KPU Kudus Bagikan APK Pilbup kepada Timses 

MuriaNewsCom, Kudus – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kudus mulai mendistribusikan Bahan Kampanye (BK), kepada lima tim sukses Pilbup Kudus 2018. Dari total 264 BK yang difasilitasi oleh KPU, Rabu (28/3/2018) sore baru diserahkan sebanyak 55 buah, kepada tim sukses. 

“Pertengahan bulan April, penyerahan seluruh BK diperkirakan selesai,” ujar Ketua KPU Kudus M. Khanafi, seusai menyerahkan alat peraga kampanye kepada masing-masing tim sukses calon. 

Ia menyebutkan, pemberian fasilitas BK bagi calon bupati sesuai dengan PKPU 4 tahun 2017. Pada peraturan tersebut, KPU di masing-masing daerah yang menyelenggarakan pemilukada difasilitasi BK, berupa Baliho, Spanduk dan umbul-umbul. 

Terkait ukuran, didalam peraturan KPU tersebut sudah dijelaskan. Ukuran baliho sebesar 4×7 meter, untuk umbul-umbul 5×1,15 meter dan spanduk ukuran 1,5×7 meter. 

Adapun alat peraga tersebut sudah ditentukan zonasi pemasangannya. “Untuk baliho paling banyak lima untuk setiap paslon di kabupaten atau kota. Umbul-umbul paling banyak 20 buah di kecamatan dan spanduk paling banyak dua buah untuk setiap paslon di tingkat desa,” jelasnya. 

Ia mengatakan, untuk desain dan ukuran BK sudah terstandardisasi sesuai dengan peraturan KPU. Meskipun demikian, para paslon boleh menggandakan maksimal tiga buah. 

Editor: Supriyadi

Uang Palsu Beredar Jelang Pilbup Kudus, Begini Kata Polres

MuriaNewsCom, Kudus – Polres Kudus mengingatkan warga agar waspada dengan peredaran uang palsu, jelang Pilkada 2018. Hal itu seiring ditemukannya pelaku pengedar uang palsu, yang beroperasi sebulan belakangan.

“Bahwa fenomena uang palsu banyak beredar pada momen-momen besar yang terjadi di Indonesia. Terutama pileg, pilpres, kita sedang menghadapi pilkada (Pilbup Kudus 2018). Dan menjelang pilkada uang palsu banyak beredar di pasar tradisional,” tutur Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning, Kamis (15/3/2018).

Ia menyebut, penangkapan pengedar uang palsu di Kudus didahului oleh informasi masyarakat. Para tersangka yang ditangkap, mengaku memang sengaja mengedarkan uang tersebut di pasar tradisional.

Pihaknya menduga, ada ratusan lembar upal yang telah beredar di Kudus. Hal itu berdasarkan pengakuan pelaku pengedar, yang telah mengedarkan 24 juta (240 lembar) uang palsu pecahan 100 ribu.

“Dalam kasus tersebut kami dapat menyita 69 lembar uang palsu pecahan 100 ribu. Sementara sisanya sudah beredar di masyarakat,” tambahnya.

Baca : Edarkan Uang Palsu di Pasar Dawe, Aswati Nangis di Kantor Polisi

Dirinya mengingatkan, jika dilihat sekilas mata uang palsu tersebut hampir mirip dengan uang asli. Hanya saja, bila warga mau melihat lebih jeli, uang palsu tersebut memiliki warna kuning (di balik logo Garuda) yang lebih menyolok. Jika diraba dengan teliti, terdapat perbedaan tekstur dengan yang asli.

“Bila diterawang seksama pasti kelihatan. Namun bila transaksi dilakukan malam atau dini hari pasti tidak kelihatan,” jelasnya.

Oleh karenanya, ia mengimbau warga berhati-hati jika ada orang yang membelanjakan uang pecahan 100 ribu. “Harap diteliti dengan lebih cermat,” imbau Gurning.

Editor : Ali Muntoha

DPS Pilbup Kudus Ditetapkan, 8 Ribu Pemilih Tak Punya E-KTP

MuriaNewsCom, Kudus – Daftar Pemilih Sementara (DPS) Pilbup Kudus dan Pilgub Jateng 2018 ditetapkan sebesar 618.009 orang. Hal itu sesuai dengan hasil pencocokan dan penelitian yang telah rampung dilakukan pada pertengahan Februari 2018 lalu.

Syafiq Ainurridho Komisioner Divisi Data dan Perencanaan KPU Kudus mengatakan, dalam rapat pleno tersebut dirumuskan dua hasil. Yang pertama terkait jumlah DPS dan jumlah pemilih potensial yang belum memiliki KTP Elektronik.

“Yang kedua ini (pemilih potensial non E-KTP) jumlahnya ada 8.998 orang. Mereka nantinya akan kami konfirmasikan dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kudus. Targetnya kami konfirmasikan sebelum penetapan DPT pada pertengahan bulan April 2018 nanti,” ujarnya, setelah Rapat Pleno Rekapitulasi DPS di Aula KPU, Kamis (15/3/2018) siang.

Dikatakannya, setelah ditetapkan menjadi DPS, KPU akan mengumumkanya kepada masyarakat, selama kurun 24 Maret sampai 2 April. Hal itu untuk mendapatkan sanggahan ataupun masukan dari masyarakat, terkait daftar tersebut.

Selain itu, program dari KPU Jawa Tengah akan mengundang kepala keluarga, untuk ikut mencermati DPS. Hal itu untuk agar kepesertaan pilkada 2018 bisa dilakukan secara tepat.

“Selama ini kan hanya ditempelkan saja. Kali ini terobosan dari KPU Jateng akan memanggil kepala keluarga, untuk ikut mencermati. Mekanismenya nanti PPS (Panitia Pemungutan Suara) mengundang kepala keluarga untuk melakukan penelitian, apakah ada anggotanya yang belum terdaftar,” ungkap dia.

Selain ketepatan peserta pilkada, DPS yang nantinya menjadi DPT (Daftar Pemilih Tetap) juga berpengaruh pada sediaan logistik pemilu.

Sementara itu, Sekretaris Disdukcapil Kudus Putut Winarno mengaku siap berkoordinasi dengan KPU. Ia menyebut, jumlah warga wajib E-KTP di Kota Kretek mencapai 621.246 orang per tanggal 12 Maret 2018. Sementara yang sudah merekamkan datanya adalah 607.475 orang.

“Kekuranganya (belum rekam) 13.771 orang. Dengan data potensial dari KPU sebesar 8.998 orang, maka kami merasa terbantu dan akan melakukan kroscek ke desa-desa untuk melakukan perekaman. Namun kami tetap harus menyelesaikan jumlah tersebut (13.771),” terangnya.

Editor : Ali Muntoha

Desain Surat Suara Pilbup Kudus 2018 Sudah Jadi, Begini Penampakannya

MuriaNewsCom, Kudus – Desain surat suara Pilbup Kudus 2018 telah dipersiapkan oleh KPU Kabupaten Kudus. Nantinya, contoh surat suara tersebut juga bisa digunakan oleh pasangan calon untuk keperluan kampanye.

Dalam surat berukuran 27×34,5 cm tersebut, foto paslon berada pada dua lajur. Nomor 1,2 dan 3 berada pada lajur pertama dan nomor 4 serta 5 di lajur bawah. Sedangkan di atasnya terdapat kop KPU dan identitas pilkada sesuai dengan daerah.

Khanafi Ketua KPU Kudus mengatakan, desain tersebut mengacu pada ketentuan KPU RI. “Nanti dalam pelipatannya secara horisontal. Jadi. Dengan begitu tidak ada paslon yang akan merasa dirugikan,” tutur dia, Rabu (14/3/2018).

Saat ini, desain surat suara belum sempurna lantaran masih berbentuk template dan belum diberi foto paslon. Dirinya juga telah meminta para pasangan calon bupati dan wakil bupati Kudus 2018 agar menyerahkan foto-foto terbaiknya.

Terkait pencetakan, Khanafi menyebut akan dilakukan setelah daftar pemilih tetap (DPT) ditetapkan. Hal itu untuk memastikan akurasi jumlah logistik surat suara.

“Nanti pencetakan surat suara akan dilakukan setelah DPT ditetapkan dan ditambah 2,5 persen dari jumlah tersebut sebagai cadangan,” tutur dia.

Editor: Supriyadi

Pantun Ketua KPU Kudus Awali Deklarasi Damai Paslon Bupati-Wabup

MuriaNewsCom, Kudus – Lima paslon bupati-wakil bupati Kudus dan ribuan simpatisan mengikuti deklarasi kampanye damai di Lapangan Simpang Tujuh, Kudus, Minggu (18/2/2018). Selain pengucapan janji dan penandatanganan pakta kampanye damai, Ketua KPU Kudus, M Khanafi pun sempat berpantun.

“Ke Pasar Kliwon beli pakaian, buah tangan untuk kawan. Masa kampanye sampai pencoblosan, pemilihan bupati wakil bupati aman dan nyaman,” tutur M Khanafi, usai membaca sambutan deklarasi damai.

Menurutnya, isi dari deklarasi damai yang disusun merupakan buah karya dari KPU beserta seluruh paslon bupati dan wakil bupati Kudus. Menurutnya, hal itu adalah upaya untuk menjaga kondusifitas selama masa kampanye, yang berlangsung dari 15 Februari hingga 23 Juni 2018.

Masa tersebut, ia berharap digunakan sebaik-baiknya oleh paslon. Mereka bisa melakukan berbagai upaya kampanye, mulai dari rapat terbatas, hingga pemasangan atribut.

Namun demikian, Khanafi berharap para pasangan calon tetap berpegang teguh pada peraturan perundang-undangan dan tak saling merugikan paslon satu dengan lainnya.

“Kami menuntut sikap dewasa dalam berpolitik, sikap negarawan karena segala tingkah laku kita akan disorot,” katanya.

Menurutnya, berdasarkan proses pencocokan dan penelitian (coklit) 2018, ada 640.000 pemilih. Hal itu dikatakan Khanafi, sebagai pasar (calon pemilih) yang wajib dikelola oleh pasangan calon.

Sementara itu, Ketua Panwaskab Kudus Wahibul Minan mengingatkan paslon akan pemasangan alat peraga kampanye (APK). Menurutnya, KPU sudah menentukan zona di mana alat tersebut boleh ditempatkan.

“Terutama yang ditempelkan di pohon, meskipun dalam zona, namun jika menempelkannya di pohon maka akan dibersihkan oleh Satpol PP. Jadi kami mohon agar mematuhi peraturan, percuma jika panjenengan pagi sudah pasang (dipohon) malamnya kami bersihkan,” paparnya.

Dirinya juga mengingatkan, bahwa dalam melakukan pertemuan terbuka ataupun tertutup diharapkan melapor pada Panwaskab Kudus.

Bupati Kudus Musthofa, berpesan agar dalam masa kampanye pihaknya berharap agar tak ada paslon yang menyebarkan kabar bohong.

“Selain itu tidak melakukan kampanye yang menyangkut SARA (Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan) dan politik uang. Masyarakat Kudus sudah dewasa dan sadar dalam menentukan pilihannya,” pesannya.

Setelah melakukan deklarasi damai, ratusan simpatisan melakukan konvoi ke seantero Kudus dan berakhir di GOR Wergu Wetan.

Editor : Ali Muntoha

Ini Dia Nomor Urut Pasangan Calon Bupati-Wakil Bupati Kudus

MuriaNewsCom, Kudus – Pengundian nomor urut calon bupati dan wakil bupati Kudus telah usai. Masing-masing mendapatkan nomor yang akan mereka pakai selama mengarungi pertarungan Pilkada hingga 27 Juni 2018.

Pengundian nomor urut calon bupati-wakil bupati Kudus dilakukan di Hotel Griptha Kudus, Selasa (13/2/2018) siang. Dalam kesempatan itu, masing-masing calon membawa puluhan bahkan ratusan pendukung yang senantiasa menyanyikan yel-yel sepanjang acara.

Teknis pengundian nomor dilakukan dengan dua tahap. Pertama, masing-masing pasangan calon mengambil nomor urut pengambilan nomor. Setelahnya, sesuai nomor tersebut calon baru diperbolehkan mengambil nomor paslon sesuai urutan.

Setelah nomor diambil, berikut urutan nomor yang akan digunakan calon untuk berkampanye. Pasangan nomor urut 1 adalah Masan-Noor Yasin, Pasangan nomor 2 adalah Nor Hartoyo-Junaidi, Pasangan nomor 3 adalah Sri Hartini-Setia Budi Wibowo, Pasangan nomor 4 adalah Akhwan-Hadi Sucipto dan Pasangan nomor 5 adalah M. Tamzil-Hartopo.

Setelah pengambilan nomor urut, mereka berkesempatan melakukan sesi foto.

Ketua KPU Kudus M. Khanafi menyebutkan, selain untuk kampanye, nomor-nomor yang didapatkan oleh paslon juga bermanfaat untuk pencetakan logistik pilkada.

“Pengundian nomer ini nantinya digunakan untuk mencetak surat suara, kampanye dan hal ini (nomor) sangat berpengaruh dalam ajang kampanye. Oleh karena itu, kami melaksanakan pengundian ini dengan transparan dan disaksikan oleh semua pihak,” paparnya‎.

Editor: Supriyadi

Calon Bupati Kudus: Semua Lawan Berat

Calon Bupati Kudus: Semua Lawan Berat

MuriaNewsCom, Kudus – Setelah ditetapkan sebagai Calon Bupati-Wakil Bupati Kudus, lima paslon pemimpin Kota Kretek mengaku siap bertarung di gelaran Pilbup 2018. Mereka menganggap masing-masing kontestan adalah pesaing berat.

Seperti diungkapkan oleh Masan, calon bupati yang diusung PDIP, Golkar, Partai Demokrat dan PAN. Ia menyebut, harus kerja keras untuk dapat menapaki kursi pemimpin Kudus.

“Semuanya berat, jadi saya harus kerja keras. (kompetisi) itu biasa saja, yang terpenting bisa saling menghormati dan menghargai karena pilkada adalah ujian kedewasaan dalam berdemokrasi,” ungkapnya, setelah resmi ditetapkan KPU Kudus sebagai Calon Bupati di Hotel Kenari Asri, Senin (12/2/2018).

Disinggung terkait strategi pemenangan, ia mengaku akan menguatkan seluruh struktur koalisi. “Setelah ini kita akan fokus ke pengambilan nomor urut besok. Terkait nomor, berapapun itu baik,” imbuhnya.

Sementara itu M. Tamzil Calon Bupati Kudus yang diusung PKB, PPP dan Hanura mengaku akan mulai bergerak menemui masyarakat. “Tidak ada kata terlambat bagi kami, nanti yang terpenting lihat pada tanggal 27 Juni,” ucapnya.

Baca: SAH! 5 Bapaslon Kudus Ditetapkan sebagai Calon Bupati-Wakil Bupati

Ditanya tentang saingan terkuat dalam kompetisi pilbup Kudus, Tamzil mengaku semua peserta memiliki bobot tersendiri. “Sama saja (beratnya) baik perseorangan maupun dari partai. Yang penting dalam pilkada ini semuanya berlangsung kondusif,” tuturnya.

Calon dari perseorangan, Nor Hartoyo mengaku akan bergerak lebih masif untuk mengenalkan visi dan misinya kepada warga. Menurutnya, timnya sudah bergerak sejak lama.

“Saya akan ketemu dengan masyarakat untuk menyosialisasikan visi dan misi. Tim sudah terbentuk hingga tingkat RT, karena sejak kita mau merekrut dukungan kita sudah terjun ke masyarakat,” tutur calon bupati dari jalur perseorangan itu.

Ditanya mengenai persaingan, dirinya menganggap semua calon dianggap berat. “Semuanya berat, semuanya lawan tangguh, secara prinsip kita tak meremehkan satu dengan yang lain,” jelasnya.

Sementara itu Sururi Mujib, tim pemenangan calon bupati-wabup Akhwan-Hadi Sucipto mengaku akan menyusun strategi khusus. Mereka akan mendekati setiap warga.

“Tim kami sudah terbentuk hingga ke tingkat RT,” ucapnya mewakili Akhwan yang tidak hadir karena sedang takziyah.

Hampir serupa, tim pemenangan calon Sri Hartini-Bowo menyebut, akan lebih giat turun ke masyarakat. “Otomatis kita akan menerapkan strategi, pembentukan tim relawan dan pemenangan. Pembentukannya sebagian besar sudah dilakukan,” kata Azka Najib, tim pemenangan pasangan Hartini-Bowo.

Editor: Supriyadi

Dialog Interaktif KKY Hadirkan Tiga Bapaslon Bupati-Wakil Bupati Kudus

MuriaNewsCom, Kudus – Tiga dari lima bapaslon bupati-wabup Kudus, ikut dalam dialog interaktif yang digelar oleh Keluarga Kudus Yogyakarta (KKY), Sabtu (10/2/2018). Acara yang bertempat di @hom Hotel Kudus itu, membahas tentang pelbagai masalah yang akan dihadapi calon pemimpin Kota Kretek ke depan.

Tiga bakal pasangan calon yang hadir adalah Akhwan-Hadi Sucipto, Noor Hartoyo-Junaidi dan M.Tamzil yang hadir tanpa Hartopo. Sementara dua pasangan lain yakni Masan-Noor Yasin serta Sri Hartini-Bowo tak datang.

Mengangkat tema “Kudus-ku, Kudus Kita, Kudus Sejahtera”, acara tersebut berformat dialog partisipatif. Selain menghadirkan panelis dari kalangan akademisi, kegiatan itu juga diikuti perwakilan tokoh-tokoh masyarakat.

Dalam perbincangan itu, mengemuka berbagai masalah yang dikemukakan oleh tokoh yang hadir. Seperti Budi Santosa tokoh sedulur sikep yang mengemukakan ihwal lingkungan terkait banjir dan adapula tokoh perempuan Noor Hani’ah yang menyoroti peran wanita. Adapula isu tentang kebudayaan di Kudus yang sudah mulai luntur.

Ketiga bapaslon mengaku akan memperhatikan berbagai masalah yang diungkapkan oleh tokoh masyarakat. Pasangan Akhwan-Hadi Sucipto mengatakan perlu adanya upaya untuk mempertahankan budaya lokal.

“Kita butuh kemajuan, namun jangan sampai hilangkan apa yang menjadi kekhasan Kudus. Seperti peribahasa pageri omahmu karo mangkok, itu jangan sampai hilang namun di luarnya kita butuh kemajuan di berbagai bidang (teknologi),” ungkapnya.

Sementara itu Tamzil, mengungkapkan akan menjadi pelayan bagi warga Kudus. “Kami menyoroti pulu terkait pelayanan kepada masyarakat dan pengarusutamaan gender,” urainya.

Hampir serupa dengan Akhwan, Bapaslon Hartoyo-Junaidi memandang perlunya penghormatan terhadap perbedaan untuk mencipta toleransi. “Pemimpin harus memahami perbedaan seperti yang dicontohkan oleh Sunan Kudus, beliau menghargai beda bahkan melarang penyembelihan sapi,” tutur dia.

Isu lingkungan juga disorot tajam oleh panelis dari UGM Agus Hendratno. Menurutnya, pemimpin Kudus ke depan, perlu memperhatikan kearifan yang dicontohkan dua sunan yang ada di Kota Kretek.

“Sunan Muria mengajarkan tentang lingkungan dan bercocok tanam kepada muridnya. Sementara Sunan Kudus lebih bersifat birokratif, mengajarkan tentang berdagang kepada santrinya,”

Dikatakannya, dua Sunan itu juga berperan dalam lingkungan. Di mana Sunan Muria menjaga vegetasi di wilayah utara, sementara Sunan Kudus menjaga daerah di bawahnya.

Editor: Supriyadi

NU Kudus Tegaskan Pilihan Nahdliyin Berasal dari Masing-masing Nurani

MuriaNewsCom, Kudus – Safari politik yang belakangan digiatkan bakal calon cagub-cawagub Jateng 2018, ke sejumlah ormas tentunya mengandung maksud tertentu. Nahdlatul Ulama (NU) sebagai organisasi massa, kerapkali mendapat kunjungan dari tokoh-tokoh tersebut.

Lalu bagaimana pengurus NU Kudus menyikapi hal tersebut?

Ketua Tanfidziyah NU Kudus Abdul Hadi mengemukakan pendapatnya, usai mendapatkan kunjungan dari bakal calon wagub Jateng Ida Fauziyah, Kamis (1/2/2018). Menurutnya, hal itu yang dilakukan merupakan bagian menyambung tali silaturahmi.

Terkait pilihan politik, ia menegaskan hal itu adalah hak privasi dari setiap Nahdliyin, guna menentukan pilihan.

“Namun yang pasti saya imbau warga NU harus menggunakan hak suaranya, jangan sampai tidak memilih atau golput,” ujarnya.

Menurutnya, NU merupakan wadah organisasi kemasyarakatan dan bukan merupakan organisasi politik. Pergerakan Nahdlatul Ulama adalah untuk kemaslahatan umat berasaskan gerakan sosial.

“Itu (pilihan pemimpin) terserah kepada warga Nahdliyin, mereka mau memilih siapa dalam kontestasi Pilkada Jateng 2018. Berdasarkan arahan dari Rois Syuriah dan anggaran dasar anggaran rumah tangga. NU bukan parpol melainkan organisasi sosial kemasyarakatan,” tuturnya.

Terakhir, ia meminta agar pelaksanaan pilkada Jateng 2018, baik Pilgub dan Pilbup Kudus berjalan dengan baik.

Di sisi lain, Ida Fauziah yang saat ini tengah bersafari di seputar Pantura Timur berharap dapat memenangkan kontestasi Pilkada Jateng. Baginya kemenangan mutlak diraih, berapapun suara yang nanti terkumpul.

“Targetnya menang, berapapun suaranya yang nanti didapat yang penting menang,” tandasnya.

Editor: Supriyadi

KPU Kudus Nyatakan Semua Syarat Bakal Calon Bupati Memenuhi Syarat

MuriaNewsCom, Kudus – KPU Kudus menyerahkan hasil verifikasi administrasi dokumen syarat pencalonan dan syarat calon bakal pasangan calon (bapaslon) bupati-wakil bupati Kudus 2018, Jumat (26/1/2018). Dari kelima bapaslon, baik dari jalur partai dan perseorangan dinyatakan telah memenuhi syarat.

“Dokumen yang kami serahkan hari ini merupakan hasil penelitian administrasi, dari persyaratan calon (berupa LHKPN, tidak dicabut hak pilih, keterangan tak pailit dan sebagainya) dan Persyaratan pencalonan (dukungan suara dan dukungan partai), karena kemarin ada yang belum memenuhi syarat, lalu diperbaiki pada kurun waktu tanggal 18-20 Januari 2018,” tutur Ketua KPU Kudus M. Khanafi.

Menurutnya, pihaknya juga telah melakukan penelitian dengan duduk bersama bersama pihak terkait. Seperti petugas pajak dan dinas terkait untuk melakukan kroscek administrasi.

Namun demikian, pada tanggal 27 Januari hingga 11 Februari 2018, KPU Kudus tetap melakukan pencermatan terhadap dokumen yang telah diteliti. Hal itu untuk memantau ada tidaknya keberatan dari masyarakat, terkait dokumen bakal pasangan calon.

“Ketika ada keberatan (pada tanggal 27 Januari – 11 Februari) maka bisa memengaruhi penetapan pada tanggal 12 Februari 2018. Nanti kita pasang di Sistem Informasi Pencalonan (Silon) dan Web KPU Kudus. Hal itu bisa memengaruhi proses penetapan pencalonan. Namun insyaallah clear,” tuturnya.

Dirinya menambahkan, dari lima bapaslon untuk pasangan Hartopo Junaidi, perlu dilakukan verifikasi faktual dukungan mulai tanggal 30 Januari sampai 5 Februari 2018. Hal itu untuk melakukan kroscek lapangan, terkait dukungan yang telah diserahkan pasangan dari jalur perseorangan itu.

Editor: Supriyadi

Bupati Kudus Serahkan Hibah Pengamanan Pilkada Sebesar Rp 3, 58 Miliar

MuriaNewsCom, Kudus – Bupati Kudus Musthofa menyerahkan dana hibah pengamanan Pilkada 2018, Rabu (17/1/2018) kemarin. Penyerahan dana ditandai dengan penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) Pemerintah Kabupaten Kudus di Pendopo kabupaten.

Hanya saja, penandatangan NPHD kali ini hanya dilakukan dengan Kodim 0722/Kudus. Sedangkan dengan Polres Kudus sudah dilakukan penandatanganan pada 10 Januari 2018.

Adapun nilai dana hibah pengamanan untuk Pilkada Kudus 2018, sebesar Rp 3,58 miliar. Dari dana sebesar itu, meliputi dana hibah pengamanan untuk Polres Kudus sebesar Rp 2,583 miliar dan untuk Kodim 0722/Kudus sebesar Rp 998,02 juta.

”Pencairan dana hibah tersebut, baru bisa dilakukan setelah ada penandantanganan NPHD yang dilanjutkan dengan penyerahan persyaratan administrasi,” katanya.

Pencairan ini dilengkapi surat pernyataan sanggup melaporkan penggunaan dana, pakta integritas yang menyatakan bahwa hibah yang diterima akan digunakan sesuai dengan NPHD, fotokopi NPHD antara Pemkab Kudus dengan Kapolres Kudus/Dandim Kudus, serta surat keputusan dalam jabatan (Kapolres/Dandim).

Setelah persyaratan dinyatakan lengkap, maka BPPKAD akan melakukan transfer ke rekening masing-masing penerima dana hibah.

Anggaran pengamanan tersebut, sudah termasuk pengamanan ketika ada pemungutan suara ulang di sejumlah tempat pemungutan suara (TPS).

Editor: Supriyadi

Lima Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Kudus Lolos Tes Kesehatan

MuriaNewsCom, Kudus – KPU Kudus menyatakan lima bakal pasangan calon Bupati-Wakil Bupati Kudus lolos tes kesehatan. Hal itu diketahui setelah hasil tes kesehatan yang dilakukan masing-masing pasangan calon diterima KPU Kudus, Selasa (16/1/2018) sore.

“Hasil pemeriksaan kesehatan secara maraton baik dari IDI (Ikatan Dokter Indonesia), Himpsi (Himpunan Psikologi Indonesia) dan BNN (Badan Narkotika Nasional), sudah kami terima kemarin sore (Selasa, 16/1/2018). Alhamdulillah semua bakal pasangan calon memenuhi syarat,” kata Ketua KPU Kudus M. Khanafi, saat rapat pleno penelitian administrasi syarat pencalonan dan syarat calon, Rabu (17/1/2018).

Ia mengemukakan, pada saat pemeriksaan kesehatan di RSUP Karyadi Semarang, seluruh aspek kesehatan bakal calon diperiksa menyeluruh. Mulai dari organ dalam, psikologi hingga tes penggunaan narkoba.

Baca: Ini Peta Kekuatan Calon Bupati Kudus

Selain mengumumkan ihwal tes kesehatan, Khanafi juga memberikan hasil pemeriksaan dokumen administrasi syarat pencalonan dan syarat calon. Dikatakannya, ada beberapa syarat yang masih harus dilengkapi oleh bakal pasangan calon.

“Seperti syarat dari LHKPN (Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara) yang sebagian besar masih belum mencantumkan tanda pendaftaran, belum tanda terima. Adapula yang masih kurang berupa surat dari pengadilan tipikor dan keterangan tak pailit dari pengadilan niaga,” terangnya.

Khanafi meminta, agar semua kekurangan tersebut dapat dilengkapi dalam masa perbaikan tanggal 18-20 Januari 2018. Jika pada masa tenggat terakhir belum diserahkan, maka pencalonan yang bersangkutan bisa gagal.

“Jika sampai dengan tanggal 20 Januari dokumen (yang masih kurang) belum diserahkan kepada kami, maka sesuai dengan peraturan KPU, konsekuensinya (bakal calon) tidak akan ditetapkan sebagai calon bupati dan wakil bupati,” tegas Ketua KPU Kudus.

Sementara itu, terkait syarat dukungan dari calon perseorangan (Hartoyo-Junaedi) yang masih kurang, ia mengingatkan kembali melalui timnya agar segera melengkapi. Sesuai syarat, yang harus diserahkan adalah dua kali lipat dari jumlah yang kurang, yakni 8.656.

Editor: Supriyadi

Baca: Panwas Kudus Endus Mobilisasi Guru saat Pendaftaran Calon ke KPU

Tim Siber Polres Kudus Akan Berpatroli di Internet, Sisir Kampanye Hitam 

MuriaNewsCom, Kudus – Jelang Pilkada serentak 2018, Polres Kudus membentuk Satuan Tugas (Satgas) Anti Black Campaign dan Money Politic, Kamis (11/1/2018).

Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning mengatakan, satgas tersebut beranggotakan petugas dari tim Reserse (kriminal umum dan khusus), Intel, sabhara dan humas. Tim ini akan dibagi dua, satu tim menangani black campaign dan lainnya fokus pada penanganan tindak money politics.

Tim tersebut akan berkoordinasi dengan tim penegakan hukum terpadu (Gakkumdu) dalam penindakan pelanggaran pemilu.

“Satgas ini kami bentuk sebagai bentuk antisipasi munculnya fitnah dan ujaran kebencian yang bisa memecah belah persatuan, termasuk SARA (Suku Agama dan Ras),” ujarnya, Jumat (12/1/2018) dalam rilis yang diterima MuriaNewsCom.

Gurning membeberkan, satgas akan berpatroli di dunia maya. Hal itu untuk menyisir tindak pelanggaran terkait pemilukada yang dilakukan oleh warga di ranah siber seperti media sosial yang dilakukan oleh pasangan calon, tim sukses ataupun parpol pengusung.

Meskipun demikian, ia meminta masyarakat berperan aktif melapor jika melihat bentuk kampanye hitam yang bertujuan menjatuhkan pasangan calon lain. Aduan bisa dilakukan melalui seluruh media sosial Polres Kudus atau melalui email : aduanpilkadapolreskudus@gmail.com.

“Harapannya kami dapat mencegah transaksi politik uang di Kabupaten Kudus, karena beberapa daerah memang memiliki karakteristik masing-masing,” tutur Kapolres Kudus.

Editor : Ali Muntoha

Panwas Kudus Endus Mobilisasi Guru saat Pendaftaran Calon ke KPU 

MuriaNewsCom, Kudus – Panitia pengawas pemilu (Panwas) Kabupaten Kudus mengendus adanya praktik mobilisasi guru tidak tetap (GTT) oleh oknum pegawai negeri. Hal itu terjadi saat pendaftaran kepesertaan pemilukada di KPU Kudus, Senin (8/1/2018).

Wahibul Minan Ketua Panwas Kabupaten Kudus menyebut telah melakukan investigasi terkait hal itu. Dan ternyata dugaan itu sangat kuat, meskipun hingga kini dirinya belum mendapatkan bukti terkait upaya mobilisasi yang dilakukan oleh Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Ada rumor yang berhembus ada mobilisasi guru (GTT) saat pendaftaran bakal Calon Masan. Informasi itu kita terima hari Sabtu (6/1/2018). Lalu kita buktikan pada saat pendaftaran, dan kita menemukan adanya daftar hadir beserta nomor telepon yang hadir. Dari situ ternyata rumor itu benar. Ada guru GTT yang mengaku disuruh oleh Kepala sekolah tempat ia mengajar,” tutur dia, Kamis (11/1/2018).

Minan mengaku telah menelusuri informasi itu, pada Rabu malam. Menurut keterangan orang yang ikut dalam arak-arakan pendaftaran, ia adalah seorang guru GTT dari Kecamatan Dawe.

“Yang bersangkutan disuruh (dianjurkan) oleh kepala sekolah yang bersangkutan dan diberikan uang transport sebesar Rp 25 ribu, untuk mengikuti acara pendaftaran ke KPU oleh atasanya (kepala sekolah) yang ASN,” terang dia.

Selama penelusuran, tidak didapatkan adanya iming-iming promosi jabatan kepada yang bersangkutan. Namun hanya menyuruh.

“Kalau bisa besok ikut ya,” kata Minan, menirukan perintah yang diucapkan oleh pimpinan guru GTT yang disuruh ikut dalam arak-arakan pendaftaran.

Menurutnya, unsur pelanggaran bukan berasal dari status guru tidak tetap. Melainkan, upaya menyuruh yang dilakukan oleh ASN (kepala sekolah). Hal itu menurutnya, melanggar PP 53, terkait pelarangan ikut serta PNS dalam kegiatan partai politik.

“Meskipun sudah mendapatkan keterangan, kami kesulitan mendapatkan bukti. Lantaran, guru GTT yang kami interogasi menolak menjadi saksi. Kemudian bukti yang kami terima hanya daftar hadir beserta nomor telepon, itupun hanya dua yang bisa dihubungi,” urainya.

Untuk mencegah hal itu berulang pada tahapan berikutnya (Kampanye), Panwaskab Kudus telah melayangkan surat ke dinas terkait.

“Per hari ini, kami mengirimkan surat ke UPT pendidikan, dan dinas pendidikan agar hal itu tak berulang kembali kelak,” paparnya.

Selain kasus tersebut, panwaskab Kudus juga sempat menemukan adanya dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh dua PNS dan satu Kepala Desa.

“Mereka adalah istri Pak Hartoyo yang masih terhitung kepala desa, istri Pak Hadi Sucipto yang masih berstatus sebagai PNS dan istri Pak Akhwan yang statusnya PNS. Ketiganya ikut saat pendaftaran dukungan ke KPU Kudus. Namun demikian, sifatnya ketidaktahuan, dan sudah kami tindaklanjuti untuk dibina oleh dinas terkait,” pungkas Minan.

Editor: Supriyadi

Daftar Paling Akhir, Sri Hartini Klaim Wakili Pemilih Perempuan Kudus

MuriaNewsCom, Kudus – Bakal Pasangan Calon Sri Hartini-Setia Budi Wibowo menjadi yang terakhir mendaftarkan kepesertaannya sebagai kontestan Pilbup Kudus, ke kantor KPU Rabu (10/1/2018). Ia datang didampingi warga pendukung dan partai pengusung, yakni PKS, Gerindra dan PBB, sekitar pukul 15.00 WIB.

Dalam pemeriksaan berkas awal, keduanya dinyatakan memenuhi syarat baik pencalonan dan syarat calon. Hanya beberapa poin di syarat calon yang harus dipenuhi.

”Untuk syarat pencalonan, sudah ada tanda terima dan dinyatakan lengkap dan diterima. Selanjutnya kita kasih pengantar untuk melakukan check up kesehatan di RSUP dr Karyadi. Untuk syarat calon masih ada beberapa hal yang dalam proses,” ujar Ketua KPU Kudus M. Khanafi.

Dalam keterangan persnya, Sri Hartini berkomitmen untuk menang. Anggota Komisi C DPRD Provinsi Jateng itu mengaku mendapat mandat dari warga Kudus terutama kaum perempuan.

”Targetnya menang, pencalonan ini atas dasar kemauan saya sendiri dan hasil aspirasi kaum wanita. Tujuannya supaya dapat mewujudkan apa yang menjadi keinginan kaum perempuan di Kudus. Apalagi ada 70 persen pemilih perempuan di sini (Kudus),” tuturnya.

Sementara itu Setia Wibowo berkeyakinan jiwa kepemimpinan Sri Hartini dapat diunggulkan. ”Dia layak jadi pemimpin ke depan, terkait komunikasi tidak masalah berjalan dengan lancar,” paparnya, anggota DPRD Kudus itu.

Keduanya mengatakan, hingga saat ini relawan dan mesin partai pengusung sudah berjalan hingga pelosok pedesaan.

Editor: Supriyadi

Masan-Noor Yasin Diantar Musthofa Daftar ke KPU Kudus

MuriaNewsCom, Kudus – Bakal pasangan calon (Bapaslon) Masan-Noor Yasin menjadi yang ketiga mendaftar sebagai Cabup-Cawabup Kudus, Senin (8/1/2018).

Datang ke kantor KPU Kudus sekitar pukul 15.00 WIB, pasangan itu diantarkan oleh masing-masing ketua DPC Partai Pengusung yakni PDIP, Golkar, PAN, dan Demokrat.

Bahkan, Ketua DPC PDIP Kudus yang juga Bupati Kota Kretek Musthofa datang lebih dulu, sekitar pukul 14.37 WIB.

“Saya ini (ibaratnya) nganter sekolah,” seloroh Musthofa.

Seperti bapaslon lain (Akhi, Harjuna), pasangan tersebut diterima langsung oleh komisioner KPU Kudus.

Sementara itu Masan, mengaku akan meneruskan program yang telah dilaksanakan oleh pendahulunya. Ia mengaku, apa yang dilakukan oleh Musthofa direspon baik oleh warga Kudus.

“Nanti kami akan melanjutkan program yang telah dilaksanakan oleh Pak Musthofa. Apa yang kurang dilengkapi, apa yang sudah baik akan disempurnakan,” tuturnya.

Menggandeng Noor Yasin yang merupakan Sekda Pemkab Kudus, Masan mengaku sangat siap.

“Pasangan politisi dan birokrat adalah yang ideal. Apalagi dengan dengan pengalaman Pak Yasin selama 40 tahun sebagai ASN, bekal kami untuk membangun Kudus kedepan,” urainya.

Ditanya visi dan misi, keduanya mengaku akan mengedepankan empat pilar yang telah di bangun oleh Musthofa. Diantaranya pendidikan, UMKM, Fasilitas Kesehatan, dan infrastruktur yang merata.

Editor: Supriyadi

Pilbup Kudus: Jadi Pendaftar Kedua, Harjuna Masih Banyak PR

MuriaNewsCom, Kudus – Bakal pasangan calon (Bapaslon) dari jalur perseorangan Hartoyo-Junaidi (Harjuna) menjadi pendaftar kedua sebagai calon bupati-wabup Kudus di KPU Kudus, Senin (8/1/2018). Namun ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh keduanya.‎

Mengenakan batik bermotif “Arjuna” pendukung bapaslon Harjuna datang sekitar pukul 11.30 WIB siang. Sama seperti paslon sebelumnya, ia diterima oleh komisioner KPU Kudus.

Ketua KPU Kudus Moh. Khanafi mengucapkan selamat datang dan membacakan tatacara pendaftaran kepada bapaslon. Setelahnya, petugas KPU kemudian memverifikasi syarat pencalonan dan syarat calon.

“Dari hasil penelitian, syarat pencalonan untuk persebarannya sudah memenuhi, namun untuk dukungan dari jalur perseorangan harus dilengkapi nanti pada tanggal 18-20 Januari 2018,” katanya.

Baca: Akhwan-Hadi Sucipto Jadi Yang Pertama Daftar Ke KPU Kudus

Selain syarat dukungan, adapula syarat calon yang menjadi sorotan. Untuk Bakal calon Wabup Kudus Junaidi, yang bersangkutan harus memenuhi beberapa hal. Mulai dari surat tidak tercabut hak pilih, tak punya tanggungan hutang yang rugikan negara, laporan pajak lima tahun terakhir, dan komitmen mau undurkan diri ketika ditetapkan sebagai calon wakil bupati, karena yang bersangkutan adalah PNS di Pemkab Kudus.

Hal itu juga berlaku pada Bakal calon bupati Hartoyo. Dirinya diminta untuk melengkapi syarat seperti surat tak dicabut hak pilih, tak punya tanggungan hutang, surat keterangan tak dinyatakan pailit, bukti tanggungan pajak dan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).

“Semua dokumen itu (dari kedua bapaslon Harjuna) sedang berproses dan ada tanda terimanya dari instansi yang terkait,” imbuh Khanafi.

Bapaslon Bupati Kudus Hartoyo mengatakan siap memenuhi persyaratan tersebut. Hal itu terutama untuk jumlah dukungan.

Baca: Tak Lolos Verifikasi, Harjuna Masih Diberi Kesempatan Nyalon Bupati Kudus, Ini Syaratnya

“Kalau untuk kekurangan dukungan kami sudah persiapkan 12 ribu lebih. Sebenarnya mau kami serahkan sekarang, tapi menurut mekanisme KPU untuk itu dapat dilakukan tanggal 18 Januari 2018,” urainya.

Perlu diketahui, saat penyerahan syarat dukungan ke KPU Kudus, bapaslon Hartoyo menyerahkan sekitar 51.500 dukungan. Dari jumlah tersebut, hanya 40.995 yang dinyatakan memenuhi syarat. Sedangkan, syarat minimal dari KPU untuk jalur perseorangan adalah 45.323.

Praktis, bapaslon tersebut harus memenuhi dua kali lipat dari jumlah kekurangan 4.328, yakni sekitar 8.656.

Setelahnya, Ketua KPU Kudus Moh. Khanafi menyerahkan tanda terima dan surat pengantar untuk cek kesehatan di RSUP Karyadi.

Editor: Supriyadi

Demokrat Resmi Usung Masan-Noor Yasin di Pilbup Kudus

MuriaNewsCom, Kudus – Partai Demokrat resmi mendukung pasangan Masan- Noor Yasin untuk bertarung di Pilbup Kudus 2018 mendatang. Keputusan tersebut diberikan setelah melihat bakal cawabup yang dipilih PDIP dalam pentas demokrasi lima tahunan itu.

Ketua DPC Partai Demokrat Edy Kurniawan mengatakan, Partai Demokrat mendukung penuh Noor Yasin sebagai Bakal Cawabup Kudus. Ia dianggap sebagai sosok yang pas berdampingan dengan Masan untuk memenangi pilkada.

“Pak Sekda kami usung untuk menjadi wakilnya Pak Masan. Ini sudah bulat sejak awal,” katanya kepada MuriaNewsCom

Menurut dia, rekomendasi terkait dukungan dari DPP Partai Demokrat juga sudah turun sejak 27 Desember lalu. Rekom berbunyi dukungan untuk pasangan Masan dan Noor Yasin.

Rekom tersebut bahkan sudah melalui sejumlah pertimbangan. Di antaranya adalah hasil survey dari Demokrat yang berbunyi Noor Yasin disukai masyarakat Kudus. Selain itu, pertimbangan lainya mengenai figur Noor Yasin yang sebagai sekda merupakan tokoh yang berpengalaman.

“Jadi keduanya merupakan perpaduan politisi dan birokrasi di Kudus. beliau berdua merupakan pejabat senior yang sudah berpengalaman untuk kudus ke depan,” ungkapnya.

Sementara, Sektretaris DPC PDIP Kudus M Yusuf Roni menyebutkan, hingga kini, Selasa (2/1/2018) baru Partai Demokrat yang berkoalisi dengan PDIP. Namun, sejumlah partai sedang pendekatan dengan PDIP untuk maju bersama-sama dalam pemilu mendatang.

“Ada beberapa partai yang mendekat. Dan kami juga masih terbuka, sampai saat deklarasi bersama dengan semua partai pengusung pasangan Masan dan Noor Yasin, rencananya deklarasi akan kami laksanakan sebelum 8 Januari nanti,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Akhi Yakin Peroleh 100 Ribu Suara di Pilbup Kudus

MuriaNewsCom, Kudus – Bakal calon Bupati Kudus Akhwan-Hadi Sucipto (Akhi) yakin bisa mendapatkan suara dukungan lebih dari 100 ribu suara dalam Pilbup Kudus 2018. Itu diyakini setelah mampu lolos tahapan verifikasi faktual dari jalur independen yang dilakukan KPU Kudus.

Bakal Calon Bupati Kudus Ahwan mengatakan, hasil verifikasi tercatat dukungan yang masuk sejumlah  64.417 lembar e-KTP. Dengan jumlah dukungan itu, dia yakin akan terus bertambah dan menembus lebih dari 100 ribu.

“Sebenarnya banyak yang tidak lolos verifikasi faktual yang dilakukan oleh KPU. Karena, saat itu anggota kami banyak yang belum memiliki e-KTP. Jadi tidak lolos,” katanya kepada MuriaNewsCom

Selain itu, dia juga menyampaikan suara yang sudah terkumpul tidak akan hilang saat pelaksanaan pemilu nanti. Karena, saat permintaan KTP, masyarakat juga diberikan kesepakatan untuk mendukung pasangan Akhi dalam pemilu nanti.

Tak hanya itu, ia juga optimistis dukungan suara akan meningkat karena tim yang berada di tiap desa selalu berkembang. Sehingga, pihaknya yakin bakal menenangkan pemilu nantinya.

Disinggung soal ketenaran Akhi, pihaknya menejelaskan kalau hingga kini masih butuh lebih tenar lagi. Untuk itu sasarannya nanti akan kampanye ke desa-desa lebih diintensifkan.

“Saya mengucapkan terimakasih kepada masyarakat yang sudah mendukung kami,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Tak Lolos Verifikasi, Harjuna Masih Diberi Kesempatan Nyalon Bupati Kudus, Ini Syaratnya

MuriaNewsCom, Kudus – Pasangan Bakal Calon Bupati – Wakil Bupati Kudus, Noor Hartoyo-Junaidi (Harjuna) dinyatakan tak lolos verifikasi faktual oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kudus. Kendati demikian, Harjuna masih diberikan kesempatan untuk maju sebagai calon dalam Pemilu 2018 mendatang.

Ketua KPU Kudus Moh Khanafi mengatakan, dari hasil verifikasi yang dilakukan, dukungan untuk Harjuna hanya 40.995 lembar e-KTP. Padahal, syarat minimal yang harus dimiliki berjumlah 45.323 lembar e-KTP. Artinya, pasangan Harjuna masih kurang 4.328 lembar e-KTP.

“Meski demikian masih bisa maju dalam Pilbup Kudus. Itu diperbolehkan asalkan syaratnya mampu terpenuhi,” katanya kepada MuriaNewsCom usai Rapat Pleno Rekapitulasi Dukungan Paslon Perseorangan di KPU Kudus.

KPU Kudus menggelar rapat pleno terbuka hasil verifikasi calon independen di Pilkada Kudus, Sabtu (30/12/2017).
(MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Khanafi menyebutkan, dalam tahapan pendaftaran setiap pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kudus independen harus mendaftar ke KPU Kudus. Pendaftaran akan dilakukan pada 8-10 Januari mendatang.

Setelah itu, bagi calon independen yang kekurangan e-KTP, harus melengkapi kekurangan dukungan minimal dua kali lipat. Kekurangan dukungan dapat dipenuhi pada 18-20 Januari 2018 dengan membawa berita acara yang diberikan KPU hari ini.

“Dari hasil kegiatan tadi, semuanya sudah menerimanya. Termasuk pasangan dari Harjuna. Karena mereka kurang 4.328 lembar e-KTP, maka mereka harus mengumpulkan dua kali lipat hingga waktu yang ditentukan,” ungkapnya.

Sementara, untuk satu pasang calon independen lainya yaitu Akhwa – Hadi Sucipto (Akhi), sudah memenuhi batas minimal pendaftaran. Dari hasil verifikasi faktual, mereka memperoleh dukungan 64.417 lembar e-KTP. Karenanya, mereka bisa melakukan pendaftaran tanpa menambah KTP.

Editor: Supriyadi

Sekda Kudus: Banyak Partai yang Melamar Saya Maju di Pilbup

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kudus Noor Yasin. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Sekretaris Daerah (Sekda) Kudus Noor Yasin mengaku banyak partai yang meminangnya untuk maju di Pilihan Bupati (Pilbup) Kudus. Tawaran tersebut bahkan sudah mengalir jauh sebelum tahapan pilkada dimulai.

“Bukan hanya PDIP saja lho yang mengajak saya. Sejumlah partai juga meminta saya maju di Pilbup,” katanya.

Sayangnya, pejabat eselon 2 ini enggan membeberkan partai mana saja yang sudah meminangnya. Ia lebih memilih menyimpan hal itu rapat-rapat.

”Pokoknya adalah. Nanti juga bakal tahu sendiri,” ungkapnya.

Meski begitu, Noor Yasin mengakui sudah mengikuti fit and propertest sebagai Calon Wakil Bupati dari PDIP. Hanya saja, keikutsertaannya karena mendapat undangan dari Partai berlambang Moncong Putih tersebut.

“Ya benar (ikut tes di PDIP). Ini sekaligus upaya saya dalam hal mengabdikan diri kepada masyarakat. Apalagi saya juga masih merasa sehat,” terangnya.

Kendati demikian, pihaknya tak tahu menahu soal penjaringan partai pemenang pemilu tersebut. Yang jelas, pihaknya siap mengabdi kepada masyarakat pasca purna menjabat sebagai Sekda Kudus.

”Tujuan saya hanya untuk mengabdi dan bisa membawa Kudus lebih baik,” tandasnya.

Disinggung terkait pensiunnya, Sekda menjawab bahwa masa pensiunnya bakal jatuh 31 Januari 2018 nanti. Namun, jika rekom untuk maju sebagai Wakil Bupati jatuh sebelum tanggal tersebut, ia memastikan tak akan mengundurkan diri sebagai Sekda Kudus dan memilih menunggu hingga waktunya pensiun.

“Dalam ketentuannya, menyebutkan kalau saat mendaftar masih diperbolehkan menjabat. Namun, saat penetapan 12 Februari nanti barulah tidak boleh menjabat. Jadi saat itu saya sudah pensiun,” jelasnya.

Editor: Supriyadi

Koalisi dengan PKB di Pilkada Kudus, Ini kata PDIP

Wakil Ketua DPC PDIP Kudus yang juga bakal calon bupati Kudus Masan saat datang ke kantor PKB untuk mengajak berkoalisi beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Keputusan DPC PKB Kudus merapat ke PDIP Kudus dalam pemilu 2018 mendatang disambut hangat DPC PDIP Kudus. Dengan bergabungnya PKB, PDIP semakin yakin bisa meraih kemenangan dalam perebutan kursi kepala daerah.

Sekretaris PDIP Kudus M Yusuf Roni mengatakan, PDIP Kudus selama ini memang menjalin hubungan yang baik dengan sejumlah partai. Termasuk juga dengan PKB. Itu dilakukan dalam bentuk mencari dukungan dan koalisi guna menyambut pemilu 2018.

“Kami sangat terbuka menerima PKB bergabung dengan kami. Tentunya ini adalah hal yang menggembirakan,” katanya kepada MuriaNewsCom saat dihubungi

Disinggung soal kesepakatan dalam koalisi, pihaknya belum bisa berbicara banyak. Karena, meski secara statemen langsung dari PKB mengarah ke PDIP, namun secara resminya masih menunggu rekomendasi calon yang dipilih dari parpol koalisi.

Jika nantinya rekom turun, lanjut dia, PKB dan PDIP menjadwalkan pertemuan, yang mana bakal membahas lebih lanjut soal kerjasama dan kualisi antar kedua partai besar di Kudus itu.

“Rencananya bulan ini rekomendasi akan turun, dan secepatnya setelah rekomendasi turun, akan dilakukan pembahasan lebih lanjut,” ungkap dia.

Sebelumnya,  Ketua DPC PKB Kudus, Ilwani mengatakan PDIP menjadi partai yang pas, untuk berkoalisi dalam Pemilihan Umum 2018 nanti dengan berbagai pertimbangan. Seperti halnya hasil survey, yang hasilnya lebih apik ketika koalisi dengan PDIP. 

 

Editor: Supriyadi

Balon Bupati Kudus M Tamzil Dapat Rekomendasi Hanura?

Bakal Calon Bupati Kudus M Tamzil. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Bakal Calon (Balon) Bupati Kudus M Tamzil menunjukkan kelihaian maju dalam Pilbup Kudus mendatang. Berhembus kabar, Tamzil kini sudah mengantongi rekomendasi dari Partai Hanura sebagai calon Bupati Kudus.

Ketua DPC Partai Hanura Kadarjono mengatakan, pihaknya belum tahu secara persis siapakah yang mendapat rekomendasi dari Partai Hanura. Namun, ia juga tak bisa membantah kabar tersebut.

”Kabarnya, angin berhembus ke sana (Tamzil). Tapi kami belum mendapatkan rekomendasi jatuh kepada siapa,” Katanya kepada MuriaNewsCom

Menurut dia, hari ini, Senin (13/11/2017) Tamzil akan bertemu dengan sejumlah pengurus Hanura mulai tingkat DPW, DPD hingga tingkat DPP. Bahkan, saat ini DPD juga sudah tiba di Kudus untuk persiapan ketemu dengan Tamzil.

Dijelaskan, mengenai rekomendasi semuanya diputuskan langsung dari DPP. Sehingga, nantinya juga DPP yang akan memberikan langsung kepada bakal calon direkomendasikan.

“Bisa jadi turun ke M Ramzil, Karena kabarnya DPD juga akan datang ke Kudus hari ini bertemu langsung dengan M Tamzil. Tapi yang mengundang itu Tamzil, bukan Partai Hanura,” ujarnya

Sebelumnya, M Tamzil melamar ke Partai Hanura untuk rekomendasi bakal calon bupati. Tamzil juga sering menyebut kalau komunikasi intens terus dilakukan untuk mendapatkan rekomendasi tersebut.

Editor: Supriyadi

Ini Karya Mural Keren Pemuda Kudus Soal Pilkada

Salah satu karya mural pemuda Kudus dalam lomba yang digelar KPU Kudus. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kudus menggelar lomba mural, Minggu (29/10/2017). Puluhan peserta mengikuti lomba yang digunakan sebagai salah satu sarana untuk menyosialisaikan Pilkada Kudus dan Pilgub Jateng 2018.

Dan ternyata hasil karya mural para pemuda Kudus sangat keren. Pihak juri sempat dibuat decak kagum melihat karya-karya tersebut. Juri pun sempat kesulitan menentukan mana pemanangnya, karena kualitas mural yang ditampilkan rata-rata bagus.

Meski demikian, juri mentapkan mural karya Muh Firdaus, dari Ngangguk, Kudus sebagai juara. Sementara peringkat kedua dan ketiga masing-masing ditempati Rifqi Arfiyan (Kedung Sari) dan Ahmad Maymun (Samirejo, Dawe).

Berikuti kami tampilkan beberapa karya mural para pemuda di Kudus dalam lomba yang digelar KPU Kudus, Minggu pagi tadi.

Mural ini memberi pesan moral untuk tak memilih calon pemimpin koruptor. (MuriaNewsCom)

 

Jadilah pemilih cerdas berkualitas. (MuriaNewsCom)

 

Jangan takut tolak ajakan golput. (MuriaNewsCom)

 

Mari nyoblos dalam Pilgub Jateng dan Pilbup Kudus. (MuriaNewsCom)

 

Ajakan untuk menolak politik uang dalam pilkada. (MuriaNewsCom)

 

Sukseskan Pilgub Jateng dan Pilbup Kudus, tolak golput. (MuriaNewsCom)

 

Kenali dulu calon pemimpin sebelum memilih. (MuriaNewsCom)

 

Tolak politik uang (MuriaNewsCom)

 

Pilkada biasa terjadi hujan uang dari para calon. (MuriaNewsCom)

 

Golput bukan solusi. (MuriaNewsCom)

 

Jangan pilih pemimpin yang menyogok dengan uang. (MuriaNewsCom)

Editor : Ali Muntoha

Baca : Cara Cerdas KPU Kudus Sosialisasikan Pilkada Melalui Mural