Jangan Kaget Lihat Polisi Rembang Ini, Baiknya Minta Ampun!

MuriaNewsCom, Rembang – Rasa kemanusiaan selalu muncul tak terduga. Di mana saja dan dilakukan siapa saja. Seperti halnya yang dilakukan salah satu polisi di Rembang ini.

Adalah Aiptu Mardi Kanit Sabhara Polsek Sale Polres Rembang. Saat itu, ia sedang melaksanakan tugas Ambang Gangguan Pagi di Pertigaan jalan raya Sale bersama anggota lainya .

Saat melaksanakan Ambang Gangguan Pagi Aiptu Mardi  melihat seorang perempuan tua sedang berdiri di tepian jalan terlihat sedang  menunggu angkutan umum, Senin ( 15/1/2018 ) pukul 06.55 WIB .

Melihat hal tersebut, Aiptu Mardi langsung menghampiri dan bertanya kepada perempuan tua yang diketahui bernama Mbah Sarti, warga Desa Ngajaran, Kecamatan Sale .

Saat ditanya  Mbah Sarti itupun menjawab bahwa dirinya dari Jatirogo dan hendak ke Desa Ngajaran Sale. Hanya, ia sudah lama menunggu angkutan umum yang menuju kampungnya, namun tak kunjung dapat.

Seketika itu Aiptu Mardi langsung menawarkan kepada mbah Sarti untuk diantar sampai kampung yang akan dituju Mbah Sarti.

Dengan menggunakan kendaraan dinas Back Bone Polsek Sale Mbah Sarti  langsung diantarkan oleh Aiptu Mardi sampai ke rumahnya.  Mbah Sarti pun merasa senang atas tumpangan dari polisi di Sale.

”Maturnuwun Nak,” ucap Mbah Sarti sambil tersenyum seperti dikutip Tribrata News Polres Rembang.

Menanggapi hal itu, Kapolres Rembang AKBP Pungky Bhuana Santoso mengapresiasi apa yang di lakukan Aiptu Mardi. Sikapnya itu merupakan bentuk aplikasi bahwa polisi adalah pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat serta melakukan hal tersebut ikhlas tanpa pamrih.

”Menbantu masyarakat  yang membutuhkan pertolongan saat bertugas  di Lapangan  itu sudah menjadi  kewajiban setiap anggota Polri. Dengan  niat yang sama untuk melayani masyarakat yang menbutuhkan . Semoga anggota lain bisa mencontoh apa yang dilakukan oleh Aiptu Mardi,” Ungkap Kapolres Rembang.

Editor: Supriyadi

Keren, Anggota Polres Grobogan ini Ternyata Juara Binaraga, Ini Sosoknya

Anggota Satsabhara Polres Grobogan Eko Suryono memamerkan otonya yang kekar. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Sampai saat ini, banyak orang belum tahu jika di Grobogan ternyata punya atlit binaraga cukup handal. Namanya, Eko Suryono (37) yang berprofesi sebagai anggota Polri. Saat ini, polisi berpangkat Bripka yang punya bodi seperti Ade Rai tersebut bertugas di Satuan Sabhara Polres Grobogan.

“Saya mulai kenal binaraga tahun 2010. Kalau mulai ikut pertandingan sekitar tahun 2012 di even Piala Walikota Semarang. Saat itu, saya dapat juara empat kontes body fit,” jelas Eko, Rabu (26/12/2017).

Setelah itu makin banyak even yang diikuti dengan sederet prestasi. Antara lain, pada tahun 2013 jadi juara IV Binaraga Open Nasional di Boyolali dan juara III Piala DanPaspampres di Jakarta. Kemudian juara III Liga PABBSI Jateng (2014) dan juara II seleksi Pra PON di Semarang (2015).

Terbaru, Eko berhasil meraih juara I dalam Kejurprov Jateng di Semarang belum lama ini. Dengen keberhasilan ini, ia akan menjadi bagian kontingen Grobogan dalam Porprov 2018 mendatang di Surakarta. Selama ini, Eko biasa bertanding dikelas 85 kg dan 85+ atau diatas 85 kg.

“Tahun 2013 saya juga ikut Porprov di Banyumas. Tetapi belum dapat prestasi karena masih junior waktu itu. Kalau di Porprov 2018, saya berupaya menyumbang medali buat kontingen Grobogan,” cetusnya.

Eko Suryono saat menjadu juara I dalam Kejurprov Jateng di Semarang belum lama ini. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Sebelum menekuni binaraga, Eko lebih dulu bergelut dalam olahraga beladiri karate. Semasa masih duduk di SMAN 1 Grobogan, Eko pernah meraih prestasi saat mengikuti kejuaraan Karate Cepu Migas Cup.

Eko tercatat baru bertugas di Polres Grobogan sejak tahun 2012. Saat diterima jadi anggota Polri tahun 2000, ia langsung ditugaskan di Polda Jambi pada divisi Provost. Kemudian, ia juga pernah dapat tugas sebagai ajudan kapolda, dan Ditlantas bagian reg iden.

Perkenalan dengan binaraga terjadi saat masih tugas di Jambi, sekitar tahun 2010. Ceritanya, saat itu, Eko sempat mengalami masalah kolesterol yang menyebabkan lutut dan persendiannya terasa nyeri. Oleh temannya, ia disarankan untuk fitness.

“Saran itu kemudian saya ikuti. Setelah ikut fitnes jadi sehat. Akhirnya, saya jadi ketagihan dan menekuni fitnes hingga akhirnya jadi atlit binaraga sampai sekarang,” katanya.

Untuk menjadi alit binaraga ternyata tidak mudah. Butuh latihan tekun dan serius untuk membentuk otot. Selain itu, pola makan juga harus mendapat perhatian serius. Terutama, beberapa bulan menjelang ikut pertandingan.

Eko Suryono saat menerima penghargaan dari Kapolres Grobogan AKBP Satria Rizkiano belum lama ini . (MuriaNewsCom/Dani Agus)

“Menu makanan berpengaruh pada kondisi badan. Tidak bisa makan sembarangan,” cetusnya.

Prestasi yang diraih Eko selama ini, ternyata juga mendapat dukungan dari atasannya. Bahkan, beberapa hari lalu, Eko menerima penghargaan dari Kapolres Grobogan AKBP Satria Rizkiano. Selain Eko, ada dua polisi pria, satu polwan dan satu PNS yang menerima penghargaan dari kapolres.

Disamping atasan, dukungan penuh juga diberikan istrinya Musdhalifah. Bahkan, wujud dukungan sang istri ini boleh dibilang luar biasa. Soalnya, Musdhalifah bahkan sampai membuka usaha berupa tempat latihan fitness atau gym.

“Sebelumnya, istri juga punya usaha salon kecantikan dan sejak beberapa bulan lalu buka usaha gym. Jadi, sekarang saya latihannya ditempat usaha istri,” ujarnya sembari tertawa.

Editor: Supriyadi

Salut untuk Pak Polisi yang Satu Ini, Karena Kecekatannya Bus Sekolah Selamat dari Kebakaran

pak-polisi-keren

Bus Sekolah yang mengalami konsleting didorong petugas dan warga ke pinggir jalan (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Acungan jempol tampaknya pantas diberikan buat anggota Satlantas Polres Grobogan Brigadir Yanssen. Pasalnya, berkat kesigapannya, sebuah bus sekolah milik SMK Astamitra Grobogan berhasil selamat dari musibah kebakaran.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, tindakan penyelamatan bus sekolah itu dilakukan pagi tadi sekitar pukul 07.00 WIB. Lokasinya, di depan Pasar Induk Purwodadi.

Pagi itu, Brigadir Yanssen tengah bertugas mengatur arus lalu lintas di pertigaan jalan Untung Suropati di sebelah barat pasar induk. Ketika sedang mengatur arus lalu lintas disitu, bus sekolah berisi puluhan siswa tersebut melintas di dekatnya.

Namun saat bus tersebut melintas, Brigadir Yanssen melihat ada asap mengepul dari bagian belakang. Semula, asap itu dikira keluar dari knalpot kendaraan. Tetapi, setelah dicermati asap itu muncul dari bagasi belakang bus yang merupakan tempat mesin.

Melihat bus dalam kondisi bahaya, Brigadir Yanssen segera mengejar bus yang masih melaju. Sesampai di depan pasar, petugas itu kemudian menghentikan bus dan meminta sopir untuk mengecek kendaraan yang dikemudikan.

“Setelah dicek, ternyata bus tersebut mengalami korsleting pada sistem kelistrikkannya. Kemudian, anggota meminta para penumpang untuk turun dari bus tersebut,” kata Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Nur Cahyo Ari Prasetyo melalui KBO Satlantas Ipda Tri Afandi.

Setelah semua penumpang turun, pengemudi kemudian mematikan percikan api dengan alat pemadaman api ringan (APAR) yang ada didalam bus. Selanjutnya, petugas dibantu warga yang ada di lokasi mendorong bus ke pinggir agar tidak mengganggu arus lalu lintas. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)