Gus Yasin Ditanya Soal Janda,  Ganjar Degdegan

MuriaNewsCom, Semarang – Calon Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin mendapat pertanyaan yang cukup mengejutkan saat menghadiri Taaruf Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng yang digelar PW Muhammadiyah Jateng, Sabtu (31/3/2018).

Dalam kegiatan itu, putra KH Maimoen Zubair memaparkan sejumlah program yang akan diusung bersama Ganjar Pranowo. Termasuk janji menyiapkan dana APBD sebesar Rp 331 miliar untuk guru madin, TPQ dan pesantren.

Namun pertanyaan yang muncul dari peserta kegiatan itu tak bersangkutan dengan apa yang dipaparkannya. Melainkan soal janda.

Pertanyaan itu muncul dari Ketua Pemuda Muhammadiyah Jateng, AM Jumai. Menurutnya, dari data BPS jumlah janda di Jateng sebanyak 10 ribu. Artinya angka perceraian tinggi. “Bagaimana mengatasi ini karena dampak perceraian banyak sekali?,” tanyanya.

Ganjar nampak kaget mendengar pertanyaan tersebut. “Pertanyaan pertama langsung marai degdegan,” kata Ganjar.

Namun Gus Yasin terlihat tenang. Ia mengakui jika angka perceraian di Jateng memang tinggi. Bahkan di Wonogiri perceraian terjadi 18 kali perhari.

Saat ini menurut dia, Pemprov Jateng dan DPRD Jateng sudah menyusun Peraturan Daerah tentang Ketahanan Keluarga.

“Saya di DPRD, Komisi E kemarin mengusulkan dan menggodok perda tersebut, baru digedok, insyaallah 2019 sudah bisa dilaksanakan,” ujarnya.

Perda tersebut, kata suami Nawal Nur Arafah itu, memberi amanat pemerintah provinsi untuk memberi pendampingan pada keluarga rentan. Selain itu juga membuat program pendidikan pranikah dan konsultasi anak muda.

“Dampak perceraian itu besar. Dari anak, juga budaya, ekonomi keluarga. Maka pendidikan pra nikah ajarkan bagaimana suami isteri saling menghormati dan menghargai,” terangnya.

Ganjar menimpali jawaban Gus Yasin. Menurutnya, perceraian kadang terjadi karena pasangan sudah tidak bahagia lagi. “Jadi bapak ibu, jangan lupa bahagia ya,”  katanya setengah bercanda.

Editor : Ali Muntoha

Parmusi Perintahkan Anggotanya Menangkan Sudirman-Ida

MuriaNewsCom, Solo – Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi), Sabtu (31/3/2018) mendeklarasikan dukungannya terhadap pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jateng Sudirman Said-Ida Fauziyah.

Tak hanya mendukung, Parmusi juga siap menyosialisaiksn dan memenangkan pasangan nomor urut dua tersebut. Deklarasi dukungan dilakukan dalam Musyawarah Kerja dan Orientasi Dai Pengurus Wilayah Jawa Tengah Parmusi 2018.

“Dari kandidat yang ada, kami menilai Pak Dirman yang pantas didukung Parmusi untuk menjadi pimpinan di Jawa Tengah,” Ketua Umum Parmusi, Usamah Hisyam.

Ia menyebut, Sudirman Said memiliki rekam jejak yang baik, jujur, bersih, dan kompeten. Sehingga Parmusi meyakini, Dirman akan bisa membangun Jateng menjadi provinsi yang maju.

Usamah berpesan agar kader Parmusi tidak setengah-setengah dalam mendukung paslon  “Jangan sekadar mendukung. Dukungan Parmusi harus dukungan total. Kalian harus menjadi agen untuk mensosialisasikan. Harus kerja untuk memenangkan Pak Dirman,” katanya lagi.

Hal senada disampaikan Ketua Wilayah Jateng Parmusi, Anding Kusmanto. Parmusi Jateng siap memenangkan pasangan Sudirman-Ida. “Pak Dirman adalah pemimpin yang lahir dari masjid. Jika menjadi pemimpin tentunya akan memperhatikan nasib umat.” Ujar dia.

Sementara Sudirman menyambut gembira dukungan Parmusi. Menurutnya, bergabungnya Parmusi akan menambah kuat barisan pendukung pasangan Dirman-Ida.

“Saya mengucapkan terima kasih atas dukungan Parmusi. Hadirnya Parmusi menambah kekuatan untuk merebut hati masyarakat,” kata Pak Dirman.

Editor : Ali Muntoha

Gus Yasin Janjikan Dana Rp 331 M untuk Guru Madin dan Pesantren

MuriaNewsCom, Solo – Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Ganjar Pranowo-Taj Yasin kembali menegaskan keberpihakan mereka pada madrasah diniah (madin) dan pondok pesantren. Komitmen itu akan ditandai dengan program kesejahteraan guru madin, TPQ dan ponpes.

Taj Yasin menyatakan, pihaknya akan menyiapkan dana sebesar Rp 331 miliar untuk program ini. Menurutnya, program itu akan langsung dimasukkan dalam APBD Pemprov Jateng 2019 atau setelah dilantik menjadi gubernur dan wakil gubernur.

Gus Yasin menyebut, program kesejahteraan guru di sejumlah lembaga pendidikan Islam sudah diperhitungkan secara matang. Pihaknya menghitung secara rinci, mempertimbangkan jumlah guru dan kekuatan anggaran Pemprov Jateng.

“Kami akan siapkan dana dalam APBD untuk madin dan pesantren. Tepatnya Rp 331 miliar,” katanya, di Konsolidasi Pemenangan Ganjar-Yasin DPC PPP se-Solo Raya di Hotel Sahid,Surakarta, Jumat (30/3/2018).

Dalam membuat program ini pihaknya sudah berdiskusi dengan pakar hukum tata negara. Sebab selama ini untuk lembaga pendidikan Islam sudah menjadi kewenangan Kementerian Agama.

Maka ketika Pemprov Jateng akan memberikan bantuan, harus dicarikan program yang cocok dan tidak menyalahi ketentuan.

“Kami sudah  memanggil dan mengajak musyawarah pakar hukum tata negara. Bertanyan boleh gak ini dibiayai pemerintah daerah? Alhamdulillah semua sepakat bisa dibiayai pemerintah daerah,” ujarnya.

Selain itu, politisi muda PPP itu juga  memikirkan santri-santri dan anak-anak penghafal kitab suci Alquran. Pihaknya sangat mengapresiasi para penghafal Alquran.

Dalam konsolidasi itu, Gus Yasin berjanji memikirkan para penghafal alquran. Ia sering mendengar penghargaan untum siswa beprestasi menonjol di sekolah formal,  tapi perhatian untuk penghafal Quran masih kurang.

“Pada 2109  insyaallah akan kami pikirkan (para santri atau siswa penghafal Alqrua ) dan bantu beasiswa,” tuturnya.

Ia menyatakan bahwa PPP adalah partai yang memikirkan pendidikan keagamaan. Ia ingin seluruh kader PPP menjunjung kembali ke masjid waktu maghrib untuk mengaji bersama-sama. Hal itu merupakan salah satu cara mendidik karakter masyarakat Jawa Tengah.

Ketua DPW PPP Jawa Tengah, Masrukhan Samsurie memyatakan PPP Solo Raya siap merapatkan barisan tidak sekadar memenangkan Ganjar-Yasin, tapi juga bertekad melawan black campaign seperti hoax.

“Jangan sampai kemenangan Ganjar-Yasin dinodai dengan cara-cara yang tidak ber martabat dan merusak persatuan bangsa,” ujarnya.

Ia mengajak semua kader dan Pimpinan PPP se Jateng untuk berusaha memenangkan Ganjar-Yasin dengan semangat menjaga persaudaraan dan menghargai perbedaan pilihan.

Editor : Ali Muntoha

Ganjar dan Ida Janjikan Bantu Bocah yang Wajahnya Dimakan Kanker dan Tumor

MuriaNewsCom, Semarang – Huda Nur Rosyid (5) bocah dari Batang yang wajah dan kepalanya rusak terkena kanker dan matanya kena tumor, kini mulai dirawat di RSUP dr Kariadi Semarang. Perkembangan psikologis bocah itu mengalami peningkatan.

Orang tua bocah itu Ruslan Abdul Gani (34) dan Patimah (29) mengaku cukup senang dengan banyaknya pihak yang perhatian pada anaknya. Terlihat dua kontestan pada Pilgub Jateng, sama-sama memberi perhatian pada anaknya.

Setelah beberapa waktu lalu Calon Wakil Gubernur Jateng Ida Fauziyah mengunjungi bocah ini di rumahnya di Desa Denasri Kulon RT 02 RW 04, Kabupaten Batang, dan menjanjikan akan memberi bantuan, Jumat (29/3/2018) gilirian Calon Gubernur (Cagub) Ganjar Pranowo yang menjenguk.

Ganjar menemui bocah ini yang tengah dirawat di Ruang Anak Gedung Rajawali RSUP dr Kariadi Semarang. Pria berambut putih itu tak menyangka mendapat sambutan antusias dari anak yang sekujur muka dan kepalanya menghitam itu.

Bersama isterinya, Siti Atikoh, Ganjar berbincang dengan orang tua Huda. Sementara orang-orang membicarakan penyakitnya yang langka, Huda hanya diam di atas pangkuan ibunya.

Dari pengakuan Ruslan, anaknya menderita penyakit tersebut sejak usia empat bulan. “Anak saya lahir normal. Tapi sejak umur 4 bulan, muncul luka di bagian pipinya. Hingga meluas seperti saat ini,” kata Ruslan.

Semula Ruslan mengira luka pipi itu biasa saja. Ternyata kian lama malah menjalar ke seluruh wajah dan leher anaknya. Merasa gatal luar biasa, Huda menggaruknya hingga mengakibatkan luka terus melebar. Akhirnya dokter memvonis Huda terkena kanker.

Ketika upaya pengobatan tak juga membuahkan hasil, mata Huda mulai memerah. Belakangan dokter mendiagnosis mata Huda terkena tumor. Dari mata kanan, kemudian menjalar ke mata kirinya.

Kini kondisi kedua mata Huda semakin parah. Bagian bola mata huda nampak memerah. Tidak heran bila Huda kerap menangis, karena menahan rasa sakit di bagian bola mata dan wajahnya yang gatal-gatal.

Ruslan bersyukur kini semakin banyak yang perhatian pada anaknya. Sebelumnya, meski biaya pengobatan sudah ditanggung BPJS, namun pekerja sales makanan ringan itu merasa keberatan dengan biaya hidup di rumah sakit dan ongkos transportasi.

Sementara isterinya, Patimah, tidak bekerja. Perempuan tuna wicara itu setiap saat hanya di rumah menjaga Huda.

Dari penuturan dokter, kondisi Huda masih terus dipantau. Senin pekan depan, dokter akan mengambil sampel kulit dan mata untuk diteliti detil penyakitnya.

“Mudah-mudahan Senin besok sudah bisa diketahui penyakitnya dan tindakan selanjutnya kita serahkan dokter,” kata Ganjar.

Baca : Derita Bocah 5 Tahun di Batang yang Wajahnya Dimakan Kanker dan Tumor

Kepada pihak RSUP dr Kariadi, Ganjar menyampaikan agar penanganan dilakukan seintensif mungkin. Ia meminta jika ada  biaya perawatan yang belum dicover BPJS agar dikomunikasikan kepadanya.

Ganjar juga menyampaikan untuk menanggung biaya hidup orang tua Huda selama menunggui di rumah sakit. “Iya kalau BPJS ada, yang mungkin kita coba bantu adalah harian bapak ibunya selama menunggui,” katanya.

Ketika Ganjar berpamitan, Huda kembali menyodorkan tangannnya meminta salaman. Bahkan sampai dua kali. Anak yang belum bisa bicara itu melambaikan tangannya ketika Ganjar berjalan menuju pintu keluar kamar perawatan.

Sebelumnya Ida Fauziyah, cawagub yang berpasangan dengan Sudirman Said juga menjanjikan akan membantu perawatan bocah malang tersebut. Ida menjanjikan akan membantu agar tindakan operasi dan penyembuhan Huda segera dilakukan.

“Nanti ada teman-teman dari Batang dan Semarang yang akan berkoordinasi membantu pengobatannya,” terangnya.

Editor : Ali Muntoha

Lihat Jalan Rusak, Ganjar : Dalane Bodhol Ya, Ngetril-ngetril

MuriaNewsCom, Cilacap – Calon Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo cukup kaget melihat kerusakan jalan di salah satu desa di Cilacap. Bahkan kerusakan jalan itu cukup parah, hingga ia menyebut jalan itu layaknya hanya untuk trabas.

Jalan rusak itu berada di Desa Keleng, Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap. Ganjar merasakan kerusakan jalan itu langsung dengan mengendarai sepeda onthel, Selasa (27/3/2018).

Saat berkunjung di desa ini, warga desa itu menang sengaja meminta Ganjar menaiki sepeda onthel dari jalan masuk desa. Tujuannya, warga ingin Ganjar merasakan  secara langsung betapa parahnya jalan utama di Desa Keleng itu.

Aspal sudah tergerus, tinggal batu dan tanah. Lubang besar menganga di sana sini. Melewati jalan ini dengan sepeda motor, sudah seperti trabas saja. “Wah dalane bodhol ya, ngetril ngetril,” kata Ganjar sembari mengonthel sepedanya.

Sepanjang dua kilometer, Ganjar mengonthel bersama istrinya Siti Atikoh. Warga desa Keleng mengikuti di belakang. Saat ngonthel itu beberapa warga meneriaki meminta Ganjar untuk memperbaiki jalan tersebut.

Dalam dialog dengan warga, Ganjar menyebut jika kades setempat sudah menghadap dirinya beberapa waktu lalu. Karena jalan tersebut kewenangan kabupaten, maka ia meminta usulan diajukan ke bupati Cilacap.

“Usulan sudah disampaikan, saya minta kabupaten menindaklanjuti, mampunya berapa, sisanya provinsi yang kasih bantuan keuangan,” ujarnya.

Sebelum ke desa ini, Ganjar juga mnenggelar silaturahmi di Kantor DPC PDIP Cilacap. Dalam dialog ini dibahas mengenai industri jamu yang menjadi gantungan hidup warga Cilacap.

Ganjar mengatakan, industri jamu di Cilacap harus didorong agar mampu tumbuh menjadi sentra ekonomi yang produktif. Saat ini, meski terus berproduksi tapi standarisasi jamu Cilacap harus ditingkatkan.

Saat ini yang terpenting adalah melakukan pendataan terhadap pelaku usaha jamu. “Dari data tersebut, bisa diketahui masalah yang ada, petakan persoalan. Selanjutnya, pendaftaran ulang ini pengusaha yang eksis, ini yang biasa, ini yang butuh bantuan. Dari situ kan dilakukan pembinaan,” terangnya.

Editor : Ali Muntoha

Yasin Bakal Tiru Batang Jamin Kesejahteraan Madin dan Ponpes

MuriaNewsCom, Batang – Calon Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin menyebut akan menggunakan inovasi yang dibuat Pemkab Batang dalam hal pengelolaan madin dan pondok pesantren. Di kabupaten ini guru madin mendapat perhatian yang sangat besar dari pemerintah daerah.

Salah satu inovasinya yakni memberikan insentif yang cukup besar kepada guru madin. Pemkab menyiapkan insentif sebesar Rp 1,2 juta bagi setiap guru madin untuk tahun 2018 ini. Jumlah itu mengalami peningkatan pesat dari sebelumnya yang hanya Rp 600 ribu.

Taj Yasin menyatakan, perhatian kepada madin dan ponpes sudah menjadi keharusan karena lembaga pendidikan tersebut juga turut serta dalam mencerdaskan generasi penerus. Oleh karenanya, jika kelak terpilih pihaknya berencanaya menularkan apa yang dilakukan Pemkab Batang ke kabupaten/kota lain.

“Hal ini harus kita sebarkan ke 35 Kabupaten di Jawa Tengah,” katanya, Selasa (27/3/2018) usai bertemu pimpinan DPC PDIP dan PPP di Kabupaten Batang.

Namun, sebelum inovasi tersebut ditularkan ke seluruh daerah di Jawa Tengah, Yasin berharap agar seluruh santri dan partai koalisi bergerak bersama dalam Pilgub 2018. Yasin menegaskan kemenangan harus diraih, agar madin dan ponpes semakin mendapat perhatian dari pemerintah.

Ketua DPC PPP Batang, Nur Faizin mengatakan sudah siap memenangkan pasangan Ganjar-Yasin. Pihaknya terus melakukan konsolidasi dengan seluruh PAC di kecamatan seluruh Batang.

“Dari hasil survei kan 79 persen, kami menargetkan minimal 60 persen dan kalau bisa mendekati survei itu,” ujarnya.

Ia mengatakan, sudah melakukan konsolidasi dan terus berkoordinasi dengan kader di tingkat bawah. Ia yakin bisa memenangkan pasangan nomor urut satu tersebut. Nur Faizin mengatakan telah berhasil mengantarkan Wihaji-Suyono jadi Bupati dan Wabup Batang.

Mereka adalah pasangan hasil koalisi Golkar-PPP. Pengalaman itu membuatnya yakin kemenangan dalam Pilgub 2018 akan tercapai.

Editor : Ali Muntoha

Rhoma Irama Kepincut Slogan Sudirman Said di Pilgub Jateng

MuriaNewsCom, Jakarta – Raja Dangdut Rhoma Irama mendeklarasikan dukungannya kepada pasangan Sudirman Said dan Ida Fauziyah dalam Pilgub Jateng 2018. Rhoma menyebut alasannya mendukung pasangan ini karena kepincut dengan slogan yang diusung Sudirman-Ida, yakni Jateng ‘Mukti Tanpa Korupsi’.

Deklarasi dilakukan di Jakarta, Selasa (27/3/2018) yang dihadiri Sudirman Said dan perwakilan tim parpol koalisi pendukung Sudirman-Ida. Politisi PPP Lulung Lunggana juga terlihat hadir dalam deklarasi tersebut.

Rhoma menyebut, dukungan pada pasangan Sudirman-Ida didasarkan pada adanya kesamaan visi dalam membangun bangsa, termasuk di dalamnya membangun Jateng.

Selain itu menurut dia, slogan yang diusung pasangan ini menurut dia, sangat relevan dengan kondisi Indonesia hari ini di mana ratusan pejabat daerah, termasuk gubernur, bupati dan walikota terlibat dalam kasus korupsi.

“Dukungan saya dalam setiap Pilkada di seluruh Indonesia tidak didasarkan pada siapa yang elektabilitasnya paling tinggi, bukan yang paling banyak uangnya. Bukan yang paling besar bayarannya. Tapi pada adanya kesamaan visi dalam membangun bangsa,” katanya dalam rilis yang diterima MuriaNewsCom.

Rhoma menyebut, dalam memilih pemimpin kriteria kami adalah Islam, shiddiq (benar), amanah (jujur), tabligh (menyampaikan), dan fathonah (cerdas). Sudirman Said menurut dia, memiliki kriteria itu sehingga pantas untuk didukung dan dimenangkan.

Rhoma juga bakal turun ke Jateng untuk mengkampanyekan Sudirman-Ida. Termasuk ia menjanjikan untuk mengerahkan pendukungnya di Jateng untuk memenangkan pasangan ini.

Elemen pendukung tersebut antara lain Forsa (Fans of Rhoma Irama dan Soneta Group) dan Forum Silaturahmi Takmir Masjid dan Mushola Indonesia (Fahmi Tamami) di mana Rhoma Irama menjadi Ketua Umum.

Sementara itu Sudirman menyatakan, dukungan Rhoma Irama menjadi energi baru dalam perjuangannya merebut hati masyarakat Jateng. Pasalnya penggemar Rhoma Irama masih sangat banyak di sepanjang pantai utara Jawa sampai ke selatan.

“Ini energi baru buat kami. Dan kami berterima kasih kepada Bang Haji yang bersedia menjadi bagian dari perjuangan kami di Jawa Tengah,” ungkapnya.

Editor : Ali Muntoha

Di Depan Ida, Nelayan Batang Wadul Karena Merasa Dianaktirikan

MuriaNewsCom, Batang – Sejumlah nelayan di Kabupaten Batang mengeluhkan sikap pemerintah, yang mereka anggap menganaktirikan keberadaan mereka. Salah satu kebijakan yang dianggap menyengsarakan nelayan adalah pelarangan kapal cantrang.

Keluhan ini dikatakan saat Calon Wakil Gubernur Jateng Ida Fauziyah mengunjungi Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Klidang Lor, Batang, Senin (26/3/2018).

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HSNI) Batang, Teguh Parmudjo berharap agar pemimpin hanya berpura-pura tidak tahu, dan diam saja saat mereka dirugikan oleh sebuah kebijakan. “Jangan sampai nelayan ini dianaktirikan,” katanya.

Dia mencontohkan, saat ada aturan tentang cantrang, hampir selama 3 tahun nelayan tidak bisa konsentrasi mencari dan menjual ikan.  “Karena semua sibuk audiensi, hingga demo. Itu sangat menyita waktu para nelayan,” ujarnya.

Saat ini, lanjut dia, kondisi TPI sudah muncul bau amis. Namun menurutnya hal itu menjadi penanda, bahwa aktivitas nelayan bisa berjalan. Saat ada pelarangan cantrang, TPI tak ada aktivitas. ”Malah dijadikan tempat main futsal,” bebernya.

Sementara itu, saat berada di TPI, Ida juga menyambangi sejumlah industri pengolahan ikan, salah satunya milik pengusaha perempuan Hj Ismihi. Selain itu, Ida juga melihat industri galangan kapal milik H Nur Haji Slamet Urip.

Ida Fauziyah sepakat jika muncul sebuah aturan, juga harus ada solusi jika dinilai merugikan pihak tertentu. “Jadi saya ke sini juga salah satunya untuk mendengar aspirasi dari masyarakat,” tandasnya.

Editor : Ali Muntoha

SBY-AHY Bakal Keliling Jateng, Parpol Pengusung Ganjar-Yasin Kompak

MuriaNewsCom, Semarang – Parpol pengusung pasangan Ganjar Pranowo-Taj Yasin terlihat kompak untuk memenangkan jagoan mereka dalam Pilgub Jateng 2018. Bahkan Partai Golkar juga menurunkan elite parpol untuk mengkampanyekan pasangan ini.

Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yodhoyono (SBY) dan anaknya Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dijadwalkan akan keliling Jateng untuk berkampanye memenangkan Ganjar-Yasin. SBY dan AHY akan berkeliling Jateng pada 5 hingga 15 April 2018.

“Pak SBY dan Mas AHY akan roadshow ke Jateng 5 April sampai 15 April untuk memenangkan Ganjar Yasin,” kata Wakil Ketua DPD Partai Demokrat Jateng Tety Indarti.

Selain itu kader partai juga sudah bergerak di wilayahnya masing-masing. Seluruh DPC Partai Demokrat di 35 daerah di Jateng diinstruksikan bergerak menggalang dukungan.

Sementara PDI Perjuangan sudah lebih dulu bergerak menggelar rapat kerja cabang khusus di 35 daerah. “Seluruh DPC sudah rakercabsus dan dilanjutkan deklarasi, kita all out urunan untuk kemenangan Ganjar yasin,” kata Sekretaris DPD PDIP Jateng Bambang Kusriyanto.

Tak ketinggalan Ketua DPW PPP Jateng Masrukhan Syamsurie menyatakan, seluruh kader PPP tegak lurus mengawal Ganjar Yasin. Dukungan PPP tak perlu diragukan karena Taj Yasin adalah kader partai berlambang kabah tersebut.

Minggu (25/3/2018) kemarin, seluruh parpol pengusung Ganjar-Yasin juga melakukan pertemuan.Dalam pertemuan yang dilakukan secara tertutup tersebut, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Semarang, Hendrar Prihadi (Hendi) memaparkan sejumlah analisa politik untuk memenangkan pasangan calon nomor urut 1 tersebut di Jawa Tengah, khususnya di Kota Semarang.

Hendi menyatakan optimis pasangan calon Ganjar-Yasin akan meraih 70% suara di Kota Semarang.  Hal tersebut disampaikannya dengan menghitung bahwa pada pilgub tahun 2013, Ganjar yang saat itu berstatus sebagai penantang saja sudah dapat meraih 51,26% suara di Kota Semarang.

“Padahal waktu pilgub tahun 2013 itu, hanya PDI Perjuangan yang mengusung, dan jumlah kursi di dewan pun hanya 9 kursi,” pungkas Hendi.

Editor : Ali Muntoha

Ganjar-Yasin Bakal Bangun Sentra Kulakan di Seluruh Kabupaten/kota

MuriaNewsCom, Semarang – Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo-Taj Yasin kembali mengumumkan program andalan mereka untuk mengentaskan kemiskinan di Provinsi Jawa Tengah.

Jurus andalan itu yakni program Ekotren. Program ini merupakan program pengurangan angka kemiskinan yang menyesuaikan tren ekonomi masa kini. Dalam program ini, pasangan tersebut salah satunya akan membangun pusat grosir di seluruh daerah.

“Kami akan membangun sentra kulakan di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Tengah,” kata Taj Yasin di Studio RRI, Jalan Ahmad Yani, Kota Semarang, Kamis (22/3/2018).

Sentra kulakan tersebut, lanjutnya, akan dibangun di beberapa lokasi yang strategis. Seperti di seputaran masjid atau pondok pesantren. Satu sentra, setidaknya akan membawahi 100 warung kecil di sekitar lokasi inti.

Menurut Yasin, satu sentra kulakan paling tidak akan mempekerjakan lima orang. Sehingga ada 100 keluarga pemilik warung kecil yang terbantu dengan sentra kulakan tersebut.

“Paling tidak dari sisi perekonomian, satu sentra kulakan bisa membantu 105 orang. Itu baru satu, kami ingin bangun 100-500 sentra kulakan di seluruh wilayah di Jateng,” ujarnya.

Gus Yasin yakin program ekotren bisa jadi satu solusi pengentasan kemiskinan. Program itu sekaligus bisa mengembangkan cara pandang masyarakat tentang kewirausahaan.

Ia mencontohkan, dua modal sosial yaitu masjid dan pondok pesantren punya potensi yang besar. Ia mencontohkan, ketika Pondok Pesantren Sarang, Rembang memasuki masa libur, perekonomian turun 30 persen. “Artinya keduanya punya potensi ekonomi yang besar,” tuturnya.

Ketika ekotren berjalan, maka baik masjid maupun pondok pesantren atau sentra kulakan lain diharapkan bisa mandiri. Tidak hanya itu, tapi juga menghidupi lingkungan sekitarnya. ”Contohnya, saat para pengusaha UMKM bingung memasarkan produknya, bisa melalui ekotren,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Gus Yasin Jamin Kartu Tani Tak Persulit Petani

MuriaNewsCom, Purbalingga – Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng Sudirman Said-Ida Fauziyah sering menyebut jika Kartu Tani yang jadi program unggulan Ganjar Pranowo menyusahkan petani. Tudingan ini dibantah Calon Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin, yang mejamin Kartu Tani justru akan memudahkan petani.

Ini dikatakan Gus Yasin ketika mengunjungi Pondok Pesantren Sunan Gringsing, Purbalingga, Rabu (21/3/2018). Di tempat itu, Gus Yasin mendapat keluhan dari petani tentang kondisi yang mereka alami.

Salah satunya, Samian, petani asal Desa Gemuruh, Kecamatan Padamara, Purbalingga.  Anggota kelompok tani Mugi Rahayu 3 itu bercerita tentang Kartu Tani dan sulitnya mencari tenaga tanam akhir-akhir ini.

“Kalau untuk petani, biasanya menabung dulu baru mendapat pupuk. Kerepotannya di situ, kalau dulu ada uang dapat pupuk,” katanya.

Saat ini yang menjadi permasalahan adalah susahnya mencari tenaga kerja tanam dan mencari bibit. “Tenaga kerja tanam jumlahnya makin menurun. Di wilayah Gemuruh, baiknya bagaimana, diberi mesin tanam atau ada solusi lainnya?,” tanya Samian.

Mendapat pertanyaan tersebut, Gus Yasin menegaskan Kementerian Pertanian hingga saat ini tidak mencabut subsidi bibit. “Dengan adanya laporan ini, justru menjadi pertanyaan kenapa bibit susah dicari?. Nanti kita periksa akar masalahnya,” terangnya.

Ia mengatakan, pada masa mendatang, permasalahan bibit subsidi juga akan masuk Kartu Tani. Diakuinya, belum semua permasalahan pertanian sudah ditampung Kartu Tani.

“Permasalahan subsidi seperti gas melon, mestinya untuk orang yang membutuhkan. Nanti ini diatur di Kartu Tani sesuai kebutuhan petani, seperti pupuk atau bibit,” ujarnya.

Pasangan Ganjar Pranowo itu juga menyinggung tren masyarakat Jawa Tengah yang meninggalkan pertanian. Ia menuturkan pemerintah akan mendorong masyarakat Jateng kembali ke habitatnya dan menjamin pertanian. “Bahkan sekarang buruh tani lebih mahal dari buruh bangunan,” tambahnya.

Baca juga : 

Yasin menuturkan, pada 2016 Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sudah punya Perda Pertanian tentang jaminan pemerintah membeli hasil panen dan asuransi petani.

“Namun, belum bisa dilaksanakan hingga sekarang karena pemerintah pusat belum ada aturannya,” ucapnya.

Sebelumnya, Calon gubernur Jawa Tengah Sudirman Said menyatakan akan merombak pelaksanaan program Kartu Tani. Alasan Sudirman Said ingin merombak program ini, karena ia menyebut ada banyak kekurangan dalam pelaksanaanya. Ia menyebut, dalam setiap pertemuan dengan petani, keluhan soal kartu petani selalu muncul.

“Suara petani di mana-mana sama. Kartu petani bukannya memudahkan malah menyulitkan petani,” kata Sudirman.

Editor : Ali Muntoha

Ini Barisan Ulama Kendal yang Deklasikan Kyai Gayeng Dukung Ganjar

MuriaNewsCom, Kendal – Setelah Santri Gayeng dideklarasi di 35 kabupaten/kota, kini muncul Kyai Gayeng. Wadah ini mengakomodasi para kiai yang mendukung pasangan calon Ganjar Pranowo dan Taj Yasin pada Pilgub Jateng 2018.

Kyai Gayeng dideklarasikan di Desa Botomulyo, Kecamatan Cepiring, Kabupaten Kendal, Senin (19/3/2018). Sejumlah ulama dari Kendal menghadiri deklarasi tersebut.

Di antaranya KH Danial Royan, KH Masykur Amin, KH Hasan Hambali dari Limbangan, KH Misbakhun dari Ngampel Kendal, KH Mahrozi Cepiring, KH Ahmad Khadziq Cepiring, dan KH Jambari Brangsong.

Selain itu juga dihadiri KH Rojih Ubab Maemun, KH Mustamsikin (mantan wakil bupati Kendal), dan KH Mujib Rohmat (Anggota DPR Fraksi Golkar).

Menurut KH Danial, Kyai Gayeng tidak hanya wadah sesaat untuk Pilgub, tapi juga sudah berkomitmen untuk mengawal Pilpres 2019 dan Pilbup Kendal 2019.

Ganjar Pranowo yang hadir dalam deklarasi mengatakan, Kiai Gayeng adalah bukti NU bisa bersatu. Menurutnya persatuan umat di manapun adalah kunci kemajuan suatu daerah.

Dalam Pilgub, Ganjar yang merupakan cucu KH Hisyam Purbalingga ini sangat berharap NU tidak terpecah belah. “NU tidak boleh terpecah belah. Beda boleh tapi tetap bersatu,” katanya, dalam rilis yang diterima MuriaNewsCom.

Terkait kesejahteraan madrasah diniyah (madin) , Ganjar menyampaikan untuk Kabupaten Kendal sudah membuat Peraturan Daerah (Perda) Madin. “Perda sudah dikonsultasikan dengan Pemprov dan sudah disetujui,” ujarnya.

Pihaknya juga sudah memasukkan urusan pondok pesntren dan madin ke dalam visi misi dan program Ganjar Yasin.

“Dari Presiden ada program Bank Wakaf, dari kita akan gerakkan ekotren, jadi unit-unit usaha pesantren akan mendapat pendampingan dan akses modal dari Pemprov Jateng,” jelasnya.

Editor : Ali Muntoha

Ida Fauziyah Terus Disambati Minimnya Ketersediaan Pupuk

MuriaNewsCom, Sragen – Calon wakil gubernur Jawa Tengah Ida Fauziyah terus mendapat keluhan dari petani terkait ketersediaan pupuk. Begitu juga ketika mengunjungi petani di Sragen, ia mendapat kelihan tentang sulitnya mendapat pupuk.

“Saya itu jadi petani sejak kecil, turun temurun. Tanpa adanya pupuk ya sulit untuk meningkatkan produksi. Saya paham akan hal ini,” ujar Sadimin, warga Masaran, Kabupaten Sragen saat bertemu Ida Fauziyah, Minggu (18/3/2018).

Mendapat keluhan itu, Ida menanyakan apakah melihat debat kandidat gubernur-wakil gubernur Jateng, Kamis (15/3/2018) malam lalu. Kata Ida, dalam debat itu, urusan pupuk saat ini tertata baik “Siapa bilang sae (baik)? Kalo debat, debat saya juga berani berdebat. Saya gak percaya pak gubernur,” kata Sadimin.

Sadimin pun menegaskan, saat ini semua petani kesulitan mendapatkan pupuk. “Kalau mau swasembada beras atau pangan, pupuk harus diperbanyak,” bebernya.

Baginya, kata Sadimin, harga pupuk cukup mahal tak masalah, asalkan ketersediaan terjaga. “Harga mahal pun kita beli, karena memang kita butuh agar tanaman kita produksi,” terangnya.

Dia mengakui, ada upaya baik dalam setiap peraturan yang ditetapkan pemerintah. Hanya saja soal pelaksanaan di bawah selalu nol. “Gak bener kalau di bawah itu pupuk aman. Semua petani nyatanya kesulitan,” tegasnya.

Baca juga : 

Sementara itu, Ida Fauziyah menyebut, program Kartu Tani kemungkinan niatnya baik. Namun seiring banyak keluhan soal sulitnya mendapat pupuk, dirinya bersama Sudirman Said bakal melakukan evaluasi. “Kita gagas adanya program petani mukti,” jelasnya.

Bagian dari petani mukti itu adalah bagaimana meyakinkan kepada masyarakat bahwa pupuk aman tersedia. “Mungkin soal subsidi terbatas. Tapi tentu bukan berarti dibiarkan saja, sehingga petani kesulitan,” tandasnya.

Editor : Ali Muntoha

Ganjar Geram Uluran Salamnya Ditolak PPD Jepara 

MuriaNewsCom, Jepara – Calon Gubernur Jateng Ganjar Pranowo geram karena uluran salam tangannya ditolak oleh seorang anggota PPD (Panitia Pengawas Desa) Jobokuto, Kecamatan Kota Jepara. Hal itu terjadi saat dirinya berkunjung ke Pasar Jepara Satu, Minggu (18/3/2018).

Pantauan MuriaNewsCom, insiden itu terjadi ketika Ganjar hendak melangkahkan kaki ke area pasar. Saat itu ada beberapa warga yang mengerubungi Ganjar hendak bersalaman. Di antara kerumunan, Anggota PPD Jobokuto Mashardi juga ada untuk melaksanakan tugas pengawasan.

Saat cagub nomor urut satu itu hendak menyalami petugas panwas tersebut, yang bersangkutan malah menolaknya.

Sampeyan jangan seperti ini wong Jawa lho. Ini kan jaga silaturahmi saja kok gak mau. Gak enak lho ini, sampeyan  tegur saya saja tidak apa-apa. Nanti saya telepon Bawaslu,” ucap Ganjar.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, dirinya tak mau pilgub di Jateng menjadi ajang yang seram. Dirinya mengaku lebih baik dilarang secara terbuka atau dilarang dari awal.

“Ini sudah dua kali, sebelumnya makan saja diawasi. Jangan-jangan nanti saya mandi juga diikuti. Bahkan saya kaget, saya ajak salaman saja tak mau. Jangan sampai nilai-nilai kultur hancur karena pilkada,” ungkapnya.

Ditemui sehabis insiden, Mashardi tak banyak berkata. Namun menurutnya, hal itu (menolak salaman) merupakan bagian dari tugasnya.

“Saya kalau menjawab (klarifikasi) tak bisa, karena bukan wewenang saya. Nanti saja konfirmasi (Ketua) Panwaslu saja. Namun kalau saya pribadi sih tidak apa-apa kalau diajak salaman. Tapi ini kan sedang tugas,” jelasnya.

Terpisah, Ketua Panwaslu Jepara Arifin mengatakan, tidak ada instruksi khusus yang melarang bersalaman dengan cagub. Akan tetapi, dirinya menyebut hal itu (menolak salaman), sebagai bentuk kehati-hatian.

“Itu merupakan bentuk kehati-hatian dari teman-teman panwas, agar tak dianggap subyektifitas. Tidak ada instruksi, hanya saja memang perlu menjaga sikap dan perilaku. Kita berhati-hati karena sekarang memasuki masa pilkada, menjaga sikap di mata orang lain,” jelas dia.

Ia berkata, permasalahan itu telah rampung karena pihaknya telah menjelaskannya kepada Ganjar Pranowo. “Saya juga telah membicarakannya dengan calon (Ganjar) dan permasalahan itu sudah selesai,” sebut Arifin.

Editor : Ali Muntoha

Tulis Ganjar Jadi Tersangka E-KTP, 4 Media Online Dilaporkan ke Polda Jateng

MuriaNewsCom, Semarang – Relawan Dulur Ganjar melaporkan empat media online ke Polda Jawa Tengah, Sabtu (17/3/2018). Empat media online itu dilaporkan lantaran dituding menulis berita hoax yang menggiring opini Ganjar Pranowo akan dijadikan tersangka korupsi E-KTP.

Laporan dilakukan oleh Ketua Dulur Ganjar, Wisnu Brata ke SPKT Polda Jateng. Empat media yang dilaporkan yakni, Pantau.com, Islamedia.Faith, Warta Riau, dan Tajuk.co.id.

Empat media online tersebut menulis judul sama persis “Jumat Keramat,  Hari Ini KPK Tetapkan Ganjar Pranowo Sebagai Tersangka?”. Tidak hanya judul yang sama persis,  seluruh kalimat pada isi berita bahkan tanda baca sama persis.

“Hari ini, yang media Tajuk sudah tidak bisa diakses lagi, sudah ditutup,” jelasnya di Mapolda Jateng.

Pemberitaan di media tersebut dinilainya merugikan Ganjar Pranowo sebagai calon gubernur. Menurut dia, meski judul diakhiri tanda tanya, namun tidak mengurangi indikasi bahwa tujuan pemberitaan itu untuk menggalang opini negatif terhadap Ganjar.

“Fakta adanya judul dan isi berita yang sama persis, bahkan di bagian akhir ada typo yang juga sama, mengindikasikan media-media ini digerakkan oleh pihak tertentu,” ujarnya.

Menurut dia, artikel di empat media itu isinya sama persis. Yakni mengutip pernyataan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Agus Raharjo, terntang adanya calon kepala daerah yang akan ditetapkan jadi tersangka.

Sementara hingga saat ini, KPK belum mengumumkan siapa calon kepala daerah yang ditetapkan sebagai tersangka. “Faktanya, KPK tidak menyebut dan mengumumkan nama-nama tersangka tersebut. Ini sungguh hoax dan tidak benar itu,” tegas Wisnu.

Karena dianggap menulis berita hoax, pihaknya menganggap tak perlu melakukan sanggah, hak jawab atau somasi ke kantor media tersebut, dan langsung melaporkan ke polisi.

Wisnu mengatakan, sudah dua kali melapor ke SPKT Polda Jateng terkait hoax. Pertama, akun twitter @Ganjar2Periode yang isinya menyerang kompetitor Ganjar, Sudirman Said dengan isu SARA.

Kepala SPKT Polda Jateng, AKBP Agung Aris mengatakan kepolisian akan mendalami laporan tersebut.

Editor : Ali Muntoha

Ganjar : Sudah Banyak PNS yang Saya Pecat Karena Jadi Calo dan Pungli

MuriaNewsCom, Semarang – Calon Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo memastikan akan terus menjalankan pemerintahan yang bersih dan transparan. Sistem yang telah dibentuknya bersama Heru Sudjatmoko (wakil gubernur) untuk bersikap tegas terhadap oknum pegawai yang melakukan kecurangan dan pungli akan dilanjutkan.

“Saya sudah meletakkam fondasi dengan Ganjar Heru. Yang diharapkan masyarakat pemerintah bersih, mboten korupsi mboten ngapusi kita laksanakan,” katanya.

Selama memimpin Jawa Tengah, Ganjar menyebut telah membangun birokrasi dengan mereformasi berbagai bidang. Pertama kali yang ia sentuh adalah jembatan timbang yang banyak menuai protes karena pungutan liar. Kedua pada proses rekrutmen dan promosi pegawai Pemprov Jateng.

“Sudah banyak PNS yang saya krek (pecat) karena jadi calo CPNS, pungli Samsat, dan jembatan timbang. Saya tidak kompromi, terbukti langsung krek,” ujarnya.

Menurut dia, pembenahan birokrasi menghasilkan mental pegawai yang bersih dari keinginan mengambil keuntungan pribadi. Maka proyek-proyek pemerintah pun bersih dari setoran.

Oleh karenanya, Ganjar meminta tim sukses dan relawan untuk menyosialisasikan program-program unggulan mereka.

Sejumlah proyek pemprov yang terwujud, tak luput dari bagian yang harus disosialisasikan. Di antaranya pembangunan jalan provinsi 1000 kilometer,  renovasi Stadion Jatidiri Semarang, ratusan embung untuk pengairan pertanian, dan revitalisasi pasar-pasar tradisional dari bantuan keuangan pemprov.

Ada juga berbagai proyek pemerintah pusat yang berasal dari usulan Pemprov Jateng. Seperti Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang, Bandara Jenderal Sudirman Purbalingga, Bandara Ngloram Blora serta Jalan tol Semarang Demak sekaligus tanggul laut yang tahun ini mulai pembangunan.

“Insyaallah rob dan banjir di Semarang akan selesai jika tanggul laut dan kolam retensi yang ada bisa beroperasi,” harap Ganjar.

Dalam menyosialisasikan program, Ganjar meminta relawan bergerak baik secara tatap muka langsung maupun lewat media sosial. “Kalau serangan ke kita banyak fitnah dan hoax, jangan diladeni dengan fitnah juga, kita lawan dengan data, sampaikan apa yang sudah kita lakukan,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Prabowo Bakal Katrol Popularitas Sudirman-Ida dengan Cara Ini

MuriaNewsCom, Semarang – Tingkat popularitas dan elektabilitas pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng Sudirman Said-Ida Fauziyah, masih tertinggal jauh dari pasangan calon Ganjar Pranowo-Taj Yasin.

Berbagai cara dilakukan untuk meningkatkan tingkat keterpilihan pasangan ini. Salah satunya dengan turun tangannya Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto. Prabowo akan turun ke Jateng untuk mengkampanyekan pasangan nomor urut 2 ini.

Ketua Tim Pemenangan Sudirman-Ida, Abdul Wachid, Prabowo akan mulai safari kampanye di Jateng mulai April 2018. Ada 10 daerah di Jateng yang akan jadi titik kampanye Prabowo untuk menarik pemilih.

Beliau (Prabowo) akan berbicara kepada masyarakat, mulai dari tokoh masyarakat hingga petani secara langsung. Intinya berdialog,”katanya.

Ia menyebut, keterlibatan Prabowo akan menjadi pemacau bagi parpol koalisi untuk memenangkan Sudirman-Ida. Terlebih lagi, katanya, sejauh ini Sudirman-Ida masih sangat ketinggalan dengan sang petahana Ganjar Pranowo yang berpasangan dengan Taj Yasin.

“Masih ada waktu. Kita akan kejar terus. Kenaikannya Pak Sudirman juga sudah lumayan baik. Relawan, mesin partai, dan tokoh-tokoh masyarakat pendukung untuk tetap bergerak,” jelasnya.

Baca : Kalah Jauh Soal Popularitas, Sudirman Yakin Bisa Tekuk Ganjar

Survei terbaru dari Litbang Kompas memang menunjukkan pasangan Ganjar Pranowo-Taj Yasin di atas angin, baik di tingkat popularitas maupun elektabilitas.

Tingkat elektabilitas (keterpilihan) Ganjar-Yasin disebut sebesar 79,0 %, sementara Sudirman Said-Ida Fauziyah 11,8 %.

Begitu juga dengan tingkat popularitas. Dari survei yang digelar akhir Februari hingga awal Maret 2018 itu, popularitas Ganjar mencapai 78,4 % dan Taj Yasin 16,3 %. Sementara Sudirman Said punya kepopuleran sebanyak 26,0 % dan Ida Fauziyah 12,4 %.

Editor : Ali Muntoha

Kalah Jauh Soal Popularitas, Sudirman Yakin Bisa Tekuk Ganjar

MuriaNewsCom, Semarang – Litbang Kompas merilis hasil survei tentang Pilgub Jateng 2018. Dari survei itu, pasangan Ganjar Pranowo-Taj Yasin berada di atas angin. Tingkat elektabilitas dan popularitas Ganjar-Yasin jauh mengungguli pasangan Sudirman Said-Ida Fauziyah.

Tingkat elektabilitas (keterpilihan) Ganjar-Yasin disebut sebesar 79,0 %, sementara Sudirman Said-Ida Fauziyah 11,8 %.

Begitu juga dengan tingkat popularitas. Dari survei yang digelar akhir Februari hingga awal Maret 2018 itu, popularitas Ganjar mencapai 78,4 % dan Taj Yasin 16,3 %. Sementara Sudirman Said punya kepopuleran sebanyak 26,0 % dan Ida Fauziyah 12,4 %.

Menanggapi hasil survei itu, Sudirman Said mengaku santai. Bahkan ia tetap punya keyakinan bisa mengejar dan menekuk popularitas dan elektabilitas Ganjar Pranowo.

Ia menyebut, wajar jika Ganjar mempunyai kepopuleran tinggi, karena dia merupakan calon petahana.

“Di mana-mana incumbent pasti lebih kuat. Tapi suatu ketika hasilnya bisa cross atau menyalip. Meski pun 79 persen, tapi itu soal dikenal,” katanya.

Bahkan jika tingkat popularitas calon petahana tidak tinggi, maka perlu dipertanyakan tentang kinerjanya selama ini. ”Kalau kepala daerah yang sudah kerja lima tahun levelnya tidak mencapai segitu, ya ngapain selama ini?” ujarnya.

Baca : Sudirman Klaim Tingkat Elektabilitasnya Mulai Kejar Ganjar

Ia menjelaskan, hasil survei tersebut akan menjadi pemicu kerja kerasnya. Ia pun mengaku semua survei dijadikan cermin. Kalau assessment yang dipakai bukan cuma survei kuantitatif, namun kualitatif.

“Dulu saya di pasar saya dicuekin orang. Namun sekarang mulai ditegur, disapa, diminta foto. Itu kan ukuran,” tandanya.

Dengan kata lain, menurutnya, tidak ada jalan lain selain meningkatkan interaksi dengan masyarakat. Dengan dikerjakan bersamaan antara calon dengan tim.

Sebelumnya Sudirman Said juga menyebut jika tingkat elektabilitasnya mulai mengejar Ganjar Pranowo. Ia pun yakin, tren kenaikan itu akan terus terjadi hingga pada hari pemungutan suara mendatang.

Editor : Ali Muntoha

Temui Taj Yasin, Ulama Besar Syiria Cerita Kisah Hijrah Nabi Muhammad

MuriaNewsCom, Semarang – Rektor Universitas Ahmad Kaftaro Damascus, Syaikh Muhammad Syarif As Showaf, mengunjungi posko Santri Gayeng di Semarang, Rabu (14/3/2018).

Kedatangan Syarif bertepatan dengan acara Silaturahmi Alumni Syiria di SMA Semesta hari ini. Usai acara, Syeikh menyempatkan mengunjungi posko Santri Gayeng di Jalan Sumbing Nomor 1 Gajahmungkur, Kota Semarang.

Ulama berpengaruh Syiria itu mendoakan agar pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jateng Ganjar Pranowo-Taj Yasin menjadi pemersatu umat.

Pertemuan diawali dengan melantunkan shalawat Badar bersama-sama. Dilanjutkan dengan Syarif yang bercerita perihal Nabi Muhammad SAW ketika hijrah ke Madinah. Saat itu Madinah terdiri dari berbagai macam suku dan golongan. Dari umat Islam, Yahudi hingga kaum kafir.

“Islam adalah agama yang rahmatan lil alamin. Islam bukan hanya untuk satu golongan, melainkan untuk seluruh umat manusia. Maka Nabi menyatukan semua golongan itu, semua diberikan hak yang sama sebagai warga negara,” katanya.

Maka, Syarif mendukung para pemimpin yang menyatukan seluruh umat. Termasuk para politikus yang harus menyatukan seluruh warga negara, demi kebesaran dan kekuatan bangsa itu sendiri.

Secara khusus, Syarif mendoakan Yasin agar sukses dalam perhelatan Pilgub Jateng mendampingi Ganjar Pranowo. Apalagi Yasin pernah menjadi salah satu mahasiswanya ketika kuliah di Universiats Ahmad Kaftaro Damscus.

“Dan saudara saya Taj Yasin adalah kandidat wakil gubernur Jawa Tengah. Insyallah diberi keberkahan dan kesuksesan. Beliau insyalaah akan menjadi wakil gubernur yg terpuji dan mulia, mengangkat provinsi Jateng menjadi provinsi maju dan sejahtera,” doanya.

Gus Yasin yang didampingi Al Qaid (Panglima) Santri Gayeng Muchlisin mendengarkan pesan dan doa Syarif dengan seksama. Berulang kali ia mengucap “amin” begitu mendengar doa Syarif terucap.

Menurutnya doa dari gurunya itu menambah keyakinan dan kekuatannya untuk berjuang di Pilgub Jateng.

“Alhamdulillah kedatangan beliau memberikan kekuatan untuk Ganjar-Yasin. Pesan beliau bahwa harus dikumpulkan umat Islam dan umat lain bersatu, memadukan. Jangan sampai negara kita dipecah dan diadum domba. Islam diutus sebagai rahmatan lilalamin. Ini doa, insyaaallah,” paparnya.

Editor : Ali Muntoha

Ini Janji Sudirman-Ida Pada Guru Madrasah Diniyah

MuriaNewsCom, Semarang – Calon gubernur Jawa Tengah Sudirman Said menegaskan komitmennya untuk memberikan dukungan kepada pondok pesantren, sekolah agama,  maupun guru pendidikan nonformal.

Hal itu ditegaskan Sudirman saat bersilaturahmi dengan Pengurus Forum Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) Nahdlatul Ulama (NU) Jateng, LP Maarif NU Jateng,  Forum Komunikasi Madrasah Diniyah Takmiliyah (FKDT) Jateng, Persatuan Guru NU (Pergunu), Persatuan Guru Swasta Indonesia (PGSI), dan guru honorer di Semarang, Selasa (13/2/2018). Cawagub Ida Fauziyah juga hadir dalam acara tersebut.

Menurut Sudirman, komitmen tersebut telah dia tuangkan dalam janji kerja yang akan dia lakukan bersama pasangannya, Ida Fauziyah.

“Kita akan memperkuat pendidikan berbasis akhlak dan karakter dengan memberikan dukungan pada sekolah agama, guru ngaji, guru agama, maupun guru pendidikan nonformal,” katanya.

Paslon nomor urut dua ini menyatakan, keberadaan lembaga tersebut maupun orang-orang, akan sangat mendukung pendidikan karakter di provinsi ini. “Bersama bu Ida, kita sudah berkomitmen bahwa APBD kita nantinya salah satunya adalah pro pesantren,” ujarnya.

Pengurus Forum Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) Nahdlatul Ulama (NU) Jateng KH Fadlullah Turmudzi mengatakan, di provinsi ini ada sekitar 5.800 pondok pesantren. “Dari jumlah itu, 3.400 ponpes berada di bawah naungan RMI,” katanya.

Pengurus Ponpes Apik Kaliwungu Kendal ini berharap jika Sudirman Said dan Ida Fauziyah terpilih, ada aturan khusus untuk ponpes dan madrasah diniyah. “Kita harapkan ada perda khusus ponpes maupun madrasah diniyah,” tandasnya.

Editor : Ali Muntoha

Minta KPK Tunda Proses Hukum Calon Kepala Daerah, Pemerintah Dituding Tak Konsisten

MuriaNewsCom, Semarang – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikabarkan akan mengumumkan sejumlah calon kepala daerah yang diduga terlibat kasus korupsi. Rencana tersebut banyak mendapat respon, termasuk dari pemerintah dan KPU yang meminta untuk menunda proses hukum tersebut.

Kondisi ini dinilai Koordinator Jaringan Advokasi Hukum dan Pemilu Jawa Tengah, Teguh Purnomo menyebut, jika pemerintah tengah menunjukkan sikap inkonsitensi terhadap pemberantasan korupsi.

“Sikap tidak konsiten terhadap penanganan kejahatan korupsi, seperti yang dilakukan oleh pemerintah saat ini, sama sekali tidak pas dan mencederai kepastian hukum,” kata Teguh, Rabu (14/3/2018).

Dosen Magister Ilmu Hukum Universitas Muria Kudus (UMK) tersebut menyayangkan sikap pemerintah yang meminta KPK menunda penetapan tersangka terhadap calon kepala daerah.

Ia menilai penetapan tersangka calon kepala daerah bukanlah ancaman bagi keamanan nasional. Sebab, tidak ada ribut apapun karena adanya penetapan seseorang jadi tersangka korupsi. Sebaliknya, masyarakat menyambutnya dengan gembira, karena upaya pemberantasan korupsi adalah amanah bagi seluruh penyelenggara negara.

“Oleh karena itu, membiarkan tersangka korupsi melaju jadi pemimpin daerah adalah malapetaka bagi bangsa. Sikap permisif terhadap koruptor inilah yang menjadikan salah satu hambatan bagi upaya menciptakan pemerintahan yang bersih dan anti korupsi,” ujarnya.

Teguh pun meminta KPK untuk mengabaikan permintaan pemerintah tersebut. Menurut Teguh, permintaan itu bukan saja bertentangan dengan semangat pemberantasan korupsi, tapi juga mengabaikan aspirasi masyarakat untuk mendapatkan pemimpin yang bersih.

Mantan Komisioner Bawaslu Jateng ini menyebut, alasan bahwa calon kepala daerah sudah menjadi bagian dari milik publik, menurut Teguh, adalah alasan yang sama sekali tidak berdasar.

“Sebaliknya, karena mereka sudah menjadi milik publik, dan punya potensi untuk mengelola urusan publik, maka sejak dini harus dipastikan bahwa calon-calon kepala daerah ini adalah orang-orang yang bersih dari kejahatan publik,” terangnya.

Ia menilai, apa yang dilakukan KPK dengan menetapkan dan mengumumkan calon kepala daerah sebagai tersangka adalah bagian dari upaya preventiv dan memotong mata rantai korupsi.

Sebelumnya, pemerintah menyikapi pernyataan KPK yang menyatakan ada beberapa calon peserta pilkada yang hampir menjadi tersangka. Hal itu dibahas dalam rapat koordinasi khusus (rakorsus) Pilkada 2018.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan meminta KPK menunda sementara penegakan hukum terhadap calon kepala daerah. “Kalau sudah ditetapkan sebagai pasangan calon menghadapi pilkada serentak, kami dari penyelengara minta ditunda dululah, ya. Ditunda dulu penyelidikan, penyidikannya, dan pengajuannya dia sebagai saksi atau tersangka,” ujar Winarto. Menurut pemerintah, penetapan pasangan calon kepala daerah sebagai tersangka justru akan berpengaruh kepada pelaksanaan pilkada. Hal itu juga bisa dinilai masuk ke ranah politik.

Wiranto menuturkan, pasangan calon kepala daerah yang sudah terdaftar bukan lagi hanya sekadar pribadi, tetapi sudah menjadi milik partai dan milik masyarakat sebagai pendukungnya. Oleh karena itu, penetapan tersangka calon kepala daerah oleh KPK dinilai akan berpengaruh pada pelaksanaan pencalonannya sebagai perwakilan dari paprol atau yang mewakili para pemilih.

Editor : Ali Muntoha

Buya Safii Titip Program Pertanian Organik Pada Ganjar

MuriaNewsCom, Yogyakarta – Calon Gubernur Jateng Ganjar Pranowo bersilaturahmi dengan Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Buya Syafii Maarif, Rabu (13/3/2018). Ganjar mendapatkan titipan beberapa program, salah satunya pertanian organik.

Ganjar diterima Buya di Gedung Graha Suara Muhammadiyah di Jalan KH Ahmad Dahlan, Yogyakarta. Keduanya berbincang empat mata selama satu jam kemudian membuka konferensi pers dengan wartawan di lantai 3 gedung tersebut.

Ganjar menyampaikan, bersama Buya membicarakan banyak hal, salah satunya tentang program pertanian.

“Tadi lebih banyak diskusi soal pertaniam tadi yang seru, bagaimana politik pertanian kita digeser ke organic, sehingga lebih baik,” katanya dalam rilis yang diterima MuriaNewsCom.

Selain pertanian, Buya meminta Ganjar merancang program yang realistis alias tidak mengada-ada. Program-program tersebut harus mampu diwujudkan untuk melayani rakyat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Beliau beri masukan kasih program yang realistis. Beliau kasih contoh pertanian organik dan saya cerita program akses modal kredit murah yang sekarang sudah ada 15.000 nasabah sehingga mendorong usaha kecil dan mikro lebih mandiri,” ujarnya.

Disinggung soal peta politik Pilgub Jateng, Ganjar menyatakan sejauh ini masih berjalan sesuai harapan masyarakat. Meski sedang berada di tahun politik namun situasi sosial masih relatif adem.

“Jateng relatif adem relatif ayem, kami para pasangan calon menjaga ini terus menerus. Kita tunjukkan tidak ada bermusuhan seolah olah baku tinjau, ini suasana Jateng banget yang menghormati unggah ungguh,” ujarnya.

Justru pertarungan panas tercipta di dunia maya dengan beredarnya hoax dan fitnah dari akun-akun anonim. Ganjar meminta penegak hukum menindak tegas.

“Yang sulit menjaga di sini (handphone), banyak yang anonim fitnah dan lain-lain. Maka kita harus kasih hukuman sosial, karena harusnya berita itu tabayun dan klarifikasi dulu,” tegasnya.

Buya sendiri memuji kepemimpinan Ganjar di periode pertama yang menurutnya sudah oke.

Terkait ujaran kebencian, Buya menganalogikan seperti buih dan air. Berita hoax adalah buih yang umurnya tidak akan panjang.

“Hoax itu menzalimi diri sendiri, dalam Al- Quran itu ada perbandingan buih dan air. Hoax itu buih umurnya tidak lama, air itu lambang kebenaran, yang menyebar-nyebar fitnah nanti akan malu sendiri,” tandas penulis buku ‘Islam dan Masalah Kenegaraan’ itu.

Editor : Ali Muntoha

Bawaslu Perintahkan Hapus Foto Calon Petahana di Website dan Medsos Pemda

MuriaNewsCom, Semarang – Pelaksanaan Pilgub Jateng dan pilkada serentak di tujuh kabupaten/kota di Jateng 2018, hampir semuanya diikuti calon petahana. Hanya Pillkada Kudus dan Temanggung saja yang tidak ada calon dari petahana.

Sementara enam daerah lain, yakni Kota Tegal, Kabupaten Tegal, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Temanggung, Kabupaten Magelang dan Kabupaten Karanganyar. Termasuk Pilgub Jateng juga diikuti calon petahana.

Para calon petahana ini memang dikhawatirkan akan menggunakan fasilitas pemerintah untuk kampanye. Salah satunya penggunaan website dan media sosial (medos) milik pemda yang akan menggelar pilkada.

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Tengah pun meminta pemerintah daerah untuk menghapus sementara foto calon petahana baik di website resmi ataupun medsos milik pemda. Hal ini dilakukan untuk menghindari penyalahgunana fasilitas.

Ketua Bawaslu Jateng, M Fajar Saka menyatakan, pihaknya telah berkomunikasi dengan Sekda Provinsi Jateng untuk masalah ini. Menurut dia, sekda telah mengeluarkan surat edaran berisi sejumlah aturan yang dianggap menguntungkan atau merugikan pasangan calon (paslon).

“Saya sudah menyampaaikan kepada Sekda Jateng bahwa ada peraturan perundang-undangan yang mengatur tidak boleh ada kebijakan pemerintah daerah yang menguntungkan atau merugikan salah satu pasangan calon,” katanya pada wartawan.

Fajar menyebut, pelarangan itu meliputi pejabat daerah dan aparatur sipil negara (ASN) serta kepala desa atau lurah dilarang membuat keputusan atau tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu paslon.

Aturan lainnya, jelas Fajar, terkait dengan foto petahana di website atau media sosial (medos) milik pemerintah daerah untuk sementara waktu dicopot. Sebab, dari hasil pemantauannya beberapa foto petahana gubernur Jateng terpampang di media reklame dan website sebagai bagian dari sosialisasi kegiatan dinas atau instansi pemerintahan.

“Di dalam PKPU Nomor 4 Tahun 2017 juga sudah diatur. Jadi, kami minta pemprov untuk menghapus sementara foto petahana di website atau medsos milik pemerintah yang memuat foto petahana,” ujarnya.

Lebih lanjut Fajar menjelaskan, dengan menurunkan sementara foto petahana di media website milik pemerintah daerah, diharapkan iklim politik di provinsi ini tetap kondusif.

Dari pantauan MuriaNewsCom di website resmi Pemprov Jateng (jatengprov.go.id) foto Ganjar Pranowo yang sebelumnya dipasang berdampingan dengan Heru Sudjatmoko sebagai gubernur dan wakil gubernur Jateng kini telah dicopot.

Dalam website itu hanya ditampilkan foto Heru Sudjatmoko yang menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Jawa Tengah.

Editor : Ali Muntoha

Sering Diserang Sudirman Soal Kartu Tani, Begini Jawaban Ganjar

MuriaNewsCom, Pemalang – Calon Gubernur Jateng Sudirman Said sering menyebut jika program Kartu Tani menyusahkan petani. Bahkan mantan Menteri ESDM ini bereencana merombak program andalan cagub petahana Ganjar Pranowo tersebut.

Salah satu alasan yang disebut Sudirman Said yakni program Kartu Tani justru membuat petani kesulitan untuk mendapatkan atau menebus pupuk bersubsidi.

Namun Ganjar Pranowo punya pendapat lain. Ganjar menyebut jika susahnya petani mendapatkan pupuk bersubsidi bukan karena Kartu Tani, melainkan karena alokasi pupuk dari pemerintah pusat ke Jateng yang kurang.

Senin (12/3/2018) hari ini, Ganjar mengunjungi sejumlah kios pengecer pupuk di Pemalang. Dalam kunjungan itu, para pemilik kios menyebut jika pembelian pupuk dengan kartu tani tidak sulit.

Bagi petani yang sudah memiliki Kartu Tani, pembelian bisa dengan uang cash. Petani tidak perlu memiliki tabungan di bank. Bagi yang belum memiliki kartu pun tetap bisa membeli dengan membawa KTP dan SPPT lahan yang digarap.

Justru kesulitan pengecer karena suplai pupuk dari pabrik sangat kurang. Akibatnya para petani tidak bisa mendapatkan pupuk sesuai kebutuhan. “Ya akhirnya harus dibagi-bagi sesuai yang ada,” kata Siti Lestari, pemilik kios Sugeng Tani di Pasar Kalimas, Pemalang.

Hal yang sama diungkapkan Roimah, pemilik kios Muliana Tani, Desa Kejene, Randudongkal, Pemalang.

“Kalau petani sawah tidak ada masalah dengan Kartu Tani, semua bisa membeli meski stoknya terbatas, cuma petani jagung yang belum mendapat karena usulan RDKK belum ada,” katanya.

Ganjar kemudian menelepon beberapa pejabat di Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jateng. Ia mendapatkan informasi bahwa alokasi pupuk dari Kementerian Pertanian tidak sesuai Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) petani.

Sebagai contoh, pupuk urea cuma turun 90 persen dari RDKK, SP-36 malah hanya sekitar 48 persen. Begitu juga dengan NPK Phonska dan ZA yang turunnya jauh lebih kecil dari RDKK.

Baca juga: 

Dari informasi tersebut, Ganjar menelepon Menteri Pertanian Amran Sulaiman. Suara Amran bisa didengar seluruh petani dan pengecer karena di-loudspeaker.

Ganjar menyampaikan alokasi pupuk yang kurang. Selain itu juga perihal pupuk untuk petani jagung yang belum ada jatahnya.

Dalam sambungan telepon itu. Amran mengatakan akan menambah suplai pupuk di Jateng. Ia bahkan langsung menghubungi pimpinan pabrik pupuk, agar segera datang ke Pemalang menyelesaikan masalah tersebut. “Saya sudah telepon dirutnya, besok segera datang ke Pemalang pak gub,” kata Amran.

Kepada wartawan, Ganjar mengatakan, persoalan Kartu Tani saat ini telah dipolitisasi sehingga seolah-olah menyusahkan petani. Padahal di lapangan, fakta sebenarnya tidak seperti itu.

“Bahwa masih dibutuhkan waktu untuk penyesuaian, ya. Tapi kesulitan pupuk rupanya lebih dikarenakan kurangnya suplai yang dikirim dari pabrik,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Sudirman Said Bakal Persempit Langkah Spekulan, Ini Cara yang Ditawarkan

MuriaNewsCom, Semarang – Calon Gubernur Jawa Tengah Sudirman Said memiliki trik khusus untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di pasar. Yakni memotong atau menyederhanakan matai rantai distribusi.

“Sebenarnya kalau harga naik dan turun itu hal yang biasa, yang penting jangan terlalu ekstrim, seperti harga bawang merah, di Brebes itu harganya Rp 7.000 saja, tapi di tenpat lain ternyata bisa mencapai Rp24 ribu,” kata Sudirman.

Menurutnya, spekulan tidak boleh mendominasi atau mendikte harga. Salah satu konsep yang bisa dilakukan adalah  Jateng sebagai produsen makanan, seperti sayur mayur, beras dan sebagainya bisa kerja sama, umpamanya dengan Provinsi DKI Jakarta.

Kerja sama tersebut, bisa dalam bentuk kerja sama antar Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). “Kalau dipercaya masyarakat Jateng memimpin, saya ingin menggandengkan dua BUMD, Jateng-DKI Jakarta. Kalau pasokannya bisa terus menerus kan harga lebih stabil,” ujarnya.

Sudirman juga mengaku sangat menaruh perhatian pada keberadaan pasar tradisional. Karena pasar tradisional merupakan denyut nadi ekonomi masyarakat di daerah.

Oleh sebab itu dalam setiap kunjungan ke daerah ia selalu menyempatkan diri mengunjungi pasar tradisional di Jateng.

Editor : Ali Muntoha