Sri Sumarni Ajak Kaum Perempuan di Grobogan Bangkit dan Berprestasi di Dunia Politik

MuriaNewsCom, GroboganBupati Grobogan Sri Sumarni meminta kaum perempuan untuk bangkit dan bisa meraih prestasi. Salah satunya, bisa dilakukan dengan berkiprah dalam kancah politik.

Hal itu disampaikan Sri Sumarni saat membuka Seminar Peningkatan Partisipasi Politik Bagi Perempuan Jelang Pilkada 2018 dan Pileg 2019 yang dilangsungkan di gedung Riptaloka Setda Grobogan, Selasa (27/2/2018).

”Perempuan bisa meraih prestasi seperti kaum laki-laki dalam berbagai bidang. Termasuk dalam bidang politik juga terbuka kesempatan bagi kaum perempuan untuk menunjukkan kapasitasnya,” katanya.

Seminar yang diselenggarakan DP3AKB Grobogan diikuti puluhan anggota organisasi kewanitaan, tim PKK dan sejumlah pihak terkait lainnya. Seminar menghadirkan Ketua KPPI Jateng Diyah Woro Hasmini selaku narasumber.

Dihadapan peserta seminar Sri Sumarni menegaskan bahwa dirinya sudah bisa membuktikan. Yakni, namanya sebagai perempuan pertama yang bisa menjabat jadi Bupati Grobogan. Sebelumnya, ia juga sudah merasakan jabatan sebagai Ketua DPRD Grobogan.

”Pencapaian ini memang tidak mudah dicapai. Tetapi, butuh perjuangan dan kerja keras serta dukungan dari banyak pihak. Jadi pada intinya, jika kita mau berupaya sungguh-sungguh maka kesempatan meraih prestasi dan cita-cita pasti bisa terlaksana,” tegasnya.

Sri menegaskan, partisipasi perempuan dalam bidang politik sampai saat ini masih menghadapi berbagai kendala. Baik dari dalam diri perempuan itu sendiri maupun adanya pemahaman yang keliru tentang politik yang di pandang sebagai hal yang kasar, kotor dan keras. Selain itu ada hambatan dari luar seperti berbagai norma kultural dan struktural yang tidak menguntungkan perempuan.

”Perlu kita ketahui bersama bahwa dunia politik bukan hanya menjadi milik kaum laki-laki dan sebenarnya bukan hanya merupakan ajang perebutan kekuasaan. Dunia politik juga mempunyai misi memperjuangkan, melindungi dan menjamin hak-hak masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujarnya.

Dalam konteks pembangunan pemberdayaan perempuan masih banyak peluang dan kesempatan di Kabupaten ini yang membutuhkan keterwakilan perempuan, dalam bidang politik maupun sebagai pengambil keputusan serta dalam jabatan publik lainnya. Sebagai contoh di Kabupaten Grobogan  anggota legislatif baru ada 7 orang perempuan dari 50 anggota legislatif, Kepala OPD 1 orang, Camat 1 orang.

Dalam kesempatan itu, Sri juga berpesan agar kepada para perempuan agar tidak lupa tugasnya dalam membina keluarga. Menurutnya, meski punya banyak kesibukan kerja atau usaha namun perhatian terhadap keluarga jangan sampai terabaikan.

”Saat ini, kesibukan orang tua menjadikan komunikasi dengan anak ini berkurang bahkan menghilang. Untuk itu, orang tua harus memberi waktu untuk berkomunikasi dengan anak. Keluarga yang harmonis ini juga salah satu sarana untuk menjadikan anak-anak menjadi orang hebat dikemudian hari,” pesannya.

Editor: Supriyadi

Demokrat Resmi Usung Masan-Noor Yasin di Pilbup Kudus

MuriaNewsCom, Kudus – Partai Demokrat resmi mendukung pasangan Masan- Noor Yasin untuk bertarung di Pilbup Kudus 2018 mendatang. Keputusan tersebut diberikan setelah melihat bakal cawabup yang dipilih PDIP dalam pentas demokrasi lima tahunan itu.

Ketua DPC Partai Demokrat Edy Kurniawan mengatakan, Partai Demokrat mendukung penuh Noor Yasin sebagai Bakal Cawabup Kudus. Ia dianggap sebagai sosok yang pas berdampingan dengan Masan untuk memenangi pilkada.

“Pak Sekda kami usung untuk menjadi wakilnya Pak Masan. Ini sudah bulat sejak awal,” katanya kepada MuriaNewsCom

Menurut dia, rekomendasi terkait dukungan dari DPP Partai Demokrat juga sudah turun sejak 27 Desember lalu. Rekom berbunyi dukungan untuk pasangan Masan dan Noor Yasin.

Rekom tersebut bahkan sudah melalui sejumlah pertimbangan. Di antaranya adalah hasil survey dari Demokrat yang berbunyi Noor Yasin disukai masyarakat Kudus. Selain itu, pertimbangan lainya mengenai figur Noor Yasin yang sebagai sekda merupakan tokoh yang berpengalaman.

“Jadi keduanya merupakan perpaduan politisi dan birokrasi di Kudus. beliau berdua merupakan pejabat senior yang sudah berpengalaman untuk kudus ke depan,” ungkapnya.

Sementara, Sektretaris DPC PDIP Kudus M Yusuf Roni menyebutkan, hingga kini, Selasa (2/1/2018) baru Partai Demokrat yang berkoalisi dengan PDIP. Namun, sejumlah partai sedang pendekatan dengan PDIP untuk maju bersama-sama dalam pemilu mendatang.

“Ada beberapa partai yang mendekat. Dan kami juga masih terbuka, sampai saat deklarasi bersama dengan semua partai pengusung pasangan Masan dan Noor Yasin, rencananya deklarasi akan kami laksanakan sebelum 8 Januari nanti,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

KPU Grobogan Putuskan Tak Ada Penambahan Dapil di Pileg 2019

KPU Grobogan melangsungkan rapat kerja penataan daerah pemilihan dan alokasi kursi DPRD Kabupaten dalam Pemilu Legislatif 2019, Kamis (28/12/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Jumlah daerah pemilihan (dapil) di Grobogan tetap seperti sebelumnya. Yakni, ada 5 dapil. Hal itu terungkap dalam Rapat Kerja Penataan Daerah Pemilihan (Dapil) dan alokasi kursi DPRD Kabupaten Grobogan dalam Pemilu Legislatif 2019 yang diselenggarakan KPU Grobogan, Kamis (28/12/2017).

Dalam rapat kerja sebelumnya, sempat memunculkan satu wacana baru. Yakni, usulan penambahan satu dapil dalam pemilu legislatif (Pileg) 2019 menjadi 6 dapil.

“Semua Parpol sepakat jumlah dapil tidak ada perubahan. Yakni, tetap 5 dapil seperti sebelumnya,” kata Ketua KPU Grobogan Afrosin Arif, usai raker.

Menurutnya, ada beberapa pertimbangan tetap dipilihnya menggunakan 5 dapil tersebut. Yakni, kesetaraan suara. Artinya, harga antar satu dapil dengan dapil lainnya lebih berimbang dibandingkan jika memakai 6 dapil.

Dengan memakai 5 dapil dinilai memenuhi kataatan pada sistem pemilu yang proporsional. Yakni, mengutamakan jumlah kursi dalam pembentukan dapil, sebanyak 6-12 kursi.

Penggunaan 5 dapil dirasa lebih proporsional. Soalnya, tidak ada selisih yang besar dalam pembagian alokasi kursi antar dapil.

Kemudian, dengan menggunakan 5 atau 6 dapil, sama-sama telah memenuhi cakupan dapil tingkatan yang lebih besar. Yakni, DPRD Provinsi Jateng.

Dilihat dari aspek kesinambungan, penggunaan 5 dapil lebih sesuai karena sudah dipakai pada pemilu sebelumnya.

Ditinjau dari aspek kosehivitas, penggunaan 5 atau 6 dapil tidak ada masalah. Alasannya, wilayah Grobogan dalam masalah adat istiadat tidak ada perbedaan yang signifikan.

Terakhir, jika dianalisa dari integritas wilayah pemakaian 6 dapil lebih sesuai. Soalnya, lebih mencerminkan keterpaduan wilayah, geografis dan sarana penghubung dibandingkan dengan memakai 5 dapil.

“Jadi dalam penataan dapil ada analisa yang dilihat dari 7 prinsip tadi. Dari keseluruhan, penilaiannya lebih baik menggunakan format 5 dapil,” jelasnya.

Ia menyatakan, dapil 1 meliputi Kecamatan Geyer, Toroh, dan Purwodadi dengan stimasi 11 kursi. Kemudian, dapil 2  meliputi Karangrayung, Godong, Klambu, Penawangan, dan Brati (12 kursi). Untuk dapil 3 terdiri dari Tegowanu, Gubug, Kedungjati, dan Tanggungharjo (8 kursi). Sedangkan dapil 4, yakni Ngaringan, Wirosari, Tawangharjo, dan Grobogan (10 kursi). Terakhir, dapil 5 yang meliputi Kradenan, Pulokulon, dan Gabus tersedia 9 kursi.

Editor: Supriyadi

Peta Politik di Grobogan Diprediksi Tak Berubah Signifikan

Dosen FISIP Undip dan pengamat politik Teguh Yuwono saat menyampaikan materi dalam acara FGD bedah Pemilu yang diselenggarakan KPU Grobogan, Selasa (8/11/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Meski pelaksanaan pemilu legislatif masih dihelat tahun 2019, namun hasilnya diprediksi tidak jauh dari pelaksanaan tahun 2014.

Hal itu disampaikan Dosen FISIP Undip dan pengamat politik Teguh Yuwono usai acara FGD bedah Pemilu yang diselenggarakan KPU Grobogan, Selasa (8/11/2017). Dalam acara ini, pihak penyelenggara memang menghadirkan Teguh Yuwono sebagai narasumber utama.

“Peta politik di Grobogan ini tidak akan berubah signifikan. Saya sudah cukup lama mengamati peta politik di sini,” katanya.

Menurut Teguh, pemilih di Grobogan dinilai punya karakteristik ortodok atau sulit diubah. Biasanya, apa yang sudah jadi pilihannya dulu tetap dipertahankan untuk kurun waktu lama.

“Karakter pemilih di Grobogan ini sedikit unik dan agak beda dengan daerah lain. Apa yang jadi pilihannya ini sudah turun temurun dan agak susah diubah,” cetusnya.

Dengan karakteristik seperti itu maka Teguh berani memprediksi jika hasil pemilu 2019 tidak ada perubahan besar. Kalaupun ada paling hanya bertambah atau berkurang sedikit perolehan kursi beberapa parpol di legislatif.

“Pada pemilu mendatang, sulit rasanya ada parpol disini yang bisa dapat tambah 10 kursi. Paling bisa tambah 1 sampai 2 kursi. Kalaupun kursinya berkurang, angkanya juga pada kisaran 1 sampai 2 saja,” cetusnya.

Editor : Akrom Hazami