Pohon Tumbang Timpa Jaringan Listrik, 2 Kecamatan di Pati Mati Lampu

MuriaNewsCom, Pati – Hujan angin yang terjadi di Kabupaten Pati, Kamis (25/1/2018) pagi membuat sejumlah dahang dan pohon tumbang. Sebagian, pohon yang tumbang bahkan menimpa jaringan listrik hingga menyebabkan mati lampu.

Manager Rayon PLN Pati Yoyok S mengatakan, sejumlah jaringan listrik di wilayahnya mengalami gangguan sejak pagi tadi. Semuanya disebabkan faktor cuaca, yang membuat jaringan tergantung.

“Terdapat dua titik yang mengalami gangguan. Pertama di kawasan hutan kota Pati (Kecamatan Kota), yang disebabkan ranting pohon menggesek kabel jaringan. Lalu kedua disepanjang, jalan ke TPA Sukoharjo (Kecamatan Margorejo) yang rusak akibat tertimbun pohon,” katanya kepada MuriaNewsCom

Menurut dia, saat petugas masih memperbaiki jaringan tersebut. Perbaikan diperkirakan membutuhkan beberapa jam lantaran kerusakan yang diakibatkan pepohonan itu cukup fatal. Seperti putusnya kabel jaringan di hutan kota.

Meski demikian, pihaknya berupaya akan menyelesaikan persoalan listrik tersebut. Karena, ratusan pelanggan otomatis terganggu jika jaringan listriknya putus.

“Yang di hutan kota akan lebih cepat selesai. Namun yang ke arah TPA butuh waktu lebih lama,” ungkapnya.

Editor: Supriyadi

Listik 5 Desa di Pati Kota Akan Dipadamkan 8 Jam, Ini Penjelasannya

Seorang petugas PT PLN Rayon Pati saat melayani pelanggan, belum lama ini. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Pati – Aliran listrik di lima desa di kawasan Pati Kota akan dipadamkan selama delapan jam, Kamis (7/9/2017) besok. Pemadaman akan dilakukan mulai pukul 08.00 WIB hingga 16.00 WIB.

Kelima desa tersebut, di antaranya Desa Semampir, Dengkek, Geritan, Sidoharjo, dan sebagian Setulan. Pemadaman listrik akan dilakukan dalam waktu sekitar delapan jam.

Manajer PT PLN (Persero) Rayon Pati Irfan Afandi mengatakan, pemadaman listrik dilakukan karena akan ada pemeliharaan jaringan listrik dan parabasan pohon yang mengenai jaringan.

“Banyak pohon yang harus dirabasi. Mumpung musim kemarau supaya life time hidup ranting pohon bisa lebih lama,” jelas Afandi, Rabu (6/9/2017) sore.

Selain itu, pemeliharaan jaringan diperlukan untuk kehandalan pasokan listrik ke lima desa tersebut. Dengan demikian, pasokan listrik di lima desa itu ke depannya akan lebih aman.

“Butuh pemeliharaan supaya ke depan kehandalan pasokan listrik di kawasan itu berjalan dengan baik. Untuk itu, pemadaman listrik sementara dibutuhkan,” tambahnya.

Ia meminta kepada masyarakat untuk memaklumi rencana pemadaman yang bertujuan untuk pemeliharaan tersebut. Sebelum dipadamkan pada pukul 08.00 WIB, Afandi menyarankan warga untuk mengisi tandon air dan peranti elektronik yang digunakan untuk kebutuhan komunikasi.

Editor: Supriyadi

Listrik Kerap Byar-Pet, Ini Penjelasan Manajer PLN Pati

Seorang petugas PT PLN Rayon Pati tengah melayani pelanggan. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Sejumlah warga Pati mengeluhkan listrik yang kerap byar-pet dalam dua hari terakhir. Selain mengganggu aktivitas, sebagian warga khawatir akan merusak peranti elektronik.

Manajer PT PLN (Persero) Rayon Pati Irfan Affandi menjelaskan, listrik yang kerap mati disebabkan overload beban yang melebihi batas. Artinya, pelanggan PLN semakin meningkat sehingga kebutuhan akan listri kian tinggi.

“Listrik mati juga disebabkan aktivitas perabasan pohon yang dekat dengan jaringan. Bisa juga overload antara beban yang ada dengan settingan peralatan PLN melebihi batas, jadi tinggal disetting aja,” kata Irfan, Jumat (25/8/2017).

Karena itu, dia meminta kepada masyarakat untuk mengizinkan pegawai PLN yang melakukan perabasan pohon yang berdekatan dengan jaringan. Sebab, satu jalur mati akibat tertimpa pohon bisa menyebabkan listrik mati pada banyak rumah.

Terkait dengan listrik byar-pet yang merusak peranti elektronik, pihaknya memastikan hal itu tidak ada persoalan. Sebab, penyebab peranti elektronik rusak disebabkan tegangan naik-turun yang cukup ekstrem, bukan karena hidup-mati.

“Kalau listrik hidup-mati itu tidak masalah, tidak akan merusak peranti elektronik. Yang akan merusak itu, jika tegangan listrik naik-turun yang cukup ekstrem,” imbuhnya.

Sementara untuk mengatasi persoalan listrik yang sering padam, pihaknya segera melakukan setting ulang karena adanya penambahan pelanggan yang semakin banyak. Dia berharap, masyarakat bisa memaklumi kondisi tersebut.

Editor: Supriyadi