Selamat, Ini 5 Pemenang Lomba Photo on Booth KPU Kudus

Salah satu pemenang lomba Photo on Booth KPU Kudus memberikan pesan moral untuk tidak mencederai pilihan kepala daerah dengan money politik. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Panitia Lomba Photo on booth KPU Kudus telah memilih lima pemenang, Senin (2/9/2017). Kelima pemenang tersebut, merupakan hasil terbaik pilihan dewan juri dari puluhan peserta yang mengirimkan foto via Instagram.

Eni Misdayani Divisi Parmas dan SDM KPU Kudus, mengatakan, kelima pemenang diminta untuk mengambil hadiah yang akan dibagikan pada 10 Oktober di Museum Kretek saat acara peluncuran tahapan pemilu.

“Pemenang akan kami kabari untuk mengambil undangan ke KPU. Hanya, untuk hadiahnya baru diberikan saat peluncuran tahapan pemilu,” katanya kepada MuriaNewsCom

Eni menyebutkan, kelima pemenang lomba foto via instagram tersebut adalah akun @riudanar, @lindasilfia, @safirakhz, @alfitri_indayanti, dan akun @nofhida.ningtyas. Kelimanya berhasil menggaet hati dewan juri dengan foto yang unik diikuti caption serta pesan moral yang ingin disampaikan.

Ditambahkan, dalam perlombaan kali ini peserta yang berpartisipasi jumlahnya ada 40 orang. Namun, orang yang berfoto di photobooth sangat banyak. Hanya, tak semuanya memberikan hastag sesuai ketentuan lomba dan lebih banyak upload di medsos sendiri.

“Saat pertama buka hingga penutupan sangat tinggi, bahkan beberapa kali ada juga yang antre. Namun banyak yang digunakan di akun sendiri dan sebagian hanya disimpan,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Cara Unik Warga Desa Banjarejo Sambut Kedatangan Pengunjung saat Libur Panjang Imlek

 

Pengunjung Desa Wisata Banjarejo berpose dengan photobooth yang sudah disediakan untuk berselfie. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Pengunjung Desa Wisata Banjarejo berpose dengan photobooth yang sudah disediakan untuk berselfie. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Datangnya libur panjang akhir pekan ini ternyata sudah diantisipasi warga Desa Wisata Banjarejo, Kecamatan Gabus, Kabupaten Grobogan. Caranya, dengan menyiapkan beberapa sarana pendukung yang bisa dimanfaatkan para pengunjung. Salah satunya, adalah menyediakan photobooth bagi pengunjung yang hobi jeprat-jepret.

“Meski tidak banyak, tetapi sudah kita siapkan photobooth bagi pengunjung yang hobi selfie. Barangnya kita bikin sederhana saja. Yang penting bisa dipakai pengunjung untuk berekspresi,” kata Kades Banjarejo Ahmad Taufik.

Selain ditempatkan di rumahnya yang sementara jadi ‘museum’, photobooth juga disediakan di lokasi wisata alam bekas sumur minyak tua yang dikenal dengan nama Buran. Tempat pengeboran minyak tersebut, sekarang ini jadi salah satu favorit pengunjung yang datang ke Desa Banjarejo.

Taufik menyatakan, lokasi wisata itu berada di tanah tegalan milik Mbah Lamidi. Jarak sumur dari perkampungan penduduk sekitar satu kilometer jauhnya dan tempatnya memang agak terpencil.

Bentuk sumur ini menyerupai lingkaran dengan diameter 7 meter dan kedalamannya diperkirakan lebih dari 10 meter. Dari jarak sekitar 5 meter dari sumur sudah tercium bau menyengat, seperti bau solar. Sumur minyak ini merupakan sisa peninggalan zaman Belanda. “Lokasi Buran ini memang menarik dan unik. Sekarang, banyak pengunjung yang minta diantar kesana setelah melihat koleksi benda bersejarah di rumah,” cetus Taufik.

Menurut Taufik, pilihan orang mengisi  libur panjang bertepatan dengan Imlek ternyata tidak hanya dilakukan pada objek wisata terkenal saja. Keberadaan Desa Wisata Banjarejo ternyata juga mulai mengundang daya tarik pengunjung untuk menghabiskan libur panjang. “Pengunjung pada libur Imlek lumayan ramai. Dari pagi sampai siang, sudah ada 500 orang yang datang dari berbagai daerah,” katanya.

Taufik menambahkan, saat libur panjang Natal dan tahun baru lalu, pengunjung yang datang juga cukup banyak. Dari pengalaman itulah, ia sengaja melakukan berbagai upaya untuk bisa memuaskan para pengunjung.

“Khusus untuk liburan panjang bersamaan dengan Natal dan tahun baru lalu, pengunjungnya ada 1.000 lebih. Beberapa di antaranya bahkan ada yang datang dari Kalimantan,” imbuhnya. 

Editor : Akrom Hazami