Jadwal Pemadaman Listrik di Kudus: 4 Desa di Dawe Padam 7 Jam

Petugas PLN melakukan pemeliharaan jaringan. (Foto : PLN Kudus)

MuriaNewsCom, Kudus – Empat desa di Kecamatan Dawe, dijadwalkan mengalami pemadaman listrik pada Rabu (27/9/2017) hari ini. Rencananya, pemadaman listrik di kawasan tersebut dijadwalkan berlangsung hingga tujuh jam lamanya.

Humas PLN Kudus Muhdam, menyebutkan keempat desa di Kecamatan Dawe yang padam, meliputi Desa Rejosari, Desa Kandang Mas, Desa Masin dan Desa Cranggang.  Keempat desa tersebut padam, karena ada pemeliharaan jaringan yang berada pada jalur tersebut.

“Keempat desa tersebut akan padam karena berhubungan dengan lokasi pemeliharaan jaringan. Yaitu  di jaringan 20 KV JK 02 ,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurut dia, pemadaman dijadwalkan selama tujuh jam, terhitung mulai jam 09.00 WIB hingga jam 16.00 WIB. Namun, jika penyelesaian pemeliharaan jaringan rampung lebih awal, maka listrik akan langsung dinormalkan atau dinyalakan kembali.

Surat pemberitahuan pemadaman listrik, kata dia, sudah diberikan kepada para kepala desa di wilayah yang padam. Kemudian, pemberitahuan tersebut diharapkan akan diteruskan ke masyarakat melalui RT atau RW.

“Kami atas nama PLN meminta maaf kepada masyarakat, atas padamnya listrik. Demikian atas maklum karena ada perawatan,” imbuhnya.

Editor : Ali Muntoha

Jadwal Pemadaman Listrik di Kudus Hari Ini, Jati dan Kota Kena Giliran

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Kudus – Setelah sebelumnya sejumlah wilayah di Kecamatan Gebog dipadamkan listriknya oleh PLN, Hari ini, Selasa (19/9/2017) giliran sejumlah wilayah di kota dan Kecamatan Jati  yang dipadamkan.

Humas PLN Kudus Muhdam menyampaikan,  pemadaman terpaksa dilakukan petugas karena terdapat pemeliharaan jaringan. Dan hari ini, jaringan yang dilakukan pemeliharaan berada di kawasan  Jati.

“Pemadaman diperkirakan mulai jam 09.00 WIB hingga jam 16.00 WIB. Kami dari petugas berusaha lebih cepat memadamkan, hingga nantinya aliran listrik dapat dinormalkan kembali,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurut dia, pemeliharaan yang dimaksud adalah penambahan jaringan baru penyulang listrik. Penyulang dibutuhkan agar listrik untuk masyarakat tetaplah stabil saat digunakan.

Disebutkan, sejumlah wilayah yang harus dipadamkan, meliputi Jalan Pattimura, sebagian Kecamatan Jati di Desa Getas Pejaten, Desa Loram Kulon dan Loram Wetan. Meski demikian, tak semuanya di satu desa dipadamkan, melainkan hanya beberapa titik saja. 

“Surat pemberitahuan sudah kami layangkan dan hembuskan ke sejumlah pihak. Seperti Kades dan perusahaan yang ada disana. Diantaranya, sejumlah minimarket, para pengusaha bordir dan perusahaan lainnya,” jelasnya.

Editor : Ali Muntoha

7 Desa di Kecamatan Gebog Kudus Hari Ini Padam Listrik

Petugas PLN melakukan pemeliharaan jaringan. (Foto : PLN Kudus)

MuriaNewsCom, Kudus – Senin (18/9/2017) hari ini, banyak desa di Kabupaten Kudus, bakal mengalami pemadaman aliran listrik. Pemdaman listrik dimulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB.

Ada tujuh desa yang bakal mengalami pemadaman tersebut, dan kesemuanya berada di Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus. Humas PLN Kudus Muhdam, menyebutkan ketujuh desa yang mengalami pemadaman yakni , Desa Klumpit, Karang Malang, Padurenan, Getassrabi, Kedungsari, Gebog dan Desa Gondosari.

Listrik dipadamkan karena PLN melakukan pemeliharaan jaringan, selama seharian nanti.

“Ketujuh desa tersebut akan padam karena berhubungan dengan lokasi pemeliharaan jaringan. Yaitu  di  jaringan 20 KV,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurut dia, pemadaman akan dijadwalkan selama tujuh jam, terhitung mulai jam 09.00 WIB hingga jam 16.00 WIB. Namun, jika penyelesaian pemeliharaan jaringan rampung lebih awal, maka listrik akan langsung dinormalkan atau dinyalakan kembali.

Surat pemberitahuan pemadaman listrik, kata dia, sudah diberikan kepada para kepala desa di wilayah yang padam. Kemudian, pemberitahuan tersebut diharapkan akan diteruskan ke masyarakat melalui RT atau RW.

“Kami atas nama PLN meminta maaf kepada masyarakat, atas padamnya listrik. Demikian atas maklum karena ada perawatan,” imbuhnya.

Editor : Ali Muntoha

PLN Kudus Pastikan Gangguan Listrik  Akan Minim

Petugas dari PDKB melakukan pembenahan fasilitas listrik di salah satu sudut di Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Petugas dari PDKB melakukan pembenahan fasilitas listrik di salah satu sudut di Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – PLN terus melakukan pembenahan instalasi atau fasilitas aliran listrik. Seperti halnya pengerahan Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB) pada Rabu (18/5/2016) hingga Kamis (19/5/2016).

Harapannya, gangguan listrik tidak lagi sering terjadi. Seperti halnya yang biasa terjadi saat musim hujan tiba. Setidaknya, pembenahan PDKB mampu mengurangi tingkat gangguan.

Humas PLN Kudus Susanto mengatakan, ke depannya kegiatan PDKB akan sangat bermanfaat bagi masyarakat. “Bisa meminimalkan gangguan yang ada saat musim hujan. PDKB itu merupakan program dari PLN untuk selalu mengkroscek fasilitas yang ada,” katanya.

Musim hujan biasanya  pada Januari, Februari, November, Desember atau bulan lainnya. Dengan beragam gangguan listrik. Mulai dari angin kencang, tertimpa pohon, dan faktor lainnya.

Padahal pembenahan yang dilakukan terbilang singkat bila terjadi gangguan. “Harapannya usai kegiatan PDKB se-Jateng-DIY akan mampu mengurangi tingkat gangguan listrik,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

 

 

 

Musuh PLN Kudus Ternyata Pohon, dan Angin Kencang

Jpeg

Petugas PLN memperbaiki fasilitas listrik di salah satu sudut Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus –  Manajer Distribusi PLN Jawa Tengah Andreas Heru Sumaryanto mengatakan, rusaknya fasilitas PLN dapat mengakibatkan padamnya saluran listrik. Dari pemeriksaan PLN, rata-rata disebabkan gangguan pohon.

“Memang selama ini kerusakan fasilitas PLN itu diakibatkan dari pepohonan. Selain itu, faktor ketiga juga ada. Yakni seperti halnya layang-layang tersangkut, angin kencang dan lainnya. Baik itu merusak trafo, FCO (Fuse Cut Out/sekring, isolator, maupun sejenisnya,” katanya.

Jika kerusakan itu terjadi hingga mengakibatkan padamnya aliran listrik, itu sama saja merugi sekitar Rp 70 juta hingga Rp 100 juta. Sebab kerugian itu merupakan nilai pengganti fasilitas maupun untuk keperluan pembenahan fasilitas.

Oleh sebab itu, supaya aliran listrik tidak sering padam di saat hujan atau angin kencang, maka PLN Kudus menggelar aksi Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB) yang diikuti oleh PLN se-Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Sementara itu, Humas PLN Kudus Susanto mengatakan, dalam kerja sama ini, nantinya bisa saling berganti.

“Yakni bila daerah lainnya mengadakan bakti PDKB semacam ini, PLN Kudus juga mengirimkan tim atau pasukan elite PLN ke wilayah tersebut. Yakni untuk saling membantu, serta menyelesaikan tugas secara bersama-sama. Sebab bila ditangani oleh tenaga PLN setempat, maka tidak akan bisa cepat selesai dan maksimal,” ujarnya.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Ratusan Pelanggan PLN Terganggu Akibat Kabel Putus

Petugas PLN sedang memperbaiki kabel listrik yang putus (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Petugas PLN sedang memperbaiki kabel listrik yang putus (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Kabel milik PLN yang putus dan menggelantung di tengah jalan, tepatnya di Perempatan SMK Muhammadiyah Kudus, Desa Garung Lor, Kecamatan Kaliwungu berdampak padamnya listrik pada daerah sekitar. Sedikitnya, ratusan pelanggan PLN di Desa Garung Lor padam akibat putusnya kabel itu.

Manager PLN Kudus Kota Agus Suwarsono mengatakan, kabel yang putus itu memang berdampak pada padamnya listrik ke pelanggan. Jumlahnya mencapai ratusan, namun dia memastikan hari ini juga dapat ditangani.

“Hari ini juga sudah dapat ditangani. Jadi dalam sehari ini pelanggan dapat menikmati listrik lagi seperti semula,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Kabel itu, katanya, masuk dalam kabel jaringan rendah. Dengan tegangan rendah, yakni daya 220 volt. Petugas PLN datang ke lokasi, sekitar pukul 09.00 WIB tadi, untuk segera membenahi kabel listrik.

Ali Samsudin, petugas PLN yang berada di lapangan mengatakan, kabel yang putus mengarah kePabrik Rokok Parade Bintang, yang terdapat tidak jauh dari lokasi.

“Kami langsung putus kabelnya, karena masih aktif. Kemudian langusng ditangani agar nyala kembali,” jelasnya. (FAISOL HADI/KHOLISTIONO)

Bahaya! Kabel PLN Putus dan Menggelantung di Tengah Jalan

Kabel PLN putus dan jatuh di tengah jalan. Kondisi ini membayakan pengendara (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Kabel PLN putus dan jatuh di tengah jalan. Kondisi ini membayakan pengendara (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Kabel listrik milik PLN, tiba-tiba putus di tengah perempatan SMK Muhammadiyah Kudus, Garung Lor, Kecamatan Kaliwungu. Kabel yang masih aktif itu, membuat pengguna jalan khawatir jika terkena aliran listrik.

Sugiyanto, warga sekitar lokasi menuturkan, putusnya kabel tersebut terjadi sekitar pukul 08.00 WIB. Kabel aktif jaringan listrik itu, sebelumnya terkena kendaraan besar dan menyangkut pada bagian mobil, sehingga, kabel menjadi putus dan jatuh di tengah jalan.

“Kejadian tadi jam 08.00 an, ketika jalanan masih padat dengan pengendara. Namun, satpam pabrik yang berada di sekitar lokasi cepat membantu arus lalu lintas, sehingga dapat mengurai kemacetan,” kepada MuriaNewsCom

Kata dia, kabel tersebut memang sebelumnya sudah menggantung, sehingga rawan tersangkut kendaraan besar yang melintas.

Hingga pukul 08.30 WIB tadi, belum ada petugas, baik dari PLN maupun kepolisian yang datang. Warga kecewa lantaran jalan sangat padat. (FAISOL HADI/KHOLISTIONO)

Ini Kecamatan di Kudus yang Listriknya Sering Keganggu

Ilustrasi PLN

Ilustrasi PLN

 

KUDUS – Dari sembilan kecamatan di Kudus, derah Kecamatan Mejobo dan Jekulo, Kudus, paling rawan terjadi ganguan listrik. Kejadian tersebut terjadi selama memasuki musim hujan seperti sekarang ini.

Hal itu diutarakan Humas PLN Kudus Arif Nuryadi. Menurut Arif, daerah Mejobo dan Jekulo merupakan daerah dingin, sehingga mempercepat kerusakan jaringan listrik jika dibandingkan dengan kawasan lainnya.

“Kedua daerah tersebut masih banyak pepohonan. Sehingga, potensi gangguan listrik juga sangat banyak. Dan buktinya selama November, sebagian besar terjadi di dua kecamatan itu,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Hal itu juga sebelumnya dikeluhkan oleh warga Jekulo, Ahmad Munir. Menurutnya di daerahnya hampir tiap kali ada hujan, sering terjadi padam lampu.

Begitu pula Riyanti, warga Mejobo. Dia mengeluhkan kalau tiap datang hujan juga sering padam. Bahkan, sehari bisa padam hingga tiga kali. “Pernah itu sehari sampai padam tiga kali. Itu sangat mengganggu masyarakat ,” imbuhnya. (FAISOL HADI/AKROM HAZAMI)

Gangguan Listrik itu Karena Faktor Alam

Ilustrasi PLN

Ilustrasi PLN

 

KUDUS – Gangguan listrik yang menyebabkan padamnya listrik di semua rayon PLN mayoritas disebabkan faktor alam. Dari hasil evaluasi selama 2015 ini, Januari hingga Agustus 2015, gangguan paling banyak disebabkan dari pohon dan hewan.

Bahkan, hingga awal Desember ini, faktor alam masih mendominasi kejadian padamnya listrik. Dengan musim hujan yang menggerakkan jaringan listrik.

”Pohon yang bergesekan, sehingga membuat kabel milik kami PLN putus, itu sering terjadi pada musim kemarau seperti sekarang ini. Selain itu, burung juga sering membuat jaringan terganggu. itu sudah sejak dulu, seperti burung, ular bahkan tikus juga sering menjadi penyebabnya,” kata Humas PLN Kudus Arif Nuryadi, kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, agar gangguan yang terjadi tidak melampaui batas maksimal. Pihak juga melakukan sejumlah upaya, mulai dari perambasan dahan pohon yang diperkirakan berpotensi mengganggu jaringan listrik hingga memasang peralon di kabel jaringan listrik yang berpotensi mengalami gangguan.

Sedangkan untuk mencegah hewan naik ke kabel jaringan listrik melalui tiang listrik juga dipasang pengaman, seperti ijuk yang dililitkan di tiang listrik serta pemasangan pengaman pada kabel penguat tiang listrik.

”Kami juga melakukan pergantian isolator untuk menjaga keandalan jaringan listrik PLN, jadi upaya yang kami laklukan sudah banyak dan terus kami kembangkan,” ujarnya.

Mengenai petugas untuk mengantisipasi padam, pihak PLN hanya memiliki 10 petugas saja. Sedangkan kebutuhan di Kudus mencapai puluhan jika dilakukan untuk pembenahan jaringan dan perampasan pohon secara berkala. (FAISOL HADI/AKROM HAZAMI)

PLN Kudus, Gangguan Alam Bikin Kerjamu Memble

Ilustrasi PLN

Ilustrasi PLN

 

KUDUS – Gangguan listrik yang terjadi di Kudus, termasuk dalam kategori tinggi. Sedikitnya, selama November 2015, gangguan listrik mencapai 24 kali. Sedangkan pada Desember, juga terjadi beberapa kali padam.

Hal itu diungkapkan Humas PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) (Persero) Kudus Arif Nuryadi. Menurutnya, akibat dari dampak gangguan tersebut membuat gangguan pada kelancaran pasokan energi listrik ke pelanggan. Bahkan, kejadian tersebut hingga menyebabkan padamnya listrik hingga berulang kali.

”Kejadian padamnya listrik akibat gangguan jaringan listrik PLN hingga puluhan kali termasuk tinggi, namun itu terjadi bukan karena keinginan kami, melainkan karena faktor alam seperti hujan yang disertai angin,” kata Arif.

Menurutnya, dengan adanya gangguan tersebut, juga memuat masyarakat berinisiatif. Sehingga kebanyakan masyarakat juga langsung komplain jika terjadi padam. Dan tidak lama kemudian, petugas langsung membenarkan padamnya listrik untuk kemudian dapat dinikmati oleh masyarakat.

”Kami minta maaf jika terjadi gangguan. Itu bukanlah keinginan kami. Dan kami siap selama 24 jam dihubungi jika terjadi gangguan di manapun lokasinya. Info dari masyarakat juga sangat kami harapkan, khususnya pelanggan yang terdampak gangguan,” jelasnya.

Proses padamnya listrik, kata dia, diawali dengan hujan yang disertai angin. Kemudian air hujan tersebut membasahi pepohonan dan menyapu jaringan yang memang banyak di sekitar jaringan.

Dengan demikian, maka gesekan arus tidak dapat dihindari. Terlebih kondisi yang basah, membuat jaringan menjadi korsleting hingga padamnya listrik tidak dapat dihindari. (FAISOL HADI/AKROM HAZAMI)