Anggota Polres Grobogan Diminta Tak Terlibat Politik Praktis

Kapolres Grobogan Indra Darmawan Iriyanto saat memimpin apel kesiapan personel dan perlengkapan dalam rangka pelaksanaan pilkada (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kapolres Grobogan Indra Darmawan Iriyanto saat memimpin apel kesiapan personel dan perlengkapan dalam rangka pelaksanaan pilkada (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Kapolres Grobogan Indra Darmawan Iriyanto meminta kepada semua anggotanya memegang teguh prinsip netralitas Polri dalam masalah politik. Termasuk di antaranya dalam pelaksanaan pilkada serentak yang akan digelar 9 Desember mendatang. Hal itu ditegaskan Indra saat memimpin apel kesiapan personel dan perlengkapan dalam rangka pelaksanaan pilkada, Sabtu (28/11/2015).

“Kepada para anggota saya minta agar menjalankan tugas pengamanan pilkada dengan tulus dan iklas. Jangan lengah, tetap waspada dan tidak terlibat dalam politik praktis atau mendukung salah satu pasangan calon,” tegas Indra.

Menurut Indra, Polres Grobogan akan menurunkan sekitar 811 personel pada pengamanan TPS yang tergabung dalam Ops Mantap Praja 2015. Selain itu, pihaknya juga menurunkan bantuan kekuatan dari 93 personel Brimob Polda Jateng dan Dit Sabhara Polda Jateng sebanyak 62 personel.

Kabag Ops Polres Grobogan Kompol Jenda Pulung menambahkan, apel kesiapan kali ini melibatkan personel yang dilibatkan dalam tahap pengamanan di TPS. Baik personil dari Polres Grobogan maupun Polsek.

Selain personel,  perlengkapan pengamanan yang digunakan juga dicek. Seperti tongkat T dan Rompi serta perlengkapan lainnya. Selain itu, dilakukan pula pengecekan nama – nama personel yang terlibat pengamanan. Hal ini untuk melihat jika kemungkinan ada nama yang dobel atau personel sakit sehingga dapat segera dilakukan penggantian. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)

Antisipasi Hujan, Sampul Surat Suara Dibungkus Plastik

Sejumlah petugas di Kantor KPU Grobogan tengah sibuk mengemas surat suara yang akan segera dikirim ke PPK (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Sejumlah petugas di Kantor KPU Grobogan tengah sibuk mengemas surat suara yang akan segera dikirim ke PPK (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN –Hujan yang turun hampir setiap hari, disikapi dengan serius oleh KPU Grobogan terkait dengan rencana pengiriman logistik surat suara. Untuk menghindari kerusakan, surat suara yang dimasukkan dalam sampul besar, masih dibungkus lagi dengan plastik.

“Untuk proses pengiriman ke tingkat kecamatan atau PPK, surat suara yang sudah dilipat kita masukkan dalam sampul. Namun, untuk berjaga-jaga agar tidak rusak, sampulnya kita packing lagi dengan plastik supaya lebih aman jika terkena air,” jelas Ketua KPU Grobogan Afrosin Arif didampingi Sekretaris KPU Amin Nur Hatta.

Dijelaskan, pengemasan surat suara ke dalam sampul mulai dilakukan hari ini. Jumlah surat suara yang dimasukkan sampul disesuaikan dengan kebutuhan tiap TPS. Hal itu dilakukan agar memudahkan pihak PPK dalam mendistribusikan ke tingkat desa.

Setelah pengepakan surat suara selesai dan dikelompokkan tiap kecamatan, maka akan segera dilakukan pengiriman ke PPK. Rencananya, distribusi surat suara ke kecamatan dilakukan 1 – 4 Desember nanti.

“Untuk distribusi, maksimal tanggal 5 Desember atau H-4, semua surat suara sudah sampai di PPK. Dalam pengiriman logistik kita sudah bekerjasama dengan PT POS,” imbuhnya. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)

Profesor dari Amerika Pantau Pelaksanaan Debat Terbuka Cabup dan Cawabup Grobogan

Thomas R Seitz terlihat serius menyimak jalannya acara debat terbuka (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Thomas R Seitz terlihat serius menyimak jalannya acara debat terbuka (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Sekitar 300 orang hadir dalam acara debat terbuka paslon bupati dan wakil bupati yang akan bertarung dalam Pilkada Grobogan di Gedung Wisuda Budaya hari ini. Diantaranya, Bupati Grobogan Bambang Pudjiono, Kapolres Grobogan AKBP Indra Darmawan Irianto, Dandim 0717/Purwodadi Letkol Jan Piter Gurning, Kajari Purwodadi Abdullah dan sejumlah pejabat lainnya.

Namun, ada satu sosok yang jadi pusat perhatian dalam debat publik tersebut. Yakni, orang asing yang duduk berbaur dengan tamu undangan dari kalangan pejabat. Selama debat berlangsung, tamu asing ini terlihat sangat serius menyimak jalannya acara.

”Dalam acara debat kali ini, kita dapat tamu kehormatan dari jauh. Yakni, Prof Thomas R Seitz yang asalnya dari Amerika Serikat,” ungkap Ketua KPU Grobogan Afrosin Arif.

Menurutnya, tamu asing ini merupakan Ketua Associate Profesor of International Studies. Kedatangannya ke Grobogan khusus untuk memantau pelaksanaan tahapan pilkada yang akan digelar 9 Desember mendatang.

Usai pelaksanaan debat, Thomas langsung dikerubuti banyak orang yang ingin berkenalan. Sebagian diantaranya, ada yang mengajak foto bareng pria tinggi besar tersebut. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)

Kerusakan Jalan Grobogan jadi ‘Senjata’ Ampuh Para Cabup Menangi Pilkada

Suasana debat terbuka yang dilangsungkan di Gedung Wisuda Budaya, Grobogan, berlangsung meriah. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Suasana debat terbuka yang dilangsungkan di Gedung Wisuda Budaya, Grobogan, berlangsung meriah. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Kondisi jalan di Grobogan masih banyak yang mengalami kerusakan mendapat perhatian utama dari kedua paslon peserta Pilkada saat memaparkan visi dan misinya di hadapan para undangan.

Dalam Debat Kandidat, kedua paslon berjanji untuk secepatnya bisa menyelesaikan perbaikan ruas jalan yang ada agar bisa mendongkrak perekonomian masyarakat.

“Kami targetkan jika nanti terpilih, dalam tiga tahun kondisi jalan sudah bagus semua. Jika kondisi jalan bagus maka secara tidak langsung akan berdampak pada berkembangkan perekonomian masyarakat,” kata paslon nomor urut 2, Sri Sumarni- Edy Maryono.

Sementara paslon nomor urut 1, Icek Baskoro dan Sugeng Prasetyo akan memprioritaskan perbaikan jalan sesuai kebutuhan. Yakni, jalan yang dilalui angkutan umum akan dapat penanganan lebih dahulu. Kemudian, disusul jalan penghubung antardesa.

“Selama menjabat jadi wakil bupati, dana untuk perbaikan jalan selalu ditingkatkan. Tahun anggaran 2016 nanti, alokasi untuk perbaikan jalan ini mencapai Rp 160 miliar,” kata Icek.

Setelah memaparkan visi dan misi secara singkat, kedua paslon kemudian diminta memberikan jawaban atas pertanyaan yang diberikan Teguh Yuwono, selaku moderator.

Pertanyaan yang diberikan oleh Dosen FISIP Undip Semarang ini temanya bersifat umum. Antara lain, soal pelayanan one stop service, perekrutan pejabat terbuka, dan upaya untuk mempertahankan pasar tradisional.

Setelah segmen ini, dilakukan tanya jawab antarpaslon. Masing-masing paslon memberikan empat pertanyaan pada lawannya. Waktu bertanya dan menjawab dibatasi.

Kedua paslon, Icek-Sugeng maupun Sri-Edy bisa menjabat pertanyaan yang dilontarkan moderator. Demikian pula, kedua paslon juga bisa menjawab pertanyaan yang dlontarkan masing-masing lawan. (DANI AGUS/AKROM HAZAMI)

Seru, Para Pasangan Calon Bupati Grobogan Saling Berdebat

Ketua KPU Grobogan Afrosin Arif saat menyampaikan penjelasan dalam acara debat publik Calon Bupati. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Ketua KPU Grobogan Afrosin Arif saat menyampaikan penjelasan dalam acara debat publik Calon Bupati. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Pelaksanaan Debat Kandidat paslon peserta Pilkada yang dilakukan  Rabu (25/11) berjalan lancar tanpa ada kendala apapun. Selain lancar, pelaksanaan debat yang dimulai pukul 11.00 WIB hingga 12.30 WIB itu juga digelar dalam suasana meriah.

Ketua KPU Grobogan Afrosin Arif menyatakan, pihaknya merasa lega karena pelaksanaan debat yang melibatkan dua paslon itu bisa terlaksana dengan baik. Hal itu disebabkan sudah adanya persiapan matang yang dilakukan dengan pihak-pihak terkait.

Disamping itu, semua pihak khususnya tim kampanye dari kedua paslon sama-sama mematuhi aturan yang ditentukan dalam pelaksanaan debat di Gedung Wisuda Budaya Purwodadi itu.

“Salah satu tahapan Pilkada yang cukup penting, yakni debat publik terbuka sudah bisa kita lakukan dengan baik. Terima kasih pada semua pihak yang ikut menyukseskan acara ini,” katanya.

Afrosin menyatakan, debat terbuka merupakan salah satu bentuk kampanye untuk menyampaikan visi dan misi serta program kerja paslon. Melalui ajang ini, masyarakat luas bisa menilai dan mencermati kualitas tiap paslon. Sebab, acara terbuka juga disiarkan langsung oleh salah satu televisi swasta. (DANI AGUS/AKROM HAZAMI)

KPU Grobogan Siap Gelar Debat Publik Calon Bupati dan Wakil Bupati

Rakor kesiapan debat publik yang digelar KPU Grobogan belum lama ini dengan pihak-pihak terkait. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Rakor kesiapan debat publik yang digelar KPU Grobogan belum lama ini dengan pihak-pihak terkait. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Ketua KPU Grobogan Afrosin Arif menegaskan kesiapannya untuk menggelar acara debat calon bupati dan wakil bupati yang dilaksanakan di Gedung Wisuda Budaya Purwodadi, Rabu (25/11/2015) besok. Penegasan itu dilontarkan pada wartawan di kantornya siang tadi.

”Agenda debat publik ini sudah kita persiapkan cukup lama dengan sejumlah pihak terkait. Untuk acara besok sudah persiapkan semuanya. Mulai dari segi acara, aturan, pengamanan dan lainnya,” kata Afrosin.

Dalam debat berdurasi 60 menit  yang disiarkan langsung oleh salah satu stasiun televisi swasta mulai pukul 11.00 WIB itu, terbagi menjadi lima segmen. Setelah segmen pembuka, dilanjutkan dengan segmen pertama berupa yel-yel dari masing-masing pendukung pasangan calon. Yel-yel tiap pendukung durasi maksimalnya dua menit.

Usai yel-yel, dilanjutkan pemaparan visi-misi dengan batasan waktu 5 menit per paslon. Segmen selanjutnya adalah pelaksanaan debat. Dimana, masing-masing paslon menerima empat pertanyaan dari moderator.

Pertanyaan ini disusun oleh enam anggota tim panelis. Yakni Pengamat Politik dan Dosen Universitas Diponegoro (Undip) Semarang Dr Teguh Yuwono, yang sekaligus menjadi moderator. Panelis lainnya, Ketua FKUB Grobogan Toha Karim Amrullah, Tokoh Muhammadiyah Bambang Sa’bani, Ketua FLP Grobogan Rahmatullah dan wartawan Suara Merdeka Hanung Soekendro.

Afrosin menjelaskan, tanya jawab antar paslon terjadi di segmen berikutnya. Masing-masing paslon memberikan dua pertanyaan buat paslon lainnya. Untuk segmen terakhir, berisi kampanye persuasif dari masing-masing paslon.

”Saat pelaksanaan debat, semua menjadi kewenangan moderator untuk mengendalikan suasana. Moderator juga punya kewenangan mengendalikan penonton, jika ada yang membuat onar,” tambahnya. (DANI AGUS/TITIS W)

Kapolres Grobogan Cek Kesiapan Polsek dalam Pengamanan Pilkada

Kapolres Grobogan AKBP Indra Darmawan Iriyanto  memberikan arahan pada anggota Polsek Klambu (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kapolres Grobogan AKBP Indra Darmawan Iriyanto  memberikan arahan pada anggota Polsek Klambu (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Kesiapan pengamanan Pilkada tidak hanya dilakukan para personel di Mapolres Grobogan saja. Tetapi juga pada personel yang bertugas di level polsek.

Hal itu terlihat dengan dilakukannya pengecekan kesiapan polsek dalam pengamanan Pilkada yang dilakukan Kapolres Grobogan AKBP Indra Darmawan Iriyanto sejak beberapa hari terakhir.

Menurut Indra, kunjungan ke polsek tersebut dibagi dalam dua tim. Dimana, tim pertama dipimpin Kapolres Grobogan didampingi  Kabag Ops, Kasat Lantas dan Kasi Propam Polres Grobogan. Kemudian tim kedua dipimpin Wakapolres Grobogan didampingi Kabag Sumda, Kasat Reskrim dan Kasat sabhara.

Kunjungan tim pertama dilaksanakan di Polsek Klambu, Polsek Brati dan Polsek Grobogan. Sedangkan tim kedua di Polsek Penawangan, Polsek Godong  dan Polsek Karangrayung.

Selain memberikan arahan, kunjungan tersebut dilakukan untuk mengetahui keadaan dan situasi yang ada di wilayah polsek. Dengan langkah ini, diharapkan semua personel yang ada di polsek dapat melaksanakan tugas dan memberikan pelayanan masyarakat dengan maksimal. Tujuan lainnya adalah mengecek persiapan pengamanan Pilkada yang akan dilangsungkan 9 Desember mendatang.

“Dalam kegiatan ini, kami juga mengundang Danramil setempat untuk tatap muka sekaligus silaturahmi. Hal ini kita lakukan untuk menjalin dan meningkatkan sinergitas TNI dan Polri,” jelas Indra.

Dalam kesempatan itu, Indra berpesan kepada seluruh anggota agar lebih waspada dan tanggap dalam melaksanakan tugas. Selain itu, mereka juga diminta untuk meningkatkan silaturahmi dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat yang ada di wilayah kerjanya. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)

KPU Grobogan Gandeng PT Pos untuk Pengiriman Logistik Pilkada

Pengiriman logistik mulai dilakukan oleh KPU Grobogan (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Pengiriman logistik mulai dilakukan oleh KPU Grobogan (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Penyaluran logistik yang akan dipakai dalam perhelatan Pilkada 9 Desember mendatang terus dilakukan dalam sepekan terakhir. Setelah bilik dan kotak suara, hari ini berbagai jenis logistik dikirimkan ke tingkat PPK atau kecamatan.

Dalam pendistribusian logistik ini, pihak KPU Grobogan menggandeng kerjasama dengan PT POS setempat. Hal itu dilakukan karena BUMN ini sudah sangat berpengalaman dalam bidang ekspedisi. Untuk pengiriman logistik ini juga mendapat pengawalan dari pihak kepolisian.

“Selain sudah jadi bidang tugasnya, PT POS juga memiliki armada yang memadai untuk mengangkut logistik ke tiap kecamatan. Dalam beberapa penyelenggaraan pemilu sebelumnya, kita juga menggandeng PT POS dalam penyaluran logistik ke kecamatan. Setelah selesai Pilkada, PT POS nanti akan mengangkut lagi logistik ke KPU,” jelas Ketua KPU Grobogan Afrosin Arif.

Untuk pengiriman logistik ke tingkat PPS atau desa, teknisnya diserahkan pada masing-masing PPK. Pihak KPU menekankan pada PPK agar pengiriman logistik bisa terjamin keamanannya.

Menurut Afrosin, dari informasi terbaru yang diterima, pada hari ini semua logistik sudah disalurkan semua ke PPK, kecuali surat suara. Untuk surat suara, Jumat (20/11/2015) besok baru mulai dilakukan penyortiran dan pelipatan.

“Untuk surat suara semuanya sudah dikirim ke KPU dari percetakan tetapi baru besok kita sortir dan dilipat. Setelah selesai, secepatnya akan kita distribusikan ke PPK. Logistik yang sudah sampai di PPK antara lain, kotak dan bilik suara, ATK, tinta, alat dan alas pencoblosan, serta formulir-formulir,” imbuhnya. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)

Penjahat di Debat Pilkada, Awas Polisi Grobogan Mengincarmu

Rakor jelang Pilkada Grobogan digelar di salah satu rumah makan di Purwodadi. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Rakor jelang Pilkada Grobogan digelar di salah satu rumah makan di Purwodadi. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Pelaksanaan debat publik bagi pasangan calon peserta Pilkada mendapat dukungan penuh dari pihak Polres Grobogan. Hal itu terungkap dalam rakor lanjutan mengenai pelaksanaan debat publik yang digelar Selasa (17/11) siang.

“Kami sudah siap melaksanakan pengamanan terkait pelaksanaan debat publik nanti. Acara debat merupakan salah satu agenda penting yang melibatkan banyak orang sehingga harus kita persiapkan jauh hari soal pengaturan pengamanannya,” ungkap Wakapolres Grobogan Kompol Didik Priyo Sambodo dalam rakor tersebut.

Selain anggota Polres Grobogan, dalam pengamanan debat nanti pihaknya juga akan mendatangkan personel dari Brimob Polda Jateng. Namun, posisi personel Brimob nanti akan disiagakan di mapolres dan setiap saat siap dikerahkan guna membantu pengamanan di lapangan.

Pihak kepolisian nantinya juga akan melakukan pengawalan buat masing-masing pasangan calon dan tim kampanye dari titik kumpul hingga menuju lokasi debat di Gedung Wisuda Budaya Purwodadi. Kemudian, untuk antisipasi padatnya lalu lintas di Jalan R Suprapto terkait pelaksanaan debat, kemungkinan di ruas jalan itu akan diberlakukan satu arah.

“Berbagai rencana pengamanan debat ini sudah kita siapkan. Nanti, kita juga masih akan dibantu dari rekan TNI, Satpol PP dan berbagai pihak terkait lainnya,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua KPU Grobogan Afrosin Arif menambahkan, rencananya debat pasangan calon ini akan digelar Rabu, 25 November mendatang. Untuk waktunya dijadwalkan pagi hingga siang hari, dari pukul 09.30 sampai 12.30 WIB.

“Meski waktu debat masih cukup lama namun persiapan jauh hari sudah mulai kita lakukan. Harapannya, pelaksanaan debat nanti bisa berjalan lancar dan tidak ada kendala apapun,” katanya.

Ia menambahkan, selain dari pihak keamanan, baik Polri dan TNI, rakor tersebut juga menghadirkan banyak pihak terkait lainnya. Antara lain, tim kampanye pasangan calon, Kesbangpollinmas, Bagian Humas, Setwan, Panwaslu, Disuhubinfokom, dan Disporabudpar. (DANI AGUS/AKROM HAZAMI)

KPU Grobogan Gelar Sosialisasi Pilkada dengan Sepeda Santai

KPU Grobogan (e)

KPU Grobogan melepas peserta sepeda santai yang juga sekaligus menyosialisasikan tahapan Pilkada serentak, Minggu (8/11/2015). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Beragam kegiatan dilakukan KPU Grobogan dalam rangka menyosialisasikan tahapan Pilkada serentak pada masyarakat. Yang terbaru adalah menggelar acara sepeda santai hari ini.

Ada dua lokasi sekaligus yang dilangsungkan sepeda santai bersama masyarakat. Yakni, di Kecamatan Godong dan Kecamatan Kradenan. Beragam hadiah disediakan buat ratusan peserta sepeda santai gratis tersebut. Selain anggota KPU, jajaran muspika juga hadir dalam sepeda santai tersebut.

Ketua KPU Grobogan Afrosin Arif menyatakan, kegiatan sepeda santai dilakukan dalam rangka sosialisasi pada masyarakat luas. Diharapkan, dengan upaya ini akan bisa meningkatkan kesadaran warga untuk menggunakan hak pilihnya dalam Pilkada 9 Desember mendatang.

”Untuk tahapan sosialisasi ini kita lakukan dalam berbagai model. Selain sepeda santai, kita juga menggelar senam bareng di ajang Car Free Day (CFD) di Jalan R Suprapto,” katanya.

Ditambahkan, sebelumnya, pihak KPU sudah melakukan sosialisasi pada berbagai lapisan masyarakat. Antara lain, ormas, organisasi wanita dan kepemudaan, LSM, guru, dan siswa setingkat SMA. Tujuannya adalah untuk meningkatkan angka partisipasi pemilih dalam Pilkada nanti. (DANI AGUS/TITIS W)

Personil PPS Grobogan Dilatih Tata Cara Pemungutan dan Penghitungan Suara

Bimbingan teknis untuk PPS diselenggarakan mulai hari ini Kamis (5/11/2015) hingga Sabtu mendatang. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Bimbingan teknis untuk PPS diselenggarakan mulai hari ini Kamis (5/11/2015) hingga Sabtu mendatang. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Para petugas Panitia Pemungutan Suara (PPS) se-kabupaten mendapat bimbingan teknis mengenai tata cara pemungutan dan penghitungan suara dalam Pilkada mendatang. Pembekalan buat PPS yang dilakukan di tiap-tiap kecamatan itu dipandu anggota KPU Grobogan dan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) setempat.

”Bintek buat PPS ini digelar selama sepekan hingga Sabtu (7/11/2015) mendatang. Setelah ini, para PPS nantinya akan memberi pembekalan serupa bagi Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS),” kata Ketua KPU Grobogan Afrosin Arif.

Afrosin menyatakan, proses pemungutan dan penghitungan relatif sama dengan pelaksanaan pemilu sebelumnya. Meski begitu, ia meminta agar anggota PPS benar-benar teliti dan hati-hati saat melakukan proses rekapitulasi penghitungan suara. Hal itu perlu dilakukan, guna menghindari kesalahan dalam rekapitulasi.

Terkait dengan kondisi itu, Afrosin meminta agar anggota PPK memperhatikan beberapa poin utama dalam proses penghitungan dan rekapitulasi itu. Antara lain, memperhatikan dengan baik jumlah pemilih yang menggunakan hak pilih harus sama, dengan jumlah surat suara yang digunakan. Baik suara yang sah maupun tidak.

Kemudian, apabila ada kesalahan penulisan data dalam formulir C1, maka pembetulannya dilakukan dengan cara dicoret dan diparaf oleh petugas KPPS dan saksi pasangan calon. ”Kami juga meminta agar kolom-kolom kosong yang tidak terisi data angka, agar diisi dengan tanda silang (x). Kemudian, penulisan jumlah surat suara harus dilakukan sesuai fakta yang ada, jangan disamakan dengan jumlah DPT,” tegas Afrosin. (DANI AGUS/TITIS W)

Warga Rutan Disediakan TPS Khusus Pada Pilkada Grobogan

Sosialisasi Pilkada yang dilakukan di Rutan Purwodadi (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Sosialisasi Pilkada yang dilakukan di Rutan Purwodadi (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Para penghuni rumah tahanan (Rutan) Purwodadi dipastikan bisa menggunakan hak pilihnya dalam Pilkada 9 Desember mendatang. Hal itu disampaikan Ketua KPU Grobogan Afrosin Arif pada wartawan.

Menurutnya, dalam pilkada nanti ada satu TPS khusus yang disiapkan. Yakni, di dalam Rutan Purwodadi.
“Jumlah TPS khusus dalam Pilkada hanya ada satu lokasi, yakni di Rutan Purwodadi. Hari ini tadi, kita bikin acara sosialisasi tahapan Pilkada di sana,” katanya.

Sementara itu, komisioner KPU Grobogan Jati Purnomo menambahkan, dalam sosialisasi di rutan siang tadi diikuti 84 orang. Mereka ini adalah penghuni rutan yang berdomisili di Grobogan dan namanya sudah terdaftar sebagai pemilih dalam Pilkada.

Menurut Jati, meski berada di dalam rutan namun hak politik para penghuni sama dengan warga lainnya. Untuk itu, pihaknya menyediakan TPS khusus di situ agar hak politik para penghuni rutan tetap terlayani. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)

Sri-Edy Pamitan, Nurwibowo Pegang Palu Ketua Dewan

Sri-Edy pada saat menyampaikan kata perpisahan dalam sidang paripurna di DPRD Grobogan Kamis, (15/10/2015). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Sri-Edy pada saat menyampaikan kata perpisahan dalam sidang paripurna di DPRD Grobogan Kamis, (15/10/2015). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Jabatan Sri Sumarni sebagai Ketua DPRD Grobogan mulai hari ini resmi ditinggalkan. Demikian pula dengan jabatan Edy Maryono sebagai anggota DPRD Grobogan dan Ketua Fraksi PKB.

Berhentinya dua politisi yang saat ini jadi salah satu pasangan peserta Pilkada itu dari parlemen karena terbentur aturan. Dimana, anggota DPRD yang maju sebagai peserta Pilkada harus berhenti dari jabatannya.

Acara pelepasan Sri-Edy dari parlemen dilakukan dalam sidang paripurna, siang tadi. Bupati Grobogan Bambang Pudjiono berserta Wakil Bupati Icek Baskoro hadir dalam kesempatan itu. Terlihat pula para pimpinan FKPD setempat dalam rapat tersebut.

Dalam sidang tersebut, keduanya diberi kesempatan untuk menyampaikan kata perpisahan. Meski maju berdua, namun kata perpisahan itu hanya disampaikan Sri Sumarni. Sementara Edy Maryono berdiri mendampingi Sri Sumarni dalam kesempatan itu.

Saat menyampaikan kata perpisahan, Sri Sumarni mengaku cukup berat harus meninggalkan gedung DPRD Grobogan. Sebab, selama 10 tahun dia sudah menjadi bagian disitu.

“Apa boleh buat. Karena konsekuensinya memang harus berhenti maka harus dijalani,” kata Ketua DPC PDIP Grobogan itu.

Sri juga mengucapkan banyak terima kasih kepada rekan kerjanya, pihak eksekutif dan para pimpinan FKPD atas jalinan kerja sama selama ini. Dia berharap, meski sudah tidak ngantor di dewan, tetap diterima untuk bersilaturahmi dengan mereka semua.

Dengan lengsernya Sri Sumarni, Wakil Ketua DPRD Grobogan HM Nurwibowo mendapat amanat menjabat Plt Ketua DPRD Grobogan. Sedangkan posisi Ketua Fraksi Kebangkitan Bangsa yang ditinggalkan Edy selanjutnya dipercayakan pada Agus Dwi Priyanto.

“Untuk proses pergantian antar waktu yang menggantikan saya atau Pak Edy Maryono sebagai anggota dewan belum dilakukan. Rencananya, prosesnya dilakukan setelah Pilkada sekalian dengan pengisian Ketua DPRD definitif,” imbuh Sri Sumarni, usai acara. (DANI AGUS/TITIS W)

Sanksi Sudah Menunggu Anggota TNI yang Tidak Netral Dalam Pilkada

Danrem 073/Makutarama Kolonel Kav Prantara Santosa saat tiba di Makodim 0717/Purwodadi (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Danrem 073/Makutarama Kolonel Kav Prantara Santosa saat tiba di Makodim 0717/Purwodadi (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Komandan Korem (Danrem) 073/Makutarama Kolonel Kav Prantara Santosa mengingatkan semua anggota TNI agar bersikap netral dalam pelaksanaan Pilkada.

Hal itu dilontarkan Danrem saat melangsungkan kunjungan ke Makodim 0717/ Purwodadi untuk memberikan pengarahan sekaligus memperkenalkan diri.

”Anggota harus bersikap netral. Tugas mereka hanya mengamankan jalannya Pilkada serentak nanti. Kalau ada anggota yang tidak netral, pasti akan ada sanksi berat,” tegasnya.

Sejumlah pejabat hadir menyambut kunjungan Danrem. Antara lain, Wakil Bupati Grobogan Icek Baskoro, Kapolres Grobogan AKBP Indra Darmawan Iriyanto dan pimpinan SKPD lainnya serta sejumlah pejabat.

Sementara itu, Dandim 0717/Purwodadi Letkol Arh Jan Piter Parningotan Gurning menambahkan, dalam pengamanan Pilkada nanti, pihaknya mengerahkan 130 anggota. Mereka nantinya akan membantu petugas pengamanan dari Polres Grobogan.
“Anggota nanti ada yang membantu pengamanan di tempat pemungutan suara, Kantor KPU Grobogan maupun tempat-tempat rawan terjadinya gesekan. Kami minta semua pasukan fokus melakukan pengamanan,” jelasnya. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)

Kepala Kesbanglinmas : Jika Ada PNS Tidak Netral Silahkan Laporkan

Kepala Kesbanglinmas Grobogan Yudi Sudharmunanto saat menjadi pembicara dalam kegiatan sosialisasi Pilkada  (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kepala Kesbanglinmas Grobogan Yudi Sudharmunanto saat menjadi pembicara dalam kegiatan sosialisasi Pilkada  (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Sesuai aturan, semua PNS diharuskan bersikap netral dalam pelaksanaan Pilkada. Bagi PNS yang tidak netral maka bisa mendapatkan sangsi yang cukup tegas.

Hal itu disampaikan Kepala Kesbanglinmas Grobogan Yudi Sudharmunanto saat menjadi pembicara dalam kegiatan sosialisasi Pilkada pada pengurus ormas dan LSM di Aula Kantor KPU setempat, siang tadi.

“Aturan mainnya sudah jelas, dimana PNS harus bersikap netral. Jika ada PNS yang tidak netral, maka silahkan laporkan pada panwas atau atasannya,” tegasnya.

Selain Yudi, narasumber sosialisasi juga diisi oleh anggota Panwaslu Grobogan Hartono. Satu narasumber lagi adalah Anggota KPU Grobogan Jati Purnomo.

Ketua KPU Grobogan Afrosin Arif menyatakan, selama tiga hari terakhir, pihaknya memang menggelar sosialisasi pada berbagai elemen masyarakat. Pada hari pertama, Selasa (15/9) sosialisasi disampaikan pada guru sekolah tingkat SMA. Kemudian, hari kedua giliran pengurus organisasi wanita yang jadi sasaran sosialisasi.

“Dari data yang kita miliki, tingkat partisipasi pemilih selalu mengalami penurunan. Untuk itu melalui sosialisasi ini kami ingin mendapat masukan dan menyebarkan informasi pilkada pada berbagai pihak supaya angka partisipasi pemilih ini bisa kita naikkan pada Pilkada 9 Desember nanti,” terangnya.

Dijelaskan, pada Pilkada tahun 2006, angka partisipasinya bisa sampai 70 persen. Kemudian, dalam Pilkada Grobogan tahun 2011 lalu, tingkat partisipasi pemilih turun jadi 67,6 persen.

Pada pemilihan Gubernur Jateng juga terjadi angka penurunan partisipasi pemilih. Yakni, dari 50,74 persen pada Pilgub 2008 menjadi 45,73 persen dalam Pilgub terakhir tahun 2013. Untuk pemilu legislati dan Pilpres angka partisipasi pemilih trennya juga menurun. Yakni, dari 80,20 persen pada pileg tahun 2004 turun jadi 71,89 persen di tahun 2009. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)

Sosialisasi Pilkada Grobogan Sasar Organisasi Wanita

Sosialisasi pilkada yang dilakukan KPU Grobogan kepada organisasi wanita (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Sosialisasi pilkada yang dilakukan KPU Grobogan kepada organisasi wanita (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – KPU Grobogan hari ini kembali menggelar acara sosialisasi pemilihan bupati dan wakil bupati yang digelar 9 Desember mendatang. Kali ini, giliran pengurus organisasi wanita yang dibidik KPU.

Selain dari KPU dan Panwaslu Grobogan, sosialisasi tadi juga melibatkan pihak BP3 AKB setempat sebagai nara sumber. Sehari sebelumnya, sosialisasi serupa juga diberikan buat guru sekolah tingkat SMA.

”Data yang kita miliki menunjukkan tingkat partisipasi pemilih selalu mengalami penurunan. Untuk itu, melalui sosialisasi ini kami ingin mendapat masukan dan menyebarkan informasi pilkada pada berbagai pihak supaya angka partisipasi pemilih ini bisa kita naikkan,” ujar Ketua KPU Grobogan Afrosin Arif.

Dijelaskan, pada pilkada tahun 2006, angka partisipasinya bisa sampai 70 persen. Kemudian, dalam Pilkada Grobogan tahun 2011 lalu, tingkat partisipasi pemilih turun jadi 67,6 persen.

Pada pemilihan Gubernur Jateng juga terjadi angka penurunan partisipasi pemilih. Yakni, dari 50,74 persen pada pilgub 2008 menjadi 45,73 persen dalam pilgub terakhir tahun 2013.

Untuk pemilu legislati dan pilpres angka partisipasi pemilih trennya juga menurun. Yakni, dari 80,20 persen pada pileg tahun 2004 turun jadi 71,89 persen di tahun 2009.

Sementara pileg terakhir tahun 2014, angka partisipasi pemilih 71,59 persen.

Terkait dengan kondisi itu, menurut Afrosin, bakal jadi pekerjaan besar bagi KPU untuk menggencarkan sosialisasi pilkada ke berbagai lapisan masyarakat.

Dia berharap, sisa waktu beberapa bulan akan dimaksimalkan untuk meningkatkan acara sosialisasi. Diharapkan dengan makin luasnya jangkauan sosialisasi akan berdampak dengan meningkatnya partisipasi pemilih pada pilkada nanti.

“Besok kita masih akan melakukan acara sosialisasi lagi. Adapun audiensnya adalah ormas dan LSM,” imbuhnya. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)

Siswa Diajak Mau Milih Bupati di Pilkada Grobogan

KPU melakukan sosialisasi tentang seputar Pilkada Grobogan kepada para guru. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

KPU melakukan sosialisasi tentang seputar Pilkada Grobogan kepada para guru. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Beragam cara dilakukan KPU Grobogan untuk mendongkrak angka partisipasi pemilih dalam Pilkada 9 Desember mendatang.
Salah satunya adalah menggandeng guru sekolah di tingkatan SMA. Hal itu terlihat seiring adanya kegiatan sosialisasi pilkada yang dilakukan terhadap 64 guru sekolah negeri maupun swasta di Aula KPU Grobogan pagi tadi.

“Terkait pilkada ini kami akan menyampaikan sosialisasi pada banyak pihak. Salah satunya, adalah melalui guru sekolah SMA, SMK dan MA,” ungkap Ketua KPU Grobogan Afrosin Arif saat membuka sosialisasi tersebut.

Menurutnya, guru sekolah sengaja dilibatkan dalam sosialisasi seiring banyaknya siswa sekolah tingkat SMA yang sudah memiliki hak pilih dalam pilkada nanti.

Dalam penetapan daftar pemilih sementara (DPS) lalu, ada tambahan pemilih baru hampir 63 ribu orang. Dari pemilih baru ini, banyak di antaranya berasal dari kalangan pelajar.

Materi yang disampaikan dalam kegiatan itu antara lain meliputi tahapan pelaksanaan pilkada, aturan, pentingnya menggunakan hak pilih dan pengawasan.

Dalam sosialisasi itu ada tiga narasumber yang dihadirkan. Yakni, dari KPU Grobogan, Dinas Pendidikan dan Panwaslu setempat.

“Kita harapkan para guru-guru ini nantinya bisa menyampaikan informasi yang didapat pada siswa dan lingkungan sekitar. Kita harapkan dengan sosialisasi ini, partisipasi pemilih khususnya pemilih pemula bisa menggembirakan,” imbuhnya. (DANI AGUS/AKROM HAZAMI)

Personel Sedikit, Panwas Minta Masyarakat Ikut Mengawasi Pelaksanaan Pilkada

 

Sosialisasi pengawasan partisipatif Pilkada Grobogan (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Sosialisasi pengawasan partisipatif Pilkada Grobogan (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Partisipasi berbagai elemen masyarakat sangat diharapkan dalam pelaksanaan Pilkada 9 Desember mendatang. Terutama, partisipasi dalam hal pengawasan.

Demikian disampaikan Koordinator Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Jawa Tengah Teguh Purnomo usai membuka Sosialisasi Pengawasan Partisipatif Pilkada Grobogan 2015 di Ruang Riptaloka Setda Grobogan siang tadi.

”Dalam pilkada serentak ini kami ingin mengajak peran serta masyarakat dalam hal pengawasan. Hal ini perlu dilakukan mengingat personel pengawasan kita jumlahnya terbatas,” ungkapnya.

Dalam sosialisasi tersebut, ada tiga narasumber yang dihadirkan sebagai pembicara. Yakni, Ketua KPU Grobogan Afrosin Arif, Dosen Unissula Semarang Amin Purnawan, dan Koordinator Divisi SDM Bawaslu Jawa Tengah Johana. Acara sosialisasi itu dihadiri pelajar, mahasiswa dan pengurus ormas.

Menurut Teguh, jumlah anggota panwas di tingkat kabupaten dan kecamatan, masing-masing hanya tiga orang. Kemudian, pengawas di tingkat desa satu orang dan tiap TPS ada satu pengawas.

Lebih lanjut dia menyatakan, dalam pelaksanaan pemilu sebelumnya, laporan pelanggaran yang diterima masyarakat baru berkisar 20 persen. Sementara pelanggaran yang ditemukan panwas mencapai 80 persen. Diharapkan, pada pilkada serentak ini partisipasi masyarakat dalam melaporkan adanya pelanggaran bisa lebih baik dari sebelumnya.

”Apabila melihat ada pelanggaran harap laporkan pada panwas terdekat. Laporan dari masyarakat ini pasti akan kami tindaklanjuti,” katanya. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)

Baliho Cabup-Cawabup Grobogan Sudah Nangkring di Simpang Lima Purwodadi

Baliho pasangan calon peserta pilkada  sudah terpajang di Bundaran Simpang Lima Purwodadi  (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Baliho pasangan calon peserta pilkada  sudah terpajang di Bundaran Simpang Lima Purwodadi  (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Ada pemandangan berbeda di bundaran Simpang Lima Purwodadi hari ini. Hal ini terkait dengan adanya dua baliho besar yang berisi gambar pasangan calon peserta Pilkada 9 Desember mendatang. Yakni, pasangan nomor urut satu, Icek Baskoro-Sugeng Prasetyo serta Sri Sumarni-Edy Maryono dengan nomor urut dua.

Baliho ini dipasang disisi selatan atau lurus dengan arah Jalan Diponegoro, Purwodadi. Baliho kedua pasangan calon dipasang berhimpitan. Gambar pasangan Icek-Sugeng dipasang di sebelah barat dan pasangan Sri-Edy sebelah timur.

”Pemasangan baliho ini baru dilakukan Minggu (6/9) malam sekitar pukul 20.00 WIB. Total ada 10 baliho bergambar pasangan calon yang kita pasang di lima titik,” jelas Ketua KPU Grobogan Afrosin Arif.

Lima baliho berukuran 4 x 6 meter yang disediakan KPU dipasang di lima lokasi. Selain di Purwodadi, baliho juga dipajang di Kecamatan Gubug, Godong, Wirosari, dan Kradenan.

Dijelaskan Afrosin, untuk mengenalkan pasangan cabup dan cawabup peserta Pilkada, KPU dapat alokasi dana Rp 1 miliar lebih untuk membuat beberapa alat peraga kampanye (APK). Selain baliho, APK yang dibuat antara lain berupa pamflet sebanyak 495 ribu lembar dan 10 ribu poster.

Disamping itu, tiap desa akan diberi dua spanduk untuk dipasang di lokasi strategis. Kemudian, pembuatan umbul-umbul yang disiapkan untuk ditempatkan di 380 titik pemasangan. Untuk pemasangan sarana sosialisasi itu akan dilakukan pihak KPU. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)

Ribuan Orang di Grobogan Berdoa untuk Pilkada Damai

Suasana doa bersama di Alun-alun Purwodadi yang dipimpin Habib Syech dilangsungkan dalam acara Grobogan Bersalawat, Jumat malam (28/8/2015). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Ribuan warga Jumat malam (28/8/2015) berdoa bersama agar pelaksanaan Pilkada di Grobogan 9 Desember mendatang berlangsung aman dan damai. Doa bersama di Alun-alun Purwodadi yang dipimpin Habib Syech itu dilangsungkan dalam acara Grobogan Bersalawat.

Acara itu diselenggarakan atas kerja sama Pemkab Grobogan, Polres Grobogan, Kodim 0717 Purwodadi, KPU Grobogan, dan jamaah Ahbaabul Musthofa. Acara Grobogan Bersalawat yang dimulai pukul 20.30 WIB itu dihadiri sekitar 5.000 orang. Selain warga Grobogan, banyak pula jamaah Ahbaabul Musthofa dari kota sekitar yang ikut hadir dalam acara tersebut.

”Saya dan rombongan ini datang dari Demak. Sengaja saya hadir mengikuti acara disini sekaligus bersilaturahmi dengan sahabat-sahabat di Purwodadi,” ujar Ahmad Tafriji.

Bupati Grobogan Bambang Pudjiono dan sejumlah pejabat ikut menghadiri acara tersebut. Hadir pula, Wakapolres Kompol Didik Priyo Sambodo, Dandim 0717 Purwodadi Letkol Jan Piter Parningotan Gurning, anggota KPU dan Panwaslu Grobogan. Dua pasangan calon peserta Pilkada Icek Baskoro-Sugeng Prasetyo dan Sri Sumarni-Edy Maryono ikut pula menghadiri acara tersebut.

Ketua KPU Grobogan Afrosin Arif terlihat cukup bersemangat menyampaikan beragam informasi seputar pelaksanaan Pilkada. Seperti masalah tahapan, waktu pelaksanan, dan jumlah pasangan calon peserta Pilkada. Dia juga meminta agar seluruh warga Grobogan yang memiliki hak pilih agar ikut menyukseskan Pilkada dengan datang ke TPS dan memberikan suaranya.

”Pelaksanaan Pilkada adalah kesempatan bagi semua warga untuk ikut menentukan pemimpin di Grobogan. Jadi, gunakan hak pilih Anda sebaik mungkin pada 9 Desember nanti,” ujarnya. (DANI AGUS/TITIS W)

Warga Grobogan Banyak yang Belum Tahu Ada Pilkada

egiatan FGD yang digelar di KPU Grobogan. Dari acara ini, terungkap jika ada sekitar 68,7 persen, warga yang belum tahu ada pilkada (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kegiatan FGD yang digelar di KPU Grobogan. Dari acara ini, terungkap jika ada sekitar 68,7 persen, warga yang belum tahu ada pilkada (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Meski pelaksanaan pilkada tinggal empat bulan lagi, namun hingga saat ini masih banyak warga yang belum tahu adanya hajatan besar untuk memilih bupati dan wakil bupati.

Hal itu terungkap dalam Focus Group Discussion (FGD) yang digelar KPU Grobogan bersama pimpinan parpol, LSM dan ormas, sore tadi.

”Sampai pertengahan Juni kemarin, sebanyak 68,7 persen warga belum mengetahui soal pelaksanaan Pilkada Grobogan yang akan digelar 9 Desember mendatang. Data ini berdasarkan hasil survei yang dilakukan tim KPU Grobogan,” ungkap Ketua KPU Grobogan Afrosin Arif saat mengawali diskusi tersebut.

Terkait dengan kondisi itu, menurut Afrosin, bakal jadi pekerjaan besar bagi KPU untuk menggencarkan sosialisasi pilkada ke berbagai lapisan masyarakat. Dia berharap sisa waktu beberapa bulan akan dimaksimalkan untuk meningkatkan acara sosialisasi.

Diharapkan dengan makin luasnya jangkauan sosialisasi akan berdampak dengan meningkatnya partisipasi pemilih pada pilkada nanti.

Masih dikatakannya, pada pilkada tahun 2006, angka partisipasi bisa mencapai 70 persen. Kemudian, dalam Pilkada Grobogan tahun 2011 lalu, tingkat partisipasi pemilih turun jadi 67,6 persen.

Pada Pemilihan Gubernur Jateng juga terjadi angka penurunan partisipasi pemilih. Yakni, dari 50,74 persen pada pilgub 2008 menjadi 45,73 persen dalam pilgub terakhir tahun 2013. Untuk pemilu legislatif dan pilpres, angka partisipasi pemilih trennya juga menurun.

”Data yang kita miliki menunjukkan tingkat partisipasi pemilih selalu mengalami penurunan. Untuk itu, melalui diskusi ini kami ingin mendapat masukan dari berbagai pihak supaya angka partisipasi pemilih ini bisa kita naikkan,” imbuhnya. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)

Angkot Bergambar Pasangan Calon Segera Dicopot

Beberapa atribut bergambar pasangan calon masih terpasang di angkot di Grobogan, pemasangan gambar tersebut tidak diperbolehkan karena saat ini sudah masuk masa kampanye. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Beberapa atribut bergambar pasangan calon masih terpasang di angkot di Grobogan, pemasangan gambar tersebut tidak diperbolehkan karena saat ini sudah masuk masa kampanye. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Pencopotan atribut bergambar pasangan calon yang dilakukan dua hari lalu tampaknya belum dilakukan menyeluruh. Buktinya, saat ini masih banyak angkot yang dipasangi gambar pasangan calon peserta Pilkada 9 Desember mendatang. Padahal, pemasangan gambar ini tidak diperbolehkan karena saat ini sudah masuk masa kampanye.

Kondisi ini berbeda dengan keberadaan atribut berbentuk baliho atau spanduk. Dimana, hampir di semua kawasan kota, atribut bergambar pasangan calon sudah hampir seluruhnya dicopot.

Ketua Panwaslu Grobogan Agus Purnama ketika dimintai komentarnya menyatakan, pemasangan gambar pasangan calon dalam kendaraan umum maupun pribadi termasuk kategori pelanggaran. Dalam waktu dekat, pihaknya akan mencopot atribut yang tertempel di kendaraan umum tersebut.

Menurut Agus, Sabtu (29/8/2015) besok, pihaknya akan menggelar rapat koordinasi dengan beberapa instansi terkait untuk menangani masalah itu. Yakni, dengan Polres Grobogan, Dishubkominfo, dan Satpol PP.

”Besok pagi kita akan bahas masalah atribut yang menempel pada kendaraan umum maupun pribadi. Rencananya, Senin (30/8) kita akan turun ke lapangan untuk mencopot gambar pasangan calon yang masih tertempel di kendaraan umum,” katanya. (DANI AGUS/TITIS W)

Satpol PP Grobogan Kerahkan Crane untuk Turunkan Atribut Pasangan Calon

pol PP sedang menurunkan atribut baliho pasangan calon Pilkada menggunakan crane untuk memudahkan pengambilan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

pol PP sedang menurunkan atribut baliho pasangan calon Pilkada menggunakan crane untuk memudahkan pengambilan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Petugas Satpol PP hari ini mulai menyisir kawasan Kota Purwodadi, untuk menurunkan beragam atribut yang sebelumnya dipasang oleh pasangan calon peserta Pilkada. Penurunan itu dilakukan karena hingga batas waktu yang ditentukan, atribut berbentuk spanduk dan baliho itu masih berada ditempat pemasangan.

Dalam kegiatan ini, pihak Satpol PP terpaksa mengerahkan satu unit mobil crane dari Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Kebersihan. Hal itu dilakukan untuk menurunkan atribut yang dipasang pada tempat tinggi dan sulit dijangkau bambu penyanggah.

Kasi Trantib Satpol PP Grobogan Widodo Joko Nugroho menyatakan, penertiban atribut hari ini difokuskan untuk kawasan kota. Soalnya, personel yang bertugas terbatas mengingat banyaknya agenda lain yang harus dilakukan. Untuk atribut di wilayah kecamatan ditertibkan secara bertahap.

”Untuk kawasan kota saja, jumlah atribut yang kita turunkan cukup banyak, sekitar 100 atribut. Kebanyakan bentuk atributnya berupa baliho dan spanduk,” jelasnya.

Sementara itu, terkait masih banyaknya spanduk atau baliho bergambar pasangan calon peserta Pilkada, Ketua KPU Grobogan Afrosin Arif sebelumnya sudah mengimbau agar tim sukses maasing-masing pasangan calon menurunkan sendiri atribut tersebut. Sebab, jika sudah masuk masa kampanye yang dimulai 27 Agustus mendatang, semua atribut diturunkan oleh Panwaslu dan Satpol PP.

Ketua KPU Grobogan Afrosin Arif menyatakan, pelaksanaan kampanye dimulai dengan pemasangan alat peraga yang dilakukan KPU. Hal itu dilakukan karena untuk sarana sosialisasi pasangan calon peserta Pilkada sudah disediakan pihak KPU. (DANI AGUS/TITIS W)

Polisi dan Demonstran Bentrok di Depan Kantor KPU Grobogan

Simulasi pengamanan Pilkada yang dilangsungkan di depan Kantor Badan Kepegawaian Daerah hingga Masjid Baitul Makmur Purwodadi, Rabu (26/8/2015). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Simulasi pengamanan Pilkada yang dilangsungkan di depan Kantor Badan Kepegawaian Daerah hingga Masjid Baitul Makmur Purwodadi, Rabu (26/8/2015). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Suasana mencekam terjadi pagi tadi di depan Kantor KPU Grobogan. Ratusan demonstran menggeruduk kantor penyelenggaran Pilkada. Massa yang semula berunjuk rasa dengan tenang akhirnya berubah jadi beringas. Sejumlah kendaraan jadi sasaran kemarahan perusuh dan sebagian ada yang dibakar. Selain itu, ada pula perusuh yang menjarah barang di sekitar tempat unjuk rasa.

Ratusan polisi yang bersiaga di depan Kantor KPU Grobogan mencoba menenangkan massa. Meski demikian massa yang jumlahnya semakin banyak tidak mau diajak kompromi. Akhirnya, petugas mulai bersikap tegas. Tembakan peringatan dilepaskan aparat untuk menghalau perusuh agar tidak anarkis. Selain itu, mobil water cannon juga dikerahkan untuk meredam keberingasan perusuh tersebut.

Beberapa pengunjuk rasa terpaksa dilarikan ke rumah sakit karena mendapat luka-luka. Setelah jatuh korban, para pengujuk rasa akhirnya ketakutan dan membubarkan diri.

Serangkaian peristiwa yang terjadi tadi bukan merupakan kenyataan. Tetapi bagian dari apel gelar pasukan dan simulasi pengamanan Pilkada yang dilangsungkan di depan Kantor Badan Kepegawaian Daerah hingga Masjid Baitul Makmur Purwodadi.

”Hari ini kami menggelar apel gelar pasukan operasi Mantap Praja Candi 2015. Dalam kegiatan ini kita gelar pula simulasi penanggulangan unjuk rasa anarkis, dalam rangka sipamkota pengamanan Pilkada Grobogan,” ungkap Kapolres Grobogan AKBP Indra Darmawan Iriyanto.

Indra menambahkan, dalam simulasi itu ada sekitar 800 personel yang terlibat. Selain personil dari polres dan polsek, peserta simulasi juga melibatkan Brimob Pati, Ditsabhara Polda Jateng dan TNI.

“Dalam pelaksanaan Pilkada nanti kita harapkan berlangsung aman dan lancar. Meski demikian, beragam langkah antisipasi mesti kita siapkan sejak awal,” ujarnya. (DANI AGUS/TITIS W)

Hasil Undian, Icek-Sugeng Nomor 1, Sri-Edy Nomor 2

Kedua paslon sedang memamerkan nomor urutnya usai pengundian nomor urut, yang dilangsungkan pagi tadi di Kantor KPU Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kedua paslon sedang memamerkan nomor urutnya usai pengundian nomor urut, yang dilangsungkan pagi tadi di Kantor KPU Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Pasangan Icek Baskoro-Sugeng Prasetyo berhasil mendapatkan nomor 1 dalam tahapan pengundian nomor urut, yang dilangsungkan pagi tadi di Kantor KPU Grobogan. Sementara pesaingnya, pasangan Sri Sumarni-Edy Maryono mendapatkan nomor 2.

Pengundian nomor urut pasangan calon itu dilakukan dalam rapat pleno terbuka yang dipimpin Ketua KPU Grobogan Afrosin Arif. Ikut hadir dalam kesempatan itu, Bupati Grobogan Bambang Pudjiono, Kapolres Grobogan AKBP Indra Darmawan Iriyanto, Sekretaris Daerah Grobogan Sugiyanto dan pimpinan FKPD lainnya.

Pasangan Icek-Sugeng dalam acara itu mendapat kesempatan pertama memilih nomor di dalam tabung. Berikutnya giliran pasangan Sri-Edy yang mengambil jatah undian. Kedua pasangan kemudian diminta membuka bersama-sama nomor yang ada dalam tabung tersebut. Baik Sri-Edy maupun Icek-Sugeng terlihat sama-sama puas dengan nomor yang didapat.

Sebelum pelaksanaan undian sempat terjadi interupsi yang dilakukan Budi Susilo selaku Ketua Tim Kampanye Icek-Sugeng. Budi meminta agar orang yang hadir di aula KPU Grobogan ditertibkan, karena ada beberapa pihak yang diundang tetapi tidak bisa masuk dalam ruangan lantaran sudah penuh. Akibat interupsi ini, acara pengundian nomor urut sempat diskors sekitar lima menit.

Usai pengundian nomor urut, kedua pasangan calon melakukan pembacaan ikrar Pilkada damai yang dipimpin Afrosin Arif. Setelah itu, kedua pasangan calon bergantian menyampaikan visi misi yang diusung dalam Pilkada.

”Secara keseluruhan acara inti berupa pengundian nomor urut pasangan calon berjalan lancar. Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan kegiatan pawai keliling kota sebagai salah satu bentuk sosialisasi pada masyarakat,” ujar Afrosin. (DANI AGUS/TITIS W)