Pohon Asem Tumbang, Lalu Lintas Jepara-Kudus Sempat Tersendat

Petugas sedang melakukan penebangan batang pohon yang tumbang ke jalan raya di jalur Jepara-Kudus KM 16, Sabtu (11/2/2017). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Jepara – Hujan deras disertai angin  mengguyur wilayah kawasan Pecangaan, Jepara, dan sekitarnya pada Sabtu (11/2/2017) pagi. Akibatnya, sebuah pohon asem tumbang dan membuat arus lalu lintas menuju Jepara dan Kudus macet total.

Kepala BPBD Jepara Lulus Suprayitno melalui Kasi Kedaruratan dan Logistik Pujo Prasetyo mengatakan,peristiwa tumbangnya pohon asem tersebut terjadi sekitar pukul 6.00 WIB, di Jalan Jepara-Kudus KM 16 Desa Lebuawu.

“Begitu mendapatkan informasi adanya pohon tumbang, tim kita langsung meluncur ke TKP untuk melakukan evakuasi. Selain itu, tim kita juga bekerja sama dengan warga setempat untuk menebang pohon yang melintang di tengah jalan tersebut,” kata Pujo.

Dia menambahkan, untuk musim hujan ini, seluruh warga diimbau untuk berhati hati. Terlebih di saat melintasi jalan yang banyak pepohonannya.

Terpisah, warga Lebuawu Sarman (47) menceritakan, sebenanrnya pohon tersebut sudah miring beberapa hari lalu. “Mungkin kemiringan pohon itu terkena angin. Sehingga akarnya yang di bawah semakin lama semakin tidak kuat menahan. Dan untungnya kejadian itu tidak ada korban jiwa,” ucapnya.

Editor : Kholistiono

Cuaca Ekstrem, BPBD Jepara Minta Kondisi Pohon Peneduh Dilakukan Pengecekan Secara Rutin

 Petugas BPBD Jepara sedang memotong pohon yang tumbang ke jalan beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)


Petugas BPBD Jepara sedang memotong pohon yang tumbang ke jalan beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Jepara – Beberapa kali pohon tumbang terjadi di jalan yang ada di wilayah Kabupaten Jepara. Terkait dengan kondisi itu, BPBD Jepara meminta instansi terkait, khususnya Dinas Lingkungan Hidup untuk melakukan kroscek secara rutin terhadap pohon peneduh yang rawan tumbang.

Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Jepara Pujo Prasetyo mengatakan, dalam beberapa pekan terakhir, cukup banyak pohon yang tumbang akibat hujan yang deras disertai angin kencang. Sebagian ada yang tumbang ke jalan dan juga menimpa rumah warga.

“”Harusnya, secara berkala ada perabasan pohon atau bahkan penebangan. Hal ini untuk mengantisipasi adanya cuaca yang ekstrem seperti ini, yang rawan sekali dengan adanya pohon tumbang. Ketika tumbang, akibatnya bisa mengganggu fasilitas umum, seperti jalan, jaringan listrik, telepon dan lain sebagainya,” ujarnya.

Ia mengatakan, rata-rata pohon yang tumbang usianya berkisar 6-10 tahun lebih. Namun, ada juga pohon yang tumbang tersebut usianya di bawah 6 tahun.

Dirinya juga berharap, instansi terkait bisa turun ke lapangan ketika ada kejadian pohon tumbang, sehingga mengetahui kondisi dan ke depan bisa memetakan daerah mana saja yang rawan dengan adanya pohon tumbang.

Dia menambahkan, untuk potensi pohon tumbang di area Jepara saat ini memang merata. Terlebih pada musim hujan dan angin kencang.”Sehingga pihak terkait juga bisa harus mengkroscek itu dan harus bisa selalu koordinasi dengan BPBD supaya bisa diminimalkan korban yang diakibatkan pohon tumbang tersebut,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Bocah Usia 5 Tahun Ini Sempat Pingsan Ketika Rumahnya Tertimpa Pohon Durian

Petugas BPBD melakukan penebangan pohon durian yang menimpa rumah pasangan Sofi' dan Sriyati di Desa Batealit, Jepara, Kamis (26/1/2017). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Petugas BPBD melakukan penebangan pohon durian yang menimpa rumah pasangan Sofi’ dan Sriyati di Desa Batealit, Jepara, Kamis (26/1/2017). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Jepara – Angin putting beliung menerjang Desa Batealit, Kecamatan Batealit, Jepara, Kamis (26/1/2017). Ada belasan rumah yang atapnya porak poranda, dan bahkan ada rumah yang tertimpa pohon yang roboh, yakni milik pasangan Sofi’I dan Sriyati.

Pohon durian yang berada di belakang rumah tersebut roboh menimpa rumah bagian dapur dan kamar milik warga yang berada di RT 7 RW 2 ini. Kondisi rumah bagian belakang yang tertimpa pohon durian tersebut, rusak cukup parah.

“Saya sangat terkejut ketika pohon durian roboh menimpa rumah. Bahkan, buah durian ternyata banyak yang berjatuhan di dalam kamar. Untung buahnya nggak menimpa saya, tapi, saya terkena runtuhan genteng, tapi nggak apa-apa, hanya luka ringan,” ujar Sriyati.

Namun, katanya, akibat pohon tumbang yang menimpa rumahnya tersebut, anaknya Wilda yang masih berusia lima tahun sempat pingsan. Dirinya menduga anaknya tersebut kaget karena kejadian itu. “Hanya sebentar, mungkin kaget. Kini sudah bisa bermain lagi,” imbuhnya.

Akibat kejadian ini, dirinya masih belum bisa merincikan berapa kerugian materi yang dialaminya. Dirinya bersyukur masih diberikan keselamatan dari musibah tersebut.

Editor : Kholistiono

Pohon Tumbang di Peganjaran Kudus Timpa Kabel Listrik

pohon tumbang (e)

Petugas dan warga di sekitar jalan Ring Road Utara, Peganjaran, Kudus, terlihat membersihkan pohon yang tumbang di sana, pada Minggu (10/4/2016) pagi. (Merie)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Sebuah pohon di jalur Ring Road Utara Singocandi, turut Desa Peganjaran, Kecamatan Bae, Kudus, tumbang pada Minggu (10/4/2016) pagi. Belum diketahui penyebab kenapa pohon tersebut tumbang.

Yang jelas, tumbangnya pohon tersebut membuat arus lalu lintas cukup terganggu. Masyarakat harus hati-hati saat melewati jalur tersebut. ”Saya pikir tadi kendaraan tersendat karena apa. Ternyata ada pohon tumbang,” kata Syarief, salah seorang pengendara yang melewati jalur tersebut.

Usai pohon tersebut tumbang, terlihat aparat kepolisian dari Polsek Kota, mengamankan jalur jalan. Ini dilakukan supaya pengendara, baik mobil ataupun motor, bisa menghindari pohon yang tumbang tersebut.

Beberapa pengguna jalan yang melalui jalur tersebut, terlihat mengabadikan peristiwa itu. Sementara pengendara juga berjalan pelan, karena ingin melihat pohon tersebut.

Akibat tumbangnya pohon, kabel listrik yang ada di sana ikut terganggu. Sehingga pembersihan pun akhirnya dilakukan aparat terkait dan warga setempat.

Selain kabel listrik, beberapa bangunan-bangunan yang terbuat dari kayu, juga turut tertimpa pohon tersebut. Petugas masih membersihkan pohon yang tumbang, sambil mengatur lalu lintas di sana.

Editor: Merie

Angin Puting Beliung Landa Kawasan Ngablak Pati

Ilustrasi Pohon

Ilustrasi Pohon

 

PATI – Setelah melanda kawasan Pati bagian selatan, kini angin puting beliung melanda Pati bagian utara, yakni daerah Desa Ngablak, Kecamatan Cluwak, Pati, Rabu (30/12/2015).

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati Sanusi membenarkan insiden tersebut. “Informasi yang kami terima dari relawan, memang ada angin puting beliung di sana,” kata Sanusi saat dikonfirmasi MuriaNewsCom.

Selain itu, sebuah kendaraan dikabarkan tertimpa pohon yang tumbang akibat puting beliung. Namun, Sanusi belum bisa memberikan keterangan terkait kendaraan yang tertimpa pohon tersebut.

“Entah mobil atau motor, informasi yang kami terima dari relawan begitu. Ini kami sedang menuju utara untuk melakukan pengecekan informasi lebih lanjut,” imbuhnya.

Tak hanya itu, banjir bandang juga melanda kawasan Pasar Ngablak siang tadi. Akibatnya, akses jalan Pati-Jepara sempat tersendat sekitar satu jam.
Salah satu warga Desa Gesengan, Yuni juga menyampaikan, jika siang tadi kawasan Desa Ngablak terjadi banjir dan puting beliung. “Pas saya lewat siang tadi memang ada banjir di beberapa lokasi di Ngablak. Bahkan, ada beberapa pohon tumbang,” ujarnya.(LISMANTO/KHOLISTIONO)

Tak Ada Korban Jiwa Dalam Musibah Pohon Tumbang di Jepara

etugas BPBD bersama relawan memotongi pohon yang tumbang. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

etugas BPBD bersama relawan memotongi pohon yang tumbang. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Tiga rumah warga milik Arwin, Joko, dan Solihin yang berada di Kelurahan Jobokuto, Kecamatan Kota Jepara rusak akibat tertimpa pohon besar yang tumbang. Akibatnya kerugian materiil cukup banyak, karena ada beberapa bagian yang mengalami kerusakan cukup parah. Meski demikian, musibah pohon tumbang tersebut dipastikan tidak ada korban jiwa.

Hal itu disampaikan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara melalui Kasi Kedaruratan dan Logistik Pujo Prasetyo. Menurut dia, kerusakan cukup parah pada bagian-bagian rumah yang tertimpa. Sebab, letak pohon yang tumbang memang berada di kawasan rumah padat penduduk.

”Tidak ada korban jiwa, yang jelas terlihat adalah kerugian materiil,” kata Pujo Prasetyo kepada MuriaNewsCom, Selasa (8/12/2015).

Lebih lanjut dia mengemukakan, meskipun sudah jelas ada kerugian yang cukup besar namun pihaknya belum dapat memperkirakan jumlah kerugian dalam jumlah angka. Sebab, pihaknya memang belum mendata lebih lengkap bagian-bagian apa saja yang rusak dan nilai kerugiannya.

”Nanti akan kami data lebih lengkapnya. Sementara ini belum dapat di data. Kami masih fokus pada proses evakuasi pohonnya agar dapat dibersihkan,” imbuhnya. (WAHYU KZ/TITIS W)

Ini Lokasi di Jepara yang Terdata Rawan Pohon Tumbang

Pohon berlobang parah di Jepara ini nyaris tumbang, sehingga membahayakan. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Pohon berlobang parah di Jepara ini nyaris tumbang, sehingga membahayakan. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara melalui Kasi Kedaruratan dan Logistik Pujo Prasetyo mengemukakan, pihaknya telah melakukan pemantauan terhadap pohon yang berada di ruas jalan di wilayah Kota Jepara. Ada beberapa pohon yang sudah teridentifikasi memang rawan tumbang dan harus diantisipasi sebelum tumbang terjadi.

“Dari pendataan sementara di Jalan Dr Soetomo, terdapat setidaknya lima pohon besar yang rawan tumbang,” kata Pujo kepada MurianewsCom, Sabtu (28/11/2015).

Menurut dia, hal itu karena kondisi batang pohon yang sudah keropos. Yang lebih berbahaya, kondisi pohon yang masih rimbun sehingga daya tangkap terhadap angin lebih besar.“Batang pohon kemungkinan tak kuat menahan, sehingga potensi roboh tinggi,” ungkapnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, untuk jalan-jalan lain yang dipantau, sementara ini belum ada yang sangat membahayakan. Menurutnya, pendataan pohon yang tumbang tersebut juga didasarkan atas hasil rapat kordinasi dengan Pemprov Jawa Tengah tentang antisipasi bencana, baru-baru ini.

“Ini sebagai langkah antisipasi dan pengurangan risiko bencana. Kami sudah melakukannya dan sementara ini difokuskan di dalam kota dulu,” Katanya.

Hasil pendataan ini, lanjut Pujo, selanjutnya dilaporkan ke Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Kebersihan (Cipatruk) Jepara sebagai instansi yang berwenang. Pohon tersebut nantinya ditebang atau hanya dipangkas tergantung di dinas tersebut. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)

Hati-hati, Banyak Pohon di Jepara Rawan Tumbang

Sejumlah pohon di ruas jalan di kawasan Kota Jepara tengah dalam pantauan BPBD Jepara (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Sejumlah pohon di ruas jalan di kawasan Kota Jepara tengah dalam pantauan BPBD Jepara (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Memasuki musim hujan, tingkat kewaspadaan harus ditingkatkan. Sebab, di musim hujan potensi terjadinya bencana lebih besar, termasuk potensi terjadinya pohon tumbang. Apalagi di wilayah Kabupaten Jepara, ada sejumlah pohon yang rawan tumbang di musim hujan.

Kasi Kedaruratan dan Logistik pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara Pujo Prasetyo  mengatakan, pohon yang berada di beberapa ruas jalan di Kabupaten Jepara memang nyaris tumbang. Pihaknya mengaku telah memantau sejumlah titik, terutama di Jalan Ki Mangun Sarkoro dan di Jalan DR Soetomo.

“Kondisi pohon di sejumlah ruas jalan di Kabupaten Jepara rawan tumbang. Kondisi ini membahayakan pengguna jalan, terlebih saat ini sudah memasuki musim pancaroba yang kerap membawa angin kencang,” ujar Pujo kepada MuriaNewsCom, Sabtu (28/11/2015).

Lebih lanjut dia mengemukakan, langkah yang dilakukan untuk mengantisipasi hal ini, pihaknya mulai melakukan pendataan pohon yang rawan tumbang di sejumlah ruas jalan di Jepara. Saat ini diakuinya telah dilakukan pemantauan.

“Kami terus lakukan pemantauan. Kiranya pohon sudah sangat membahayakan, maka akan dilaporkan ke instansi terkait untuk dilakukan penebangan atau pemangkasan,” kata Pujo. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)

Warga Megawon Khawatirkan Pohon Besar yang Berada di Pinggir Jalan

f-pohon tumbang (e)

Bekas pohon yang tumbang ke jalan beberapa waktu lalu. Warga berharap pohon-pohon yang berada di pinggir jalan juga dicek, karena dikhawatirkan tumbang ke jalan ketika ada anging kencang (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

KUDUS – Tumbangnya pohon yang berada di Jalan Mlati Norowito-Mejobo, ataulebih tepatnya yang berada di Depan SMA PGRI 1 Kudus pada Senin(16/11/2015) lalu, menimbulkan kecemasan bagi warga Megawon, Kecamatan Jati, Kudus.

Salah satu warga Megawon Nur Rockim mengatakan, banyaknya pohon besar yang berada di pinggir jalan dikhawatirkan roboh sewaktu-waktu, apalagi musim hujan sudah mulai tiba.

Untuk itu, pihaknya berharap kepada instansi terkait untuk melakukan pengecekan terhadap pohon-pohon yang berada di pinggir jalan. Jika memang perlu ditebang, menurutnya hal itu harus dilakukan segera, sehingga tidak membahayakan warga.

”Musim hujan sudah tiba, jadi sebaiknya pihak terkait melakukan pengecekan pohon yang berada di pinggir jalan. Karena, bisa jadi ada pohon yang memang kondisinya mengkhawatirkan, dan ketika ada angin kencang bisa tumbang ke jalan,” ungkapnya. (EDY SUTRIYONO/KHOLISTIONO)

Ada Pohon Tumbang, Jalur Perkantoran Mejobo Macet

Sebatang pohon yang berada di tepi jalan perkantoran Mejobo tumbang dan melintang di tengah jalan. (Istimewa)

Sebatang pohon yang berada di tepi jalan perkantoran Mejobo tumbang dan melintang di tengah jalan. (Istimewa)

 

KUDUS – Pohon besar yang berada di tepi jalan perkantoran Mejobo, tepatnya di dekat Kantor Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Senin (16/11/2015) tumbang. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun lalu lintas di sekitar lokasi macet total.

Tumbangnya pohon tersebut cukup mengejutkan. Mengingat saat kejadian, kondisi cuaca sedang tidak dalam keadaan hujan atau angin. ”Tidak ada angin atau hujan, tiba-tiba pohonnya ambruk sendiri,” kata Eni Mardiyanti, warga Megawon yang kebetulan melintas di lokasi.

Sebenarnya ukuran pohon yang tumbang tidak terlalu besar dengan diameter dahan berkisar antara 10-15 cm. Namun, diduga akar pohon tersebut sudah dalam kondisi rapuh. Pasalnya, saat tumbang, akar-akar pohon tersebut ikut tercerabut dari dalam tanah.

Robohnya pohon tersebut, tak ayal membuat lalu lintas di ruas jalan tersebut macet. Apalagi posisi robohnya pohon melintang persis di tengah jalan.

Tak berapa lama kemudian petugas BPBD beserta warga langsung bahu membahu memotong batang dan dahan pohon agar tidak menghalangi jalan. Dengan menggunakan gergaji mesin yang dibawa petugas, batang pohon akhirnya bisa disingkirkan dari tengah jalan.

Meski dengan cepat diatasi, namun kejadian tersebut cukup mendapat sorotan dari masyarakat. Menurut warga, dengan memasuki musim pancaroba, harusnya instansi terkait dalam hal ini Kantor Lingkungan Hidup harusnya segera melakukan langkah dengan memotong dahan-dahan pohon yang sudah tua.

”Kejadian ini seharusnya bisa diantisipasi sejak awal. Sejak musim penghujan datang, kecepatan angin sudah cukup tinggi sehingga berpotensi menumbangkan pohon-pohon penghijauan yang ada di tepi jalan,” tukas Eni. (KHOLISTIONO)

Hii…Semut-semut Nakal Ini Ganggu Pengendara

Pohon yang tumbang ke jalan sudah dibersihkan warga (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

Pohon yang tumbang ke jalan sudah dibersihkan warga (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

 

KUDUS –Pohon besar yang tumbang di Jalan Raya Kudus-Pati, Desa Ngembalrejo, membuat arus lalu lintas tersendat. Hal ini karena pohon tersebut tumbang ke arah jalan dan memakan sebagian jalan.

Bukan hanya itu saja, ternyata pohon yang tumbang tersebut banyak semutnya, sehingga semut-semut tersebut memenuhi jalan dan mengganggu pengendara. Dengan hal ini, tak jarang pengendara harus menjauh dari lokasi, agar tidak tergigit semut.

Harso Widodo, Camat Jati mengatakan, agar pohon tersebut tidak menghalangi pengendara, dirinya bersama warga setempat membereskan sisa ranting dan mengatur jalan. “Biar cepet selesai dan jalan kembali normal. Kebetulan, tadi pohon bisa langsung dipotong-potong dan petugas PLN juga sudah membenahi kabel yang juga sempat tersangkut,” ujarnya pada MuriaNewsCom (AYU KHAZMI/KHOLISTIONO)

Hujan Deras dan Angin Kencang Sebabkan Pohon Besar di Ngembalrejo Tumbang

Arus lalu lintas di jalan Raya Kudus-Pati tersendat akibat adanya pohon besar yang tumbang ke jalan raya (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

Arus lalu lintas di jalan Raya Kudus-Pati tersendat akibat adanya pohon besar yang tumbang ke jalan raya (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

 

KUDUS – Hujan deras disertai angin kencang mengakibatkan satu pohon besar di daerah Jalan Raya Kudus-Pati, tepatnya di Desa Ngembal tumbang. Pohon besar yang tumbuh di samping jalan raya tersebut ambruk hingga menghabiskan setengah badan jalan arah Pati menuju Kudus dan sebalikya.

Ahmad Sujud, warga Ngembalrejo mengatakan, pohon tersebut ambruk pada saat hujan deras siang tadi. “Untungnya tidak ada kendaraan yang melintas waktu itu, karena jalan dalam kondisi sepi sehingga tidak ada korban,” ujarnya pada MuriaNewsCom.

Pascapohon tumbang dan hujan mulai reda, sempat terjadi kemacetan. Hingga sekarang, jalan cukup padat karena dilakukan buka tutup, sehingga kendaraan harus mengantre. (AYU KHAZMI/KHOLISTIONO)

Waspada! Jalan Lingkar Utara Purwodadi Masih Rawan Pohon Tumbang

Pohon yang berada di Jalan Lingkar Utara Purwodadi rawan tumbang jika diterjang angin kencang (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Pohon yang berada di Jalan Lingkar Utara Purwodadi rawan tumbang jika diterjang angin kencang (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Meski kemarin sudah ada puluhan pohon peneduh yang tumbang terkena angin, namun kondisi Jalan Lingkar Utara (JLU) Purwodadi masih tetap rawan musibah serupa. Pasalnya, masih ada belasan pohon yang kondisinya rawan roboh jika terkena hembusan angin kencang.

Kondisi ini disebabkan, belasan pohon tersebut sebelumnya sempat dibakar oleh orang yang tidak bertanggungjawab. Hal ini bisa dilihat dengan adanya warna hitam legam di pangkal pohon akibat sengatan api.

Akibat dibakar orang tersebut, sebagian pohon, batangnya sudah keropos separuh dan kondisinya sudah mengering. Sebagian pohon lagi daunnya masih tampak hijau, kendati di bagian pangkalnya terlihat menghitam seperti arang.

“Kondisi pohon-pohon ini membahayakan sekali. Sebaiknya, pohon yang dibakar itu ditebang saja, sebelum roboh diterjang angin seperti kemarin,” kata Fahmi, salah seorang pengendara yang dimintai komentarnya.

Selain menebangi pohon yang sudah dibakar orang, warga dan pengguna jalan meminta agar instansi terkait mengecek kondisi tanaman penghijauan itu secara berkala. Sebab, jumlah pohon peneduh di JLU sepanjang 5 kilometer itu ada ratusan. Dengan adanya pengecekan rutin maka keberadaan pohon yang sekiranya rawan tumbang bisa segera ditangani.

Seperti diketahui, hujan deras disertai angin kencang yang terjadi Kamis (12/11/2015) sekitar pukul 14.30 WIB menyebabkan puluhan pohon peneduh di JLU Purwodadi roboh. Akibat peristiwa ini, kendaraan dari kedua arah tidak bisa melintas dan terpaksa dialihkan melewati kawasan perkotaan.

Jumlah tanaman yang tumbang lebih dari 25 pohon. Dari jumlah ini, sekitar 7 pohon berukuran besar. Pohon yang tumbang terdiri dari jenis jati dan mindik. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)

Satu Rumah di Kradenan Grobogan Rusak Berat Tertimpa Pohon Tumbang

Rumah milik Sulimin (26) rusak berat akibat tertimpa pohon tumbang. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Rumah milik Sulimin (26) rusak berat akibat tertimpa pohon tumbang. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Selain di Jalan Lingkar Utara Purwodadi, hujan deras hari ini ternyata juga menimbulkan musibah di Desa Banjarsari, Kecamatan Kradenan. Sekitar pukul 15.30 WIB, satu rumah milik Sulimin (26), rusak berat akibat tertimpa pohon tumbang.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, sekitar 30 menit sebelum kejadian, hujan deras mengguyur wilayah tersebut disertai hembusan angin kencang. Tidak lama kemudian, pohon randu dan ketapang yang ada disamping rumah korban roboh.

Beruntung, saat musibah terjadi, penghuni rumah yang berada di teras tidak terkena reruntuhan pohon berukuran cukup besar tersebut. Meski demikian, rumah bagian tengah hingga belakang mengalami kerusakan parah.

”Musibah yang terjadi di Desa Banjarsari ini sudah kita laporkan pada dinas terkait. Untuk kerugian akibat musibah ini sekitar 25 juta,” kata Camat Kradenan Karzan Kariyanto.

Sementara itu, beberapa hari sebelumnya, musibah rumah roboh akibat hembusan angin kencang juga terjadi di Desa Kandangan, Kecamatan Purwodadi. Dalam peristiwa ini, ada dua rumah warga yang tertimpa bencana. Masing-masing milik Sujiyo dan Mbah Mungin. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)

Arus Lalulintas di Jalan Lingkar Utara Purwodadi untuk Sementara Dialihkan

Warga bergotong royong untuk membersihkan kayu yang tumbang ke jalan (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Warga bergotong royong untuk membersihkan kayu yang tumbang ke jalan (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Saat peristiwa robohnya puluhan pohon di Jalan Lingkar Utara Purwodadi, pada siang tadi, ternyata banyak kendaraan yang sedang melintas di jalan yang baru saja selesai dicor tersebut. Baik kendaraan roda dua, mobil dan kendaraan besar. Beruntung, saat kejadian, tidak ada satu kendaraan yang tertimpa pohon tumbang. Meski demikian, sejumlah pengendara sempat dicekam ketakutan.

“Waduh mas, saya bersyukur sekali tidak tertimpa pohon tumbang tadi. Waktu itu, posisi saya dekat sekali dengan pohon besar yang tumbang di jalan. Sebenarnya, saya mau berhenti di depan sana untuk cari tempat berteduh,” ungkap Rina, warga Tawangharjo yang saat itu hendak menuju ke Penawangan menggunakan sepeda motor.

Akibat pohon tumbang, belasan kendaraan langsung putar arah. Meski demikian, masih ada beberapa kendaraan yang terjebak di situ karena terhalang pohon tumbang di depan maupun di belakangnya.

Hingga menjelang senja, proses pembersihan jalan dari pohon yang tumbang masih dilakukan. Untuk pohon yang berukuran kecil dan sedang, proses pembersihan pohon bisa dilakukan warga sekitar. Namun, untuk pohon yang berukuran besar harus dilakukan dengan gergaji mesin.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk membersihkan pohon tumbang agar jalan lingkar utara ini bisa segera dilalui. Untuk sementara, kendaraan dari kedua arah kita alihkan melalui kota,” kata Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Parno. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)

Video – Hujan Deras dan Angin Kencang, Puluhan Pohon di Jalan Lingkar Utara Purwodadi Tumbang

 

GROBOGAN – Hujan deras disertai angin kencang siang tadi sekitar pukul 14.30 WIB menyebabkan puluhan pohon peneduh di Jalan Lingkar Utara Purwodadi roboh.

Dari pantauan MuriaNewsCom di lapangan, jumlah pohon yang tumbang ternyata cukup banyak. Lebih dari 25 pohon. Dari jumlah ini, sekitar 7 pohon berukuran besar. Pohon yang tumbang terdiri dari jenis jati dan mindik.

Sebagian besar pohon tumbang di sisi utara ini posisi robohnya mengarah ke selatan atau tepat melintang jalan raya. Sementara beberapa pohon yang tumbang di sisi selatan jalan menimpa areal sawah.

“Pohon ini tumbang dalam waktu hampir bersamaan. Anginnya waktu itu kencang sekali, mas,” kata Mahfud, warga Desa Menduran, Kecamatan Brati.

Menurutnya, tidak lama setelah hujan turun, angin kencang bertiup dari arah utara menuju ke selatan. Beberapa saat kemudian, satu persatu pohon peneduh itu bertumbangan.

Adapun ruas jalan yang tertimpa pohon tumbang sekitar 2 kilometer. Mulai dari gerbang masuk Desa Menduran ke arah barat hingga mendekati jembatan sungai Lusi. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)

Waduh! Ada Pohon Tumbang ke Jalan Malah Sibuk Potret-potret, Tambah Macet Jadinya

Pohon besar di Jalan Menur yang tumbang ke jalan (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Pohon besar di Jalan Menur yang tumbang ke jalan (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS –Tumbangnya pohon tua yang berada di Jalan Menur, atau tepatnya di belakang Pabrik Nojorono pada siang tadi, membuat arus lalu lintas di lokasi tersebut macet. Kemacetan bertambah panjang, ketika pengguna jalan justru sibuk mengabadikan momen tersebut dengan menggunakan handphone, tanpa mau meminggirkan kendaraannya. Hal ini membuat kemacetan semakin panjang.

Berdasarkan pantauan di lapangan, kondisi macet terjadi dari arah barat dan timur. Sebab pohon yang tumbang memakan sebagian jalan, sehingga beberapa satpam dari Pabrik Nojorono dibantu beberapa warga mengatur arus lalu lintas.

Doni Setiawan, Satpam Pabrik Nojorono yang mengetahui tumbangnya pohon kali pertama mengatakan, pihaknya sudah kordinasi dengan kepala bagian, sehingga kondisi ini sudah dilaporkan ke pihak pemkab untuk memindahkan pohon tersebut.

”Kami sudah laporan dengan atasan dan langsung dikabarkan kepada Pemkab Kudus yang segera ditindaklanjuti untuk memotong pohon,  agar kondisi lalu lintas berjalan lancar,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, pemaprasan pohon merupakan tugas pemkab, pihaknya hanya mampu membantu dengan  mengurai kemacetan. (FAISOL HADI/KHOLISTIONO)

Pohon Tua Tumbang Macetkan Arus Lalu Lintas di Jalan Menur

Pohon besar di Jalan Menur yang tumbang ke jalan (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Pohon besar di Jalan Menur yang tumbang ke jalan (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Pohon tua yang berada di Jalan Menur siang ini tiba-tiba tumbang ke tengan jalan. Akibatnya, kondisi lalu lintas di sekitar lokasi, yakni di belakang Pabrik Nojorono sempat macet beberapa lama.

Doni Setiawan, Satpam Pabrik Nojorono yang mengetahui tumbangnya pohon kali pertama menyebutkan, jika pohon tersebut tumbang sekitar pukul 10.35 WIB. Dirinya terkejut, ketika melihat pohon yang sudah tua tersebut tiba-tiba ambruk ke tengah jalan.

”Tiba tiba roboh, menutupi sebagian Jalan Menur ini. Kemudian, saya bersama beberapa warga yang berada di dekat lokasi langsung mengecek kondisinya,” katanya.

Menurutnya, penyebab tumbangnya pohon dikarenakan sudah lapuk. Selain itu, akar pohon katanya, sudah tidak lagi mengikat rekat pada tanah, sehingga pohon tidak kokoh lagi.

Dia menjelaskan, robohnya pohon setinggi enam meteran itu memakan sebagian jalan, sehingga kondisi jalan sangat macet. Terkait hal ini, beberapa satpam Pabrik Nojorono melakukan penjagaan di sekitar lokasi, guna mengatur arus lalu lintas.

”Beruntung tidak kena orang, hanya terkena pot bunga tepi jalan saja sampai pecah. Kalau kena orang bisa gawat,” katanya. (FAISOL HADI/KHOLISTIONO)