Polres Kudus Sterilisasi Gereja Jelang Hari Raya Paskah

MuriaNewsCom, Kudus – Hadapi perayaan Paskah, Polres Kudus sterilisasi gereja. Hal itu guna meminimalisir gangguan pada saat umat melakukan ibadah misa Tri Hari Suci.

Kepala Bagian Operasional Polres Kudus AKBP Tugiyanto menjelaskan. Ada puluhan gereja yang mendapatkan penjagaan dari personel polri.

“Jumlah polisi yang disiagakan seluruhnya mencapai 200 personel,” katanya, disela-sela sterilisasi di Gereja Santo Yohanes Evangelista, Jl Sunan Muria, Kudus Kamis (29/3/2018).

Tugiyanto menyebut, sterilisasi gereja dilakukan utamanya yang memiliki jemaat yang banyak. Selain menggunakan anjing pelacak, polisi juga menyiapkan pendeteksi logam atau metal detector.

Pemeriksaan dilakukan menyeluruh, mulai dari altar, kursi umat hingga mimbar. “Kegiatan sterilisasi ini dilakukan untuk memberikan rasa aman bagi jemaat yang melaksanakan ibadah. Kami berharap pada saatnya tidak ada ancaman.” urainya.

Ketua Wilayah Betlehem Gereja Santo Yohanes Evangelista Andreas Bambang Ruyanto mengatakan, jumlah jemaat di tempat tersebut mencapai 3500 orang. Ia mengatakan, kegiatan misa dimulai pada hari ini, hingga Minggu (1/4/2018).

Editor: Supriyadi

Edarkan Uang Palsu, Warga Welahan Jepara Ditangkap Polisi 

MuriaNewsCom, Jepara – Dhorikin (43) dicokok  polisi karena edarkan uang palsu (upal). Aksinya terpegok warga, saat ia mencoba membelanjakan uang palsu pecahan 50 ribu untuk membeli rokok, di Desa Mindahan Kidul RT 5 RW 6, Kecamatan Batealit, awal minggu ini.

Kasatreskrim Polres Jepara AKP Suharta mengatakan, terakhir kali warga Desa Karanganyar, Kecamatan Welahan itu mengedarkan upal untuk membeli satu slot rokok. Ia membeli rokok tersebut dengan pecahan dua lembar 50 ribu upal dan sisanya adalah uang asli.

“Kejadiannya Selasa (27/3/2018) saat itu tersangka membeli rokok merek Sukun Exucutive satu slot. Namun istri korban curiga dengan uang yang diserahkan. Tak terima, pemilik Toko Deni tersebut mengejar pelaku dan menghentikannya di Desa Raguklampitan. Saat itu pemilik toko memberitahukan bahwa uang yang dibelanjakan palsu. Pelaku sedianya akan menukarnya, namun karena korban takut diberi upal lagi, tersangka kemudian diserahkan kepada Polsek Batealit,” jelasnya, Kamis (29/3/2018).

Dari kantong tersangka, disita empat lembar upal dengan pecahan 50 ribu. Masing-masing memiliki nomor seri TKM868822 sebanyak dua buah, selembar berseri FMH437311 dan nomor seri FMH437315.

Berdasarkan pengakuan tersangka, ia membeli rokok tak hanya di Batealit. Ternyata ia juga membeli rokok di dua toko di Nalumsari, di Desa Pancur dan dua lainnya di Desa Raguklampitan. Menurutnya, modus yang digunakan adalah menyisipkan dua lembar upal pecahan 50 ribu di antara uang asli. Adapun satu slot rokok ia beli dengan harga Rp 115 ribu sampai Rp 120 ribu.

“Saya mendapatkan uang palsu ketika berbelanja di Pasar Tanah Abang. Kemudian saya ditawari upal. Mulanya saya tolak karena tak punya uang, tapi orang itu memberikan uang palsu senilai 700 ribu dan meminta saya membelanjakannya. Setelah berhasil, saya diminta menghubungi orang itu lagi untuk menebus uang palsu,” tutur tersangka Dhorikin.

Dirinya mengaku, menyasar toko-toko dikawasan perdesaan. Hal itu karena, pedagang toko di desa tidak begitu memerhatikan uang asli dan upal.

Editor: Supriyadi

Polres Blora Libatkan Puluhan Warganet untuk Perangi Berita Hoax

MuriaNewsCom, BloraUpaya untuk melawan adanya berita bohong atau hoax terus dilakukan Polres Blora. Terbaru, Polres Blora mengundang puluhan warganet yang selama ini aktif menggunakan media sosial untuk membantu memerangi berita hoax.

Pertemuan dengan warganet dilangsungkan di rumah makan Taman Sarbini Blora, Selasa (27/3/2018) malam. Kapolres Blora AKBP Saptono dan sejumlah perwira dan kapolsek hadir dalam pertemuan yang digelar dalam suasana santai itu.

Pada kesempatan itu kapolres sempat membagikan kaos kepada puluhan warganet yang diundang dalam acara tersebut. Kaos warna hitam itu bertuliskan ‘Netizen Mitra Polres Blora’ diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap warganet.

Setelah pembagian kaos, warganet kemudian mendeklarasikan pernyataan sikap menolak dan anti segala bentuk hoax, berita bohong, provokatif, sara dan ujaran kebencian. Warganet juga menyatakan sikap mendukung Polri dalam upaya penegakan hukum terhadap pembuat berita hoax.

“NKRI Yes ! Hoax No !” ucap puluhan warganet berbarengan.

Kapolres Blora AKBP Saptono mengajak warganet untuk bersikap bijak dalam menyikapi informasi di media sosial dan menjadi filter untuk menangkal berita hoax. Warganet juga diminta ikut mendukung terciptanya iklim yang aman dan kondusif. “Terlebih menjelang berlangsungnya Pilkada Jateng 2018 ini. Gawe Ayem lan Tentrem Wong Blora (bikin nyaman dan tenteram masyarakat Blora),” katanya.

Para warganet mengapresiasi pertemuan yang diadakan pihak Polres Blora tersebut. Mereka siap mendukung upaya yang dilakukan pihak kepolisian untuk menangkal berita hoax.

“Mewakil rekan-rekan netizen yang hadir, saya mengapresiasi kegiatan ini. Harapan saya tentu ada tindak lanjut untuk pertemuan berikutnya. Sekaligus membahas program-program dan agenda kegiatan lainnya,” ujar Karsilo, seorang netizen dari  Kecamatan Cepu.

Editor: Supriyadi

2 Begal Truk yang Beraksi di Klambu Grobogan Berhasil Diringkus Polisi

MuriaNewsCom, GroboganKasus perampasan atau pembegalan kendaraan truk yang terjadi bulan Januari 2018 akhirnya berhasil dituntaskan. Hal ini seiring dengan tertangkapnya dua pelaku perampasan truk yang dilakukan di Desa Taruman, Kecamatan Klambu tersebut.

Dua begal yang tertangkap merupakan warga di Kecamatan Grobogan. Masing-masing, Suprayitno (36), warga Dusun Welahan, Desa Lebak dan Muryanto (44), warga Dusun Celep, Desa Teguhan. Keduanya ditangkap pada hari yang sama tetapi dalam tempat berlainan, Kamis(15/3/2018) lalu.

“Setelah melakukan penyelidikan sekitar dua bulan, kedua pelaku akhirnya berhasil kita amankan. Kedua pelaku akan kita jerat dengan pasal 365 KUHP dengan ancaman penjara maksimal 12 tahun,” kata Kapolres Grobogan AKBP Choiron El Atiq saat jumpa pers, Selasa (27/3/2018).

Korban kejahatan itu menimpa sopir truk berama Sakijan (59), warga Desa Temon, Kecamatan Brati. Pada malam kejadian sekitar pukul 21.00 WIB, tersangka Suprayitno yang mengaku sebagai juragan hasil bumi menghubungi korban. Tujuannya meminta tolong korban agar mengambil muatan jagung di Dusun Pakem, Desa Batang, Kecamatan Sukolilo, Pati untuk diantarkan ke Purwodadi.

Usai menerima order, Sakijan kemudian berangkat untuk mengambil muatan menggunakan truk dengan nomor polisi K 1925 JT milik juragannya. Sesampai di Desa Taruman, kendaraan truk itu dihentikan tersangka Muryanto yang mengaku sebagai ayah Suprayitno. Muryanto yang saat itu berada di atas motor meminta Sakijan turun untuk membahas soal orderan barusan diterima.

Setelah turun dari kendaraan, korban langsung dipukul pakai balok kayu oleh Muryanto hingga jatuh tersungkur. Tidak lama kemudian, muncul Suprayitno yang sebelumnya bersembunyi dibalik pepohonan dan ikut memukuli Sakijan hingga terkapar.

Melihat korbannya sudah tergeletak, Muryanto kemudian mengambil alih truk tersebut dan melarikannya ke arah Purwodadi. Sedangkan Supriyatno juga ikut kabur dengan sepeda motor.

Setelah kedua pelaku kabur, Sakijan dengan tubuh lemas dan bersimbah darah meminta perlongan warga sekitar. Kemudian, warga melarikan Sukijan ke Puskesmas Klambu dan melaporkan kejadian itu pada pihak polsek setempat.

Tiga hari selah kejaidn, polisi berhasil menemukan truk yang dirampas kedua pelaku. Kendaraan truk itu disembunyikan di sebuah pekarangan kosong di Dusun Tumpuk, Desa Tambakselo, Kecamatan Wirosari.

“Jadi setelah melakukan aksi kejahatan, truk tersebut disembunyikan dulu oleh pelaku. Namun, barang bukti kejahatan itu akhirnya bisa ditemukan,” lanjut kapolres.

Dari penemuan barang bukti inilah, polisi akhirnya berhasil mengungkap pelaku perampasan truk. Petunjuk awal berasal dari bekas sidik jari milik Suprayitno yang ada di kaca truk.

Setelah tertangkap, Suprayitno menyebut satu nama lagi, yakni Muryanto yang membantunya merampas truk tersebut. Tidak lama kemudian, satu pelaku ini akhirnya berhasil diamankan polisi.

Saat jumpa pers, kedua tersangka mengaku hasil penjualan truk akan digunakan untuk membayar hutang dan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Mereka terpaksa melakukan tindak kejahatan itu karena tidak punya pekerjaan tetap.

Editor: Supriyadi

Top. Ciptakan Mesin Pencacah Rumput, Anggota Polres Blora Ini dapat Police Award

MuriaNewsCom, Blora – Sebuah prestasi istimewa diraih Aipda Suyono, salah satu anggota Polres Blora yang bertugas di Polsek Jiken. Yakni, mendapat penghargaan Police Award Polda Jateng dibidang perternakan atau pertanian. Selain itu ada juga 20 polisi lainnya yang juga mendapatkan penghargaan atas dedikasi dan kinerjanya pada bidang lainnya.

Penyerahan penghargaan tersebut dilangsungkan di Gumaya Tower Hotel Semarang, Kamis (22/3/2018) malam. Acara penghargaan juga dihadiri Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian dan sejumlah menteri terkait. Hadir pula jajaran Forkompinda tingkat provinsi dan kabupaten.

Penghargaan didapat Aipda Suyono atas hasil karya yang dibuatnya beberapa bulan lalu. Yakni, menciptakan mesin pencacah rumput dengan modal pribadi.

Hasil karyanya itu bisa dimanfaatkan oleh masyarakat diwilayah tugasnya. Terutama saat musim kemarau tiba karena hasil fermentasi pakan ternak dari cacahan rumput atau batang jagung bisa bertahan hingga waktu enam bulan.

Kapolres Blora AKBP Saptono mengatakan, pihaknya sangat bersyukur dan bangga atas penghargaan yang didapat anggota Bhabinkamtibmas Aiptu Suyono tersebut. Ia juga mengucapkan terimaksih atas kerja keras seluruh personil, serta dukungan dari rekan-rekan media hingga akhirnya mampu meraih penghargaan Police Award tersebut.

“Alhamdullilah, puji syukur atas anugerah Allah SWT, akhirnya Polres Blora mampu meraih penghargaan Police Award. Rasa terimakasih juga saya tujukan untuk rekan-rekan media yang ikut berpartisipasi dalam mendukung Aipda Suyono meraih penghargaan kategori Bhabinkamtibmas yang berpengaruh di bidang perternakan dan pertanian ini,” ujarnya, Jumat (23/3/2018).

Atas keberhasilan tersebut, Suyono layak dijadikan sebagai motivator bagi semua anggota Bhabinkamtibmas. Ia berharap agar penghargaan itu bisa menjadi inspirasi anggota lainnya untuk bisa lebih peduli membantu persoalan sosial masyarakat di sekitar tempat tugasnya.

Editor: Supriyadi

Baru 2 Bulan Bebas, Seorang Residivis di Blora Ini Kembali Dicokok Polisi

MuriaNewsCom, BloraSeorang warga Desa Kembang, Kecamatan Todanan bernama Jarno kembali berurusan dengan polisi. Gara-garanya, pria berusia 25 tahun itu ditengarai telah melakukan tindak pidana penggelapan motor. Ironisnya, Jarno diketahui baru dua bulan lalu bebas dari menjalani hukuman di Rutan Blora dengan kasus yang sama.

“Tersangka atau pelaku bisa kita amankan hari Selasa 20 Maret 2018 kemarin, sekitar pukul 18.30 WIB. Pelaku adalah residivis penggelapan sepeda motor yang baru keluar pada 21 Januari 2018 lalu,” terang Kapolsek Banjarejo AKP Budiyono, Rabu (21/3/2018).

Kasus penggelapan sepeda motor yang dilakukan tersangka terjadi di rumah korban bernama Ika Widyastuti (40), warga Dukuh Sumengko, Desa Klopoduwur, Kecamatan Banjarejo, pada 12 Maret 2018. Saat itu, sekitar pukul 08.00 WIB, tersangka datang ke rumah korban dan mengaku sebagai montir. Kedatangannya bertujuan untuk memperbaiki truk milik korban yang mogok di wilayah Randublatung.

Mengingat memang butuh bantuan montir, korban tidak menaruh curiga meski orang tersebut belum dikenal sebelumnya. Setelah ngobrol sejenak, tersangka sempat meminjam sepeda motor milik korban dengan alasan untuk beli spare part truk yang mogok tadi.

Setelah pergi membawa motor Honda Beeat dengan nopil K 3200 CE, tersangka tidak kembali lagi ke rumah korban hingga malam hari. Merasa kena tipu, korban akhirnya melaporkan kejadian itu pada Polsek Banjarejo pada keesokan harinya.

“Setelah menerima laporan, kami kemudian melakukan penyelidikan. Hingga akhirnya, ada informasi yang menyebutkan kalau sepeda motor itu akan dijual diwilayah Randublatung,” jelas Budiyono.

Selanjutnya petugas dari Polsek Banjarejo didukung anggota Polsek Randublatung melakukan pemantauan dan pengintaian di jalan raya Cepu-Randublatung. Sekitar pukul 18.30 WIB, tersangka akhirnya muncul mengendarai sepeda motor dari arah barat menuju timur.

“Setelah tersangka muncul, petugas langsung menghadang di depan Kantor KPH Randublatung. Kemudian, pelaku berikut barang bukti sepeda motor dan STNK kita amankan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” jelasnya.

Editor: Supriyadi

Pemuda Jepang Ajak Pelajar di Grobogan Patuhi Aturan Lalulintas

MuriaNewsCom, GroboganPelaksanaan Operasi Keselamatan Lalu Lintas Candi 2018 di wilayah Polres Grobogan tidak hanya dilakukan dengan menggelar razia saja diberbagai tempat. Upaya menekan kecelakaan lalu lintas juga dilansungkan dengan membuat acara talk show yang di pendapa kabupaten Grobogan, Jumat (16/3/2018).

Acara talk show dipimpin langsung Kapolres Grobogan AKPB Satria Rizkiano dan dihadiri para pejabat utama polres. Talk show menghadirkan ratusan pelajar dari berbagai sekolah di wilayah kota Purwodadi.

Jalannya talk show sejak awal sudah berlangsung semarak karena ada rangkaian hiburan dan tanya jawab interaktif. Namun, pada sesi pertengahan, suasana makin heboh lagi.

Hal ini terjadi setelah ada seorang tamu khusus yang sengaja dilibatkan dalam talk show tersebut. Yakni, seorang pemuda asal Jepang bernama Takakazu Ashizawa.

Mahasiswa Dokkyo University berusia 19 tahun itu sudah berada di Purwodadi cukup lama, sekitar tiga minggu. Pemuda asal Tokyo itu berada di Purwodadi dalam kapasitasnya sebagai volunteering service dari LSM internasional.

Taka mengaku sempat kaget ketika melihat kondisi jalan raya di Indonesia yang dirasa cukup semrawut. Ia juga kaget melihat ada anak-anak yang sudah berani naik motor di jalan raya. Kemudian, adanya orang naik motor berboncengan tiga hingga empat orang juga membuatnya terkejut karena hal itu tidak pernah dilihat di negaranya.

“Di Jepang, aturannya ketat. Untuk bisa dapat SIM motor minimal usia 16 tahun dan SIM untuk mobil umur 18 tahun. Sejak kecil, kami juga sudah dijarai bagaimana saling mengormati pengguna jalan lain dan mematuhi aturan berlalulintas,” katanya dalam Bahasa Inggris yang diterjemahkan penerjemah.

Dalam kesempatan itu, Taka mengajak para pelajar untuk mematuhi aturan lalu lintas. Hal itu perlu dilakukan demi keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

Dalam kesempatan itu, Taka sempat pula membikin suasana pendapa penuh gelak tawa. Kondisi ini berlangsung saat Taka sempat menyanyi sebuah lagu Jawa bertitel ‘Suwe Ora Jamu’. Saat menyanyi, logat Taka yang belum begitu fasih berbahasa Jawa itu tak ayal membikin semua orang yang hadir di pendapa terpingkal-pingkal.

Selain Taka, dalam talk show itu juga menghadirkan Mbak Grobogan 2017 Kalita Putri Kusuma Dewi. Talk show juga diselingi sosialisasi anti berita hoax yang disampaikan Paur Humas Polres Grobogan Aiptu Teddy Hernomo.

Kapolres AKPB Satria Rizkiano menambahkan, pelaksanaan OKC dilangsungkan mulai 5-25 Maret mendatang. Tujuan kegiatan ini adalah terwujudnya keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran (Kamseltibcar) lalu lintas. Selain itu, melalui kegiatan itu diharapkan akan bisa menurunkan angka kecelakaan dan pelanggaran serta meningkatkan kedisiplinan masyarakat, khususnya dalam berlalulintas.

“Saya berharap, kehadiran pemuda dari Jepang dan Mbak Grobogan dalam acara ini bisa berdampak positif. Yakni, adik-adik pelajar bisa mematuhi aturan berlalulintas demi keselamatan bersama,” katanya.

Editor: Supriyadi

Polsek Kudus Giatkan Patroli, Cegah Kejahatan di Obyek Vital

MuriaNewsCom, Kudus – Polsek Kudus giatkan patroli di obyek-obyek vital. Hal itu guna menghindari aksi kejahatan yang sempat terjadi di toko emas, terulang kembali.

Pelaksanaan patroli, dipimpin oleh Kasi Humas Polsek Kudus Aiptu Wahyudi Purnomo. Selain berpatroli, juga dilaksanakan kegiatan dialogis dengan para unsur keamanan obyek vitasl seperti toko emas dan perbankan.

“Kali ini kita melakukan giat patroli dialogis dan pemantauan di BRI Cabang Kudus, Toko Emas Rajawali dan Toko Emas Tjandi,” ujarnya, Senin (12/3/2018).

Dalam patroli itu, lanjut Wahyudi, pihaknya mengimbau kepada satuan pengamanan internal untuk meningkatkan kewaspadaan. Hal itu terutama bagi pengunjung yang ditengarai memiliki gerak gerik mencurigakan.

“Kami mengimbau kepada rekan pengamanan internal untuk lebih waspada, khususnya mereka yang berada di perbankan dan toko emas. Jika ada keadaan yang mencurigakan segera berkoordinasi dengan petugas kepolisian,” tambahnya

Aksi pencurian toko emas, sempat terjadi di Toko Emas Tjandi yang berada di Jl Sunan Kudus, medio Februari tahun ini. Dari CCTV yang beredar, pencuri diduga adalah sepasang laki-laki dan perempuan. Fany, seorang penjaga toko mengatakan, logat bahasa terduga pencuri mirip orang Jawa Timur.

“Orangnya ada dua yang satu perempuannya gemuk yang laki-laki tinggi. Mereka menggunakan logat seperti orang Surabaya,” tuturnya beberapa saat lalu.

Menurutnya, gerak-gerik kedua orang tersebut sangat mencurigakan. Ketika hendak beraksi, keduanya menyibukkan penjaga toko hingga tak sadar, sebuah perhiasannya telah raib dari tempatnya.

Editor: Supriyadi

Jualan Tembakau Gorila Via Online, Seorang Pelayan Kafe di Grobogan Dicokok Polisi

MuriaNewsCom, Grobogan – Aparat Satresnarkoba Polres Grobogan berhasil mengungkap peredaran tembakau gorila yang dikategorikan narkotika golongan I. Dalam kasus ini, polisi berhasil meringkus satu orang pelaku atau tersangka yang diindikasikan sebagai penjual.

Tersangka yang diamankan adalah Yosia Purwo Ady (29), warga Kelurahan/Kecamatan Purwodadi. Pria yang bekerja jadi pelayan kafe ini sebelumnya sudah beberapa kali menjual tembakau gorila pada pembelinya via online.

‘’Pelaku mengaku mendapatkan dan menjual barangnya secara online. Namun, dengan orang tertentu yang sudah dikenalnya, transaksinya bisa dilakukan secara langsung,” kata Kasat Resnarkoba Polres Grobogan AKP Abdul Fatah, saat jumpa pers, Jumat (9/3/2018).

Ia mengatakan, penangkapan tersebut berdasarkan laporan masyarakat terkait adanya aktivitas jual beli tembakau gorila atau ganja secara online diwilayah Grobogan. Menindaklanjuti informasi ini, anggotanya langsung diminta melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil mengungkap kasus dan menangkap satu orang pelakunya.

Penangkapan pelaku sudah dilakukan pada Senin (19/2/2018) lalu. Pelaku ditangkap saat melintas di Jalan Purwodadi-Pati, tepatnya di Desa Getasrejo, Kecamatan Grobogan. Saat itu, dia baru saja pulang, usai mengantar pesanan dari pembelinya.

Dalam penangkapan itu, polisi menemukan barang bukti sebanyak 13 paket yang dibungkus plastik kecil. Barang bukti tembakau gorila itu beratnya sekitar 2,002 gram.

Selain itu, polisi juga menemukan sekaleng tembakau murni yang digunakan untuk bahan campuran. Kemudian, barang bukti lainnya adalah satu sepeda motor, handphone dan uang tunai Rp 160 ribu yang merupakan hasil penjualan.

“Dari hasil pemeriksaan, aktifitas jual beli tembakau gorila sudah dilakukan pelaku selama enam bulan. Pelaku menjual ganja itu dengan harga Rp 50 ribu per paketnya,” jelas Fatah.

Akibat perbuatannya, pelaku dikenai Pasal 114 Sub Pasal 112 UU RI No 35 tahun 2009 tetang Narkotika. Sesuai pasal itu, pelaku mendapatkan ancaman penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun serta pidana denda paling sedikit Rp 1 miliyar hingga Rp 10 miliar.

Editor: Supriyadi

Tak Hanya Warga, Polisi di Grobogan Juga Dirazia saat Operasi Keselamatan Candi

MuriaNewsCom, GroboganAnggota Satlantas Polres Grobogan kembali melakukan kegiatan Operasi Keselamatan Candi (OKC) 2018, Selasa (6/3/2018). Pelaksanaan OKC hari kedua ini dilangsungkan di dua titik.

Yakni, di jalan Purwodadi-Blora disekitar Pasar Jono, Kecamatan Tawangharjo pada pagi hari dan siangnya dilanjutkan kegiatan di bundaran Getasrejo, Kecamatan Grobogan.

Kapolres Grobogan AKBP Satria Rizkiano dan Kabag Ops Kompol Sigit Ari Wibowo ikut hadir saat kegiatan kedua di bundaran Getasrejo. Bahkan, kapolres sempat menghentikan seorang pengendara motor berseragam polisi yang melintas dilokasi razia.

Setelah memberikan salam, kapolres langsung meminta polisi bernama Rendi dengan pangkat Bripda itu supaya menunjukkan surat kelengkapan berkendara. Yakni, SIM dan STNK. Selanjutnya, polisi yang mengendarai motor dengan nomor polisi K 4343 JJ itu langsung mengambil dompet dan mengeluarkan surat yang diminta.

”Bagus, selaku anggota harusnya bisa memberikan contoh pada masyarakat. Yakni, memiliki surat kelengkapan saat berkendara, seperti SIM dan STNK,” jelas kapolres pada polisi yang bertugas di Polres Grobogan itu.

Kapolres juga berpesan agar polisi tidak bersikap arogan ketika ada kegiatan razia. Mereka juga diwajibkan menepi saat diminta petugas untuk berhenti guna diperiksa surat kelengkapannya.

”Kita pastikan, polisi juga harus tertib berlalulintas. Kalau polisinya baik maka akan lebih mudah mengajak masyarakat untuk tertib,” imbuhnya.

Kapolres menambahkan, pelaksanaan OKC dilangsungkan mulai 5-25 Maret mendatang. Tujuan kegiatan ini adalah terwujudnya keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran (Kamseltibcar) lalu lintas. Selain itu, melalui kegiatan itu diharapkan akan bisa menurunkan angka kecelakaan dan pelanggaran serta meningkatkan kedisiplinan masyarakat, khususnya dalam berlalulintas.

Sementara itu, Kanit Patroli Ipda Affandi menambahkan, dalam razia yang dilangsungkan tadi, masih banyak pengendara yang terjaring pelanggaran. Sedikitnya, ada 150 pengendara yang dikenakan sanksi tilang. Dalam kegiatan ini, pihaknya memang mengedepankan penindakan berupa tilang bagi pengendara yang melanggar. Untuk itu, ia mengimbau kepada seluruh  pengendara kendaraan bermotor agar patuh terhadap aturan lalu lintas. Terutama terkait kelengkapan surat-surat berkendara seperti surat izin mengemudi (SIM) dan surat tanda nomor kendaraan (STNK).

Editor: Supriyadi

Polisi dan Perusuh Pilkada Bentrok di Depan Kantor KPU Grobogan

MuriaNewsCom, GroboganSuasana mencekam terjadi pagi tadi di depan Kantor KPU Grobogan, Rabu (14/2/2018). Ratusan demonstran menggeruduk kantor penyelenggaran Pilkada.

Massa yang semula berunjuk rasa dengan tenang akhirnya berubah jadi beringas. Sejumlah kendaraan jadi sasaran kemarahan perusuh dan sebagian ada yang dibakar. Selain itu, ada pula perusuh yang menjarah barang di sekitar tempat unjuk rasa.

Ratusan polisi yang bersiaga di depan Kantor KPU Grobogan mencoba menenangkan massa. Meski demikian massa yang jumlahnya semakin banyak tidak mau diajak kompromi.

Akhirnya, petugas mulai bersikap lebih tegas. Tembakan peringatan dilepaskan aparat untuk menghalau perusuh agar tidak berbuat anarkis. Selain itu, mobil water cannon juga dikerahkan untuk meredam keberingasan para perusuh tersebut.

Karena tidak kunjung berhenti berbuat anarkis, petugas akhirnya terpaksa melakukan upaya lebih keras guna mencegah aksi yang lebih besar dari para pengunjuk rasa. Beberapa pengunjuk rasa terpaksa dilarikan ke rumah sakit karena mendapat luka-luka. Setelah jatuh korban, para pengujuk rasa akhirnya ketakutan dan membubarkan diri.

Serangkaian peristiwa yang terjadi tadi bukan merupakan kenyataan. Tetapi merupakan bagian dari apel gelar pasukan dan simulasi pengamanan Pilkada yang dilangsungkan di jalan raya depan Kantor Badan Kepegawaian Daerah hingga Masjid Baitul Makmur Purwodadi.

“Hari ini kita memang menggelar simulasi penanggulangan unjuk rasa anarkis dalam rangka sispamkota pengamanan Pilkada. Dalam pelaksanaan Pilkada nanti kita harapkan berlangsung aman dan lancar. Meski demikian, beragam langkah antisipasi mesti kita siapkan sejak awal,” ungkap Kapolres Grobogan AKBP Satria Rizkiano.

Editor: Supriyadi

Nenek 79 Tahun di Grobogan Ditemukan Tewas dalam Kamar Mandi

MuriaNewsCom, GroboganSuasana heboh terjadi di jalan Cempaka Purwodadi, Grobogan, Selasa (13/2/2018). Hal ini terjadi menyusul adanya seorang warga yang ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di dalam kamar mandi rumahnya sekitar pukul 09.30 WIB.

Warga yang ditemukan meninggal diketahui bernama Atmariyah, warga setempat. Nenek berusia 79 tahun ditemukan meninggal dalam posisi terlentang di dalam kamar mandi.

Saat ditemukan, korban masih mengenakan pakaian daster. Diperkirakan, korban sudah meninggal beberapa hari sebelum ditemukan. Selama ini, korban memang tinggal sendirian di rumahnya.

Informasi yang didapat menyebutkan, sebelum diketahui meninggal, warga sekitar sempat mencium bau menyengat yang diperkirakan berasal dari rumah korban. Karena curiga, warga mencoba memanggil penghuni rumah tetapi tidak ada jawaban.

Petugas membuka paksa rumah nenek Atmariyahdi jalan Cempaka Purwodadi, Grobogan, Selasa (13/2/2018). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Beberapa warga sempat ada yang mencoba membuka pintu rumah tetapi tidak berhasil karena dikunci dari dalam. Selanjutnya, warga menghubungi ketua RT setempat supaya melaporkan ke Polsek Purwodadi.

”Setelah dapat laporan, kami langsung mendatangi lokasi dan berupaya membuka pintu rumah. Akhirnya kita ketahui kalau korban ternyata sudah dalam keadaan meninggal dunia di dalam kamar mandi. Selanjutnya, jenazah kita bawa ke RSUD untuk diperiksa lebih lanjut,” jelas Kapolsek Purwodadi AKP Sugiyanto.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan tim Inafis dan dokter RSUD Purwodadi, tidak ditemukan tanda penganiayaan pada tubuh korban. Korban diduga meninggal karena menderita sakit. Jenazah korban selanjutnya diserahkan pada pihak keluarganya untuk dimakamkan.

Editor: Supriyadi

Jual Judi Togel, Mahasiswa di Grobogan Diringkus Polisi

MuriaNewsCom, GroboganSatreskrim Polres Grobogan berhasil mengungkap kasus perjudian jenis judi togel Hongkong yang terjadi di wilayah Kecamatan Toroh, Selasa (6/2/2018) malam. Dalam pengungkapan ini, ada dua orang pelaku yang diamankan.

Masing-masing, Slamet Nugroho (35), warga Desa Depok, Kecamatan Toroh. Dalam kasus ini, Slamet diketahui bertindak sebagai pengepul atau agen.

Satu orang lagi yang diamankan adalah Mujiyanto, warga Desa Katong, Kecamatan Toroh. Pemuda 24 tahun yang tercatat sebagai mahasiswa perguruan tinggi swasta itu bertindak selaku penjual atau tambang.

Bersama pelaku, polisi juga menyita sejumlah barang bukti. Antara lain, uang tunai hasil penjualan judi sebesar Rp 792 ribu. Kemudian, 14 bendel kupon judi yang sudah terjual, 1 bendel kupon yang masih kosong, alat tulis, dan 2 buah handphone.

Kasat Reskrim Polres Grobogan AKP Maryoto menyatakan, penangakapan dua pelaku kasus perjudian itu berawal dari informasi masyarakat yang mengabarkan jika ada aktifitas jual beli nomor judi togel di salah satu rumah warga di Desa Depok. Informasi itu ditindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan.

“Akhirnya, pada pukul 22.30 WIB, kita pastikan di rumah yang dimaksud sedang ada aktifitas perjudian. Kemudian, kita lakukan penggrebekan dan berhasil mengamankan kedua pelaku. Baik pelaku dan barang bukti langsung kita amankan ke mapolres guna penyelidikan lebih lanjut,” jelasnya.

Editor: Supriyadi

Pasutri di Jepara Nekat Curi Motor untuk Bayar Kos 

MuriaNewsCom, Kudus– Terdesak kebutuhan, pasutri asal Kudus nekat mencuri sebuah motor. Namun nahas, aksinya diketahui dan kini mereka harus meringkuk di tahanan Mapolres Kudus.

Mereka adalah Sudariyani (41) dan Fajar Setiawan (35). Dihadapan penyidik, mereka baru mengaku baru sekali melakukan perbuatan itu.

“Itu nanti uangnya buat bayar kos Rp 400 ribu dan kebutuhan lainnya. Namun belum sempat dijual sudah ketahuan,” ujar Fajar yang telah menikah siri dengan Sudariyani, Senin (5/2/2018).

Dalam aksinya, pasutri yang nge-kos di Desa Ploso, Kecamatan Jati itu, membagi peran. Si perempuan bertindak sebagai eksekutor, sementara si laki-laki berperan sebagai pengawas.

Saat kejadian, duo maling tersebut beruntung karena kunci motor masih terpasang. Sehingga dalam waktu singkat, yang bersangkutan dapat menggondol barang curiannya pergi.

“Saat itu sedang ada hajatan, saya sebenernya kenal dengan orangnya (korban) namun karena terdesak kebutuhan, mau bagaimana lagi,” imbuhnya

Menurut Fajar, honornya sebagai montir panggilan dan istrinya yang bekerja sebagai tukang bubut ayam tak mencukupi. Akhirnya, karena terdesak kebutuhan membayar kos, keduanya pun nekat mencuri motor.

Kasatreskrim Polres Kudus AKP Onkoseno Grandiarso Sukahar mengatakan, kasus tersebut merupakan satu dari 24 perkara yang ditangani Polres dan Polsek jajaran selama bulan Januari 2018.

Adapun, puluhan perkara yang terjadi selama bulan Januari diantaranya, 12 tersangka perjudian, 6 tersangka pencurian dan 3 tersangka pencurian, satu kasus pemerasan dan penadahan serta pengeroyokan.

“Untuk kasus pencurian tersangka terancam kurungan maksimal 7 tahun penjara,” ungkap Onkoseno.

Ia juga mengimbau agar masyarakat berhati-hati dalam memarkirkan kendaraannya, lantaran pelaku memanfaatkan kelengahan warga.

Editor: Supriyadi

Pria Asal Kaltim Tewas Tengkurap di Kamar Kos Purwodadi

MuriaNewsCom, GroboganSuasana heboh terjadi di sebuah tempat kos-kosan di jalan Cempaka Purwodadi, Grobogan, Kamis (1/2/2018). Hal ini terjadi menyusul adanya seorang penghuni kos yang diketahui sudah dalam kondisi tidak bernyawa di dalam kamar kosnya sekitar pukul 11.30 WIB.

Penghuni kos yang meninggal adalah seorang pria berusia 62 tahun. Warga sekitar maupun penghuni lainnya belum begitu akrab karena pria tersebut baru sekitar beberapa bulan tinggal di tempat kos itu.

Korban diketahui meninggal dalam posisi tengkurap diatas kasur. Saat itu, kondisi kamar kos dalam keadaan terkunci. Meninggalnya korban diketahui saat pemilik kos bernama Suwarti (57) mengintip kamar lewat ventilasi jendela.

Kapolsek Purwodadi AKP Sugiyanto menyatakan, korban diketahui bernama Harry sugeng kusbintoro yang bekerja sebagai wiraswasta. Korban tercatat beralamat di Gang Famili 3B, Kelurahan/Kecamatan Sangata Utara, Kabupaten Kutai Timur, Kaltim.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan tim Inafis dan dokter RSUD Purwodadi, tidak ditemukan tanda penganiayaan pada tubuh korban. Korban diduga meninggal karena menderita sakit.

Polisi sedang melakukan pemeriksaan pria yang meninggal di dalam kamar kosnya di jalan Cempaka Purwodadi, Kamis (1/2/2018). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Dugaan ini diperkuat dengan adanya kartu berobat yang ditemukan di kamar kos. Dari kartu itu, pihaknya meminta keterangan pada dokter di tempat korban berobat sebelumnya.

”Kita sudah datangi tempatnya berobat. Korban sebelumnya sempat periksa karena mengalami sakit maag,” jelasnya.

Ia menambahkan, meninggalnya korban kali pertama diketahui oleh pemilik kos. Biasanya, korban pada jam itu sudah keluar dari kamarnya. Tetapi, hari ini, pemilik kos belum melihatnya keluar kamar sejak pagi.

Selanjutnya, pemilik kos mencoba mengetuk pintu kamar tetapi tidak ada sahutan. Saat diintip dari ventilasi jendela, korban terlihat dalam posisi tengkurap tanpa ada tanda gerakan.

”Selanjutnya, pemilik kos tadi menghubungi ketua RT setempat supaya melaporkan ke Polsek Purwodadi. Setelah dapat laporan, kami langsung mendatangi lokasi dan berupaya membuka pintu kamar. Sesudah pintu terbuka, korban ternyata sudah dalam keadaan meninggal dunia,” sambung Sugiyanto.

Jenazah korban selanjutnya akan diserahkan pada pihak keluarganya yang kebetulan tinggal di dalam kota Purwodadi. Yakni, kakak kandung dan kakak ipar korban. Baik kakak kandung maupun kakak iparnya menyatakan kalau sebelumnya korban memang sedang sakit.

”Pihak keluarga sudah berhasil kita hubungi agar mengambil jenazah korban yang ada di RSUD Purwodadi untuk dimakamkan,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Puluhan Pelajar di Karimunjawa Diangkut Polisi ke Sekolah, Ada Apa?

MuriaNewsCom, Jepara – Puluhan pelajar di Kepulauan Karimunjawa, Jepara terpaksa diangkut menggunakan mobil polisi ke sekolah. Hal itu dilakukan lantaran tak adanya pasokan BBM di Karimunjawa akibat cuaca buruk hingga melumpuhkan transportasi ke sekolah yang jaraknya mencapai belasan kilometer.

Kapal tanki pengangkut bahan bakar minyak (BBM) yang berlayar dari Semarang terhalang ombak dan angin kencang. Akibatnya pasokan BBM untuk masyarakat tak bisa diantar.

Hal itu praktis memengaruhi pasokan bahan bakar khususnya pertalite dan premium di SPBU Karimunjawa dan persediaan bensin milik masyarakat termasuk para pelajar, yang tak bisa masuk sekolah.

“Kami akhirnya menempuh solusi untuk menjemput siswa yang tidak bisa sekolah karena ketiadaan BBM di motor-motor milik mereka. Ada lima kendaraan yang disiapkan, dua milik Taman nasional, dua milik masyarakat dan satu milik Kapolsek,” ujar Sekretaris Kecamatan Karimunjawa Noor Sholeh, Rabu (31/1/2018).

Menurutnya, ada sekitar 100 pelajar berikut pengajar yang terkendala transportasi ke sekolah. Dengan lima kendaraan yang disiapkan, pihak kecamatan mengaku hal itu sudah mencukupi.

Sholeh menyebut, antar jemput siswa dan pengajar akan dilakukan selama tiga hari ke depan, hingga Jumat (2/2/2018). Saat itu, diharapkan kapal tanki pengangkut BBM dari Semarang bisa berlabuh di Karimunjawa dan bisa menyuplai kebutuhan bahan bakar untuk warga.

“Untuk antar jemput siswa dan pelajar berasal dari MTS dan setingkat SMA yang ada di pulau utama Karimunjawa. Mereka sebagian berasal dari Kemujan. Adapun lima kendaraan yang digunakan menggunakan jenis bahan bakar solar, yang masih tersisa,” jelasnya.

Terkait pasokan bahan makanan, Sholeh menyebut hingga saat ini masih aman. Hal itu karena wilayah kepulauan tersebut sudah mendapatkan droping beras.

“Cadangan beras masih aman, begitu pula dengan gas, karena kami terakhir mendapatkan pasokan elpiji pada tanggal 22 Januari lalu. Beras juga demikian masih aman, kalau untuk lauk disini melimpah ikan,” pungkasnya.

Editor: Supriyadi

Konsumsi Sabu untuk Tambah Stamina, Sopir Truk di Grobogan Ditangkap Polisi

MuriaNewsCom, GroboganAparat Satresnarkoba Polres Grobogan berhasil membekuk pria bernama Pusdiyono, warga Desa Asemrudung, Kecamatan Geyer. Saat digeledah, polisi berhasil menemukan satu paket narkoba jenis sabu-sabu dalam saku pria yang beprofesi sebagai sopir truk antar kota tersebut.

”Barang bukti sabu yang kita amankan dari tersangka totalnya seberat 0,34 gram. Tersangka kita amankan pekan lalu,” kata Wakapolres Grobogan Kompol I Wayan Tudy Subawa saat jumpa pers, Rabu (31/1/2018).

Penangkapan sopir truk berusia 40 tahun itu dilakukan di tempat parkir RSUD Purwodadi, Rabu (24/1/2018) sekitar pukul 19.00 WIB. Beberapa jam sebelumnya, tersangka diketahui menitipkan motornya di tempat parkiran tersebut.

Setelah itu, tersangka keluar dari lokasi parkir untuk menemui seseorang yang diindikasikan sebagai pemasok narkoba. Usai mendapatkan barang, tersangka kemudian kembali lagi ke lokasi parkir RSUD untuk mengambil kendaraannya.

”Saat tersangka mau ambil motornya, langsung kita amankan. Sebelumnya, kami sudah dapat info bakal ada transaksi narkoba di lokasi parkiran itu. Kita masih mengembangkan penyelidikan mengenai pemasok barangnya,” imbuh Kasat Narkoba AKP Abdul Fatah.

Sopir truk tersebut mengaku sudah beberapa kali mengonsumsi sabu. Pemakaian sabu dilakukan untuk menambah stamina sehingga bisa mengemudikan kendaraan tanpa mengalami rasa lelah.

”Tersangka beralasan memakai sabu untuk menguatkan stamina. Tentu saja hal ini tidak dibenarkan. Justru orang yang mengonsumsi narkoba sangat berbahaya jika sedang mengemudi,” imbuh Fatah.

Editor: Supriyadi

Tak Sekedar Beladiri, Dalmas Polres Blora Juga Dibekali ‘Ilmu Sakti’ untuk Hadapi Penjahat

MuriaNewsCom, Blora – Para pelaku tindak kejahatan di Kabupaten Blora sepertinya harus berpikir dua kali untuk beraksi di Kota Mustika. Pasalnya, belasan Dalmas Sat Shabara Polres Blora ternyata dibekali ilmu beladiri yang tak biasa.

Hal itu terlihat saat 15 anggota Dalmas unjuk kebolehan beladiri di Halaman Belakang Polres Blora, Selasa (30/8/2018) usai apel pagi. Belasan anggota itu memperagakan atraksi memecahkan dan melumat Batako yang ditumpuk beberapa Lapis.

Mereka juga memamerkan cara beladiri bertarung menghadapi pelaku kejahatan yang membawa pistol, tongkat, dan pisau.

Setiawan, instrukutur beladiri Merpati Putih mengatakan seluruh gerakan yang diperagakan merupakan bagian dari pengamanam yang dilakukan Polri dalam menyikapi pelaku kejahatan yang sewaktu-waktu terjadi.

”Sebelum memecahkan batako dan lempeng besi kali ini, seluruh personil Dalmas Polres Bora melewati latihan ilmu beladiri Merpati Putih selama beberapa bulan dengan materi yang berbeda dan ternyata berhasil,” ucap Setiawan seperti dikutip dari Tribratanews.

AKP Siswanto Kasat Sabhara mengatakan seluruh gerakan yang diperagakan merupakan bagian dari latihan yang dilakukan Anggota Dalmas supaya memiliki ketahanan tubuh yang kuat. Sebab, tantangan tugas kedepan semakin berat apalagi jelang masa kampanye Pilkada tahun 2018 ini.

”Pasukan Dalmas adalah pasukan utama Polres Blora yang sebagian besar anggotanya masih berusia muda, maka dari itu ketahanan fisik dan mental perlu diasah terus untuk membentuk kepribadian Polri yang handal,” katanya.

Kasat Sabhara menambahkan, pematahan balok juga lempeng besi dengan kepala dan tangan itu tidak ada unsur mistis sama sekali. Hal itu bisa terjadi karena memanfaatkan tenaga dalam yang selama ini dipelajari pada ilmu beladiri Merpati Putih.

Kemampuan mematahkan balok dan lempeng besi tersebut ternyata menjadi perhatiam Kapolres Blora AKBP Saptono. Karena, hal itu tidak bisa dilakukan dengan mudah tanpa adanya pengalaman dan juga latihan yang dilakukan oleh orang yang melakukannya.

Kapolres Blora menjelaskan, peragaan beladiri tidak lain hanya bagian dari unjuk keterampilan yang dimiliki anggotanya. Dan bukan sebagai ajang untuk menyombongkan diri serta besikap sewenang-wenang ketika berada di tengah masyarakat.

”Ini bagian dari show of force kami. Bahwa kami siap melayani dan mengayomi masyarakat. Yang paling penting keahlian ini bukan untuk disombongkan atau disalah gunakan sewenang-wenang,” terang AKBP Saptono.

Editor: Supriyadi

Asyik Pesta Miras, Belasan Pelajar di Kudus ’Diseret’ Ibu Kandung ke Kantor Polisi

MuriaNewsCom, Kudus – Sebelas pelajar di bawah umur di Kudus harus berurusan dengan pihak kepolisian usai menggelar pesta minuman keras (Miras), Senin (22/1/2018). Uniknya, belasan pelajar yang masih duduk di bangku SMP dan SMA itu diseret ke kantor polisi setelah ibu kandung salah satu siswa melaporkan pesta miras tersebut ke kantor polisi.

Dikutip dari laman Tribrata News Polres Kudus, kejadian unik tersebut berawal saat IM beserta belasan temannya berkumpul di rumahnya di Desa Loram Wetan, Kecamatan Jati saat jam sekolah. Karena penasaran, ibu IM mencoba mempergoki kelakuan anaknya.

Itu dilakukan lantaran IM sendiri sudah tidak sekolah. Sementara teman-teman anaknya yang berkumpul masih mengenaklan seragam sekolah. Tiga di antaranya bahkan masih mengenakan SMP dan tujuh lainnya sudah berseragam SMA.

Rasa penasaran ibu IM langsung membuatnya mengurut dada. Ia memergoki anaknya sedang pesta miras bersama belasan temannya tersebut. Kuat dugaan, hal tak terpuji itu (pesta miras) sudah sering dilakukan hingga membuat sang ibu mengautkan hati untuk melapor ke polisi untuk efek jera.

Bhabinkantibmas Desa Loram Wetan, Aiptu Noor Rojak mengatakan, begitu mendapatkan laporan tersebut, pihaknya langsung mendatangi lokasi bersama anggota polsek yang piket. Begitu sampai ternyata pesta miras yang diadukan sang ibu benar adanya.

”Saya bersama anggota Polsek yang piket langsung mendatangi rumah tersebut. Setelah sampai kami mendapati anak-anak berseragam sekolah sedang minum-minuman keras saat jam sekolah,” terang Rojak.

Kesebelas pelajar itu pun tak berkutik. Mereka pun akhirnya digelandang ke Mapolsek Jati untuk mendapat pengarahan supaya tidak mengulangi perbuatan tersebut lagi. Terlebih lagi, tiga di antaranya masih SMP.

”Selain membawa belasan pelajar itu, kami juga membawa sejumlah barang bukti. Yakni botol air mineral berisi arak putih 1/4 liter, gir sepeda, dan besi berukuran panjang 25 cm,” tegasnya.

Belasan pelajar yang masih duduk di bangku SMP dan SMA mendapat pembinaan di depan orang tua setelah diamankan polisi usai menggelar pesta miras. (Humas Polres Kudus)

Sementara itu, Kapolsek Jati AKP Bambang Sutaryo menerangkan, sebelas pelajar yang diamankan berinisial MH, IM, MM, AS, DN, MN, AP, AN, AF, MK dan EN. Tujuh di antaranya masih SMA dan 3 pelajar SMP.

”Sementara, untuk IM tidak sekolah. Rumahnya lah yang digunakan untuk pesta miras,” terang Bambang

Kapolsek menambahkan, kesebelas anak yang rata rata pelajar tersebut sempat diamankan di Polsek Jati. Mereka diberi pembinaan dihadapan orang tua mereka masing dan diminta membuat surat pernyataan tidak mengulangi perbuaanya yang di ketahui oleh Kepala Sekolah, Kepala Desa, Ketua RT dan RW setempat.

” Itu sebagai sanksi sosial kepada mereka. Mudah-mudahan, tidak diulangi lagi,” ungkap Kapolsek.

Di sisi lain, Kapolsek juga berterima kasih kepada Ibu kandung IM yang berani melaporkan anak kandungnya sendiri dan teman- temanya yang sedang melakukan pesta miras. Ia berharap hal ini bisa menjadi contoh dan pelajaran untuk warga sekitar.

”Saya berharap kepada warga yang mengatahui tindakan kriminal atau ketertiban masyarakat untuk segera melapor ke pihak kepolisian. Itu supaya tetap kondusif,” pungkasnya.

Editor: Supriyadi

Siswa Berprestasi di SD Gayam Blora Girang dapat Bingkisan dari Polisi

MuriaNewsCom, BloraRaut gembira terlihat dari wajah sejumlah siswa SDN 1 Gayam, Kecamatan Bogorejo, Blora, Senin (22/1/2018). Hal ini terjadi setelah mereka mendapat bingkisan dari anggota Bhabinkamtibmas Polsek Bogorejo.

Bingkisan itu berisi beberapa alat tulis dan uang pembinaan dari Polsek Bogorejo sebagai bentuk Polisi Peduli Pendidikan. Bingkisan dalam rangka mendukung program Polisi Sahabat Anak itu diberikan pada sejumlah siswa yang dinilai berprestasi.

”Semoga bantuan ini bisa memberikan manfaat dan menambah semangat belajar,” kata Anggota Bhabinkamtibmas Polsek Bogorejo Aiptu Mulyono, usai menyerahkan bingkisan.

Dalam kesempatan itu, sempat pula dilangsungkan penyuluhan pada para siswa. Materi penyuluhan terkait masalah kenakalan anak dan remaja serta bahaya narkoba.

Di tempat terpisah, Kapolsek Bogorejo AKP Djamrozie Ghozali menyatakan, penyuluhan diberikan sebagai upaya untuk mencegah agar para pelajar tidak terjerumus pada pergaulan bebas yang mengarah perbuatan negatif. Untuk itu, para pelajar, harus diberikan pemahaman terkait masalah tersebut supaya mengerti.

”Kita ingin berperan aktif dan peduli terhadap kemajuan dunia pendidikan serta upaya pencegahan kenakalan pergaulan bebas yang mengarah ke perbuatan negatif. Untuk itu kita berikan penyuluhan seperti ini kepada pelajar agar mereka terhindar dari segala sesuatu yang dapat merugikan mereka sendiri dan keluarga,” jelasnya.

Editor: Supriyadi

Kasus Bunuh Diri Kian Marak di Grobogan, Begini Gerak Cepat Polisi

MuriaNewsCom, Grobogan  – Jajaran Polres Grobogan menaruh perhatian cukup serius dengan masalah sosial yang muncul di wilayahnya. Sebagai upaya penanganan, pihak Polres Grobogan mengadakan Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka pencegahan dan penanggulangan masalah-masalah sosial yang dilangsungkan di Rumah Kedelai Grobogan, Selasa (16/1/2018).

Rakor dipimpin Kabag Sumda Kompol Budi Yuwono. Hadir pula, Asisten II Pemkab Grobogan Ahmadi Widodo, Kepala Satpol PP Bambang Panji, psikiater RSUD Purwodadi Sutarno dan Kabid Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Sudarsi. Rakor juga dihadiri jajaran muspika se-kabupaten Grobogan.

Kompol Budi Yuwono menyatakan, akhir-akhir ini makin marak masalah sosial di berbagai daerah. Antara lain, banyaknya kasus bunuh diri, orang stress yang menyebabkan musibah pada orang lain.

”Masalah-masalah seperti itu perlu dapat perhatian serius. Kita harapkan, masalah sosial itu bisa ditekan bahkan kalau perlu jangan sampai terjadi lagi,” tegasnya.

Untuk menanggulangi masalah sosial, bukan pekerjaan mudah. Pihak kepolisian tidak bisa menangani masalah tersebut sendirian. Namun, butuh dukungan dari berbagai komponen masyarakat untuk bersama-sama mencegah dan menanggulangi masalah sosial tersebut.

”Hal ini hendaknya jadi perhatian bersama. Mari kita saling bahu membahu untuk menangani masalah sosial ini. Penyebab masalah sosial ini cukup banyak sehingga harus melibatkan berbagai komponen masyarakat untuk mengatasi,” sambungnya.

Asisten II Achmadi Widodo mengapresiasi kegiatan yang diprakarsai Polres Grobogan. ”Saya mengapresiasi adanya rakor ini. Kita harapkan, dari rakor ini bisa mendatangkan manfaat dan semangat bagi semua untuk lebih peduli pada masalah sosial,” jelasnya.

Editor: Supriyadi

Jangan Kaget Lihat Polisi Rembang Ini, Baiknya Minta Ampun!

MuriaNewsCom, Rembang – Rasa kemanusiaan selalu muncul tak terduga. Di mana saja dan dilakukan siapa saja. Seperti halnya yang dilakukan salah satu polisi di Rembang ini.

Adalah Aiptu Mardi Kanit Sabhara Polsek Sale Polres Rembang. Saat itu, ia sedang melaksanakan tugas Ambang Gangguan Pagi di Pertigaan jalan raya Sale bersama anggota lainya .

Saat melaksanakan Ambang Gangguan Pagi Aiptu Mardi  melihat seorang perempuan tua sedang berdiri di tepian jalan terlihat sedang  menunggu angkutan umum, Senin ( 15/1/2018 ) pukul 06.55 WIB .

Melihat hal tersebut, Aiptu Mardi langsung menghampiri dan bertanya kepada perempuan tua yang diketahui bernama Mbah Sarti, warga Desa Ngajaran, Kecamatan Sale .

Saat ditanya  Mbah Sarti itupun menjawab bahwa dirinya dari Jatirogo dan hendak ke Desa Ngajaran Sale. Hanya, ia sudah lama menunggu angkutan umum yang menuju kampungnya, namun tak kunjung dapat.

Seketika itu Aiptu Mardi langsung menawarkan kepada mbah Sarti untuk diantar sampai kampung yang akan dituju Mbah Sarti.

Dengan menggunakan kendaraan dinas Back Bone Polsek Sale Mbah Sarti  langsung diantarkan oleh Aiptu Mardi sampai ke rumahnya.  Mbah Sarti pun merasa senang atas tumpangan dari polisi di Sale.

”Maturnuwun Nak,” ucap Mbah Sarti sambil tersenyum seperti dikutip Tribrata News Polres Rembang.

Menanggapi hal itu, Kapolres Rembang AKBP Pungky Bhuana Santoso mengapresiasi apa yang di lakukan Aiptu Mardi. Sikapnya itu merupakan bentuk aplikasi bahwa polisi adalah pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat serta melakukan hal tersebut ikhlas tanpa pamrih.

”Menbantu masyarakat  yang membutuhkan pertolongan saat bertugas  di Lapangan  itu sudah menjadi  kewajiban setiap anggota Polri. Dengan  niat yang sama untuk melayani masyarakat yang menbutuhkan . Semoga anggota lain bisa mencontoh apa yang dilakukan oleh Aiptu Mardi,” Ungkap Kapolres Rembang.

Editor: Supriyadi

Begini Kronologi Perampokan Rumah Pengusaha Konfeksi di Jepara

MuriaNewsCom, Jepara – Komplotan rampok satroni rumah milik Junaidi warga Desa Bandungrejo, Kecamatan Kalinyamatan-Jepara, Selasa (9/1/2018), pukul 02.15 WIB pagi. Dari rumah sekaligus toko kain itu, kawanan tersebut menggondol emas kurang lebih 1 kilogram dan uang sekitar Rp 45 juta.

Ketika beraksi, rampok menyekap delapan dari sembilan orang yang ada di rumah itu. Lalu bagaimana kronologi, peristiwa itu?

Kepada MuriaNewsCom, penjaga malam di rumah itu Faizin (40) bercerita. Awal mula kejadian, ketika sekitar pukul 02.00 ada suara kendaraan (mobil) yang mondar-mandir di gerbang samping rumah (menghadap ke utara).

Baca: Bos Konfeksi Di Jepara Dihajar Rampok Berpistol, Harta Dikuras

Curiga, Faizin lalu menyuruh kawannya Jumadi memeriksa. Ketika diperiksa, ternyata ada sebuah mobil (minibus) berwarna hitam, dan enam penumpang yang turun memakai cadar dan menodongkan pistol kearah Jumadi dan kemudian mengikatnya.

“Saya heran kenapa Jumadi tak kembali-kembali, setelah saya periksa, Jumadi ternyata sudah terikat. Orang-orang itu kemudian menodongkan senjata kepada saya dan mengancam. Saya sempat kabur dan sembunyi di toilet, tapi kemudian ditemukan. Lalu disuruh keluar dan diikat,” urainya, Selasa siang.

Setelah mengikat Jumadi dan Faizin, rampok juga mengikat pembantu rumah Wahyudi. Kemudian, dengan modus membangunkan majikannya Junaidi yang sedang tidur di gudang, kawanan ini kemudian masuk ke rumah utama.

Adapun, rumah yang beralamat di Bandungrejo RT 1, RW 4 itu menjadi satu dengan toko konfeksi. Dibagian depan ada dua bangunan toko besar dan gudang yang dipisahkan oleh lorong menuju rumah utama. Sementara di samping rumah utama terdapat pula sebuah pagar yang digunakan sebagai pintu masuk rampok.

Baca: Perampok Berpistol Di Jepara Sekap 6 Orang, Bawa Kabur 1 Kg Emas

“Ketika sudah mengikat kami bertiga (Faizin, Jumadi dan Wahyudi) rampok kemudian meminta Jumadi membangunkan Pak Junaidi yang sedang tidur di gudang dengan baik-baik seolah-olah tak ada apa-apa. Begitu bangun ia (Junaidi) langsung ditendang dan diminta menunjukan hartanya,” tambahnya.

Rampok sebenarnya sudah menggasak uang tunai Rp 45 juta dari gudang, tempat Junaidi tidur. Namun karena tak puas, rampok memaksa pemilik rumah untuk menunjukan harta yang lain, yang tersimpan di rumah utama.

“Pak Junaidi sempat tak mau menunjukan, lalu dipukul dibagian punggung kanan atas. Setelahnya, ia (Junaidi) menurut dan menuju rumah utama,” urainya.

Baca: Ibu Ajak Bayi Bunuh Diri Terjun Dari Lantai 11 Hotel Safin Pati

Di rumah utama, istri Junaidi Muawanah dan ketiga anaknya yakni Riska, Rani dan Fenti ikut diikat kedua tangan dan kakinya. Sementara anak paling bontot Ririn yang masih SD tak ikut diikat.

“Di sana rampok dengan petunjuk tuan rumah, leluasa mengambil perhiasan emas. Sementara kami (sandera) dikumpulkan di ruang tamu dan dijaga oleh orang-orang itu menggunakan senjata,” kenangnya.

Setelah beraksi, kawanan rampok menyita handphone dan mengancam sandera agar tak bergerak, sampai mereka pergi. Peristiwa itu, baru dilaporkan ke pihak kepolisian pada Selasa pagi pukul 06.00 WIB.

Kasat Reskrim Polres Jepara AKP Suharta menjelaskan, total kerugian yang dialami oleh korban ditaksir Rp 600 juta. Dalam melakukan aksinya, pelaku terbilang cepat dan sigap.

“Mereka datang sekitar pukul 02.15 kemudian meninggalkan rumah dengan barang-barang berharga sekitar 45 menit kemudian,” jelasnya.

Saat ini, kasus tersebut sedang dalam penanganan petugas kepolisian.

Editor: Supriyadi

Alamak, 2 Pemuda Aceh Penerbang Layang-layang Mirip Bendera GAM di Kudus juga Jual Obat Ilegal

Petugas menunjukkan obat tak berizin yang diamankan dari tangan pelaku di Mapolres Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Dua warga Aceh Utara Agus Munanda (24) dan Muhammad Iqbal (22) yang ditangkap Polres Kudus gara-gara menerbangkan layang-layang dengan motif mirip bendera Gerakan Aceh Merdeka (GAM) ternyata peracik dan penjual obat-obatan ilegal.

Hal itu diketahui setelah polisi melakukan pemeriksaan dan memeriksa tempat kos pelaku di Perum Jember Asri Blok D Jl. Kudus-Jepara Km 08 turut Kelurahan Purwosari Kota.

Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning mengatakan, obat tersebut dinyatakan ilegal lantaran tak ada izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Selain itu sebagian besar obatnya merupakan obat racikan.

”Ada beberapa obat yang memiliki izin dari BPOM. Tapi setelah petugas melakukan pengecekan ke BPOM ternyata tidak terdaftar,” katanya saat gelar perkara di Polres Kudus, Jumat (29/12/2017)

Baca: 2 Pemuda Aceh Ditangkap Polres Kudus Gara-gara Terbangkan Layang-layang Mirip Bendera GAM

Kapolres menyebut, untuk melancarkan aksi pelaku membuka balai pengobatan dengan nama Balai Pengobatan Jion Zen. Dari balai pengobatan tersebut pelaku berhasil menjual obat tanpa kecurigaan selama tiga bulan di Kudus.

”Selama tiga bulan jualan itu penghasilan mereka mencapai puluhan juta. Namun digunakan untuk kebutuhan hidup. Saat diamankan sisa penjualan masih menyisakan uang Rp 10 jutaan,” ungkapnya.

Disebutkan, obat yang diamankan sejumlah 255 berbagai merk, kapsul tanpa merk 5700 butir, bahan obat sebanyak 19 toples serta kapsul ksong 6,5 pak. 

Meski begitu, ia mengakui masih terdapat seorang pelaku lainya yang kini masih buron. Pelaku tersebut merupakan dalang dari praktik usaha obat ilegal itu

“Saat ini pelaku sedang dalam pengejaran. Semoga saja cepat tertangkap,” tegasnya

Sementara itu, terkait ancaman pidana, para pelaku diancam 15 tahun penjara. Mereka dijerat dengan pasal 106 dan pasal 197 UU No 36 tentang kesehatan.

Editor: Supriyadi

2 Pemuda Aceh Ditangkap Polres Kudus Gara-gara Terbangkan Layang-layang Mirip Bendera GAM

Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning memimpin acara jumpa pers di aula Mapolres Kudus, Jumat (29/12/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Dua warga Aceh Utara Agus Munanda (24) dan Muhammad Iqbal (22) ditangkap Polres Kudus, Rabu (27/12/2017). Penangkapan tersebut terkait dengan aksi keduanya yang menerbangkan layang-layang dengan motif Bulan Sabit dan Bintang mirip bendera Gerakan Aceh Merdeka (GAM).

Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning mengatakan, penangkapan terhadap pelaku bermula saat petugas melihat adanya layang-layang yang bergambar aneh yang diterbangkan di area Perumahan Jember Asri.

Dari kejauhan, layang-layang berwarna merah tersebut dilengkapi dengan gambar bulan sabit dan bintang. Sepintas, layang-layang tersebut mirip dengan bendera GAM

”Sepintas layang-layang tersebut bergambar bendera khas aceh, yakni GAM. Karena penasaran, kami akhirnya mendatangi lokasi,” katanya kepada awak media saat jumpa pers di aula Mapolres Kudus, Jumat (29/12/2017).

Hanya saja, setelah didekati ternyata layang-layang tersebut bukan bermitif bendera dari GAM, melainkan bendera partai di Aceh. Akan tetapi, karena pelaku terlihat mencurigakan, keduanya akhirnya diminta menunjukkan kontrakannya di Perum Jember Asri Blok D Jl. Kudus-Jepara Km 08 turut Kelurahan Purwosari Kota.

“Karena kami masih curiga akhirnya kami ke perumahan tersebut. Di sana, kami menemukan praktik pembuatan obat tanpa adanya izin dari BPOM,” ungkapnya.

Kapolres menambahkan, pengungkapan tersebut atas kerjasama antara petugas Polres Kudus dengan Kodim Kudus 0722 besarta para saksi sejumlah 11 orang. Kemudian, kedua pelaku diamankan dari Kodim Kudus 0722.

“Saat ini pelaku kami amankan di Mapolres Kudus untuk proses lebih lanjut, termasuk kemungkinan-kemungkinan lainnya,” jelasnya.

Editor: Supriyadi