Kuota Belum Terpenuhi, Pendaftaran Pengawas Pemilu Lapangan di Kudus Diperpanjang

MuriaNewsCom, Kudus – Pendaftaran Pengawas Pemilu Lapangan (PPL) di Kabupaten Kudus diperpanjang hingga Selasa (2/1/2018), besok. Itu dilakukan lantaran masih banyak desa yang kuotanya belum terisi hingga batas waktu yang ditentukan.

Ketua Panwaslu Kudus Wahibul Minan mengatakan, pendaftaran PPL di Kudus, haruslah terdapat minimal tiga pendaftar. Sayangnya, dalam pelaksanaan di lapangkan, masih banyak desa yang pendaftarnya kurang dari tiga orang.

“Itu terjadi pada semua kecamatan di Kudus. Di dalamnya banyak desa yang pendaftarnya hanya satu orang ataupun hanya dua orang saja,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Dia mencontohkan, seperti halnya Kecamatan Mejobo yang dari 11 desa, enam di antaranya masih kurang dari tiga pendaftar. Begitu juga dengan Kecamatan Kaliwungu yang kurang sembilan desa dari 15 desa yang ada.

Dia menjelaskan, tiap desa memang ditargetkan pendaftaran tiga orang. Itu dilakukan untuk proses seleksi, yang dimulai pada Rabu (4/1/2018) mendatang. Seleksi tersebut akan dipilih satu orang sebagai petugas Panwaslu tingkat desa.

Sementara kurangnya tiga pendaftar, lebih disebabkan pada aturan yang diterapkan. Seperti usia minimal 25 tahun, serta pendaftar yang harus warga desa setempat.

Hasilnya, sejumlah pendaftar terpaksa tak diterima lantaran usianya di bawah 25 tahun. Selain itu, pada usia 25 tahun kebanyakan sudah bekerja. Kondisi tersebut berdampak dengan tidak minatnya sebagai Panwaslu Desa.

Untuk memastikan tiga pendaftar terpenuhi, dia menginstruksikan kepada semua Panwascam untuk aktif datang ke semua desa yang kurang. Tujuannya, untuk bekerjasama dengan desa agar lebih mudah mendapatnya.

“Kami yakin akan terpenuhi besok. Karena kami sudah kerjasama dengan desa,” ujarnya.

Disinggung saat masih ada desa yang kurang, dia menjelaskan tetap  dilakukan tahapan seleksi sesuai dengan jadwal pada 3 Januari mendatang. Itu sesuai dengan aturan, apalagi tiap desa sudah ada yang daftar.

Editor: Supriyadi

PBB Kudus Kian Mesra dengan Tamzil

Ketua DPC Partai Bulan Bintang (PBB) Kudus Saiful Umam  (tengah) menerima M Tamzil saat mengembalikan berkas pencalonan bupati, Kamis. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Partai Bulan Bintang (PBB) terlihat makin mesra dengan salah satu Bakal Calon (Balon) Bupati Kudus, M Tamzil. Kemesraan ditunjukkan dengan adanya sinyal rekomendasi dari PBB yang kemungkinan besar jatuh ke tangan M Tamzil.

Saiful Umam, Ketua DPC PBB Kudus mengatakan, M Tamzil merupakan bakal calon bupati kedua yang melamar ke PBB Kudus. Dari dua nama itu, hanya Tamzil yang mengembalikan berkas pendaftarannya.

“Sebelumnya ada Mas Umar yang mengambil formulir. Tapi hingga kini tidak juga dikembalikan. M Tamzil sudah mengembalikan berkas pendaftaran,” kata Saiful, di kantor DPC PBB Kudus, Kamis (16/11/2017).

Menurut dia, mengenai siapa yang bakal direkomendasikan nanti, itu merupakan wewenang DPP PBB. Namun, jika melihat hanya Tamzil yang mengembalikan berkas, kemungkinan rekomendasi bisa turun kepadanya.

Kemesraan tersebut tak hanya sampai di situ, Tamzil juga sudah nembung secara blak-blakan untuk memasang lambang PBB dalam baliho miliknya.

Sementara itu, M Tamzil menyatakan keseriusannya maju bersama PBB Kudus. Bahkan, kini baliho pencalonannya juga sudah ada gambar logo PBB.  “Waktu itu sudah boleh pasang, jadi langsung kami pasang gambar (logo) partainya,” ungkapnya.

Editor : Akrom Hazami

Beri Sinyal Didukung Partai Hijau, MU Masih Simpan Rapat Namanya

Haryanto (tengah), dalam jumpa pers yang digelar untuk mengumumkan Tim Adhoc Pemenangan MU dalam Pilkada Kudus 2018 mendatang, di kediaman MU, Jumat (21/7/2017).
(MuriaNewsCom/ Merie)ca

MuriaNewsCom, Kudus – Umar Ali alias Mas Umar (MU) memantapkan dirinya untuk maju sebagai calon bupati pada Pilkada Kudus 2018. Meski mengklaim bahwa dirinya sudah didukung beberapa partai politik (parpol), namun parpol mana saja itu, masih disimpan rapat.

Koordinator Tim Adhoc Pemenangan MU Haryanto mengatakan, memang pihaknya belum akan mengeluarkan nama-nama parpol yang mendukung pencalonan MU. ”Nanti saja kalau kemudian rekomendasi sudah di tangan, baru kita berani untuk mendeklarasikannya. Tapi sekarang, kami terus melakukan koordinasi,” jelasnya, Jumat (21/7/2017).

Namun Haryanto membenarkan jika memang pihaknya didekati partai-partai ”hijau” yang memiliki kursi di Kudus ini. Namun, soal kepastian rekomendasinya, memang masih menunggu pembicaraan lebih lanjut.

”Kalau partai hijau memang banyak sekali kabarnya. Namun, kita tidak menutup kemungkinan semua parpol untuk bisa mendukung kami. Karenanya, kita gencar melakukan koordinasi. Termasuk saat ini, Mas Umar pergi ke luar kota untuk urusan itu,” tuturnya.

Haryanto juga membenarkan bahwa sudah ada satu parpol yang 90% mendukung MU. Hanya, pihaknya tidak ingin terburu-buru mengumumkan hal tersebut. ”Kami masih melihat dinamika yang berkembang saat ini. Namun yang 90% tadi, memang sudah kami kantongi,” katanya.

Ditegaskan Haryanto, jika MU hanya akan maju sebagai calon bupati. Dan bukan sebagai calon wakil bupati. Hal ini sudah merupakan niat kuat dan tekad dari yang bersangkutan. ”Tetap maju sebagai calon bupati. Tidak yang lain,” tegasnya.

MU juga belum akan berbicara mengenai siapa yang akan mendampinginya nanti dalam pencalonan. Meski begitu, pihaknya membuka semua kalangan untuk bisa menjadi calon pendamping MU. ”Kita akan berbicara mengenai pendampingnya, setelah soal rekomendasi ini selesai. Sehingga itu dulu yang akan kita intensifkan,” katanya.

Selain itu, Haryanto menambahkan jika tugas lain yang juga menjadi prioritas adalah mengenalkan MU hingga ke akar rumput. Sehingga seluruh masyarakat Kudus mengenal yang bersangkutan.

”Kami akui bahwa belum semua warga Kudus mengenal MU. Sehingga tugas kami adalah bagaimana meningkatkan kepopuleran itu terlebih dahulu. Kami juga sudah menggandeng lembaga survei untuk bisa melaksanakan tugas tersebut. Hanya memang itu adalah untuk keperluan internal kami sendiri. Yang jelas, MU sudah melakukan serangkaian pendekatan secara personal dengan berbagai kalangan masyarakat. Dan itu lebih efektif untuk sekarang,” imbuhnya.

 

Editor : Akrom Hazami

 

PDIP Kudus Dukung Masan, Ketua DPRD, Maju di Pilkada 

ILUSTRASI

MuriaNewsCom, Kudus – Ketua DPRD Kudus Masan menjadi dambaan kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) setempat untuk maju jadi calon bupati di Pilkada 2018.

Ketua DPC PDIP Kabupaten Kudus yang juga Bupati Kudus Musthofa hadir langsung pada kegiatan reses di kantor DPC, Senin (20/2/2017) malam.

Nama Masan tiba-tiba mengemuka saat Musthofa memberi pengarahan kepada kadernya. Musthofa sempat menanyakan kira-kira siapa kader PDIP yang pantas menjadi cabup. Sejumlah kader spontanmenyebut nama Masan. Nama yang dimaksud tak lain Ketua DPRD Kabupaten Kudus. “Siapa, kok cuma sedikit yang menjawab?” ujar Musthofa disambut koor kader kembali menyebut nama Masan.

Musthofa lantas menanyakan ke kader, apakah Masan laku atau tidak? Jika yang menginginkan hanya sedikit, dirinya jadi tidak yakin. “Pak Masan ini benar-benar laku atau tidak? Kalau hanya hanya satu dua orang yang mengusulkan apa cukup? Saya ya jadi ndak yakin. Tapi jika suaranya bulat yang menginginkan Pak Masan, saya (shalat) Istikharah dulu,” ujar Musthofa.

Setelah meminta tanggapan kader, Musthofa menanyakan yang bersangkutan. Kebetulan Masan duduk di sebelahnya. “Kira-kira jika nanti Istikharahku cocok, sanggup ndak kamu,” tanya Musthofa yang direspons tertawa para kader.

Masan pun menjawab sanggup. Pada kesempatan itu Musthofa juga berharap pengurus ranting dan anak ranting berani menyampaikan aspirasinya. Termasuk, mereka juga bisa mendatangi anggota fraksi PDIP di
gedung DPRD Kudus.

Ketua Fraksi PDIP Achmad Yusuf Roni dan Ketua DPRD Kudus Masan memaparkan capaian dan program
pemerintah dalam APBD 2017. Program penanganan banjir, infrastruktur, kesehatan, hingga ekonomi kerakyatan.

Masan berharap semua kader wajib mengetahui informasi tersebut, dan mampu menyampaikan ke masyarakat luas. “Banyak program unggulan yang sudah terbukti berhasil di masyarakat. Jadi layak jika nanti Bupati Kudus Musthofa maju sebagai Gubernur Jateng,” tandas Masan.

Editor : Akrom Hazami

Pilkada Kudus masih 2018, tapi Suhu Panas Terasa, Nomor HP Ketua DPRD Kudus Dibajak

Ketua DPRD Kudus Masan saat melaporkan pembajakan nomor handphone ke gerai seluler. (ISTIMEWA)

Ketua DPRD Kudus Masan saat melaporkan pembajakan nomor handphone ke gerai seluler. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Kudus – Nomor handphone (HP) Ketua DPRD Kudus, Masan, tiba-tiba dibajak. Nomornya mengirimkan SMS broadcast yang isinya menghina Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Kudus, Sumiyatun yang dikabarkan sedang mencalonkan diri sebagai Bupati Kudus 2018.

Cara pelaku membajak nomor Masan cukup canggih. Tanpa diketahui, pelaku mengirimkan SMS broadcast kepada semua orang dengan nada menghina Sumiyatun yang berbunyi ‘Mami Tun (Sumiyatun) itu orang bodoh dan cari popularitas. Wong Kudus tidak doyan’. Gara-gara SMS broadcast tersebut berakibat geger. Sebab ratusan bahkan ribuan orang telah menerima SMS tersebut.

Masan cepat meluruskan hal itu. Dia menegaskan tidak pernah mengirimkan pesan pendek dengan tulisan seperti itu. Dia mengetahui ketika sejumlah orang penerima SMS tersebut membalas pesan atau bahkan menelpon dirinya. ”Saya baru tahu kalau nomor saya dibajak saat puluhan bahkan ratusan penerima SMS tersebut menelepon saya. HP saya juga tidak mungkin diambil orang karena selalu saya pegang,” kata Masan.

Masan menduga kalau aksi tersebut dilakukan pelaku secara canggih. Dia melihat kalau upaya tersebut bisa digunakan untuk berbuat kejahatan. Pihaknya juga telah menanyakan pertanyaan tersebut ke gerai Indosat selaku operator nomor seluler yang digunakan. Pihak Indosat menjawab kalau berdasarkan pemeriksaan, tidak ada data SMS seperti itu yang keluar dari nomor HP Masan.

”Saya sendiri juga kecewa dengan operator Indosat lantaran keamanan pelanggannya bisa dibobol. Bayangkan kalau nomor saya disalahgunakan untuk tindak kriminal seperti pemerasan atau lainnya,” ujarnya.

Oleh karena itu, Masan berencana akan membawa kasus tersebut ke ranah hukum. Pihaknya akan melaporkan kejadian tersebut ke kepolisian agar pelaku pembajakan nomornya bisa terlacak dan ditangkap.

Terpisah, Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Sumiyatun yang didatangi Masan juga mengatakan kaget atas kejadian tersebut. Pihaknya mengaku tahu adanya SMS tersebut berdasarkan laporan orang lain. ”Saya juga kaget ketika mendapat informasi seperti ini. Kalau saya sangat percaya pak Masan tidak akan melakukan hal ini,” ujar Sumiyatun.

Dia menduga aksi ini memang terkait dengan kepentingan politik. Termasuk di antaranya anggapan dia akan mencalonkan diri sebagai Bupati Kudus 2018. Yang jelas, akibat SMS tak bertanggung jawab itu, dirinya merasa risih.

Editor : Akrom Hazami