KPU Grobogan Ajak Warga di Perantauan Sukseskan Pilgub 2018

MuriaNewsCom, Grobogan – Berbagai pihak dilibatkan KPU Grobogan dalam rangka meningkatkan angka partisipasi pemilih pada pelaksanaan Pilgub 2018. Antara lain dengan mengajak warga Grobogan yang tinggal di perantauan agar bisa pulang untuk menggunakan hak pilihnya.

”Jumlah warga perantauan ini ada puluhan ribu. Kami berharap mereka bisa pulang untuk menggunakan hak pilihnya pada Pilgub 2018. Sebelum itu, kami juga meminta kepada warga perantauan agar namanya sudah masuk dalam daftar pemilih,” kata Ketua KPU Grobogan Afrosin Arif, usai menggelar Rakor Pemutakhiran Data dan Daftar Pemilih, Kamis (25/1/2018).

Menurut Afrosin, dalam rakor tersebut pihaknya juga mengundang Paguyuban Rantau Grobogan (PRG). Yakni, salah satu organisasi yang anggotanya merupakan warga Grobogan yang merantau ke berbagai daerah. Jumlah anggota PRG saat ini tercatat sekitar 30 ribu orang.

Selain itu, ada berbagai stakeholder yang diundang dalam rakor. Antara lain, dari Polres, Kodim, Dinas Pendidikan, Dispendukcapil, Disnakertrans, Kemenag, Rutan, Dinsos, BPS dan Panwaslu.

Untuk anggota Polri dan TNI yang sudah memasuki purna tugas, diharapkan segera melaporkan perubahan identitasnya. Dengan demikian, namanya bisa tercatat dalam daftar pemilih Pilgub.

Afrosin menegaskan, kenaikan angka partisipasi pemilih pada pelaksanaan Pilgub 2018 menjadi perhatian serius. Soalnya, salah satu barometer suksesnya pelaksanaan pemilu termasuk Pilkada adalah besarnya warga yang menggunakan hak pilih.

”Setelah pelaksanaan pemilihan, selalu muncul pertanyaan utama dari banyak pihak. Yakni, berapa besar angka partisipasi pemilih yang menggunakan hak suaranya. Besarnya partisipasi pemilih memang dinilai sebagian pihak sebagai salah satu indikator keberhasilan penyelenggaraan Pilgub,” katanya.

Terkait dengan pelaksanaan Pilgub tahun 2018, kenaikan partisipasi pemilih memang jadi salah satu perhatian. Alasannya, pada pelaksanaan Pilgub edisi sebelumnya terjadi angka penurunan partisipasi pemilih.

Menurut Afrosin, angka partisipasi pemilih pada Pilgub 2008 bisa mencapai 50,74 persen. Kemudian, pada Pilgub edisi berikutnya tahun 2013, angka partisipasi pemilih turun jadi 45,73 persen.

”Kita akan berupaya agar dalam Pilgub tahun ini, angka partisipasi pemilih bisa meningkat. Target kita, angka partisipasi bisa mencapai 70 persen. Oleh sebab itu, dalam rangka meningkatkan partisipasi pemilih, kita libatkan berbagai stakeholder terkait,” tegasnya.

Editor: Supriyadi

KPU Grobogan Gandeng Stakeholder Dongkrak Partisipasi Pemilih di Pilgub

MuriaNewsCom, Grobogan – Kenaikan angka partisipasi pemilih pada pelaksanaan Pilgub 2018 menjadi perhatian serius dari KPU Grobogan. Indikasinya, pihak KPU Grobogan bahkan sampai menggelar rapat koordinasi peningkatan pastisipasi pemilih Pilgub 2018 yang dilangsungkan di Rumah Kedelai Grobogan, Kamis (18/1/2018).

Ketua KPU Grobogan Afrosin Arif menyatakan, selain lancar dan aman, salah satu barometer suksesnya pelaksanaan pemilu termasuk Pilkada adalah besarnya warga yang menggunakan hak pilih.

”Setelah pelaksanaan pemilihan, selalu muncul pertanyaan utama dari banyak pihak. Yakni, berapa besar angka partisipasi pemilih yang menggunakan hak suaranya. Besarnya partisipasi pemilih memang dinilai sebagian pihak sebagai salah satu indikator keberhasilan penyelenggaraan Pilgub,” katanya, usai rakor.

Terkait dengan pelaksanaan Pilgub tahun 2018, kenaikan partisipasi pemilih memang jadi salah satu perhatian. Sebab, pada pelaksanaan Pilgub edisi sebelumnya terjadi angka penurunan partisipasi pemilih.

Menurut Afrosin, angka partisipasi pemilih pada Pilgub 2008 bisa mencapai 50,74 persen. Kemudian, pada Pilgub edisi berikutnya tahun 2013, angka partisipasi pemilih turun jadi 45,73 persen.

”Kalau untuk pelaksanaan Pilbup, pileg atau pilpres, tingkat pastisipasi pemilih bisa sampai 70 persen. Kita akan berupaya agar dalam Pilgub tahun ini, angka partisipasi  pemilih bisa meningkat. Target kita, angka partisipasi bisa mencapai 70 persen. Oleh sebab itu, dalam rangka meningkatkan partisipasi pemilih, kita libatkan berbagai stakeholder terkait,” tegasnya.

Afrosin menambahkan, terkait pelaksanaan Pilgub, pihaknya sudah melakukan persiapan secara internal pada staf sekretariat KPU. Kemudian, pembentukan badan penyelenggara Pilgub dilevel kecamatan dan desa juga sudah dilantik beberapa waktu lalu.

”Beberapa tahapan Pilgub sudah kita laksanakan dengan lancar sesuai jadwal. Untuk pelaksanaan Pilgub 2018 kita juga dapat alokasi dana sekitar Rp 29 miliar. Dana sebesar ini kita perkirakan sangat mencukupi,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

KPU Grobogan Siapkan 2.363 Petugas Pemutakhiran Data Pemilih di Pilgub 2018

MuriaNewsCom, GroboganKPU Grobogan dalam waktu dekat akan segera melangsungkan kegiatan pemutakhiran data pemilih yang akan digunakan dalam Pilgub Jateng 2018. Untuk memastikan jumlah pemilih dalam Pilgub, KPU Grobogan mengerahkan ribuan petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP).

Total ada 2.363 orang yang disiapkan untuk melakukan pendataan. Jumlah petugas sebanyak ini disesuaikan dengan banyaknya TPS yang disiapkan dalam pilkada nanti.

”Kebijakan yang kita ambil, tiap PPDP akan memutakhirkan data di satu TPS. Makanya, jumlah PPDP kita sesuaikan dengan jumlah TPS yang ada,” jelas Ketua KPU Grobogan Afrosin Arif, Rabu (17/1/2018).

Dia menjelaskan, untuk PPDP nanti diusulkan pada KPU Kabupaten oleh PPS melalui PPK. Kemudian, PPDP diutamakan adalah warga yang ada di sekitar TPS tersebut atau bisa diambilkan dari unsur ketua RT dan RW karena dinilai cukup memahami kondisi lingkungan.

Arfosin menambahkan, setelah PPDP terbentuk mereka akan memulai tugasnya pada 20 Januari hingga 18 Februari mendatang. Hasil laporan dari PPDP sebagai dasar untuk menentukan daftar pemilih sementara.

”Saat ini, PPDP sudah dibentuk dan hari ini sedang diberikan pembekalan teknis serempak diseluruh kecamatan. Beberapa hari lagi, proses pemutakhiran data akan dilakukan,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Tes Kesehatan, Ganjar Datang ke RSUP Karyadi Naik Sepeda

MuriaNewsCom, Semarang – Para kandidat Pemilihan Gubernur Jateng mengikuti tes kesehatan hari kedua di Rumah Sakit Umum Pusat Dr Kariadi Semarang,  Sabtu (13/1/2018). Di antara para calon, kandidat petahana Ganjar Pranowo nampak berbeda karena datang dengan naik sepeda.

Ganjar tiba dengan sepedanya bersama istrinya Siti Atikoh Supriyanti pukul 07.00 WIB. Setelah memarkir sepeda di teras Paviliun Garuda, Ganjar pamit dengan mencium pipi  istrinya. Ganjar yang mengenakan kaos bertuliskan “Jangan Lupa Bahagia” itu kemudian masuk gedung sedangkan Atikoh melanjutkan gowes.

Kepada wartawan yang menunggu di Paviliun Garuda, Ganjar mengatakan datang dengan bersepeda karena sekalian berolahraga. Ia memang rajin gowes keliling kota setiap Jumat, Sabtu, dan Minggu.

Dari rumah dinas gubernur Puri Gedeh, Ganjar bersepeda ke arah Semarang Barat. Ia sempat berhenti dan mengecek kondisi Kanal Banjir Barat sebelum melanjutkan perjalanan menuju RSUP dr Kariadi.

“Kalau Jumat saya keliling sepedaan dulu sebelum ke kantor, hari ini tadi sama keliling dulu sebelum ke sini (RSUP dr Kariadi),” kata Gubernur Jateng itu.

Sesuai jadwal dari KPU Jateng, hari ini dilakukan pemeriksaan kesehatan jasmani. Pemeriksaan berlangsung dua sesi yakni pukul 07.00-12.00 dan 13.00-15.00.

Politikus PDI Perjuangan itu mengaku siap menjalani seluruh tes hari ini. “Ya siap saja, mau kan uwis olahraga jadi ya sehat lah,” tukasnya

Sementara pasangan Ganjar, Taj Yasin Maemoen datang setelahnya. Keduanya langsung memasuki ruang pemeriksaan untuk melakukan tes.

Editor: Supriyadi

Bupati Blora Minta Warga Sukseskan Pelaksanaan Pilgub 2018

MuriaNewsCom, Blora – Bupati Blora Djoko Nugroho meminta seluruh masyarakat agar ikut menyukseskan pesta demokrasi yang bakal dilangsungkan pertengahan tahun nanti. Yakni, pelaksanaan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng 2018. Hal itu disampaikan Djoko saat menghadiri peresmian pendapa baru Kantor Kecamatan Bogorejo, Rabu (10/1/2017) malam.

”Salah satu upaya menyukseskan Pilgub nanti adalah dengan selalu menciptakan suasana kondusif. Untuk itu, suasana kondusif yang sudah tercipta selama ini harus terus ditingkatkan,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Djoko berharap agar pendopo yang baru ini bisa membawa dampak positif. Yakni, menjadi spirit dan cara pandang baru dalam meningkatkan pelayanan prima kepada semua masyarakat.

Selain bupati, hadir pula dalam kesempatan itu Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Bogorejo, Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Bogorejo, Kepala UPT Puskesmas Bogorejo, Kepala Desa se-Kecamatan Bogorejo dan masyarakat umum.

Peresmian pendapa baru ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Camat Bogorejo Teguh Tri Handoyo yang diberikan kepada Ketua Peguyuban Kepala Desa se- Kecamatan Bogorejo. Setelah itu, acara dirangkai dengan pagelaran wayang kulit semalam suntuk dengan dalang Ki Suprayitno.

”Pegelaran wayang kulit ini merupakan gotong royong dari seluruh Kades se Kecamatan Bogorejo untuk menghibur warga yang kangen dengan kesenian tradisional. Melalui pertunjukan wayang kulit ini kita berupaya memupuk rasa kebersamaan untuk membangun Bogorejo yang lebih baik di tahun 2018,” ujar Camat Bogorejo Teguh Tri Handoyo.

Editor: Supriyadi

Hanura Dukung Ganjar-Yasin di Pilgub Jateng

MuriaNewsCom, GroboganSikap Partai Hanura dalam Pigub Jateng akhirnya ada kejelasan. Yakni, mengarahkan dukungan kepada pasangan Ganjar Pranowo dan Taj Yasin. Hal itu disampaikan Ketua DPP Partai Hanura Bidang Wilayah Jateng dan DIY Sudewa pada wartawan, Rabu (10/1/2018).

”Partai Hanura secara resmi mendukung Ganjar Pranowo dan Taj Yasin yang mendaftarkan diri untuk mengikuti Pemilihan Gubernur tahun 2018,” tegasnya.

Menurut Sudewo, meski Partai Hanura tidak memiliki kursi di DPRD Jawa Tengah namun memiliki suara pemilih yang cukup signifikan di tiap kabupaten/kota. Oleh sebab itu, pihaknya bisa menyumbang suara signifikan buat pasangan Ganjar-Yasin pada Pilgub nanti.

Dukungan buat Ganjar Pranowo diberikan dengan sejumlah pertimbangan. Alasan utama adalah keberhasilan Ganjar dalam periode ini dengan melakukan pembangunan bidang infrastruktur. Misalnya, Jalan Purwodadi-Solo yang kini telah mulus kondisinya dibandingkan beberapa tahun lalu.

”Sebelumnya, ruas jalan tersebut rusak parah. Dalam era Pak Ganjar, jalan provinsi menjadi lebih bagus. Salah satu alasan kami adalah keberhasilan pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat,” ujar politisi asal Pati itu.

Saat ini, dukungan tersebut baru disampaikan secara lisan. Dalam waktu dekat akan disampaikan tertulis melalui surat keputusan.

”Dukungan di tingkat provinsi ini sejalan dengan hubungan Hanura dengan PDIP di tingkat nasional yang sama-sama mendukung Pak Jokowi,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Pengurus PDIP di Grobogan Diminta All Out Menangkan Ganjar-Yasin

MuriaNewsCom, Grobogan – Semua jajaran pengurus PDIP Grobogan dari tingkatan kabupaten, kecamatan dan desa diminta bekerja keras untuk mendukung kemenangan pasangan Ganjar Pranowo dan Taj Yasin dalam Pibgub 2018 nanti.

Hal itu disampaikan Ketua DPC PDIP Grobogan Sri Sumarni, saat melangsungkan upacara peringatan HUT ke-45 PDIP di lapangan Kelurahan Kalongan, Kecamatan Purwodadi, Rabu (10/1/2017).

”Semua pengurus dan kader harus all out mendukung pasangan Ganjar Pranowo-Taj Yasin. Saya minta hal ini benar-benar diperhatikan dan dilaksanakan,” tegas Sri.

Ia menyatakan, kinerja Ganjar selama jadi Gubernur Jateng sejauh ini bisa dinilai langsung oleh masyarakat. Salah satunya adalah prioritasnya dalam membangun infrastruktur jalan milik provinsi.

”Keberhasilan yang sudah diraih cukup banyak. Salah satu yang bisa mudah dilihat adalah perbaikan jalan. Saat ini, kondisi jalan dari Grobogan ke kabupaten sekitar sudah mulus,” kata Sri yang saat ini menjabat jadi Bupati Grobogan itu.

Sedangkan pasangan Ganjar, yang lebih dikenal dengan sebutan Gus Yasin merupakan tokoh muda yang dinilai mumpuni. Selain itu, Gus Yasin adalah putra KH Maimoen Zubari, ulama kharismatik dari Rembang yang namanya sudah tidak asing lagi. Khususnya bagi kalangan Nahdliyin.

”Saya minta kepada semua pengurus dan kader partai agar mulai merapatkan barisan, satukan langkah untuk mendukung dan menyukseskan calon dari PDIP yang juga didukung sejumlah parpol lain,” cetusnya.

Editor: Supriyadi

Begini Pesan Mbah Maimoen Pada Putranya yang Jadi Cawagub Ganjar

MuriaNewsCom, Semarang – Sejak Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri mengumumkan pasangan Ganjar Pranowo-Taj Yasin, Ganjar mengaku baru Senin (8/1/2018) malam tadi bertemu dengan putra KH Maimoen Zubair itu.

Ia menyebut, baru malam ini bertemu di Puri Gedeh (rumah dinas gubernur Jateng) sebelum ke Kantor PPP Jateng, untuk menerima surat rekomendasi dari DPP PPP.

“Baru malam ini ketemu dengan Gus Yasin tadi, kalau dulu ya baru surat suratan sms dan baru ketemu tadi sebelum ke sini,” katanya.

Ganjar menegaskan, dalam Pilkada nanti akan menerapkan gaya berpolitik santun dan saling menghormati. “Kita mau mencari gaya pemilu yang saling menghormati dan menghargai untuk kepentingan bersama,” ujarnya.

Sedangkan Yasin mengaku sudah meminta izin dari ayahandanya, KH Maemoen Zubair. Satu pesan khusus ia dapat dari  Mbah Maimoen.

“Untuk menyukseskan pilkada dengan damai dan tenteram, dan menjadi pemimpin yang amanah dan menyejahterakan masyarakat Jawa Tengah,” tuturnya.

Ia juga mengaku siap menjalankan perintah DPP PPP bakal cawagub mendampingi Ganjar. Gus Yasin juga mengaku tidak mengetahui secara pasti pertimbangan DPP PPP menugaskan dirinya maju sebagai bakal cawagub pada Pilkada Jateng 2018.

“Kalau untuk masalah mengizinkan itu urusan partai, silakan menanyakan langsung ke DPP karena itu internal partai,” ujarnya lagi.

Pasangan bakal cagub Ganjar Pranowo-Gus Yasin mendapat dukungan dari PDI Perjuangan, PPP, Partai NasDem, dan Partai Demokrat dan Golkar. Pasangan ini hari ini mendaftar ke KPU dengan konvoi dari gedung Panti Marhaen ke Kantor KPU Jateng di Jalan Veteran Semarang.

Editor : Ali Muntoha

PKB Merapat, Sudirman Said Diduetkan dengan Ida Fauziah

MuriaNewsCom, Semarang – PKB akhirnya memutuskan berkoalisi dengan Partai Gerindra, PKS dan PAN untuk mendukung Sudirman Said dalam Pilgub Jateng 2018. Sebagai syaratnya, PKB menyodorkan nama kadernya utnuk posisi bakal calon wakil gubernur.

Kader yang ditunjuk yakni Ketua Fraksi PKB DPR RI, Ida Fauziah. Penunjukan nama Ida ini kabarnya sudah diterima oleh parpol lain, dan Selasa (9/1/2018) siang ini rencananya akan dideklarasikan di Jakarta.

Ketua DPW PKS Jateng, Kamal Fauzi membenarkan tentang hal ini. Menurut dia, pihaknya sudah berkomunikasi dengan DPP PKS mengenai nama Ida yang diusulkan sebagai pendamping Sudirman Said.

“Benar (PKB bergabung), saya sudah komunikasi dengan Bapak Sohibul Iman (Presiden PKS, red.). PKB sudah menyodorkan kadernya yakni Ida Fauziah untuk menjadi wakilnya Pak Sudirman Said,” katanya.

Ia juga menyebut, penunjukkan Ida Fauziah sudah final dan disetujui seluruh parpol pengusung. Sebelum menentukan nama Ida, ada sejumlah nama yang diusulkan untuk menjadi cawagub Sudirman Said. Yakni Rustriningsih (mantan Wakil Gubernur Jateng, politikus Partai Golkar Arianti Dewi, dan Ida Fauziah.

Kamal menilai pasangan ini memiliki keunggulan dan cukup mampu untuk menandingi Ganjar Pranowo-Taj Yasin. Karena menurut dia, pasangan ini mempunyai komposisi yang komplit. Sudirman Said sebagai teknokrat handal, dan Ida sosok publik yang berpengalaman di bidang kemasyarakatan.

“Artinya kebijakan pak SS diharap bisa dikomunikasikan ke publik oleh wakilnya. Jadi ini sosok yang saling melengkapi. Insya Allah kami di PKS bisa menerima (Ida Fauziyah),” paparnya.

Ketua DPW PKB Jawa Tengah, KH Yusuf Chudlory (Gus Yusuf), saat dikonfirmasi wartawan meminta untuk menunggu pengumuman. Ia menyatakan, pengumuman tentang koalisi di Pilgub Jateng akan diumumkan siang ini.

”DPP PKB akan memberikan pengumuman jam 14.00 WIB, jadi nunggu nanti saja,” terangnya.

Ida Fauziah sendiri bukan warga Jawa Tengah. Ia lahir di Mojokerto 16 Juli 1969. Saat ini ia tercatat sebagai anggota DPR RI dan Ketua Fraksi PKB DPR RI.

Ia juga pernah menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) periode 2010-2015, pernah menjadi Ketua Komisi VIII DPR-RI (2012-2014).

Saat ini menjadi Anggota Komisi I DPR RI, Ketua Fraksi PKB DPR RI, dan sebelumnya ia juga ditunjuk oleh DPP PKB sebagai Ketua Tim Pemenangan Internal Pilkada Jatim 2018.

Editor : Ali Muntoha

Pilgub Jateng : Ganjar-Yasin Hari Ini Daftar ke KPU

MuriaNewsCom, Semarang – Bakal calon gubernur dan wakil gubernur Jateng Ganjar Pranowo-Taj Yasin, Selasa (9/1/2018) hari ini akan mendaftar ke KPU Jateng. Pasangan ini diusung oleh banyak parpol, yakni PDIP, Demokrat, Nasdem, dan PPP.

Rencananya Ganjar-Yasin akan mendaftar ke KPU pada pukul 1.30 WIB. Sejumlah pimpinan parpol pengusung akan mengantarkan pasangan ini mendaftar ke KPU.

“InsyAllah saya dan gus yasin akan mendaftar ke KPUD Provinsi Jawa Tengah sebagai Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Jawa Tengah periode 2018 – 2023, mohon doa semoga lancar,” kata Ganjar.

Senin (8/1/2018) malam tadi, PPP secara resmi menyerahkan surat rekomendasi dukungan terhadap Ganjar-Yasin. Penyerahan surat rekomendasi dilakukan oleh Wakil Ketua DPP PPP Arwani Thomafi di Kantor DPW PPP Jateng.

Thomafi mengatakan, nama Gus Yasin adalah salah satu dari beberapa nama yang diusulkan oleh PPP sebagai calon wakil gubernur. Pengusulan nama juga berdasarkan musyawarah dengan struktur partai.

“Jadi ini “pernikahan” yang sah dan dilandasi rasa tresno karena kami dengan Pak Ganjar sudah komunikasi lama dan intens,” katanya.

PPP menilai Ganjar-Yasin sebagai pasangan yang sekarang sangat dibutuhkan Jateng untuk melanjutkan kesinambungan pembangunan.

Thomafi secara khusus memperkenalkan Yasin sebagai tokoh muda dari kalangan santri. “Gus Yasin adalah tokoh muda, gaul. Inilah model santri milenial, berkarakter dan ganteng lagi,” ujarnya.

Editor : Ali Muntoha

Sempat “Digoda” Parpol Lain Maju Pilgub Jateng, Begini Sikap Musthofa

MuriaNewsCom, Kudus – Setelah tak mendapatkan rekomendasi sebagai Calon Gubernur Jateng dari Megawati Soekarnoputri, Bupati Kudus Musthofa mengaku tak hendak ke lain hati.

Seusai mengantarkan bapaslon Masan-Noor Yasin, ke KPU Kudus Senin (8/1/2018), Musthofa mengaku akan tetap tegak lurus terhadap instruksi partainya. Meskipun demikian, ia mengaku “digoda” banyak partai lain.

“Memang banyak dari berbagai parpol yang hubungi saya. Namun saya tetap tegal lurus, tunduk terhadap Ketua Umum saya (Setelah tak mendapatkan rekomendasi sebagai Cagub Jateng),” tuturnya.

Musthofa menyebut, kesetiaannya terhadap PDIP adalah sesuatu yang mutlak. “Saya 2003 mencalonkan (sebagai bupati Kudus) gagal, panjenengan lihat saya pindah partai? Pada 2008 dan 2013 saya berhasil dan 2018 saya (mengantarkan) daftarkan (Masan-Noor Yasin). Sebagai petugas partai saya tunduk kepada ketum saya,” tandasnya.

Oleh karenanya, ia mengaku siap untuk menyukseskan Cagub-Cawagub yang diusung partainya yakni Ganjar Pranowo dan Taj Yasin.

“Jangankan tidak mendapat rekomendasi, saya disuruh hari ini berhenti jadi bupati, saya laksanakan. Jadi saya siap menangkan Mas Ganjar,” ungkapnya.

Sebelum mengakhiri sesi wawancara, Musthofa mengaku percaya akan mendapatkan rekomendasi lain dari PDIP.

“Saya percaya dengan kebaikan dan budi baik ketum saya. Bu Megawati Sukarnoputri amat cermat dan amat jeli, melihat kader yang sungguh-sungguh. Sehingga saya yakin saya dipersiapkan (untuk mengisi) di tempat lain,” pungkas Musthofa.

Editor: Supriyadi

Sambut Pilgub 2018, Polres Grobogan Gelar Apel Pasukan Mantap Praja Candi

MuriaNewsCom, GroboganPelaksanaan Pigub Jateng 2018 masih digelar beberapa bulan lagi. Meski demikian, persiapan untuk menyukseskan penyelenggaraan pesta demokrasi tersebut sudah mulai dilangsungkan jauh hari sebelumnya.

Salah satunya bisa dilihat dengan adanya kegiatan apel gelar pasukan untuk pelaksanaan operasi Mantap Praja Candi 2018 di Mapolres Grobogan, Jumat (5/1/2018).

Apel gelar pasukan dipimpin langsung Kapolres Grobogan AKBP Satria Rizkiano. Hadir pula dalam kesempatan ini, jajaran FKPD Kabupaten Grobogan, penyelenggaran Pemilu, tokoh agama, tokoh masyarakat serta para ketua partai politik. Apel juga diikuti personil dari TNI, Satpol PP dan Dishub.

Kapolres menyatakan, apel tersebut dilakukan untuk mengetahui sejauh mana kesiapan seluruh satuan, personel dan peralatan dalam pelaksanaan operasi Mantap Praja 2018.

Apel tersebut merupakan representasi dari kesiapan terhadap tanggung jawab dan kepercayaan yang diberikan oleh negara dan seluruh masyarakat Jawa Tengah. Yakni, untuk menjamin keamanan, ketertiban dan kelancaran, demi suksesnya penyelenggaraan Pilgub tahun 2018.

Terkait dengan pelaksanaan Pilgub mendatang, Kapolres menekankan kepada anggotanya untuk menjaga netralitas. Semua personil juga diminta melakukan kerja sama yang harmonis dengan seluruh penyelenggara pemilu, unsur TNI, dan segenap komponen masyarakat.

”Kepercayaan ini haruslah kita jawab dengan kesungguhan dan keikhlasan hati. Langkahnya dengan mewujudkan keseriusan dalam pelaksanaan tugas pengamanan, sehingga rasa aman yang menjadi dambaan seluruh warga masyarakat betul – betul bisa kita wujudkan,” tegas kapolres.

Editor: Supriyadi

Siapa Bakal Dampingi Sudirman Said Lawan Ganjar?

Ganjar Pranowo dan Sudirman Said

MuriaNewsCom, Semarang – Mantan Menteri ESDM Sudirman Said, menjadi satu-satunya bakal calon gubernur yang telah dideklarasikan untuk maju dalam Pilgub Jateng 2018. Dirman kemungkinan besar akan melawan gubernur petahana Ganjar Pranowo, yang sinyal untuk diusung kembali oleh PDIP semakin kuat.

Sama seperti Ganjar, yang banyak menjadi sorotan adalah siapa yang akan menjadi wakil dalam merebut kursi gubernur itu.

Saat ini, Dirman telah dideklarasikan oleh Gerindra dan PAN. PKS juga disebut-sebut akan segera memberikan dukungan. Dirman juga mengklaim telah mendapat dukungan dari PPP.

Beberapa nama mulai dimunculkan untuk dipasangkan dengan Sudirman Said. Mulai dari Mantan Wakil Gubernur Jateng Rustriningsih, Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Ferry Juliantono, hingga Ketua DPW PKB Jateng KH Yusuf Chudlori (Gus Yusuf).

Kembali munculnya nama Ferry Juliantono diusulkan oleh Gerindra Jateng. Sebelumnya Ferry juga berambisi maju sebagai calon gubernur, namun Prabowo Subianto lebih memilih Sudirman Said.

“Ferry Juliantono termasuk salah satu yang diusulkan” Ketua DPD Gerindra Jateng, Abdul Wachid dilansir DetikCom, Sabtu (23/12/2017).

Meski demikian, ia menyebut jika usulan tersebut masih sekadar wacana, dan harus dibicarakan dengan parpol pendukung lainnya. Apalagi menurut dia, banyak nama yang dimunculkan untuk disandingkan dengan Sudirman Said.

Dirman sendiri mengaku mempertimbangkan dua nama untuk dijadikan wakil. Yakni Rustriningsih dan Gus Yusuf.

“Keduanya masih dipertimbangkan untuk menjadi calon wakil gubernur mendampingi saya. Tentu masih dilihat semuanya baik Bu Rustriningsih, juga Gus Yusuf,” kata Sudirman saat berada di Brebes, Jumat (22/12/2017) kemarin.

Rustriningsih yang merupakan mantan kader PDIP mempunyai basis masa yang cukup kuat. Bahkan dorongan kepada Rustri untuk kembali mencalonkan diri juga besar.

Sementara Gus Yusuf merupakan Ketua DPW PKB Jateng, yang mempunyai dukungan kuat dari unsure Nahdlatul Ulama (NU).

Selain dua nama itu, Dirman juga menyebut ada purnawirawan militer yang masuk nominasi calon wakil gubernur pendampingnya. Namun dia tak menyebut identitas purnawirawan itu.

Di sisi lain, peluang gubernur petahana Ganjar Pranowo, untuk diusung PDIP semakin kuat. Ini terlihat dari beberapa kali hasil survei internal yang menyebut, nama Ganjar selalu di posisi atas.

Ganjar sendiri pada beberapa kesempatan sering menyebut jika siap diduetkan dengan siapapun oleh partai. Namun hingga kini belum ada kepastian resmi.

PDIP sendiri diperkirakan bakal mengumumkan jago yang diusung mendekati hari H pendaftaran pada Januari 2018 mendatang.

Editor : Ali Muntoha

PAN Resmi Usung Cagub Sudirman Said dalam Pilkada Jateng 2018

Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan menyerahkan SK rekomondasi buat Sudirman Said sebagai Cagub Jateng 2018, Sabtu (16/12/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Setelah resmi ditetapkan jadi calon gubernur (Cagub) oleh Partai Geridra, dukungan dari Parpol lain untuk Sudirman Said mulai berdatangan. Salah satunya adalah dari Partai Amanat Nasional (PAN).

Bentuk dukungan sudah dilayangkan secara resmi oleh Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan. Yakni, dengan menyerahkan SK rekomondasi buat Sudirman Said sebagai Cagub Jateng 2018.

Penyerahan rekomendasi dilakukan setelah Zulkifli membuka di Rakerwil II PAN Jateng di Hotel Grand Master Purwodadi, Grobogan, Sabtu (16/12/2017). Rekomendasi diterima langsung Sudirman Said yang juga hadir dalam acara rakerwil tersebut.

”PAN resmi mendukung Pak Sudirman Said maju jadi calon Gubernur Jateng 2018. Hari ini, SK rekomendasi saya serahkan langsung,” kata Ketua MPR RI itu.

Setelah menerima rekomendasi, Zulkifli meminta pada Sudirman agar berjuang secara maksimal. Zulkifli juga meminta pada pengurus dan kader PAN di Jateng ikut mendukung total perjuangan Sudirman Said dalam Pilgub tahun depan.

Disinggung soal calon wakil gubernurnya, Zulkifli menyatakan, masih melihat kemungkinan dilapangan terlebih dahulu. “Soal siapa wakilnya nanti dibicarakan dulu,” tegasnya.

Sementara itu, Sudirman mengatakan, ia akan berupaya semaksimal mungkin untuk mengemban amanah yang diberikan. Yakni, sebagai cagub dalam Pilkada Jateng 2018.

”Saya akan berupaya mengemban amanah sebaik mungkin,” katanya. 

Editor: Supriyadi

Sudirman Said Akan Belajar dari Pilkada DKI Jakarta 

Sudirman Said (kiri) didampingi Ketua DPD Gerindra Jateng Abdul Wakhid ketika memberikan keterangan pers, Jumat (15/12/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Sudirman Said Calon Gubernur Jateng asal Partai Gerindra mengaku akan belajar dari kesuksesan Pilkada DKI Jakarta. Namun demikian ia mengaku, masyarakat Jawa Tengah lebih kompleks.

“Tentu yang positif akan kita terapkan. Namun wilayah Jateng kan lebih luas dari Jakarta. Prinsipnya akan kita pegang, namun implementasinya akan jelas menyesuaikan dengan daerah,” kata ketua tim sinkronisasi Anies-Sandi, Jumat (15/12/2017). 

Menurutnya, penduduk Jawa Tengah memiliki bermacam warna dan luasnya melebihi Jakarta. Ia menyebut memerlukan ketelatenan untuk mengenalkan sosoknya ke warga berpenduduk lebih kurang 33 juta itu.

“Jawa Tengah kita lihat sebagai daerah yang warna-warni, lebih luas dari Jakarta. Di sana ada sekitar 12 juta penduduk disini (Jateng) ada 33 juta. Kita perlu ketelatenan dan tantangannya berbeda,” ucapnya.

Sementara itu, Abdul Wakhid Ketua DPD Gerindra Jateng mengatakan, pihaknya akan bekerja keras untuk memenangkan Sudirman Said. Menurutnya meskipun popularitasnya tak sekuat petahanan, namun dirinya memiliki kunci-kunci kemenangan Anis-Sandi.

“Kunci kemenangan Anis-Sandi untuk meningkatkan elektabilitas akan dipakai di Jateng. Dulu Anies juga dari bawah kan juga tidak dikenal. Satu diantara caranya gerilya di desa-desa,” tuturnya. 

Editor: Supriyadi

Hasil Survei PDIP Ganjar Masih di Atas Angin, Tapi Kasus Ini yang Dikhawatirkan

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo saat menyerahkan bantuan di BBPBAP Jepara beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Semarang – Nama petahana Gubernur Jateng Ganjar Pranowo masih belum terkalahkan dalam survei yang dilakukan PDI Perjuangan sebagai calon gubernur. Bahkan disebut, tingkat elektabilitas Ganjar mengalami peningkatan dari beberapa bulan lalu.

Ketua DPD PDI Perjuangan, Bambang Wuryanto menyebut, jika beberapa bulan lalu hasil survei Ganjar sebesar 46,1 persen, kini hasilnya telah meningkat drastis. “Faktanya demikian, fakta lapangan Ganjar agak sulit dilawan,” katanya.

Dalam kesempatan pelantikan Kader Komunitas Juang angkatan IV, di Panti Marhaen, Minggu (10/12/2017), ia juga menyebut, jika hasil survei internal justru menurun. Angkanya hanya 63 persen, dibanding survei sebelum Pilgub Jateng 2013 lalu yang mencapai 93 persen.

“Ada penurunan, maka petinggi di internal partai perlu dibereskan. Tapi Ganjar di publik sangat disukai, maka surveinya tetap tinggi,” ujarnya.

Namun ada yang membutnya cukup khawatir, yakni terus dikaitkannya nama Ganjar Pranowo dalam kasus korupsi E-KTP. Menurut dia, kasus ini rawan membuat elektabilitas Ganjar menjadi rontok.

“Ganjar hanya akan rontok kalau dihantam E-KTP, kalau dia naik kelas menjadi tersangka,” katanya dikutip dari beritajateng.com.

Lebih lanjut Pacul mengatakan, kalau sebelum pendaftaran status hukumnya masih sebagai saksi dan tidak naik menjadi tersangka, maka hampir bisa dipastikan rekomendasi calon gubernur akan diberikan kepada Ganjar Pranowo. Namun kalau sudah naik kelas maka akan diberikan kepada yang lainnya.

“Yang membuat saya kawatir kalau setelah masa pendaftaran sampai dengan penetapan calon dia naik kelas, momprot kita,” bebernya.

Berbeda kalau sudah dilakukan penetapan calon oleh KPU, Pacul mengaku tidak kawatir karena bisa dipastikan sampai pelaksanaan pilgub status hukumnya tidak akan naik.

“Kalau sudah ditetapkan aman, soalnya sudah ada understanding antara KPK, Kejaksaan dan Kepolisian tidak akan diutak-atik,” katanya.

Kecuali, tambah Pacul, kalau ada hal hal yang sifatnya khusus seperti yang terjadi di DKI beberapa waktu yang Lalu.

Ia juga memperkirakan rekomendasi baru akan diturunkan oleh DPP PDI Perjuangan mepet dengan pendaftaran. Hal ini sama seperti pada Pilgub Jateng 2013 lalu.

Editor : Ali Muntoha

Bakal Calon Wakil Gubernur Jateng dari Golkar Titip Salam untuk Warga Pati

Ketua Korwil Pemenangan Golkar Jateng Firman Soebagyo. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Bakal Calon Wakil Gubernur Jawa Tengah dari Partai Golkar, Arianti Dewi menitipkan salam untuk warga Pati. Salam itu lantas disampaikan Anggota DPR RI Firman Soebagyo saat kunjungan ke Pati.

“Dari Golkar akan mengusung Ibu Arianti, Wakil Bendahara Umum DPP Golkar untuk maju sebagai Calon Wakil Gubernur Jateng. Beliau punya kapasitas dan kualitas yang mumpuni untuk mendampingi Calon Gubernur nantinya,” ujar Firman yang juga Ketua Korwil Pemenangan Jateng Partai Golkar, Senin (6/11/2017).

Sebelum ditunjuk Golkar, sosok Arianti disebut memiliki elektabilitas yang bagus di wilayah Jawa Tengah, termasuk Pati. Karena itu, sosok Arianti dianggap sangat layak maju sebagai Wakil Gubernur Jateng.

“Beliau masih cukup muda, aktif, cerdas dan terdidik. Sebetulnya kemarin mau datang dan menyapa masyarakat waktu ada acara HUT ke-53 Golkar di Pati. Berhubung ada agenda yang tidak bisa ditinggalkan, beliau memberikan amanah untuk menyampaikan salam kepada warga Pati,” kata Firman.

Sementara itu, Ketua Harian DPD Partai Golkar Jateng, Iqbal Wibisono menjelaskan, Golkar memang tidak membidik Calon Gubernur. Pasalnya, Golkar hanya punya sepuluh kursi di DPRD Jateng dan berada di urutan keempat setelah PDIP, PKB dan Gerindra.

Posisi Golkar di urutan keempat dalam kursi legislatif itulah yang membuatnya mengusung Calon Wagub. Sedangkan rencana koalisi, pihaknya akan membuka peluang kepada semua partai.

“Koalisi akan dibangun dengan semua partai, tidak terkecuali. Tinggal nunggu waktu. Pendaftaran awal Januari, mari kita tunggu. Yang jelas, kita akan tempatkan sosok wanita cerdas dan terdidik,” jelas Iqbal.

Secara terpisah, Ketua DPD Golkar Kabupaten Pati Aji Sudarmaji mengaku siap melaksanakan mandat dari DPP maupun DPD Golkar. Dia akan merapatkan barisan untuk memenangkan Calon Wagub dari Golkar di wilayah Pati bersama Cagub yang diusung partai koalisi nantinya.

Editor: Supriyadi

PDIP Pati Rapatkan Barisan untuk Memenangkan Calon Gubernur

Ketua PDIP Pati Ali Badrudin menyatakan kesiapannya untuk memenangkan calon gubernur Jateng di wilayah Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Ketua DPC PDIP Pati Ali Badrudin mengaku sudah siap untuk memenangkan calon gubernur yang diusung DPP PDIP pada Pilgub 2018 mendatang.

Bahkan, pihaknya sudah merapatkan barisan untuk memenangkan calon gubernur yang diusung PDIP di Kabupaten Pati. “Kita sudah melakukan konsolidasi, kemantapan dan sikap, sehingga bisa memenangkan calon yang diusung PDIP,” ujar Ali, Sabtu (4/11/2017).

Ali juga mengamini bila Jawa Tengah selama ini menjadi parameter keberhasilan suatu partai. Karena itu, dia mengaku tidak main-main dan siap “memerahkan” Kabupaten Pati untuk kemenangan calon gubernur yang nantinya diusung.

Menurut dia, kemenangan mutlak bisa dicapai di Pati karena PDIP selama ini mengakomodasi kepentingan rakyat. Banyak aspirasi dari masyarakat akar rumput yang diperjuangkan PDIP.

“Semuanya untuk rakyat. Kita menang karena didukung rakyat, kalau sudah menang kembalinya juga untuk rakyat. Dari pola itu, saya yakin bisa menang mutlak di Pati,” tuturnya.

Saat ini, DPP PDIP masih terus melakukan penjajakan untuk para kandidat gubernur Jawa Tengah. Para kandidat dipersilakan untuk menaikkan popularitas dan melakukan pendekatan emosional kepada kader partai hingga pertengahan November.

“PDIP masih mengikuti mekanisme partai. Setelah masa penjajakan popularitas dan pendekatan emosional dengan kader partai selesai, kita akan tetapkan siapa calonnya,” sambung Ketua DPD PDIP Jateng Bambang Wuryanto.

Karena itu, pihaknya masih enggan menyebut nama-nama yang akan maju sebagai calon gubernur Jateng dengan kendaraan PDIP. Dia juga memastikan belum ada pengerucutan nama di tingkat DPP.

Editor: Supriyadi

Ini Karya Mural Keren Pemuda Kudus Soal Pilkada

Salah satu karya mural pemuda Kudus dalam lomba yang digelar KPU Kudus. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kudus menggelar lomba mural, Minggu (29/10/2017). Puluhan peserta mengikuti lomba yang digunakan sebagai salah satu sarana untuk menyosialisaikan Pilkada Kudus dan Pilgub Jateng 2018.

Dan ternyata hasil karya mural para pemuda Kudus sangat keren. Pihak juri sempat dibuat decak kagum melihat karya-karya tersebut. Juri pun sempat kesulitan menentukan mana pemanangnya, karena kualitas mural yang ditampilkan rata-rata bagus.

Meski demikian, juri mentapkan mural karya Muh Firdaus, dari Ngangguk, Kudus sebagai juara. Sementara peringkat kedua dan ketiga masing-masing ditempati Rifqi Arfiyan (Kedung Sari) dan Ahmad Maymun (Samirejo, Dawe).

Berikuti kami tampilkan beberapa karya mural para pemuda di Kudus dalam lomba yang digelar KPU Kudus, Minggu pagi tadi.

Mural ini memberi pesan moral untuk tak memilih calon pemimpin koruptor. (MuriaNewsCom)

 

Jadilah pemilih cerdas berkualitas. (MuriaNewsCom)

 

Jangan takut tolak ajakan golput. (MuriaNewsCom)

 

Mari nyoblos dalam Pilgub Jateng dan Pilbup Kudus. (MuriaNewsCom)

 

Ajakan untuk menolak politik uang dalam pilkada. (MuriaNewsCom)

 

Sukseskan Pilgub Jateng dan Pilbup Kudus, tolak golput. (MuriaNewsCom)

 

Kenali dulu calon pemimpin sebelum memilih. (MuriaNewsCom)

 

Tolak politik uang (MuriaNewsCom)

 

Pilkada biasa terjadi hujan uang dari para calon. (MuriaNewsCom)

 

Golput bukan solusi. (MuriaNewsCom)

 

Jangan pilih pemimpin yang menyogok dengan uang. (MuriaNewsCom)

Editor : Ali Muntoha

Baca : Cara Cerdas KPU Kudus Sosialisasikan Pilkada Melalui Mural

 

Nelayan Rembang Dukung Musthofa Jadi Gubernur Jateng

Para nelayan yang tergabung dalam kelompok nelayan bersama (KNB) ‘Sejati’ menyatakan dukungan untuk Bupati Kudus Musthofa pada Pilgub Jateng. (Humas Pemkab Kudus)

MuriaNewsCom, Rembang – Para nelayan yang tergabung dalam kelompok nelayan bersama (KNB) ‘Sejati’ menyatakan dukungan untuk Bupati Kudus Musthofa pada Pilgub Jateng tahun depan. Mereka berkumpul di pantai Desa Sukoharjo, Rembang, Jumat (13/10/2017) untuk menyambut kedatangan Musthofa. 

Tanpa ragu, KNB yang beranggotakan ratusan orang tersebut bersepakat secara bulat untuk mengusung dan mendukung Musthofa menjadi Gubernur Jawa Tengah periode 2018-2023. 

“Dukungan ini kami berikan karena melihat kinerja bupati dua periode ini dalam memajukan Kudus dan menyejahterakan warganya,” kata ketua KNB Sejati Supar.

Yang mereka harapkan adalah adanya perhatian dari seorang gubernur bagi para nelayan. Sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan. Apalagi sosok Musthofa yang dekat dengan rakyat seperti yang terlihat pagi itu.

Supar dengan tegas membacakan pernyataan dukungan di dampingi ratusan nelayan lainnya. Para nelayan mendukung dan siap menjadi relawan tanpa syarat ketika Musthofa ditetapkan sebagai Calon Gubernur Jateng.

“Kami semua berdoa semoga Bapak Musthofa mendapat rekomendasi dari PDI Perjuangan dan terpilih sebagai Gubernur Jawa Tengah 2018-2023,” tegas Supar.

Perhatian Musthofa, lanjutnya, pada dunia kelautan di Kudus telah terbukti. Yakni meski tidak memiliki lautan, Kudus menyiapkan masa depan anak bangsa bidang kemaritiman. Itu ditunjukkan dengan adanya sekolah maritim berstandar internasional.

“Untuk itulah kami memberikan dukungan ini tanpa adanya paksaan dari siapapun. Semata mata demi kesejahteraan para nelayan,” lanjutnya yang telah memasang bendera bergambar Musthofa pada ratusan perahu nelayan.

Sementara itu, Musthofa menyampaikan terima kasih atas deklarasi ini dan kesediaan para nelayan memberikan dukungan serta menjadi relawan. Dia akan memberikan dukungan agar para nelayan mampu meningkatkan kesejahteraan dengan kebijakannya nantinya.

“Terimakasih dukungan ini dilakukan secara tulus dan ihlas. Para nelayan ini adalah sebagai keluarga besar kami,” kata Musthofa yang pagi itu juga melakukan kunjungan ke Pemkab Rembang.

Editor: Supriyadi

Besok, Rekrutmen PPK dan PPS Pilgub 2018 di Jepara Dibuka

Jajaran KPU Jepara saat melakukan persiapan Pilkada 2016 lalu. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Jepara – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jepara akan memulai tahapan pembentukan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS), untuk Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub-Pilwagub) Jawa Tengah 2018, Kamis (12/10/2017), besok. 

Komisioner KPU Jepara Divisi Sosialisasi, Pengembangan SDM, Data dan Informasi Subchan Zuhri mengatakan, perekrutan anggota PPK dan PPS dilaksanakan melalui rekrutmen terbuka.  Adapun, tahapan tersebut akan berlangsung hingga Sabtu (11/11/2017). 

Menurutnya, dalam perekrutan anggota PPK untuk Pilgub dan Pilwagub  pihaknya mengacu pada Undang-undang no 10 tahun 2016 tentang pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota (Pilkada). Pada pasal 16 undang-undang ini disebutkan, jumlah PPK adalah lima orang, sementara pada pasal berikutnya anggota PPS ditentukan sebanyak tiga orang. 

“Syarat menjadi anggota PPK, PPS dan KPPS berdasarkan PKPU 12 tahun 2017 yang disesuaikan dengan ketentuan pasal 72 UU 7 tahun 2017. Syarat umur paling rendah berubah menjadi 17 tahun dari semula 25 tahun sesuai UU 15 tahun 2011,” ucapnya dalam keterangan tertulis pada laman KPU Jepara. 

Sementara itu, menanggapi perbedaan jumlah PPK pada Pilgub 2018 dengan Pemilihan Anggota Legislatif (Pileg) serta Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 yang berbeda, Ketua KPU Jepara M. Haidar Fitri mengaku akan menunggu peraturan selanjutnya. 

Ia menjabarkan, pada Pilgub Jateng 2018 PPK berjumlah lima orang sedangkan,  pada pileg dan pilpres 2019 yang mengacu UU 7 tahun 2017 jumlah PPK menyusut menjadi hanya tiga orang. 

“Prinsipnya kita menunggu regulasi saja,” ucapnya Rabu (11/9/2017). 

Haidar memaparkan, PPK Pilgub akan bertugas hingga Juli 2018 sementara pada Maret 2018 PPK untuk Pilpres dan Pileg sudah mulai membentuknya. Berdasarkan pengalamannya, jika jumlah PPK Pileg nantinya hanya tiga orang, dapat dipastikan anggotanya akan kerepotan mengingat cakupan daerah yang luas. 

“Namun karena kami penyelenggara, kami siap melaksanakan aturan tersebut. Sehingga dalam perekrutan yang kami lakukan akan jelas dan selektif dalam pemilihan anggota PPK,” tutup Haidar. 

Editor: Supriyadi

Perindo Jepara Tunggu Proses Unggahan Data SIPOL 

Pengurus partai perindo jepara Masrikan saat lakukan konsultasi dengan komisioner KPU Jepara M Haidar Fitri. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Partai Perindo DPD Jepara belum bisa menyerahkan dokumen ke KPU Jepara, sebagai syarat pendaftaran keikutsertaan dalam Pemilu 2019. Hal itu karena, secara aturan pengurus partai di Kabupaten harus menunggu proses pendaftaran Pengurus pusat partai ke KPU RI rampung dan dokumennya telah diunggah ke Sistem Informasi Partai Politik (SIPOL). 

“Tugas KPU Kabupaten/Kota (termasuk Jepara) melakukan pencocokan daftar anggota Parpol pada hardcopy, sesuai dengan data yang telah diunggah di Sipol. Sementarak KPU RI baru mengunggahnya ke sistem begitu proses pendaftaran selesai. Sementara DPD Perindo Jepara dan DPP Perindo pusat datang ke KPU (RI dan kabupaten) bersamaan,” ujar Ketua Komisi Pemilihan Umum Jepara M. Haidar Fitri, Senin (9/10/2017).

Haidar berkata, seharusnya DPD Paerindo Jepara berkoordinasi, apakah proses pendaftaran dan pengunggahan file ke SIPOL telah rampung. Dirinya lantas memberikan jalan tengah kepada Perindo untuk menunggu proses pendaftaraan DPP partai tersebut rampung, dan dilakukan pengunggahan file ke SIPOL. 

“Kami apresiasi, karena DPD Perindo Kabupaten Jepara mau menunggu hingga proses pendaftaran di pusat rampung. Mereka juga telah menyiagakan dua kadernya di kantor KPU Jepara, guna menunggui dokumen yang tadi telah dibawa,” tambah Haidar.

Sementara itu, Ketua DPD Perindo Jepara Masrikan mengaku taat pada peraturan tersebut. Ia mengatakan, kedatangannya ke KPU Jepara sesuai arahan dari Dewan Pimpinan Pusat partai berlambang Rajawali itu.

“Hari ini sesuai instruksi, dilakukan penyerahan dokumen pendukung secara serentak di seluruh Indonesia. Begitupun kami di Jepara melaksanakan hal itu,” ungkapnya.

Ia mengatakan tak mempermasalahkan penyerahan dokumen yang belum bisa dilakukan. Namun dirinya tetap menunggu proses pendaftaran DPP Perindo dan pengunggahan ke SIPOL oleh KPU RI rampung. 

Editor: Supriyadi

Kunjungi Pati, Ferry Siap Bertarung di Kandang Banteng pada Pilgub Jateng

Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Ferry Juliantono saat berkunjung dan menemui kader Gerindra di Pati, Selasa (3/10/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Bakal Calon Gubernur Jawa Tengah dari Partai Gerindra Ferry Juliantono berkunjung ke Pati dan bertemu dengan puluhan kader Gerindra, Selasa (3/10/2017).

Kedatangan Ferry untuk melakukan konsolidasi dengan kader Gerindra di Pati terkait dengan penunjukannya sebagai bacalon Gubernur Jateng pada Pilkada 2018. Dia merasa mendapatkan kehormatan bisa bertarung di kandang banteng.

“Dengan segala hormat, satu kehormatan buat saya bisa berhadapan dengan PDIP di kandangnya. Itu jelas sekali. Nggak usah kita takutin. Mudah-mudahan PDIP yang takut dengan saya,” ujar Ferry.

Pilgub Jateng menjadi tolak ukur dari keberhasilan sebuah partai. Karena itu, Ferry merasa terhormat bisa ditunjuk menjadi salah satu bakal calon Gubernur Jawa Tengah.

Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra ini optimistis bisa memenangkan Pilgub Jateng 2018. Jika itu terjadi, Ferry menyebut kondisi itu menjadi tonggak sejarah besar perpolitikan nasional.

“Mudah-mudahan kita sekarang bisa menjadi saksi dan pelaku sejarah, terjadi sejarah perpolitikan nasional yang baru di Jawa Tengah,” tambahnya.

Saat ini, Ferry mengaku sudah menjalin komunikasi intensif dengan parpol lain, seperti PKS, PPP, PAN, Demokrat dan PKB. Dia juga ingin menjajaki koalisi yang besar di Jawa Tengah.

Seperti diketahui, Ferry bukan satu-satunya bakal calon Gubernur Jawa Tengah yang siap bertarung di kandang banteng. Ada nama Sudirman Said, Mantan Menteri ESDM yang juga bertengger sebagai bakal Calon Gubernur Jateng dari Partai Gerindra.

Editor: Supriyadi

Disandingkan Sudirman Said di Pilgub Jateng, Marwan: Saya Serahkan kepada Partai

Marwan Jafar saat menghadiri ngopi dan bincang santri di Pesantren Kauman, Kajen, Margoyoso beberapa waktu lalu. (MuriaNewscom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Dua mantan menteri dikabarkan akan ikut pentas di panggung politik Pilgub Jawa Tengah pada 2018 mendatang. Keduanya adalah Sudirman Said dan Marwan Jafar.

Sudirman Said adalah Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral asal Brebes, sedangkan Marwan Jafar merupakan Mantan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi asal Pati.

Kabar yang beredar menyebutkan, keduanya akan disandingkan untuk melawan kekuatan PDIP di Jawa Tengah. Sudirman diusung Partai Gerindra, sedangkan Marwan diusung PKB.

Menanggapi kabar itu, Marwan mengaku akan menyerahkan sepenuhnya kepada partai. “Cak Imin guyonannya itu. Itu bagian dari upaya melempar kepada publik bagaimana responsnya? Itu lagi mengukur masyarakat,” ujar Marwan kepada MuriaNewsCom.

Baca Juga : Begini Kronologi Kecelakaan Maut Sepeda Listrik VS Truk Dam di Pati

Untuk menentukan pasangan, sambung Marwan, butuh diskusi mendalam dan lagi-lagi akan dikembalikan kepada partai. Sebagai kader, dia mengaku akan patuh dengan keputusan partai.

Saat ini, Marwan masih terus mendengar aspirasi masyarakat dan melakukan survei internal di lapangan. Langkah itu diambil untuk melihat siapa yang dikehendaki masyarakat.

Pasalnya, hampir semua partai politik masih belum menentukan pasangan dan kontestan yang akan dipertarungkan pada Pilgub Jateng 2018. Karenanya, Marwan masih melakukan penjajakan dan konsolidasi kepada semua parpol.

Editor: Supriyadi

Abdul Wachid Dilarang Prabowo Nyalon Gubernur Jateng

Anggota DPR RI Komisi Vi Abdul Wachid saat melakukan pemotongan pita simbol dimulainya Bumi Kartini 2017, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Semarang – Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Tengah, Abdul Wachid sudah jauh-jauh hari mendeklarasikan diri untuk maju dalam Pilgub Jateng 2018. Namun niatnya untuk nyalon gubernur tak mendapatkan restu dari Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Bahkan anggota Komisi VI DPR RI itu diminta untuk mendukung dan memenangkan calon yang kini telah disiapkan untuk memperebutkan kursi gubernur Jateng.

Wachid mengakui sesuai arahan Prabowo, ia akhirnya memutuskan untuk mundur dari bursa pencalonan.

“Sesuai arahan Pak Prabowo, saya tidak dulu (mencalonkan diri) di Pilgub Jateng. Saya diminta untuk memenangkan calon dari Gerindra, siapapun orangnya,” kata Abdul Wachid, dikutip dari detik.com, Selasa (19/9/2017).

Meski tak mau menyebut secara pasti siapa yang bakal diusung partai ini dalam Pilgub Jateng 2018, namun Wachid memastikan partainya telah menentukan jagoannya.

kebijakan yang diambil DPP Partai Gerindra tersebut semata-mata untuk kepentingan politik menghadapi Pilgub Jateng 2018. 

Baca : Pilgub Jateng : Sudirman Said Berebut Rekom dengan 2 Pentolan Gerindra

Bahkan ia menyebut, tokoh tersebut akan dideklarasikan dan dikenalkan pada masyarakat Jateng mulai pekan depan. “Secepatnya pekan depan akan ada deklarasi bakal calon gubernur Jateng dari Partai Gerindra,” ujarnya.

Ia memastikan, meski batal mencalonkan diri, ia akan fokus untuk memenangkan calon tersebut. Bahkan menurutnya, semua jajaran pengurus dan kader Partai Gerindra Jateng akan bekerja keras untuk meraih kemenangan di Pilgub Jateng.

Selama ini di internal Partai Gerindra, ada tiga nama yang menguat untuk diusung sebagai bakal calon gubernur. Selain Wabdul Wachid, ada nama Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fery Juliantono, dan mantan Menteri ESDM Sudirman Said.

Dua nama terakhir ini sama-sama disebut telah mendapatkan dukungan dari Prabowo Subianto.

Editor : Ali Muntoha