KPU Grobogan Tetapkan Daftar Pemilih Sementara Pilgub Jateng, Ini Jumlahnya

MuriaNewsCom, Grobogan – KPU Grobogan menggelar rapat pleno rekapitulasi daftar pemilih sementara (DPS) Pilgur Jateng 2018, Rabu (14/3/2018). Rapat terbuka yang dilangsungkan di aula itu dipimpin langsung Ketua KPU Grobogan Afrosin Arif.

Selain itu, ketua PPK dan tim kampanye pasangan calon peserta pilgub juga diundang dalam kesempatan itu. Hadir dalam rapat pleno tersebut, Ketua Panwaslu Grobogan Agus Purnama.

Dalam rapat tersebut terungkap, jumlah pemilih yang masuk dalam DPS sebanyak 1.096.278 orang. Rinciannya, sebanyak 544.689 laki-laki dan 551.589 perempuan.

“Jumlah pemilih tadi angkanya masih bisa berubah karena memang masih sementara. Nanti masyarakat diminta menanggapi DPS ini. Bulan depan rencananya akan kita gelar rapat pleno lagi untuk menentukan Daftar Pemilih Tetap (DPT),” ungkap Afrosin.

Menurut Afrosin, dari data penduduk petensial pemilih pemilu (DP4) yang diterima sebelumnya, jumlah pemilih ada 1.113.948 orang. Kegiatan pemutakhiran data pemilih pada 280 desa/keluarahan itu dilakukan tanggal 20 Januari hingga 19 Februari lalu.

Dari kegiatan pemutakhiran yang dilakukan petugas, ada 72.396 pemilih dalam DP4

yang dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS) sehingga dikeluarkan dari daftar pemilih. Mereka yang masuk kategori TMS ini diantaranya adalah orang gila (orgil), sudah meninggal, dibawah umur, tidak dikenal, anggota TNI/Polri, data ganda, dan sudah pindah tempat.

Dalam pemutakhiran data atau coklit ada penambahan pemilih baru. Jumlah pemilih baru sebanyak 54.726 orang.

“Untuk jumlah TPS yang kita siapkan sebanyak 2.363 titik. Jumlah TPS ini besar kemungkinan sudah tidak ada perubahan,” katanya.

Editor: Supriyadi

APK Calon Gubernur di Grobogan Dipreteli, Begini Kata KPU

MuriaNewsCom, GroboganKeberadaan alat peraga kampanye (APK) Pilkada Jateng yang sebelumnya marak diberbagai tempat, saat ini sudah tidak terlihat lagi. Hal ini menyusul adanya upaya pencopotan APK secara serentak yang dilakukan pihak Panwaslu Grobogan, Selasa (20/2/2018) kemarin. Tindakan itu dilakukan karena APK yang terpasang dinilai illegal.

Meski demikian, pasca pencopotan tersebut, belum ada pemasangan lagi APK baru. Yakni, APK yang resmi dicetak dari KPU selaku pihak penyelenggara pilkada.

Ketua KPU Grobogan Afrosin Arif menyatakan, untuk APK pilkada disediakan oleh KPU Provinsi Jateng. Hingga saat ini, pihaknya belum menerima APK dari KPU provinsi karena barangnya masih dalam proses pembuatan.

”APK resmi nanti dicetak KPU provinsi. Tetapi, masih dalam proses pengadaan jadi belum ada yang dipasang,” jelasnya, Rabu (21/2/2018).

Sementara itu, Ketua Panwaskab Grobogan Agus Purnama menegaskan, sesuai PKPU Nomor 4 dan Peraturan Bawaslu nomor 12, APK yang resmi dicetak oleh KPU. Mengingat saat ini KPU belum mencetak, maka semua APK yang dipasang mandiri oleh oleh pasangan calon maupun tim suksesnya dianggap ilegal.

”Selasa kemarin, kita sudah lakukan penertiban serentak pada APK yang dipasang mandiri oleh pasangan calon (paslon) atau tim suksesnya. APK itu kita nilai ilegal karena pemasangannya tidak sesuai ketentuan yang berlaku,” cetusnya.

Agus mengatakan, sebelumnya, pihaknya sudah melayangkan surat ke tim sukses untuk menurunkan APK sendiri dengan toleransi waktu 3 x 24 jam. Sambil menunggu reaksi dari tim sukses, Panwas sudah mulai bergerak melakukan penertiban APK secara serentak di Kabupaten Grobogan hingga bersih.

”Dalam penertiban, kami juga melibatkan KPU dan Satpol PP. Kami mengimbau kepada tim sukses paslon untuk tidak memasang APK lagi karena pasti akan kita turunkan,” katanya

Editor: Supriyadi

Ganjar Tegaskan PDIP Satu Komando di Pilgub Jateng

MuriaNewsCom, Semarang – Calon Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyatakan, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) solid dan satu komando. Partai yang dipimpin Megawati Soekarnoputri ini tidak bisa dipecah belah dan diadu domba dengan berbagai narasi apapun.

Ganjar menegaskan, dalam pertarungan pilkada, lawan politik akan menggunakan segala cara untuk membuat PDIP lemah. “Caranya macam-macam, yang langsung ya kampanye hitam, atau cara memutar dengan memecah belah partai dari dalam atau memberitakan seolah-olah ada friksi di dalam sehingga membuat kader tidak percaya diri,” katanya, Jumat (9/2/2018) di Semarang.

Indikasi adu domba tersebut, menurut Ganjar, sudah terlihat dari pemberitaan media akhir-akhir ini. Di antaranya muncul berita yang membenturkan dirinya dengan Ketua DPP PDIP Puan Maharani dan Menkumham Yasonna Laoly yang juga kader PDIP.

Pembenturan tersebut dilakukan untuk membuat kader merasa partai tidak kompak. Dengan begitu maka mesin partai tidak akan bergerak selaras dan satu komando.

“Muncul berita seolah-olah saya menyeret-nyeret nama Mbak Puan waktu saya menjadi saksi sidang e-KTP, Pak Yasonna juga. Padahal saya tidak pernah menyebut nama-nama itu sama sekali. Mungkin besok saya dibenturkan dengan Sekjen, bahkan dengan ketua umum. Intinya satu, membuat seolah-olah PDIP tidak solid,” tegasnya.

Indikasi berita-berita tersebut dihembuskan pihak tertentu sangat kuat. Salah satunya bisa dilihat dari judul dan isi berita yang hampir sama. “Bahkan kutipan langsung di berita-berita itu sama semua. Tidak mungkin dong media bikin berita sama kalau tidak ada yang mengarahkan,” kata Ganjar.

Namun Ganjar tidak ingin menukik pada kontroversi berita tersebut. Ia sangat yakin kader PDIP solid sehingga adanya berita-berita yang memecah belah partai tersebut tidak mempengaruhi mesin pemenangan PDIP di Pilgub jateng 2018.

“Saya sudah komunikasi dengan pimpinan partai dan semua sepakat bahwa serangan mulai gencar.  Kita tidak boleh lengah dan jangan mudah terombang ambing,” tegasnya.

Editor: Supriyadi

Sowan ke Kediaman KH Ahmad Fathoni Grobogan, Ini yang Diminta Ida Fauziah

MuriaNewsCom, GroboganBakal calon wakil gubernur Jawa Tengah Ida Fauziyah melangsungkan kunjungan ke Grobogan, Jumat (2/2/2018) malam. Ada dua agenda yang dilangsungkan Ida dalam kunjungannya kali ini.

Agenda pertama yang dilakukan Ida adalah bertamu di kediaman KH Ahmad Fatoni di Desa Tanggungharjo, Kecamatan Grobogan. Pasangan Sudirman Said itu tiba di rumah pengasuh Ponpes Manba’ul ‘Ullum sekitar pukul 20.30 WIB.

Ketua DPC PKB Grobogan HM Nurwibowo serta sejumlah pengurus lainnya ikut mendampingi Ida dalam kesempatan itu. Tampak pula, Ketua DPC Partai Gerindra Grobogan Sugeng Prasetyo dan Ketua PC GP Ansor Grobogan Fatoni. Hampir satu jam lamanya, Ida berada di tempat ini.

Menurut Ida, sebelum ke Grobogan, sudah mengunjungi tokoh ulama di Kudus, Jepara dan Rembang. Ida mengaku, silaturahmi yang dilakukan adalah dalam rangka meminta doa restu dari para ulama.

”Tujuan utama adalah silaturahmi dan minta doa restu. Saya juga meminta masukan dari para kiai, bagaimana langkah terbaik yang harus dilakukan,” kata Ida.

Setelah bersilaturahmi dengan banyak ulama, Ida merasa langkahnya semakin mantap dan ringan. Ia optimistis akan bisa memenangkan pertarungan politik dalam Pilkada Jateng bulan Juni nanti. Untuk meraih kemenangan, targetnya tidak hanya meraih simpati dari kalangan NU, namun juga dari masyarakat luas.

”Saya dan Pak Sudirman Said sudah bagi-bagi tugas berkeliling Jateng. Targetnya menang,” imbuhnya.

Dari kediaman KH Ahmad Fatoni, Ida melanjutkan agenda keduanya. Yakni, berkunjung ke kediaman almarhum Miftakhul Huda di Dusun Tahunan, Desa Putatsari, Kecamatan Grobogan untuk menyampaikan duka cita dan memberikan santunan pada istri Huda.

Huda merupakan korban kecelakaan yang menimpa rombongan Banser Grobogan di jalan tol Banyumanik, Semarang, Minggu (21/1/2018) sekitar pukul 23.30 WIB. Saat itu, rombongan dalam perjalanan pulang setelah mengikuti Diklat PKL dan Kursus Banser Lanjutan (Susbala) selama empat hari di Ungaran.

Editor: Supriyadi

NU Kudus Tegaskan Pilihan Nahdliyin Berasal dari Masing-masing Nurani

MuriaNewsCom, Kudus – Safari politik yang belakangan digiatkan bakal calon cagub-cawagub Jateng 2018, ke sejumlah ormas tentunya mengandung maksud tertentu. Nahdlatul Ulama (NU) sebagai organisasi massa, kerapkali mendapat kunjungan dari tokoh-tokoh tersebut.

Lalu bagaimana pengurus NU Kudus menyikapi hal tersebut?

Ketua Tanfidziyah NU Kudus Abdul Hadi mengemukakan pendapatnya, usai mendapatkan kunjungan dari bakal calon wagub Jateng Ida Fauziyah, Kamis (1/2/2018). Menurutnya, hal itu yang dilakukan merupakan bagian menyambung tali silaturahmi.

Terkait pilihan politik, ia menegaskan hal itu adalah hak privasi dari setiap Nahdliyin, guna menentukan pilihan.

“Namun yang pasti saya imbau warga NU harus menggunakan hak suaranya, jangan sampai tidak memilih atau golput,” ujarnya.

Menurutnya, NU merupakan wadah organisasi kemasyarakatan dan bukan merupakan organisasi politik. Pergerakan Nahdlatul Ulama adalah untuk kemaslahatan umat berasaskan gerakan sosial.

“Itu (pilihan pemimpin) terserah kepada warga Nahdliyin, mereka mau memilih siapa dalam kontestasi Pilkada Jateng 2018. Berdasarkan arahan dari Rois Syuriah dan anggaran dasar anggaran rumah tangga. NU bukan parpol melainkan organisasi sosial kemasyarakatan,” tuturnya.

Terakhir, ia meminta agar pelaksanaan pilkada Jateng 2018, baik Pilgub dan Pilbup Kudus berjalan dengan baik.

Di sisi lain, Ida Fauziah yang saat ini tengah bersafari di seputar Pantura Timur berharap dapat memenangkan kontestasi Pilkada Jateng. Baginya kemenangan mutlak diraih, berapapun suara yang nanti terkumpul.

“Targetnya menang, berapapun suaranya yang nanti didapat yang penting menang,” tandasnya.

Editor: Supriyadi

KPU Grobogan Ajak Warga di Perantauan Sukseskan Pilgub 2018

MuriaNewsCom, Grobogan – Berbagai pihak dilibatkan KPU Grobogan dalam rangka meningkatkan angka partisipasi pemilih pada pelaksanaan Pilgub 2018. Antara lain dengan mengajak warga Grobogan yang tinggal di perantauan agar bisa pulang untuk menggunakan hak pilihnya.

”Jumlah warga perantauan ini ada puluhan ribu. Kami berharap mereka bisa pulang untuk menggunakan hak pilihnya pada Pilgub 2018. Sebelum itu, kami juga meminta kepada warga perantauan agar namanya sudah masuk dalam daftar pemilih,” kata Ketua KPU Grobogan Afrosin Arif, usai menggelar Rakor Pemutakhiran Data dan Daftar Pemilih, Kamis (25/1/2018).

Menurut Afrosin, dalam rakor tersebut pihaknya juga mengundang Paguyuban Rantau Grobogan (PRG). Yakni, salah satu organisasi yang anggotanya merupakan warga Grobogan yang merantau ke berbagai daerah. Jumlah anggota PRG saat ini tercatat sekitar 30 ribu orang.

Selain itu, ada berbagai stakeholder yang diundang dalam rakor. Antara lain, dari Polres, Kodim, Dinas Pendidikan, Dispendukcapil, Disnakertrans, Kemenag, Rutan, Dinsos, BPS dan Panwaslu.

Untuk anggota Polri dan TNI yang sudah memasuki purna tugas, diharapkan segera melaporkan perubahan identitasnya. Dengan demikian, namanya bisa tercatat dalam daftar pemilih Pilgub.

Afrosin menegaskan, kenaikan angka partisipasi pemilih pada pelaksanaan Pilgub 2018 menjadi perhatian serius. Soalnya, salah satu barometer suksesnya pelaksanaan pemilu termasuk Pilkada adalah besarnya warga yang menggunakan hak pilih.

”Setelah pelaksanaan pemilihan, selalu muncul pertanyaan utama dari banyak pihak. Yakni, berapa besar angka partisipasi pemilih yang menggunakan hak suaranya. Besarnya partisipasi pemilih memang dinilai sebagian pihak sebagai salah satu indikator keberhasilan penyelenggaraan Pilgub,” katanya.

Terkait dengan pelaksanaan Pilgub tahun 2018, kenaikan partisipasi pemilih memang jadi salah satu perhatian. Alasannya, pada pelaksanaan Pilgub edisi sebelumnya terjadi angka penurunan partisipasi pemilih.

Menurut Afrosin, angka partisipasi pemilih pada Pilgub 2008 bisa mencapai 50,74 persen. Kemudian, pada Pilgub edisi berikutnya tahun 2013, angka partisipasi pemilih turun jadi 45,73 persen.

”Kita akan berupaya agar dalam Pilgub tahun ini, angka partisipasi pemilih bisa meningkat. Target kita, angka partisipasi bisa mencapai 70 persen. Oleh sebab itu, dalam rangka meningkatkan partisipasi pemilih, kita libatkan berbagai stakeholder terkait,” tegasnya.

Editor: Supriyadi

KPU Grobogan Gandeng Stakeholder Dongkrak Partisipasi Pemilih di Pilgub

MuriaNewsCom, Grobogan – Kenaikan angka partisipasi pemilih pada pelaksanaan Pilgub 2018 menjadi perhatian serius dari KPU Grobogan. Indikasinya, pihak KPU Grobogan bahkan sampai menggelar rapat koordinasi peningkatan pastisipasi pemilih Pilgub 2018 yang dilangsungkan di Rumah Kedelai Grobogan, Kamis (18/1/2018).

Ketua KPU Grobogan Afrosin Arif menyatakan, selain lancar dan aman, salah satu barometer suksesnya pelaksanaan pemilu termasuk Pilkada adalah besarnya warga yang menggunakan hak pilih.

”Setelah pelaksanaan pemilihan, selalu muncul pertanyaan utama dari banyak pihak. Yakni, berapa besar angka partisipasi pemilih yang menggunakan hak suaranya. Besarnya partisipasi pemilih memang dinilai sebagian pihak sebagai salah satu indikator keberhasilan penyelenggaraan Pilgub,” katanya, usai rakor.

Terkait dengan pelaksanaan Pilgub tahun 2018, kenaikan partisipasi pemilih memang jadi salah satu perhatian. Sebab, pada pelaksanaan Pilgub edisi sebelumnya terjadi angka penurunan partisipasi pemilih.

Menurut Afrosin, angka partisipasi pemilih pada Pilgub 2008 bisa mencapai 50,74 persen. Kemudian, pada Pilgub edisi berikutnya tahun 2013, angka partisipasi pemilih turun jadi 45,73 persen.

”Kalau untuk pelaksanaan Pilbup, pileg atau pilpres, tingkat pastisipasi pemilih bisa sampai 70 persen. Kita akan berupaya agar dalam Pilgub tahun ini, angka partisipasi  pemilih bisa meningkat. Target kita, angka partisipasi bisa mencapai 70 persen. Oleh sebab itu, dalam rangka meningkatkan partisipasi pemilih, kita libatkan berbagai stakeholder terkait,” tegasnya.

Afrosin menambahkan, terkait pelaksanaan Pilgub, pihaknya sudah melakukan persiapan secara internal pada staf sekretariat KPU. Kemudian, pembentukan badan penyelenggara Pilgub dilevel kecamatan dan desa juga sudah dilantik beberapa waktu lalu.

”Beberapa tahapan Pilgub sudah kita laksanakan dengan lancar sesuai jadwal. Untuk pelaksanaan Pilgub 2018 kita juga dapat alokasi dana sekitar Rp 29 miliar. Dana sebesar ini kita perkirakan sangat mencukupi,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

KPU Grobogan Siapkan 2.363 Petugas Pemutakhiran Data Pemilih di Pilgub 2018

MuriaNewsCom, GroboganKPU Grobogan dalam waktu dekat akan segera melangsungkan kegiatan pemutakhiran data pemilih yang akan digunakan dalam Pilgub Jateng 2018. Untuk memastikan jumlah pemilih dalam Pilgub, KPU Grobogan mengerahkan ribuan petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP).

Total ada 2.363 orang yang disiapkan untuk melakukan pendataan. Jumlah petugas sebanyak ini disesuaikan dengan banyaknya TPS yang disiapkan dalam pilkada nanti.

”Kebijakan yang kita ambil, tiap PPDP akan memutakhirkan data di satu TPS. Makanya, jumlah PPDP kita sesuaikan dengan jumlah TPS yang ada,” jelas Ketua KPU Grobogan Afrosin Arif, Rabu (17/1/2018).

Dia menjelaskan, untuk PPDP nanti diusulkan pada KPU Kabupaten oleh PPS melalui PPK. Kemudian, PPDP diutamakan adalah warga yang ada di sekitar TPS tersebut atau bisa diambilkan dari unsur ketua RT dan RW karena dinilai cukup memahami kondisi lingkungan.

Arfosin menambahkan, setelah PPDP terbentuk mereka akan memulai tugasnya pada 20 Januari hingga 18 Februari mendatang. Hasil laporan dari PPDP sebagai dasar untuk menentukan daftar pemilih sementara.

”Saat ini, PPDP sudah dibentuk dan hari ini sedang diberikan pembekalan teknis serempak diseluruh kecamatan. Beberapa hari lagi, proses pemutakhiran data akan dilakukan,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Tes Kesehatan, Ganjar Datang ke RSUP Karyadi Naik Sepeda

MuriaNewsCom, Semarang – Para kandidat Pemilihan Gubernur Jateng mengikuti tes kesehatan hari kedua di Rumah Sakit Umum Pusat Dr Kariadi Semarang,  Sabtu (13/1/2018). Di antara para calon, kandidat petahana Ganjar Pranowo nampak berbeda karena datang dengan naik sepeda.

Ganjar tiba dengan sepedanya bersama istrinya Siti Atikoh Supriyanti pukul 07.00 WIB. Setelah memarkir sepeda di teras Paviliun Garuda, Ganjar pamit dengan mencium pipi  istrinya. Ganjar yang mengenakan kaos bertuliskan “Jangan Lupa Bahagia” itu kemudian masuk gedung sedangkan Atikoh melanjutkan gowes.

Kepada wartawan yang menunggu di Paviliun Garuda, Ganjar mengatakan datang dengan bersepeda karena sekalian berolahraga. Ia memang rajin gowes keliling kota setiap Jumat, Sabtu, dan Minggu.

Dari rumah dinas gubernur Puri Gedeh, Ganjar bersepeda ke arah Semarang Barat. Ia sempat berhenti dan mengecek kondisi Kanal Banjir Barat sebelum melanjutkan perjalanan menuju RSUP dr Kariadi.

“Kalau Jumat saya keliling sepedaan dulu sebelum ke kantor, hari ini tadi sama keliling dulu sebelum ke sini (RSUP dr Kariadi),” kata Gubernur Jateng itu.

Sesuai jadwal dari KPU Jateng, hari ini dilakukan pemeriksaan kesehatan jasmani. Pemeriksaan berlangsung dua sesi yakni pukul 07.00-12.00 dan 13.00-15.00.

Politikus PDI Perjuangan itu mengaku siap menjalani seluruh tes hari ini. “Ya siap saja, mau kan uwis olahraga jadi ya sehat lah,” tukasnya

Sementara pasangan Ganjar, Taj Yasin Maemoen datang setelahnya. Keduanya langsung memasuki ruang pemeriksaan untuk melakukan tes.

Editor: Supriyadi

Bupati Blora Minta Warga Sukseskan Pelaksanaan Pilgub 2018

MuriaNewsCom, Blora – Bupati Blora Djoko Nugroho meminta seluruh masyarakat agar ikut menyukseskan pesta demokrasi yang bakal dilangsungkan pertengahan tahun nanti. Yakni, pelaksanaan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng 2018. Hal itu disampaikan Djoko saat menghadiri peresmian pendapa baru Kantor Kecamatan Bogorejo, Rabu (10/1/2017) malam.

”Salah satu upaya menyukseskan Pilgub nanti adalah dengan selalu menciptakan suasana kondusif. Untuk itu, suasana kondusif yang sudah tercipta selama ini harus terus ditingkatkan,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Djoko berharap agar pendopo yang baru ini bisa membawa dampak positif. Yakni, menjadi spirit dan cara pandang baru dalam meningkatkan pelayanan prima kepada semua masyarakat.

Selain bupati, hadir pula dalam kesempatan itu Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Bogorejo, Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Bogorejo, Kepala UPT Puskesmas Bogorejo, Kepala Desa se-Kecamatan Bogorejo dan masyarakat umum.

Peresmian pendapa baru ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Camat Bogorejo Teguh Tri Handoyo yang diberikan kepada Ketua Peguyuban Kepala Desa se- Kecamatan Bogorejo. Setelah itu, acara dirangkai dengan pagelaran wayang kulit semalam suntuk dengan dalang Ki Suprayitno.

”Pegelaran wayang kulit ini merupakan gotong royong dari seluruh Kades se Kecamatan Bogorejo untuk menghibur warga yang kangen dengan kesenian tradisional. Melalui pertunjukan wayang kulit ini kita berupaya memupuk rasa kebersamaan untuk membangun Bogorejo yang lebih baik di tahun 2018,” ujar Camat Bogorejo Teguh Tri Handoyo.

Editor: Supriyadi

Hanura Dukung Ganjar-Yasin di Pilgub Jateng

MuriaNewsCom, GroboganSikap Partai Hanura dalam Pigub Jateng akhirnya ada kejelasan. Yakni, mengarahkan dukungan kepada pasangan Ganjar Pranowo dan Taj Yasin. Hal itu disampaikan Ketua DPP Partai Hanura Bidang Wilayah Jateng dan DIY Sudewa pada wartawan, Rabu (10/1/2018).

”Partai Hanura secara resmi mendukung Ganjar Pranowo dan Taj Yasin yang mendaftarkan diri untuk mengikuti Pemilihan Gubernur tahun 2018,” tegasnya.

Menurut Sudewo, meski Partai Hanura tidak memiliki kursi di DPRD Jawa Tengah namun memiliki suara pemilih yang cukup signifikan di tiap kabupaten/kota. Oleh sebab itu, pihaknya bisa menyumbang suara signifikan buat pasangan Ganjar-Yasin pada Pilgub nanti.

Dukungan buat Ganjar Pranowo diberikan dengan sejumlah pertimbangan. Alasan utama adalah keberhasilan Ganjar dalam periode ini dengan melakukan pembangunan bidang infrastruktur. Misalnya, Jalan Purwodadi-Solo yang kini telah mulus kondisinya dibandingkan beberapa tahun lalu.

”Sebelumnya, ruas jalan tersebut rusak parah. Dalam era Pak Ganjar, jalan provinsi menjadi lebih bagus. Salah satu alasan kami adalah keberhasilan pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat,” ujar politisi asal Pati itu.

Saat ini, dukungan tersebut baru disampaikan secara lisan. Dalam waktu dekat akan disampaikan tertulis melalui surat keputusan.

”Dukungan di tingkat provinsi ini sejalan dengan hubungan Hanura dengan PDIP di tingkat nasional yang sama-sama mendukung Pak Jokowi,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Pengurus PDIP di Grobogan Diminta All Out Menangkan Ganjar-Yasin

MuriaNewsCom, Grobogan – Semua jajaran pengurus PDIP Grobogan dari tingkatan kabupaten, kecamatan dan desa diminta bekerja keras untuk mendukung kemenangan pasangan Ganjar Pranowo dan Taj Yasin dalam Pibgub 2018 nanti.

Hal itu disampaikan Ketua DPC PDIP Grobogan Sri Sumarni, saat melangsungkan upacara peringatan HUT ke-45 PDIP di lapangan Kelurahan Kalongan, Kecamatan Purwodadi, Rabu (10/1/2017).

”Semua pengurus dan kader harus all out mendukung pasangan Ganjar Pranowo-Taj Yasin. Saya minta hal ini benar-benar diperhatikan dan dilaksanakan,” tegas Sri.

Ia menyatakan, kinerja Ganjar selama jadi Gubernur Jateng sejauh ini bisa dinilai langsung oleh masyarakat. Salah satunya adalah prioritasnya dalam membangun infrastruktur jalan milik provinsi.

”Keberhasilan yang sudah diraih cukup banyak. Salah satu yang bisa mudah dilihat adalah perbaikan jalan. Saat ini, kondisi jalan dari Grobogan ke kabupaten sekitar sudah mulus,” kata Sri yang saat ini menjabat jadi Bupati Grobogan itu.

Sedangkan pasangan Ganjar, yang lebih dikenal dengan sebutan Gus Yasin merupakan tokoh muda yang dinilai mumpuni. Selain itu, Gus Yasin adalah putra KH Maimoen Zubari, ulama kharismatik dari Rembang yang namanya sudah tidak asing lagi. Khususnya bagi kalangan Nahdliyin.

”Saya minta kepada semua pengurus dan kader partai agar mulai merapatkan barisan, satukan langkah untuk mendukung dan menyukseskan calon dari PDIP yang juga didukung sejumlah parpol lain,” cetusnya.

Editor: Supriyadi

Begini Pesan Mbah Maimoen Pada Putranya yang Jadi Cawagub Ganjar

MuriaNewsCom, Semarang – Sejak Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri mengumumkan pasangan Ganjar Pranowo-Taj Yasin, Ganjar mengaku baru Senin (8/1/2018) malam tadi bertemu dengan putra KH Maimoen Zubair itu.

Ia menyebut, baru malam ini bertemu di Puri Gedeh (rumah dinas gubernur Jateng) sebelum ke Kantor PPP Jateng, untuk menerima surat rekomendasi dari DPP PPP.

“Baru malam ini ketemu dengan Gus Yasin tadi, kalau dulu ya baru surat suratan sms dan baru ketemu tadi sebelum ke sini,” katanya.

Ganjar menegaskan, dalam Pilkada nanti akan menerapkan gaya berpolitik santun dan saling menghormati. “Kita mau mencari gaya pemilu yang saling menghormati dan menghargai untuk kepentingan bersama,” ujarnya.

Sedangkan Yasin mengaku sudah meminta izin dari ayahandanya, KH Maemoen Zubair. Satu pesan khusus ia dapat dari  Mbah Maimoen.

“Untuk menyukseskan pilkada dengan damai dan tenteram, dan menjadi pemimpin yang amanah dan menyejahterakan masyarakat Jawa Tengah,” tuturnya.

Ia juga mengaku siap menjalankan perintah DPP PPP bakal cawagub mendampingi Ganjar. Gus Yasin juga mengaku tidak mengetahui secara pasti pertimbangan DPP PPP menugaskan dirinya maju sebagai bakal cawagub pada Pilkada Jateng 2018.

“Kalau untuk masalah mengizinkan itu urusan partai, silakan menanyakan langsung ke DPP karena itu internal partai,” ujarnya lagi.

Pasangan bakal cagub Ganjar Pranowo-Gus Yasin mendapat dukungan dari PDI Perjuangan, PPP, Partai NasDem, dan Partai Demokrat dan Golkar. Pasangan ini hari ini mendaftar ke KPU dengan konvoi dari gedung Panti Marhaen ke Kantor KPU Jateng di Jalan Veteran Semarang.

Editor : Ali Muntoha

PKB Merapat, Sudirman Said Diduetkan dengan Ida Fauziah

MuriaNewsCom, Semarang – PKB akhirnya memutuskan berkoalisi dengan Partai Gerindra, PKS dan PAN untuk mendukung Sudirman Said dalam Pilgub Jateng 2018. Sebagai syaratnya, PKB menyodorkan nama kadernya utnuk posisi bakal calon wakil gubernur.

Kader yang ditunjuk yakni Ketua Fraksi PKB DPR RI, Ida Fauziah. Penunjukan nama Ida ini kabarnya sudah diterima oleh parpol lain, dan Selasa (9/1/2018) siang ini rencananya akan dideklarasikan di Jakarta.

Ketua DPW PKS Jateng, Kamal Fauzi membenarkan tentang hal ini. Menurut dia, pihaknya sudah berkomunikasi dengan DPP PKS mengenai nama Ida yang diusulkan sebagai pendamping Sudirman Said.

“Benar (PKB bergabung), saya sudah komunikasi dengan Bapak Sohibul Iman (Presiden PKS, red.). PKB sudah menyodorkan kadernya yakni Ida Fauziah untuk menjadi wakilnya Pak Sudirman Said,” katanya.

Ia juga menyebut, penunjukkan Ida Fauziah sudah final dan disetujui seluruh parpol pengusung. Sebelum menentukan nama Ida, ada sejumlah nama yang diusulkan untuk menjadi cawagub Sudirman Said. Yakni Rustriningsih (mantan Wakil Gubernur Jateng, politikus Partai Golkar Arianti Dewi, dan Ida Fauziah.

Kamal menilai pasangan ini memiliki keunggulan dan cukup mampu untuk menandingi Ganjar Pranowo-Taj Yasin. Karena menurut dia, pasangan ini mempunyai komposisi yang komplit. Sudirman Said sebagai teknokrat handal, dan Ida sosok publik yang berpengalaman di bidang kemasyarakatan.

“Artinya kebijakan pak SS diharap bisa dikomunikasikan ke publik oleh wakilnya. Jadi ini sosok yang saling melengkapi. Insya Allah kami di PKS bisa menerima (Ida Fauziyah),” paparnya.

Ketua DPW PKB Jawa Tengah, KH Yusuf Chudlory (Gus Yusuf), saat dikonfirmasi wartawan meminta untuk menunggu pengumuman. Ia menyatakan, pengumuman tentang koalisi di Pilgub Jateng akan diumumkan siang ini.

”DPP PKB akan memberikan pengumuman jam 14.00 WIB, jadi nunggu nanti saja,” terangnya.

Ida Fauziah sendiri bukan warga Jawa Tengah. Ia lahir di Mojokerto 16 Juli 1969. Saat ini ia tercatat sebagai anggota DPR RI dan Ketua Fraksi PKB DPR RI.

Ia juga pernah menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) periode 2010-2015, pernah menjadi Ketua Komisi VIII DPR-RI (2012-2014).

Saat ini menjadi Anggota Komisi I DPR RI, Ketua Fraksi PKB DPR RI, dan sebelumnya ia juga ditunjuk oleh DPP PKB sebagai Ketua Tim Pemenangan Internal Pilkada Jatim 2018.

Editor : Ali Muntoha

Pilgub Jateng : Ganjar-Yasin Hari Ini Daftar ke KPU

MuriaNewsCom, Semarang – Bakal calon gubernur dan wakil gubernur Jateng Ganjar Pranowo-Taj Yasin, Selasa (9/1/2018) hari ini akan mendaftar ke KPU Jateng. Pasangan ini diusung oleh banyak parpol, yakni PDIP, Demokrat, Nasdem, dan PPP.

Rencananya Ganjar-Yasin akan mendaftar ke KPU pada pukul 1.30 WIB. Sejumlah pimpinan parpol pengusung akan mengantarkan pasangan ini mendaftar ke KPU.

“InsyAllah saya dan gus yasin akan mendaftar ke KPUD Provinsi Jawa Tengah sebagai Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Jawa Tengah periode 2018 – 2023, mohon doa semoga lancar,” kata Ganjar.

Senin (8/1/2018) malam tadi, PPP secara resmi menyerahkan surat rekomendasi dukungan terhadap Ganjar-Yasin. Penyerahan surat rekomendasi dilakukan oleh Wakil Ketua DPP PPP Arwani Thomafi di Kantor DPW PPP Jateng.

Thomafi mengatakan, nama Gus Yasin adalah salah satu dari beberapa nama yang diusulkan oleh PPP sebagai calon wakil gubernur. Pengusulan nama juga berdasarkan musyawarah dengan struktur partai.

“Jadi ini “pernikahan” yang sah dan dilandasi rasa tresno karena kami dengan Pak Ganjar sudah komunikasi lama dan intens,” katanya.

PPP menilai Ganjar-Yasin sebagai pasangan yang sekarang sangat dibutuhkan Jateng untuk melanjutkan kesinambungan pembangunan.

Thomafi secara khusus memperkenalkan Yasin sebagai tokoh muda dari kalangan santri. “Gus Yasin adalah tokoh muda, gaul. Inilah model santri milenial, berkarakter dan ganteng lagi,” ujarnya.

Editor : Ali Muntoha

Sempat “Digoda” Parpol Lain Maju Pilgub Jateng, Begini Sikap Musthofa

MuriaNewsCom, Kudus – Setelah tak mendapatkan rekomendasi sebagai Calon Gubernur Jateng dari Megawati Soekarnoputri, Bupati Kudus Musthofa mengaku tak hendak ke lain hati.

Seusai mengantarkan bapaslon Masan-Noor Yasin, ke KPU Kudus Senin (8/1/2018), Musthofa mengaku akan tetap tegak lurus terhadap instruksi partainya. Meskipun demikian, ia mengaku “digoda” banyak partai lain.

“Memang banyak dari berbagai parpol yang hubungi saya. Namun saya tetap tegal lurus, tunduk terhadap Ketua Umum saya (Setelah tak mendapatkan rekomendasi sebagai Cagub Jateng),” tuturnya.

Musthofa menyebut, kesetiaannya terhadap PDIP adalah sesuatu yang mutlak. “Saya 2003 mencalonkan (sebagai bupati Kudus) gagal, panjenengan lihat saya pindah partai? Pada 2008 dan 2013 saya berhasil dan 2018 saya (mengantarkan) daftarkan (Masan-Noor Yasin). Sebagai petugas partai saya tunduk kepada ketum saya,” tandasnya.

Oleh karenanya, ia mengaku siap untuk menyukseskan Cagub-Cawagub yang diusung partainya yakni Ganjar Pranowo dan Taj Yasin.

“Jangankan tidak mendapat rekomendasi, saya disuruh hari ini berhenti jadi bupati, saya laksanakan. Jadi saya siap menangkan Mas Ganjar,” ungkapnya.

Sebelum mengakhiri sesi wawancara, Musthofa mengaku percaya akan mendapatkan rekomendasi lain dari PDIP.

“Saya percaya dengan kebaikan dan budi baik ketum saya. Bu Megawati Sukarnoputri amat cermat dan amat jeli, melihat kader yang sungguh-sungguh. Sehingga saya yakin saya dipersiapkan (untuk mengisi) di tempat lain,” pungkas Musthofa.

Editor: Supriyadi

Sambut Pilgub 2018, Polres Grobogan Gelar Apel Pasukan Mantap Praja Candi

MuriaNewsCom, GroboganPelaksanaan Pigub Jateng 2018 masih digelar beberapa bulan lagi. Meski demikian, persiapan untuk menyukseskan penyelenggaraan pesta demokrasi tersebut sudah mulai dilangsungkan jauh hari sebelumnya.

Salah satunya bisa dilihat dengan adanya kegiatan apel gelar pasukan untuk pelaksanaan operasi Mantap Praja Candi 2018 di Mapolres Grobogan, Jumat (5/1/2018).

Apel gelar pasukan dipimpin langsung Kapolres Grobogan AKBP Satria Rizkiano. Hadir pula dalam kesempatan ini, jajaran FKPD Kabupaten Grobogan, penyelenggaran Pemilu, tokoh agama, tokoh masyarakat serta para ketua partai politik. Apel juga diikuti personil dari TNI, Satpol PP dan Dishub.

Kapolres menyatakan, apel tersebut dilakukan untuk mengetahui sejauh mana kesiapan seluruh satuan, personel dan peralatan dalam pelaksanaan operasi Mantap Praja 2018.

Apel tersebut merupakan representasi dari kesiapan terhadap tanggung jawab dan kepercayaan yang diberikan oleh negara dan seluruh masyarakat Jawa Tengah. Yakni, untuk menjamin keamanan, ketertiban dan kelancaran, demi suksesnya penyelenggaraan Pilgub tahun 2018.

Terkait dengan pelaksanaan Pilgub mendatang, Kapolres menekankan kepada anggotanya untuk menjaga netralitas. Semua personil juga diminta melakukan kerja sama yang harmonis dengan seluruh penyelenggara pemilu, unsur TNI, dan segenap komponen masyarakat.

”Kepercayaan ini haruslah kita jawab dengan kesungguhan dan keikhlasan hati. Langkahnya dengan mewujudkan keseriusan dalam pelaksanaan tugas pengamanan, sehingga rasa aman yang menjadi dambaan seluruh warga masyarakat betul – betul bisa kita wujudkan,” tegas kapolres.

Editor: Supriyadi

Siapa Bakal Dampingi Sudirman Said Lawan Ganjar?

Ganjar Pranowo dan Sudirman Said

MuriaNewsCom, Semarang – Mantan Menteri ESDM Sudirman Said, menjadi satu-satunya bakal calon gubernur yang telah dideklarasikan untuk maju dalam Pilgub Jateng 2018. Dirman kemungkinan besar akan melawan gubernur petahana Ganjar Pranowo, yang sinyal untuk diusung kembali oleh PDIP semakin kuat.

Sama seperti Ganjar, yang banyak menjadi sorotan adalah siapa yang akan menjadi wakil dalam merebut kursi gubernur itu.

Saat ini, Dirman telah dideklarasikan oleh Gerindra dan PAN. PKS juga disebut-sebut akan segera memberikan dukungan. Dirman juga mengklaim telah mendapat dukungan dari PPP.

Beberapa nama mulai dimunculkan untuk dipasangkan dengan Sudirman Said. Mulai dari Mantan Wakil Gubernur Jateng Rustriningsih, Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Ferry Juliantono, hingga Ketua DPW PKB Jateng KH Yusuf Chudlori (Gus Yusuf).

Kembali munculnya nama Ferry Juliantono diusulkan oleh Gerindra Jateng. Sebelumnya Ferry juga berambisi maju sebagai calon gubernur, namun Prabowo Subianto lebih memilih Sudirman Said.

“Ferry Juliantono termasuk salah satu yang diusulkan” Ketua DPD Gerindra Jateng, Abdul Wachid dilansir DetikCom, Sabtu (23/12/2017).

Meski demikian, ia menyebut jika usulan tersebut masih sekadar wacana, dan harus dibicarakan dengan parpol pendukung lainnya. Apalagi menurut dia, banyak nama yang dimunculkan untuk disandingkan dengan Sudirman Said.

Dirman sendiri mengaku mempertimbangkan dua nama untuk dijadikan wakil. Yakni Rustriningsih dan Gus Yusuf.

“Keduanya masih dipertimbangkan untuk menjadi calon wakil gubernur mendampingi saya. Tentu masih dilihat semuanya baik Bu Rustriningsih, juga Gus Yusuf,” kata Sudirman saat berada di Brebes, Jumat (22/12/2017) kemarin.

Rustriningsih yang merupakan mantan kader PDIP mempunyai basis masa yang cukup kuat. Bahkan dorongan kepada Rustri untuk kembali mencalonkan diri juga besar.

Sementara Gus Yusuf merupakan Ketua DPW PKB Jateng, yang mempunyai dukungan kuat dari unsure Nahdlatul Ulama (NU).

Selain dua nama itu, Dirman juga menyebut ada purnawirawan militer yang masuk nominasi calon wakil gubernur pendampingnya. Namun dia tak menyebut identitas purnawirawan itu.

Di sisi lain, peluang gubernur petahana Ganjar Pranowo, untuk diusung PDIP semakin kuat. Ini terlihat dari beberapa kali hasil survei internal yang menyebut, nama Ganjar selalu di posisi atas.

Ganjar sendiri pada beberapa kesempatan sering menyebut jika siap diduetkan dengan siapapun oleh partai. Namun hingga kini belum ada kepastian resmi.

PDIP sendiri diperkirakan bakal mengumumkan jago yang diusung mendekati hari H pendaftaran pada Januari 2018 mendatang.

Editor : Ali Muntoha

PAN Resmi Usung Cagub Sudirman Said dalam Pilkada Jateng 2018

Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan menyerahkan SK rekomondasi buat Sudirman Said sebagai Cagub Jateng 2018, Sabtu (16/12/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Setelah resmi ditetapkan jadi calon gubernur (Cagub) oleh Partai Geridra, dukungan dari Parpol lain untuk Sudirman Said mulai berdatangan. Salah satunya adalah dari Partai Amanat Nasional (PAN).

Bentuk dukungan sudah dilayangkan secara resmi oleh Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan. Yakni, dengan menyerahkan SK rekomondasi buat Sudirman Said sebagai Cagub Jateng 2018.

Penyerahan rekomendasi dilakukan setelah Zulkifli membuka di Rakerwil II PAN Jateng di Hotel Grand Master Purwodadi, Grobogan, Sabtu (16/12/2017). Rekomendasi diterima langsung Sudirman Said yang juga hadir dalam acara rakerwil tersebut.

”PAN resmi mendukung Pak Sudirman Said maju jadi calon Gubernur Jateng 2018. Hari ini, SK rekomendasi saya serahkan langsung,” kata Ketua MPR RI itu.

Setelah menerima rekomendasi, Zulkifli meminta pada Sudirman agar berjuang secara maksimal. Zulkifli juga meminta pada pengurus dan kader PAN di Jateng ikut mendukung total perjuangan Sudirman Said dalam Pilgub tahun depan.

Disinggung soal calon wakil gubernurnya, Zulkifli menyatakan, masih melihat kemungkinan dilapangan terlebih dahulu. “Soal siapa wakilnya nanti dibicarakan dulu,” tegasnya.

Sementara itu, Sudirman mengatakan, ia akan berupaya semaksimal mungkin untuk mengemban amanah yang diberikan. Yakni, sebagai cagub dalam Pilkada Jateng 2018.

”Saya akan berupaya mengemban amanah sebaik mungkin,” katanya. 

Editor: Supriyadi

Sudirman Said Akan Belajar dari Pilkada DKI Jakarta 

Sudirman Said (kiri) didampingi Ketua DPD Gerindra Jateng Abdul Wakhid ketika memberikan keterangan pers, Jumat (15/12/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Sudirman Said Calon Gubernur Jateng asal Partai Gerindra mengaku akan belajar dari kesuksesan Pilkada DKI Jakarta. Namun demikian ia mengaku, masyarakat Jawa Tengah lebih kompleks.

“Tentu yang positif akan kita terapkan. Namun wilayah Jateng kan lebih luas dari Jakarta. Prinsipnya akan kita pegang, namun implementasinya akan jelas menyesuaikan dengan daerah,” kata ketua tim sinkronisasi Anies-Sandi, Jumat (15/12/2017). 

Menurutnya, penduduk Jawa Tengah memiliki bermacam warna dan luasnya melebihi Jakarta. Ia menyebut memerlukan ketelatenan untuk mengenalkan sosoknya ke warga berpenduduk lebih kurang 33 juta itu.

“Jawa Tengah kita lihat sebagai daerah yang warna-warni, lebih luas dari Jakarta. Di sana ada sekitar 12 juta penduduk disini (Jateng) ada 33 juta. Kita perlu ketelatenan dan tantangannya berbeda,” ucapnya.

Sementara itu, Abdul Wakhid Ketua DPD Gerindra Jateng mengatakan, pihaknya akan bekerja keras untuk memenangkan Sudirman Said. Menurutnya meskipun popularitasnya tak sekuat petahanan, namun dirinya memiliki kunci-kunci kemenangan Anis-Sandi.

“Kunci kemenangan Anis-Sandi untuk meningkatkan elektabilitas akan dipakai di Jateng. Dulu Anies juga dari bawah kan juga tidak dikenal. Satu diantara caranya gerilya di desa-desa,” tuturnya. 

Editor: Supriyadi

Hasil Survei PDIP Ganjar Masih di Atas Angin, Tapi Kasus Ini yang Dikhawatirkan

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo saat menyerahkan bantuan di BBPBAP Jepara beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Semarang – Nama petahana Gubernur Jateng Ganjar Pranowo masih belum terkalahkan dalam survei yang dilakukan PDI Perjuangan sebagai calon gubernur. Bahkan disebut, tingkat elektabilitas Ganjar mengalami peningkatan dari beberapa bulan lalu.

Ketua DPD PDI Perjuangan, Bambang Wuryanto menyebut, jika beberapa bulan lalu hasil survei Ganjar sebesar 46,1 persen, kini hasilnya telah meningkat drastis. “Faktanya demikian, fakta lapangan Ganjar agak sulit dilawan,” katanya.

Dalam kesempatan pelantikan Kader Komunitas Juang angkatan IV, di Panti Marhaen, Minggu (10/12/2017), ia juga menyebut, jika hasil survei internal justru menurun. Angkanya hanya 63 persen, dibanding survei sebelum Pilgub Jateng 2013 lalu yang mencapai 93 persen.

“Ada penurunan, maka petinggi di internal partai perlu dibereskan. Tapi Ganjar di publik sangat disukai, maka surveinya tetap tinggi,” ujarnya.

Namun ada yang membutnya cukup khawatir, yakni terus dikaitkannya nama Ganjar Pranowo dalam kasus korupsi E-KTP. Menurut dia, kasus ini rawan membuat elektabilitas Ganjar menjadi rontok.

“Ganjar hanya akan rontok kalau dihantam E-KTP, kalau dia naik kelas menjadi tersangka,” katanya dikutip dari beritajateng.com.

Lebih lanjut Pacul mengatakan, kalau sebelum pendaftaran status hukumnya masih sebagai saksi dan tidak naik menjadi tersangka, maka hampir bisa dipastikan rekomendasi calon gubernur akan diberikan kepada Ganjar Pranowo. Namun kalau sudah naik kelas maka akan diberikan kepada yang lainnya.

“Yang membuat saya kawatir kalau setelah masa pendaftaran sampai dengan penetapan calon dia naik kelas, momprot kita,” bebernya.

Berbeda kalau sudah dilakukan penetapan calon oleh KPU, Pacul mengaku tidak kawatir karena bisa dipastikan sampai pelaksanaan pilgub status hukumnya tidak akan naik.

“Kalau sudah ditetapkan aman, soalnya sudah ada understanding antara KPK, Kejaksaan dan Kepolisian tidak akan diutak-atik,” katanya.

Kecuali, tambah Pacul, kalau ada hal hal yang sifatnya khusus seperti yang terjadi di DKI beberapa waktu yang Lalu.

Ia juga memperkirakan rekomendasi baru akan diturunkan oleh DPP PDI Perjuangan mepet dengan pendaftaran. Hal ini sama seperti pada Pilgub Jateng 2013 lalu.

Editor : Ali Muntoha

Bakal Calon Wakil Gubernur Jateng dari Golkar Titip Salam untuk Warga Pati

Ketua Korwil Pemenangan Golkar Jateng Firman Soebagyo. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Bakal Calon Wakil Gubernur Jawa Tengah dari Partai Golkar, Arianti Dewi menitipkan salam untuk warga Pati. Salam itu lantas disampaikan Anggota DPR RI Firman Soebagyo saat kunjungan ke Pati.

“Dari Golkar akan mengusung Ibu Arianti, Wakil Bendahara Umum DPP Golkar untuk maju sebagai Calon Wakil Gubernur Jateng. Beliau punya kapasitas dan kualitas yang mumpuni untuk mendampingi Calon Gubernur nantinya,” ujar Firman yang juga Ketua Korwil Pemenangan Jateng Partai Golkar, Senin (6/11/2017).

Sebelum ditunjuk Golkar, sosok Arianti disebut memiliki elektabilitas yang bagus di wilayah Jawa Tengah, termasuk Pati. Karena itu, sosok Arianti dianggap sangat layak maju sebagai Wakil Gubernur Jateng.

“Beliau masih cukup muda, aktif, cerdas dan terdidik. Sebetulnya kemarin mau datang dan menyapa masyarakat waktu ada acara HUT ke-53 Golkar di Pati. Berhubung ada agenda yang tidak bisa ditinggalkan, beliau memberikan amanah untuk menyampaikan salam kepada warga Pati,” kata Firman.

Sementara itu, Ketua Harian DPD Partai Golkar Jateng, Iqbal Wibisono menjelaskan, Golkar memang tidak membidik Calon Gubernur. Pasalnya, Golkar hanya punya sepuluh kursi di DPRD Jateng dan berada di urutan keempat setelah PDIP, PKB dan Gerindra.

Posisi Golkar di urutan keempat dalam kursi legislatif itulah yang membuatnya mengusung Calon Wagub. Sedangkan rencana koalisi, pihaknya akan membuka peluang kepada semua partai.

“Koalisi akan dibangun dengan semua partai, tidak terkecuali. Tinggal nunggu waktu. Pendaftaran awal Januari, mari kita tunggu. Yang jelas, kita akan tempatkan sosok wanita cerdas dan terdidik,” jelas Iqbal.

Secara terpisah, Ketua DPD Golkar Kabupaten Pati Aji Sudarmaji mengaku siap melaksanakan mandat dari DPP maupun DPD Golkar. Dia akan merapatkan barisan untuk memenangkan Calon Wagub dari Golkar di wilayah Pati bersama Cagub yang diusung partai koalisi nantinya.

Editor: Supriyadi

PDIP Pati Rapatkan Barisan untuk Memenangkan Calon Gubernur

Ketua PDIP Pati Ali Badrudin menyatakan kesiapannya untuk memenangkan calon gubernur Jateng di wilayah Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Ketua DPC PDIP Pati Ali Badrudin mengaku sudah siap untuk memenangkan calon gubernur yang diusung DPP PDIP pada Pilgub 2018 mendatang.

Bahkan, pihaknya sudah merapatkan barisan untuk memenangkan calon gubernur yang diusung PDIP di Kabupaten Pati. “Kita sudah melakukan konsolidasi, kemantapan dan sikap, sehingga bisa memenangkan calon yang diusung PDIP,” ujar Ali, Sabtu (4/11/2017).

Ali juga mengamini bila Jawa Tengah selama ini menjadi parameter keberhasilan suatu partai. Karena itu, dia mengaku tidak main-main dan siap “memerahkan” Kabupaten Pati untuk kemenangan calon gubernur yang nantinya diusung.

Menurut dia, kemenangan mutlak bisa dicapai di Pati karena PDIP selama ini mengakomodasi kepentingan rakyat. Banyak aspirasi dari masyarakat akar rumput yang diperjuangkan PDIP.

“Semuanya untuk rakyat. Kita menang karena didukung rakyat, kalau sudah menang kembalinya juga untuk rakyat. Dari pola itu, saya yakin bisa menang mutlak di Pati,” tuturnya.

Saat ini, DPP PDIP masih terus melakukan penjajakan untuk para kandidat gubernur Jawa Tengah. Para kandidat dipersilakan untuk menaikkan popularitas dan melakukan pendekatan emosional kepada kader partai hingga pertengahan November.

“PDIP masih mengikuti mekanisme partai. Setelah masa penjajakan popularitas dan pendekatan emosional dengan kader partai selesai, kita akan tetapkan siapa calonnya,” sambung Ketua DPD PDIP Jateng Bambang Wuryanto.

Karena itu, pihaknya masih enggan menyebut nama-nama yang akan maju sebagai calon gubernur Jateng dengan kendaraan PDIP. Dia juga memastikan belum ada pengerucutan nama di tingkat DPP.

Editor: Supriyadi

Ini Karya Mural Keren Pemuda Kudus Soal Pilkada

Salah satu karya mural pemuda Kudus dalam lomba yang digelar KPU Kudus. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kudus menggelar lomba mural, Minggu (29/10/2017). Puluhan peserta mengikuti lomba yang digunakan sebagai salah satu sarana untuk menyosialisaikan Pilkada Kudus dan Pilgub Jateng 2018.

Dan ternyata hasil karya mural para pemuda Kudus sangat keren. Pihak juri sempat dibuat decak kagum melihat karya-karya tersebut. Juri pun sempat kesulitan menentukan mana pemanangnya, karena kualitas mural yang ditampilkan rata-rata bagus.

Meski demikian, juri mentapkan mural karya Muh Firdaus, dari Ngangguk, Kudus sebagai juara. Sementara peringkat kedua dan ketiga masing-masing ditempati Rifqi Arfiyan (Kedung Sari) dan Ahmad Maymun (Samirejo, Dawe).

Berikuti kami tampilkan beberapa karya mural para pemuda di Kudus dalam lomba yang digelar KPU Kudus, Minggu pagi tadi.

Mural ini memberi pesan moral untuk tak memilih calon pemimpin koruptor. (MuriaNewsCom)

 

Jadilah pemilih cerdas berkualitas. (MuriaNewsCom)

 

Jangan takut tolak ajakan golput. (MuriaNewsCom)

 

Mari nyoblos dalam Pilgub Jateng dan Pilbup Kudus. (MuriaNewsCom)

 

Ajakan untuk menolak politik uang dalam pilkada. (MuriaNewsCom)

 

Sukseskan Pilgub Jateng dan Pilbup Kudus, tolak golput. (MuriaNewsCom)

 

Kenali dulu calon pemimpin sebelum memilih. (MuriaNewsCom)

 

Tolak politik uang (MuriaNewsCom)

 

Pilkada biasa terjadi hujan uang dari para calon. (MuriaNewsCom)

 

Golput bukan solusi. (MuriaNewsCom)

 

Jangan pilih pemimpin yang menyogok dengan uang. (MuriaNewsCom)

Editor : Ali Muntoha

Baca : Cara Cerdas KPU Kudus Sosialisasikan Pilkada Melalui Mural

 

Nelayan Rembang Dukung Musthofa Jadi Gubernur Jateng

Para nelayan yang tergabung dalam kelompok nelayan bersama (KNB) ‘Sejati’ menyatakan dukungan untuk Bupati Kudus Musthofa pada Pilgub Jateng. (Humas Pemkab Kudus)

MuriaNewsCom, Rembang – Para nelayan yang tergabung dalam kelompok nelayan bersama (KNB) ‘Sejati’ menyatakan dukungan untuk Bupati Kudus Musthofa pada Pilgub Jateng tahun depan. Mereka berkumpul di pantai Desa Sukoharjo, Rembang, Jumat (13/10/2017) untuk menyambut kedatangan Musthofa. 

Tanpa ragu, KNB yang beranggotakan ratusan orang tersebut bersepakat secara bulat untuk mengusung dan mendukung Musthofa menjadi Gubernur Jawa Tengah periode 2018-2023. 

“Dukungan ini kami berikan karena melihat kinerja bupati dua periode ini dalam memajukan Kudus dan menyejahterakan warganya,” kata ketua KNB Sejati Supar.

Yang mereka harapkan adalah adanya perhatian dari seorang gubernur bagi para nelayan. Sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan. Apalagi sosok Musthofa yang dekat dengan rakyat seperti yang terlihat pagi itu.

Supar dengan tegas membacakan pernyataan dukungan di dampingi ratusan nelayan lainnya. Para nelayan mendukung dan siap menjadi relawan tanpa syarat ketika Musthofa ditetapkan sebagai Calon Gubernur Jateng.

“Kami semua berdoa semoga Bapak Musthofa mendapat rekomendasi dari PDI Perjuangan dan terpilih sebagai Gubernur Jawa Tengah 2018-2023,” tegas Supar.

Perhatian Musthofa, lanjutnya, pada dunia kelautan di Kudus telah terbukti. Yakni meski tidak memiliki lautan, Kudus menyiapkan masa depan anak bangsa bidang kemaritiman. Itu ditunjukkan dengan adanya sekolah maritim berstandar internasional.

“Untuk itulah kami memberikan dukungan ini tanpa adanya paksaan dari siapapun. Semata mata demi kesejahteraan para nelayan,” lanjutnya yang telah memasang bendera bergambar Musthofa pada ratusan perahu nelayan.

Sementara itu, Musthofa menyampaikan terima kasih atas deklarasi ini dan kesediaan para nelayan memberikan dukungan serta menjadi relawan. Dia akan memberikan dukungan agar para nelayan mampu meningkatkan kesejahteraan dengan kebijakannya nantinya.

“Terimakasih dukungan ini dilakukan secara tulus dan ihlas. Para nelayan ini adalah sebagai keluarga besar kami,” kata Musthofa yang pagi itu juga melakukan kunjungan ke Pemkab Rembang.

Editor: Supriyadi