Polisi di Brebes Dipecat Karena Asusila dan Penipuan

MuriaNewsCom, Brebes – Kepolisian kembali mengambil tindakan tegas kepada anggotanya yang terlibat kejahatan dan pelanggaran kode etik. Seorang polisi berpangkat Briptu di Polres Brebes, dipecat dengan tidak hormat setelah sebelumnya terlibat kasus asusila dan penipuan.

Polisi yang dipecat diketahui bernama Dika Yusniawan (32). Proses pemecatan dilakukan dengan upacara penanggalan seragam polisi yang dipimpin Kapolres Brebes AKBP Sugiarto, di halaman Mapolres Brebes, Rabu (31/1/2018).

Pemecatan ini tertuang dalam surat keputusan Polda Jateng Kep/2777/XII/2017. Dalam SK itu, Briptu Dika Yusniawan ditetapkan untuk di PTDH (pemberhentian tidak dengan hormat) terhitung mulai 29 Desember 2017.

Kaporles menjelaskan, anggota ini diberhentikan karena melanggar pasal 12 ayat (1) huruf a PPRI no 1 th 2003 jo pasal 21 ayat (3) a dan i Perkap 14 th 2011 tentang KKEP. “Sudah sering melakukan tindakan indisipliner, jadi saya laksanakan perintah dari Polda ini,” katanya.

Ia berharap pemecatan dengan tidak hormat kali ini menjadi yang terakhir. Ia juga mengingatkan kepada jajarannya untuk menjadikannya sebagai evaluasi. “Ini untuk instrospeksi kita semua, supaya melaksanakan tupoksi kita sebagai anggota Polri,” ujarnya.

Baca : Polda Jateng Pecat 50 Polisi Secara Tak Hormat, 4 Perwira Juga Kena

Ditambahkan, pihaknya selain memberikan punisment juga memberikan reward. Bagi anggota yang melanggar kode etik dan profesi Polri maupun pidana akan ditindak dengan punisment. ”Sedangkan yang berprestasi tentunya akan kami berikan penghargaan (reward),” imbuhnya.

Sementara itu kepada anggota yang diberhentikan, Kapolres Berharap tetap menjaga nama baik institusi kepolisian. “Kepada Pak Dika, semoga moment pagi ini menjadi titik balik, supaya bisa mengubah sikap di masyarakat dan tetap menunjukkan nama baik Polri,” pesannya.

Sebelum dipecat Dika bertugas di Kesatuan Sabhara Polres Brebes. Dika diketahui telah beberapa kali melanggar kode etik, termasuk terlibat kasus asusila dan penipuan.

Sebelumnya Dika telah melalui proses sidang kode etik, dan beberapa kali menjalani hukuman tahanan, hingga akhirnya dipecat dengan tidak hormat.

Editor : Ali Muntoha

Polda Jateng Pecat 50 Polisi Secara Tak Hormat, 4 Perwira Juga Kena

Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono mencopot seragam polisi anggota yang dipecat secara tidak hormat, Jumat (29/12/2017). (Humas Polda Jateng)

MuriaNewsCom, Semarang – Polda Jawa Tengah memecat dengan tidak hormat 50 polisi yang bertugas di wilayah Jateng selama tahun 2017. Dari jumlah itu, 24 polisi dipecat pada Jumat (29/12/2017) hari ini melalui upcara pemecatan dengan tidah hormat (PTDH) di halaman Mapolda Jateng.

Sementara 26 polisi lain dipecat pada pertengahan 2017. Dari total polisi yang dipecat ini, empat di antaranya merupakan perwira. Proses pemecatan empat perwira ini dilakukan di Mabes Polri

Mereka terbukti melakukan pelanggaran berat dan tindak pidana, sehingga diberi sanksi terberat.

Pemecetan ditandai dengan upacara pencopotan seragam polisi yang dilakukan Kapolda Jateng, Irjen Pol Condro Kirono. Pencopotan seragam ini diwakili dua polisi yang dipecat.

Kapolda Jateng mengatakan, jumlah polisi yang dipecat tahun ini mengalami peningkatan drastis dibanding tahun sebelumnya yang hanya 10 orang. Ia menyebut pelanggaran terbanyak yang dilakukan yakni desersi, kode etik, lalu disusul narkoba.

Menurut dia, langkah ini dilakukan sebagai bentuk komitmen dan upata bersih-bersih di lingkungan kepolisian dari oknum tak bertanggungjawab.

“Ini bentuk komitmen polri dalam memberikan hukuman bagi anggota yang menyakiti masyarakat, melakukan pelanggaran hukum,” katanya.

Sementara itu secara keseluruhan, jumlah anggota polisi yang dipecat di berbagai kesatuan wilayah di Jawa Tengah mencapai 50 orang.

Ia menuturkan upaya bersih-bersih di lingkungan kepolisian akan terus dilakukan agar para oknum tidak menciderai Polri. Selain memberhentikan pihaknya juga memberikan penghargaan bagi yang berprestasi setiap bulannya pada tanggal 17.

“Yang berprestasi ini jadikanlah contoh, yang PTDH jadikan introspeksi, kalau memang kesulitan berprestasi ya cukup berbuat baik sajalah, jangan melakukan pelanggaran itu sudah cukup bagi institusi,” terangnya.

Selain itu, pada ada 1.100 polisi yang memperoleh kenaikan pangkat mulai 1 Januari 2018. Upacara kenaikan pangkat dilakukan bersamaan dengan upacara PTDH.

Editor : Ali Muntoha