Sertijab Bupati Blolra, Ihwan Singgung Wibawa Kepemimpinan Kokok

Penandatanganan Sertijab Bupati Blora Djoko Nugroho (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Penandatanganan Sertijab Bupati Blora Djoko Nugroho (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

MuriaNewsCom, Blora – Setelah dilantik pada 17 Februari lalu, pada Selasa (23/02/2016) digelar serah terima jabatan (sertijab) dari Penjabat Bupati Blora, Ihwan Sudrajat kepada Bupati Blora periode 2016-2021 Djoko Nugroho. Dalam sambutannya, Ihwan mengaku berterima kasih atas support dalam kepemimpinannya selama 189 hari dalam memimpin Blora.

Dalam sambutannya, Ihwan sempat menyinggung perihal wibawa kepemimpinan yang melekat pada diri Bupati Djoko Nugroho dan keluarganya. Selain memimpin untuk periode yang kedua. Pasalnya, kakak dari Djoko Nugroho, yakni Basuki Widodo (almarhum) yang juga memimpin selama dua periode di Kabupaten Blora.

”Seusai dari memimpin Blora, semoga saya mendapat tempat (jabatan baru, red) yang terbaik. Meski sekarang saya staf ahli Gubernur. Juga wibawa yang menempel pada pak Djoko Nugroho juga menempel ke saya,” kata Ihwan.

Bahkan, dalam waktu dekat ia akan menuliskan pengalaman memimpinnya ke dalam sebuah buku yang rencananya ia beri judul 189 Hari Jadi Bupati Blora, Waktu Terbaikku.

Sementara, dalam sambutannya, Djoko Nugroho mengapresiasi seluruh elemen yang ikut menjaga jalannya proses demokrasi yang sejak awal proses Pilkada hingga saat ini dirinya terpilih untuk periode kedua memimpin Blora. Ia juga mengapresiasi kepemimpinan Ihwan yang selama 189 hari itu, menurutnya banyak kebijakan yang tepat.

Ia juga memuji Ihwan sebagai seorang ekonom, detail dalam penyajian kebijakan serta regulatif dalam aturan. Bahkan, ia juga sempat memberikan sedikit job dalam sambutannya dalam mengapresiasi kinerja Ihwan Sudrajat.

”Temukan saya dengan Gubernur, akan saya mintakan jabatan yang terbaik kepada Gubernur untuk pak Ihwan,” pungkas Djoko Nugroho yang disambut dengan keriuhan tamu undangan.

Dalam sertijab dihadiri seluruh komponen Forkipimda, SKPD, dan Asisten III Bidang kesejahteraan rakyat Budi Wibowo mewakili Gubernur Jawa Tengah.

Editor : Titis Ayu Winarni

Doa Ibu memang Mujarab, Tak Percaya?Ini Bukti Nyata di Blora

Sulini, ibu dari Arief rohman (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Sulini, ibu dari Arief rohman (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

MuriaNewsCom, Blora – Arief Rohman, Wakil Bupati terpilih Blora yang pada 17 Februari mendatang akan dilantik secara bersamaan. Namun siapa sangka jika ada cerita unik tersendiri di balik kemenangannya itu.

Adalah ibu kandung Arief, Sulini.Ibunya membeberkan satu di antara rahasia sukses anaknya. Secara jujur, Sulini mengungkapkan jika dia tak pernah terbersit anak sulungnya akan jadi orang nomor dua di Blora.

“Yang pasti tak terpikirkan sebelumnya. Saya hanya ingin yang terbaik bagi anak-anak dan cucu saya,” kata Sulini kepada MuriaNewsCom saat ditemui di kediamannya di Dukuh Seren Kedungwungu, Banjarejo, Blora.

Sulini juga menuturkan jurus ampuhnya untuk Arief. Yaitu, dirinya setiap sehabis salat selalu mendoakan anaknya, untuk kebaikan anaknya. “Tidak hanya saya, namun bapak (ayah dari Arief Rohman) juga sangat serius dalam mendoakan anaknya itu,” ungkap Sulini.

Yang pasti, lanjut Sulini, ada saat-saat tertentu untuk berdoa yang dirasa mujarab. Dia menjelaskan, bahwa setiap habis salat magrib tak lupa ia melafalkan Surat Al Fatihah sebagai doa bagi anaknya itu.

Di sisi lain, Sulini mengungkapkan, ayah dari Arief setiap malam tak lupa selalu mendirikan salat tahajud. “Bapak kok yang doanya sangat berpengaruh, saya hanya baca Surat Al Fatihah sehabis salat magrib,” beber Sulini.

Editor : Akrom Hazami

Pasangan Terpilih Pilkada Blora Menunggu Bisa Dilantik Akhir Bulan

Pasangan Djoko Nugroho - Arief Rohman pemenang Pilkada Blora 2015. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Pasangan Djoko Nugroho – Arief Rohman pemenang Pilkada Blora 2015. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

BLORA – Pasangan Djoko Nugroho – Arief Rohman secara resmi memenangkan pilkada yang digelar di Kabupaten Blora. Tentunya mereka memiliki hutang berupa janji-janji yang sebelumnya mereka jual ketika kampanye dan harus ditepati ketika resmi setelah dilantik nanti.

Direncanakan akhir bulan ini pelantikan digelar oleh Kemendagri secara serentak, bagi daerah yang tidak ada sengketa pilkada yang diajukan ke Mahkamah Konstitusi. ”Ini lagi di Jakarta, mengawal SK Mendagri agar bisa ikut pelantikan akhir bulan ini,” ujar Arief Rohman, wakil bupati kepada MuriaNewsCom (02/01/2016) melalui telepon. Berita ini sekaligus meralat berita yang sebelumnya tertulis Arief Rohman, bupati, berjudul “Pasangan Terpilih Pilkada Blora Menunggu Bisa Dilantik Akhir Bulan

Selain itu, ia juga menambahkan, keberadaaannya di Ibu kota adalah untuk mencari peluang bagi kemajuan Blora. Dengan cara melakukan lobi kepada pemerintah pusat.

Jika memang akhir bulan ini jadi dilantik, pasangan tersebut segera melakukan langkah pertama dalam kepemimpinannya. Yakni dengan melakukan konsolidasi internal dengan seluruh SKPD, Camat dalam rangka menyatukan visi dalam pembangunan Blora. ”Visi misi kita menjadi prioritas, adalah Blora lebih sejahtera dan bermartabat,” ujar Arief Rohman.

Diketahui pasangan tersebut merupakan pemenang pilkada serentak yang digelar pada 9 Desember 2015 silam. Tahapan demi tahapan telah usai dilakukan oleh penyelenggara yakni KPU Blora. Saat ini adalah masa dimana mereka menunggu kepastian yang dari Mendagri memberikan keputusan untuk dilantik secara serentak bagi daerah sebagai peserta pilkada 2015. (RIFQI GOZALI/TITIS W)

Pasangan Terpilih Pilkada Blora Prioritaskan Infrastruktur Jalan

Ilustrasi

Ilustrasi

 

BLORA – Pasangan Djoko Nugroho dan Arief Rohman merupakan pasangan pemenang pada pilkada Blora. Sudah barang tentu di pundak mereka kemajuan Blora didambakan oleh seluruh masyarakat Blora.

”Prioritas kami tetap infratruktur jalan, mengingat Blora masih banyak jalan yang harus diperbaiki,” ungkap Arief Rohman Wakil Bupati terpilih kepada MuriaNewsCom (02/01/2016).

Selain pada lini infrastruktur, Arief juga menambahkan, pihaknya menggenjot sektor pariwisata dalam rangka meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) salah satunya dengan cara pengaktifan lapangan terbang Ngloram yang berada di cepu. ”Pengaktifan lapter Ngloram Cepu jadi bandara jadi fokus kita, agar ekonomi Blora bisa lebih maju meningkat dan sejahtera,” ungkap Wakil Bupati terpilih.

Apa yang direncanakan dalam rangka pengaktifan lapter Ngloram Cepu jadi Bandara menemui titik terang. Diketahui pada 11 November tahun lalu Garuda Indonesia resmi melakukan kerja sama sinergi kemitraan global dengan Pertamina. Dengan Pesawat Garuda Indonesia ATR 72-600, pesawat dengan mesin Turboprop kapasitas 70 penumpang beroperasi di beberapa lapangan terbang. Salah satunya adalah Ngloram Cepu yang kini menjadi hak kelola Kementerian ESDM. (RIFQI GOZALI/TITIS W)

Pasangan Terpilih Pilkada Blora Menunggu Bisa Dilantik Akhir Bulan

 

Pasangan Djoko Nugroho - Arief Rohman pemenang Pilkada Blora 2015. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Pasangan Djoko Nugroho – Arief Rohman pemenang Pilkada Blora 2015. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

BLORA – Pasangan Djoko Nugroho – Arief Rohman secara resmi memenangkan pilkada yang digelar di Kabupaten Blora. Tentunya mereka memiliki hutang berupa janji-janji yang sebelumnya mereka jual ketika kampanye dan harus ditepati ketika resmi setelah dilantik nanti.

Direncanakan akhir bulan ini pelantikan digelar oleh Kemendagri secara serentak, bagi daerah yang tidak ada sengketa pilkada yang diajukan ke Mahkamah Konstitusi. ”Ini lagi di Jakarta, mengawal SK Mendagri agar bisa ikut pelantikan akhir bulan ini,” ujar Arief Rohman bupati kepada MuriaNerwsCom (02/01/2016) melalui telepon.

Selain itu, ia juga menambahkan, keberadaaannya di Ibu kota adalah untuk mencari peluang bagi kemajuan Blora. Dengan cara melakukan lobi kepada pemerintah pusat.

Jika memang akhir bulan ini jadi dilantik, pasangan tersebut segera melakukan langkah pertama dalam kepemimpinannya. Yakni dengan melakukan konsolidasi internal dengan seluruh SKPD, Camat dalam rangka menyatukan visi dalam pembangunan Blora. ”Visi misi kita menjadi prioritas, adalah Blora lebih sejahtera dan bermartabat,” ujar Arief Rohman.

Diketahui pasangan tersebut merupakan pemenang pilkada serentak yang digelar pada 9 Desember 2015 silam. Tahapan demi tahapan telah usai dilakukan oleh penyelenggara yakni KPU Blora. Saat ini adalah masa dimana mereka menunggu kepastian yang dari Mendagri memberikan keputusan untuk dilantik secara serentak bagi daerah sebagai peserta pilkada 2015. (RIFQI GOZALI/TITIS W)

Ini Beda Pil KB dan Pilkada

Sarasehan paska pilkada yang di gelar oleh Forum Komunikasi Wartawan Blora di gedung Sasana Bhakti (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Sarasehan paska pilkada yang di gelar oleh Forum Komunikasi Wartawan Blora di gedung Sasana Bhakti (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

BLORA – Rentetan Pilkada Blora telah usai yang ditandai dengan ditetapkannya pasangan Djoko Nugroho-Arief Rohman oleh KPU Blora, (22/12/2015) lalu.

Selama ini, banyak dari pasangan Bupati dan Wakil Bupati terpilih setelah resmi dilantik lupa pada janji-janjinya saat kampanye. “Apa beda antara Pil KB dengan Pilkada? Kalau Pil KB, jika lupa, jadi. Kalau Pilkada, jika jadi, lupa,’’ ujar Rektor Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Kabupaten Bojonegoro, Doktor H Mundzar Fahman MM, saat menjadi narasumber Sarasehan Pascapilkada yang digelar Forum Komunikasi Wartawan Blora (FKWB) dengan tema “ Bersama Membangun Blora” di gedung Sasana Bhakti, Selasa (29/12/2015).

Menurut Mundzar, setiap pasangan calon kepala daerah wajib menyampaikan visi-misi selama masa kampanye. Jika pasangan calon terpilih, maka visi-misinya akan menjadi dokumen resmi daerah yang harus diperjuangkan realisasinya oleh pasangan calon yang bersangkutan.

Hanya saja, Mundzar Fahman yang juga mantan wartawan itu menegaskan, bupati dan wakil bupati terpilih tentunya juga tidak hanya terpaku pada pemenuhan janji-janji politiknya sebagaimana yang disampaikan dalam visi dan misinya tersebut. Kreatif, inovatif, dan responsif tentu mutlak diperlukan untuk mengubah potret Blora di masa depan yang lebih baik.

“Sebagai bupati incumbent atau petahana, Bupati Djoko Nugroho tentu sudah sangat pengalaman. Bupati sudah menguasai betul peta dan potret daerah yang dipimpinnya selama lima tahun terakhir. Ibarat kendaraan bermotor, bupati-dengan kemampuan dan pengalamannya- bisa langsung kecepatan tinggi. Keunggulan ini yang harus dioptimalkan,’’ katanya.

Sementara, Ketua Prodi Magister Ilmu Hukum Universitas Muria Kudus (UMK), Doktor Hidayatullah SH MHum yang juga sebagai narasumber pada sarasehan tersebut dalam paparannya berjudul Kebijakan Progresif dalam Membangun Daerah, mengajukan pertanyaan efektivitas pancapaian visi dan misi apakah ditentukan faktor person (kepala daerah, red) ataukan oleh sistem (pemerintahan).

Dia memberikan hipotesis bahwa faktor person penggerak yang efektif dalam sistem (pemerintahan). Dia lantas mencontohkan sejumlah kepala daerah yang berprestasi. Mereka di antaranya Walikota Surabaya Tri Rismaharini, Bupati Batang Yoyok Riyo Sudibyo, Walikota Bandung Ridwan Kamil serta Walikota Bogor Bima Arya. Kepala daerah tersebut pernah menerima penghargaan Bung Hatta Anti Corruption Award 2015. (RIFQI GOZALI/AKROM HAZAMI)

Pesaing Djoko –Arief di Pilkada Blora Tak Muncul di Pleno Penetapan Calon Terpilih

Djoko Nugroho-Arief Rohman menyampaikan sambutan dan ucapan terimakasih dalam pleno terbuka di Aula Gedung PKPRI Blora (MuriaNewsCOm/Rifqi Gozali)

Djoko Nugroho-Arief Rohman menyampaikan sambutan dan ucapan terimakasih dalam pleno terbuka di Aula Gedung PKPRI Blora (MuriaNewsCOm/Rifqi Gozali)

 

BLORA – Rapat pleno terbuka penetapan pasangan calon bupati dan wakil bupati terpilih yang digelar di Aula Gedung PKPRI tidak dihadiri oleh pasangan calon nomor urut 1 yakni Abu Nafi – HM Dasum, dan pasangan nomor urut 3 Kusnanto – Sutrisno.

Hanya pasangan nomor urut 2 yakni Djoko Nugroho dan Arief Rohman yang hadir dalam rapat pleno yang dilakukan KPU Blora tersebut.

Djoko Nugroho yang ditetapkan sebagai calon terpilih terpilih mengungkapkan, bahwa ketidakhadiran paslon yang lain karena dimungkinkan ada kesibukan lain. “Ketidak hadiran mereka mungkin ada kesibukan lain,” ujar Djoko Nugroho.

Kokok, sapaan akrab Djoko Nugroho, juga berencana akan merangkul pasangan calon yang lain untuk bersama-sama membangun Blora. Dia juga mengajak paslon nomor 1 dan nomor 3 untuk bersama-sama melangkah memajukan Blora.

Terkait ketidakhadiran dua pasangan calon lainnya, dirinya enggan berperasangka buruk. “Yang sudah, ya sudah, proses demokrasi sudah berakhir, mari bersama-sama membangun Blora,” kata Kokok.

Ia juga berencana akan menggelar rapat internal untuk menentukan langkah ke depan setelah dia dilantik sebagai pasangan Bupati dan Wakil Bupati Blora. Selain itu, dia juga akan menentukan waktu untuk bersama-sama mengundang paslon lain.

Pasangan Djoko-Arief ditetapkan sebagai calon terpilih berdasarkan hasil rekapitulasi yang dilakukan KPU Blora. Pasangan Djoko – Arief memperoleh suara sebanyak 253.394 (51,17%) dan pasangan Abu Nafi-M Dasum memperoleh suara 207.582 (41,92%). Sementara pasngan Kusnanto-Sutrisno memperoleh suara 34.205 (6,91%). (RIFQI GOZALI/KHOLISTIONO)

Ini Reaksi KPU Blora Begitu Tak Ada Calon Bupati yang Ajukan Gugatan

Komisioner KPU Blora bersama Bupati dan Wakil Bupati terpilih Djoko Nugroho-Arief Rohman (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Komisioner KPU Blora bersama Bupati dan Wakil Bupati terpilih Djoko Nugroho-Arief Rohman (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

BLORA – Ketua KPU Blora Arifin menyatakan, sampai saat ini tidak ada pasangan calon bupati yang melakukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Hal itu memperlihatkan bukti keberhasilan KPU Blora dalam menyelenggarakan tahapan demi tahapan Pilkada. “Itu ditandai dengan turunnya surat dari Mahkamah Konstitusi bernomor 119, mengenai tidak adanya sengketa pilkada,” katanya.

Tahapan demi tahapan telah terlaksana dengan lancar, dan kini merupakan puncak dari tahapan tersebut. Dia juga memberikan semangat kepada sesama rekannya yang duduk di KPU yang saat ini menghadapi gugatan di Mahkamah Konstitusi. Untuk Jawa Tengah ada empat, yakni Pekalongan, Sragen, Pemalang, dan Wonosobo.

Dia juga mengaku lega, atas lancarnya semua tahap meski ada sedikit kendala seperti halnya pendistribusian logistik. “Semua berjalan dengan lancar, ada sedikit kendala tapi semua bisa terselesaikan sesuai harapan,” ujar Arifin.

Meski semua prosesi sudah berjalan, untuk evaluasi KPU, Djoko Nugroho selaku bupati terpilih yang baru saja dikukuhkan oleh KPU Blora memberikan masukan kepada KPU.

Sebagai bupati terpilih, ia mengungkapakan bahwa partisipasi masyarakat Blora terhadap pilkada masih rendah. Juga, bahwasanya publikasi oleh KPU belum menyeluruh seperti pemasangan baliho hanya di kota-kota.

Sementara, Arifin mengatakan bahwasanya apa yang dilakukan KPU Blora sudah sesuai dengan aturan, yakni UU nomor 8 tahun 2015 perihal kampanye. (RIFQI GOZALI/AKROM HAZAMI)

PILKADA BLORA : Rekapitulasi Suara di PPK Blora Nyaris Ricuh

Sigit Dwi Cahyono saat menunjukkan bukti print out hasil rekapitulasi TPS 1 Bangkle dari sumber pilkada2015.kpu.go.id (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Sigit Dwi Cahyono saat menunjukkan bukti print out hasil rekapitulasi TPS 1 Bangkle dari sumber pilkada2015.kpu.go.id (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

BLORA – Penghitungan rekapitulasi hasil Pilkada Blora di tingkat PPK Blora nyaris ricuh, pada Jumat (11/12/2012) Saksi dari pasangan nomor nomor urut 2 Djoko Nugroho-Arief Rohman, memprotes saat pembacaan hasil pemungutan suara di TPS 1 Bangkle.

Dalam kesempatan tersebut, Sigit Dwi Cahyono, yang menjadi saksi nomor urut 2 mengajukan protes ke PPS Bangkle, lantaran jumlah hasil pemungutan suara dari TPS 1 Bangkle untuk pasangan nomor urut 2 tidak sama dengan hasil scan dari website KPU.

Mengacu hasil yang terdapat pada website KPU, bahwa paslon nomor urut 1 memperoleh suara 85, sementara pada form C1 hologram, tertulis paslon nomor urut 1 memperoleh 285 suara.

Dalam hasil scan form C1 PPS di website KPU, paslon nomor 1 memperoleh 285 suara, paslon nomor 2 memperoleh 260 suara dan paslon nomor urut 3 memperoleh 12 suara. Dengan jumlah suara sah 357 dan suara tidak sah 7 suara. Padahal jika dijumlah seharusnya suara sah sebanyak 557. Sedangkan untuk penggunaan surat suara di tempat tersebut cuma 364.

Sigit Dwi Cahyono menginginkan bahwa Ketua KPPS 1 Bangkle membuat surat pernyataan yang berisi tentang permintaan maaf atas kesalahan penulisan dan tidak ada unsur kesengajaan, yang menimbulkan kerancuan, seperti ada penggelembungan suara untuk nomor urut 1, yakni sebanyak 200 suara.

Semenetara, Rubiyastowo Ketua PPK Blora menjelaskan bahwa ini merupakan kesalahan yang tidak bertendensi untuk penggelembungan suara. “Ini murni human error, tidak ada unsur penggelembungan suara,” ujarnya.

Lulus Mariyonan Ketua Panwas Pilkada Kab Blora juga mengutarakan hal yang sama, bahwa itu merupakan kesalahan yang tidak ada tendensi untuk penggelembungan suara. “Pembenaran itu harus satu tingkat diatasnya, semisal kesalahan KPPS diselesaikan di PPS, kesalahan PPS diselesaikan di PPK,” tuturnya.

Suasana yang semula panas akhirnya mereda, setelah Ketua KPPS 1 Bangkle sepakat untuk membuat surat pernyataan permohonan maaf atas kesalahan penulisan yang tidak ada unsur kesengajaan. (RIFQI GOZALI/KHOLISTIONO)

PILKADA BLORA : Ini Angka Kemenangan Incumbent

Jumpa pers pasangan Djoko-Arief di pendapa Rumah Joglo Blora. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Jumpa pers pasangan Djoko-Arief di pendapa Rumah Joglo Blora. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

BLORA – KPU RI merilis perhitungannya dalam halaman resminya. Dari data itu terlihat data yang keluar meski belum seluruhnya.

Berikut perolehan suaranya.
Pasangan nomor 1 Abu Nafi-Dasum meraih perolehan : 144.800 suara (40,83%)
Pasangan nomor 2 Djoko Nugroho -Arief Rohman meraih perolehan : 184.274 suara (51,96%)
Pasangan nomor 3 M Kusnanto- Sutrisno, meraih perolehan : 25.593 suara (7,22%).
Praktis, pasangan Djoko-Arieflah peraih suara terbanyak. Di 16 kecamatan di Blora, mereka unggul dari lainnya.

Djoko sebagai pemenang tak mampu menyembunyikan keriangannya. Dia yang calon incumbent menuturkan, untuk melaksanakan visi misi serta program kerja yang telah disampaikan ketika kampanye, diperlukan sinergitas semua pihak. Apalagi tantangan Blora ke depan semakin berat. “Butuh kerja sama yang baik,” tuturnya. (AKROM HAZAMI)

PILKADA BLORA : Incumbent Menang, Begini Cara Syukurannya

Jumpa pers pasangan Djoko-Arief di pendapa Rumah Joglo Blora. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Jumpa pers pasangan Djoko-Arief di pendapa Rumah Joglo Blora. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

BLORA – Pasangan calon Bupati dan wakil Bupati Blora nomor 2 Djoko Nugroho-Arief Rohman menggelar jumpa pers, Kamis (10/12/2015). Bertempat di Pendapa Rumah Joglo Blora, dihadiri juga oleh pengurus partai pengusung yakni PKB, Nasdem, dan Hanura serta pengurus partai pendukung yakni PKS dan Hanura.

Mereka akan merangkul semua komponen guna membangun Blora lebih baik. Djoko yang juga calon incumbent menuturkan, untuk melaksanakan visi misi serta program kerja yang telah disampaikan ketika kampanye, diperlukan sinergitas semua pihak. Apalagi tantangan Blora ke depan semakin berat. “Butuh kerja sama yang baik,” tuturnya.

Beberapa poin yang mereka kampanyekan adalah melanjutkan pembangunan infrastuktur jalan di berbagai wilayah Blora, pembangunan di bidang pertanian, pengairan dan bidang-bidang lainnya.
Arief menambahkan, dalam masa tunggu hingga dilantik menjadi bupati dan wakil bupati, pihaknya akan melakukan konsolidasi internal. Selain itu juga merumuskan pekerjaan serta menginventarisasi apa yang menjadi suara masyarakat selama masa kampanye. “Kami susun semua itu,” katanya.

Sementara Arief berharap, kepada semua pendukung paslon nomor 2 untuk tidak merayakan kemenangan dengan berlebihan. Juga meminta tim untuk mengawal rekapitulasi penghitungan suara di semua tingkatan. (RIFQI GOZALI/AKROM HAZAMI)

PILKADA BLORA : Pj Bupati Ucapkan Selamat Cabup Menang di Tengah Makam

Pj Bupati Blora saat mengucapkan selamat di makam Basuki Widodo di Cepu, Blora. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Pj Bupati Blora saat mengucapkan selamat di makam Basuki Widodo di Cepu, Blora. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

BLORA – Pj Bupati Blora Ihwan Sudrajat mengucapkan selamat kepada cabup yang menang di pilkada, Djoko Nugroho-Arief Rohman. Ucapan selamat dilakukan di tengah makam.

Ya, hal itu dilakukannya saat jajarannya berziarah ke makam Basuki Widodo, mantan Bupati Blora di Cepu, dalam rangka rentetan Hari Jadi Blora ke-266, Kamis (10/12/2015).

Sebagaimana diketuhui, pasangan Djoko Nugroho – Arief Rohman sampai saat ini unggul dalam penghitungan cepat. “Pilkada telah usai, siapa yang menangpun sudah diketahui meski belum ditetapkan” ujarnya.

Dia juga berharap lima tahun mendatang seluruh elemen masyarakat agar bisa mendukung jalannya pemerintahan bupati terpilih. “Mari bersama-sama kita dukung, agar Blora lebih maju” tuturnya.

Dalam ziarah tersebut dihadiri oleh seluruh jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Blora, yang semuanya mengenakan pakaian adat jawa.

Sementara, Djoko berharap bagi semua calon agar bisa menerima dengan legawa. “Harapan saya, siapa yang menang dan siapa yang kalah bisa menerima dengan baik. Kalaupun ada kekeliruan dalam penyelenggaraan silahkan diproses secara hukum yang berlaku,” tuturnya. (RIFQI GOZALI/AKROM HAZAMI)

PILKADA BLORA: Kokok-Arif Masih Unggul di Tiap Kecamatan

Data quick count perolehan sementara suara masing-masing paslon di beberapa kecamatan di Blora yang mulai masuk di Panwascam Blora. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Data quick count perolehan sementara suara masing-masing paslon di beberapa kecamatan di Blora yang mulai masuk di Panwascam Blora. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

BLORA – Data sementara dari tiap TPS sampai detik ini paslon Djoko Nugroho-Arief Rohman masih unggul. Untuk beberapa kecamatan ada yang belum selesai merekapitulasi. Yakni Kecamatan Banjarejo, Kunduran, Randublatung, Cepu, dan Blora.

Masing-masing yakni paslon nomor 1 sementara meraup 42 persen suara, paslon nomor 2 meraup 52 persen, paslon nomor 3 meraup 6 persen suara.

Hasil hitung cepat di Kecamatan Cepu paslon 1 ada 16.275 suara, paslon nomor 2 terdapat 19.454, dan nomor urut 3 terdapat 3.737.

Untuk Kecamatan Randublatung paslon 1 miliki 16.298 suara, paslon 2 ada 16.624 suara, dan paslon 3 miliki 6.270 suara.

Kecamatan Jati paslon nomor 1 memperoleh 7.999 suara, paslon nomor 2 memperoleh 18.135, serta paslon nomor 3 memperoleh 1.613 suara.

Kecamatan Kunduran paslon nomor 1 memperoleh 19.124, paslon nomor 2 memperoleh 15.486, paslon nomor 3 memperoleh 2.163.

”Data masih bersifat sementara, masih bisa berubah,” ujar Slamet ketua Panwascam Blora ketika dihubungi MuriaNewsCom. (RIFQI GOZALI/TITIS W)

PILKADA BLORA : Unggul, Rumah Kokok Diserbu Ratusan Massa

Ratusan massa pendukung dan simpatisan ramaikan rumah Djoko Nugroho (Kokok). (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Ratusan massa pendukung dan simpatisan ramaikan rumah Djoko Nugroho (Kokok). (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

BLORA – Para simpatisan dan pendukung paslon Djoko Nugroho dan Arief Rohman ramai-ramai memadati kediaman Djoko Nugroho yang akrab disapa Kokok di Tempelan, Blora. Aroma kemenangan Kokok yang sementara ini masih unggul, ketimbang paslon yang lain. Hal tersebut, membuat para simpatisan dan pendukung memadati kediaman Djoko Nugroho.

Ummi Kulsum istri Djoko Nugroho mengaku, para simpatisan berdatangan dengan sendirinya sebagai bentuk dukungan kepada sang suami. ”Mereka para pendukung dan simpatisan berdatangan ke rumah, sebagai bentuk rasa syukur kepada bapak (Djoko Nugroho),” tuturnya.

Sementara, Djoko Nugroho saat ini belum bisa ditemui karena masih dalam keadaan capek. ”Bapak masih capek, belum bisa ditemui,” imbuh Umi Kulsum istri Djoko Nugroho.

Sementara ini data yang berkembang Djoko Nugroho masih unggul, untuk kevalidan data pemenang, masih harus menunggu pengumuman resmi dari KPU Blora. (RIFQI GOZALI/TITIS W)

PILKADA BLORA : Masing-masing Cabup di Blora Unggul di TPS Ia Mencoblos

Salah satu Cabup Blora Abu Nafi sedang menggunakan hak suaranya di TPS 2 Kelurahan Kauman. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Salah satu Cabup Blora Abu Nafi sedang menggunakan hak suaranya di TPS 2 Kelurahan Kauman. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

BLORA – Masing-masing cabup unggul di masing-maaing TPS dimana ia mencoblos. Yaitu Abu Nafi di TPS 2 Kelurahan Kauman unggul dengan perolehan suara 220, sementara paslon nomor 2 mendapat 62 suara, paslon nomor 3 mendapat 21 suara. Sedangkan suara rusak 10 dari jumlah Data Pemilih Tetap (DPT) 401.

Djoko Nugroho mencoblos di TPS 1 Kunden mendapatkan suara 180, sementara paslon nomor 1 Abu Nafi mendapat 48 suara, paslon nomor 3 mendapat 13 suara dan 13 suara tidak sah.

Kusnanto mencoblos di TPS 12 Jiken memperoleh 246 suara, paslon nomor 1 mendapat 79 suara, paslon nomor 2 mendapat 45 suara dan 8 suara tidak sah. (RIFQI GOZALI/TITIS W)

PILKADA BLORA : Para Cabup Blora Jago di Kandang

cabup menang kandang

 

BLORA – Masing-masing cabup unggul di masing-masing TPS tempat mereka mencoblos. Pasangan nomor urut 1 Abu Nafi-Dasum di TPS 2 Kelurahan Kauman unggul dengan perolehan suara 220. Sementara paslon nomor 2 Djoko Nugroho-Arief Rohman mendapat 62 suara, paslon nomor 3 Kusnanto-Sutrisno mendapat 21 suara, sedangkan suara rusak 10. Dari jumlah DPT 401.

Djoko Nugroho mencoblos di TPS 1 Kunden mendapatkan suara 180, sementara paslon nomor 1 mendapat 48 suara, dan paslon nomor 3 mendapat 13 suara serta 13 suara tidak sah.

Kusnan
to mencoblos di TPS 12 Jiken memperoleh 246 suara, paslon nomor 1 mendapat 79 suara, paslon nomor 2 mendapat  45 suara dan 8 suara tidak sah. (RIFQI GOZALI/AKROM HAZAMI)

PILKADA BLORA : Cabup dan Cawabup Blora ke TPS Diantar Keluarga

Calon Bupati Blora Abu Nafi melakukan pencoblosan di TPS di mana dia terdaftar (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Calon Bupati Blora Abu Nafi melakukan pencoblosan di TPS di mana dia terdaftar (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

BLORA – Calon Bupati Blora yakni, Abu Nafi, Djoko Nugroho, dan Kusnanto masing-masing mencoblos di TPS yang berbeda. Untuk Abu Nafi mencoblos di TPS 2 Kelurahan Kauman Blora, dia berangkat dari rumah pada pukul 08.15 WIB dari kediamannya di Mlangsen Blora.

Didampingi oleh istrinya Sulismini dan anak lai-lakinya Yanuar Rezano. Mereka melakukan pencoblosan pada pukul 08.20 WIB. Dia tidak memberikan komentar apa-apa, hanya berharap pilkada berjalan dengan lancar.

Lain halnya dengan Djoko Nugroho, dia berangkat dari kediamannya pada pukul 09.00 WIB di Tempelan. Dia melakukan pencoblosan di TPS 1 Kelurahan Kunden Blora. Di dampingi istrinya, yakni Umi Kulsum dan kedua anak laki-lakinya yakni, Judahan Satrio Nugroho dan Prayogo Nugrhoho.

Kabarnya, Kusnanto melangsungkan pencoblosan di TPS 12 Jiken. (RIFQI GOZALI/AKROM HAZAMI)

PILKADA BLORA : Cabup Blora Ini Sudah Yakin Akan Menang

Djoko Nugroho bersama istri Umi Kulsum saat menyalurkan suaranya di TPS 1 Kunden Blora (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Djoko Nugroho bersama istri Umi Kulsum saat menyalurkan suaranya di TPS 1 Kunden Blora (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

BLORA – Hari pemungutan suara menjadi hari yang sangat menentukan bagi kandidat calon bupati. Salah satunya, Djoko Nugroho.

Bahkan saat waktu pemilihan masih berlangsung, Djoko sudah percaya diri akan menang di Dapil 1 yang melingkupi Blora, Jepon, Bogorejo, dan Jiken. Serta menang di Dapil 2 melingkupi Sambong, Cepu, dan Tuban. Serta di Dapil 3 Kradenan, Randublatung, dan Jati.

“Target saya tidak banyak, yakni 60 persen. Harapannya ya tercapai dan bisa menang” tuturnya di TPS 1 Kunden Blora.

Sementara, ia juga akan menerima dengan legawa ketika kalah tanpa harus memproses secara hukum. “Kalau sesuai aturan kenapa harus menempuh secara hukum, kecuali secara hukum dirugikan baru menempuh jalur hukum,” tandasnya

Ia juga berharap, bahwa calon lain bisa menerima hasil pilkada selama prosesnya tidak melanggar hukum. “Apapaun hasilnya saya legawa, begitu sebaliknya dengan calon lain harapan saya memilik persepsi yang sama yakni juga legawa,” imbuhnya. (RIFQI GOZALI/AKROM HAZAMI)

704.864 Warga Blora Pilih Bupati Hari Ini

pilkada_01

 

BLORA – Sebanyak 704.864 warga Blora memanfaatkan suaranya memilih Bupati dan Wakil Bupatinya, hari ini Rabu (9/12/2015). Mereka berbondong-bondong menuju TPS se Kabupaten Blora yang berjumlah 1.681.

Dengan rincian pemilihnya adalah laki-laki sebanyak 347.213 dan perempuan sebanyak 357.651. Adapun untuk pengamanan telah dikerahkan sebanyak 580 personel gabungan.

“Personel itu akan mengawal dan mengamankan TPS se Kabupaten Blora mulai proses distribusi logistik, pemungutan suara hingga perhitungan dan pengiriman hasil rekapitulasi dari TPS ke PPS,” kata Kapolres Blora AKBP Dwi Indra Maulana. (AKROM HAZAMI)

580 Personel Kepolisian Disiagakan untuk Amankan Pilkada Blora

Kapolres Blora AKBP Dwi indra Maulana (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Kapolres Blora AKBP Dwi indra Maulana (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

BLORA – sebanyak 580 personel kepolisian disiagakan untuk mengawal pelaksanaan Pilkada Blora 9 Desember. Pengamanan tersebut diakukan di 1.681 TPS seluruh wilayah Blora.

Kapolres Blora AKBP Dwi Indra Maulana mengatakan, jumlah tersebut terdiri dari personel Polres Blora dan ditambah satuan Brimob. “Selain anggota kepolisian, kami juga dibantu rekan-rekan dari TNI, Satpol PP dan Linmas,” tuturnya.

Ia juga menegaskan, sejauh ini semua tahapan pilkada berjalan dengan normal. Hal ini, katanya, tak lepas dari partisipasi dan kedewasaan dari semua elemen masyarakat. “Kami bersyukur atas kedewasaan masyarakat, tim kampanye yang banyak memberikan kontribusi sangat besar atas keberlangsungan prosespilkada,” ujarnya.

Kemudian, terkait kemungkinan pelanggaran pada hari H pilkada nanti, pihaknya akan berkoordinasi dengan Panwas. “Mengenai pelanggaran apakah masuk dalam tindak pidana atau tidak, itu nantinya kami akan berkoordinasi dengan panwas,” imbuhnya.

Ia juga berpesan, agar seluruh masyarakat Blora tidak terprovokasi mengenai kabar yang berkembang, yang belum tentunya kebenarannya. (RIFQI GOZALI/KHOLISTIONO)

Ironis, Ternyata Blora, Grobogan, Demak dan Rembang Rawan Politik Uang

money_politik

 

REMBANG – Dari data Indeks Kerawanan Pemilu ( IKP ) yang dibuat oleh Bawaslu Republik Indonesia, potensi politik uang kemungkinan terjadi di tiga daerah di Keresidenan Pati. Yaitu Blora, Grobogan dan Rembang.

Adalah Blora dengan IKP 3,0; Demak IPK 2,5; Grobogan 3,5; dan Rembang 4,5. Penilaian itu didasarkan pada indek skerawanan politik uang yang dikeluarkan oleh Bawaslu Republik Indonesia. Dari data itu, Jawa Tengah memperoleh point 2,5 dari poin maksimal 5 angka. Angka 2,5 termasuk dalam posisi rawan dan bisa jadi di Jawa Tengah tingkat politik uangnya tinggi.

Koordinator Divisi Pengawasan dan Humas Bawaslu Jateng Teguh Purnomo mengatakan, praktik politik uang bisa dikemas dalam beragam modus. “Pada pelaksanaan pilkada, kedekatan figur calon kepala daerah yang berdekatan dengan pemilih langsung membuat kemungkinan politik uang juga semakin massif dalam pilkada,” katanya dalam rilis pers yang diterima.

Faktor banyaknya jumlah penduduk miskin suatu daerah menjadi salah satu hal yang dilihat dalam memetakan potensi kerawanan pemilih yang bisa menjadi target politik uang. (AKROM HAZAMI)

Antisipasi Hujan, Distribusi Logistik Pilkada Diamankan dengan Terpal

etugas PPK sedang menaikkan logistik ke dalam bak truk yang ditutup dengan terpal. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

etugas PPK sedang menaikkan logistik ke dalam bak truk yang ditutup dengan terpal. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

BLORA – Musim hujan yang bareng dengan diselenggarakannya Pilkada, membuat Panitia Penyelenggara Kecamatan (PPK) berhati-hati dalam mendistribusikan logistik Pilkada.

Hal ini disampaikan Umbaran Wibowo selaku ketua PPK Kecamatan Tunjungan, dalam pendistribusian logistik Pilkada ke setiap Panitia Pemungutan Suara (PPS) dipastikan setiap truk pengangkut dipasang terpal agar logistik terhindar dari kerusakan ketika hujan. ”Untuk mengantisipasi hujan dipasang terpal,” ujar Umbaran Wibowo kepada (7/12/2015).

Dalam pendistribusian juga dikawal oleh arapat pengamanan yang terdiri dari kepolisian dan Satpol PP serta dua anggota PPK. ”Distribusi dilakukan di 15 Desa se Kecamatan Tunjungan, sekali jalan menggunakan satu truk yang dikawal satu polisi, 2 Satpol PP, dan 2 PPK,” tutur Umbaran wibowo.

Distribusi yang dimulai pada pukul 08.00 WIB dipastikan hari ini bisa selesai dan terdistribusi kesemua desa.

Logistik yang didistribusikan di antaranya kotak suara beserta surat suara di dalamnya sebanyak 81 buah, bilik suara 324 buah, surat suara 37.074 ditambah 25 persen dari jumlah surat suara, dan alat coblos.

Terpisah, hari ini merupakan jadwal pendistribusian logistik Pilkada dari PPK ke masing-masing PPS. ”Pendistribusian logistik tanggal 7 Desember dipastikan tanggal 8 Desember semua logistik sudah sampai ke masing-masing PPK diseluruh wilayah di Blora,” tutur Suharto selaku sekretaris KPU Blora. (RIFQI GOZALI/TITIS W)

Masa Tenang, APK di Blora Dicopot

Panwas membersihkan APK pada hari tenang (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Panwas membersihkan APK pada hari tenang (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

BLORA – Sesuai dengan jadwal Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Blora, tanggal 6-8 Desember 2015 adalah masa tenang. Untuk itu, dalam masa tenang ini, alat peraga kampanye mulai dibersihkan di beberapa titik yang ada di wilayah Blora.

Anggota Panwas Kabupaten Blora Ninik Idhayanti mengungkapkan,penertiban alat peraga kampanye (APK) ini melibatkan seluruh jajaran Panwas dan KPU, Satpol PP, Polres, Kodim, DPPKKI, dan Kesbangpol.”Panwas bersama stake holder hari ini bergerak membersihkan APK, seperti banner, pamflet, stiker, dan lain-lain,” ujarnya.

Sebelumnya,Panwas Blora telah mengadakan rapat koordinasi dengan stake holder (3/12/2015). Dalam pertemuan tersebut, dibahas agenda persiapan masa tenang dan penertiban APK baik dari yang dibuat KPU maupun non KPU.

Merujuk pada Undang-Undang Nomor 8 tahun 2015 tentang Pemilu Kepala Daerah, disebut bahwa masa tenang berlangsung selama tiga hari sebelum pemungutan suara. Pada masa tenang para kandidat dilarang melakukan kegiatan kampanye apapun. (RIFQI GOZALI/KHOLISTIONO)

PNS Dukung Calon Bupati Blora Akan ‘Dihabisi’

PJ Bupati Blora Ihwan Sudrajat saat mengecek pasukan pada upacara Netralitas PNS pada pilkada seretak 9 Desember mendatang.  (MuriaNewsCom/Priyo)

PJ Bupati Blora Ihwan Sudrajat saat mengecek pasukan pada upacara Netralitas PNS pada pilkada seretak 9 Desember mendatang.  (MuriaNewsCom/Priyo)

 

BLORA – PJ Bupati Blora Ihwan Sudarajat mengatakan jika ada PNS yang melanggar atau ikut Pilkada, maka secara langsung akan mendapat sanksi berat.

Bagi PNS yang nantinya melanggar dan diketahui secara langsung ikut akan dihabisi masa kerjanya. Yakni dipecat langsung.

“Jika menurut PP 53 pasal 12 tahun 2010 PNS yang ikut ya akan dipecat langsung dari jabatannya “ jelas Pj Bupati Blora Ihwan Sudrajat, Kamis (17/9/2015).

Menurutnya selain larangan para PNS ikut secara langsung di dunia politik, sarana dan prasarana milik pemerintah juga tidak boleh digunakan untuk kepentingan politik.

Mulai dari sarana dan prasarana seperti tempat, mobil dinas dan sarana lain dilarang digunakan untuk dilakukan kepentingan politik.

“Aset-aset negara pun juga tidak diperbolehkan, dan sebenarnya untuk hadir dalam dunia politik pun juga tidak deperbolehkan” katanya

Oleh karena itu diharapkan para PNS bisa menaatinya. Sebab akan dapat sanksi berat yang menunggu. (PRIYO/AKROM HAZAMI)

Anarkis! Massa Bakar Sepeda Motor di Hadapan Ratusan Polisi

Massa nekat bakar sepeda motor di hadapan ratusan polisi (MuriaNewsCom/Priyo)

Massa nekat bakar sepeda motor di hadapan ratusan polisi (MuriaNewsCom/Priyo)

 

BLORA – Siang tadi, tiba-tiba ratusan orang mendatangi Kantor KPUD Blora. Massa yang datang dengan emosi, menuntut pihak KPU melakukan penghitungan ulang surat suara, yang diindikasikan ada kecurangan.

Massa yang sudah mendekati Kantor KPU sudah dihadang ratusan polisi. Massa diimbau untuk tidak melakukan tindakan anarkis. Namun, hal itu ternyata tidak dihiraukan massa yang sudah terusulut emosi.

Melihat massa yang terus mendesak masuk, akhirnya polisi menghadang agar tidak dapat masuk ke kantor KPU. Namun, hal ini justru membuat suasana bertambah panas, dan akhirnya bentrok antara aparat dengan massa tidak terhindarkan.

Puncaknya, massa melakukan pembakaran ban bekas dan satu sepeda motor yang ada di tempat tersebut. Mengetahui hal ini, petugas kepolisian berupaya memadamkan api dan membubarkan massa secara paksa.

Eits…jangan dikira ini aksi anarkis yang sebenarnya, karena hal ini hanyalah sebuah simulasi sistem pengamanan kota yang digelar Polres Blora, dalam rangka kesiapan keamanan menghadapi pilkada 9 Desember mendatang.

”Pelaksanaansimulasiiniadalahuntukpersiapanmenghadapi pilkada, danuntukmengantisipasiapabilaterjadikejadian yang tidakdiinginkanterkaitunjuk rasa yang sifatnya anarkis,” ujar KapolresBlora AKBP DwiIndraMaulana  melalui Kabag Ops KompolWilhelmusSareng Kelang, Kamis (17/9/2015).

Menurutnya, simulasitersebut telahdipersiapkanberkali-kali untukmenghadapikejadian yang sesungguhnya,meskipuntindakanrepresiftidakdiinginkan.

“Kekuatandarielemenmasyarakat sangat kuat, sehingga untuk mengantisipasi hal itu kami lakukan latihan beberapa kali. Namun demikian, kami berharap pada pilkada serentak 9 Desember mendatang bisa berjalanlancar, tertibdanaman hingga akhir penghitungan suara nanti,” ungkapnya. (PRIYO/KHOLISTIONO)