Pemakaman 3 Brimob yang Tewas Baku Tembak di Blora Tunggu Proses Autopsi

Kondisi tiga anggota Brimob yang tewas setelah baku tembak di Blora. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Blora – Proses autopsi ketiga jenazah anggota Brimob yang tewas di Blora hingga pukul 10.30 WIB masih menjalani autopsi di RSUD Dr R Soetijono Blora. Sejumlah anggota keluarga bahkan sudah menunggu sejak pagi untuk segera melangsungkan pemakaman.

Mulyono, kakak ipar dari Brigadir Bambang Tejo mengatakan, saat ini pihak keluarga sudah menunggu jenazah adiknya untuk dimakamkan. Rencananya, pemakaman akan dilakukan di pemakaman keluarga yang nerada di Desa Jetis, Kecamatan kota Blora.

Baca: 3 Anggota Brimob Tewas Usai Saling Baku Tembak di Blora

”Sepulang dari sini, langsung ke rumah duka. Setelah itu langsung disambung dengan pemakaman,” katanya seperti dikutip detik.com, Rabu (11/10/2017).

Ia menjelaskan, saat ini pemakaman belum bisa dilakukan karena proses autopsi masih berlangsung. Hanya, dari penjelasan pihak RSUD, jenazah akan langsung diantar ke alamat rumah masing-masing setelah autopsi selesai.

Baca: Begini Kronologi Baku Tembak yang Menewaskan 3 Brimob di Blora

Meski begitu, ia bersama keluarga tak mau terlewatkan. Sejak pukul 03.00 WIB, ia sudah menunggu di RSUD untuk menunggu autopsi selesai.

”Dari keluarga dapat info meninggalnya Bambang ini sekitar jam 3 pagi, kemudian saya yang diminta untuk menjemput jenazahnya di RSUD,” tutur Mulyono.

Baca : Bripka Tejo Bunuh Diri Setelah Tembak Mati 2 Rekannya Sesama Brimob di Blora

Disinggung terkait penyebab kematian adik iparnya tersebut, ia mengaku belum mengetahui secara pasti. Bahkan, ia pun belum sampai melihat kondisi terkini jenazah Bambang.

Namun, ia mendapat info jika sang adik jadi korban insiden di tempat kerjanya. ”Ada juga yang bilang dia tertembak. Soal kondisinya saya malah belum sampai melihat, karena tidak boleh masuk,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Baca: Ini Spesifikasi Senjata Serbu yang Digunakan Brimob untuk Nembak Mati Rekannya di Blora

Begini Kronologi Baku Tembak yang Menewaskan 3 Brimob di Blora

Salah satu korban baku tembak tewas setelah kena timah panas senjata laras panjang AK 101. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Blora – Tewasnya tiga anggota Brimob Pati pengaman sumur minyak PT Sarana Gas Trembul (SGT) di  Dukuh Canggah, Desa Trembul, Kecamatan Ngawen, Blora, Selasa (10/10/2017) sekitar pukul 18.30 WIB memang membuat orang tercengang.

Ini lantaran, proses tewasnya ketiga personel tersebut diwarnai baku tembak. Bahkan, dugaan sementara pelaku penembakan Brigadir Bambang Tejo bunuh diri dengan cara menembak kepala sendiri. Lalu bagaimana kronologinya?

Salah satu saksi mata, karyawan GSS Giken Sakata Singapura, Redi mengatakan, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 18.30 WIB. Kala itu ia mendengar rentetan tembakan kurang lebih 20 kali.

Karena kaget dan penasaran Redi mendekat ke TKP untuk memastikan ada apa sebenarnya.

Baca: 3 Anggota Brimob Tewas Usai Saling Baku Tembak di Blora

Setelah sampai di TKP, Redi melihat satu orang sudah tergeletak bersimba darah di depan tenda Pam Brimob. Dengan rasa panik dan memendam rasa takut, ia langsung lari dan segera menghubungi personel Polsek serta Koramil Ngawen.

Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono membenarkan hal tersebut. Menurutnya, pada pukul 18.00 WIB terdengar dua letusan di lokasi pengeboran minyak SGT 01 Desa Karangtengah, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora.

Saksi yang mendengar adalah anggota Brimob Brigadir Muhadi. Saat letusan terdengar Muhadi sedang berada di kamar mandi. Dia langsung menuju sumber suara dan melihat 2 anggota Brimob tergeletak.

Baca: Bripka Tejo Bunuh Diri Setelah Tembak Mati 2 Rekannya Sesama Brimob di Blora

Beberapa menit setelah terdengarnya dua letusan pertama, kembali terdengar suara tembakan. Ada sejumlah saksi yang mengecek lokasi sumber suara. Di lokasi ternyata Bripka BT atau Bambang Tejo sudah tergeletak dengan senjata api di dekatnya.

“Terdengar bunyi tembakan, dan senjata ada di dekat dia (Bripka Bambang Tejo),” katanya saat jumpa pers.

Diduga Bripka Bambang Tedjo menembak dua rekannya yaitu Brigadir Budi Wibowo (30) dan Brigadir Ahmad Supriyanto. Namun Condro menegas saat ini masih dilakukan pendalaman termasuk dari tim forensik dan Direktorat Reserse Kriminal Umum.

“Motifnya sampai tadi pagi, belum pasti. Kemungkinan motif pribadi dari mereka,” tuturnya.

Hingga saat ini polisi masih menjalankan olah tempat kejadian perkara. Jenazah ketiga anggota Subden IV Brimob Polda Jateng itu masih ada di Blora untuk dilakukan autopsi. 

Editor: Supriyadi

2 Polisi Blora Ini Tiba-tiba “Tertawa “

Upacara Korps Rapot Kenaikan Pangkat di Aula Aryaguna Mapolres Blora (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Upacara Korps Rapot Kenaikan Pangkat di Aula Aryaguna Mapolres Blora (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

MuriaNewsCom, Blora – Dua Polisi di Blora ini tiba-tiba “tertawa” alias bersyukur karena naik pangkat. Kegiatan itu dilakukan dalam upacara Korps Rapot Kenaikan Pangkat, penghargaan setingkat lebih tinggi di Aula Aryaguna Mapolres Blora pada Rabu (30/3/2016).

Pertama, dari yang semula Iptu (Inspektur Polisi Satu) menjadi AKP (Ajun Komisaris Polisi), yakni Iptu Maryoto selaku Kepala Seksi Teknologi Informatika Kepolisian (Kasi Tipol), dan dari Aiptu (Ajun Inspektur Polisi Satu) menjadi Inspektur Polisi Dua (Ipda), yakni Ipda Sudiarno, angota Polsek Todanan.

Kapolres Blora AKBP Dwi Indra Maulana, mengatakan, kenaikan pangkat penghargaan ini berbeda dengan korp raport kenaikan pangkat reguler yang setiap 1 Januari dan 1 Juli. “Untuk penghargaan yaitu terhitung 3 bulan sebelum personel polri yang berangkutan akan menjalani masa pensiun. Namun, tidak semua anggota polri yang akan pensiun mendapatkan kenaikan pangkat penghargaan,” katanya.

Kapolres juga menjelaskan, kenaikan pangkat ini merupakan penghargaan dari negara dan pimpinan Polri atas jasa dan pengabdian selama bertugas “Saudara, 3 bulan lagi akan melaksanakan tugas hingga pensiun,” tambahnya.

Selain itu, kedua personel tersebut telah lulus secara mulus dan tanpa cacat dalam mengabdi kepada Polri. “Hal tersebut bisa ditiru oleh generasi penerus yang masih panjang masa dinasnya dengan bekerja dan bekerja sebaik mungkin,” pesannya.

Editor : Akrom Hazami

Semoga 5 Polisi Blora Ini Legawa Dimutasi

Pergantian jabatan di jajaran Polres Blora di Aula Aryaguna mapolres setempat. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Pergantian jabatan di jajaran Polres Blora di Aula Aryaguna mapolres setempat. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

MuriaNewsCom, Blora – Ada lima perwira pertama (pama) yang bertugas di jajaran Kepolisian Resor Blora (Polres) Blora pindah tugas atau mutasi.

Di antaranya, AKP Slamet R semula Kapolsek Kradenan kini menjabat sebagai Kapolsek Randublatung. Sedangkan untuk Kapollsek Randublatung kini dijabat oleh AKP Yorisa Prabowo yang semula sebagai Kepala Satuan (Kasat) Pembinaan Masyarakat (Bonmas). Untuk Kapolsek Kradenan kini dijabat oleh AKP Sumaidi.

Selain itu ada juga AKP Slamet, semula Kapolsek Randublatung, kini menjabat sebagai Kapolsek Cepu. Sedangkan, Kapolsek Cepu sebelumnya, AKP Alan Haikel kini berpindah tugas di Polresta Pekalongan sebagai Kepala Satuan Lalu lintas (Kasat Lantas).

Kapolres Blora, AKBP Dwi Indra Maulana mengungkapkan perpindahan serta pergantian jabatan di tubuh kepolisian merupakan hal yang normal. Tujuannya yakni sebagai langkah organisasi dalam upaya penyegaran dan strategi pengembangan karir serta proses pemantapan kepemimpinan.

“Selamat kepada para kapolsek yang menempati tugas baru dan terima kasih kepada personel yang semula telah menduduki sebagai kapolsek namun mendapatkan tugas baru di Polresta Pekalongan,” ujar Dwi.

Ia juga berharap, bagi para perwira yang mendapatkan tugas baru bisa lebih baik. Pergantian jabatan yang digelar dalam serah terima jabatan tersebut digelar di Aula Aryaguna Mapolres Blora. Dipimpin langsung oleh Kapolres Blora AKBP Dwi Indra Maulana, pada Rabu (30/3/2016).

Editor : Akrom Hazami