Ribuan Balita di Kudus Dipastikan Tak Luput PIN

Bupati Kudus Musthofa saat memantau kegiatan PIN di salah satu titik, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Bupati Kudus Musthofa saat memantau kegiatan PIN di salah satu titik, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus dokter Maryata memastikan dalam sisa waktu yang ditentukan, pihaknya akan mampu menyelesaikan target penyebaran vaksin polio kepada belasan ribu balita. Hal itu dipastikan lantaran waktu yang tersedia dianggap sangat mencukupi.

“Dalam enam hari semuanya harus sudah selesai. Dan hingga hari ini, sudah terpeenuhi 51.315 orang balita atau sekitar 69 persen,” kata Maryata kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, target yang diberikan kepada Kudus sejumlah 73.435 balita. Jika hingga hari keempat saja sudah 51.315 balita, maka kekurangan sekitar 30 persen. diasumsikan, dalam sehari dapat 16 persen dari pencapaian yang ada, sehingga dalam dua hari akan mencapai 32 persen.

“Itu malah lebih dari cukup dari jumlah yang kurang. Jadi waktunya pasti sangat mencukupi untuk memenuhi kekurangan,” ujarnya

Ditambah lagi, kata dia, petugas juga menjadwalkan pemantauan, sehingga membuat sasaran imunisasi di Kudus tercapai secara keseluruhan.

Diketahui, Kementerian Kesehatan menggelar Pekan Imunisasi Nasional Polio, 8-15 Maret 2016. Untuk meningkatkan cakupan imunisasi dan mempertahankan status bebas polio.

Kegiatan itu masih memakai vaksin polio oral karena stok vaksin polio suntik belum mencukupi.

Vaksinasi polio dianjurkan bagi anak berusia 0-59 bulan. Imunisasi polio serentak di dunia itu diharapkan membuat virus polio tak ada lagi tempat untuk singgah sehingga tak bisa berkembang biak dan akhirnya musnah.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga :
Bupati Kudus Teteskan Vaksin Imunisasi ke Balita 

Anak yang Terjangkit HIV/AIDS Tetap Mendapatkan Vaksin Polio

Petugas sedang meneteskan vaksin polio kepada balita (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Petugas sedang meneteskan vaksin polio kepada balita (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Program Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio yang diselenggarakan 8 hingga 15 Maret, diperuntukkan semua balita usia 0-59 bulan. Untuk itu, semua balita dengan usia tersebut mendapatkan jatah vaksin polio.

Kepala Dinas Kesehatan Kudus (DKK) dr. Maryata mengatakan, semua balita mendapatkan jatah PIN, dan tak terkecuali  bagi balita yang terjangkit HIV/AIDS.

“Syaratnya itu kan semua balita, mulai dari umur 0 hingga 59 bulan atau 5 tahun. Jadi, semuanya harus mendapatkan imunisasi PIN,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya,mengenai kabar adanya anak di Kudus yang terjangkit HIV/AIDS yang tidak dibolehkan mendapatkan vaksin polio, dibantah secara tegas olehnya. Sebab, imunisasi tersebut diberikan untuk semua balita di Indonesia.

Dia menambahkan, bukan hanya balita pengidap HIV/AIDS atau orang tuanya bayi yang terjangkit, semuanya dilayani. Bahkan, katanya,  bayi yang baru lahir sekalipun juga mendapatkan imunisasi tersebut.

Mengenai target yang mencapai belasan ribu, dia meyakini dapat mencapai hal itu. Sebab, sudah ada jadwal yang jelas mengenai pelaksanaan polio, begitupun dengan petugas yang juga pro aktif melakukan swipping.

“Pada hari pertama, sempat kurang dari target. Sebab hanya mencapai 18 persen. Padahal seharusnya targetnya itu mencapai 23 persen,” ungkapnya.

Emi,Kepala Puskesmas Jekulo mengatakan, pelaksanaan PIN di Puskesmas Jekulo mencakup enam desa. Dia yakin, waktu yang diberikan akan selesai sesuai target.

“Seperti sasaran di Desa Gondoharum, Kecamatan Jekulo, targetnya  673 dan terapai 666 atau 98.9 persen. Untuk kekurangan bisa dilakukan swiping petugas,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono

73.495 Balita di Kudus Jadi Target Sasaran PIN Polio

Petugas sedang meneteskan vaksin polio kepada balita (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Petugas sedang meneteskan vaksin polio kepada balita (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Sebanyak 73.495 balita di Kudus menjadi target sasaran program Pekan Imunisasi Nasiona (PIN) Polio. Kegiatan ini dilaksanakan  pada 8 hingga 15 Maret 2016.

Kepala Dinas Kesehaan Kudus (DKK) dr. Maryata mengatakan, Pemkab Kudus sudah melakukan pendataan sejak jauh hari mengenai jumlah peserta PIN Polio.

“Kami mendapatkan sudah by name. Jadi sudah lengkap dengan alamat. Namun, bagi  yang belum namanya belum terdaftar, mereka masih bisa terlayani dengan datang ke pos atau nanti petugas yang datang,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Hanya, bagi yang tidak termasuk dalam daftar, pihak DKK mengalokasikan waktu tersendiri untuk memberikan imunisasi. Dalam tiga hari terakhir, pihaknya sudah melalukan swiping untuk mencari balita yang tidak masuk dalam daftar peserta PIN Polio.

Dia mengatakan, penyelenggara lapangan tidak usah mengkhawatirkan jika amunisi imunisasi PIN akan berkurang. Sebab, dalam praktik pelaksanaannya PIN Polio ada dengan model per tetes, bukan satu bungkus.

“Misalnya saja satu botol untuk lima anak, namun bisa saja lebih kadang. Sehingga, hal itu bisa digunakan lagi,” ungkapnya.

Selain itu, daftar peserta PIN Polio yang diterima, katanya juga melebihi kapasitas sasaran. Sehingga dipastikan semua balita akan mendapatkan vaksin polio, meskipun tidak masuk dalam daftar.

“Ada memang yang tidak masuk daftar, tapi ketika petugas melakukan swipping, akhirnya mereka dapat vaksin,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono