Si Gebyok dan Badut KPU Kudus Blusukan ke Pasar Sosialisasikan Hari Coblosan

MuriaNewsCom, Kudus – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kudus melaksanakan sosialisasi hari pencoblosan Pilgub dan Pilbup 2018. Sasarannya adalah pedagang-pedagang Pasar Bitingan, Kamis (29/3/2018) pagi.

Meskipun gaung pilkada telah ramai sejak Februari 2018, melalui berbagai kampanye, namun nyatanya masih banyak warga yang belum tahu akan gelaran ini. Seperti Wahyuni (37) ia mengaku belum ngeh kapan hari coblosan akan berlangsung.

“Ini baru tahu setelah didatangi oleh petugas, kapan hari coblosannya dimulai. Tanggal 27 Juni. Kalau sebelumnya kan tidak tahu,” ujar pedagang Pasar Bitingan itu.

Arif Susanto anggota PPK Kecamatan Jati mengungkapkan sosialisasi tersebut merupakan upaya guna memberi edukasi pada calon pemilih. Selain itu, ia mengaku memang sebagian warga masih belum menaruh perhatian akan pilkada 2018.

“Kami memberitahu mereka yang belum tahu dan mengingatkan bahwa nanti pada tanggal 27 Juni 2018 akan diselenggarakan coblosan pilkada, baik pilbup Kudus dan Pilgub Jateng,” ujarnya.

Sebagai pengingat petugas KPU Kudus memberikan stiker bertuliskan hari dan tanggal coblosan. Disamping itu, turut ikut serta maskot Si Gebyok yang menjadi ikon pilkada Kudus.

Editor: Supriyadi

Besok, KPU Grobogan Gelar Uji Publik Serentak Terkait DPS Pilgub Jateng

MuriaNewsCom, Grobogan – Kegiatan uji publik serentak terkait Daftar Pemilih Sementara (DPS) Pilgub akan dilakukan KPU Grobogan, Selasa (27/3/2018) besok. Uji publik serentak akan digelar pada 2.363 titik atau sesuai dengan jumlah TPS yang disiapkan untuk pelaksanaan Pilgub 2018.

Komisioner KPU Grobogan Saikur Rokhman menyatakan, uji publik serentak dilakukan guna menumbuhkan gerakan sadar memilih pada Pilgub nanti. Uji publik juga bertujuan untuk mengajak masyarakat secara bersama-sama untuk ikut meneliti data pemilih pribadi dan keluarga apakah sudah sesuai dengan identitas sebenarnya atau belum.

“Uji publik ini dilakukan untuk memastikan seluruh keluarga yang punya hak pilih, sudah terdaftar dalam DPS. Jadi, dalam uji publik serentak nanti, kepala keluarga akan diundang oleh PPS untuk ikut meneliti DPS,” jelasnya.

Menurut Saikur, sebelumnya, KPU Grobogan sudah menggelar rapat pleno untuk menetapkan daftar pemilih sementara (DPS) Pilgub Jateng 2018, Rabu (14/3/2018) lalu. Jumlah pemilih yang masuk dalam DPS sebanyak 1.096.278 orang. Rinciannya, sebanyak 544.689 laki-laki dan 551.589 perempuan.

Sesuai PKPU No 2 Tahun 2018, DPS tersebut harus dipasang pada papan pengumuman dan tempat strategis agar bisa dilihat dan nantinya mendapat tanggapan atau masukan masyarakat. Masa pemasangan DPS dimulai sejak 24 Maret sampai dengan 2 April mendatang.

“Selain lewat uji publik serentak, masyarakat juga bisa menanggapi DPS secara langsung lewat PPS setempat. Waktu untuk memberikan masukan terkait DPS sampai 2 April,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Berkunjung ke Ponpes Alhamdulillah Rembang, Gus Yasin Tak Minta, Tapi Minta Ini

MuriaNewsCom, Rembang – Calon Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin melakukan kunjungan ke komplek makam Mbah Syahid di Pondok Pesantren Alhamdulillah, Kemadu, Sulang, Kabupaten Rembang, Minggu (25/3/2018).

Di sana pria yang akrab disapa Gus Yasin bertemu dengan seratusan orang yang sedang melaksanakan suluk iktikaf selama 10 hari. Mereka terdiri atas perempuan dan pria paruh baya yang melaksanakan suluk iktikaf selama 10 hari. Selama itu, para peziarah beribadah dengan khusyuk mulai dari puasa hingga membaca Alquran.

“Pertemuan menika sonten (sore ini) kita syukuri, semoga dapat rahmat dan barokah,” kata Yasin.

Dalam kesempatan itu, ia juga mengenalkan dirinya sebagai calon wakil Gubernur Jawa Tengah yang mendampingi Ganjar Pranowo. Tapi, ia tidak meminta para jemaah memilihnya, melainkan para jemaah harus mendekatkan diri pada ulama.

“Saya minta jenengan (kalian), ngajak tetangganya disuruh dekat dengan kiai dan ulama,” kata politisi PPP itu.

Ia menjelaskan, Nabi Muhammad SAW pernah bersabda akan datang kaum yang lari dari ulama. Kaum itu akan mendapat tiga musibah yaitu, pertama berusaha seperti apapun, rezeki tidak akan barokah. Nomor dua akan dipimpin orang yang dzalim. Dan, terakhir, matinya tidak akan dianggap sebagai orang islam.

Almarhum KH Syahid adalah ulama kharismatik pada masanya dan murid dari kakek Gus Yasin.  Selain ziarah, Gus Yasin juga bersilaturrahim ke kediaman  KH Najib Leran di  Sluke, KH Ahmad Najib (Rois JATMAn Syu’biyyah), Kh Mundzir bin Khoiri Gegersimo, KH Hazhim Mabrur Asawahan R dan  sejumlah ulama lain di Kabupaten Rembang.

Editor: Supriyadi

Harlah NU di Alun-alun Purwodadi Dihadiri Taj Yasin, Begini Sikap Panwaslu Grobogan

MuriaNewsCom, GroboganPeringatan Harlah ke-92 Nahdlatul Ulama (NU) yang dilangsungkan di alun-alun Purwodadi sempat diwarnai sedikit kejutan, Rabu (28/2/2018) malam. Hal ini terkait kedatangan Taj Yasin, salah satu calon Wakil Gubernur Jateng dalam Pilkada mendatang.

Yasin tiba di lokasi acara hampir bersamaan dengan saat Bupati Grobogan Sri Sumarni hendak menyampaikan sambutan di panggung timur (khusus putri). Politisi asal Rembang ini kemudian dipersilahkan naik ke atas paggung tengah (khusus putra) yang ditempati para pejabat dan ulama.

Sebelum duduk dilantai panggung, Yasin sempat menempelkan kedua telapak tangannya didepan wajah sebagai bentuk penghormatan pada ribuan jamaah yang hadir dalam acara tersebut. Yasin berada di lokasi acara sekitar 30 menit saja.

Begitu bupati meninggalkan lokasi usai menyampaikan sambutan, Yasin juga ikut turun panggung. Setelah itu, Yasin berjalan beriringan dengan Sri Sumarni menuju pendapa kabupaten. Sri Sumarni sempat berbincang-bincang sejenak dengan Yasin di ruang transit kantor bupati. Setelah itu, Yasin kemudian mohon diri.

Sebelum meninggalkan kawasan pendapa dengan mobil Inova hitam bernomor polisi H 7898 XY, Yasin sempat dicegah wartawan yang meminta statmen soal kehadirannya dalam acara peringatan harlah tersebut. Dihadapan wartawan, Yasin menyatakan, kehadirannya dalam acara harlah tidak ada kaitannya dengan politik tetapi dalam kapasitasnya sebagai warga NU.

”Saya justru menghendaki agar NU tidak berpolitik. Tetapi, NU harus dibiarkan sebagai orang tua kami semua serta orang tua partai-partai. NU itu tidak dimana-mana, tapi ada dimana. Partai-partai harus menghormati NU,” cetusnya.

Sementara itu, komisioner Panwaslu Kabupaten Grobogan Sahirul Alim menegaskan, pihaknya tidak menemukan adanya unsur pelanggaran soal kehadiran Taj Yasin. Meski Yasin sempat berada di atas panggung, namun tidak ada unsur kampanye yang dilakukan.

”Kami tidak menemukan adanya unsur kampanye yang dilakukan. Saat ada di panggung, ia (Taj Yasin) hanya diam saja,” kata Sahirul yang ikut memantau acara peringatan harlah hingga selesai itu.

Editor: Supriyadi

Berkunjung ke Sesepuh Sedulur Sikep Kudus, Ganjar Diberi Wejangan Ini

MuriaNewsCom, Kudus – Ganjar Pranowo sowan ke rumah Wargono, sesepuh Sedulur Sikep Kudus yang tinggal di Dukuh Kaliyoso, Desa Karangrowo, Kecamatan Undaan Senin (26/2/2018). Ia datang disertai istrinya Siti Atiqoh Supriyanti.

Mengenakan batik warna coklat tua, ia tiba di kediaman Wargono pukul 12.45 WIB. Setelah menyalami tuan rumah, ia mengungkapkan kedatanganya ini untuk melunasi janji.

Menurut politisi PDIP itu, tokoh sedulur sikep tersebut bukanlah orang asing baginya. Beberapa kali ia pernah bertemu dan menyambangi rumahnya.

Aku arep nglunasi janji (berkunjung),” kata Ganjar.

Dalam perbincangan tersebut, Ganjar dan Wargono nampak akrab. Sesekali Wargono yang memakai pakaian serba hitam, menceritakan tentang aktifitasnya bertani, hingga urusan lambungnya yang pernah terserang maag akut.

Layaknya teman lama, mereka saling bertukar kabar dan saling mendoakan satu sama lain.

Namun dalam satu perbincangan, Wargono yang mengetahui Ganjar akan nyalon sebagai Gubernur untuk kali kedua, sempat menitipkan pesan.

Jateng iki kanggo lumbung pari. Iki dieling-eling. (Jateng harus dibuat sebagai lumbung padi. Ini harus diingat-ingat),” ujar Wargono yang merupakan orang tua kandung Gunarti, aktifis yang menolak pendirian pabrik semen di lereng Kendeng Pati dan Rembang.

Mendengar hal itu, Ganjar mengiyakan. “Iya-ya bener berase dewe turahe 3,5 juta ton. Terus tak kirim neng  Kaltim, Pekanbaru lan Sumbar. (iya betul, produksi beras kita masih ada kelebihan 3,5 juta ton, ters sisanya ada yang saya kirim ke Kaltim, Pekanbaru dan Sumbar),” kata Ganjar.

Setelah momen tersebut, kemudian obrolan Ganjar dan Wargono terlihat lebih cair. Mereka kerapkali membahas tentang keluarga masing-masing.

Setelah hampir dua jam bercengkrama, Ganjar kemudian meninggalkan kediaman Wargono menuju Solo.

Editor: Supriyadi

Ganjar Bicara Soal Ilmu ’Ndilalah’ saat Sambangi Kudus

MuriaNewsCom, Kudus – Calon Gubernur Jateng Ganjar Pranowo bicara soal ndilalah, saat menghadiri Rapat kerja cabang khusus (Rakercabus) di GOR Wergu Kudus, Rabu (21/2/2018).

“Ilmu ndilalah (asal kata Alhamdulilah,-red, kebetulan) itu seperti doa, kok bisa ya nomernya sama (nomor urut calon Gubernur dan calon bupati dan wabup Kudus). Kok bisa nama wakilnya dua-duanya Yasin, jamaah ngajinya Pak Musthofa (Ketua DPC PDIP Kudus) pun namanya yasin. Itu bukan klenik karena kita tidak dukun,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia memaparkan rumah yang disewanya bernomor satu. Demikian pula rumah calon wakilnya Taj Yasin yang memiliki nomor yang sama.

“Ini (serba kebetulan) bagian dari doa, namun doa saja tak cukup, kita harus berikhtiar (berusaha),” ungkapnya.

Ganjar menyebut, pasangannya dengan Taj Yasin merupakan pasangan nasionalis-keagamaan. Terlebih lagi, usulan calon wakilnya berasal dari ijtihad ulama dengan partai pengusung.

“Ini seperti kehendak Allah, karena cari wakil kemana-mana tidak dapat, karena ijtihad‎ pimpinan partai kami dengan kyai, muncul lah nama Gus Yasin. Ini seperti representasi rakyat,” kata dia.

Calon Gubernur Jateng Ganjar Pranowo (tiga dari kanan) berbincang dengan Ketua DPC PDIP Musthofa (dua dari kanan) saat menghadiri Rapat kerja cabang khusus (Rakercabus) di GOR Wergu Kudus, Rabu (21/2/2018). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

Adapun rapat kerja cabang khusus di Kudus, merupakan acara yang kesekian kali setelah dilakukan Banyumas dan Solo raya. Ia mengharapkan konsolidadi tersebut, dapat memenangkannya sebagai calon gubernur.

“Ini artinya mesin partai sudah mulai panas, sudah mulai menggelinding. Saya hanya titip jangan membuat berita hoax dan memecah belah,” urainya.

Ketua DPC Kudus Musthofa mengatakan, pihaknya memenangkan Ganjar-Yasin di Pilkada Kudus. Selain itu, dirinya juga siap memenangkan pasangan calon bupati-wakil bupati Kudus Masan-Noor Yasin.

“Tolong jangan permalukan saya, saya sudah dua periode (sebagai bupati Kudus), memenangkan PDIP Perjuangan di Kudus. Tak ada kata lain mari kita menangkan Ganjar (sebagai gubernur Jateng) dan Masan (sebagai bupati Kudus),” ucapnya didepan khalayak, yang terdiri dari kader, persatuan guru non PNS, kelompok tani dan kelompok UMKM.

Dalam kesempatan itu, ikut hadir paslon cabup-cawabup Kudus Masan-Noor Yasin, dan unsur parpol PDIP Jateng.

Editor: Supriyadi

Hasil Verifikasi, KPU Grobogan Nyatakan PKPI Tak Memenuhi Syarat 

MuriaNewsCom, GroboganKPU Grobogan menyampaikan laporan hasil pelaksanaan verifikasi faktual (Verfak) yang sudah dilakukan beberapa hari lalu, Jumat (2/2/2018). Dalam laporan itu disebutkan, ada satu parpol di Grobogan, yakni Partai Keadilan Persatuan Indonesia (PKPI) yang dinyatakan Tak Memenuhi Syarat (TMS).

Saat acara penyampaikan laporan verfak tadi bahkan tidak ada pengurus PKPI yang hadir. Termasuk sang ketua ataupun jajaran pengurus harian.

Sementara 14 parpol lainnya dinyatakan memenuhi syarat. Yakni, Partai Perindo, Nasdem, Hanura, PKS, Gerindra, PPP, Golkar, Partai Berkarya, Garuda, Partai Demokrat, PDIP, PAN, PKB dan PBB.

Meski demikian, khusus untuk PBB masih ada catatan yang diberikan KPU Grobogan. Yakni, jumlah pengurus perempuan belum memenuhi kuota 30 persen, seperti ketentuan.

Ketua KPU Grobogan Afrosin Arif menyatakan, hasil verfak PKPI dinyatakan belum memenuhi syarat. Kemudian, untuk PBB sudah memenuhi syarat tetapi ada catatan. Yakni, menambah jumlah pengurus perempuan biar sesuai kuota 30 persen.

”Untuk PKPI dan PBB masih diberi toleransi melengkapi kekurangan mulai tanggal 3 hingga 5 Februari,” jelasnya.

Editor: Supriyadi 

Polres dan Masyarakat Grobogan Gelar Doa Bersama untuk Kesuksesan Pilkada 2018

MuriaNewsCom, GroboganMenyambut pelaksanaan Pilkada serentak 2018, Polres Grobogan menggelar acara pengajian dan doa bersama, Jumat (2/2/2018). Sejumlah pihak ikut dilibatkan dalam acara yang dilangsungkan di aula Jananuraga Mapolres Grobogan tersebut.

Antara lain, perwakilan FKPD, alim ulama, tokoh agama dan tokoh masyarakat, serta organisasi keagamaan se-Kabupaten Groboga, Ketua KPU Afrosin Arif dan Ketua Panwaslu Agus Purnama. Hadir pula, Pengasuh Pondok Pesantren Istianah Plangitan Kabupaten Pati KH Nurrohmat yang didaulat untuk mengisi pengajian dan memimpin doa bersama.

Wakapolres Grobogan I Wayan Tudy Subawa mengatakan, dalam waktu dekat, akan dilangsungkan Pilkada untuk memilih Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah. Dengan ajang pengajian dan doa bersama diharapkan bisa menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif sehingga pelaksanaan seluruh tahapan Pilkada bisa berjalan lancar.

”Melalui acara ini, kami memohon doa pada Tuhan YME agar selama pelaksanaan Pilgub 2018 nanti berjalan aman dan kondusif. Mulai dari pra pelaksanaan, saat pencoblosan, hingga paska Pilkada bisa berlangsung aman dan lancar,’” katanya.

Dalam kesempatan itu, I Wayan Tudy meminta pada tokoh agama, alim ulama, dan pengurus organisasi keagamaan di tiap-tiap kecamatan Kabupaten Grobogan untuk ikut menjaga lingkungannya agar tetap kondusif. Hal itu diperlukan supaya masyarakat bisa tenang dan tidak merasa was-was saat memberikan hak pilihnya.

Ketua KPU Grobogan Afrosin Arif meminta agar seluruh warga Grobogan yang memiliki hak pilih agar ikut menyukseskan Pilkada dengan datang ke TPS dan memberikan suaranya.

”Pelaksanaan Pilkada adalah kesempatan bagi semua warga untuk ikut menentukan pemimpin. Jadi, gunakan hak pilih Anda sebaik mungkin dalam Pilgub nanti,” ujarnya.

Sementara itu, KH Nurrohmat dalam tausiahnya mengingatkan pada masyarakat untuk tidak ikut emosi saat calon yang didukungnya mengalami kekalahan. Soalnya, kalah atau menang sudah jadi risiko dalam penyelenggaraan demokrasi.

“Saya minta jangan sampai ada pertengkaran dan pertikaian berkaitan dengan Pilkada. Jangan ikuti emosi, terutama saat muncul kampanye hitam,” ujarnya.

Agar tidak salah pilih, ia meminta agar masyarakat dapat mengenal calon yang didukungnya lebih dulu. Caranya, dengan mengetahui rekam jejaknya dan mencermati program-program yang ditawarkan.

“Hal ini penting dilakukan. Setelah mempelajari dan mengenal calon maka pilihlah dengan penuh keyakinan. Jangan terpancing dengan isu-isu negatif dan jangan terima politik uang, karena itu tidak dibolehkan,” imbunya.

Editor: Supriyadi

Safari ke Ulama NU Pantura Timur, Ida Berharap Dulang Suara Kaum Nahdliyin

MuriaNewsCom, Kudus – Ida Fauziyah Bakal Calon Wagub Jateng, bersafari ke ulama-ulama pantura timur. Ia mengaku tengah menggalang dukungan dan restu dari kyai sepuh dan kalangan NU di Kudus, Jepara, Blora, Rembang dan Grobogan.

Perjalanan Ida dimulai dari Kudus. Di Kota Kretek ia mengaku sowan ke beberapa ulama seperti Kyai Sya’roni Ahmadi dan KH Badawi Basyir. Di Rembang ia memiliki agenda untuk berkunjung ke Kyai Mustofa Bisri.

“Ini kunjungan saya bagi, antara saya dan Pak Sudirman (bakal calon gubernur jateng) agar efektif dan bisa menjangkau semua,” katanya kepada awak media di Kantor PCNU Kudus, Rabu (1/2/2018).

Baca: Datang ke Kudus, ‎Ida Fauziyah Minta Doa Yi Sya’roni Ahmadi

Disinggung mengenai kunjungannya ke kiai-kiai sepun Nahdlatul Ulama, Ida mengakui doa dan restu dari mereka untuk mengunduh suara Nahdliyin memang yang utama. Akan tetapi dirinya mengatakan, kunjungannya akan merangkul seluruh warga di Jawa Tengah.

“Bagi saya NU utama, namun tidak lantas hanya NU, semua warga masyarakat Jawa Tengah juga penting untuk silaturahmi,” tuturnya.

Selain wilayah eks karisidenan Pati, Ida menyebut telah mengunjungi pengurus NU yang ada di Demak, maupun Wonosobo, dan Banjarnegara.

Disinggung mengenai statusnya yang bukan asli putri Jateng, Ida menampik hal itu. Meskipun ia keanggotaanya di DPR berasal dari Dapil Jatim, akan tetapi dirinya sudah menjadi bagian dari warga Jawa Tengah.

“Saya orang Jateng kok, suami saya orang Jawa Tengah. Ketika suami saya pulang ke Banjarnegara, saya juga merasa ikut pulang. Begitu pula saat pulang ke Mojokerto. Tidak ada halangan,” ungkapnya.

Editor: Supriyadi

Jika Jadi Gubernur, Sudirman Said Bakal Panggil Investor Bangun Energi Listrik Terbarukan

MuriaNewsCom, Semarang – Bakal calon gubernur Jawa Tengah, Sudirman Said berjanji jika terpilih jadi gubernur akan membangun energi listri dari energi baru terbarukan (EBT). Bahkan ia menyatakan akan memanggil para investor untuk membangun listrik energi terbarukan ini.

Ini dikatakan Sudirman dalam seminar Masa Depan Energi dan Sumber Daya Alam/mineral di Jateng, yang digelar Dewan Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo, Semarang, Rabu (24/1/2018).

“Kalau dipilih rakyat Jateng jadi gubernur, saya akan panggil para pengusaha pembangkit listrik untuk meningkatkan bauran EBT di pembangkitnya. Saya kira kalau pemimpinnya jujur, tidak punya kepentingan pribadi dan kelompok, pengusaha akan nurut,” kata Dirman.

Ia menyebut, saat ini bauran EBT di Jateng baru 4 persen dari 7.299 megawatt, atau sekitar 337 megawatt. Masih jauh di bawah ratas-rata nasional yang 9 persen.

Padahal menurut dia, untuk menghadapi ancaman habisnya energi fosil, energi baru terbarukan harus didorong, guna mengurangi ketergantungan pada energi fosil. Apalagi sesuai Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) bauran energi nasional, tahun 2025 kontribusi EBT diharapkan mencapai 23 persen.

“Namun target tersebut nampaknya sulit dicapai. Karena hinga akhir tahun 2017 baurannya baru mencapai sekitar 9 persen. Dengan tingkat pertumbuhan EBT rata-rata hanya 0,54 persen per tahun sulit target bauran 23 persen tahun 2025 tercapai,” ujarnya.

Dirman memaparkan, saat menjabat sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), ia mengaku sangat mendorong pembangunan EBT. Meskipun saat itu dia mendapat tentangan, karena mahalnya investasi untuk membangun pembangkit EBT.

“Mahal karena kapasitas yang dibangun masih kecil. Kalau kapasitasnya besar dalam jangka panjang akan murah, dan mengurangi ketergantungan pada BBM impor,” terang dia.

Editor : Ali Muntoha

Bertandang ke Rumah Gus Dur, Gus Yasin Dapat Restu Sinta Nuriyah

MuriaNewsCom, Semarang – Calon Wakil Gubernur Taj Yasin Maimun bersilaturahmi ke rumah keluarga almarhum KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Ciganjur, Jakarta Selatan, Rabu (17/1/2018) siang. Secara khusus, Gus Yasin meminta doa restu untuk maju dalam pemilihan gubernur dan wakil gubernur (Pilgub) Jateng 2018.

Gus Yasin bertandang ke rumah di Jalan Warung Silah nomor 10 itu dengan didampingi ayahandanya, KH Maimun Zubair. Isteri Gus Yasin, Nawal Nur Arafah juga ikut menyertai.

Rombongan dari Sarang, Rembang, itu disambut isteri almarhum Gus Dur, Sinta Nuriyah beserta dua puterinya, Yenni Wahid dan Alissa Wahid. Perbincangan dalam suasana penuh kekeluargaan pun tercipta selama sekitar dua jam.

Gus Yasin mengatakan, keluarga besar Mbah Maimun dan Gus Dur bisa dibilang bersaudara. Oleh karena sejarah persahabatan dua tokoh Nahdlatul Ulama itu terentang jauh sejak keduanya masih muda.

”Apalagi saya yang ketika menikah dengan isteri dulu saksinya Gus Dur, yang mendoakan juga beliau, maka menjadi wajib bagi saya untuk meminta doa restu sebagai bekal pencalonan nanti,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Sinta Nuriyah memberikan restunya pada Gus Yasin untuk mendampingi calon gubernur Ganjar Pranowo. Pesan khusus disampaikan Yenni Wahid, agar Gus Yasin berjuang semaksimal mungkin untuk memenangkan Pilgub jateng 2018 bersama Ganjar.

”Yang lebih penting setelah jadi nanti harus bisa mewarnai Jawa Tengah. Harus menunjukkan bahwa santri pun bisa, begitu kata mbak Yenni,” ujarnya.

Mbah Maimun menambahkan, bagi dirinya kunjungan ke Ciganjur bagai mengenang masa-masa dahulu bersama mantan Presiden RI itu. Ia masih ingat ketika waktu muda Gus Dur akan berangkat belajar ke Mesir, menyempatkan mengunjungi pondoknya di Sarang.

”Beliau beberapa hari di rumah saya, saya diminta ngaji kitab, Gus Dur menyimak,” katanya.

Dalam perjalanannya kemudian, antara Gus Dur dan dirinya saling mendukung dalam berbagai hal. Maka sekarang ini, dukungan dari keluarga Gus Dur sangat berarti banyak bagi perjalanan Ganjar dan Yasin. Bahkan awalnya SInta Nuriyah sendiri yang akan bersilaturahmi ke Sarang, namun ditolak Mbah Maimun.

”Saya merasa ndak enak, saya bilang biar saya saja yang ke sana,” katanya.

Editor: Supriyadi

Beri Pemahaman Pemilih Pemula, KPU Grobogan Gelar Sosialisasi Pemilu ke Sekolah

Komisioner KPU Grobogan Jati Purnomo menyampaikan sosialisasi pemilu pada siswa SMA Muhammadiyah Purwodadi, Grobogan, Sabtu (23/12/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Komisioner KPU Grobogan Jati Purnomo merasa cukup lega saat melangsungkan  sosialisasi Pemilu di SMA Muhammadiyah Purwodadi, Grobogan, Sabtu (23/12/2017).

Hal ini terkait dengan penegasan para siswa kelas XII atau pemilih pemula yang siap menggunakan hak pilih perdana dalam Pilgub 27 Juni 2018 mendatang.

”Pelaksanaan Pilgub tahun depan adalah kesempatan pertama kami untuk menggunakan hak pilih. Dan, kami siap menyukseskan Pilgub dengan menggunakan hak pilih,” cetus beberapa siswa.

Meski antusias, sebagian siswa tersebut ternyata tidak tahu apakah sudah terdaftar sebagai pemilih atau belum dalam Pilgub mendatang. Terkait masalah ini, Jati meminta agar siswa nantinya mengecek di desanya masing-masing untuk memastikan namanya sudah masuk dalam daftar pemilih.

Menurut Jati, selain di SMA Muhammadiyah Purwodadi, pihaknya juga merencanakan untuk melakukan sosialisasi pada pemilih pemula di sejumlah lainnya. Sosialisasi pada pelajar itu dilakukan karena ada puluhan ribu pelajar yang diperkirakan jadi pemilih pemula.

”Melalui sosialisasi ini, kami ingin mendapat masukan sekaligus menyebarkan informasi pilkada pada berbagai pihak. Harapannya, angka partisipasi pemilih pada pelaksanaan pemilu mendatang bisa meningkat. Baik itu Pilkada, Pilgub, Pilpres maupun Pileg,” katanya.

Editor: Supriyadi

PNS Dukung Calon Gubernur Jateng Bakal Langsung Dipecat

Sri Puryono, Sekda Jateng

MuriaNewsCom, Semarang – Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Tengah, Sri Puryono mengeluarkan ancaman kepada aparatur sipil Negara (ASN) yang mencoba bermain-main dalam Pilgub Jateng 2018. PNS yang terbukti tak netral atau memberikan dukungan kepada pasangan calon akan langsung dipecat.

Hal ini dilakukan untuk menegaskan posisi aparat negara yang harus netral dalam pelaksanaan pemilu. Menurut dia, ada berbagai macam jenis sanksi yang bisa diterapkan terhadap PNS yang netral, dan yang paling berat adalah pemecatan.

Ini dikatakan Sri Puryono usai membuka Rapat Koordinasi Badan/Kantor Kesbangpol Kabupaten/Kota se Jawa Tengah, di ruang Cendrawasih Badan Kesbangpol Provinsi Jawa Tengah, Jumat (8/12/2017).

“Pokoknya PNS tidak boleh terlibat politik praktis. Kami siap melakukan itu agar ada efek jera. Kalau nggak begitu nanti memang repot,” katanya.

Menurutnya, sanksi yang diterapkan disesuaikan dengan tingkat pelanggaran yang dilakukan. Mulai dari sanksi ringan berupa teguran, pencopotan dari jabatan hingga pemecatan tidak hormat.

Ia juga menegaskan, secara personal netral dan lebih baik diam. Apalagi, ia sebagai Ketua Asosiasi Sekda se Indonesia yang harus bisa memberikam contoh.

“Pilkada serentak di Jateng 2018, dan Pilgub Jateng 2018 ini k

an digelar Juni 2018. Kami sudah penuhi kewajiban kita di KPU, Bawaslu sampai TPS. Untuk keamanan, sudah disiapkan untuk mencegah kerawanan. Jadi KPU sudah bekerja sama dengan TNI, Polri, MUI, tokoh agama dan masyarakat, FKUB. Mereka sudah beberapa kali ketemu rapat untuk menghalau juga berita-berita hoax,” ujarnya.

Bentuknya, menurut Sri Puryono tidak hanya imbauan melainkan sudah ada surat keputusan resmi dan ditetapkan sah sesuai undang-undang.

“Ya karena ini Kesbang, tugas membantu dan sudah ada desk pilkada. Wong namanya Kesbang kok. Kalau di Provinsi Jateng itu Ketua Desk Pilkada saya. Kalau di kabupaten/kota ya sekda di masing-masing,” terangnya.

Editor : Ali Muntoha

Prabowo Bakal Turun Gunung Menangkan Jagonya di Pilgub Jateng

Prabowo Subianto (dok)

MuriaNewsCom, Semarang – Partai Gerindra menyatakan bakal all out memenangkan calon yang akan diusung dalam Pilgub Jateng 2018 mendatang. Awal Desember 2017 mendatang diperkirakan jago yang bakal diusung akan diumumkan.

Tak hanya itu, Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Prabowo Subianto juga bakal “turun gunung” untuk memenangkan jagonya.

Ini dibuktikan dengan kehadiran Prabowo dalam rapatr koordinasi Partai Gerindra jelang Pilgub jateng, di Hotel Patra Jasa Semarang, Senin (27/11/2017). Tak hanya itu, Prabowo juga bakal turun ke Jateng untuk menjadi juru kampanye.

“Pak Prabowo menyatakan siap turun ke Jateng sampai daerah-daerah. Kalau perlu dilakukan kayak kemarin seperti di DKI, turun sampai di tingkat RT,” kata Ketua DPD Partai Gerindra Jateng, Abdul Wachid.

Saat ini ada dua tokoh yang cukup kuat untuk diusung Gerindra, yakni Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Ferry Juliantono dan mantan Menteri ESDM, Sudirman Said. Keduanya juga hadir  dalam rapat koordinasi bersama Prabowo Subianto.

“Insya Allah awal Desember 2017 ditentukan. Beliau (Prabowo Subianto) menyampaikan secepatnya akan memberi keputusan terkait rekomendasi,” ujarnya.

Ia menegaskan, siapapun yang mendapatkan rekomendasi dari Ketua Umum sekaligus Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto, maka semua kader Gerindra harus mendukung.

Gerindra juga disebutnya aktif berkomunikasi dengan sejumlah parpol untuk menjalin koalisi. Di antaranya dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Partai Amanat Nasional (PAN).

“PAN sudah oke, PKS juga sama, PKB juga demikian. Bahkan kami juga telah berkomunikasi dengan PPP, Partai Demokrat, terakhir dengan Partai Golkar, serta Partai Nasdem,” terangnya.

Sekretaris DPD Partai Gerindra Jateng Sriyanto Saputro yang seluruh kader Partai Gerindra di Jateng siap memenangkan pasangan calon yang akan diusung Partai Gerindra pada pilgub mendatang.

“Soal siapa yang akan kita usung (pada Pilgub Jateng) itu kewenangan Ketua Dewan Pembina,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Marzuqi Pasrah Tunggu Rekom PDIP 

Bupati Jepara Ahmad Marzuqi pasrah akan rekomendasi PDIP di Pilgub Jateng. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Bupati Jepara Ahmad Marzuqi mengaku belum mendapat rekomendasi apapun terkait proses penjaringan bakal calon Gubernur Jateng. Meski telah mendaftar di PDIP, ia mnyerahkan sepenuhnya ke partai.

“Soal rekomendasi belum tahu, sampai dengan sekarang ini saya hanya telah mengembalikan berkas. Proses selanjutnya, hanya Allah dan yang punya bus (Ketum PDIP) yang tahu. Sebab PDIP kan satu komando,” katanya. 

Lebih lanjut, ia tak begitu mempermasalahkan apa yang nantinya akan direkomendasikan. Terlebih, dirinya merasa bukanlah kalangan internal partai berlambang Banteng moncong putih itu. 

Namun demikian, Marzuqi menyadari bahwa Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan berjasa dalam proses pemilihan Bupati Jepara. Hal itu mengingat, kader PPP itu justru mendapatkan dukungan dari PDIP saat pilbup 2016 kemarin. 

“Saya tidak terlalu agresif dan ambisius. Terlebih saya merupakan orang dari luar pagar,” tuturnya.

Disinggung mengenai skenario terburuk, dirinya tak mendapatkan rekomendasi sebagai bakal calon gubernur dari PDIP Marzuqi tak mempermasalahkannya. Ketika hal itu terjadi, maka secara pribadi ia tetap akan mendukung siapa saja calon yang direkomendasikan oleh Megawati Soekarnoputri. 

Editor: Supriyadi

2 Bakal Calon Gubernur dari Perseorangan Ini Mulai Serius Nyalon

ILUSTRASI

MuriaNewsCom, Semarang –  Dua bakal calon perseorangan dalam Pemilihan Gubernur Jawa Tengah 2018 intensif melakukan komunikasi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jateng.

“Kedua calon tersebut selalu `update` perkembangan mengenai persyaratan calon perseorangan, bahkan mereka ikut dalam bimbingan teknis yang diselenggarakan untuk pengenalan Sistem Informasi Pencalonan Pilkada,” kata Anggota KPU Provinsi Jawa Tengah Ikhwanuddin di Semarang, Rabu (22/11/2017) dilansir dari Antarajateng.com.

Ia menjelaskan bahwa sebenarnya ada lima bakal calon yang mencari informasi soal calon perseorangan, tetapi hanya dua yang intensif dan mengikuti bimbingan teknis, yakni atas nama Mundi serta Harjono.

Bakal pasangan calon perseorangan yang akan mendaftar pada Pilgub Jateng 2018 harus mengumpulkan dukungan minimal 1.781.606 suara dan dibuktikan dengan salinan kartu tanda penduduk untuk masing-masing dukungan.

“Angka tersebut diperoleh dari penghitungan daftar pemilih tetap pemilu terakhir yakni 27.409.316 dikali 6,5 persen yang hasilnya dibulatkan menjadi 1.781.606 suara,” ujarnya.

Hal itu diatur dalam Peraturan KPU Nomor 3 Tahun 2017 Pasal 9 Huruf D yang menyatakan bahwa provinsi dengan jumlah penduduk yang termuat dalam daftar pemilih tetap pada pemilu terakhir lebih dari 12.000.000 jiwa, maka harus didukung paling sedikit 6,5 persen.

Selain menetapkan jumlah minimal dukungan untuk pasangan calon perseorangan, KPU Provinsi Jateng juga menetapkan jumlah minimal sebaran dukungan yaitu 18 kabupaten/kota di Jateng.

Penetapan tersebut dituangkan dalam Keputusan KPU Provinsi Jateng Nomor 9/PL.03.2.Kpt/33/Prov/IX/2017.

“Syarat dukungan pasangan calon perseorangan Pilgub Jateng 2018 diserahkan ke KPU Provinsi Jateng pada 22-26 November 2017 atau selama masa pendaftaran,” katanya.

Jika saat verifikasi ada kekurangan dukungan maka bakal calon perseorangan diperbolehkan melakukan perbaikan selama masa pendaftaran. 

Editor : Akrom Hazami

 

PKS Bawa Pengalaman Anies-Sandi Menang di Pilgub Jateng

Presiden PKS Mohammad Sohibul Iman saat berada di Kantor DPW PKS Jateng. (Istimewa)

MuriaNewsCom, Semarang – PKS punya keyakinan akan mampu memenangkan calon gubernur dan wakil gubernur yang diusung dalam Pilgub Jateng 2018 mendatang. Pengalaman memenangkan Anies-Sandi pada Pilkada DKI Jakarta menjadi inspirasi.

Presiden PKS Mohammad Sohibul Iman mengatakan, dalam Pilkada DKI Jakarta beberapa waktu lalu, PKS dan calon yang diusung banyak diremehkan, karena harus melawan Basuki Tjahja Purnama (Ahok).

“Pengalaman di Pilgub DKI Jakarta, awalnya kita memang jadi tim underdog, ibarat bola, lawan yang kita hadapi sekelas Barcelona dan Real Madrid,” katanya saat bertandang ke semarnag, baru-baru ini.

Meski jadi underdog dan dianggap remeh, kata Sohibul, berkat kerja keras dari semua tim, akhirnya PKS bersama Gerindra dan Partai Amanat Nasional (PAN) bisa mengantarkan Anies Baswedan dan Sandiaga Shalahudin Uno, menjadi gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta.

Alhamdulillah, berkat kekuatan tekad, kerja keras dari seluruh kader, termasuk dari kawan-kawan Partai Gerindra dan, juga berkat pertolongan Allah SWT, kita bisa memenangkan Anies-Sandi menjadi pemimpin,” ujarnya.

Menurutnya, kemenangan di DKI Jakarta adalah buah dari kerja keras, keseriusan dan penuh dengan kesungguhan.

Sehingga dia berharap kemenangan di Jakarta bisa ditularkan dalam momentum Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah dan Pilkada serentak di Jateng tahun 2018 mendatang.

“Tidak ada salahnya kita menambah basis kekuatan partai. Setelah di Sumatera Barat dan Jawa Barat kita bisa mengantarkan kader kita memimpin, tentu apalagi kalau Allah bisa menangkan di Jateng, kuncinya adalah bekerja dengan serius dan penuh kesungguhan,” jelas mantan Rektor Universitas Paramadina ini.

Apalagi, kata Sohibul, sesuai dengan rekomendasi dari Musyawarah Nasional (Munas), PKS menargetkan menjadi partai papan atas pada tahun 2019.

“Ketua Majelis Syuro kita Habib Salim Segaf Al Jufri menyampaikan juga amanatnya agar PKS menjadi partai papan atas, tentu hal itu semakin mudah kita wujudkan apabila kita bisa memenangkan Pilkada serentak tahun 2018, salah satunya adalah Pilgub Jateng,” tandasnya.

Untuk itu, kata Sohibul, jajaran DPW PKS Jateng diharapkan terus berkomunikasi intensif, termasuk dengan para calon internal dan eksternal, juga dengan partai politik dalam rangka menyusun strategi memenangkan Pilkada serentak Jateng 2018. “Semoga Allah SWT meridhai perjuangan kita semua,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Musthofa Sambangi Pelaku Usaha Wisata di Purwokerto

Bupati Kudus Musthofa saat memromosikan pariwisata Kudus di Hotel Java Heritage, Purwokerto, Senin (6/11/2017. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Purwokerto – Bupati Kudus Musthofa saat memromosikan pariwisata Kudus di Hotel Java Heritage, Purwokerto, Senin (6/11/2017). Acara dihadiri ratusan orang yang didominasi dari kalangan pelaku usaha sektor wisata.

Sebagaimana di Kudus memiliki potensi wisata religi selain wisata sejarah, alam, budaya, bahkan berbagai potensi wisata yang lain. Di Kudus ada dua tokoh Walisongo, yakni Sunan Kudus dan Sunan Muria. Ini tentu menjadi sebuah berkah tersendiri bagi masyarakat setempat.

“Terminal wisata kami bangun dengan bagus, termasuk kios-kios pedagang kami percantik untuk kenyamanan pengunjung,” kata Musthofa.

Setiap hari, dia menyebut tak kurang ada 150 bus datang berwisata ke makam Sunan Kudus dan Sunan Muria, terutama pada hari libur.

Geliat ekonomi pun bangkit dari sektor ini. Bukan hanya pedagang, namun juga jasa transportasi dan pengusaha kreatif sektor UMKM, dan kuliner turut terangkat. Peziarah atau wisatawan bisa membawa pulang oleh-oleh khas dari Kudus.

 “Pemda hadir untuk memfasilitasi sektor ekonomi melalui pariwisata ini. Yang tujuannya untuk memberikan sambutan serta pelayanan terbaik bagi para tamu. Sedangkan ekonomi masyarakat bisa terangkat sesuai filosofi Gusjigang,” lanjutnya.

 Gusjigang dimaksud adalah perilaku dan ahlak yang baik, gemar terus belajar, serta berjiwa wirausaha. Filosofi ini dijaga dengan baik sebagai motivasi bagi pengusaha, dalam suasana penuh persaudaraan dan toleransi.

Salah seorang yang hadir yakni pengusaha hotel, Arman, mengatakan bahwa banyak kemajuan di Kudus. Musthofa dinilainya memiliki kompetensi untuk mengangkat sektor ekonomi dari pariwisata ini. Selain berbagai kemajuan pada sektor lain.

 “Saya mendukung dan mendoakan pak Musthofa bisa memperluas kewenangannya untuk menyejahterakan masyarakat dengan menjadi gubernur,” harap Arman.

Editor : Akrom Hazami

Bala Kang Mus Banyumas Dukung Musthofa Nyagub

Musthofa saat berfoto bersama anggota Bala Kang Mus Banyumas. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Purwokerto – Bupati Kudus Musthofa mendapatkan dukungan dari sejumlah kalangan di Banyumas terkait rencana pencalonan dirinya sebagai Gubernur Jateng. Dalam hal ini adalah Bala Kang Mus Banyumas.

“Kami melihat Pak Musthofa Bupati Kudus yang berprestasi dan berhasil dalam menyejahterakan masyarakat dalam berbagai bidang,” kata Seno Purwanto, Ketua Bala Kang Mus Banyumas di hadapan Musthofa dan ratusan yang hadir di Banyumas.

Kelompok relawan yang bernama Bala Kang Mus Banyumas ini menyatakan dukungan untuk Musthofa dalam Pilgub Jateng 2018. Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara silaturahmi dan deklarasi yang berlangsung di Hotel Java Heritage, Purwokerto, Senin (6/11).

Seno berharap dan berdoa, Musthofa bisa maju sebagai calon Gubernur Jawa Tengah periode 2018-2023 dengan rekomendasi dari PDI Perjuangan. Untuk selanjutnya, mereka sanggup secara ihlas tanpa syarat dan paksaan menjadi relawan untuk pemenangannya.

“Keberhasilan di Kudus kami harapkan bisa ditularkan hingga ke tingkat provinsi termasuk Kabupaten Banyumas,” harap Seno yang mengatakan Musthofa terbukti ketika menjadi anggota DPRD Provinsi Jateng 2004-2009, Musthofa sangat peduli pada Banyumas yang merupakan dapilnya itu.

Seno yang memiliki 357 orang anggota itu juga mengatakan bahwa Musthofa sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kudus memiliki peran besar dalam menbesarkan partai. Bagaimana bisa berkomunikasi dan memosisikan pengurus dan kader partai dengan baik.

Musthofa yang merupakan Bupati Kudus dua periode ini menyambut baik dan mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan. Baginya, Banyumas adalah daerah yang istimewa. Karena langkah politiknya diawali dari Banyumas dan Cilacap.

“Banyumas ini mengantarkan saya menjadi anggota DPRD Jateng di tahun 2004. Alhamdulillah, saudara-saudara saya di sini menyambut baik,” kata Musthofa.

Sebelumnya, Musthofa yang telah mendapat dukungan dari berbagai kalangan ini akan berihtiar yang terbaik untuk Jawa Tengah. Konsistensi untuk membesarkan partai akan terus dipegangnya demi kepentingan rakyat.

“Kami akan tegak lurus terhadap keputusan Ibu Megawati Ketua Umum DPP PDI Perjuangan. Dan apapun keputusannya, kami siap menjalankan,” tegas Musthofa.

Editor : Akrom Hazami

PMII Jepara Siap Jadi Garda Terdepan Pilgub Jateng

Suasana kegiatan sosialisasi pengawasan pemilu partisipatif di Jepara. (PMII)

MuriaNewsCom, Jepara – Komitmen Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jepara mengawal berjalanya pesta demokrasi pemilihan umum Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah terus di kobarkan. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua PC PMII Jepara, Muwasaun Niam dalam acara sosialisasi pengawasan pemilu partisipatif yang diselenggarakan oleh Panwas Kabupaten Jepara.

 Acara ini diselenggarrakan di Rumah makan maribu pada Sabtu (4/11) yang dihadiri oleh tokoh masyarakat, pemuda, disabilitas dan pegiat pemilu yang ada di Kabupaten Jepara.

“Kami siap menjadi garda terdepan untuk mengawasi jalannya pemilu termasuk dalam hal mengawasi jalannya pemilu dan siap mengawasi panwas Jepara dalam hal pengawasan terhadap penyelenggaraan pemilu,”tutur Niam.

Lebih lanjut Niam menambahkan, kalau dulu penyelenggara dan panwas seperti Tom anda Jery hal ini sudah tidak seperti itu (kurang pengawasan- red). Ia berharap pengawasan terhadap KPU di perkuat kembali dan PMII Jepara juga mengapresiasi langkah panwas pada penyelenggaraan pilbup Jepara tahun 2017 yang berani menghentikan praktik-praktik politik uang seperti yang dilakukan tim sukses peserta pilbup.

Komitmen PMII untuk mengawal proses demokrasi bergayung sambut dengan jawaban Ketua panwas Jepara, Arifin  yang menyebut berterimakasih dengan pengawalan yang dilakukan PMII Jepara selama ini. 

Ia sebelumnya saat pembukaan acara berharap kedepan proses demokrasi partisipatif melibatkan tokoh masyarakat, pemuda dan lain sebagainya dapat berjalan  untuk mengawasi proses pemilihan umum yang akan datang.

“Panwas bekerja sesuai dengan peraturan yang ada, setiap laporan atau temuan akan kami tindak sebagaimana mestinya, Kami tidak main-main dengan independensi, bagi kami netralitas adalah harga mati untuk menciptakan pemilu yang adil,” pungkas Arifin.

Editor : Akrom Hazami

 

Tak Ada yang Bisa ’Nyetir’ Bu Mega, Rekom Jateng Satu Masih Misteri

Ketua DPD PDIP Jateng Bambang Wuryanto memberikan sambutan saat kegiatan Dialog Interaktif, Jumat (3/11/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Rekomendasi PDI Perjuangan untuk bakal Calon Gubernur Jateng, hingga kini masih diperebutkan oleh sejumlah pelamar. Namun, siapa yang nantinya bakal dapat rekomendasi masih menjadi misteri, karena tak ada yang mampu “menyetir” Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri.

Pernyataan tersebut diungkapkan Ketua DPD PDIP Jateng Bambang Wuryanto kepada awak media usai Dialog Interaktif di aula Hotel Griptha Kudus, Jumat (3/11/2017).

“Semuanya tergantung Bu Mega, tak ada yang bisa menentukan kecuali beliau. Pak Harto saja dilawan kok, apalagi kami anak-anaknya,” katanya.

Baca: Sambangi Kudus, Ketua DPD PDIP Jateng Sanjung Kepemimpinan Musthofa

Menurut dia, pihak DPD PDIP Jateng sudah memproses semua pelamar untuk mendadapat rekomendasi. Totalnya ada 15 pelamar gubernur dan empat untuk wakil Gubernur Jateng. 

Saat ini, lanjut anggota DPR RI itu, para kandidat dipersilahkan turun ke daerah untuk menjaring suara dan dukungan. Namun untuk siapa yang diberikan rekomendasi belum bisa ditentukan dari sekarang.

Disinggung soal koalisi pasangan Cagub-Cawagub, pihaknya juga tak bisa menjawab. Karena sekali lagi ditegaskan untuk persoalan rekomendasi ataupun koalisi wewenang dari DPP PDIP.

“Kalau soal Pilgub dan Rekomendasi tanya ibu (Megawati) sajalah. Beliau yang tahu. Karena rekom  diberikan menurut beliau,” ujarnya. 

Dia menargetkan sebelum Januari sudah ada rekomendasi yang turun. Karena Januari sudah waktunya pendaftaran. Hanya persisnya juga belum diketahui. 

Editor: Supriyadi

Sambangi Kudus, Ketua DPD PDIP Jateng Sanjung Kepemimpinan Musthofa

Ketua DPC PDIP Kudus Musthofa memberikan sambutan saat pembukaan dialog interaktif di Kudus, Jumat (13/11/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Ketua DPD PDIP Bambang Wuryanto menyanjung Ketua DPC PDIP Kudus Musthofa dalam hal kepemimpinannya. Sanjungan diberikan tak hanya dalam hal kepemimpinannya sebagai Bupati Kudus, namun lebih kepada kepemimpinan di DPC PDIP Kudus.

Sanjungan itu disampaikan dalam acara dialog interaktif dengan tema Dikau Bertanya, Ketua DPD Menjawab di Hotel Griptha Kudus, Jumat (13/11/2017).

”Pak Mus luar biasa, tak hanya  menjabat dua kali periode sebagai Bupati Kudus, namun juga mampu memunculkan regenerasi yang baik juga,” katanya kepada wartawan Jumat (3/11/2017).

Menurut dia, biasanya yang dikader untuk regenerasi masih ada hubungan darah atau keluarga seperti istri anaknya. Namun berbeda untuk di Kudus, dan itu dianggap sebuah keberhasilan.

Semetara, Ketua DPC PDIP Kudus Musthofa menyampaikan dalam sambutannya, kalau PDIP Kudus kini menjadi partai penting di Kudus. Bahkan disebut bisa sebagai porosnya. Hal itu akan terus ditingkatkan kedepannya nanti.

“PDIP Kudus amat sangat terbuka, sangat realistis. Kami bersama rakyat, kami dicintai oleh rakyat,” ungkap dia.

Dalam kesempatan itu, dia yang menjabat Bupati Kudus dua periode juga menyampaikan terimakasih kepada ketua DPD PDIP Jateng, yang didalam jadwal padat menyempatkan datang ke Kudus.

Editor: Supriyadi

Bakal Calon Gubernur Jateng dari Gerindra Mulai Perkenalkan Diri di Grobogan

Salah satu kandidat Partai Gerindra yang sudah ditetapkan jadi bakal calon (Balon) Gubernur Jateng 2018 Ferry Juliantono saat jumpa pers sebelum acara silaturahmi. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, GroboganWakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Ferry Juliantono menggelar acara silaturahmi dengan jajaran pengurus partainya yang ada di Grobogan, Rabu (25/10/2017).

Ajang silaturahmi dengan pengurus kabupaten dan kecamatan itu sekaligus juga dipakai Ferry untuk memperkenalkan diri. Yakni, sebagai salah satu kandidat Partai Gerindra yang sudah ditetapkan jadi bakal calon (Balon) Gubernur Jateng 2018.

”Dari partai, saya sudah resmi ditetapkan sebagai salah satu bakal calon yang akan diusung dalam Pilgub Jateng 2018 mendatang. Setelah ditetapkan, para bakal calon diminta untuk melangsungkan sosialisasi dan perkenalan pada jajaran pengurus di 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah,” ungkapnya, saat jumpa pers sebelum acara silaturahmi tersebut.

Sejauh ini, Ferry mengaku sudah bersilaturahmi di sejumlah kabupaten/kota. Saat bertemu dengan jajaran pengurus kabupaten/kota, Ferry menyatakan jika mendapat dukungan dan sambutan yang menggembirakan.

Dengan kondisi tersebut, ia optimis jika nantinya bakal ditetapkan jadi calon yang akan diusung partainya untuk maju dalam Pilgub 2018. Selain banyaknya dukungan, rasa optimis itu muncul karena ia merupakan balon yang berasal dari kader partai sendiri.

”Rekomendasi nama yang akan diusung sebagai calon kemungkinan akan diumumkan bulan depan. Setelah bersilaturahmi ke beberapa daerah, saya optimis bisa dapat rekomendasi,” cetusnya.

Selain melakukan silaturahmi internal, Ferry juga sudah menemui sejumlah tokoh dan parpol lain untuk menjajaki kerjasama dalam Pilgub nanti. Hal itu diperlukan karena Partai Gerindra butuh menjalin koalisi.

Editor: Supriyadi

Warga Mantingan Jepara Nyalon Gubernur Jateng Lewat Jalur Independen

Sosialisasi pencalonan gubernur dari jàlur perseorangan, Rabu (18/10/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Tengah melakukan safari ke kabupaten/kota di Jateng, untuk mendeteksi calon gubernur 2018 dari jalur perseorangan (independen). Hingga saat ini, tercatat sudah ada enam orang yang berkonsultasi terkait pencalonan kepala daerah dari jalur tersebut. 

Muslim Aisya Komisioner KPU Jateng Bidang Pemutakhiran Data Pemilih mengatakan, dari enam orang yang telah berkonsultasi dengan KPU Jateng terkait jalur perseorangan, satu di antaranya adalah warga Jepara, yakni Mundi warga Mantingan. 

”Ada satu yang dari Jepara. Ia adalah pan Mundi. Saat ini beliau sudah berkonsultasi dengan KPU Jateng,” katanya saat memberikan sosialisasi terkait pencalonan jalur perseorangan di kantor KPU Jepara, Rabu (18/10/2017).

Saat ini, lanjutnya, pencalonan dari jalur perseorangan (independen) menempati tahap awal. Syaratnya ada dukungan dari 6,5 persen dari jumlah Daftar Pemilih Terakhir (DPT) Jateng. 

“Syarat dukungannya harus ada sejumlah 1.781.606 orang yang dibuktikan dengan identitas seperti KTP atau surat keterangan perekaman data penduduk,” ujarnya,. 

Menurutnya, dalam sejarah pemilihan gubernur di Jawa Tengah belum ada pemimpin yang dihasilkan dari jalur independen. Meskipun, pencalonan dari jalur tersebut telah diatur dalam peraturan KPU No 3/2017 tentang pencalonan pemilihan gubernur dan gubernur, bupati dan wakil bupati, dan atau walikota dan wakil walikota. 

Dengan pencalonan dari jalur perseorangan, maka akan memberikan alternatif bagi masyarakat dalam menentukan pemimpin daerah.

“Kalau dilihat dari pengalaman pemilihan gubernur sebelumnya, belum ada calon dari perseorangan. Namun kalau di kabupaten, banyak muncul, seperti Pati atau Rembang yang kini menjabat bupati,” katanya. 

Terpisah, Mundi mengatakan mantap melangkah pada pencalonan Gubernur Jateng lewat jalur perseorangan. Dirinya mengklaim telah mengantongi komitmen dukungan sebanyak 5 juta orang. 

“Iya saya mencalonkan gubernur Jateng dari jalur perseorangan, untuk wakil saya sudah ditentukan adalah Sarjono warga Sukoharjo. Kemarin di Solo Raya sudah ada komitmen dukungan sebanyak 5 juta orang, namun kita lihat nanti realisasinya,” kata warga Mantingan RT 16/RW 5 itu. 

Terkait motivasinya bertarung untuk pilgub Jateng 2018, ia mengaku terpanggil untuk memperbaiki keadaan masyarakat. Hal itu menurutnya dapat dimulai dengan mengubah pola pikir warga Jateng terhadap politik, yang selama ini telah berlangsung. 

Editor: Supriyadi

Perindo Jadi Partai Pertama yang Daftar di KPU Pati

Pengurus Perindo Pati menyerahkan dokumen kepada petugas terkait dengan Pemilu 2019 di Kantor KPU Pati, Senin (9/10/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Kabupaten Pati mendaftarkan diri ke KPU Pati terkait dengan Pemilu 2019. Penyerahan dokumen dilakukan Ketua Perindo Pati Suparmin dan pengurusnya di Kantor KPU Pati, Senin (9/10/2017).

Penyerahan dokumen sendiri dilakukan, setelah DPP Perindo menyerahkan dokumen ke KPU RI. Setelah DPP Perindo dinyatakan resmi mendaftar, Perindo Pati lantas mengikuti dengan menyerahkan dokumen ke KPU Pati.

“Perindo merupakan parpol pertama yang mendaftarkan diri ke KPU Pati untuk Pemilu 2019. Dokumen yang kami terima akan dilakukan penelitian dan verifikasi faktual, karena Perindo termasuk partai baru,” ujar Ketua KPU Pati Much Nasich.

Hingga hari ketujuh, KPU Pati memang masih sepi dari pendaftar parpol. Dari sekitar 16 parpol yang mengikuti bimbingan teknis, baru Perindo yang saat ini menyerahkan dokumen-dokumen persyaratan.

KPU Pati juga akan mencocokkan jumlah data yang dimasukkan ke sistem informasi data pemilih (sidalih) ke KPU Pusat dengan jumlah yang diserahkan ke KPU Pati. Bila semuanya memenuhi syarat, KPU Pati akan melakukan verifikasi faktual.

Sementara itu, Ketua DPD Perindo Pati Suparmin memastikan bila kepengurusan Perindo di Pati sudah terbentuk dari tingkat DPD, DPC dan DPRT. Bahkan, kader Perindo disebut-sebut antusias menyongsong Pileg 2019 mendatang.

“Semua data keanggotaan Perindo sudah kami serahkan ke KPU Pati. Kepengurusan sudah beres, tinggal nunggu proses penelitian dokumen dan verifikasi faktual dari KPU,” kata Parmin.

Saat mendatangi Kantor KPU Pati, beberapa kader Perindo membawa seragam partai dan bendera yang ditancapkan di kendaraan bermotor. Mereka sempat menunggu beberapa jam di Kantor KPU Pati, sebelum DPP Perindo menyerahkan dokumen ke KPU Pusat.

Editor: Supriyadi