Karaoke Nakal Pati, Satpol PP Siap Ngotot lagi

Kasatpol PP Pati Hadi Santosa menunjukkan contoh segel yang dicopot kembali dari pengusaha karaoke. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Kasatpol PP Pati Hadi Santosa menunjukkan contoh segel yang dicopot kembali dari pengusaha karaoke. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pati bakal menempuh langkah yustisi, setelah upaya penertiban karaoke dengan melakukan penyegelan gagal di sejumlah tempat karena ada perlawanan.

Gagalnya penyegelan bukan hanya saat upaya penyegelan berlangsung, tetapi juga sejumlah segel yang sudah terpasang ternyata dicopot kembali dari pengusaha karaoke. Kesal dengan langkah tersebut, pihaknya bakal menempuh jalur hukum.

“Kami tidak akan menyerah. Kami tetap akan menegakkan Perda yang sudah menjadi representasi produk hukum masyarakat Pati. Saat ini, kami mengupayakan jalur hukum,” ujar Kasatpol PP Pati Hadi Santosa.

Sayangnya, upaya itu terkendala dengan tenaga penyidik PNS yang bekerja di Satpol PP hanya satu orang. Menanggapi hal itu, Anggota Komisi A DPRD Pati Wisnu Wijayanto meminta supaya penyidik Satpol PP bisa berkoordinasi dan konsultasi dengan penyidik di Polres Pati.

“Minimnya SDM penyidik memang diakui jadi kendala. Tapi, jangan sampai itu menyurutkan langkah Satpol PP untuk menempuh langkah yustisi. Mereka bisa konsultasi dengan penyidik di Polres Pati untuk menemukan bukti-bukti pelanggaran yang dilakukan pengusaha karaoke untuk dibawa ke ranah hukum,” tutur Wisnu.

Wakapolres Pati Kompol Sigit Bambang Hartono mengaku tidak masalah bila penyidik Polres di Pati dimintai konsultasi dengan penyidik Satpol PP. “Yang penting ada koordinasinya,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga : Berantas Karaoke Nakal Pati, Ini Masalah Satpol PP

Reaksi Polisi Pati yang Gemas dengan Penganiaya Satpol PP

Wakapolres Pati Kompol Sigit Bambang Hartono. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Wakapolres Pati Kompol Sigit Bambang Hartono. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Wakapolres Pati Kompol Sigit Bambang Hartono menyatakan siap memproses hukum terhadap pelaku kekerasan terhadap salah satu petugas Satpol PP Pati yang kepalanya dibenturkan pintu mobil saat mencoba melakukan penertiban karaoke yang melanggar Perda beberapa waktu lalu.

Kesiapan itu dinyatakan, setelah jajaran Komisi A DPRD Pati mendesak supaya polisi mengusut tuntas pelaku kekerasan. “Silakan lapor, kronologinya bagaimana dan lain sebagainya. Kalau memang itu terbukti, kita akan proses ke pengadilan,” kata Sigit.

Dalam melakukan proses hukum, pihaknya memberikan pemahaman bahwa harus sesuai mekanisme dan prosedur yang berlaku. “Sekali lagi saya tegaskan, kalau memang itu terbukti masuk tindak pidana, kenapa tidak diproses?” ungkapnya.

Terkait dengan penyegelan yang dirusak, pihaknya masih melakukan kajian mendalam. Bila itu terbukti terpenuhi unsur pidana, pihaknya meminta supaya ada yang melaporkan. “Prosedurnya sama. Ada laporan, nanti biar kami proses,” tuturnya.

Dalam mengawal penegakan Perda melakukan pengawalan terhadap Satpol PP, ia memastikan tidak ada kepentingan apapun. Langkah-langkah sesuai dengan prosedur diakui sudah dilakukan.

Anggota Komisi A DPRD Pati Wisnu Wijayanto meminta agar polisi bisa menangani dengan serius persoalan tersebut. “Satpol PP itu menjalankan tugas atas nama wakil rakyat. Biar dapat keadilan dalam menjalankan tugas, kami minta itu benar-benar ditangani, Pak,” adunya kepada Wakapolres Pati.

Sebelumnya, Muhammad Gunari, petugas satpol PP Pati dirawat di ruang Wijayakusuma RSUD Soewondo. Dia terkena hantaman pada kepala bagian belakang saat bertugas mengamankan upaya penutupan karaoke, Sabtu (5/3/2016).

Usai peristiwa itu, Gunari mengaku sering pusing dan terdapat benjolan di bagian belakang. Untuk mengantisipasi adanya kemungkinan buruk dari insiden tersebut, Gunari akhirnya dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga : Preman Karaoke Penganiaya Satpol PP Pati, Bersiaplah Berurusan dengan Polisi