VIRAL!! Tak Terima Ditilang Emak-emak di Kudus Gigit Tangan Polantas

MuriaNewsCom, Kudus – Tak terima ditilang, aksi emak-emak di Kudus ini bikin mengelus dada sekaligus menggelikan. Ia mengigit tangan polantas Kudus yang coba menghentikannya, Kamis (22/2/2018).

Pelaku pengigit petugas satlantas Polres Kudus itu, diketahui bernama Anik Tri Kurniawati (45). Ia ibu rumah tangga warga Jepang Pakis RT 3 RW 05 Kecamatan Jati. Apesnya, aksi tersebut terekam kamera dan menjadi viral di dunia maya.

Kepada MuriaNewsCom, Kasatlantas Polres Kudus AKP Eko Rubiyanto membenarkan adanya peristiwa tersebut. Menurutnya, saat itu petugas sedang melakukan pengamanan jalur di Jl A Yani Perempatan Bank BNI 46 Desa Panjunan Kecamatan Kota Kudus, pukul 06.30 WIB.

“Petugas kami atas nama Erlangga Hananda Seto sedang melakukan penjagaan. Lalu datanglah ibu itu, tidak menggunakan helm. Lalu petugas menghentikannya namun berusaha melawan dengan mengigit dan menabrakan kendaraannya kepada petugas,” tuturnya, dihubungi Kamis sore.

Ia menuturkan, dari pemeriksaan yang bersangkutan tak memiliki SIM dan STNK yang dibawa tak sesuai dengan kendaraan yang ditunggangi.

“Petugas kemudian menyita kunci kendaraan, tidak terima yang bersangkutan lantas mengigit petugas kami. Saat ini yang bersangkutan (pelaku pengigitan) tengah diperiksa di Satreskrim Polres Kudus. Terkait perbuatan ibu tersebut petugas kami juga telah membuat laporan resmi tentang perbuatan tak menyenangkan dan melawan petugas,” imbuh Eko.

Aksi gigit Anik juga terekam oleh video amatir warga. Didalam rekaman video tersebut Anik memakai gamis warna biru dan menunggangi Yamaha Mio nopol K 2899 HR warna ungu.

“Balikno kunciku, Matahari kebakaran, Matahari kebakaran, Balikna kunciku (sambil mengigit petugas). Gak pakai helm berapa tak kasih satu juta,” ujarnya dalam video tersebut.

Dalam video lain, nampak emak-emak itu tidak terima dan hendak menggelandang motornya. Ia juga berteriak-teriak lantang didepan polisi.

“Tiga belas juta, tiga belas juta,” tuturnya tanpa tujuan jelas sambil mengacung-acungkan jari.

Kasatlantas Polres Kudus membenarkan terkait video tersebut. Ia menyatakan, video tersebut merupakan rekaman amatir dari warga.

Editor: Supriyadi

Waspada!! Selain Jadi Ajang Balapan, 3 Titik di Kaliwungu Kudus Ini Rawan Begal

Sejumlah pengendara melintas di salah satu jalan yang masuk dalam kategori rawan kejahatan dan balapan liar. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Kapolsek Kaliwungu AKP Dwi Jati Husodo meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintas di tiga tempat di Kecamatan Kaliwungu.

Selain rawan kejahatan, ketiga tempat tersebut sering digunakan sebagai ajang balap liar yang sering mengakibatkan kecelakaan hingga jatuh korban.

Tiga titik tersebut berada di kawasan barat wilayah Kaliwungu. Di mulai dari jalan lingkar utara Mijen – Peganjaran, Jalan lingkar Jetak – Kencing dan jalan Kudus Jepara atau wilayah perbatasan dengan Jepara.

“Untuk jalur pertama di jalan lingkar utara Mijen – Peganjaran. Tempat ini sering digunakan untuk balap liar. Biasanya, balap liar dilakukan sore hari, antara habis ashar sampai maghrib dan tengah malam,” katanya kepada MuriaNewsCom, Rabu (6/9/2017)

Kemudian, lanjut dia, untuk lokasi kedua adalah Jalan lingkar Jetak – Kencing . Di jalan ini juga sering digunakan sebagai ajang balap liar. Bedanya, lokasi tersebut biasanya digunakan saat tengah malam.

”Sebagai langkah antisipasi, kami beberapa kali memasang petugas untuk stand by di sana. Dengan melihat petugas, para pembalap liar yang sedang balapan maupun hendak balapan akan kabur dan bubar. Namun saat petugas tak ada, biasanya mereka kembali lagi. Untuk itu kami juga sering berpatroli,” ujarnya.

Sedang untuk lokasi ketiga, yaitu di perbatasan Kudus-Jepara. Di titik ini banyak ditemukan tenggangan dan rawan dengan begal. Kondisi jalanan yang sepi dan jauh dari pemukiman warga menjadi kesempatan bagi pelaku kejahatan

“Untuk mengantisipasi tindak kejahatan, kami perbanyak patroli. Khusunya saat jam rawan seperti menjelang Maghrib, tengah malam dan menjelang shubuh. Jam tersebut cukup efektif. Alhamdulillah saat ini sudah aman,” ungkapnya.

Tak hanya patroli, anggota juga sering ditugaskan untuk memantau sirkulasi laju kendaraan di tempat tersebut. Hal itu akan membuat pengendara nyaman dari adanya mara bahaya.

Editor: Supriyadi

Pak Menteri PAN Kok di Kantor Polisi Kudus, Ada Apa?

menteri e

Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara (PAN) dan Birokrasi Reformasi Yuddy Chrisnandi saat melakukan kunjungan di Mapolres Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 
MuriaNewsCom, Kudus – Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara (PAN) dan Birokrasi Reformasi Yuddy Chrisnandi berpesan kepada polisi agar memberi pelayanan dengan wajah ramah.

“Harus ada peningkatan dan evaluasi, seperti halnya petugas yang memberikan pelayanan. Jangan diberikan yang garang, nanti belum lapor malah takut duluan,” kata Yuddy saat berkunjung di Mapolres Kudus, Jumat (15/7/2016).

Menurutnya, polisi seyogyanya lebih ramah melayani masyarakat. Bukan hanya soal sikap, tapi juga pelayanan. Bahkan, polisi juga sesekali jemput bola, dengan datang langsung ke masyarakat.

Seperti halnya pelayanan SIM dan SKCK. Polisi bisa memberikan layanan ke seluruh kecamatan. Jika pelayanan bagus, maka warga bisa nyaman.

Sementara Kapolres Kudus AKBP Andy Rifai mengatakan, polisi akan lebih memaksimalkan peran di sembilan kecamatan. “Paling jauh 14 kilometer sudah sampai di kecamatan di Kudus,” kata Andy.

Dalam kunjungan, menteri juga melihat mulai pelayanan, ruang SIM dan lokasi lokasi lainnya.

Editor : Akrom Hazami