Safari ke Ulama NU Pantura Timur, Ida Berharap Dulang Suara Kaum Nahdliyin

MuriaNewsCom, Kudus – Ida Fauziyah Bakal Calon Wagub Jateng, bersafari ke ulama-ulama pantura timur. Ia mengaku tengah menggalang dukungan dan restu dari kyai sepuh dan kalangan NU di Kudus, Jepara, Blora, Rembang dan Grobogan.

Perjalanan Ida dimulai dari Kudus. Di Kota Kretek ia mengaku sowan ke beberapa ulama seperti Kyai Sya’roni Ahmadi dan KH Badawi Basyir. Di Rembang ia memiliki agenda untuk berkunjung ke Kyai Mustofa Bisri.

“Ini kunjungan saya bagi, antara saya dan Pak Sudirman (bakal calon gubernur jateng) agar efektif dan bisa menjangkau semua,” katanya kepada awak media di Kantor PCNU Kudus, Rabu (1/2/2018).

Baca: Datang ke Kudus, ‎Ida Fauziyah Minta Doa Yi Sya’roni Ahmadi

Disinggung mengenai kunjungannya ke kiai-kiai sepun Nahdlatul Ulama, Ida mengakui doa dan restu dari mereka untuk mengunduh suara Nahdliyin memang yang utama. Akan tetapi dirinya mengatakan, kunjungannya akan merangkul seluruh warga di Jawa Tengah.

“Bagi saya NU utama, namun tidak lantas hanya NU, semua warga masyarakat Jawa Tengah juga penting untuk silaturahmi,” tuturnya.

Selain wilayah eks karisidenan Pati, Ida menyebut telah mengunjungi pengurus NU yang ada di Demak, maupun Wonosobo, dan Banjarnegara.

Disinggung mengenai statusnya yang bukan asli putri Jateng, Ida menampik hal itu. Meskipun ia keanggotaanya di DPR berasal dari Dapil Jatim, akan tetapi dirinya sudah menjadi bagian dari warga Jawa Tengah.

“Saya orang Jateng kok, suami saya orang Jawa Tengah. Ketika suami saya pulang ke Banjarnegara, saya juga merasa ikut pulang. Begitu pula saat pulang ke Mojokerto. Tidak ada halangan,” ungkapnya.

Editor: Supriyadi

Ngaji di Girikusumo, Mbah Munif Pesan Sudirman Tak Muluk-muluk Saat Kampanye

MuriaNewsCom, Demak – Pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur Jateng Sudirman Said-Ida Fauziah, ikut ngaji malam Jumat di Ponpes Girikusumo, Mranggen, Demak, yang berlangsung hingga Jumat (25/1/2018) dini hari. Di hadapan ribuan jemaah, KH Munif Zuhri memberi pesan khusus kepada Sudirman Said.

Mbah Munif berpesan agar Sudirman Said dan Ida Fauziah mampu menata hati masyarakat jika kelak terpilih sebagai pemimpin di Jateng.

“Kalau sudah jadi pemimpin harus bisa menata hatinya masyarakat. Senangkah hatinya. Buat mereka cukup makan, dan berikan rasa adil,” pesan Mbah Munif.

Mbah Munif juga berpesan kepada keduanya, untuk memperhatikan rakyat kecil. Dekat dengan mereka. Menurut ulama kharismatik ini, jika rakyat sudah memberi kepercayaan, maka tak boleh dilukai hatinya dengan kebijakan-kebijakan yang tak berpihak pada rakyat kecil.

Lebih jauh Mbah Munif berpesan agar dalam kampanye tidak terlalu menjanjikan sesuatu yang muluk-muluk. ”Yang biasa-biasa saja. Yang penting dilaksanakan. Jangan sampai janji yang sudah diucapkan tidak ditunaikan,” ucap Mbah Munif.

Dalam pengajian itu, pasangan Sudirman-Ida juga didampingi Sekjen PKB Abdul Kadir Karding. Usai pengajian, mereka diajak mampir di kediamin Mbah Munif, dan mendoakan keduanya.

Editor : Ali Muntoha

Pilgub Jateng : PKB Ngotot Minta Jatah Cawagub

MuriaNewsCom, Semarang – Dinamika politik jelang pendaftaran pasangan calon gubernur/wakil gubernur Jateng semakin memanas. Terlebih PDIP yang dijadwalkan mengumumkan jagonya pada Kamis (4/1/2018) ternyata batal, dan baru akan diumumkan sehari mejelang pendaftaran calon di KPU Jateng.

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ngotot meminta jatah cawagub untuk kadernya. PKB menginginkan kader PKB digandeng entah dari kubu PDI Perjuangan, Sudirman Said (Gerindra, PAN PKS), ataupun poros tengah (PPP, Demokrat, Golkar).

Ketua DPW PKB Jateng, KH Yusuf Chudlori (Gus Yusuf) mengemukakan, DPP PPP saat ini masih aktif berkomunikasi dengan pimpinan partai lain guna menentukan arah koalisi pada pilgub mendatang.

“Pimpinan PKB sedang komunikasi intens untuk menentukan kita mau berkoalisi dengan siapa. Prinsipnya kami ingin menempatkan kader sebagai cawagub,” katanya kepada wartawan.

Ia menyebut, PKB saat ini telah membentuk tim komunikasi untuk melakukan lobi dengan partai-partai lain. Selain itu pihaknya juga menugaskan beberapa orang kiai untuk melakukan salat istikharah. “PKB memiliki tradisi yang tidak bisa ditinggalkan. Semoga membawa berkah,” katanya.

Gus Yusuf mengatakan pihaknya juga tengah menyiapkan figur yang akan diusulkan sebagai cawagub. Figur itu nantinya merupakan hasil komunikasi dari tim dan hasil istikarah para kiai.

Ia juga mengakui pernah dikunjungi Sudirman Said dan diminta untuk menjadi cwagub mendampingi mantan Menteri ESDM tersebut. Namun ia belum memberi keputusan, dan menyerahkan keputusan ajakan tersebut kepada Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar. “Yang itu juga menunggu istikharah,” tegasnya.

Pendaftaran pasangan calon gubernur/wakil gubernur sendiri akan dibuka 8 sampai 10 Januari 2018. Pendaftaran dibuka pada jam 08.00 – 16.00. Khusus untuk tanggal 10, pendaftaran akan ditutup pada pukul 12 malam.

Editor : Ali Muntoha

Gagal Duetkan Maqadir, PKB Tetap Berambisi Usung Marwan Jafar di Pilgub Jateng

Marwan Jafar. (dokumen)

MuriaNewsCom, Semarang – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sebelumnya memunculkan wacana untuk mendutekan Marwan Jafar dengan Sudirman Said (Magadir). Namun keinginan itu pupus, setelah Sudirman Said dideklarasikan Gerindra sebagai bakal calon gubernur.

Karena sebelumnya, PKB menginginkan Sudirman Said sebagai cawagubnya Marwan Jafar. Meski demikian, PKB tetap berambisi mengusung mantan Menteri Desa itu sebagai cagub pada Pilgub Jateng 2018 mendatang.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB Jateng, KH Yusuf Chudlori mengatakan, pihaknya masih berjuang untuk mengusung kadernya tersebut. Ia mengakui, PKB tak bisa mengusung sendiri, sehingga terus menjalin komunikasi dengan parpol lain.

“PKB masih mengajukan Marwan Jafar sebagai bakal calon gubernur. Komunikasi politik di level DPP maupun dengan parpol lain terus dilakukan,” katanya pada waratawan.

Gus Yusuf menyebut, DPW PKB Jateng masih menunggu keputusan dari DPP terkait siapa yang akan diusung dalam Pilgub Jateng 2018 mendatang.Sembari menunggu arahan dari DPP, pihaknya selalu melakukan komunikasi politik dengan partai-partai lain di tingkatan Jawa Tengah.

“Kemungkinan merapat ke partai mana pun bisa. Semua partai kita ajak komunikasi, baik dengan Gerindra, PAN, Demokrat, PDI Perjuangan dan lainnya,” ujarnya.

Ia menyebut, apapun keputusan yang akan dikeluarkan DPP nantinya, menurut dia hal tersebut merupakan keputusan terbaik. Pihaknya akan menjalankan putusan tersebut, dan berjuang untuk memenangkan calon yang diusung.

Sebelumnya Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar sering mengeluarkan harapan untuk mewujudkan duet Maqadir (Marwan gandeng Dirman). Duet mantan menteri tersebut menurutnya sangat pas, dan mampu menandingi popularitas petahan.

Namun harapan tersebut pupus, setelah Sudirman Said diusung Gerindra sebagai cagub. Sejumlah partai seperti PAN dan PKS juga dikabarkan akan mendukung Sudirman Said.

Editor : Ali Muntoha

Pasang Logo Partai Gerindra dan PKB, Tamzil Ngaku Sudah Dapat Izin

Bakal Calon Bupati Kudus M Tamzil. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Bakal Calon Bupati Kudus M Tamzil, mencantumkan lambang Partai Gerindra dan PKB dalam baliho miliknya. Tamzil mengaku menempelkan lambang partai atas izin dari DPW Jateng. 

Tamzil mengatakan, pihaknya langsung sudah menemui dari DPW Jateng terkait pemasangan gambar lambang partai. Sehingga, dia memutuskan memasang gambar kedua partai tersebut.

“Sudah dapat izin memasangnya, jadi langsung Sabtu kemarin dipasang yang ada gambar partainya,” katanya saat konferensi pers di RM Ulam Sari, Senin (6/11/2017).

Disinggung soal rekomendasi, pihaknya sadar saat ini blum kader partai, namun dengan pemasangan lambang partai, diyakini akan membuat  rekomendasi turun kepadanya tak lama lagi. Apalagi dari Jateng sudah mengizinkan.

Selain kedua partai itu, kata Tamzil, pihaknya juga rencananya mau memasang lambang lainya. Seperti , PAN, Demokrat, PKS, Hanura dan partai lainya yang dia lamar rekom.

“Saat unh kami sedang komunikasi dengan sejumlah partai politik di Kudus. Komunikasi yang terjalin baik, diharapkan dapat dilanjutkan hingga akhir,” harapnya.

Editor: Supriyadi

8 Parpol di Pati Digelontor Dana Banpol Senilai Rp 1 Miliar

Kasi Politik dan Kewaspadaan Nasional Kesbangpol Pati Cipto Subagyo. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Bantuan politik (banpol) untuk delapan partai di Kabupaten Pati tahun ini mencapai Rp 1 miliar. Hal itu dikatakan Kasi Politik dan Kewaspadaan Nasional Kesbangpol Pati Cipto Subagyo, Kamis (14/9/2017).

Delapan parpol yang mendapatkan bantuan tersebut, di antaranya Partai Demokrat, Gerindra, PDIP, Golkar, PKS, Nasdem, PPP, dan PKB. Sementara Hanura belum bisa mencairkan dana banpol karena persoalan internal.

Pada saat banpol turun, Hanura masih belum memiliki ketua definitif. Sementara Hanura saat ini masih dijabat pelaksana tugas (plt) sehingga dianggap tidak memiliki kewenangan.

“Syarat untuk menerima banpol harus punya kursi di legislatif dan ketuanya definitif. Nominal masing-masing partai berbeda sesuai dengan jumlah perolehan kursi,” kata Cipto.

Jumlah pasti dari bantuan yang diberikan senilai Rp 1.081.224.000. Sementara besaran nominal per suara sah adalah Rp 1.593.

Sesuai dengan aturan, banpol tersebut digunakan untuk pendidikan politik kepada anggota dan masyarakat, termasuk untuk menyerap aspirasi politik masyarakat dalam merumuskan dan menetapkan kebijakan negara.

“Rinciannya, 40 persen digunakan untuk administrasi partai dan 60 persen untuk pendidikan politik,” tandas Cipto.

Editor: Supriyadi

Di Atas Angin, PKB Jadi Rebutan Pemburu Rekomendasi di Pilkada Kudus

Ketua Desk Pilkada PKB Kudus, Noor Hadi, menerima pengembalian berkas dari Maesyaroh beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Nilai tawar Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dalam Pilkada Kudus semakin tinggi. Partai yang memiliki enam kursi itu bahkan berada di atas angin dan menjadi partai yang paling diminati Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Kudus untuk bertarung di Pilihan Bupati Kudus.

Buktinya, hingga 11 September lalu sudah ada tujuh bakal calon yang mendaftar baik jadi Bakal Calon Bupati ataupun Wakil Bupati Kudus. Ketujuh nama yang mengajukan pendaftaran adalah Sri Hartini, M Tamzil, Khariroh, Djoni Rahardjo, Maesyaroh, Umar Ali dan Ilwani.

Tak hanya itu, PDI Perjuangan yang menjadi parpol paling gemuk dengan sembilan kursi di parlemen juga melakukan pinangan untuk berkoalisi.

Jika dilihat dari jumlah kursi, PKB memang partai paling logis untuk berkoalisi. Mereka berada di posisi kedua setelah PDIP dengan enam kursi parlemen. Jumlah kursi itu tentu membuat banyak partai dan para balon sedikit sumringah.

Bayangkan saja, jika deal dengan PKB, mereka hanya butuh partai minimal tiga kursi untuk mengusung Bupati/Wakil Bupati.

Sejauh ini, hanya PDIP yang bisa mengusung calon sendiri. Dengan sembilan kursi yang dimiliki, mereka sudah aman untuk berpartisipasi (mengusung calon) di pilkada. Hal itulah yang membuat balon bupati enggan mendaftar ke PDIP. Sampai saat ini pun Balon bupati yang diajukan ke DPD untuk estafet ke DPP.

Menanggapi hal itu, Ketua Panitia Desk Pilkada PKB Kudus, Noor Hadi tak mau berfikir terlalu jauh. Saat ini, ia sedang fokus dengan tujuh pendaftar yang sudah mengembalikan berkas ke PKB.

”Ada tujuh yang resmi mendaftar dan mengembalikan berkas. Kebanyakan mendaftar sebagai bakal calon bupati. Kecuali Maesyaroh yang mendaftar sebagai wakil, serta Ilwani yang mendaftar keduanya. Kami fokus pada itu dulu,” katanya kepada MuriaNewsCom

Setelah berkas diterima, tahapan selanjutnya adalah penyampaian visi misi, yang rencananya akan dilaksanakan pada 24 September mendatang. Penyampaian visi misi diagendakan di hotel Griptha, dengan menghadirkan sejumlah kalangan.

Di antaranya, kata dia, adalah para pengurus PKB, mulai tingkat kabupaten, provinsi hingga DPP di pusat. Para pengurus akan berdialog secara aktif, guna mempertimbangkan bakal calon mana yang diberikan rekomendasi.

“Kami juga mengundang sejumlah organisasi, ada NU, IPNU serta organisasi kemasyarakatan lainya. Nantinya, undangan bisa bertanya secara langsung dengan para bakal calon,” ujarnya.

Ditambahkan,   banyaknya pendaftaran ke PKB, disebabkan PKB sudah melekat di masyarakat. Bahkan partai berlambang bintang sembilan itu sangat disukai masyarakat dan sangat familiar. Apalagi, PKB memiliki enam kursi di DPRD Kudus.

Editor: Supriyadi

Tamzil Pinang Ilwani Jadi Wakil di Pilkada Kudus

M Tamzil, Mantan Bupati Kudus. (Istimewa)

MuriaNewsCom, Kudus – Bakal Calon Bupati Kudus yang mendaftar ke PKB Kudus, M Tamzil mulai  mencari pasangan dalam Pilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kudus, 2018 mendatang.

Di luar dugaan, mantan Bupati Kudus periode 2003-2008 itu meminang Ilwani, yang kini menjabat sebagai Ketua DPC PKB Kudus untuk menemaninya merebut suara di Pilkada sebagai Bakal Calon Bupati Kudus.

Kepada MuriaNewsCom, Tamzil mengaku sudah meminta kepada Ilwani untuk menjadi wakilnya. Tawaran dan ajakan tersebut, disampaikan langsung kepada Ilwani beberapa waktu yang lalu.

“Saya rasa beliau (Ilwani) merupakan sosok yang pas menjadi wakil. Sifatnya yang apa adanya dan suka ceplas-ceplos tidak dimiliki yang lainnya. Untuk itu, saya menginginkan beliau dapat jadi wakil,” katanya, Senin (11/9/2017).

Baca Juga: Bebas dari Penjara, Tamzil Kini Nyalon Lagi jadi Bupati Kudus

Selain itu, pengalaman berpolitik Ilwani juga sudah lebih dari cukup. Dengan pertimbangan itu, ia yakin, Ilwani sangat cocok untuk menjabat posisi wakil. Terlebih lagi, PKB mempunyai enam kursi di DPRD Kudus.

Hanya, lanjut dia, untuk jawaban ia masih menunggu dari Ilwani. Karena hingga kini pinangannya tersebut masih belum mendapatkan jawaban.

Terkait mendapat rekomendasi dan dukungan untuk maju dalam Pileg 2018, pihaknya yakin bisa diraih. Karena, selain ke PKB, dia juga melakukan komunikasi kepada partai lainya. Di antaranya, Demokrat, PAN, dan partai-partai lain.

Editor: Supriyadi

Bantu Korban Rohingya, Anggota DPRD Brebes Fraksi PKB Sepakat Sisihkan Gajinya Sebulan

ILUSTRASI

MuriaNewsCom, Brebes – Partai Kebangkitan Bangsa ( PKB) menginstruksikan seluruh kader agar menggalang bantuan untuk warga Rohingya yang mengalami kekerasan di negara bagian Rakhine, Myanmar.

Seluruh keluarga besar PKB dan NU diminta menyisihkan gaji satu bulan sebagai bantuan untuk warga Rohingya. Selain bantuan dana, PKB juga menyiapkan bantuan kemanusiaan dalam bentuk lain seperti makanan, obat-obatan, tenaga medis, dan pakaian.

BacaKecelakaan Mio vs Supra di Jalan Winong-Gabus, Satu Orang Tewas di Lokasi

Diketahui, kekerasan mematikan semakin memburuk di negara bagian Rakhine, Myanmar, hingga berakibat ratusan orang tewas. Berdasar hal itulah, anggota DPRD Fraksi PKB Kabupaten Brebes menyisihkan gaji selama satu bulan ini untuk disumbangkan kepada korban krisis kemanusiaan etnis Rohingya di Myanmar.

BacaIni Nama-nama Korban Bus Peziarah yang Terjun ke Jurang di Tergo Kudus

Perwakilan Fraksi PKB DPRD Brebes, Imam Royani mengatakan, pihaknya melakukan hal itu sebagai bentuk kepatuhan atas instruksi dari DPP PKB. Praktis, tidak hanya fraksi PKB DPRD tapi juga ada menteri, gubernur maupun bupati yang diusung langsung oleh PKB, juga melakukan hal sama. Yaitu sama-sama memotong gaji.

Termasuk juga staf, karyawan dan cleaning servis PKB ikut dipotong gajinya. Tapi hanya 10 persen dari gaji yang diterima. “Kalau fraksi PKB DPRD dan Gubernur serta Bupati dipotong penuh gajianya selama satu bulan ini,” kata Imam.

Baca : Ini Asal Mula Tradisi Perang Obor Jepara

Jumlah gaji pokok yang diterima oleh seluruh anggota DPRD Brebes adalah sebesar Rp 2,1 juta. Sementara, jumlah seluruh anggota fraksi PKB DPRD Brebes sebanyak 8 orang. Ada delapan orang anggota fraksi PKB DPRD Brebes yang melakukan penyisihan gaji untuk Rohingya.

Menurutnya, hal itu sebagai bentuk keseriusan PKB. Pihaknya berharap Rohingya menjadi perhatian dunia dan segera bisa diselesaikan dengan baik tanpa adanya konflik kembali.

Editor : Akrom Hazami

 

Baca : Polda Bakal Hadang Massa Aksi Bela Rohingya di Borobudur

PKB Bakal Duetkan Dua Mantan Menteri untuk Lawan Ganjar di Pilgub Jateng

Mantan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, Marwan Ja’far dan mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Sudirman Said.

MuriaNewsCom, Semarang – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) memastikan serius untuk memasangkan dua mantan menteri, sebagai jago dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jateng 2018 mendatang. Langkah ini diambil untuk menandingi popularitas gubernur petahana Ganjar Pranowo.

Dua sosok itu yakni mantan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, Marwan Ja’far dan mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Sudirman Said. Marwan Ja’far merupakan salah satu kader terbaik PKB, sementara Sudirman Said juga telah rajin mendekati parpol-parpol agar mau mengusungnya dalam pilgub.

Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar memastikan, pihaknya serius untuk memasangkan dua tokoh tersebut. Keinginan ini dikatakannya usai menjadi pembicara kunci pada seminar nasional dengan tema “Penanaman Nilai Ideologi Pancasila” di kampus Universitas Diponegoro Semarang, Rabu (30/8/2017).

“Sementara yang menonjol Marwan dan Pak Sudirman, digabung saja,” kata Cak Imin, panggilan akrab Muhaimin Iskandar.

Menurutnya, PKB sudah berkomunikasi dengan parpol-parpol lain yang akan akan diajak untuk koalisi, tentang kemungkinan duet Marwan Ja’far dan Sudirman Said.

Ia mengakui, popularitas Ganjar Pranowo masih sangat tinggi. Oleh karenanya, PKB ingin menandingi dengan menduetkan dua mantan menteri yang namanya sudah dikenal secara luas tersebut.

Sementara itu, Hartono, Koordinator Tim Pemenangan Sudirman Said menyebut, belum ada kepastian mengenai rencana duet ini. Meski demikian menurut dia, kemungkinan itu bisa saja terjadi.

“Selama semuanya bisa jaga niat baik bersama dan ada kesamaan visi membangun Jateng menjadi lebih baik, kita terbuka dengan setiap kemungkinan,” katanya dikutip dari Antarajateng.com.

Editor : Ali Muntoha

Akhwan Tak Akan Daftarkan Diri jadi Bakal Calon Bupati Kudus Lewat PKB

Salah satu bakal calon Bupati Kudus, Akhwan, saat memberikan keterangan pers, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Salah satu bakal calon Bupati Kudus Akhwan mengaku enggan mendaftarkan diri melalui DPC PKB Kudus. Alasannya, dia optimistis mendapatkan rekomendasi dari sejumlah partai politik yang didaftarnya.

Akhwan diketahui telah mendaftarkan diri sebagai bakal calon bupati melalui Partai Nasdem, Partai Golkar, PPP, dan Partai Hanura. Termasuk, dia juga telah berkomunikasi dengan partai yang tidak membuka penjaringan bakal calon sekalipun, seperti Demokrat dan PAN.

Diketahui, DPC PKB Kudus akan membuka penjaringan bakal calon bupati, mulai 27 Agustus hingga 11 September 2017.  Partai berlambang Bintang Sembilan itu bisa mengusung calon bupati, dengan syarat harus berkoalisi dengan partai politik lain. Guna memenuhi kursi sebanyak 9.

“Saya tidak akan daftar ke PKB.  Karena sudah cukup (kursi) dari partai yang saya jalin komunikasi. Sudah cukup sebagai syarat daftar bupati,” kata Akhwan saat dihubungi MuriaNewsCom, di Kudus, Sabtu (26/8/2017).

PKB saat ini mengantongi 6 kursi di DPRD Kudus. Jumlah kursi itu lebih banyak dibandingkan dengan yang dikantongi Partai Nasdem, Golkar, PPP, dan Hanura. Diketahui, Partai Nasdem mengantongi 4 kursi, Golkar 4 kursi, PPP 3 kursi, dan Hanura 3 kursi. “Kan sudah cukup kursinya. Kursi dari partai yang saya ajak komunikasi itu,” ujarnya.

Kendati demikian, politisi Partai Nasdem itu tetap menjalin hubungan baik dengan partai yang juga membuka penjaringan calon bupati. Seperti PDI Perjuangan, dan Partai Gerindra.

Editor : Akrom Hazami

PKB Resmi Usung Ilwani Maju di Bursa Cabup Kudus

Wakil Ketua DPRD yang juga Ketua DPC PKB Kudus, Ilwani.  (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Kudus – Geliat persiapan masing-masing partai politik menghadapi Pilkada Kudus 2018 mulai tampak. Salah satunya adalah berseliwerannya nama yang akan diusung jadi calon bupati.

Salah satunya adalah DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Kudus. PKB resmi mengusung Ilwani sebagai bakal calon bupati yang akan diusung dalam Pilkada Kudus 2018. Nama itu mengemuka usai keputusan rapat pleno DPC yang dihadiri jajaran struktural partai.

Sekretaris DPC PKB Kudus, Mukhosiron mengatakan, hasil rapat pleno PKB menghasilkan nama untuk diusung di Pilkada Kudus.

”Berdasarkan hasil rapat pleno, seluruh  pengurus struktural DPC PKB Kudus sepakat mengusung Ilwani sebagai bacabup,” kata Mukhosiron di Kudus, Selasa (7/3/2017).

Ada beberapa alasan Ilwani dimunculkan. Di antaranya adalah, sosok Ilwani kini Ketua DPC PKB Kudus. Tidak hanya itu, Ilwani saat ini juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kudus.

Pengusungan Ilwani juga tidak lepas dari keinginan kuat DPC PKB Kudus untuk membawa calon sendiri di Pilkada 2018. Setelah sebelumnya, PKB tidak pernah mengusung kader terbaiknya sendiri di beberapa pilkada terakhir.

Pihaknya optimistis jika di pilkada nanti akan meraih kesuksesan. Saat ini, PKB memiliki enam kursi di DPRD Kudus. Artinya, PKB menjadi parpol yang berhasil meraih suara terbanyak kedua di Pilihan Legislatif 2014.

Untuk bisa mengusung calon bupati dan wakil bupati, PKB hanya membutuhkan tambahan tiga kursi lagi. ”Dengan kondisi tersebut, tentu mengharuskan kami untuk membuka jalinan koalisi dengan partai lain,” ujarnya.

Pihaknya juga akan menunggu penjajakan dengan partai politik lain. Beberapa jalinan komunikasi telah dilakukan dengan beberapa partai, tapi belum ada kesepakatan final.

Ilwani mengaku dirinya akan siap menjalankan amanat partai sebaik-baiknya. ”Kalau memang sudah ditugaskan partai, tentu saya siap. Apalagi, jika mendapatkan restu dari para kiai NU,” kata Ilwani.

Ada beberapa nama di bursa bakal calon Bupati Kudus. Seperti Masan dari PDI Perjuangan, Sri Hartini dari Partai Gerindra, Akhwan dari Nasdem, serta Mawahib dari Partai Golkar.

Editor : Akrom Hazami

 

Ini yang Disampaikan Ketum DPP PKB Cak Imin saat ke Kudus

 Ketua Umum (Ketum) Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar  saat menghadiri Halaqoh Ulama Rakyat di Pondok Pesantren Darul Falah, Jekulo, Kudus, Jumat (16/12/2016). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)


Ketua Umum (Ketum) Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar  saat menghadiri Halaqoh Ulama Rakyat di Pondok Pesantren Darul Falah, Jekulo, Kudus, Jumat (16/12/2016). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Ketua Umum (Ketum) Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar mengatakan, pendidikan politik itu penting diberikan ke masyarakat.

Hal itu disampaikan Cak Imin, panggilan akrabnya, saat membuka kegiatan Halaqoh Ulama Rakyat di Pondok Pesantren Darul Falah, Jekulo, Kudus, Jumat (16/12/2016).

“Jangan sampai  masyarakat ini memilih seseorang pemimpin dari uangnya. Namun harus lebih melihat pada kepandaian, kepiawaiannya serta bukti yang sudah diberikan kepada masyarakat,” kata Cak Imin.

Menurutnya, PKB kini sedang gencar memberikan pendidikan politik seperti halnya Halaqoh saat ini. Kegiatan semacam itu bakal terus dilakukan, guna memberikan pendidikan politik kepada masyarakat, serta mencetak figur sesuai dengan keinginan masyarakat.

Umat Islam begitu bergairah terhadap agamanya dan negara ini. Namun sayang, pendidikan soal politik tentang pemilihan pemimpin masih kurang.

Dia juga menyinggung sebagai muslim dan utamanya NU, tidak mudah terpengaruh golongan kiri dan kanan. Yang terpenting adalah berpedoman pada Aswaja dan Sunnah Nabi Muhammad.

Editorial : Akrom Hazami

Soal Isu Perpecahan, PKB Klaim Anggota Koalisi Besar Masih Utuh

Arif Agung Cholili, Koordinator Desk Pilkada DPC PKB Kabupaten Rembang. (MuriaNewsCom/AHMAD FERI)

Arif Agung Cholili, Koordinator Desk Pilkada DPC PKB Kabupaten Rembang. (MuriaNewsCom/AHMAD FERI)

REMBANG – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Kabupaten Rembang memberikan tanggapan terkait munculnya ancaman ditinggalkan oleh salah satu anggotanya di Koalisi Besar. Pengurus partai berlambang bola jagat berbintang sembilan ini mengklaim bahwa jumlah anggota koalisi besar masih utuh, yakni dihuni oleh Partai Demokrat, PKB, PDI Perjuangan, Hanura dan Gerindra. Lanjutkan membaca

Koalisi Besar Bakal Godok 3 Nama Kandidat Bakal Calon Bupati

f-koalisi (e)

Tri Cahyo Rismwanto (kanan) saat memberikan piala kemenangan kepada salah satu SSB di Rembang belum lama ini. Juru bicara koalisi besar ini menyatakan bahwa 3 bakal calon bupati dan 4 wakil bupati bakal digodok untuk ditetapkan satu pasangan calon bupati dan wakil bupati. (MURIANEWS/AHMADFERI)

REMBANG –Tri Cahyo Rismawanto, juru bicara koalisi besar partai politik di Kabupaten Rembang mengaku telah ada pertemuan seluruh anggota koalisi besar. Lanjutkan membaca

Usung Koalisi Besar, PKB Rembang Tawarkan Konsep Lelang Jabatan

Desk Pilkada DPC PKB saat membuka penjaringan calon bupati dan wakil bupati di kantor DPC PKB belum lama ini. Saat ini partai berlambang bola jagat bernbintang sembilan melontarkan wacana koalisi besar enam partai politik dalam menyambut Pilkada 2015. (MURIANEWS/AHMAD FERI)

REMBANG – Wacana koalisi besar enam partai politik dalam menyambut Pilkada 2015 yang dilontarkan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Rembang, dibumbui dengan tawaran progam.

Lanjutkan membaca

Hemmm…. Usai Lamar PKB, Partai Nasdem Juga Daftar Wakil Bupati di PPP

Bayu Andriyanto (berkacamata), didampingi sejumlah pengurus Partai Nasdem Rembang menyerahkan berkas pendaftaran sebagai wakil bupati di Kantor DPC PPP Rembang, Rabu (20/5/2015). (MURIANEWS/AHMADFERI)

REMBANG – Usai melamar DPC PKB Rembang dengan menyodorkan kandidat bakal calon bupati dan wakil bupati, kini DPD Partai Nasdem Rembang juga mendaftarkan seorang bakal calon wakil bupati di PPP, Rabu (20/5/2015).

Lanjutkan membaca