Pantun Ketua KPU Kudus Awali Deklarasi Damai Paslon Bupati-Wabup

MuriaNewsCom, Kudus – Lima paslon bupati-wakil bupati Kudus dan ribuan simpatisan mengikuti deklarasi kampanye damai di Lapangan Simpang Tujuh, Kudus, Minggu (18/2/2018). Selain pengucapan janji dan penandatanganan pakta kampanye damai, Ketua KPU Kudus, M Khanafi pun sempat berpantun.

“Ke Pasar Kliwon beli pakaian, buah tangan untuk kawan. Masa kampanye sampai pencoblosan, pemilihan bupati wakil bupati aman dan nyaman,” tutur M Khanafi, usai membaca sambutan deklarasi damai.

Menurutnya, isi dari deklarasi damai yang disusun merupakan buah karya dari KPU beserta seluruh paslon bupati dan wakil bupati Kudus. Menurutnya, hal itu adalah upaya untuk menjaga kondusifitas selama masa kampanye, yang berlangsung dari 15 Februari hingga 23 Juni 2018.

Masa tersebut, ia berharap digunakan sebaik-baiknya oleh paslon. Mereka bisa melakukan berbagai upaya kampanye, mulai dari rapat terbatas, hingga pemasangan atribut.

Namun demikian, Khanafi berharap para pasangan calon tetap berpegang teguh pada peraturan perundang-undangan dan tak saling merugikan paslon satu dengan lainnya.

“Kami menuntut sikap dewasa dalam berpolitik, sikap negarawan karena segala tingkah laku kita akan disorot,” katanya.

Menurutnya, berdasarkan proses pencocokan dan penelitian (coklit) 2018, ada 640.000 pemilih. Hal itu dikatakan Khanafi, sebagai pasar (calon pemilih) yang wajib dikelola oleh pasangan calon.

Sementara itu, Ketua Panwaskab Kudus Wahibul Minan mengingatkan paslon akan pemasangan alat peraga kampanye (APK). Menurutnya, KPU sudah menentukan zona di mana alat tersebut boleh ditempatkan.

“Terutama yang ditempelkan di pohon, meskipun dalam zona, namun jika menempelkannya di pohon maka akan dibersihkan oleh Satpol PP. Jadi kami mohon agar mematuhi peraturan, percuma jika panjenengan pagi sudah pasang (dipohon) malamnya kami bersihkan,” paparnya.

Dirinya juga mengingatkan, bahwa dalam melakukan pertemuan terbuka ataupun tertutup diharapkan melapor pada Panwaskab Kudus.

Bupati Kudus Musthofa, berpesan agar dalam masa kampanye pihaknya berharap agar tak ada paslon yang menyebarkan kabar bohong.

“Selain itu tidak melakukan kampanye yang menyangkut SARA (Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan) dan politik uang. Masyarakat Kudus sudah dewasa dan sadar dalam menentukan pilihannya,” pesannya.

Setelah melakukan deklarasi damai, ratusan simpatisan melakukan konvoi ke seantero Kudus dan berakhir di GOR Wergu Wetan.

Editor : Ali Muntoha

Ini Dia Besaran Dana Awal Kampanye 5 Calon Bupati-Wakil Bupati Kudus

MuriaNewsCom, Kudus – Lima Pasangan Calon Bupati-Wakil Bupati Kudus telah melaporkan dana awal kampanye mereka pada Komisi Pemilihan Umum. Dana tersebut ditampung dalam sebuah rekening milik paslon, yang nantinya digunakan selama masa kampanye.

Namun demikian, dalam rekening Laporan Awal Dana Kampanye (LADK) diberikan batasan yakni Rp 7,67 miliar. Hal itu dikatakan oleh komisioner KPU Kudus Naily Syarifah, Kamis (15/2/2018).

Menurutnya, dalam rekening LADK, paslon diperkenankan memperoleh sumbangan dari simpatisan baik perorangan maupun organisasi. Warga diperbolehkan menyumbang paslon maksimal Rp 75 juta, sedangkan instansi maksimal Rp 750 juta.

“Batasan tersebut telah diatur dalam PKPU 5/2017. Jika ada perseorangan atau instansi yang menyumbang melebihi batas maksimal, maka sisanya akan diserahkan untuk negara, melalui kas negara,” jelasnya.

Dalam LADK yang telah dilaporkan kepada KPU Kudus, Pasangan Calon Masan-Nor Yasin memiliki saldo awal sebesar Rp 20 juta, Noor Hartoyo-Junaidi Rp 300 ribu, Sri Hartini-Setia Budi Wibowo Rp 1,5 juta. Sementara paslon Akhwan-Akhwan-Hadi Sucipto Rp 1 juta dan M. Tamzil-Hartopo memiliki dana awal sebesar Rp 5 juta.

Editor: Supriyadi

Ada Unsur Magis Pada Pengundian Nomor Urut Paslon Kudus , Ini Ceritanya

MuriaNewsCom, Kudus – Lima Pasangan Calon Bupati-Wakil Bupati Kudus telah memeroleh nomor urut dari KPU Kudus. Lalu apa harapan mereka terkait nomor tersebut?

Pasangan Masan-Noor Yasin mendapatkan nomor urut 1. Bagi mereka, nomor tersebut adalah nomor pemenang. Meskipun demikian, tak ada unsur magis yang menyertainya.

“Yang jelas juara itu nomor satu dan nomor satu adalah pemenang. Kalau ditanya unsur hoki, semua nomor tak ada hoki-hokinya, semuanya sama,” kata Masan optimistis.

Dalam kontestasi Pilkada 2018, keduanya diusung oleh PDIP Perjuangan, Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional dan Golkar.

Nomor urut 2, Hartoyo-Junaidi mengatakan, urutan yang diperoleh merupakan perlambang dua dimensi dunia. “Dengan nomor ini kami berharap berimbas bagi pencalonan kami. Lantaran semua di dunia ini ada dua, bepasang-pasangan. Itu sesuai dengan salam dua jari kami,” tutur paslon dari jalur perseorangan itu.

Setelah kegiatan tersebut, pihaknya akan fokus untuk melakukan pencetakan alat peraga dan persiapan kampanye.

Sementara itu, Paslon nomor urut 3 Sri Hartini-Setia Budi Wibowo menyebut sudah memrediksi sebelumnya. Bahkan seminggu sebelum pengundian nomor.

“Seminggu sebelum (pengundian) saya ziarah ke makam Sunan Kalijaga, bersama seorang kyai. Nah Kyai tersebut, mengatakan melihat saya ada nomer 3 nya. Dari ikhtiar itu, kami harap berpengaruh pada pencalonan kami,” ujar Hartini.

Akhwan-Hadi Sucipto, mendapatkan nomor 4 dalam pengundian tersebut. Ia berharap nomor tersebut dapat membawa hoki pada pencalonannya.

“Kalau firasat sih tidak ada. Namun kalau dilihat angka empat itu kalau dibalik kan seperti kursi, nah mudah-mudahan itu adalah pertanda kami dapat menduduki kursi Bupati Kudus,” ungkapnya.

Selain itu, nomor 4 adalah nomor hoki yang dipakai sebelumnya oleh Bupati Musthofa. “Sejarahnya, bupati sekarang itu menang karena menggunakan nomer 4. Selain itu saya pernah bermimpi bupati Musthofa menyerahkan kursinya kepada saya,” urainya.

Nomor terakhir, 5, dipegang oleh Paslon M.Tamzil-Hartopo. Bagi mereka, nomor tersebut adalah nomor hoki (pembawa keberuntungan). “Nomor hokinya Tamzil-Hartopo adalah 5. Karena sebelumnya (pengundian nomor urut pertama) kita dapat nomor 4. Sekarang akhirnya dapat nomor 5,” kata dia.

Editor: Supriyadi

Bawaslu Ajak Panwas Kudus Tak Kendor Awasi Pilkada 

MuriaNewsCom, Kudus – Ketua Bawaslu Jateng Fajar Saka sambangi Kantor Panwaskab Kudus, Minggu (21/1/2018). Kehadirannya untuk memastikan kinerja pengawas di Kota Kretek tak kendor menghadapi dua ajang pemilukada (pilgub dan pilbup).

“Kudus itu istimewa, karena hendak menghadapi kegiatan besar yakni pilbup dan pilgub Jateng. Belum lagi tahapan di dalamnya yang meliputi coklit, verifikasi faktual menyusul putusan MK. Oleh karenanya kami mengecek persiapan panwas Kudus agar seluruh kegiatan pengawasan berlangsung dengan baik,” ujar Fajar.

Ia meminta agar petugas di tingkat kabupaten, kecamatan dan desa saling berkoordinasi, agar menciptakan alur kerja yang kompak. Selain itu, kecermatan dalam melakukan pengawasan pada proses coklit mutlak dilakukan.

Terkait temuan dugaan pelanggaran selama tahapan jelang pilgub maupun pilbup, Fajar mengaku sudah mendapatkan laporan dari Panwaskab Kudus. Untuk mengatasinya, pihaknya menyarankan agar dilakukan perbaikan.

“Pelanggaran yang dilaporkan di antaranya adalah terkait perekrutan PPS atau PPK sarannya adalah diganti. Untuk tahapan coklit, pengawas juga harus mengawasi kinerja PPDP agar maksimal, bila tidak efisien harus ada upaya untuk mengatur agar kunjungan dari rumah ke rumah dapat diefektifkan, karena tahapan ini terbatas waktu hingga 30 hari ke depan,” tuturnya.

Terakhir, ia berpesan kepada pemilih agar mau menjadi pengawas bagi dirinya sendiri. Hal itu dikatakannya agar dalam pelaksanaan pilkada, warga sebagai pemilih ikut berperan aktif dalam mengawal suara yang disalurkan.

“Paling tidak masyarakat menjadi pengawas bagi suara (pilihan) pribadi yang telah mereka salurkan,” tutup Fajar.

Editor : Ali Muntoha

Warga Sedulur Sikep di Kudus Ternyata Antusias Milih Bupati Baru, Ini Buktinya

MuriaNewsCom, Kudus – Warga Sedulur Sikep ternyata tak begitu tertutup atau tak peduli dengan jalannya pemerintahan. Buktinya, warga komunitas Samin ini cukup antusias untuk memilih calon bupati Kudus yang baru.

Ini terlihat ketika KPU Kudus melaksanakan coklit (pencocokan dan penelitian) daftar pemilih, Sabtu (20/1/2018). Di hari pertama tahapan coklit ini KPU juga menyambangi warga Sedulur Sikep.

Budi Santoso yang merupakan sesepuh dari Kelompok Sedulur Sikep memperlihatkan antusiasme warga Samin untuk mengikuti pesta demokrasi ini.

Kepada MuriaNewsCom, Ketua KPU Kudus M. Khanafi mengatakan ada antusiasme dari komunitas tersebut untuk mengikuti pesta demokrasi lima tahunan.

“Tokoh Sedulur Sikep menerima kami (komisioner KPU Kudus) dengan baik, open (terbuka) bahkan insyaallah nanti pada saatnya (hari pencoblosan) beliau akan datang ke TPS,” ujarnya.

Hal itu menurutnya adalah sinyal positif bagi alam demokrasi khususnya di Kudus. Tak hanya tokoh sedulur sikep, sejumlah tokoh di Kudus har ini juga disambagi KPU untuk dicoklit.

“Kami juga bertandang ke dalemnya (rumah) Mbah Kyai Haji Sya’roni Ahmadi. Tadi sudah ketemu dengan keluarganya dan beliau juga ada,” tuturnya.

Di samping tokoh agama dan masyarakat, tim dari KPU juga menyambangi kediaman pengusaha lokal Deka Hendratmanto (pendiri MuriaNewsCom) dan aktivis perempuan Noor Hani’ah. Menurutnya respon yang diberikan cukup bagus.

“Artinya coklit di hari pertama yang menyasar tokoh berpengaruh di Kudus mendapatkan respon yang bagus dan mereka mau terbuka dalam mengikuti tahapan dalam pesta demokrasi di Kudus,” ungkap Khanafi.

Adapun, petugas yang dikerahkan pada coklit hari pertama sejumlah1.937 petugas. Selain petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP) komisioner KPU Kudus beserta PPS dan PPL juga ikut turun langsung menyambangi warga.

Tahapan coklit daftar pemilih Pilgub Jateng dan Pilbup 2018 di Kudus akan sasar setidaknya 7.455 rumah. Kegiatan itu berlangsung dari 20 Januari-18 Februari 2018.

“Dari jumlah PPDP 1.491 (sesuai TPS) minimal setiap petugas minimal mendatangi lima rumah, sehingga jumlahnya sekitar 7.455 rumah,” urainya.

Dengan jumlah tersebut, setidaknya warga yang dapat disurvei adalah 29.820 orang, dengan asumsi per rumah ditinggali empat orang.

Editor : Ali Muntoha

KPU Kudus Terima Pendaftaran Akhwan-Hadi, Tapi Ada Syaratnya

MuriaNewsCom, Kudus – KPU Kudus resmi menerima pendaftaran bakal pasangan calon bupati-wakil bupati dari jalur perseorangan Akhwan-Hadi Sucipto (Akhi), Senin (8/1/2018).

Ketua KPU Kudus Moh Khanafi mengatakan, dua dokumen yakni syarat pencalonan dan syarat calon sudah diterima dan terverifikasi. Namun ada catatan khusus terkait syarat calon.

“Persyaratan pencalonan dan syarat calon sudah kami teliti. Untuk syarat pencalonan dokumen berupa dukungan suara, persebaran, visi misi dan sebagainya sudah clear (lengkap),” katanya di kantor KPU Kudus Jalan Ganesha IV, Purwosari, Kota Kudus.

Meski demikian menurut dia, untuk syarat calon masih ada yang harus dilengkapi. Karena masih berproses seperti Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) dan surat tanggungan utang. ”Namun sudah ada tanda terimanya,” ujarnya.

Hal itu menurutnya tidak masalah, karena syarat calon masih bisa dilengkapi kemudian hari. Selanjutnya, KPU Kudus menyerahkan pengantar pemeriksaan kesehatan kepada paslon.

“Pemeriksaan kesehatan (Akhwan-Hadi Sucipto) dilakukan pada tanggal 12-13 Januari 2018 pukul 07.00 di RSUP dr Kariadi Semarang,” tambahnya.

Calon bupati Kudus Akhwan mengatakan, puji syukur atas diterimanya pendaftaran dirinya.

Alhamdulillah pagi ini kami bersama tim pemenangan berhasil mendaftarkan keikutsertaan kami dalam Pilbup Kudus. Syarat pencalonan kami dengan dukungan sejumlah 64.417 telah disyahkan oleh KPU Kudus,” urainya.

Ditanya mengenai kesiapannya menghadapi pemilihan bupati-wakil bupati Kudus, Akhwan mengaku siap.

“Ya Alhamdulillah, (di Kudus) kan rencananya ada empat pasang yang akan bersaing dalam pemilihan bupati, kami siap. Begitupun dengan satu Paslon dari independen mudah-mudahan bisa mengikuti juga, sehingga akan ada lima pasang. Kami tidak menutup hak politik dari seseorang,” tuturnya.

Editor : Ali Muntoha

Akhwan-Hadi Sucipto Jadi yang Pertama Daftar ke KPU Kudus

MuriaNewsCom, Kudus – Bakal calon bupati-wakil bupati Kudus dari jalur perseorangan Akhwan-Hadi Sucipto menjadi yang pertama mendaftar di KPU, Senin (8/1/2018).  Sekitar pukul 09.00 WIB rombongan sekitar 20 orang diterima di kantor Komisi Pemilihan Umum.

Ketua KPU Kudus Moh Khanafi mengatakan, sesuai dengan pengumuman tentang pendaftaran Paslon Pilbup Kudus 2018, jangka pendaftaran akan dilakukan dari tanggal 8-10 Januari 2018. Selain itu, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh paslon.

“Nanti dokumen pencalonan dan syarat calon diteliti (oleh KPU Kudus). Untuk syarat pencalonan itu harus ada, sementara untuk syarat calon bilamana ada kekurangan bisa dilengkapi. Seandainya syarat pencalonan bila nanti memenuhi syarat akan kami beri tanda terima,” katanya.

Jika syarat pencalonan pasangan ini diterima, lanjut Khanafi, akan dijadwalkan untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan. Untuk Pilbup Kudus, pemeriksaan akan dilaksanakan di RSUP dr Kariadi Semarang.

“Nanti mohon paslon dan tim menunggu sebentar, sembari menungu proses verifikasi,” tambah Khanafi.

Baca : PKB Deklarasikan Tamzil-Hartopo Cabup-Cawabup Kudus

Sementara itu, bakal calon bupati dari jalur perseorangan Akhwan, mengaku optimisti dapat lolos untuk melaju ke pemilihan bupati-wakil bupati.

“Pagi ini kami serahkan syarat pencalonan sesuai dengan amanat masyarakat Kudus yang sesuai dengan regulasi. Yakni 64.417 dukungan, baik softcopy maupun asli,” tuturnya.

Menurutnya, apa yang dilakukannya saat ini merupakan bentuk dari sebuah perjuangan. “Nek kepengin lungguh neng pendapa ya kudu rekasa dhisik (kalau ingin duduk di pendhapa kabupaten ya harus bersakit-sakit dahulu). Ini merupakan bentuk ikhtiar kami untuk kemudian hari dapat memimpin Kabupaten Kudus,” urai Akhwan.

Editor : Ali Muntoha

Baca : Dirman Kalah Cepat, Gus Yasin Jadi Cawagub Ganjar Pranowo

Pilbup Kudus : Tamzil-Hartopo Daftar ke KPU Hari Terakhir

MuriaNewsCom, Kudus – Pasangan M Tamzil-Hartopo Minggu (7/1/2018) dideklarasikan PKB sebagai cabup-cawabup pada Pilkada Kudus 2018. Pasangan ini direncanakan akan mendaftar ke KPU Kudus, pada hari terakhir pendaftaran, yakni Rabu (10/1/2018) siang.

Pemilihan hari terakhir ini menurut Tamzil, merupakan kebiasaan dirinya yang selalu muncul di menit-menit akhir.

“Kami rencana mendaftar ke KPU Kudus dari DPC PKB pada Rabu (10/1) siang. Kami akan melakukan tindaklanjut tahap selanjutnya dengan silaturrahmi terhadap tokoh-tokoh agama, seperti para kiai” ujarnya.

Menurutnya, saat ini pihaknya telah mempersiapkan berbagai presiapan dan strategi. Termasuk melalui pemasangan baliho untuk memberi sosialisasi kepada masyarakat.

Sebelum mendaftarkan pasangan ini, PKB masih harus mencari parpol lain untuk berkoalisi. Karena kursi yang dimilik PKB di DPRD Kudus, yang hanya 6 kursi belum memenuhi syarat pencalonan.

Baca : PKB Deklarasikan Tamzil-Hartopo Cabup-Cawabup Kudus

Ketua DPC PKB Kudus Ilwani mengatakan, saat ini pihaknya terus berkomunikasi dengan parpol lain. Namun ia memastikan ada sejumlah parpol yang menyatakan siap untuk mendukung Tamzil-Hartopo, yakni PPP, Hanura dan PBB.

“Besok (hari ini, red) PPP akan mengadakan konferensi pers terkait rekomendasi dan koalisi dengan kami. Kemudian akan disusul Hanura dan PBB. Namun, dua parpol tersebut akan ada info lanjutan” tandasnya.

Editor : Ali Muntoha

PKB Deklarasikan Tamzil-Hartopo Cabup-cawabup Kudus

MuriaNewsCom, Kudus – Sehari jelang pendaftaran calon bupati dan wakil bupati Kudus di KPU, Minggu (7/1/2018) sore PKB mendeklarasikan M Tamzil dan Hartopo sebagai cabup dan cawabup Kudus. Selain PKB, PPP, Hanura dan PBB juga dikabarkan akan memberikan rekomendasi untuk pasangan ini.

Deklarasi Tamzil-Hartopo dilaksanakan di Kantor DPC PKB Kudus. Rekomendasi untuk pasangan ini diberikan DPP PPP dengan nomor Nomor 25294/DPP-03/VI/A.1/I/2018, yang ditandatangani Jumat (5/1/2018).

“Surat rekomendasi dari DPP juga memerintahkan DPC PKB Kudus untuk berkoordinasi dengan jajaran dan memenangkan pasangan Tamzil-Hartopo,” kata Mukhasiron, Sekretaris DPC PKB Kudus.

Sementara Ketua DPC PKB Kudus, Ilwani menyebut, pihaknya yakin pasangan ini bisa segera didaftarkan ke KPU. Karena selain PKB, ada sejumlah parpol lain yang menyatakan akan mengusung pasangan ini.

Menurutnya, dengan enam kursi yang dimiliki PKB di DPRD Kudus, belum mencukupi untuk mengusung calon, sehingga harus berkoalisi dengan parpol lain. Saat ini parpol yang sudah pasti akan berkoalisi dengan PKB yakni PPP.

Menurutnya, DPP PPP sudah memproses rekomendasi untuk pasangan Tamzil-Hartopo, dan saat ini tengah dikirim ke Kusus.

“Besok PPP akan mengadakan konferensi pers terkait rekomendasi dan koalisi dengan kami. Kemudian akan disusul Hanura dan PBB. Namun, dua parpol tersebut akan ada info lanjutan,” ujarnya.

Pendaftaran cabup-cawabup dalam Pilkada Kudus 2018 sendiri akan dibuka KPU mulai Senin (8/1/2017) hingga 10 Januari 2018. Selain Tamzil-Hartopo, pasangan calon lain yang sudah dideklarasikan yakni Masan-Noor Yasin dan Akhwan-Hadi Sucipto (jalur independen).

Editor : Ali Muntoha

PDIP Deklarasikan Masan-Noor Yasin Calon Bupati dan Wabup Kudus

Ketua DPC PDIP Kudus Musthofa mendeklarasikan Masan-Noor Yasin sebagai bakal calon bupati-wakil bupati Kudus, Jumat (29/12/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan akhirnya mengeluarkan rekomendasi untuk Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kudus 2018. Rekomendasi diturunkan kepada Masan sebagai bakal calon bupati dan Noor Yasin sebagai bakal calon wakil bupati.

Masan merupakan Ketua DPRD Kudus, dan Noor Yasin masih menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kudus. Pasangan ini dideklarasikan Jumat (29/12/2017) sore.

Sekretaris DPC PDIP Kudus M Yusuf Roni, mengumumkan rekomenasi dari DPP PDIP ini kepada ratusan kader di Gor Bung Karno Kudus, Jumat (29/12/2017) sore.

“Masan SE, MM dan Drs Noor Yasin, MM calon bupati dan wakil bupati 2018 – 2023,” katanya saat menyampaikan rekomendasi dari DPP PDIP.

Menurut Yusuf, dalam surat dari DPP PDIP itu juga memerintahkan kepada DPC PDIP Kudus, untuk mendaftarkan Masan-Noor Yasin sebagai bakal calon yang diusung PDIP ke KPU. Selain itu, juga disebutkan untuk mendukung secara penuh pasangan asal PDIP itu.

Terkait calon lain yang tidak mendapatkan rekomendasi, dalam pendaftar dan uji tes sudah menandatangani pernyataan untuk mendukung rekomendasi DPP. Dan para calon bersedia menandatangani dengan sebenarnya dan sadar tanpa adanya tekanan dari pihak manapun.

Ketua DPC PDIP Kudus Musthofa menyebut, apa yang menjadi mandat dan instruksi dari DPP PDIP harus didukung secara penuh oleh semua pengurus DPC PDIP Kudus. 

“Ini merupakan rekomendasi dari DPP, jadi tak ada pilihan lain selain mendukungnya,” ungkap dia.

Disebutkan, rekomendasi untuk Kudus merupakan rekomendasi yang kali pertama dikeluarkan dari DPP untul Pilkada serentak 2018. Itu menjadi hal yang bagus lantaran mendapatkan perhatian dari DPP. “Kudus akan jadi lebih baik di tangan Masan dan Noor Yasin,” imbuhnya.

Editor : Ali Muntoha

Golkar Usung Adik Nusron Wahid Jadi Wakil Bupati di Pilkada Kudus

Anggota DPRD Kudus Mawahib mengambil formulir pendaftaran berkas formulir pendaftaran bakal calon Bupati Kudus di kantor DPD Partai Golkar Kudus, Kamis (10/8/2017) lalu.  (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Rekomendasi Partai Golkar di Pilkada Kudus memang baru dikeluarkan akhir Oktober nanti. Meski begitu, bocoran terkait siapa yang ditunjuk sudah diketahui. Hal ini setelah ada pemberitahuan secara lisan yang dilakukan DPP Partai Golkar.

Sekretaris DPD Partai Golkar, Ali Mukhlisin mengatakan, dari hasil komunikasi dengan DPP, Partai Golkar hanya akan mengusung calon Wakil Bupati. Sedangkan untuk nama yang terpilih adalah Mawahif Afkar.

“Dari DPP akan mengeluarkan rekomendasi sebagai wakil bupati saja, dan rekomendasi diberikan kepada Mawahib, adik kandung Nusron Wahid,” katanya, Senin (9/10/2017). 

Ia menegaskan, keputusan lisan yang disampaikan DPP itu akan disusuli pemberitahuan resmi, paling lambat akhir bulan ini akan keluar. Setelah itu diteruskan kepada calon terpilih.

Baca Juga: Selain Mawahib, Ini Nama-Nama Bakal Calon Bupati Kudus dari Partai Golkar

Mengenai alasan terpilihnya Mawahib, lanjutnya, murni dari penilaian dari DPP. Selain itu, dari sejumlah calon yang mendaftar, Mawahib merupakan pelamar dari kader Partai Golkar.

”Ini murni keputusan partai. Saat ini kami sedang menyusun strategi untuk memenangkan beliau,” terangnya

Disinggung terkait siapa yang akan didampingi Mawahib, Ali Mukhlisin mengaku masih membahasnya di internal partai. Selain itu, pihaknya pun akan mendengarkan partai-partai yang  berkoalisi.

Hanya, ia mengakui dengan keluarnya putusan itu, tugas partai akan berat. Karena itu, pihak DPP partai Golkar akan bekerja keras meningkatkan elektabilitas calon.

“Karena politik selalu berkembang dan berubah-ubah, jadi harus terus bergerak,” ungkapnya.

Baca Juga: Nusron Wahid Tiba-tiba Hadir di Pasar Murah Jati Kudus

Sebelumnya, Ketua tim penjaringan bacabup-cawabup Partai Golkar Kudus, Joni Dwi Harjono mengatakan, sebelum Mawahib, ada sejumlah nama yang mengambil formulir pendaftaran.

Mereka adalah, Ketua Partai Idaman Kudus Maesyaroh,  Ketua DPD Partai Nasdem Kudus, Akhwan Sukandar, serta pengusaha  Umar Ali atau Mas Umar.

”Sudah ada nama, untuk Maesyaroh mengambil formulir pendaftaran calon wakil bupati. Sementara Akhwan dan Umar Ali mengambil formulir sebagai calon bupati dari Golkar,” kata Joni di kantor DPD Partai Golkar Kudus, Kamis (10/8/2017).

Joni menambahkan , dari hasil pendaftaran tersebut, nanti akan diverifikasi melalui rapat pleno pengurus DPD Partai Golkar Kudus.

Selanjutnya, dari hasil rapat pleno tersebut nanti akan diajukan ke DPD Partai Golkar Jateng minimal tiga orang calon, dan maksimal lima orang calon, untuk masing-masing posisi.

Editor: Supriyadi

Soal Bupati Wanita di Kudus, Begini Reaksi Sri Hartini

Bakal calon bupati Kudus Sri Hartini saat berbincang dengan pedagang kacang rebus beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Bakal Calon Bupati Kudus Sri Hartini, mengaku tak ambil pusing tentang masalah gender dalam perhelatan pemilihan kepala daerah (pilkada). Bahkan ia tak mengambil pusing terhadap kabar penolakan terhadap pemimpin wanita.

Kepada MuriaNewsCom, Kader Partai Gerindra itu mengungkapkan bahwa kemungkinan adanya tentangan terhadap munculnya calon pemimpin perempuan, sangat mungkin. Hanya saja menurutnya, pihaknya telah melakukan antisipasi sejak jauh-jauh hari.

Apalagi menurut dia, dalam survei yang dilakukan, warga Kudus sudah berpikiran terbuka mengenai sosok pemimpin.

“Sebelum menentukan siapa yang maju dalam Pilbup Kudus, kami (Partai Gerindra) sudah menyelenggarakan survei terlebih dahulu. Termasuk survei tentang calon pemimpin perempuan. Hasilnya, masyarakat Kudus tak mempermasalahkan hal tersebut,” katanya.

Wakil Ketua Komisi C DPRD Jawa Tengah itu menyebut, dari hasil survei dan saran para tokoh, akhirnya Gerindra memutuskan untuk mengusung calon perempuan di Pilkada Kudus.

Dikatakan, pemimpin tak melulu dari kaum adam. Wanita juga bisa memimpin, apalagi dengan dukungan banyak pihak, termasuk juga dari seluruh masyarakat Kudus. Hal itu akan dibuktikannya nanti saat dipercaya menjadi bupati Kudus.

“Yang diinginkan masyarakat itu bukan laki-laki atau perempuan. Namun lebih pada kinerjanya yang baik, serta seorang pemimpin yang lebih merakyat dan berbaur dengan masyarakat bawah,” imbuhnya.

Editor : Ali Muntoha

Bebas dari Penjara, Tamzil Kini Nyalon Lagi jadi Bupati Kudus

M Tamzil, mantan bupati Kudus. (Istimewa)

MuriaNewsCom, Kudus – Mantan bupati Kudus periode 2003-2008, M Tamzil masih punya ambisi untuk kembali memimpin Kudus. Meski pada Pilbup Kudus 2013 lalu kalah oleh incumbent Musthofa, pada Pilbup Kudus 2018 mendatang, Tamzil kembali mencoba peruntungannya.

Mantan staf ahli gubernur Jawa Tengah ini mencalonkan diri dengan mendaftar di penjaringan bakal calon bupati dan wakil bupati yang dibuka PKB Kudus. Hal ini juga dibenarkan Ketua DPC PKB Kudus Ilwani.

Tim dari Tamzil disebutnya telah mengambil formulir pendaftaran pada Rabu (6/9/2017) lalu, dan mengkonfirmasi akan mengembalikan formulir dan berkas pendaftaran pada Minggu (10/9/2017) besok.

“Dari pihak Tamzil sudah memberikan kabar pengembalian formulir dilakukan besok. Dari informasi yang diberikan, pengembalian kisaran jam 10.00 WIB hingga jam 11.00 WIB,” katanya kepada MuriaNewsCom, Sabtu (9/9/2017).

Ia menyatakan, dalam pengembalian itu Tamzil dipastikan hadir. Karena berdasarkan aturan dati tim penjaringan, calon yang mendaftar harus mengembalikan langsung atau tak bisa diwakilkan.

Di PKB sendiri sudah ada sejumlah calon yang mendaftarkan diri. Di antaranya yakni Anggota DPRD Jateng Sri Hartini dan Djoni Rahardjo.

Seperti diketahui, setelah tak menjabat sebagai bupati Kudus, M Tamzil sempat maju memperebutkan kursi gubernur Jateng pada Pilgub Jateng 2008 berpasangan dengan Abdul Rozaq Raiz. Namun pasangan ini dikalahkan Bibit Waluyo-Rustriningsih.

Setelah gagal di Pilgub, Tamzil yang berstatus PNS dirangkul oleh Bibit dan diangkat menjadi kepala Dinas Ciptakaru Provinsi Jateng, dan asisten gubernur Jateng.

Pada Pilbup Kudus 2013 Tamzil kembali lagi mencalonkan diri sebagai bupati Kudus bersama Asyrofi. Namun Tamzil digoyang kasus korupsi saat ia masih menjabat bupati. Dalam pilbup ini Tamzil kalah oleh incumbent Musthofa.

Bahkan Tamzil harus menghadapi kasus hukum atas sangkaan kasus korupsi  pengadaan sarana dan prasarana pendidikan Kabupaten Kudus tahun 2004. Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang menjatuhi hukuman 22 bulan penjara.

Tamzil sendiri baru bebas dari LP Kedungpane Semarang pada Desember 2015 setelah mendapat pembebasan bersyarat (PB) usai menjalani masa Asimilasi Kerja Sosial (AKS).

Editor : Ali Muntoha

Sambil Gendong Bayinya, Mawahib : Bismillah Nyalon Bupati Kudus

Bakal calon Bupati Kudus Mawahib mengembalikan berkas pendaftaran ke DPD Golkar Kudus, Jumat (18/8/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Mawahib Afkar, Anggota DPRD Kudus, mengembalikan formulir pendaftaran bakal calon bupati Kudus dan wakil bupati Kudus ke Partai Golkar, Jumat (18/8/2017).

Saat datang ke markas partai beringin, adik Kepala BNP2TKI Nusron Wahid itu, hanya ditemani anak dan istrinya saja. Bahkan saat menyerahkan berkas pendaftaran pun ia menggendong bayinya yang masih berumur 1,5 tahun.

Mawahib mengatakan, niatan mengembalikan formulir pendaftaran berlangsung mendadak hari ini. Saat itu, pihaknya menjemput anaknya pulang sekolah bersama dengan istrinya. Setelah pulang, diputuskanlah langsung mampir ke Kantor DPD Partai Golkar guna mengembalikan formulir pendaftaran yang sebelumya diambil.

”Ide mendadak dan alami seusai jemput anak-anak sekolah. Bismillah bi idznillah wa bi aunillah. Saya mengembalikan berkas balon (bakal calon) cabup dan cawabup diiringi anak istri sebagai simbol fundamental keluarga, dalam berkhidmat untuk umat,” katanya kepada MuriaNewsCom melalui aplikasi WA.

Menurut dia, sebenarnya hari ini belum punya niatan untuk mengembalikan berkas. Setelah bersama keluarga saat perjalanan pulang, niatan itu baru muncul.

Disinggung terkait syarat yang dikumpulkan, Mawahib mengaku semua persyaratan sudah komplit. “Saatnya santri yang berkiprah. Saatnya yang muda yang berkarya. Era baru harapan baru,” imbuhnya.

Editor : Ali Muntoha