DPS Pilbup Kudus Ditetapkan, 8 Ribu Pemilih Tak Punya E-KTP

MuriaNewsCom, Kudus – Daftar Pemilih Sementara (DPS) Pilbup Kudus dan Pilgub Jateng 2018 ditetapkan sebesar 618.009 orang. Hal itu sesuai dengan hasil pencocokan dan penelitian yang telah rampung dilakukan pada pertengahan Februari 2018 lalu.

Syafiq Ainurridho Komisioner Divisi Data dan Perencanaan KPU Kudus mengatakan, dalam rapat pleno tersebut dirumuskan dua hasil. Yang pertama terkait jumlah DPS dan jumlah pemilih potensial yang belum memiliki KTP Elektronik.

“Yang kedua ini (pemilih potensial non E-KTP) jumlahnya ada 8.998 orang. Mereka nantinya akan kami konfirmasikan dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kudus. Targetnya kami konfirmasikan sebelum penetapan DPT pada pertengahan bulan April 2018 nanti,” ujarnya, setelah Rapat Pleno Rekapitulasi DPS di Aula KPU, Kamis (15/3/2018) siang.

Dikatakannya, setelah ditetapkan menjadi DPS, KPU akan mengumumkanya kepada masyarakat, selama kurun 24 Maret sampai 2 April. Hal itu untuk mendapatkan sanggahan ataupun masukan dari masyarakat, terkait daftar tersebut.

Selain itu, program dari KPU Jawa Tengah akan mengundang kepala keluarga, untuk ikut mencermati DPS. Hal itu untuk agar kepesertaan pilkada 2018 bisa dilakukan secara tepat.

“Selama ini kan hanya ditempelkan saja. Kali ini terobosan dari KPU Jateng akan memanggil kepala keluarga, untuk ikut mencermati. Mekanismenya nanti PPS (Panitia Pemungutan Suara) mengundang kepala keluarga untuk melakukan penelitian, apakah ada anggotanya yang belum terdaftar,” ungkap dia.

Selain ketepatan peserta pilkada, DPS yang nantinya menjadi DPT (Daftar Pemilih Tetap) juga berpengaruh pada sediaan logistik pemilu.

Sementara itu, Sekretaris Disdukcapil Kudus Putut Winarno mengaku siap berkoordinasi dengan KPU. Ia menyebut, jumlah warga wajib E-KTP di Kota Kretek mencapai 621.246 orang per tanggal 12 Maret 2018. Sementara yang sudah merekamkan datanya adalah 607.475 orang.

“Kekuranganya (belum rekam) 13.771 orang. Dengan data potensial dari KPU sebesar 8.998 orang, maka kami merasa terbantu dan akan melakukan kroscek ke desa-desa untuk melakukan perekaman. Namun kami tetap harus menyelesaikan jumlah tersebut (13.771),” terangnya.

Editor : Ali Muntoha

Baliho Bergambar Noor Yasin Tak Kena Razia Disorot Netizen, Begini Tanggapan Satpol PP Kudus

MuriaNewsCom, Kudus – Sejak beberapa hari terakhir, Satpol PP Kudus melakukan razia terhadap alat peragara kampanye (APK). Ada ribuan APK yang dicopot dari sejumlah tempat dan kemudian dimusnahkan di tempat pembuangan akhir (TPA) sampah.

Ketika berita itu diunggah MuriaNewsCom, ternyata ada respon dari netizen. Mereka menyoroti tentang baliho besar bergambar Noor Yasin yang tak kena razia.

Seperti diketahui Noor Yasin merupakan Sekda Kudus, dan mendaftar di KPU Kudus sebagai bakal calon wakil bupati (bawacabup) mendampingi Ketua DPRD Kudus, Masan.

Sorotan ini disampaikan netizen di fanspage MuriaNewsCom. Seperti akun @Anam Kuwox yang mempertanyakan baliho besar bergambar Noor Yasin dan Bupati Kudus Musthofa.

“Kira kira brani gak nyopot baliho ini ibu Djati Solechah Itu sebenernya melanggar apa gak kalo Sekda itu sdh resmi mendaftar kpu mohon penjelasanya,” tulis akun itu.Djati Solechah yang disebut akun tersebut, merupakan Kepala Satpol PP Kudus. Beberapa menit setelah mengunggah komentar ini, Kepala Satpol PP Kudus, Djati Solechah langsung memberikan jawaban dengan cerdas.

Djati menyebut, bahwa baliho tersebut tak ada unsur kampanye, atau ajakan untuk memilih calon bupati dan wakil bupati. Sehingga baliho tersebut dianggap bukan alat peraga kampanye.

Baliho tersebut menurut dia, berisi pesan atau program pemerintah daerah. Selain itu menurut dia, pemasangan baliho itu juga dilakukan saat Noor Yasin masih menjabat sebagai Sekda Kudus.

”Ijin Bp. Anam Kuwox, mhon dicermati kontennya berisi program pemda (bukan reklame Bacabup/Bacawabup), waktu pemasangan dan kapasitasnya dlm jabatan msg2 juga tdk ada yg dilanggar,” jawab Djati.

Djati Solechah juga menulis dengan memberi penjelasan bahwa saat ini telah memasuki masa tahapan pilkada, dan penyelenggara pemilu terbentuk, maka pelanggaran pemasangan APK menjadi kewenangan KPU dan Panwaslu.

“Dan maaf saat ini stlh memasuki tahap2an Pilkada, stlh seluruh organ penyelenggara Pemilu (Pilkada) terbentuk tmsk Panwaskab, Panwascam, dll, maka pelanggaran thd alat peraga kampanye baik pemasangan maupun penentuan lokasinya mjd kewenangan KPU dan Panwas, meskipun dlm pelaksanannya dapat melibatkan Satpol PP. Suwun,” ujarnya.Djati Solechah memang dikenal sebagai salah satu pejabat yang cukup aktif dalam bersosiliasi di media sosial seperti Facebook. Ia juga kerap mengunggah berbagai aktivitas Satpol PP Kudus di akun Facebooknya.

Baca : Langgar Aturan, Satpol PP Kudus Sita Ribuan APK di 9 Kecamatan

Sebelumnya diberitakan, Satpol PP Kabupaten Kudus menyita ribuan alat peraga kampanye (APK) yang menyalahi aturan pemasangan. APK tersebut hampir merata dari kelima pasang calon Bupati/Wakil Bupati Kudus yang tersebar di sembilan kecamatan.

“Banyak sekali, ribuan kemarin kami mengirim 1970 an APK ke tempat pembuangan akhir (TPA),” ujar Kepala Satpol PP Kudus Djati Solechah, Senin (15/1/2018).

Editor : Ali Muntoha

KPU Kudus Terima Pendaftaran Akhwan-Hadi, Tapi Ada Syaratnya

MuriaNewsCom, Kudus – KPU Kudus resmi menerima pendaftaran bakal pasangan calon bupati-wakil bupati dari jalur perseorangan Akhwan-Hadi Sucipto (Akhi), Senin (8/1/2018).

Ketua KPU Kudus Moh Khanafi mengatakan, dua dokumen yakni syarat pencalonan dan syarat calon sudah diterima dan terverifikasi. Namun ada catatan khusus terkait syarat calon.

“Persyaratan pencalonan dan syarat calon sudah kami teliti. Untuk syarat pencalonan dokumen berupa dukungan suara, persebaran, visi misi dan sebagainya sudah clear (lengkap),” katanya di kantor KPU Kudus Jalan Ganesha IV, Purwosari, Kota Kudus.

Meski demikian menurut dia, untuk syarat calon masih ada yang harus dilengkapi. Karena masih berproses seperti Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) dan surat tanggungan utang. ”Namun sudah ada tanda terimanya,” ujarnya.

Hal itu menurutnya tidak masalah, karena syarat calon masih bisa dilengkapi kemudian hari. Selanjutnya, KPU Kudus menyerahkan pengantar pemeriksaan kesehatan kepada paslon.

“Pemeriksaan kesehatan (Akhwan-Hadi Sucipto) dilakukan pada tanggal 12-13 Januari 2018 pukul 07.00 di RSUP dr Kariadi Semarang,” tambahnya.

Calon bupati Kudus Akhwan mengatakan, puji syukur atas diterimanya pendaftaran dirinya.

Alhamdulillah pagi ini kami bersama tim pemenangan berhasil mendaftarkan keikutsertaan kami dalam Pilbup Kudus. Syarat pencalonan kami dengan dukungan sejumlah 64.417 telah disyahkan oleh KPU Kudus,” urainya.

Ditanya mengenai kesiapannya menghadapi pemilihan bupati-wakil bupati Kudus, Akhwan mengaku siap.

“Ya Alhamdulillah, (di Kudus) kan rencananya ada empat pasang yang akan bersaing dalam pemilihan bupati, kami siap. Begitupun dengan satu Paslon dari independen mudah-mudahan bisa mengikuti juga, sehingga akan ada lima pasang. Kami tidak menutup hak politik dari seseorang,” tuturnya.

Editor : Ali Muntoha

Akhwan-Hadi Sucipto Jadi yang Pertama Daftar ke KPU Kudus

MuriaNewsCom, Kudus – Bakal calon bupati-wakil bupati Kudus dari jalur perseorangan Akhwan-Hadi Sucipto menjadi yang pertama mendaftar di KPU, Senin (8/1/2018).  Sekitar pukul 09.00 WIB rombongan sekitar 20 orang diterima di kantor Komisi Pemilihan Umum.

Ketua KPU Kudus Moh Khanafi mengatakan, sesuai dengan pengumuman tentang pendaftaran Paslon Pilbup Kudus 2018, jangka pendaftaran akan dilakukan dari tanggal 8-10 Januari 2018. Selain itu, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh paslon.

“Nanti dokumen pencalonan dan syarat calon diteliti (oleh KPU Kudus). Untuk syarat pencalonan itu harus ada, sementara untuk syarat calon bilamana ada kekurangan bisa dilengkapi. Seandainya syarat pencalonan bila nanti memenuhi syarat akan kami beri tanda terima,” katanya.

Jika syarat pencalonan pasangan ini diterima, lanjut Khanafi, akan dijadwalkan untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan. Untuk Pilbup Kudus, pemeriksaan akan dilaksanakan di RSUP dr Kariadi Semarang.

“Nanti mohon paslon dan tim menunggu sebentar, sembari menungu proses verifikasi,” tambah Khanafi.

Baca : PKB Deklarasikan Tamzil-Hartopo Cabup-Cawabup Kudus

Sementara itu, bakal calon bupati dari jalur perseorangan Akhwan, mengaku optimisti dapat lolos untuk melaju ke pemilihan bupati-wakil bupati.

“Pagi ini kami serahkan syarat pencalonan sesuai dengan amanat masyarakat Kudus yang sesuai dengan regulasi. Yakni 64.417 dukungan, baik softcopy maupun asli,” tuturnya.

Menurutnya, apa yang dilakukannya saat ini merupakan bentuk dari sebuah perjuangan. “Nek kepengin lungguh neng pendapa ya kudu rekasa dhisik (kalau ingin duduk di pendhapa kabupaten ya harus bersakit-sakit dahulu). Ini merupakan bentuk ikhtiar kami untuk kemudian hari dapat memimpin Kabupaten Kudus,” urai Akhwan.

Editor : Ali Muntoha

Baca : Dirman Kalah Cepat, Gus Yasin Jadi Cawagub Ganjar Pranowo

Pilbup Kudus : Tamzil-Hartopo Daftar ke KPU Hari Terakhir

MuriaNewsCom, Kudus – Pasangan M Tamzil-Hartopo Minggu (7/1/2018) dideklarasikan PKB sebagai cabup-cawabup pada Pilkada Kudus 2018. Pasangan ini direncanakan akan mendaftar ke KPU Kudus, pada hari terakhir pendaftaran, yakni Rabu (10/1/2018) siang.

Pemilihan hari terakhir ini menurut Tamzil, merupakan kebiasaan dirinya yang selalu muncul di menit-menit akhir.

“Kami rencana mendaftar ke KPU Kudus dari DPC PKB pada Rabu (10/1) siang. Kami akan melakukan tindaklanjut tahap selanjutnya dengan silaturrahmi terhadap tokoh-tokoh agama, seperti para kiai” ujarnya.

Menurutnya, saat ini pihaknya telah mempersiapkan berbagai presiapan dan strategi. Termasuk melalui pemasangan baliho untuk memberi sosialisasi kepada masyarakat.

Sebelum mendaftarkan pasangan ini, PKB masih harus mencari parpol lain untuk berkoalisi. Karena kursi yang dimilik PKB di DPRD Kudus, yang hanya 6 kursi belum memenuhi syarat pencalonan.

Baca : PKB Deklarasikan Tamzil-Hartopo Cabup-Cawabup Kudus

Ketua DPC PKB Kudus Ilwani mengatakan, saat ini pihaknya terus berkomunikasi dengan parpol lain. Namun ia memastikan ada sejumlah parpol yang menyatakan siap untuk mendukung Tamzil-Hartopo, yakni PPP, Hanura dan PBB.

“Besok (hari ini, red) PPP akan mengadakan konferensi pers terkait rekomendasi dan koalisi dengan kami. Kemudian akan disusul Hanura dan PBB. Namun, dua parpol tersebut akan ada info lanjutan” tandasnya.

Editor : Ali Muntoha

PKB Deklarasikan Tamzil-Hartopo Cabup-cawabup Kudus

MuriaNewsCom, Kudus – Sehari jelang pendaftaran calon bupati dan wakil bupati Kudus di KPU, Minggu (7/1/2018) sore PKB mendeklarasikan M Tamzil dan Hartopo sebagai cabup dan cawabup Kudus. Selain PKB, PPP, Hanura dan PBB juga dikabarkan akan memberikan rekomendasi untuk pasangan ini.

Deklarasi Tamzil-Hartopo dilaksanakan di Kantor DPC PKB Kudus. Rekomendasi untuk pasangan ini diberikan DPP PPP dengan nomor Nomor 25294/DPP-03/VI/A.1/I/2018, yang ditandatangani Jumat (5/1/2018).

“Surat rekomendasi dari DPP juga memerintahkan DPC PKB Kudus untuk berkoordinasi dengan jajaran dan memenangkan pasangan Tamzil-Hartopo,” kata Mukhasiron, Sekretaris DPC PKB Kudus.

Sementara Ketua DPC PKB Kudus, Ilwani menyebut, pihaknya yakin pasangan ini bisa segera didaftarkan ke KPU. Karena selain PKB, ada sejumlah parpol lain yang menyatakan akan mengusung pasangan ini.

Menurutnya, dengan enam kursi yang dimiliki PKB di DPRD Kudus, belum mencukupi untuk mengusung calon, sehingga harus berkoalisi dengan parpol lain. Saat ini parpol yang sudah pasti akan berkoalisi dengan PKB yakni PPP.

Menurutnya, DPP PPP sudah memproses rekomendasi untuk pasangan Tamzil-Hartopo, dan saat ini tengah dikirim ke Kusus.

“Besok PPP akan mengadakan konferensi pers terkait rekomendasi dan koalisi dengan kami. Kemudian akan disusul Hanura dan PBB. Namun, dua parpol tersebut akan ada info lanjutan,” ujarnya.

Pendaftaran cabup-cawabup dalam Pilkada Kudus 2018 sendiri akan dibuka KPU mulai Senin (8/1/2017) hingga 10 Januari 2018. Selain Tamzil-Hartopo, pasangan calon lain yang sudah dideklarasikan yakni Masan-Noor Yasin dan Akhwan-Hadi Sucipto (jalur independen).

Editor : Ali Muntoha

PDIP Deklarasikan Masan-Noor Yasin Calon Bupati dan Wabup Kudus

Ketua DPC PDIP Kudus Musthofa mendeklarasikan Masan-Noor Yasin sebagai bakal calon bupati-wakil bupati Kudus, Jumat (29/12/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan akhirnya mengeluarkan rekomendasi untuk Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kudus 2018. Rekomendasi diturunkan kepada Masan sebagai bakal calon bupati dan Noor Yasin sebagai bakal calon wakil bupati.

Masan merupakan Ketua DPRD Kudus, dan Noor Yasin masih menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kudus. Pasangan ini dideklarasikan Jumat (29/12/2017) sore.

Sekretaris DPC PDIP Kudus M Yusuf Roni, mengumumkan rekomenasi dari DPP PDIP ini kepada ratusan kader di Gor Bung Karno Kudus, Jumat (29/12/2017) sore.

“Masan SE, MM dan Drs Noor Yasin, MM calon bupati dan wakil bupati 2018 – 2023,” katanya saat menyampaikan rekomendasi dari DPP PDIP.

Menurut Yusuf, dalam surat dari DPP PDIP itu juga memerintahkan kepada DPC PDIP Kudus, untuk mendaftarkan Masan-Noor Yasin sebagai bakal calon yang diusung PDIP ke KPU. Selain itu, juga disebutkan untuk mendukung secara penuh pasangan asal PDIP itu.

Terkait calon lain yang tidak mendapatkan rekomendasi, dalam pendaftar dan uji tes sudah menandatangani pernyataan untuk mendukung rekomendasi DPP. Dan para calon bersedia menandatangani dengan sebenarnya dan sadar tanpa adanya tekanan dari pihak manapun.

Ketua DPC PDIP Kudus Musthofa menyebut, apa yang menjadi mandat dan instruksi dari DPP PDIP harus didukung secara penuh oleh semua pengurus DPC PDIP Kudus. 

“Ini merupakan rekomendasi dari DPP, jadi tak ada pilihan lain selain mendukungnya,” ungkap dia.

Disebutkan, rekomendasi untuk Kudus merupakan rekomendasi yang kali pertama dikeluarkan dari DPP untul Pilkada serentak 2018. Itu menjadi hal yang bagus lantaran mendapatkan perhatian dari DPP. “Kudus akan jadi lebih baik di tangan Masan dan Noor Yasin,” imbuhnya.

Editor : Ali Muntoha

Sudah Final, PKB Kudus Merapat ke PDIP di Pilbup 2018

Wakil Ketua DPC PDIP Kudus yang juga bakal calon bupati Kudus Masan saat datang ke kantor PKB untuk mengajak berkoalisi beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kudus memutuskan untuk merapat ke PDI Perjuangan untuk berkoalisi dalam Pilkada Kudus 2018 mendatang. Partai berlambang bola dunia ini menyatakan siap untuk memenangkan pasangan calon yang bakal diusung.

Ketua DPC PKB Kudus, Ilwani mengatakan, keputusan berkoalisi dengan PDI Perjuangan ini sudah final. Menurut dia, keputusan ini diambil dari survei internal yang menunjukkan pelkuang paling besar jika PKB berkoalisi dengan partai berlambang kepala banteng tersebut.

“Hasil survei demikian, jika mau menang dalam pemilu, koalisi paling baik adalah dangan PDIP,” katanya saat dihubungi MuriaNewsCom, Selasa (5/12/2017).

Pertimbangan lain menurut dia, PDIP mempunyai kader unggulan yang siap untuk maju sebagai calon gubernur. Di antaranya Ketua DPRD Kudus, Masan.

Ia menyebut, keputusan untuk berkoalisi dengan PDIP ini sudah dikomunikasikan dengan DPP PKB.  Menurutnya koalisi antara PKB dengan PDI Perjuangan merupakan koalisi tanpa syarat.  “Kami juga siap bergerak untuk melakukan pemenangan,” ujarnya.

Dengan keputusan ini maka secara tidak langsung nasib calon bupati dan wakil bupati yang melamar di PKB juga sudah tertutup. Karena menurut dia, rekomendasi dari PKB akan diturunkan jika PDIP sudah menurunkan rekomendasi untuk pasangan calon.

“Yang melamar ke PKB masih ada kemungkinan dapat rekomendasi. Tapi tergantung dari DPP akan diturunkan kepada siapa,” jelasnya.

Sejumlah figur yang mengikuti penjaringan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Kudus 2018 melalui PKB, yakni Bupati Kudus periode 2003-2008 Muhammad Tamzil, Sri Hartini, Kharirotus Saadah, Jhony Raharjo, dan Ilwani.

Sebelumnya, PDIP Kudus juga pernah mengajukan surat resmi ke PKB untuk mengajak berkoalisi dengan PDIP Kudus dalam Pilkada 2018. Tawaran itu disampaikan langsung oleh Wakil Ketua DPC PDIP Kudus, Masan bersama pengurus partai pada 11 November 2017 lalu.

Editor : Ali Muntoha

Soal Bupati Wanita di Kudus, Begini Reaksi Sri Hartini

Bakal calon bupati Kudus Sri Hartini saat berbincang dengan pedagang kacang rebus beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Bakal Calon Bupati Kudus Sri Hartini, mengaku tak ambil pusing tentang masalah gender dalam perhelatan pemilihan kepala daerah (pilkada). Bahkan ia tak mengambil pusing terhadap kabar penolakan terhadap pemimpin wanita.

Kepada MuriaNewsCom, Kader Partai Gerindra itu mengungkapkan bahwa kemungkinan adanya tentangan terhadap munculnya calon pemimpin perempuan, sangat mungkin. Hanya saja menurutnya, pihaknya telah melakukan antisipasi sejak jauh-jauh hari.

Apalagi menurut dia, dalam survei yang dilakukan, warga Kudus sudah berpikiran terbuka mengenai sosok pemimpin.

“Sebelum menentukan siapa yang maju dalam Pilbup Kudus, kami (Partai Gerindra) sudah menyelenggarakan survei terlebih dahulu. Termasuk survei tentang calon pemimpin perempuan. Hasilnya, masyarakat Kudus tak mempermasalahkan hal tersebut,” katanya.

Wakil Ketua Komisi C DPRD Jawa Tengah itu menyebut, dari hasil survei dan saran para tokoh, akhirnya Gerindra memutuskan untuk mengusung calon perempuan di Pilkada Kudus.

Dikatakan, pemimpin tak melulu dari kaum adam. Wanita juga bisa memimpin, apalagi dengan dukungan banyak pihak, termasuk juga dari seluruh masyarakat Kudus. Hal itu akan dibuktikannya nanti saat dipercaya menjadi bupati Kudus.

“Yang diinginkan masyarakat itu bukan laki-laki atau perempuan. Namun lebih pada kinerjanya yang baik, serta seorang pemimpin yang lebih merakyat dan berbaur dengan masyarakat bawah,” imbuhnya.

Editor : Ali Muntoha

Bebas dari Penjara, Tamzil Kini Nyalon Lagi jadi Bupati Kudus

M Tamzil, mantan bupati Kudus. (Istimewa)

MuriaNewsCom, Kudus – Mantan bupati Kudus periode 2003-2008, M Tamzil masih punya ambisi untuk kembali memimpin Kudus. Meski pada Pilbup Kudus 2013 lalu kalah oleh incumbent Musthofa, pada Pilbup Kudus 2018 mendatang, Tamzil kembali mencoba peruntungannya.

Mantan staf ahli gubernur Jawa Tengah ini mencalonkan diri dengan mendaftar di penjaringan bakal calon bupati dan wakil bupati yang dibuka PKB Kudus. Hal ini juga dibenarkan Ketua DPC PKB Kudus Ilwani.

Tim dari Tamzil disebutnya telah mengambil formulir pendaftaran pada Rabu (6/9/2017) lalu, dan mengkonfirmasi akan mengembalikan formulir dan berkas pendaftaran pada Minggu (10/9/2017) besok.

“Dari pihak Tamzil sudah memberikan kabar pengembalian formulir dilakukan besok. Dari informasi yang diberikan, pengembalian kisaran jam 10.00 WIB hingga jam 11.00 WIB,” katanya kepada MuriaNewsCom, Sabtu (9/9/2017).

Ia menyatakan, dalam pengembalian itu Tamzil dipastikan hadir. Karena berdasarkan aturan dati tim penjaringan, calon yang mendaftar harus mengembalikan langsung atau tak bisa diwakilkan.

Di PKB sendiri sudah ada sejumlah calon yang mendaftarkan diri. Di antaranya yakni Anggota DPRD Jateng Sri Hartini dan Djoni Rahardjo.

Seperti diketahui, setelah tak menjabat sebagai bupati Kudus, M Tamzil sempat maju memperebutkan kursi gubernur Jateng pada Pilgub Jateng 2008 berpasangan dengan Abdul Rozaq Raiz. Namun pasangan ini dikalahkan Bibit Waluyo-Rustriningsih.

Setelah gagal di Pilgub, Tamzil yang berstatus PNS dirangkul oleh Bibit dan diangkat menjadi kepala Dinas Ciptakaru Provinsi Jateng, dan asisten gubernur Jateng.

Pada Pilbup Kudus 2013 Tamzil kembali lagi mencalonkan diri sebagai bupati Kudus bersama Asyrofi. Namun Tamzil digoyang kasus korupsi saat ia masih menjabat bupati. Dalam pilbup ini Tamzil kalah oleh incumbent Musthofa.

Bahkan Tamzil harus menghadapi kasus hukum atas sangkaan kasus korupsi  pengadaan sarana dan prasarana pendidikan Kabupaten Kudus tahun 2004. Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang menjatuhi hukuman 22 bulan penjara.

Tamzil sendiri baru bebas dari LP Kedungpane Semarang pada Desember 2015 setelah mendapat pembebasan bersyarat (PB) usai menjalani masa Asimilasi Kerja Sosial (AKS).

Editor : Ali Muntoha

Pasangan Akhwan-Hadi Sucipto Targetkan 100 Ribu Dukungan di Pilkada Kudus

Tim Pemenangan Akhwan-Hadi Suciptosaat deklarasi di kediaman Hadi Sucipto, di Desa Mijen, Kecamatan Kaliwungi, Kamis (7/9/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Setelah memastikan diri maju melalui jalur independen, Bakal calon Bupati Kudus Ahwan yang bersanding dengan Noor Hadi menargetkan 100 ribu dukungan untuk maju ke Pilihan Bupati (Pilbup) Kudus.

Sugiharto, Ketua Tim Kemenangan Akhwan-Noor Hadi (Akhi) mengatakan, target 100 ribu merupakan target minimum. Target tersebut juga menjadi target awal untuk mendaftar di KPU lewat jalur independen.

”Dengan suara 100 ribu, maka akan cukup untuk mendaftar sebagai calon independen. Saya siap memenangkan Mas Akhwan – Hadi Sucipto menjadi Bupati Kudus mendatang,” katanya saat deklarasi dikediaman Hadi Sucipto, di Desa Mijen, Kecamatan Kaliwungi, Kamis (7/9/2017).

Baca Juga: Mengejutkan, Akhwan Putuskan Daftar Melalui Jalur Independen di Pilkada Kudus

Menurut dia, dalam memenangkan nanti, sudah ada dukungan di semua tempat. Bahkan untuk syarat dukungan yang 50 persen lebih dipastikan terpenuhi. Itu lantaran dukungan berada di seluruh desa di Kudus.

”Semua desa sudah ada dukungannya. Tinggal merekap dan mendaftarkannya saat pendaftaran dibuka,” tegasnya.

Sementara itu, Sururi Mujib, tim sukses Akhi menambahkan, jika ditotal, dukungan yang saat ini sudah masuk mencapai 65.500 suara. Jumlah tersebut dimungkinkan akan terus bertambah mengingat masih banyak simpatisan yang belum terekap.

”Kami akan terus membuka pendaftaran dukungan. Hingga batas akhir. Saat ini banyak yang ingin mendukungnya namun kehabisan formulir,” ucapnya.

Editor: Supriyadi

Komisi A Dapat Ilmu Jika Ingin Pilkada Kudus Aman, Maka Perlu Netralitas PNS

Anggota DPRD Kudus saat tengah melakukan kunjungan kerja. (Istimewa)

MuriaNewsCom, Kudus – Sebentar lagi, Kabupaten Kudus bakal melaksanakan gawe besar, yakni Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), yang akan berlangsung pada 2018 mendatang.

Guna memastikan pelaksanaan pilkada nantinya akan aman, Komisi A DPRD Kudus melakukan studi banding ke Kabupaten Batang. Pasalnya, daerah tersebut dianggap sukses melaksanakan pilkada.

”Kita kan, melihat Kabupaten Batang itu bisa melaksanakan pilkada dengan damai dan tanpa ekses. Ini yang kami apresiasi, sehingga kami perlu belajar ke Batang untuk mengetahui rahasianya,” papar Ketua Komisi A DPRD Kudus Mardijanto.

Komisi A sendiri, menurut Mardijanto, ingin sekali mendapatkan ilmu dari Kabupaten Batang, terkait pelaksanakan pilkada yang aman dan damai. Sehingga ke depan, yakni tahun 2018 mendatang, Pilkada Kudus juga bisa berjalan damai dan kondusif.

”Ini akan menjadi referensi kami, dalam pelaksanaan pilkada mendatang di Kudus. Sehingga juga bisa sukses melaksanakan pilkada dengan baik. Karena itu yang kami inginkan semua,” jelas Mardijanto.

Studi banding ini sendiri, sudah dilaksanakan beberapa waktu lalu. Di Batang, rombongan ditemui Wakil Ketua DPRD Batang Nur Untung Slamet, Ketua Panwaskab Mizan Sya’roni, Kepala Kantor Kes Kesbangpol Batang Agung Wisnu Barata mewakili Plt Bupati Nasikhin, dan anggota KPU Batang Divisi Teknis Gunadi Fitriyanto.

Menurut Kepala Kantor Kesbangpol Batang Agung Wisnu Barata, keberhasilan Pilkada Batang karena adanya kerja sama semua elemen. Baik KPU, Panwas, Pemkab Batang, Desk Pilkada, kalangan intelejen, maupun berbagai elemen lain. ”Kuncinya, ketika terdapat permasalahan, diselesaikan melalui pertemuan bersama,” katanya.

Di samping itu, menurut Agung, netralitas aparatur sipil negara (ASN) juga merupakan salah satu faktor penting, dalam kesuksesan pelaksanaan pilkada di Kabupaten Batang. ”Hal itu juga menentukan sekali soal netralitas ASN,” tegasnya.

Sedangkan anggota KPU Divisi Teknis Gunadi Fitriyanto menjelaskan, semua tahapan Pilkada 2017 sudah dilalui. Tahapan pilkada dan pengelolaan anggaran menjadi faktor penting dalam kesuksesan hajat politik lima tahunan ini. (NAP)

Editor: Akrom Hazami