Polisi Telusuri Pemasok Coklat Berisi Mur di Mlonggo Jepara

MuriaNewsCom, Jepara – Polsek Mlonggo bertindak cepat begitu mengetahui adanya temuan coklat berisi baut dan Rafia. Penelusuran terhadap pemasok kini tengah dilakukan.

AKP Maryono Kapolsek Mlonggo menyatakan, saat ini pihaknya telah mendatangi kios di Pasar Mlongo dimana coklat itu berasal. Saat ini, pihaknya tengah mendalami kasus tersebut.

“Hari ini kami telah mendatangi toko di Pasar Mlonggo dimana coklat di MI Matholibul Huda berasal,” katanya, Jumat (5/1/2018‎).

Baca: Bikin Geger, MI Matholibul Huda Mlonggo Jepara Temukan Coklat Berisi Baut Dan Rafia

Menurutnya, ciri coklat yang mengandung material tak lazim itu berbentuk segi empat, berbungkus alumunium foil warna emas. Sementara pada bagian bungkus terdapat label produksi bertuliskan Pelita Enak dan Lezat Bandung. Bahkan didalamnya dicantumkan izin dari dinas kesehatan untuk penganan yakni P.IRT No 2103204011879-18.

Pengecekan yang dilakukan, menemukan bahwa coklat diperoleh di sebuah kios bernama Monaliza. Disana, diketehui coklat didistribusikan oleh seseorang dari Demak.

“Belum kami ketahui identitasnya (pemasok coklat), namun demikian diketahui yang memasok dari wilayah Demak,” ungkapnya.

Terkait hal itu, Polsek Mlonggo telah melaporkannya kepada Polres Jepara. Selain itu, petugas Bhabinkamtibmas setempat juga telah melakukan imbauan kepada guru dan siswa, agar waspada.

Editor: Supriyadi

Jumlah Pemohon SPP-IRT di Jepara Naik Jelang Lebaran

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Jepara – Menjelang Lebaran jumlah pemohon Sertifikat Produk Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT) di Jepara naik drastis. Tercatatat, ada 26 pemohon yang mengurus izin tersebut, di Bulan Mei 2017. 

“Ada 26 orang yang mengajukan pada bulan ini (Mei), hal itu meningkat jika dibandingkan bulan April yang hanya tujuh pemohon,” tutur Kasi Kesehatan Lingkungan (Kesling) Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara Hadi Sarwoko, Selasa (13/6/2017). 

Ia mengatakan, para pemohon SPP-IRT kebanyakan mengajukan izin untuk produk lebaran seperti kue kering. Sementara pemohon untuk PIRT katering tidaklah banyak. 

Menurutnya, setiap pemohon bisa mendapatkan beberapa nomor SPP-IRT. Hal itu karena, untuk setiap produk diterapkan satu nomor sertifikat produk pangan industri rumah tangga. 

Hadi membeberkan, sebelum pemohon mendapatkan sertifikat tersebut, maka yang bersangkutan harus melalui tahapan survei. Hal itu meliputi lokasi, kualitas air, bahan dan hasil akhir penganan itu sendiri. “Jika tidak memenuhi syarat, maka kami tidak bisa memberikan izin tersebut,” tegas Hadi.

Adapun, sertifikat tersebut berlaku selama tiga tahun. Dalam kurun waktu tersebut pihaknya melaksanakan inspeksi terhadap industri rumahan, meskipun telah mengantongi izin. Hal itu dilaksanakan agar pengusaha menjaga standard pembuatan penganan yang tidak membahayakan konsumen. 

Selain itu, ia meminta agar warga berhati-hati saat membeli penganan Lebaran. “Cek dan teliti sebelum membelperhatikan kemasan dan masa kadaluwarsa produk tersebut,” tutup Hadi. 

Editor : Kholistiono