCom, GroboganMenyambut pelaksanaan Pilkada serentak 2018, Polres Grobogan menggelar acara pengajian dan doa bersama, Jumat (2/2/2018). Sejumlah pihak ikut dilibatkan dalam acara yang dilangsungkan di aula Jananuraga Mapolres Grobogan tersebut.

Antara lain, perwakilan FKPD, alim ulama, tokoh agama dan tokoh masyarakat, serta organisasi keagamaan se-Kabupaten Groboga, Ketua KPU Afrosin Arif dan Ketua Panwaslu Agus Purnama. Hadir pula, Pengasuh Pondok Pesantren Istianah Plangitan Kabupaten Pati KH Nurrohmat yang didaulat untuk mengisi pengajian dan memimpin doa bersama.

Wakapolres Grobogan I Wayan Tudy Subawa mengatakan, dalam waktu dekat, akan dilangsungkan Pilkada untuk memilih Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah. Dengan ajang pengajian dan doa bersama diharapkan bisa menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif sehingga pelaksanaan seluruh tahapan Pilkada bisa berjalan lancar.

”Melalui acara ini, kami memohon doa pada Tuhan YME agar selama pelaksanaan Pilgub 2018 nanti berjalan aman dan kondusif. Mulai dari pra pelaksanaan, saat pencoblosan, hingga paska Pilkada bisa berlangsung aman dan lancar,’” katanya.

Dalam kesempatan itu, I Wayan Tudy meminta pada tokoh agama, alim ulama, dan pengurus organisasi keagamaan di tiap-tiap kecamatan Kabupaten Grobogan untuk ikut menjaga lingkungannya agar tetap kondusif. Hal itu diperlukan supaya masyarakat bisa tenang dan tidak merasa was-was saat memberikan hak pilihnya.

Ketua KPU Grobogan Afrosin Arif meminta agar seluruh warga Grobogan yang memiliki hak pilih agar ikut menyukseskan Pilkada dengan datang ke TPS dan memberikan suaranya.

”Pelaksanaan Pilkada adalah kesempatan bagi semua warga untuk ikut menentukan pemimpin. Jadi, gunakan hak pilih Anda sebaik mungkin dalam Pilgub nanti,” ujarnya.

Sementara itu, KH Nurrohmat dalam tausiahnya mengingatkan pada masyarakat untuk tidak ikut emosi saat calon yang didukungnya mengalami kekalahan. Soalnya, kalah atau menang sudah jadi risiko dalam penyelenggaraan demokrasi.

“Saya minta jangan sampai ada pertengkaran dan pertikaian berkaitan dengan Pilkada. Jangan ikuti emosi, terutama saat muncul kampanye hitam,” ujarnya.

Agar tidak salah pilih, ia meminta agar masyarakat dapat mengenal calon yang didukungnya lebih dulu. Caranya, dengan mengetahui rekam jejaknya dan mencermati program-program yang ditawarkan.

“Hal ini penting dilakukan. Setelah mempelajari dan mengenal calon maka pilihlah dengan penuh keyakinan. Jangan terpancing dengan isu-isu negatif dan jangan terima politik uang, karena itu tidak dibolehkan,” imbunya.

Editor: Supriyadi

Konsumsi Sabu untuk Tambah Stamina, Sopir Truk di Grobogan Ditangkap Polisi

MuriaNewsCom, GroboganAparat Satresnarkoba Polres Grobogan berhasil membekuk pria bernama Pusdiyono, warga Desa Asemrudung, Kecamatan Geyer. Saat digeledah, polisi berhasil menemukan satu paket narkoba jenis sabu-sabu dalam saku pria yang beprofesi sebagai sopir truk antar kota tersebut.

”Barang bukti sabu yang kita amankan dari tersangka totalnya seberat 0,34 gram. Tersangka kita amankan pekan lalu,” kata Wakapolres Grobogan Kompol I Wayan Tudy Subawa saat jumpa pers, Rabu (31/1/2018).

Penangkapan sopir truk berusia 40 tahun itu dilakukan di tempat parkir RSUD Purwodadi, Rabu (24/1/2018) sekitar pukul 19.00 WIB. Beberapa jam sebelumnya, tersangka diketahui menitipkan motornya di tempat parkiran tersebut.

Setelah itu, tersangka keluar dari lokasi parkir untuk menemui seseorang yang diindikasikan sebagai pemasok narkoba. Usai mendapatkan barang, tersangka kemudian kembali lagi ke lokasi parkir RSUD untuk mengambil kendaraannya.

”Saat tersangka mau ambil motornya, langsung kita amankan. Sebelumnya, kami sudah dapat info bakal ada transaksi narkoba di lokasi parkiran itu. Kita masih mengembangkan penyelidikan mengenai pemasok barangnya,” imbuh Kasat Narkoba AKP Abdul Fatah.

Sopir truk tersebut mengaku sudah beberapa kali mengonsumsi sabu. Pemakaian sabu dilakukan untuk menambah stamina sehingga bisa mengemudikan kendaraan tanpa mengalami rasa lelah.

”Tersangka beralasan memakai sabu untuk menguatkan stamina. Tentu saja hal ini tidak dibenarkan. Justru orang yang mengonsumsi narkoba sangat berbahaya jika sedang mengemudi,” imbuh Fatah.

Editor: Supriyadi

Polres Grobogan Gagalkan Penggelapan Pupuk Bersubsidi, 2 Orang Diamankan

MuriaNewsCom, Grobogan – Polres Grobogan berhasil menggagalkan penggelapan pupuk bersubsidi, Senin (29/1/2018) sore. Hal itu menyusul diamankannya truk bernopol B 9091 EM yang terjaring razia di kawasan Simpanglima mulai pukul 16.00 WIB hingga menjelang magrib.

Selain truk, polisi juga mengamankan dua orang yang berada dalam kendaraan warna hijau tersebut. Masing-masing, sopir truk berinisial SR, warga Nganjuk, Jatim dan seorang pria inisial AI, warga Kecamatan Pamotan, Rembang.

Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Panji Gedhe Prabawa menyatakan, pelaksanaan razia di lakukan karena kondisi khusus. Yakni, menyusul adanya permintaan bantuan dari Polres Rembang terkait kasus dugaan penggelapan pupuk.

Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Panji Gedhe Prabawa dan jajarannya berhasil mengamankan truk berisi pupuk saat menggelar razia di kawasan bundaran Simpanglima Purwodadi, Senin (29/1/2018) sore. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

”Pupuk yang hendak digelapkan diangkut menggunakan truk dan diindikasikan melintasi wilayah Grobogan. Adanya permintaan tersebut, anggota Satlantas kemudian menggelar razia di kawasan Simpanglima untuk melakukan penghadangan. Saya sendiri yang memimpin razia,” jelasnya.

Tidak lama setelah razia digelar, truk yang dicurigai muncul dan akhirnya bisa dihentikan. Kemudian, anggota Satreskrim dari Polres Rembang dan Polres Grobogan yang ikut mendukung razia langsung mengamankan sopir dan seorang pria yang diduga sebagai pelaku penggelapan pupuk.

”Setelah kita amankan, truk dan dua orang pria tersebut langsung dibawa ke Polres Rembang,” sambung Panji.

Editor: Supriyadi

Pelaku Pengeroyokan Warga Menduran Hingga Tewas Ternyata Oknum TNI

MuriaNewsCom, GroboganPelaku penganiayaan yang menewaskan Anang Tri Hidayat (24), warga Desa Menduran, Kecamatan Brati di jalan MT Haryono, Purwodadi, Minggu (21/1/2018) dinihari kemarin berhasil ditangkap.

Total ada empat orang yang ditetapkan sebagai tersangka. Keempat tersangka ini berasal dari wilayah Kecamatan Toroh.

Dari empat tersangka, tiga di antaranya merupakan warga sipil. Masing-masing, berinisial DY (23), warga Desa Tambirejo; UP (23), warga Desa Tunggak, dan DA (25), warga Desa Pilangpayung.

Sedangkan, satu tersangka lagi diketahui merupakan anggota TNI yang berdinas di wilayah Pati, berinisial SM (36). Oknum aparat ini tercatat sebagai warga Desa Tambirejo.

”Sampai saat ini, ada empat orang yang kita tetapkan sebagai tersangka tindak penganiayaan yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang. Salah satunya memang oknum TNI dan penanganannya sudah kita koordinasikan dengan Kodim 0717 Purwodadi,” jelas Kapolres Grobogan AKBP Satria Rizkiano saat jumpa pers, Senin (22/1/2018).

Baca: Warga Menduran Grobogan Dikeroyok Penumpang X-Trail Hingga Tewas di Pinggir Jalan

Hadir pula dalam jumpa pers di Mapolres Grobogan tersebut, Dandim 0717 Purwodadi Letkol Arm Teguh Cahyadi. Tampak pula, Dansubdenpom IV/3-1 Blora Kapten Suwarno, Kabag Ops Polres Grobogan Kompol Sigit Ari Wibowo dan Kasat Reskrim AKP Maryoto.

Letkol Arm Teguh Cahyadi menegaskan, untuk penanganan oknum TNI sudah diserahkan sepenuhnya pada Sub Denpom Blora. ”Kita tunggu hasilnya bagaimana, sudah ditangani Subdenpom. Untuk oknum tersebut memang rumahnya di Grobogan,” katanya.

Para pelaku penganiayaan yang menewaskan warga Desa Menduran, Kecamatan Brati di jalan MT Haryono, Purwodadi dimintai keterangan saat gelar perkara di Mapolres Grobogan, Senin (22/1/2018). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Seperti diberitakan, kasus penganiayaan itu terjadi di sekitar jalan MT Haryono, Purwodadi, sekitar pukul 23.30 WIB. Dalam peristiwa itu ada satu koban jiwa yang diketahui bernama Anang Tri Hidayat (24), warga Desa Menduran, Kecamatan Brati. Lokasi kejadian berada di pertigaan yang mempertemukan jalan MT Haryono dengan jalan Kauman.

Sebelum kejadian, korban yang mengendarai motor berboncengan dengan temannya Hervi Ari (22) melaju dari arah selatan. Dalam waktu bersamaan, ada mobil yang terlihat membuntuti dan memepet sepeda motor tersebut.

Kedua kendaraan itu akhirnya berhenti di pertigaan jalan Kauman. Setelah itu, beberapa orang terlihat keluar dari mobil X-trail warna putih dan menghampiri pengendara motor.

Sempat terjadi pertikaian atau adu mulut diantara mereka. Hingga akhirnya, pertikaian itu berujung pada penganiayaan terhadap pengendara motor.

Peristiwa penganiayaan akhirnya berhenti setelah Hervi berhasil lolos dan lari ke arah selatan sambil berteriak minta tolong. Tindakan Hervi ini menyebabkan para penumpang mobil bergegas masuk ke dalam kendaraan dan kemudian pergi ke arah utara.

Melihat mobil sudah pergi, Hervi kemudian kembali lagi ke lokasi kejadian untuk menolong temannya bersama beberapa warga yang sudah berdatangan. Saat itu, kondisi Anang sudah terkulai di pinggir jalan dan banyak bercah darah ditubuhnya.

Tidak lama kemudian, ada mobil ambulans yang sudah tiba dilokasi untuk mengevakuasi korban ke rumah sakit. Namun, sebelum sempat mendapat penanganan medis lebih lanjut, korban diketahui sudah meninggal dunia.

Editor: Supriyadi

Gelar Razia, Polisi di Grobogan Kaget Ada Emak-emak jadi Sopir Truk

MuriaNewsCom, GroboganPelaksanaan razia dalam rangka Operasi Mandali digelar di wilayah Kecamatan Kradenan, Kamis (18/1/2018). Dalam kegiatan ini, sempat ada kejadian yang bikin kaget petugas.

Hal ini terjadi ketika salah satu petugas razia menghentikan sebuah truk warna kuning yang melaju dari arah timur guna memeriksa kelengkapan kendaraan. Setelah kendaraan dengan nomor polisi K 1306 MP berhenti, sopir truk langsung membuka kaca pintunya.

Saat itulah terlihat jelas kalau sopir truk itu ternyata seorang perempuan. Saat petugas mendekat, perempuan yang memakai kerudung warna pink itu langsung menyodorkan surat kelengkapan kendaraannya.

Saat diperiksa, semua surat kendaraannya ternyata lengkap. Bahkan, sopir perempuan ini juga punya SIM B1 yang sesuai dengan peruntukkannya. Dari data SIM diketahui, emak-emak berusia 38 yang jadi sopir truk itu bernama Suswati, warga Desa Tunggulrejo, Kecamatan Gabus.

”Ibu yang mengendarai truk tadi semua suratnya lengkap. Saya salut dan mengapresiasi ibu tadi. Surat kendaraannya lengkap, punya SIM dan pakai sabuk pengaman,” kata Kanit Turjawali Satlantas Polres Grobogan Ipda Afandi yang memimpin razia tersebut.

Menurutnya, kendaraan truk yang dikemudikan perempuan itu tidak membawa muatan. Rencananya, sopir akan mengambil barang di daerah Wirosari.

Afandi menambahkan, dalam razia tadi, pihaknya masih mendapati 155 pengendara yang terjaring pelanggaran. Terkait kondisi itu, ia mengimbau kepada seluruh  pengendara kendaraan bermotor agar patuh terhadap aturan lalu lintas. Terutama terkait kelengkapan surat-surat berkendara seperti surat izin mengemudi (SIM) dan surat tanda nomor kendaraan (STNK).

”Kegiatan ini kita lakukan sebagai upaya terwujudnya keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran (Kamseltibcar) lalu lintas,” katanya.

Editor: Supriyadi

Kasus Bunuh Diri Kian Marak di Grobogan, Begini Gerak Cepat Polisi

MuriaNewsCom, Grobogan  – Jajaran Polres Grobogan menaruh perhatian cukup serius dengan masalah sosial yang muncul di wilayahnya. Sebagai upaya penanganan, pihak Polres Grobogan mengadakan Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka pencegahan dan penanggulangan masalah-masalah sosial yang dilangsungkan di Rumah Kedelai Grobogan, Selasa (16/1/2018).

Rakor dipimpin Kabag Sumda Kompol Budi Yuwono. Hadir pula, Asisten II Pemkab Grobogan Ahmadi Widodo, Kepala Satpol PP Bambang Panji, psikiater RSUD Purwodadi Sutarno dan Kabid Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Sudarsi. Rakor juga dihadiri jajaran muspika se-kabupaten Grobogan.

Kompol Budi Yuwono menyatakan, akhir-akhir ini makin marak masalah sosial di berbagai daerah. Antara lain, banyaknya kasus bunuh diri, orang stress yang menyebabkan musibah pada orang lain.

”Masalah-masalah seperti itu perlu dapat perhatian serius. Kita harapkan, masalah sosial itu bisa ditekan bahkan kalau perlu jangan sampai terjadi lagi,” tegasnya.

Untuk menanggulangi masalah sosial, bukan pekerjaan mudah. Pihak kepolisian tidak bisa menangani masalah tersebut sendirian. Namun, butuh dukungan dari berbagai komponen masyarakat untuk bersama-sama mencegah dan menanggulangi masalah sosial tersebut.

”Hal ini hendaknya jadi perhatian bersama. Mari kita saling bahu membahu untuk menangani masalah sosial ini. Penyebab masalah sosial ini cukup banyak sehingga harus melibatkan berbagai komponen masyarakat untuk mengatasi,” sambungnya.

Asisten II Achmadi Widodo mengapresiasi kegiatan yang diprakarsai Polres Grobogan. ”Saya mengapresiasi adanya rakor ini. Kita harapkan, dari rakor ini bisa mendatangkan manfaat dan semangat bagi semua untuk lebih peduli pada masalah sosial,” jelasnya.

Editor: Supriyadi

Antisipasi Kerusuhan Pilgub, Pasukan Dalmas Polres Grobogan Digembleng

MuriaNewsCom, Grobogan – Meski pelaksanaan Pilgub 2018 masih bulan Juni mendatang, namun pihak Polres Grobogan sudah melakukan persiapan sejak dini untuk mengamankan perhelatan pesta demokrasi tersebut. Salah satunya adalah menyiapkan pelatihan bagi pasukan pengendalian massa (Dalmas) guna mengantisipasi kemungkinan munculnya kerusuhan pada Pilgub nanti.

Personel yang tergabung dalam pasukan ini berasal dari Satuan Sabhara dan Polsek jajaran. Pelaksanaan latihan di Mapolres dipimpin langsung Kasat Sabhara AKP Lamsir, Sabtu (13/1/2017).

”Dalam Pilgub mendatang kami tidak mau kecolongan. Oleh sebab itu, kami mulai menggembleng satuan pengendalian massa (dalmas) dalam hal penjagaan dan mengantisipasi kerusuhan,” ungkap Kabagops Kompol Sigit Ari Wibowo yang ikut memantau pelatihan tersebut.

Ia menyatakan, serangkaian pelatihan buat pasukan dalmas ini selama ini rutin dilakukan. Namun, menjelang Pilgub, latihannya ditingkatkan. Latihan mengendalikan massa (dalmas) dalam ikatan peleton perlu dilakukan agar anggota paham dan tidak ragu-ragu lagi menghadapi massa.

Ditambahkan, pelatihan ini lebih ditekankan pada teknis pengendalian massa dalam berbagai metode. Termasuk pelatihan formasi dalmas dan cara penggunaan alat pendukung dengan tepat.

Selain meningkatkan kemampuan dan ketrrampilan individual, pelatihan juga bertujuan untuk membangun kerjasama yang kompak di jajaran peleton dalmas. Diharapkan melalui pelatihan ini, semua personil mampu melaksanakan tugas sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP).

Editor: Supriyadi

Polisi Pastikan Tak Ada Korban Jiwa dalam Kecelakaan Karambol di Jalan Purwodadi Blora

MuriaNewsCom, Grobogan – Polres Grobogan memastikan taka da korban jiwa dalam kecelakaan karambol yang melibatkan lima kendaraan di jalan raya Purwodadi-Blora, tepatnya di depan TPK Sambirejo, Kecamatan Wirosari, Senin (8/1/2018).

Kanit Laka Polres Grobogan Ipda Candra menyatakan, dalam kecelakaan tersebut tak ada korban jiwa. Hanya ada dua orang luka, yakni, pengendara motor Vixion Adi Wicahyanto dan istrinya Umi Narsih.

”Korban kita antarkan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan. Untuk pengemudi dan penumpang mobil tidak ada yang terluka,” katanya.

Baca: 5 Kendaraan Alami Kecelakaan Karambol Di Jalan Purwodadi-Blora

Sebelumnya, kecelakaan karambol tersebut terjadi sekitar pukul 08.00 WIB. Kejadian bermula saat mobil Isuzu Panther bernopol L 1434 MM yang dikemudikan Ardiansyah Emanuel, warga Surabaya melaju dari arah timur dengan kecepatan cukup tinggi.

Sesampai di lokasi, kendaraan sempat turun dari bahu jalan. Selanjutnya, sang sopir berupaya menaikkan lagi kendaraannya ke keluar dari bahu jalan.

Baca: Begini Kronologi Kecelakaan Karambol Lima Kendaraan Di Jalan Purwodadi-Blora

Hal ini menyebabkan kendaraanya oleh terlalu kekanan dan menabrak sepeda motor vixion yang dikendarai Adi Wicahyo, warga Ngaliyan, Semarang yang melaju dari arah berlawanan.

Setelah itu, kendaraan berturut-turut menabrak Daihatsu Grand Max nopol H 9573 WG, dan Suzuki Ertiga B 2668 SFT yang berjalan beriringan dibelakang sepeda motor.

Akibat kejadian ini, kendaraan Grand Max sempat terguling dan menimpa sepeda motor Mio yang diparkir di depan sebuah warung diutara jalan raya.

Meski sudah menabrak tiga kendaraan, mobil panther masih tetap melaju dan akhirnya berhenti setelah menabrak pagar TPK Sambirejo.

Editor: Supriyadi

Sambut Pilgub 2018, Polres Grobogan Gelar Apel Pasukan Mantap Praja Candi

MuriaNewsCom, GroboganPelaksanaan Pigub Jateng 2018 masih digelar beberapa bulan lagi. Meski demikian, persiapan untuk menyukseskan penyelenggaraan pesta demokrasi tersebut sudah mulai dilangsungkan jauh hari sebelumnya.

Salah satunya bisa dilihat dengan adanya kegiatan apel gelar pasukan untuk pelaksanaan operasi Mantap Praja Candi 2018 di Mapolres Grobogan, Jumat (5/1/2018).

Apel gelar pasukan dipimpin langsung Kapolres Grobogan AKBP Satria Rizkiano. Hadir pula dalam kesempatan ini, jajaran FKPD Kabupaten Grobogan, penyelenggaran Pemilu, tokoh agama, tokoh masyarakat serta para ketua partai politik. Apel juga diikuti personil dari TNI, Satpol PP dan Dishub.

Kapolres menyatakan, apel tersebut dilakukan untuk mengetahui sejauh mana kesiapan seluruh satuan, personel dan peralatan dalam pelaksanaan operasi Mantap Praja 2018.

Apel tersebut merupakan representasi dari kesiapan terhadap tanggung jawab dan kepercayaan yang diberikan oleh negara dan seluruh masyarakat Jawa Tengah. Yakni, untuk menjamin keamanan, ketertiban dan kelancaran, demi suksesnya penyelenggaraan Pilgub tahun 2018.

Terkait dengan pelaksanaan Pilgub mendatang, Kapolres menekankan kepada anggotanya untuk menjaga netralitas. Semua personil juga diminta melakukan kerja sama yang harmonis dengan seluruh penyelenggara pemilu, unsur TNI, dan segenap komponen masyarakat.

”Kepercayaan ini haruslah kita jawab dengan kesungguhan dan keikhlasan hati. Langkahnya dengan mewujudkan keseriusan dalam pelaksanaan tugas pengamanan, sehingga rasa aman yang menjadi dambaan seluruh warga masyarakat betul – betul bisa kita wujudkan,” tegas kapolres.

Editor: Supriyadi

Keren, Anggota Polres Grobogan ini Ternyata Juara Binaraga, Ini Sosoknya

Anggota Satsabhara Polres Grobogan Eko Suryono memamerkan otonya yang kekar. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Sampai saat ini, banyak orang belum tahu jika di Grobogan ternyata punya atlit binaraga cukup handal. Namanya, Eko Suryono (37) yang berprofesi sebagai anggota Polri. Saat ini, polisi berpangkat Bripka yang punya bodi seperti Ade Rai tersebut bertugas di Satuan Sabhara Polres Grobogan.

“Saya mulai kenal binaraga tahun 2010. Kalau mulai ikut pertandingan sekitar tahun 2012 di even Piala Walikota Semarang. Saat itu, saya dapat juara empat kontes body fit,” jelas Eko, Rabu (26/12/2017).

Setelah itu makin banyak even yang diikuti dengan sederet prestasi. Antara lain, pada tahun 2013 jadi juara IV Binaraga Open Nasional di Boyolali dan juara III Piala DanPaspampres di Jakarta. Kemudian juara III Liga PABBSI Jateng (2014) dan juara II seleksi Pra PON di Semarang (2015).

Terbaru, Eko berhasil meraih juara I dalam Kejurprov Jateng di Semarang belum lama ini. Dengen keberhasilan ini, ia akan menjadi bagian kontingen Grobogan dalam Porprov 2018 mendatang di Surakarta. Selama ini, Eko biasa bertanding dikelas 85 kg dan 85+ atau diatas 85 kg.

“Tahun 2013 saya juga ikut Porprov di Banyumas. Tetapi belum dapat prestasi karena masih junior waktu itu. Kalau di Porprov 2018, saya berupaya menyumbang medali buat kontingen Grobogan,” cetusnya.

Eko Suryono saat menjadu juara I dalam Kejurprov Jateng di Semarang belum lama ini. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Sebelum menekuni binaraga, Eko lebih dulu bergelut dalam olahraga beladiri karate. Semasa masih duduk di SMAN 1 Grobogan, Eko pernah meraih prestasi saat mengikuti kejuaraan Karate Cepu Migas Cup.

Eko tercatat baru bertugas di Polres Grobogan sejak tahun 2012. Saat diterima jadi anggota Polri tahun 2000, ia langsung ditugaskan di Polda Jambi pada divisi Provost. Kemudian, ia juga pernah dapat tugas sebagai ajudan kapolda, dan Ditlantas bagian reg iden.

Perkenalan dengan binaraga terjadi saat masih tugas di Jambi, sekitar tahun 2010. Ceritanya, saat itu, Eko sempat mengalami masalah kolesterol yang menyebabkan lutut dan persendiannya terasa nyeri. Oleh temannya, ia disarankan untuk fitness.

“Saran itu kemudian saya ikuti. Setelah ikut fitnes jadi sehat. Akhirnya, saya jadi ketagihan dan menekuni fitnes hingga akhirnya jadi atlit binaraga sampai sekarang,” katanya.

Untuk menjadi alit binaraga ternyata tidak mudah. Butuh latihan tekun dan serius untuk membentuk otot. Selain itu, pola makan juga harus mendapat perhatian serius. Terutama, beberapa bulan menjelang ikut pertandingan.

Eko Suryono saat menerima penghargaan dari Kapolres Grobogan AKBP Satria Rizkiano belum lama ini . (MuriaNewsCom/Dani Agus)

“Menu makanan berpengaruh pada kondisi badan. Tidak bisa makan sembarangan,” cetusnya.

Prestasi yang diraih Eko selama ini, ternyata juga mendapat dukungan dari atasannya. Bahkan, beberapa hari lalu, Eko menerima penghargaan dari Kapolres Grobogan AKBP Satria Rizkiano. Selain Eko, ada dua polisi pria, satu polwan dan satu PNS yang menerima penghargaan dari kapolres.

Disamping atasan, dukungan penuh juga diberikan istrinya Musdhalifah. Bahkan, wujud dukungan sang istri ini boleh dibilang luar biasa. Soalnya, Musdhalifah bahkan sampai membuka usaha berupa tempat latihan fitness atau gym.

“Sebelumnya, istri juga punya usaha salon kecantikan dan sejak beberapa bulan lalu buka usaha gym. Jadi, sekarang saya latihannya ditempat usaha istri,” ujarnya sembari tertawa.

Editor: Supriyadi

Kasat Lantas Grobogan Langsung Cek Lokasi Jalan Licin Tertutup Lumpur saat Hujan, Ini Hasilnya

 

Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Panji Gedhe Prabawa (kanan) saat mengecek lokasi jalan membahayakan di jalur Kuwu-Sragen KM 11,5 bersama pegawai Dinas Bina Marga Provinsi Jateng dan Perhutani. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, GroboganKasat Lantas Polres Grobogan AKP Panji Gedhe Prabawa menyatakan, pihaknya sudah mendapat masukan dari masyarakat terkait kondisi jalan membahayakan saat hujan di jalur Kuwu-Sragen KM 11,5 tersebut. Terkait informasi itu, ia dan beberapa anggotanya langsung mengecek ke lokasi.

“Begitu dapat inbox dari warga, langsung kita tindaklanjuti. Kami dan pegawai dari Dinas Bina Marga Provinsi Jateng dan Perhutani sudah cek lapangan kemarin,” kata Panji, Rabu (20/12/2017).

Menurut Panji, dari hasil pengecekan lapangan, kondisi jalan yang tertutup lumpur saat hujan disebabkan posisi jalan memang lebih rendah. Sebenarnya, dipinggir jalan sudah ada parit tetapi ukurannya cukup kecil sehingga tidak mampu menampung air hujan. Akibatnya, air hujan yang bercampur lumpur akhirnya meluber ke ruas jalan.

Baca: Hati-Hati Tergelincir saat Melintas di Jalur Kuwu-Sragen, Ada Ruas Jalan Licin Tertutup Lumpur

Dari instansi terkait, juga sudah melakukan upaya sementara untuk mencegah masuknya lumpur ke jalan raya. Yakni, membuat gundukan tanah sebagai tanggul kecil untuk menghambat masuknya luapan lumpur ke jalan.

“Namun, gundukan tanah itu rusak karena diduga ada yang mencangkulnya. Secepatnya, dinas terkait akan melakukan penanganan lebih lanjut agar ruas jalan raya itu bisa aman dari luapan lumpur. Kami minta pada pengendara agar berhati-hati ketika melintasi ruas tersebut terutama saat hujan,” jelasnya.

Editor: Supriyadi

Gelar Razia, Aparat Polres Grobogan Berhasil Amankan Ratusan Botol Miras

Polisi sedang mengamankan miras saat melangsungkan razia di wilayah Kecamatan Godong, Tegowanu dan Gubug, Rabu (13/12/2017) malam hingga Kamis (14/12/2017) dini hari. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Untuk kesekian kalinya, aparat Polres Grobogan kembali mengamankan ratusan botol berisi miras. Kali ini, peredaran miras berbagai jenis itu ditemukan ketika melancarkan razia di wilayah Kecamatan Godong, Tegowanu dan Gubug, Rabu (13/12/2017) malam hingga Kamis (14/12/2017) dini hari.

Beragam miras tersebut diamankan dari beberapa lokasi penjualan. Kebanyakan,miras itu tetap dijual belikan meski secara sembunyi-sembunyi.

Berbagai jenis miras itu selanjutnya didata petugas. Jumlahnya mencapai 470 botol. Setelah itu, ratusan botol miras dibawa petugas untuk disita sebagai barang bukti. 

”Penjual miras ini akan kita proses dan kita sidangkan di pengadilan. Kegiatan ini kita lakukan sebagai upaya cipta kondisi jelang Natal dan tahun baru,” tegas Kasat Sabhara Polres Grobogan AKP Lamsir yang memimpin razia tersebut.

Menurutnya, razia miras merupakan bagian dari pelaksanaan operasi rutin yang dilangsungkan selama ini. Dalam pelaksanaan dilapangan sepanjang 2017, sudah ada ribuan botol miras dan ratusan liter arak yang berhasil diamankan.

”Miras yang kita amankan sebelumnya, sudah dimusnahkan beberapa waktu lalu. Sejauh ini, sudah ada puluhan penjual miras yang kita proses dan disidangkan. Kami mengimbau agar mereka tidak menjual miras lagi yang menjadi salah satu penyebab terjadinya gangguan kamtibmas,” tegasnya.

Editor: Supriyadi

Knalpot Tak Standar, Polisi di Grobogan Terjaring Razia saat Masuk ke Mapolres

Anggota Provost dan Paminal Polres Grobogan memeriksa kelengkapan kendaraan anggota polisi yang akan masuk kantor, Senin (13/11/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Seorang anggota polisi resort Grobogan terjaring razia saat masuk ke Mapolres Grobogan, Senin (13/11/2017). Polisi yang diketahui berpangkat Bripda tersebut terbukti menggunakan sepeda motor dengan knalpot tak sesuai standar.

Kasi Propam Polres Grobogan Ipda Rudi mengatakan, razia yang dilakukan di pintu masuk Mapolres tersebut sengaja dilakukan untuk menegakkan disiplin para anggota. Apalagi, saat ini operasi zebra candi masih berlaku.

Dalam razia ini, sejumlah anggota Provost dan Paminal Polres Grobogan memberhentikan motor anggota polisi yang akan masuk kantor tanpa terkecuali.

Baca: Usai Teriak Takbir, Petani Kuryokalangan Pati Meninggal di Sawah

Tidak hanya kelengkapan surat-surat kendaraan yang diperiksa petugas, kelengkapan motor, seperti spion, knalpot, plat nomor kendaraan, serta sikap tampang anggota juga ikut dicek.

Hasilnya, adanya satu anggota berpangkat Bripda yang melakukan pelanggaran karena menggunakan knalpot tidak sesuai standar.

”Anggota yang terbukti melanggar, akan diberikan tindakan disiplin. Namanya akan dicatat dalam buku catatan pelanggaran anggota,” katanya.

Wakapolres Grobogan  Kompol I Wayan Tudy Subawa menambahkan, sebelum anggota melakukan peneguran ataupun pendidakan kepada masyarakat, anggota harus tertib dahulu. Karena itu, operasi zebra juga berlaku untuk petugas.

”Kami akan tertibkan juga secara internal sebelum melakukan tindakan kepada masyarakat. Anggota harus bisa jadi contoh pada masyarakat,” tegas wakapolres yang mengawasi langsung kegiatan razia itu.

Editor: Supriyadi

Baca: Tampar Kades, Dandim Rembang Langsung Dinonaktifkan

Ratusan Bhabinkamtibmas Polres Grobogan Ditugaskan Ikut Mengawasi Penggunaan Dana Desa

Kapolres Grobogan AKBP Satria Rizkiano memberikan sambutan saat membuka FGD tentang Penanganan Pengelolaan Dana Desa yang Efektif, Efisien, Transparan dan Akuntable, Senin (6/11/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Sebuah tugas baru bakal diemban para Bhabinkamtibmas Polres Grobogan. Yakni, ikut mengawasi penggunaan dana desa agar tidak terjadi penyimpangan.

Hal itu terungkap dalam Focus Group Discussion (FGD) tentang Penanganan Pengelolaan Dana Desa yang Efektif, Efisien, Transparan dan Akuntable yang digela Polres Grobogan, Senin (6/11/2017). Kegiatan ini dilangsungkan menindaklanjuti kerjasama Polri dengan Kemendagri dan Kemendes PDTT, beberapa waktu lalu.

Ketua DPRD Grobogan Agus Siswanto dan Asisten I Mokh Nursahid tampak hadir dalam kesempatan itu. FGD tersebut dihadiri sekitar 500 orang. Antara lain, 273 kepala desa, 273 Bhabinkamtibmas, 19 camat, dan 19 kapolsek.

Dalam kesempatan itu, peserta FGD mendapat beragam materi yang disampaikan beberapa narasumber. Yakni, Kajari Grobogan Edi Handojo, Kepala Dispermasdes Grobogan Sanyoto, Kasat Reskrim Polres Grobogan AKP Suwasana, dan tenaga ahli dari Dispermasdes.

Kapolres Grobogan AKPB Satria Rizkiano menyatakan, dengan adanya FGD ini, diharapkan para bhabinkamtibmas mengerti dengan tugas-tugas yang akan diemban dalam mengawal dana desa. Oleh sebab itu, sebelum menjalankan tugasnya, para bhabinkamtibmas perlu mendapat pemahaman yang lengkap tentang semua hal yang berkaitan dengan dana desa.

”Jajaran kepolisian tidak main-main dalam mengawal dan mendampingi pembangunan yang dibiayai dengan dana desa,” katanya. 

Editor: Supriyadi

Bupati dan Kapolres Grobogan Jalin Kerjasama dalam Penerimaan Anggota Polri

Bupati Grobogan Sri Sumarni dan Kapolres Grobogan AKBP Satria Rizkiano melangsungkan penandatanganan naskah kerjasama atau MoU berkaitan dengan penerimaan anggota Polri yang dilangsungkan di ruang wapat wakil bupati, Rabu (4/10/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Bupati Grobogan Sri Sumarni dan Kapolres Grobogan AKBP Satria Rizkiano melangsungkan penandatanganan naskah kerjasama atau MoU berkaitan dengan penerimaan anggota Polri.

Acara penandatanganan tersebut dilangsungkan di ruang wapat wakil bupati, Rabu (4/10/2017). Semua Camat dan Kapolsek terlihat hadir dalam acara tersebut.

Bentuk kerjasama itu dilakukan dengan cara memberikan bekal pelatihan pada warga yang berminat untuk mengikuti seleksi penerimaan anggota Polri. Baik penerimaan taruna Akpol, bintara, maupun tamtama.

Kapolres menyatakan, dengan kerjasama ini akan dibuka ruang pada putra-putri di daerah untuk dibina potensinya. Diharapkan setelah dapat pembinaan, mereka bisa bersaing saat seleksi anggota Polri yang sesungguhnya.

Dijelaskan, melalui kerjasama ini pihaknya akan memilih, menjaring, melatih, dan menyeleksi bibit-bibit unggul yang ada di Grobogan. Selama proses pelatihan, calon yang akan ikut seleksi akan mendapat serangkaian pelatihan. Muali pelatihan fisik, akademik, psikologi, mental hingga kepribadian.

Sementara itu, Bupati Sri Sumarni menyatakan, pihaknya sangat mendukung upaya Polres Grobogan untuk mendapatkan bibit-bibit unggul calon anggota Polri tersebut. Dengan kerjasama itu diharapkan putra-putri dari Grobogan bisa punya kesempatan lebih besar untuk menembus ketatnya persaingan seleksi penerimaan anggota Polri.

“Saya menambut baik kerjasama ini. Saya juga mengintruksikan kepada organisasi perangkat daerah (OPD) terkait agar bisa mendukung kerja sama yang telah disepakati hari ini,” jelasnya.

Editor: Supriyadi

Merasa Kena Tipu, Nasabah Koperasi di Kradenan Grobogan Ini Lapor Polisi

Salah satu nasabah Koperasi Syariah Muamalah Primadana membuat laporan ke Mapolres Grobogan terkait dugaan penipuan dan penggelapan, Selasa (19/8/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Kasus dugaan penipuan dan penggelapan menimpa sejumlah nasabah Koperasi Syariah Muamalah Primadana. Buntut tidak adanya kejelasan, nasabah koperasi yang ada di Desa Kuwu, Kecamatan Kradenan itu memilih melaporkan kasus tersebut pada pihak Polres Grobogan, Selasa (19/9/2017).

Dugaan penipuan berawal saat nasabah ditawari untuk program dana talangan pendaftaran ibadah haji, beberapa waktu lalu. Nasabah yang ikut program ini, harus menyetorakan uang muka Rp 6,5 juta dan pelunasannya Rp 22,5 juta. Sehingga total dana yang harus dibayarkan untuk dana talangan sebanyak Rp 29 juta.

“Saya sudah menyetor dana sampai lunas untuk tahapan awal itu. Tetapi sampai sekarang belum memperoleh kejelasan terkait status pendaftaran haji tersebut,” kata Ahmad Khairul (37), salah satu nasabah yang bertindak sebagai palapor.

Selain masalah dana talangan pendaftaran, ada nasabah yang melaporkan terkait setoran simpanan berjangka atau deposito sebesar Rp 240 juta pada koperasi tersebut. Setelah disetorkan, nasabah ini hanya dua kali menikmati bunga deposito sebesar 2 persen per bulan.

“Dengan iming-iming bunga 2 persen, saya langsung menaruh uang untuk deposito. Hanya dua kali dapat bunga dan sampai saat ini uangnya tidak bisa ditarik karena koperasinya sudah tutup,” kata Sujoko (35), nasabah lainnya.

Kasat Reskrim Polres Grobogan AKP Swasana mengatakan, laporan terkait nasabah koperasi tersebut telah masuk ke mejanya. Pihaknya akan mempelajari laporan terlebih dahulu untuk menentukan langkah yang akan diambil terkait kasus tersebut.

Editor: Supriyadi