Sering Memakan Korban, Pohon Beringin Besar di Trangkil Pati Ini Ditebang

Petugas memotong pohon beringin tua di Jalan Pati-Tayu, Desa Bantengan, Kecamatan Trangkil, Pati, Jumat (20/1/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Petugas memotong pohon beringin tua di Jalan Pati-Tayu, Desa Bantengan, Kecamatan Trangkil, Pati, Jumat (20/1/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Pohon beringin berukuran besar di Jalan Pati-Tayu, Desa Bantengan, Kecamatan Trangkil, Pati, akhirnya ditebang, Jumat (20/1/2017). Keberadaan pohon tersebut dianggap meresahkan, karena banyak pengendara yang tertimpa ranting pohon tersebut.

Danramil 21/Trangkil Kapten Inf Setyo utomo mengatakan, penebangan pohon beringin merupakan permintaan masyarakat. Banyak warga yang mengeluh, karena ranting pohon tersebut patah pada musim hujan. Tak jarang, pengendara yang melintas tertimpa ranting pohon yang patah.

Bahkan, pernah ada seorang pengendara motor meninggal dunia karena tertimpa ranting pohon tersebut. Karena itu, banyak warga yang mengusulkan kepada petugas untuk segera menebangnya. “Banyak warga yang meminta untuk diterbang, kami langsung membuat surat ke Bina Marga hingga akhirnya dilakukan penebangan,” kata Kapten Inf Setyo.

Dari informasi yang dihimpun, sudah ada dua korban meninggal dunia akibat tertimpa ranting pohon tersebut saat melintasi jalan menggunakan kendaraan. Bila tidak segera ditebang, keberadaan pohon tua itu dikhawatirkan kembali menelan korban.

Salah satu pengguna jalan, Suradi, mengaku senang dengan adanya aktivitas penebangan pohon. Sebab, dia juga pernah hampir tertimpa ranting pohon yang patah saat melintas. Beruntung, ranting yang berukuran cukup besar itu tidak menimpanya.

“Saya juga pernah melintas dan hampir tertimpa ranting pohon yang patah. Waktu itu, ranting yang jatuh tidak sampai menimpa sehingga saya selamat. Saya mengapresiasi langkah pemerintah yang menerima usulan kami untuk menebang pohon tersebut, sehingga tidak ada korban lagi,” ucap Suradi.

Editor : Kholistiono

Pengendara Motor Luka Parah Tertimpa Pohon Tumbang di Jalan Gabus-Tambakromo

Darmo, pengendara yang tertimpa pohon jaranan di Jalan Gabus-Tambakromo dievakuasi petugas kepolisian dan warga, Jumat (6/1/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Darmo, pengendara yang tertimpa pohon jaranan di Jalan Gabus-Tambakromo dievakuasi petugas kepolisian dan warga, Jumat (6/1/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Nasib sial menimpa Darmo, warga Desa Karangmulyo RT 8 RW 1, Kecamatan Tambakromo, Pati. Dia mengalami patah tulang, setelah tertimpa pohon jaranan yang tumbang diterpa angin di Jalan Raya Gabus-Tambakromo, Jumat (6/1/2017).

Sutiyono, salah satu saksi mengatakan, korban berangkat dari rumah sekitar pukul 09.00 WIB untuk berangkat ke Pasar Tambakromo. Setelah sampai di Jalan Raya Gabus-Tambakromo, Desa Karangmulyo, pohon jaranan roboh karena diterpa angin.

Pohon jaranan yang roboh berada di sebelah kanan bahu jalan menimpa Darmo hingga sepeda motor yang dikendarainya jatuh. Akibatnya, paha kiri korban mengalami patah tulang.

Petugas kepolisian yang mendapatkan informasi langsung datang ke tempat kejadian perkara (TKP) dan membawa korban ke RSUD Kayen untuk mendapatkan perawatan intensif. Lantaran lukanya cukup parah, korban dirujuk untuk dirawat di salah satu rumah sakit di Solo.

Pohon jaranan yang tumbang menimpa salah seorang pengendara motor saat melintas di Jalan Gabus-Tambakromo, Jumat (6/1/2017). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Pohon jaranan yang tumbang menimpa salah seorang pengendara motor saat melintas di Jalan Gabus-Tambakromo, Jumat (6/1/2017). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Sementara itu, sepeda motor mengalami ringsek pada bagian depan. Kerugian material akibat insiden tersebut sekitar Rp 250 ribu. Pada saat kejadian, cuaca di daerah tersebut mendung disertai angin yang cukup kencang. Arus lalu lintas sendiri cukup lengang.

Kapolsek Tambakromo AKP Wasito mengimbau kepada warga untuk berhati-hati saat keluar rumah dalam keadaan angin kencang dan hujan. Di jalan yang terjadi kecelakaan tersebut, pernah ada seorang pengendara yang tertimpa pohon pada saat angin kencang. Karenanya, sikap waspada dinilai perlu untuk mengantisipasi adanya insiden serupa.

Editor : Kholistiono