Selamat! Inilah 5 Kades Terpilih dalam Pilkades Serentak 2016

Beberapa pendukung membawa spanduk salah satu calon kades (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Beberapa pendukung membawa spanduk salah satu calon kades (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Pelaksanaan pemilihan kepala desa (pilkades) serentak 2016 yang berlangsung di 5 desa di Kudus, berlangsung lancar. Dari hasil pemungutan suara yang berlangsung hari ini, sudah muncul nama-nama kepala desa terpilh dari masing-masing desa yang melaksanakan pemilihan.

Asisten I Sekda Kudus Agus B Satriyo mengatakan, pilkades kali ini berlangsung dengan lancar dan tertib hingga selesai seperti jadwal yang disusun.

“Pilkades serentak selesai, rata- rata pukul 15.00 WIB. Selesainya hampir bersamaan, karena pukul 13.00 semuanya sudah melakukan penghitungan suara,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Ia katakan, pada pelaksanaan pilkades di lima desa ini, ada beberapa calon incumbent yang kembali berkuasa. Begitu juga, ada yang mencalonkan diri lagi, tapi kali ini harus rela untuk menjadi masyarakat biasa kembali.

Di Desa Langgar Dalem, Kecamatan Kota misalnya, Moh. Maftukhan kembali memimpin desa setelah menang dalam pilkades kali ini. Dari total pemilih 1.094, dia mampu memperoleh 562 suara, unggul jauh dari dari pesaingnya. Sedangkan lawannya, nomor urut dua, Ahmad Rikhanto memperoleh 257 suara dannomor urut tiga, Ali isro’i mendapatkan 256 suara. Sedangkan 19 suara dinyatakan tidak sah.

Hal serupa juga terjadi di Desa Kaliputu. Pada pilkades kali ini, dimenangkan Suyadi yang merupakan incumbent, dengan perolehan suara 1065. Sedangkan lawannya, Moh Solikul Hadi harus puas perolehan suara 531 saja.

Lain halnya dengan Desa Mejobo, Kecamatan Mejobo. Mantan Kades, H. Suhardi harus melepaskan jabatan kades yang sebelumya dimiliki. Sebab, dalam pemilihan kali ini hanya mendapatkan 2.224 suara. Sedangkan lawannya, Moh Abdul Kharis, terpilih menjadi Kades dengan perolehan 3.329 suara.

Kekalahan juga dialami calon incumbent di Desa Hadiwarno. Mantan Kades, Sukamto kalah tipis yang memperoleh suara 1.756. Sedangkan lawannya, Sugiarto menang dengan memperoleh 1.820 suara.

“Kalau Loram Kulon semuanya pendatang baru, sebab kades lama tidak boleh mencalonkan diri lantaran sudah dua periode,” ujarnya.

Untuk Desa Loram Kulon, kades terpilih adalah Muhammad Syafii yang memperoleh 2.145 suara, sedangkan lawannya, Masasih kalah dengan 308 suara. Ashadi calon ketiga juga kalah dengan 2.139 suara.

Editor : Kholistiono

Asisten I Setda Kudus Tak Mau Golput pada Pemilihan Kepala Desa

Asisten I Setda Kudus Agus B Satriyo usai memberikan hak suaranya pada Pilkades Hadiwarno (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Asisten I Setda Kudus Agus B Satriyo usai memberikan hak suaranya pada Pilkades Hadiwarno (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Mendapatkan jabatan di posisi penting di pemerintahan, tak membuat Asisten I Setda Kudus Agus B Satriyo lantas mengabaikan hak suaranya dalam pemilihan kepala desa tempat tinggalnya.

Beralamat di Desa Hadiwarno, Kecamatan Mejobo, pria berkacamata itu juga ikut memberikan suaranya di TPS yang berada di lapangan desa setempat. Dia memilih satu dari dua calon yang ada disana.

“Ikut milih dong, bagaimanapun saya juga warga Desa Hadiwarno. Jadi ikut menyuarakan hak saya sebagaipemilih dalam pilkades ini,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Seperti warga lainnya, usai memberikan hak pilihnya, dia juga mencelupkan jarinya ke tinta. Hal itu sebagai tanda bahwa dia ikut memilih.

Menurutnya, dia tidak mau melewatkan momen langka tersebut. Apalagi dalam hal penting pilkades, sehingga dirinya meluangkan waktu guna memilih kepala desa yang baru.
“Sebenarnya tadi habis mengikuti Bapak Bupati, namun begitu selesai, langsung kesini untuk memilih,” ujarnya.

Kedatangannya ke TPS, juga sekaligus melihat kondisi disana. Berdasarkan pantauan yang dilakukan di lokasi,kondisi aman hingga usai pemilihan.

Editor : Kholistiono

 

Baca juga : 5 Desa di Kudus Gelar Pilkades Serentak

Siswa Ini Harus Milih di Pilkades Dulu Sebelum UN

Aviado Yunus (17). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Aviado Yunus (17). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Aviado Yunus (17) merupakan salah satu pemilih pemula saat pemilihan umum. Khususnya saat Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Hadiwarno, Kecamatan

Mejobo, Kudus. Diketahui, Pilkades Hadiwarno diselenggarakan, Selasa (5/4/2016).

Siswa yang sekarang menginjak di bangku kelas XII di SMA 1 Kudus ini rela datang ke tempat penyelenggaraan pilkades di lapangan Hadiwarno. Dia datang sebelum berangkat ke sekolah. Hari itu bertepatan dengan pelaksanaan UN.

“Berhubung UNBK saya itu di gelombang 3 yang dimulai pukul 13.00 WIB hingga 14.30 WIB, maka saya sempatkan terlebih dahulu untuk mencoblos di pilkades. Sebab ini merupakan kesan pertama saya. Sebab di tahun sebelumnya belum terdaftar sebagai pemilih,” katanya.

Karenanya, kesan pertama ini harus bisa digunakan secara baik dan tepat. Sehingga nantinya bisa melahirkan pemimpin yang baik. Dirinya datang ke tempat pemilihan kepala desa sambil mengenakan pakaian seragam lengkap. Sesampainya di lokasi, dia memanfaatkan hak pilihnya.

“Setelah mencoblos, nanti saya langsung ke sekolah untuk melakukan UN. Meskipun pemilihan kepala desa lima tahun mendatang, atau bupati juga bakal ada di tahun mendatang. Saya tetap akan memanfaatkan hak pilih,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

Pilkades Getassrabi Bakal Digugat Salah Satu Calon

Ketua dan anggota DPRD Kudus saat menerima perwakilan warga Desa Getassrabi, Kecamatan Kaliwungu, yang mengadukan persoalan pilkades di desanya, Kamis (24/3/2016). (Istimewa)

Ketua dan anggota DPRD Kudus saat menerima perwakilan warga Desa Getassrabi, Kecamatan Kaliwungu, yang mengadukan persoalan pilkades di desanya, Kamis (24/3/2016). (Istimewa)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Kegagalan pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Getassrabi, Kecamatan Kaliwungu, Kudus, ternyata memang berbuntut.

Pasalnya, salah satu calon kades bernama Muslikin, mengindikasian adanya konspirasi jahat untuk menggagalkan pilkades. ”Saya ini sudah mengajukan permohonan visi dan misi. Tapi, saya melihat ada konspirasi jahat untuk menggagalkan pilkades. Indikasi-indikasi itulah yang saya temukan,” terangnya dalam rapat kerja yang digelar bersama Komisi A DPRD Kudus, Kamis (24/3/2016).

Indikasi yang dimaksudkan Muslikin, contohnya adalah tidak diterimanya pengunduran diri anaknya, yang semula mendaftarkan diri, atas permintaan oknum panitia.

Selain itu ada juga oknum yang meminta ”vitamin” untuk membujuk calon lain bernama Asmijan, untuk maju. Walaupun akhirnya yang bersangkutan tidak memberikan visi dan misi. Sehingga, indikasi-indikasi inilah yang kemudian membuatnya yakin, ada yang mencoba menggagalkan pilkades.

”Dan lagi, sudah ada rumor-rumor di desa kami yang disampaikan banyak orang, bahwa pilkades batal karena tidak ada calonnya. Sehingga saya menduga, ada dugaan upaya penggagalan pilkades di desa saya. Dan saya kemungkinan besar akan melakukan tindakan hukum, dengan menggugat panitia,” paparnya.
Di sisi lain, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Getasrabi Abdul Hafidz mengatakan, keputusan untuk tidak melanjutkan pilkades, sudah sesuai aturan.

”Soalnya kan, memang tidak ada calon kades lebih dari satu. Dan sesuai aturan, pilkades tidak bisa dilaksanakan. Jadi kami memutuskan tidak melanjutkannya. Ini sudah sesuai aturan. Kami tidak mengada-ada,” jelasnya.

Mengenai tata tertib (tatib) pilkades yang tidak ada di sana, Hafidz mengatakan jika sampai tanggal 15 Maret, hal itu memang belum ada. ”Namun sudah ada penyusunan draf tata tertib. Sementara pengesahannya menunggu proses penetapan calon selesai dilakukan,” paparnya.

Bahkan, Hafidz mengatakan jika pihaknya sudah melakukan konsultasi dengan Bagian Pemerintah Desa (Pemdes) Setda Kudus. Dari sana, didapatkan saran untuk membuat tatib, setelah penetapan calon selesai.
”Apalagi, sebenarnya dalam perda juga tidak ada kewajiban membuat tata tertib. Karena tatib sifatnya lebih menguatkan. Semuanya tetap mengacu perda dan perbup,” terangnya.

Terkait adanya tuduhan ada oknum panitia yang bermain, dia mengatakan jika hal itu jangan hanya berdasarkan ”katanya” saja. Harus ada bukti yang bisa ditunjukkan. ”Tidak ada namanya minta-minta ”vitamin”. Coba dibuktikan terlebih dahulu,” imbuhnya.

Editor: Merie

Pilkades Getassrabi Kudus Gagal karena Tak Taat Aturan

Anggota Komisi A DPRD Kudus M Nur Khabsyin.(MuriaNewsCom)

Anggota Komisi A DPRD Kudus M Nur Khabsyin.(MuriaNewsCom)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Geger pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Getassrabi, Kecamatan Kaliwungu, Kudus, masih berlanjut. Anggota DPRD Kudus menilai jika kegagalan itu karena tidak taat aturan.

Anggota Komisi A DPRD Kudus M Nur Khabsyin mengatakan, salah satu penyebab kegagalan itu, karena lemahnya aturan. Terutama dalam pengejawantahan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 36 Tahun 2015 tentang Pencalonan, Pemilihan, Pengangkatan, Pelantikan, dan Pemberhentian Kepala Desa.

”Karena waktu penyerahan visi dan misi bakal calon, dilakukan bersamaan dengan tahapan penetapan calon. Bahkan, dilakukan bersamaan dengan pengundian nomor urut calon,” katanya.

Apa yang dikatakan Khabsyin itu, disampaikan saat rapat kerja antara Komisi A dengan semua pihak yang terkait dengan Pilkades Getassrabi, di DPRD Kudus, Kamis (24/3/2016). Termasuk BPD dan panitia pilkades.

Khabsyin mengatakan, jika penyerahan dilakukan bersamaan dengan hal di atas, maka artinya saat itu mereka yang mendaftar ikut pilkades, masih berstatus bakal calon. ”Padahal visi dan misi seharusnya diberikan oleh calon. Bukan bakal calon,” tegasnya.

Dikatakan Khabsyin, jika situasinya demikian, maka perlu adanya perubahan perbup. Karena penyerahan visi misi harus dibuat, setelah bakal calon sudah ditetapkan sebagai calon.

”Sehingga mereka mungkin sengaja tidak menyerahkan visi dan misi. Karena memang tidak ada beban. Soalnya kan, mereka belum calon, baru bakal calon. Sehingga celah tersebut harus ditutup dengan merubah perbup yang ada. Karena aturan itu bakal digunakan untuk pilkades berikutnya,” tuturnya.

Editor: Merie

“Wani Piro?” Diharapkan Tak Ada di Pilkades Serentak Kudus

Ilustrasi

Ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Kudus – Anggota Komisi A DPRD Kudus Nur Khabsyin berpendapat pilkades serentak Kudus yang akan diselenggarakan tanggal 4 April dan diikuti 6 desa, diharapkan berjalan tanpa politik uang (money politics).

Ini bertujuan untuk mencari pemimpin di desa yang betul-betul dikehendaki masyarakat berdasarkan visi dan misinya, serta rekam jejak pengalaman integritasnya. Sehingga diharapkan dapat menyejahterakan rakyat dan fokus pada pembangunan desanya bukan mencari cara bagaimana modalnya kembali
“Pilkades tanpa money politics juga sebagai ikhtiar agar kades tidak korupsi agar modalnya kembali.

Ikhtiar itu harus diinisiasi oleh pemimpin eksekutif di Kudus, dalam hal ini bupati,” kata Khabsyin.
Menurutnya, bupati sebagai pemimpin eksekutif tertinggi di Kudus, berkepentingan agar wilayahnya bebas dari korupsi. Sebagaimana yang sudah dilakukan Bupati Batang Yoyok yang menginisiasi pilkades tanpa politik uang di tiga desa pada tahun 2013 tidak lama setelah jadi bupati.

“Saat itu betul-betul tidak ada calon kades yang ndumdumi warganya, namun tingkat kehadiran pemilih mencapai 80-0%,” ujarnya menirukan ungkapan Bupati Batang, Yoyok. Pihaknya telah mendapatkan penjelasan dari Pemkab Batang saat studi banding, 16 Maret lalu.

Calon kades juga diminta ikrar di hadapan warga dan tanda tangan pakta integritas yang isi pokoknya adalah bahwa calon kades tidak akan melakukan politik uang. Bila dia melakukannya akan didiskualifikasi atau gugur.

Tahun 2016 Batang juga akan menyelenggarakan pilkades serentak di 30 desa tanggal 24 April. Kesepakatannya tanpa politik uang. Hal ini dikawal langsung oleh Bupati Batang.

Saat ini melalui perda soal pilkades, semua biaya-biaya penyelenggaraan pilkades ditanggung penuh oleh APBD dan APBDes sebagai anggaran pendamping. “Jadi logikanya malah sangat mungkin pilkades tanpa money politics,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

Persiapan Pilkades Serentak Kudus, Panitia Pemilih Disumpah

Sumpah panitia pemilihan kepala desa di Balai Desa Hadiwarno, Mejobo, Kudus. (MuiaNewCom/Edy Sutriyono)

Sumpah panitia pemilihan kepala desa di Balai Desa Hadiwarno, Mejobo, Kudus. (MuiaNewCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS – Penjabat (Pj) Kepala Desa Hadiwarno, Kecamatan Mejobo, Eko Agus Setiawan mengatakan panitia pemilihan (panlih) kepala desa serentak se-Kudus telah disumpah agar kerjanya bagus. Mengingat, kinerjanya diawasi orang banyak.

“Iya, panlih itu harus bijaksana, netral, dan mandiri tanpa condong ke salah satu calon. Sebab mereka itu seperti ikan akuarium. Yakni selalu dibaca, dan diawasi oleh masyarakat.Oleh karenanya harus profesional dan bekerja dengan baik,” katanya.

Dari informasi yang dihimpun, bakal calon kepala desa yang ada di Desa Hadiwarno sudah ada dua calon. Pelaksana pemilihan kepala desa digelar April 2016.

“Saat ini yang saya dengar masih baru 2 bakal calon. Akan tetapi kami iimbau, supaya masyarakat, tokoh pemuda bisa berdemokrasi dengan baik.Selain itu, pihak RT, RW juga harus bisa selalu memantau kondsi wilayahnya masing masing,” ujarnya.

Dia menambahkan, yang penting pihak desa, baik itu perangkat desa, RT, RW serta panitia pemilihan akan selalu dibina, dibimbing serta didampingi kecamatan dan kabupaten. Supaya pemilihan ini berjalan lancar. (EDY SUTRIYONO/AKROM HAZAMI)

Kesiapan Pilkades Serentak Kudus, Panitia Pemilih Mutlak Mandiri

Suasana sosialisasi Pilkades serentak di Balai Desa Hadiwarno, Kecamatan Mejobo, Jumat (15/1/2016). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Suasana sosialisasi Pilkades serentak di Balai Desa Hadiwarno, Kecamatan Mejobo, Jumat (15/1/2016). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS – Kasi Pemerintahan Kecamatan Mejobo, Kudus, Sodikan berharap panitia pemilihan (Panlih) kepala desa mandiri, atau tidak memihak salah satu calon. Karena itu menjadi bagian paling penting dalam Pilkades Kudus serentak.
Hal itu disampaikannya pada sosialiasi pemilihan kepala desa di Balai Desa Hadiwarno, Kecamatan Mejobo, Jumat (15/1/2016).

“Panlih kepala desa harus bisa mandiri. Sebab saat pencoblosan tersebut nantinya akan diawasi oleh seluruh waga,” kata Shodikan.

Selain itu, lanjut Sodikan, pihaknya juga mengimbau supaya panlih yang sudah terpilih bisa bekerja secara ekstra. Yakni menyusun acara, menyusun administrasi, serta menyusun kegiatan ke depannya.

Diketahui, pemilihan kepala desa serentak di tahun 2016 akan diikuti oleh enam desa se-Kabupaten Kudus. Di antaranya ialah Desa Mejobo dan Desa Hadiwarno, Kecamatan Mejobo; Desa Kaliputu dan Desa Kauman, Kecamatan Kota; Desa Loram

Kulon,Kecamatan Jati; dan Desa Getassrabi, Kecamatan Gebog.

Untuk kecakapan panitia dalam menjalankan tugas sebagai panitia pemilihan kepala desa,nantinya pihak kabupaten akan mengadakan Bimbingan Teknis di Pendapa Kudus, Senin, 18 januari 2016.

“Semoga bisa dimanfaatkan secara baik oleh panitia,” ungkapnya. (EDY SUTRIYONO/AKROM HAZAMI)