Tak Hanya Dihukum, Polisi Jateng Kena Narkoba Juga Digojlok di Kandang Brimob

MuriaNewsCom, Semarang – Polda Jawa Tengah tampaknya serius melakukan bersih-bersih terhadap anggotanya yang terlibat penyalahgunaan narkoba. Untuk semakin menguatkan upaya bersih-bersih ini, polda mencanangkan program ’KUPEDULI’.

Program yang digawangi Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) ini merupakan upaya untuk menegakkan hukuman, perawatan dan pembinaan terpadu anggota Polri yang terlibat narkoba.

Dalam program ini, anggota maupun aparatur sipil negara (ASN) Polri yang terbukti mengonsumsi narkoba akan mendapatkan hukuman dan perawatan khusus.

Kapolda Jateng, Irjen Pol Condro Kirono melalui Kabid Propam, Kombes Pol Jamaluddin Farti mengatakan, program ini merupakan bentuk keseriusan Polda Jateng dalam menindak personel yang terlibat narkoba.

Menurut dia, oknum Polri maupun ASN yang terbukti menyalahgunakan narkoba, selain mendapat sanksi disiplin dan kode etik, serta pidana juga mendapat gemblengan melalui program ini.

”Tujuannya, untuk menghentikan sama sekali penggunaan narkoba di lingkungan anggota Polri/ASN Polda Jateng. Sehingga anggota Polri dan ASN Polri Polda Jateng bebas dari jeratan narkoba,” katanya dikutip dari Tribratanews Polda Jateng, Rabu (28/3/2018).

Setiap anggota Polda yang mengonsumsi narkoba, akan mengikuti perawatan medis dan konseling di RS Bhayangkara Semarang.

Tak hanya itu, mereka juga diwajibkan kembali mengikuti pembinaan fisik. Lokasi yang digunakan untuk pembinaan fisik ini di Markas Komando Satbrimob Polda Jateng.

”Untuk perkara pelanggaran penyalahgunaan narkoba di jajaran Polda Jateng proses hukum internalnya (disiplin/kode etik profesi) dan pelaksanaan sidangnya ditarik ke Polda Jateng,” ujarnya.

Untuk anggota yang menjalani hukuman disipilin, diberikan hukuman berupa penampatan khusus (patsus) di ruang Patsus Mapolda Jateng. Mereka yang mendapat hukuman ini dalam aktivitasnya, wajib memakai memakai rompi dan helm patsus selama menjalani hukuman.

”Setelah selesai menjalani hukuman berupa patsus tersebut, untuk penjemputan terhukum anggota Polri dilakukan oleh atasannya yaitu kasatker/kapolres di hadapan kapolda/wakapolda,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Warga Jateng Bisa Lapor Penyelewengan Dana Desa ke Polri Pakai Android

MuriaNewsCom, Semarang – Polri meluncurkan aplikasi khusus yang bisa dimanfaatkan untuk memantau dan mengawasi penggunaan dana desa. Aplikasi tersebut bernama Sipades (Sistem Pendampingan Dana Desa).

Peluncuran Dana Desa dilakukan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, dalam lawatanya di Kota Semarang, sejak Kamis (22/3/2018). Aplikasi ini diinisai oleh Kapolres Batang AKBP Edi S Sinulingga, dan sudah diujicoba Desa Brokoh dan Brayo, Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang sejak 28 Desember 2017 lalu.

Aplikasi ini terintegrasi dengan aplikasi SISKEUDES (Sistem Keuangan Desa). Aplikasi ini dimanfaatkan sebagai media pelaporan dana desa bagi Bhabinkamtibmas dan memberikan informasi kepada masyarakat secara real time berbasis web dan mobile Android tentang penggunaan dana desa.

”Program Sipades ini sangat saya dukung. Karena ini program dari presiden dengan program padat karya sehingga menstimulasi, membangkitkan ekonomi masyarakat desa,” kata Tito.

SIPADES ini terdiri dari dua komponen utama. Yaitu web dashboard yang digunakan oleh eksekutif untuk melakukan monitoring serta memberikan referensi tentang embrio permasalahan penggunaan dana desa. Serta aplikasi mobile yang bisa digunakan oleh Bhabinkamtibmas untuk melakukan pengawasan penggunaan dana desa secara aktual.

Aplikasi ini juga bisa digunakan oleh masyarakat untuk memperoleh informasi penggunaan dana desa, serta melaporkan permasalahan seputar penggunaan dana desa. ”Nanti 3 atau 4 bulan rutin dievaluasi. Kalau di Jateng baik, bisa jadi model di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Usai di-launching, Sipades akan diterapkan di seluruh wilayah Polda Jateng. Yakni di 7.809 desa dalam wilayah 31 Polres pada 29 kabupaten.

Baca : Dengan Sipades, Polri Jamin Kades Tak Perlu Takut Kena OTT

Plt Gubernur Jawa Tengah, Heru Sudjatmoko menyambut baik Sipades yang diinisiasi oleh Polri. Menurutnya, pendampingan perlu dilakukan mengingat dana desa yang saat ini digelontorkan pemerintah pusat, sangat besar.

“Sehingga bisa dipastikan sema desa bisa memanfaatkan dana desa dengan baik. Apalagi, tidak mungkin hanya mengandalkan pendamping desa yang satu orang menangani dua sampai tiga desa. Camat juga tidak mudah melakukan pengawasan per desa. Tapi dengan aplikasi yang dikenalkan ini, saya sangat mengapresiasi,” bebernya.

Heru berharap, para camat pun dapat memanfaatkan aplikasi tersebut untuk mendampingi pelaksanaan dana desa. Sehingga, bisa memantau penyerapan, penggunaan, sampai sejauh mana pertanggungjawabannya dengan lebih mudah.

“Bukan untuk memantau terus kalau ada penyimpangan mengambil langkah represif, tapi mengantisipasi lebih awal dan mencegahnya,” terangnya.

Editor : Ali Muntoha

Jelang Pilkada 2018, 3 Kapolres dan 2 Pejabat Utama Polda Jateng Diganti

MuriaNewsCom, Semarang – Jelang Pilgub Jateng dan pilkada serentak di tujuh kabupaten/kota tahun 2018, terjadi perubahan pimpinan di jajaran Polda Jateng. Tiga kapolres dan 2 pejabat utama Polda Jateng, Selasa (20/3/2018) hari ini diganti.

Tiga kapolres yang diganti yakni, Kapolres Tegal, Kapolres Pati, dan Kapolres Grobogan. Penggantian Kapolres Tegal ini cukup mengejutkan, pasalnya Kabupaten Tegal sebentar lagi akan menyelenggarakan pilkada, dan saat ini sudah memasuki tahap kampanye pasangan calon.

Kapolres Tegal yang sebelumnya dijabat AKBP Heru Sutopo, kini dijabat AKBP Dwi Agus Prianto. Kapolres baru ini sebelumnya menjabat sebagai Pamen Baintelkam Polri.

Dalam Pilkada Tegal 2018 ada tiga pasang calon yang bertarung. Yakni Enthus Susmono (petahan)-Umi Azizah, Rusbandi- Fatkhudin, Haron Bagas Prakoso- Drajat Adi Prayitno.

Dua kapolres lain yang diganti yakni Kapolres Pati dari AKBP Maulana Hamdan, digantikan oleh AKBP Uri Nurtanti. Uri Nurtanti sebelumnya menjabat Kasubbag Bagrenmin SSDM Polri.

Sedangkan Kapolres Grobogan, AKBP Satrio Rizkiano digantikan oleh AKBP Choiron El Atiq yang sebelumnya menjabat sebagai Kabagbinopsional Ditlantas Polda Jateng.

Selain tiga kapolres, Polda Jateng juga melakukan penggantian dua pejabat utama. Yakni Irwasda Polda Jateng dari Kombes Pol Drs Budi Susanto digantikan Kombes Pol Drs Budi Yuwono. Budi Yuwono sebelum menjabat Irwasda di Polda Jateng, juga menjabat sebagai Irwasda di Polda DIY.

Sementara Karologistik Kombes Pol I Gede Sumatra Jaya digantikan oleh Kombes Pol Ir Mohammad Zan, yang sebelumnya menjabat Karosarpras Polda DIY.

Serah terima jabatan (sertijab) dipimpin Kapolda Jateng, Irjen Pol Condro Kirono di Gedung Borobudur kompleks Mapolda Jateng. Condro Kirono menyebut, pergantian pejabat di lingkungan Polri merupakan hal wajar.

”Ini hal yang wajar supaya memberikan pengalaman dan keluasan wawasan bagi pejabat yang bersangkutan sebagai bekal dalam mengemban karier,” katanya.

Kapolda juga meminta kepada pejabat baru untuk cepat beradaptasi. Pasalnya tahun ini merupakan tahun politik, dan tahapan kampanye pilkda sudah dimulai, di mana tingkat kerawanan cukup tinggi.

“Yang harus kita waspadai adalah penyebaran berita palsu/hoax dan ujaran kebencian. Karena hal tersebut dianggap lebih mudah memengaruhi masyarakat untuk menjatuhkan elektabilitas lawan,” ujar Kapolda Jateng.

Ia juga memerintahkan pejabat baru untuk membawa jajarannya melakukan upaya-upaya preventif, preemtif dan represif untuk menjaga situasi kamtibmas di tahun politik ini aman dan terkendali.

“Saya ingin mengingatkan kepada seluruh pejabat utama baru dan kapolres, bahwa Jawa Tengah memiliki masyarakat yang kompleks. Dengan demikian tugas dan wewenang yang diberikan kepada kalian harus dapat dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab dan sungguh- sungguh,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Kecelakaan Ternyata Jadi Salah Satu Penyebab Kemiskinan

MuriaNewsCom, Semarang – Polri mulai Senin (5/3/2015) hari ini hingga 25 Maret 25 Maret 2018 menggelar Operasi Keselamatan Lalu Lintas 2018. Di Jawa Tengah operasi ini dimulai dengan gelar pasukan yang digelar Polda Jateng dengan melibatkan unsur TNI, Dishub dan Satpol PP.

Di Jawa Tengah operasi ini diberi nama Operasi Keselamatan Candi 2018 dengan sasaran pecnegahan hal-hal yang memicu kecelakaan lalu lintas.

Kapolda Jateng, Irjen Pol Condro Kirono dalam amanatnya berharap jajaran Lalu Lintas mampu mempersiapkan langkah-langkah antisipasi baik secara taktis teknis maupun secara strategis agar potensi pelanggaran, kemacetan serta kecelakaan lalu lintas yang terjadi dapat diminimalisir.

“Saya juga berharap meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap polri dengan terbentuknya opini positif dan citra tertib dalam berlalulintas serta terwujudnya situasi kamseltibcarlantas menjelang pelaksanaan pilkada di wilayah Jateng tahun 2018,” ujarnya.

Menurut dia, kecelakaan lalu lintas menjadi salah satu penyebab kemiskinan yang sistematis di masyarakat. Ia menjelaskan kecelakaan yang mengakibatkan kematian atau cacat tubuh dapat berdampak terhadap stabilitas perekonomian.

“Misal, seorang kepala keluarga meninggal karena kecelakaan lalu lintas, tentu anggota keluarga yang ditinggalkan akan semakin merosot tingkat perekonomiannya karena ditinggal kepala keluarganya,” katanya.

Contoh lain, kata dia, jika seorang anak mengalami cacat akibat kecelakaan lalu lintas, dibutuhkan biaya lebih untuk membiayai pengobatan serta kebutuhan hidup sehari-hari. Ia menilai asuransi sekalipun tidak akan banyak membantu kondisi tersebut.

Menurut dia, berbagai kegiatan masyarakat tidak terlepas dari arus lalu lintas. Setiap kecelakaan lalu lintas, lanjut dia, selalu didahului oleh pelanggaran lalu lintas. “Misalnya terburu-buru karena sudah terlambat sehingga menerobos lampu lalu lintas,” terangnya.

Oleh karena itu pada operasi lalu lintas kali ini, ia meminta petugas melaksanakan tugas kemanusiaan untuk keselamatan warga masyarakat. Ia meminta petugas bertindak profesional namun jangan sampai menyulitkan masyarakat.

Editor : Ali Muntoha

Ada Ulama Dianiaya, Polda Jateng Ikut Razia Orang Gila

MuriaNewsCom, Semarang – Polda Jawa Tengah menginstruksikan jajarannya untuk ikut melakukan razia terhadap orang gila yang berkeliaran di jalanan. Instruksi ini dilakukan, sebagai upaya untuk menekan adanya gangguan keamanan dan mencegah munculnya provokasi.

Kebijakan ini diambil sebagai imbas peristiwa penyerangan tokoh agama dan tempat ibadah di Jawa Timur, dengan pelaku orang gila. Razia ini telah dilakukan di beberapa tempat di Jateng dengan menggandeng Dinas Sosial.

”Di Cilacap, Kebumen dan Solo sudah dilakukan bersama Dinas Sosial. Ada 20 (orang gila) yang didapat,” kata Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono, Rabu (21/2/2018).

Ini dikatakan kapolda di sela-sela Rakernis Intelkam tahun 2018 di Hotel Patrajasa, Semarang. Rapat kerja ini digelar untuk mengurangi ganguan kamtibmas slama pilkada serentak 2018.

Seperti diketahui sebelumnya, KH Hakam Mubarok, pengasuh Ponpes Muhammadiyah di Karangasem, Paciran, Lamongan diserang orang gila hingga mengalami luka-luka. Beberapa waktu lalu, Masjid Baiturrahim di Jalan Sumurgempol Nomor 77 Karangsari, Tuban, Jawa Timur juga dirusak orang yang diduga mengalami gangguan jiwa.

Kapolda menyebut, jajaran intel telah diperintahkan untuk melakukan deteksi dini. Sehingga peristiwa yang terjadi di Jawa Timur tak terjadi di provinsi ini, karena berpotensi memicu provokasi dan kerusuhan. “Penekanan ke jajaran intelejen harus deteksi dini untuk mereduksi ganggaun kamtibmas,” ujarnya.

Kapolres Tegal Kota AKBP Jon Wesly Arianto bersilaturahmi ke Ponpes Al Hikmah Benda. (Humas Polres Tegal Kota)

Jajaran kepolisian diperintahkan melakukan pendekatan ke tokoh-tokoh agama dan pondok pesantren, serta ikut salat berjamaah di pondok tersebut.

“Untuk pejabat Polda Jateng bersilaturahmi ke ulama, pendeta, dan sebagainya. Misal (untuk muslim), bermalam di pondok pesantren, melaksanakan tabligh akbar dan solat subuh berjamaah, ikut ke pondok dan masjid,” terangnya.

Untuk saat ini, hasil deteksi dini gangguan kamtibmas baik yang membawa unsur agama atau Pilkada di Jawa Tengah masih kondusif. Namun Condro meminta anggotanya tidak lengah agar tidak ada provokasi menggunakan unsur-unsur tersebut.

“Kita tidak ingin ada provokasi dengan isu agama. Hasil deteksi, di Jateng kondusif aman,” pungkasnya.

Langkah pendekatan ke tokoh agama dan pengasuh pondok pesantren ini telah dilaksanakan di setiap jajaran polres, hingga ke tingkat polsek. Seperti yang dilakukan Kapolres Tegal Kota AKBP Jon Wesly Arianto beserta sejumlah pejabat utamanya, yang mengunjungi sejumlah ulama dan ponpes. Salah satunya Pondok Pesantren Al Hikmah Benda, Selasa (20/2/2018) petang dan disambut pengasuh ponpes KH Labib Shodiq Sukhaemi.

Kapolres mengatakan, melalui kunjungan tersebut pihaknya berharap bisa terjalin hubungan silaturahmi antara pondok pesantren dengan Polres. Ia berharap agar para santri membantu Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban.

“Saya juga berharap agar para santri pondok pesantren tidak terpengaruh oleh hal-hal negatif atau isu-isu dan informasi yang beredar dan belum tentu kebenaranya,” ujar AKBP Jon Wesly.

Editor : Ali Muntoha

Bulog Langsung Coret Distributor yang Jual Beras OP Jadi Beras Premium

MuriaNewsCom, Semarang – Badan Urusan Logistik (Bulog) langsung mencoret distributor nakal yang menjual beras operasi pasar (OP) menjadi beras premium. Ini menindaklanjuti penangkapan yang dilakukan Tim Satgas Pangan Polda Jateng, terhadap distributor di Cilacap.

Kepala Bulog Divre Jateng Djoni Nur Ashari menjelaskan, Gudang RMU Berkah sudah beroperasi menjadi distributor beras selama lima tahun lebih, di kawasan Cilacap dan sekitarnya. Tak hanya sebagai distributor saja, melainkan sebagai mitra pengadaaan beras.

“Tentunya atas penyimpangan ini akan diberikan sanksi berupa pencoretan dari daftar mitra,” katanya.

Selain dicoret dari daftar mitra Bulog, pihak Gudang RMU Berkah pun akan dikenakan pasal berlapis yakni dijerat dengan Pasal 144 Undang Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, pasal 110 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan.

Selain itu, pelaku juga dijerat dengan pasal 62 ayat (1) juncto Pasal 8 ayat (1) huruf a Undang UndangNomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Diberitakan sebelumnya Tim Satgas Pangan Polda Jawa Tengah berhasil menemukan tindak manipulasi atas penjualan beras di Dusun Suren, Desa Tambakreja, Kecamatan Kedung Reja, Kabupaten Cilacap, menyusul terjadinya lonjakan harga beras di tengah masyarakat.

Baca : Duh! Beras Operasi Pasar Kok Dijual Jadi Beras Premium, Begini Akibatnya

Berdasarkan analisis harga beras di wilayah kabupaten Cilacap, harga beras premium berkisar Rp 10 ribu hingga Rp 11.500 per kilogram. Berangkat dari hasil analisis ini Tim Satgas Pangan Polda Jawa Tengah melakukan penyelidikan di lapangan.

Saat melakukan pengecekan ke gudang beras RMU Berkah, tim Satgas Pangan Polda Jawa Tengah ini menemukan praktik manipulasi beras.

Beras yang seharusnya dijual untuk operasi pasar sesuai harga eceran tertinggi (HET) diproses ulang (dipoles) dan dikemas kembali dijual sebagai beras premium yang harganya lebih mahal, Sehingga, distributor tersebut mendapatkan keuntungan lebih.

Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono mengungkapkan, rekanan mitra Bulog ini merukapakan CV milik pelaku berinisial S. Beras hasil manipulasi di jual diwilayah Jawa Barat.

Melalui modusnya menjual beras hasil memanipulasi Gudang beras RMU Berkah pada bulan Januari 2018 lalu mendapat keuntungan Rp 288 Juta lebih.

“Ada dua pelaku yang masih diperiksa oleh tim kami, termasuk pemilik gudang berinisial S. Beras hasil manipulasi oleh S dijual diwilayah Jawa Barat, Sukabumi dan Cianjur,” tuturnya.

Editor : Ali Muntoha

Jualan Kosmetik Oplosan Lewat Facebook, 2 Warga Pati Ditangkap Polda

MuriaNewsCom, Semarang – Peredaran kosmetik palsu dan tanpa izin semakin marak beredar dan dipasarkan melalui media sosial seperti Facebook (FB). Bahkan mereka berani menyulap kosmetik biasa yang beredar di warung, menjadi obat impor.

Ini yang dilakukan dua warga berinisial SF dan WS. Keduanya kini berurusan dengan Polda Jateng karena menjual kosmetik impor palsu yang diedarkan di wilayah Winong dan Kayen, Kabupaten Pati.

Jajaran Subdit I/Indagsi, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jateng, juga menyita barang bukti berbagai macam kosmetik palsu dari dua pelaku tersebut.

Kasubit I / Indagsi, AKBP Egy Adrian Suez mengatakan, produk yang mereka jual merupakan produk yang sudah beredar di pasaran. Modus yang digunakan pelaku adalah dengan sengaja memanipulasi agar produk itu terkesan impor.

“Produk ini merupakan produk yang bisa dibeli di swalayan dengan harga terjangkau. Tapi diiklankan di Facebook ini produk berkualitas produk impor, dan tidak ada labelnya,” ujarnya.

Para pelaku sengaja melakukan aksi pemalsuan ini untuk medapat keuntungan yang lebih banyak. Tak sedikit pembeli yang tertipu, karena produk kosmetik yang mereka beli dikira produk impor.

Ia menyebut, produk itu ditawarkan secara online dan transaksinya melalui sistem COD atau dipaketkan.

“Pelaku membeli produk dalam jeriken. Lalu produk tersebut ditempatkan pada botol kecil-kecil dan dioplos. Produk itu tidak ada izin edarnya. Pelaku hanya menempelken stiker krim malam maupun siang,” jelasnya.

Baca : Jualan Obat dan Kosmetik Via Online Kini Diawasi Polisi dan BPOM

Produk yang sebelumnya dibeli seharga Rp 20 ribu, setelah labelnya dilepas dan dioplos, dijual kembali dengan harga Rp 35 ribu.

Menurut dia, Pengungkapan kasus manipulasi kosmetik berasal dari operasi cyber. Diketahui kosmetik tersebut telah diedarkan sejak lama di Facebook. Omzet yang didapat pelaku dari penjualan kosmetik palsu ini juga sangat tinggi, mencapai belasan juta per bulan.

“Prodruk ini ditemukan di wilayah Winong dan Kayen. Dari segi omset setiap bulan wilayah Winong mendapatkan keutungan sebesar Rp 10 juta dan Kayen sebesar Rp 15 juta,” katanya.

Pihaknya masih mengembangkan kasus ini. Termasuk meneliti komposisi produk yang dimanipulasi dan dijual secara online tersebut.

Sementara itu, Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono menambahkan, penemuan kasus manipulasi kosmetik karena adanya patroli cyber. Dalam modusnya, pelaku juga memasang foto selebriti untuk promosi produk palsu tersebut.

“Selebritis yang menjadi bintangnyapun tidak tahu kalau iklannya seperti ini. Jadi foto-foto itu untuk memancing agar masyarakat menarik. hal inilah yang harus diwaspadai,” imbuhnya.

Editor : Ali Muntoha

Duh! Beras Operasi Pasar Kok Dijual Jadi Beras Premium, Begini Akibatnya

MuriaNewsCom, Semarang – Tim Satgas Pangan Polda Jawa Tengah membongkar praktek curang distributor beras, yang menyulap beras untuk operasi pasar (OP) dari Bulog menjadi beras premium dengan harga mahal.

Beras yang seharusnya digunakan untuk mengatasi kelangkaan, serta menyetabilkan harga di pasaran, justru dikemas menjadi beras premium. Beras Bulog yang disulap menjadi beras premium itu pun dijual ke daerah Jawa Barat.

Kapolda Jateng, Irjen Pol Condro Kirono mengatakan, praktek curang itu dilakukan distributor di Cilacap. Pihaknya telah melakukan penggerebekan di gudang milik warga berinisial S di Desa Tambakreja, Kecamatan Kedungreja, Kabupaten Cilacap, dan menemukan praktik tersebut.

Modusnya, beras operasi pasar dari Bulog CSHP kemasan 15 kg, diolah dan dikemas kembali menjadi beras premium. Beras dari Bulog itu digiling ulang lalu dikemas menggunakan karung bertuliskan “Istimewa, Beras SLYP Super Cap Jago Pelung”.

“Beras Bulog dimanipulasi kemasannya jadi beras premium. Dia (pelaku) itu distributor,” kata Kapolda dalam jumpa pers di Kantor Dit Reskrimsus Polda Jateng, Senin (5/2/2018).

Beras yang dibeli pelaku dari Bulog seharga Rp 8.100/kilogram, tidak disalurkan untuk operasi pasar, namun diolah dan di jual kembali sebagai berasi premium seharga Rp 10.000/kilogram.

Dari hasil praktek culas ini, pelaku bisa mengantongi uang ratasan juta rupiah dalam sebulan. Kapolda mencontohkan, selama bulan Januari 2018, pelaku sudah melakukan pengambilan beras ke Bulog sebanyak 15 kali, sebanyak 151,9 ton.

Dengan jumlah itu, keuntungan yang didapat pelaku setelah menjual beras Bulog menjadi beras premium sebanyak Rp 288 juta, selama satu bulan.

Padahal S diketahui sudah 5 tahun menjadi rekanan Bulog. Namun polisi masih melakukan pendalaman, sejak kapan praktek curang ini dilakukan.

Hingga kini S masih dalam pemeriksaan aparat kepolisian. Tim Satgas Pangan Polda Jateng juga mengamankan sejumlah barang bukti. Termasuk ratusan karung beras Bulog yang telah disulap jadi beras premium.

Editor : Ali Muntoha

Tak Punya SIM A Umum Sopir Taksi Online Bakal Ditilang

MuriaNewsCom, Semarang – Pemerintah mewajibkan seluruh sopir taksi online mempunyai SIM A Umum. Ketentuan ini berlaku mulai 1 Februari 2018. Jika tetap beroperasi dengan SIM A biasa, sopir taksi online bisa ditilang.

Ketentuan tentang hal ini diatur dalam Permenhub Nomor 108 Tahun 2017 yang mengatur tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek.

Polda Jawa Tengah juga menyosialisasikan aturan ini. Dirlantas Polda Jateng, Kombes Pol Bakharuddin mengatakan, pada tahap awal pihaknya akan menggencarkan sosialisasi mengenai ketentuan ini.

Kepolisian, lanjut dia, akan berkoordinasi dengan pemangku kepentingan terkait, seperti Dinas Pehubungan, Organda, serta pengusaha penyelenggara angkutan.

Menurut dia, sosialisasi akan menyasar pada komunitas pengemudi taksi daring agar tujuan yang akan dicapai lebih efektif. “Sosialisasi akan lebih efektif melalui komunitas,” katanya, Jumat (2/2/2018).

Ia menyebut, pelaksanaan Permenhub 108 berkaitan dengan penegakan hukum dan perlindungan hak asasi manusia. Taksi online, dimasukkan dalam kategori angkutan umum, lantaran beroperasi dengan mengangkut penumpang.

Oleh karena itu, kata dia, unsur keselamatan penumpang harus menjadi perhatian. “Taksi online menarik biaya dari penumpang, sehingga secara kaidah masuk dalam kategori angkutan umum,” katanya.

Ia menegaskan aturan tersebut diyakini akan lebih menguntungkan bagi taksi online. Terlebih payum hukum yang mengatur tentang keberadaan angkutan online saat ini sudah jelas.

Editor : Ali Muntoha

Polda Gembleng Kemampuan Pengawal Pribadi Cagub-cawagub Jateng

MuriaNewsCom, Semarang – Polda Jawa Tengah memastikan akan melakukan pengamanan penuh dalam pelaksanan Pilgub Jateng dan pilkada serentak di tujuh kabupaten/kota di Jateng. Puluhan ribu personel disiapkan untuk melakukan pengamanan.

Dalam pengamanan Pilgub Jateng dan pilkada di tujuh daerah, Polda Jateng mengerahkan 21.566 personel. Jumlah ini masih ditambah kekuatan dari TNI sebanyak 6.000 personel dan Linmas 13 ribu personel.

Pengamanan yang diberikan Polda Jateng, termasuk di dalamnya pengamanan VVIP untuk para calon gubernur dan wakil gubernur. Setiap kandidat calon akan diberi pengawalan pribadi dari unsur kepolisian. Pengawalan yang diberikan sifatnya melekat ke setiap kandidat.

Tak hanya cagub dan wacagub, pengawalan pribadi ini juga akan diberikan kepada para kandidat calon kepala daerah yang menggelar pilkada serentak 2018.

Tim yang ditugaskan untuk melakukan pengamanan, bukan personel biasa. Melainkan personel yang mempunyai kemampuan beladiri, pengamanan VIP, dan kemampuan melumpuhkan dan menembak lawan dengan tepat.

Sebelum diterjunkan untuk melakukan pengawalan pribadi, tim akan digembleng terlebih dahulu. Pelatihan pengawal pribadi (walpri) ini digelar mulai Kamis (25/1/2018) hari ini di Mako Brimob Srondol, Kota Semarang.

Upacara pembukaan pelatihan dipimpin Wakapolda Jateng, Brigjen Pol Indrajit. Ada 300 peserta pelatihan. Mereka berasal dari Polda Jateng dan polres-polres yang daerahnya menggelar pilkada. Pelatihan dilakukan selama lima hari penuh.

”Petugas pengawal harus memiliki kewaspadaan yang tinggi. Walpri tidak boleh lengah sedikitpun dalam mengantisipasi ancaman dan gangguan kamtibmas yang mungkin terjadi,” kata Wakapolda.

Menurut dia, ketika pengawal pribadi lengah dan salah dalam penanganan, maka akan berdampak luas bagi keselamatan obyek yang dikawal.

Peserta Latihan bukan saja dipersyaratkan memiliki kesehatan jasmani yang prima tetapi juga harus memiliki kematangan jiwa, mental yang baik, ketrampilan beladiri, kemampuan menembak, tehnik tehnik pengawalan yang baku.

”Saya mengharapkan kepada peserta latihan hendaknya mengikuti latihan ini dengan sungguh-sungguh. Permasalahan-permasalahan yang ditemukan dalam pelatihan hendaknya dijadikan bahan kajian dan bahan diskusi yang menarik,sehingga menemukan solusi pemecahan nya, ” pesannya.

Editor : Ali Muntoha

Polda dan Kodam Berjibaku Buru Postingan Hoax dan SARA di Medsos

MuriaNewsCom, Semarang – Tahun 2018 dan 2019 menjadi tahun politik, karena berbarengan dengan pilkada serentak dan pileg serta pilpres. Pada tahun-tahun politik ini, diyakini media sosial akan dibanjiri dengan postingan meresahkan berkaitan dengan SARA, pelecehan maupun kampanye hitam.

Jajaran kepolisian kini telah membentuk satuan tugas (satgas) khusus untuk memantau, memburu, dan menindak berbagai ujaran kebencian dan black campign. Satgas ini terdiri dari berbagai macam satuan, mulai dari tim cyber patrol, intelijen, reskrim umum maupun reskrim khusus.

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda Jawa Tengah Kombes Pol Lukas Akbar Abriari menyebut langkah ini sebagai bentuk antisipasi dalam perkembangan media digital.

“Melalui media online dan internet, orang sudah bisa menyerang yang lainnya dan ini adalah transformasi Pemilu zaman now. Zaman dulu, mahasiswa-mahasiswa hobi pakai pamflet dan disebar tapi penetrasinya terbatas. Sekarang polisi tidak nangkapi penyebar pamflet, tapi lebih sibuk menatap komputer yang poster buat meme,” kata Lukas, Jumat (19/1/2018).

Baca : Temukan Kampanye Hitam Pilgub? Laporkan dengan Cara Simpel Ini

Selain Polda Jateng, Kodam IV/Diponegoro juga ikut berjibaku menyisir dan menangkal peredaran berita-berita hoax dan meresahkan. Kapendam IV/Diponegoro Kolonel Inf Sapta Marwindu Ibraly mengatakan, kodam memiliki unit siber khusus yang bertugas menangani hal ini.

“Perintah dari atasan, kita harus netral. Sesuai dengan tugas fungsi Penerangan, kita harus menyikapi dan mencegah jangan sampai ada berita hoax. Kita harus tangkal. Tim penerangan kita sendiri ada yang khusus menangkal informasi hoax, agar tidak menyebar di masyarakat,” kata Sapta.

Lebih lanjut Sapta menjelaskan, terkait dengan gelaran Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2018 di Jateng pihaknya juga tetap ambil bagian menyaring informasi hoax yang beredar di medsos.

 

Editor : Ali Muntoha

Temukan Kampanye Hitam Pilgub? Laporkan dengan Cara Simpel Ini

MuriaNewsCom, Semarang – Kepolisian Daerah (Polda) Jateng membentuk sejumlah satuan tugas (stagas) untuk menjaga keamanan dalam pelaksanaan Pilgub Jateng 2018. Di antaranya Satgas Black Campaign yang terdiri dari beberapa unsur kepolisian.

Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono mengatakan, satgas ini terdiri dari unsur Direktorat Kriminal Khusus, Direktorat Kriminal Umum, intelijen, dan Bid Humas.

“Satgas ini bertindak dan menangani kalau ada unsur kampanye hitam di medsos yang diupload secara tidak jelas dan tak bertanggungjawab,” katanya.

Satgas ini dikukuhkan pada dalam upacara gelar pasukan Operasi Mantap Praja Candi 2018, Rabu (5/1/2018) lalu bersama sejumlah satgas lain. Di antaranya, Satgas Gakumdu, Satgas Pam VIP.

Satgas ini nantinya juga akan mengawasi media sosial jika ada unsur SARA atau fitnah di dalam kampanye. Tim akan berkoordinasi dengan tim penegakan hukum terpadu (Gakkumdu) dalam penindakan.

“Tugasnya berpatroli melalui cyber patrol silahkan kalau masyarakat menemukan bisa kirim ke hastag #antiblackcampaignjawatengah,” tutur Condro.

Menurut dia, tim ini akan menindak kampanye hitam yang dilakukan perorangan. Sementara kampanye hitam yang dilakukan olem tim sukses pasangan calon, maka penangannya akan dilakukan oleh tim Gakkumdu pilkada.

“Jika ada dari media sosial resmi dari Parpol yang mendukung akan diserahkan penanganan ke sentra Gakkumdu. Kalau tidak ada namanya, kita telusuri proses melalui Undang-undang ITE, ini untuk mensinergikan,” ujarnya.

Kapolda memastikan, segala bentuk kampanye hitam akan langsung ditelusuri dengan cepat, untuk menghindari keributan atau persekusi antara pihak yang dirugikan dan pelaku.

“Cukup melihat spanduk yang menyinggung SARA, foto, kirim ke hastag #satgasantiblackcampaignjawatengah. Kita tangani dulu, kejar, cari muncul dari mana. Kita proaktif. Jangan sampai terjadi persekusi baru kita bertindak,” tegasnya.

Dalam pengamanan Pilgub Jateng dan pilkad adi tujuh daerah, Polda Jateng mengerahkan 21.566 personel. Jumlah ini masih ditambah kekuatan dari TNI sebanyak 6.000 personel dan Linmas 13 ribu personel.

Editor : Ali Muntoha

Ratusan Perusahaan dan 8 Hotel di Jateng Kedapatan Gunakan Elpiji 3 Kg

MuriaNewsCom, Semarang – Jajaran kepolisian di wilayah Polda Jateng selama beberapa hari terakhir, aktif melakukan pemantauan penggunaan gas bersubsidi. Polisi juga memeriksa penyelewengan penggunaan gas bersubsidi tersebut.

Termasuk penggunaan gas 3 kg untuk tempat usaha nonmikro. Data yang masuk ke Polda Jateng, selama sepekan ada 1.173 tempat usaha nonmiro yang diperiksa pihak kepolisian di seluruh Jawa Tengah.

Hasilnya, sebanyak 452 unit usaha melakukan pelanggaran penggunaan gas 3 kg. Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Tengah dari ratusan penyelewengan penggunaan gas 3 kg itu, delapan di antaranya merupakan hotel.

Direskrimsus Polda Jateng, Kombes Pol Lukas Akbar Abriari di Semarang mengatakan, temuan itu merupakan bagian dari kegiatan monitoring penggunaan LPG bersubsidi pada usaha non-mikro di wilayah tersebut.

“Sidak dilakukan di berbagai tempat usaha yang tidak berhak menggunakan LPG bersubsidi tersebut,” katanya.

Selain delapan hotel, diketahui 355 restoran, 52 peternakan dan lima toko roti diketahui melakukan pelanggaran. Polisi menemukan 4.046 tabung elpiji 3 kg yang tidak sesuai sasaran penggunanya.

Ia menuturkan teguran lisan disampaikan kepada para pengusaha pengguna elpiji 3 kg yang bukan peruntukannya. “Langkah selanjutnya kami serahkan ke dinas perindustrian dan perdagangan,” ujarnya.

Editor : Ali Muntoha

Pilgub Jateng : Penyebar Kampanye Hitam di Medsos Bakal Dikejar Tim Ini

MuriaNewsCom, Semarang – Polda Jawa Tengah akan memberlakukan pengamanan penuh selama pelaksanaan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng 2018. Puluhan ribu personel telah disiagakan untuk mengantisipasi konflik yang kemungkinan muncul.

Tak hanya pengamanan secara fisik, Polda Jateng juga mengantisipasi adanya potensi konflik yang disebarkan melalui dunia maya (internet). Polri menyiagakan tim Cyber Crime maupun Cyber Ptarol untuk memburu pelaku kampanye hitam di media sosial.

Kapolda Jateng, Irjen Pol Condro Kirono mengatakan, pihaknya sangat mengantisipasi tentang kampanye hitam di medsos. Ia menyebut, pihaknya telah menggandengan Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk mendeteksi masalah ini.

”Di Polda juga ada cyber crime, di humas ada cyber patrol, dan masyarakat bisa langsung lapor jika ada indikasi kampanye hitam. Jika itu masuk dalam ranah pelanggaran UU ITE, akan segera ditindak,” katanya.

Pihaknya juga akan memberikan sosialisasi pada pasangan calon juga partai politik agar bisa bersaing secara demokratis agar berlangsung damai tanpa perpecahan. Termasuk meminta KPU dan Bawaslu agar bisa melaksanakan tugas secara independen.

“Sedangkan kepada partai dan calon yang nanti akan diusung silahkan adu program. Kampanye hitam yang membawa politik identitas, suku, agama ras antar golongan tidak boleh digunakan,” pesan Condro.

Ia mneyebut untuk pengamanan Pilgub Jateng 2018, pihaknya mengerahkan sekitar 21 personel. Jumlah tersebut termasuk sokongan kekuatan dari TNI sebanyak 5 ribu personel.

“Jumlah personel yang dilibatkan sebanyak 21 ribu. Ditambah sekitar 5 ribu dari unsur TNI termasuk Linmas di tiap TPS ada 2 orang. Pasalnya kerawanan diprediksi terjadi saat pencoblosan dan penghitungan suara,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Bayar Pajak Motor Tanpa KTP Bisa Memudahkan, Tapi Ini Bahayanya

MuriaNewsCom, Rembang – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng mewacanakan untuk tak mewajibkan melampirkan KTP dalam pengurusan pajak kendaraan bermotor. Rencana ini digulirkan untuk semakin mempermudah masyarakat, dan meningkatkan pendapatan dari sektor pajak.

Meski demikian, jika tidak hati-hati kebijakan ini justru bisa menjadi blunder. Kasatlantas Polres Rembang AKP Ariakta Gagah Nugraha, berharap kebijakan tersebut nantinya tak menjadi kesempatan penyelewengan surat-surat kendaraan.

“Kalau kebijakan itu nanti untuk memudahkan kenapa tidak. Tapi ya jangan sampai kebijakan baru justru menjadi bumerang karena ada penyelewengan surat-surat. Bagaimana pun surat itu penting,” katanya, Selasa (2/1/2018).

Ia menyatakan, masih menunggu petunjuk dari Polda Jateng untuk penerapan kebijakan tersebut. Menurutnya, program tersebut masih bersifat rencana, sehingga ketika diterapkan pemprov akan berkoordinasi dengan Polda Jateng.

“Kalau sudah menjadi kebijakan, Polda Jateng juga pasti memberi instruksi kepada kami di daerah. Tetapi karena masih rencana, kami menanti petunjuk lebih lanjut,” ujarnya.

Ariakta menyebut, kebijakan tersebut mempunyai efek yang bagus. Yakni memudahkan masyarakat dan menghentikan akivitas ‘nembak’ KTP yang selama ini sering dilakukan wajib pajak.

Sistem baru ini pun diyakininya akan mengurangi jumlah wajib pajak yang malas mencari KTP pemilik lama dari kendaraan.

“Kalau ada informasi bahwa ada dari internal kita yang melayani ‘nembak’, justru (kebijakan) ini memudahkan untuk dilakukan penertiban. Dengan sistem baru,” terangnya.

Beberapa kasus, gara-gara sulit mendapatkan KTP dari pemilik lama kendaraan, wajib pajak memilih “mematikan” pajak kendaraannya.

Ariakta mengatakan, sebelum rencana kebijakan baru ini, tidak adanya KTP bisa disikapi dengan surat keterangan dan kuitansi penjualan kendaraan bermotor. “Bila membeli dari makelar, kadang malah sudah disiapi salinan KTP pemilik lama,” paparnya.

Editor : Ali Muntoha

Polda Jateng Pecat 50 Polisi Secara Tak Hormat, 4 Perwira Juga Kena

Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono mencopot seragam polisi anggota yang dipecat secara tidak hormat, Jumat (29/12/2017). (Humas Polda Jateng)

MuriaNewsCom, Semarang – Polda Jawa Tengah memecat dengan tidak hormat 50 polisi yang bertugas di wilayah Jateng selama tahun 2017. Dari jumlah itu, 24 polisi dipecat pada Jumat (29/12/2017) hari ini melalui upcara pemecatan dengan tidah hormat (PTDH) di halaman Mapolda Jateng.

Sementara 26 polisi lain dipecat pada pertengahan 2017. Dari total polisi yang dipecat ini, empat di antaranya merupakan perwira. Proses pemecatan empat perwira ini dilakukan di Mabes Polri

Mereka terbukti melakukan pelanggaran berat dan tindak pidana, sehingga diberi sanksi terberat.

Pemecetan ditandai dengan upacara pencopotan seragam polisi yang dilakukan Kapolda Jateng, Irjen Pol Condro Kirono. Pencopotan seragam ini diwakili dua polisi yang dipecat.

Kapolda Jateng mengatakan, jumlah polisi yang dipecat tahun ini mengalami peningkatan drastis dibanding tahun sebelumnya yang hanya 10 orang. Ia menyebut pelanggaran terbanyak yang dilakukan yakni desersi, kode etik, lalu disusul narkoba.

Menurut dia, langkah ini dilakukan sebagai bentuk komitmen dan upata bersih-bersih di lingkungan kepolisian dari oknum tak bertanggungjawab.

“Ini bentuk komitmen polri dalam memberikan hukuman bagi anggota yang menyakiti masyarakat, melakukan pelanggaran hukum,” katanya.

Sementara itu secara keseluruhan, jumlah anggota polisi yang dipecat di berbagai kesatuan wilayah di Jawa Tengah mencapai 50 orang.

Ia menuturkan upaya bersih-bersih di lingkungan kepolisian akan terus dilakukan agar para oknum tidak menciderai Polri. Selain memberhentikan pihaknya juga memberikan penghargaan bagi yang berprestasi setiap bulannya pada tanggal 17.

“Yang berprestasi ini jadikanlah contoh, yang PTDH jadikan introspeksi, kalau memang kesulitan berprestasi ya cukup berbuat baik sajalah, jangan melakukan pelanggaran itu sudah cukup bagi institusi,” terangnya.

Selain itu, pada ada 1.100 polisi yang memperoleh kenaikan pangkat mulai 1 Januari 2018. Upacara kenaikan pangkat dilakukan bersamaan dengan upacara PTDH.

Editor : Ali Muntoha

Kapolri Pastikan Tak Ada Ancaman Teroris di Jateng Selama Natal

Kapolri Jenderal Tito Karnavian saat mengunjungi persiapan pos pengamanan Operasi Lilin Candi 2017 di Brebes. (Tribratanews Polda Jateng)

MuriaNewsCom, Semarang – Kapolri Jendral Pol Tito Karnavian memastikan hingga kini belum ada ancaman teror untuk perayaan Natal dan Tahun Baru 2018. Meski demikian, polisi tetap tak akan lengah, dengan mengetatkan pengawasan.

Ia menyebut, potensi terorisme tetap ada, terlebih beberapa tahun lalu di Jawa Tengah terjadi aksi teror di salah satu gereja di Solo. Pihaknya mengantisipasi agar kejadian itu tak terulang.

“Natal dan Tahun Baru 2018 ada beberapa potensi ancaman, di antaranya terorisme. Di Jawa Tengah, dulu ada salah satu gereja di Solo saat misa ada ledakan dan ada korban di sana. Ada peristiwa beberapa polisi yang ditembak pada saat melakukan pengamanan,” katanya.

Kamis (21/12/2017) kemarin, Kapolri turun ke Jawa Tengah untuk meninjau persiapan pengamanan dalam Operasi Lilin Candi 2017 Polda Jateng. Kapolri meninjau Pos Pengamanan Terpadu area gerbang Tol Brebes Timur (Brexit).

Meski belum ada informasi tentang rencana serangan teror, namun Kapolri tidak ingin jajarannya lengah. Dia meminta jajaran Polri di setiap wilayah di Tanah Air menyiapkan pengamanan, khususnya di tempat-tempat ibadah.

“Sampai hari ini tidak ada informasi rencana serangan teror dari hasil penyidikan kita. Namun kita tidak ingin underestimate atau menganggap remeh. Kita berusaha mempersiapkan pengamanan di tempat-tempat ibadah, termasuk mengajak warga dan ormas-ormas Islam yang biasa berpartisipasi dalam mengamankan tempat-tempat ibadah,” jelasnya.

Mantan Kapolda Metro Jaya itu juga memperingatkan pelaku mafia pangan dan sembako agar tidak memanfaatkan momentum Natal dan Tahun Baru 2018 untuk meraup laba. Apabila hal itu terjadi, pihaknya memastikan pelaku monopoli pangan itu akan dijerat dan diproses hukum.

“Pelaku-pelaku mafia pangan, monopoli pangan, kartel pangan dan sembako jangan mengambil keuntungan di tengah masyarakat yang bergembira dalam merayakan Natal dan akhir tahun. Kalau ada, nanti akan kita proses hukum. Kita akan operasi pangan,” tegasnya.

Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono menjelaskan, pihaknya melakukan operasi pasar bersama dengan pemerintah daerah untuk memastikan harga bahan pokok tetap stabil jelang Natal dan Tahun Baru 2018.

“Kesiapan  kita bersama pemda, TNI, dan stakeholders lain melakukan pengecekan lapangan. Khususnya menstabilkan harga kebutuhan bahan pokok. Alhamdulillah masih normal dan tidak ada kenaikan,” jelasnya.

Editor : Ali Muntoha

2 Ribu Gereja di Jateng Bakal Dijaga 20 Ribu Pasukan

Tim Jihanda Gegana Polda Jateng saat memeriksa gereja-gereja yang ada di Kota Semarang, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Semarang – Sebanyak 20 ribu personel akan dikerahkan untuk mengamankan 2.000 gereja yang ada di Jawa Tengah, selama perayaan Natal tahun 2018.

Puluhan ribu pasukan itu merupakan gabungan dari Polda Jateng, Kodam IV/Diponegoro dan unsur lainnya.

Kapolda Jateng, Irjen Pol Condro Kirono mengatakan, polda mengerahkan sebanyak 11.827 personel. Sementara TNI akan menerjunkan 1.800 prajurit, dan sisanya sebanyak 6.000 personel pemda maupun organisasi lain.

”Nantinya para personel yang di terjunkan akan mengamankan sebanyak 2000 gereja lebih di wilayah Jawa Tengah,” katanya.

Ia juga mengimbau jemaat gereja yang akan melakukan ibadah Natal untuk tidak membawa tas. Ini dilakukan untuk mempermudah pengamanan.

Fokus pengamanan saat ini ada tiga jenis. Yakni ancaman terorisme, kejahatan konvensional, dan juga bencana.

Polda Jateng juga akan berkoordinasi dengan instansi terkait, di antaranya Disperindag dan Pertamina untuk menstabilkan harga baik pangan dan BBM. Pihaknya juga mengantisipasi soal kegiatan ormas yang akan melakukan sweeping.

“Kami sudah melakukan langkah-langkah kepada ormas dan pelaku yang akan melakukan penindakan jika memang ada sweeping-sweeping seperti itu”, ujarnya.

Kapolda mneyebut, sudah melakukan langkah-langkah pendekatan dengan para organisasi massa. Jika ada informasi akan ada sweeping pihaknya akan melakukan penindakan.

 Ia memaparkan telah menggandeng Muhammadiyah, NU, dan FKUB untuk mendorong kepada masyarakat tentang pentingnya toleransi beragama.

Editor : Ali Muntoha

Begini Ancaman Kapolda Jateng Pada Pedagang yang Coba Main Curang

Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono dan Sekda Jateng Sri Puryono saat menggelar sidak di Pasar Peterongan, Semarang. (Jatengprov.go.id)

MuriaNewsCom, Semarang – Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Condro Kirono, mengeluarkan ancaman kepada para pedagang nakal yang suka bermain curang dalam momen-momen tertentu.

Ia memastikan akan menindak tegas, jika ditemukan pedagang yang melakukan praktik curang. Pihaknya bekerja sama dengan instansi terkait untuk melakukan pantauan dan pengawasan.

”Apabila ditemukan praktik curang dalam berdagang, kepolisian berkoordinasi dengan instansi terkait akan mengambil tindakan tegas,” katanya.

Jumat (15/12/2017) kemarin, kapolda bersama tim pengendali inflasi daerah (TPID), dan Kementerian Perdagangan melakukan sidak di Pasar Peterongan, Semarang.

Dari sidak diketahui jika harga beras premium masih pada kisaran Rp 11.000 sampai Rp 11.500, dan daging Rp 100.000.

Ia menyebut, kepolisian berperan menjaga kestabilan harga dengan memastikan tidak adanya praktik dagang yang melanggar undang-undang.

“Kenaikan harga Rp 1.000 saja untuk komoditas beras, akan menyebabkan inflasi dan pemerintah paling tidak harus menyubsidi Rp 3 triliun sampai Rp 4 triliun. Sehingga akan mengganggu sektor perekonomian yang lain. Karena itu, kepada para pelaku pasar saya imbau untuk tidak mencari untung sebesar-besarnya,” ujarnya.

Sementara Sekretaris Daerah (Sekda) Jateng, Sri Puryono menyebut jika harga kebutuhan pokok di Jateng masih cenderung stabil. Apalagi di gudang Bulog persediaan beras masih 130 ribu ton yang mencukupi hingga Februari 2018, gula pasir 43 ribu ton, dan minyak goreng 230 ribu liter. Namun, harga komoditas cabai dan bawang merah harus jadi perhatian.

“Kami telah berkoordinasi dengan Bank Indonesia untuk menyikapi harga cabai yang tinggi, dan harga bawang merah yang cenderung turun. Di tingkat petani hanya Rp 5.000 (per kilogram). Untuk para distributor dan asosiasi tolong bantu pemerintah, untuk kenyamanan dan keamanan masyarakat kita dalam merayakan Natal dan Tahun Baru,” ajaknya.

Untuk membantu para petani bawang merah mendapatkan harga yang layak, Sri Puryono akan mengeluarkan imbauan agar ASN di lingkungan Pemprov Jateng membeli bawang merah melalui koperasi dan Korpri Mart.

Di samping itu, pihaknya juga sudah meminta anggota TPID agar menganalisis fluktuasi harga yang terjadi pada komoditas cabai dan bawang merah. Hasil analisis itu diminta untuk disampaikan kepada publik agar mereka teredukasi.

Editor : Ali Muntoha

Polda Jateng Buru Tukang Timbun dan Mainkan Harga  Sembako

Petugas Dinas Perdagangan bertanya kepada salah satu pedagang beras di pasar baru, Kudus, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Semarang – Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah mengeluarkan ancaman terhadap para mafia yang suka menimbun dan memainkan harga sembako. Polda memerintahkan jaringan untuk membekuk melakukan penindakan.

Hal ini ditegaskan Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jateng, Kombes Pol Lukas Akbar Abriari, dalam kegiatan operasi pasar dan gerakan stabilisasi pangan (GSP), di halaman kantor gubernuran, Jalan Pahlawan Semarang, Rabu (13/12/2017).

Ia menyatakan, satgas pangan akan terus melakukan pemantauan. Jika ada yang berspekulasi harga atau melakukan penimbunan jelas akan langsung diproses secara hukum.

“Stok bahan pokok aman, jadi tidak ada alasan kenaikan harga. Tim satgas pangan akan memonitor. Kalau ada indikasi tidak benar, akan lakukan langkah lebih lanjut. Semoga tidak ada spekulasi harga, hindari penimbunan, karena itu pidana,” katanya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jateng, selaku Ketua Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), Sri Puryono mengatakan, terdapat komoditi beras, gula pasir dan minyak goreng yang dikirim ke enam eks-karesidenan di Jateng.

“Ada tambahan daging beku. Dikirim ke 6 eks-karisidenan mulai Pekalongan, Banyumas, Semarang, Pati, Solo, dan Magelang. Baru nanti ke titik-titik pasar yang ramai masyarakat,” ujarnya.

Tak hanya soal operasi pasar, Sri Puryono mengatakan tim akan menindak tegas pihak-pihak yang melakukan kecurangan. Seperti halnya menaikkan harga bahan pokok atau melakukan penimbunan. Ancamannya yakni pidana karena hal itu melanggar hukum.

Komoditi untuk operasi pasar itu dibawa dengan menggunakan sebanyak 20 truk dan dilepas langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, dari Kepolisian, Bulog sub Divre Jawa Tengah, dan pimpinan OPD. 

Ganjar sendiri mengatakan stok beras di Jateng saat ini masih aman hingga Februari 2018 mendatang. Stok beras masih ada 130 ribu ton. Sedangkan gula pasir 43 ribu ton, dan minyak goreng 230 ribu ton.

Editor : Ali Muntoha

Tim Resmob Keliling Bareng Brimob Polda, Temukan 150 Preman Jalanan

Tim Jatanras Polda Jateng saat menginterogasi preman yang tengah nongkrong di jalanan. (Humas Polda Jateng)

MuriaNewsCom, Semarang – Tim Resmob Subdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Jateng, sejak Senin (11/12/2017) malam hingga Selasa (12/12/2017) dini hari keliling dan melakukan razai bersama Brimob Polda Jateng di sejumlah titik di Kota Semarang.

Hasilnya, polisi menemukan 150 preman yang tengah nongkrong. Mereka kedapatan nongrong di sejumlah titik, yang selama ini rawan terhadap aksi kejahatan.

Razia yang dipimpin Kasubdit 3 Jatanras Polda Jateng, AKBP Nanang Haryono itu juga mengerahkan satu regu Sabhara, untuk menyisir tempat-tempat rawan. Nanang mengatakan, operasi premanisme dan kejahatan jalanan ini dilakukan sebagai cipta kondisi menjelang Natal dan Tahun Baru 2018.

”Lokasi yang disasar di antaranya Stasiun Tawang, kawasan pelabuhan, Jembatan Kartini, Jalan dr Cipto, dan lokasi-lokasi rawan lainnya,” katanya, Selasa (12/12/2017).

Menurut dia, dari razia itu ratusan preman berhasil diamankan. Mereka kedapatan tengah nongkrong, dan beberapa di antaranya sedang pesta minuman keras. Para preman yang terjaring langsung diinterogasi dan dilakukan pembinaan di lokasi.

”Dari pemeriksaan sementara, tidak ditemukan barang-barang atau benda berbahaya. Selanjutnya para preman kami berikan pembinaan dan arahan agar tidak mengulangi aktivitas yang dapat meresahkan masyarakat,” ujarnya.

Tak hanya sekadar ditegur saja, tim Jatanras juga berkoordinasi dengan polsek setempat dan instansi terkait untuk terus melakukan monitoring terhadap aktivitas para preman-preman tersebut.

Editor : Ali Muntoha

Diserang Banjir Rob, Pelayanan di Kantor Ditpolairud Semarang Tetap Jalan

Kondisi Kantor Ditpolairud Polda Jateng yang digenangi air rob. Meski banjir pelayanan di kantor ini tetap berjalan. (Tribratanews Polda Jateng)

MuriaNewsCom, Semarang – Sejak beberapa hari terakhir, Kantor Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Jateng terkena air pasang (Rob). Bukan hanya di kantor saja namun sekitar kawasan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang juga terkena banjir rob.

Air laut masuk ke dalam halaman kantor, hingga membuat kompleks Ditpolairud terendam. Meski demikian, aktivitas pelayanan dan kedinasan tidak dihentikan.

Meski terganggu dengan keberadaan banjir ini, namun polisi berusaha agar genangan yang masuk ke dalam kantor menyusut. Dirpolairud Polda Jateng, Kombes Pol Andreas Kusmaedi, Selasa (12/12/2017) mengunjungi kantor yang terendam banjir rob tersebut.

Ia memerintahkan pada setiap anggotanya untuk tetap menjalankan tugas seperti biasa. Ia mengatakan, apapun kondisi kantor pelayanan kepada masyarakat harus tetap berjalan.“Berikan pelayanan yang terbaik walaupun kondisi kantor kita dipenuhi air laut,” katanya.

Agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan, personel Ditpolairud mengerahkan tiga pompa untuk menyedot air pasang sehingga debit air laut di dalam kantir dapat berkurang. Sehingga aktivitas kedinasan dan pelayanan dapat berjalan dengan baik.

Editor : Ali Muntoha

Satlantas Pati Diperiksa Polda Jateng, Ada Apa?

Kendaraan roda empat Satlantas Polres Pati saat diperiksa tim supervisi dari Ditlantas Polda Jateng. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Tim supervisi dari Ditlantas Polda Jawa Tengah yang dipimpin Kompol Parno memeriksa personil dan kendaraan di Satlantas Polres Pati, Selasa (5/12/2017).

Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui kesiapan Satlantas Pati dalam pengamanan Natal 2017 dan Tahun Baru 2018.

“Kami ingin memastikan kesiapan Satlantas Pati untuk mengatur lalu lintas pada Hari Raya Natal dan Tahun Baru yang kurang beberapa pekan lagi,” ucap Kompol Parno.

Ia mengimbau kepada anggota Satlantas Pati untuk menjaga kesehatan dan keselamatan dalam menjalankan tugas. Pasalnya, kemungkinan adanya hal-hal yang tidak diinginkan seperti teror bisa saja terjadi.

Menanggapi hal itu, KBO Satlantas Polres Pati Iptu Syamsi mengaku siap melaksanakan tugas Operasi Lilin Candi 2017.

“Sarana-prasarana, kesiapan dan kelengkapan anggota sudah siap. Kami akan melakukan patroli dan pengaturan lalu lintas di gereja-geraja, serta pusat keramaian,” kata Iptu Syamsi.

Anggota Satlantas Pati sendiri berjumlah sekitar 123 personil. Mereka akan disebar ke sejumlah titik yang rawan macet seperti pusat perbelanjaan dan pos pengamanan di gereja-gereja.

Editor: Supriyadi

Seribu Polisi dan Anjing K9 Dikerahkan Polda Jateng Bantu Tangani Bencana

Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono saat memimpin apel gelar pasukan penanganan bencana di Mako Brimob Jateng, Kamis (30/11/2017). (Humas Polda Jateng)

MuriaNewsCom, Semarang –  Polda Jawa Tengah akan ambil bagian dalam penanganan bencana di wilayah Jawa Tengah. Sebanyak 1.000 personel dari seluruh jajaran polda disiagakan untuk siap segera diperbantukan jika terjadi bencana.

Hal ini ditegaskan Kapolda Jateng, Irjen Pol Condro Kirono, dalam Apel Gelar Pasukan Siaga Bencana Alam Polda Jateng, di Lapangan Mako Brimob Polda Jateng, Kamis (30/11/2017).

Personel yang disiapkan termasuk di antaranya tim SAR Brimob Polda Jateng, Ditpolair, dan Biddokkes. Selain personel, polda juga menyiagakan anjing K9 milik Ditsabhara Polda Jateng, yang siap diterjunkan untuk membantu pencarian korban bencana,

Menurut kapolda, personel akan fokus diterjunkan di titik-titik paling rawan bencana. Seperti di wilayah Sukoharjo, Wonogiri, Purworejo, termasuk Karanganyar . “Wilayah alur Sungai Bengawan Solo menjadi priorotas. Ada 1.000 personel yang disiapkan,” katanya.

Meski demikian, pihaknya juga tetap akan mengerahkan personel ke daerah lain jika terjadi bencana dan membutuhkan tambahan personel SAR.

Anjing K9 milik Ditsabahara Polda Jateng juga dikerahkan jika dibutuhkan untuk pencarian korban bencana. (Humas Polda Jateng)

Condro menjelaskan, personel kepolisian di masing-masing daerah bersama unsur TNI, SAR, di bawah arahan BPBD setempat sudah melakukan kegiatan untuk membantu warga yang terdampak bencana. Personel yang dikirim hari ini dimaksudkan untuk membantu karena sudah memiliki spesifikasi kemampuan SAR.

“Saat ini kapolres-kapolres setempat dengan personel yang ada bersama unsur TNI di bawah BPBD sudah lakukan langkah menolong korban, membantu pengungsi, dan mencari korban yang belum dapat ditemukan seperti Wonogiri,” ujarnya.

Selain menyiagakan personel untuk penanganan bencana di Jateng, Polda Jateng juga menyiagakan 500 personel untuk diperbantukan untuk penanganan korban bencana erupsi Gunung Agung Bali.

”Ada 500 personel Brimob, dan tengah menunggu diberangkatkan melalui jalur darat,” terangnya.

Dalam apel pasukan itu, kapolda menyebut jika Jateng merupakan daerah dengan tingkat kerawanan bencana yang cukup tinggi.

“Bencana alam dapat terjadi kapan saja, di mana saja dan menimpa siapa aja. Kita sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat, harus mampu bergerak cepat, tepat dan efisien apabila sewaktu-waktu terjadi bencana alam,” terangnya.

Ia juga meminta seluruh anggota untuk mempersiapkan mental dan fisik dalam melaksanakan tugas tersebut.

Editor : Ali Muntoha

Penangkapan Rampok Toko Emas Seperti Film Laga, Pelaku Rampas Pistol Polisi Sebelum Ditembak Mati

Tim Jatanras Polda Jateng saat melakukan penangkapan pelaku perampokan bersenjata api. (Tribratanews Polda Jateng)

MuriaNewsCom, Semarang – Proses penangkapan komplotan rampok toko emas lintas provinsi yang dilakukan tim Jatanras Polda Jateng, tak ubahnya film laga. Terlebih para kawanan rampok ini juga membawa senjata api, sehingga polisi harus sangat berhati-hati.

Kapolda Jateng, Irjen Pol Condro Kirono, dalam jumpa pers di Mapolda Jateng, Rabu (29/11/2017) menceritakan bagaimana kronologi penangkapan tujuh orang perampok itu.

Penangkapan ini bermula dari aksi perampokan yang dilakukan kawanan itu di toko emas Entung, di Jalan Jabangan Kelurahan Palem, Kecamatan Kedawung, Sragen, pada Kamis 26 Oktober 2017 lalu.

Perampokan yang terjadi sekitar pukul 11.30 WIB itu pelaku berjumlah enam orang datang menggunakan tiga sepeda motor berboncengan. Pelaku langsung menembakkan senjata api ke atas, dan memecah etalase dengan senjata api. Setelah perhiasan emas di etalase dikuras habis, para pelaku langsung melarikan diri.

”Setelah melakukan penyelidikan, Selasa (28/11/2017) Satuan Jatanras Ditreskrimum Polda Jateng berhasil menangkap tiga pelaku di depan Java Mall, Semarang,” kata kapolda.

Dari tiga orang ini, diketahui jika ada dua pelaku lain yang menuju wilayah Semarang. Tim Jatanras bergerak menuju lokasi untuk mencegat pelaku. Dua pelaku langsung diamankan dari penangkapan di depan Polsek Tugu, Semarang.

Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono menunjukkan barang bukti perhiasan emas hasil kejahatan kawanan rampok. (Humas Polda Jateng)

Dari dua orang yang baru ditangkap ini langsung diketahui jika masih ada dua pelaku lain yang juga bergerak menuju Kota Semarang. Satu dari dua pelaku ini berinisial NH alias Bledek (44), yang diketahui sebagai otak perampokan.

Baca : Komplotan Rampok Toko Emas Dibekuk Polda, 1 Ditembak Mati

Tim kemudian melakukan pencegatan di depan Mapolres Kendal dan menangkap dua pelaku terakhir. Namun di tengah perjalanan saat diminta menunjukkan tempat barang bukti, NH berusaha merebut senjata api petugas dan melakukan perlawanan.

”Sehingga petugas melakukan tindakan tegas dan terukur dengan menembak “NH”. Ia meninggal dunia saat perjalanan ke Rumah Sakit Bhayangkara Semarang,” ujarnya.

Sementara enam pelaku lain kemudian digiring ke Mapolda Jateng untuk diperiksa. Dalam beraksi mereka mempunyai tugas masing-masing. Mulai dari merencanakan aksi, hingga mengamati sasaran.

Inisial pelaku antara lain  “S”,  berperan sebagai menggambar target operasi. Kemudian MN, NI dan AW berperan sebagai joki/driver, serta YR  dan JP berperan sebagai eksekutor.

”Sedangkan NH alias Bledek sebagai kapten/ketua eksekutor dan memegang senpi dan meninggal dunia karena tertembak melawan petugas,” terangnya.

Dari hasil pemeriksaan kelompok tersebut telah melakukan perampokan di beberapa tempat. Di antaranya Toko Emas Al Hikmah Tulungagug, Toko Emas Ratu di Nganjuk, Toko Emas Ajuna di Blitar, dan Toko Emas Delima Indramayu.

Editor : Ali Muntoha