Peternak Ikan di Grobogan Keluhkan Mahalnya Harga Pakan

Dandim Purwodadi saat melakukan penaburan benih di sungai mati (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Dandim Purwodadi saat melakukan penaburan benih di sungai mati (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Mahalnya harga pakan ikan dalam beberapa waktu terakhir menjadi keluhan utama para peternak ikan di Kecamatan Klambu, Grobogan. Hal itu diungkapkan peternak dalam acara penaburan benih ikan di sungai mati dan di karamba milik Kelompok Tani Ikan Kedung Gudel di Desa Klambu, Kecamatan Klambu, siang tadi.

“Terus terang kami merasa berat dengan tingginya harga pakan. Kami berharap ada solusi untuk mengatasi masalah ini,” ujar Ketua Kelompok Tani Ikan Jibah Jaya Klambu Kusnadi.

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Grobogan Riyanto menyatakan, tingginya harga pakan pabrikan bisa disikapi dengan membuat pakan alternatif. Dalam waktu dekat, para kelompok tani ikan akan dilatih cara pembuatan pakan sendiri.

”Dengan membuat pakan sendiri, harganya pasti jauh lebih murah. Meski demikian, kualitas pakan itu tidak terpaut jauh dengan pakan pabrikan,” jelasnya.

Acara penaburan benih ikan itu juga dihadiri Komandan Kodim 0717 / Purwodadi Letkol Arh Jan Piter Parningotan Gurning bersama Ketua dan Pengurus Persit Cabang XXXVIII dan perangkat Desa Klambu.

Sebanyak 50 ribu benih ikan nila ditaburkan di sungai mati atau kawasan rawa yang ada di tempat itu.

Selain itu, ada pula bantuan berupa dua paket instalasi karamba untuk kelompok. Setelah penaburan benih ikan dan pertemuan dengan kelompok tani di lanjutkan dengan panen raya ikan nila di keramba Kelompok Tani Ikan Kedung Gudel Klambu. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)

Butuh Keuletan dan Ketelitian Dalam Budidaya Lebah Madu

 

Peternak lebah madu sedang memeriksa sarang lebah pada saat menggembala lebah di wilayah Blora (MuriaNewsCom/Priyo)

Peternak lebah madu sedang memeriksa sarang lebah pada saat menggembala lebah di wilayah Blora (MuriaNewsCom/Priyo)

 

BLORA – Budidaya lebah madu hasilnya sangat menjanjikan. Namun demikian, untuk menekuni budidaya lebah madu, diperlukan keuletan dan ketelitian. Karena, untuk mendapatkan hasil yang maksimal, banyak proses yang harus dilalui.

Setiyono, salah satu peternak lebah mengatakan, dalam budidaya lebah madu, terdapat beberapa kendala yang bisa membuat lebah tidak dapat memproduksi madu sesuai harapan. Seperti halnya, rendahnya tingkat populasi pada lebah karena kematian.

”Penyebabnya macam-macam. Bisa karena tanaman yang dihisap sari bunganya saat kita gembala mengandung pestisida atau air yang diminum tercemar. Begitupun dengan faktor alam,” katanya.

Untuk kali ini, dirinya sedang mengembangbiakkan lebah madu jenis Australia. Dalam satu tahun, madu yang dihasilkan lebah jenis ini bisa dipanen antara 10 hingga 12 kali.

Dirinya mengatakan, selain ke pabrik, hasil madu yang dipanen juga dijual ke konsumen secara perorangan. Untuk sekali panen, yakni berkisar 100 kotak, dirinya bisa meraupun hasil sekitar Rp 60 juta, bahkan lebih. (PRIYO/KHOLISTIONO)

Selalu Berpindah Tempat Demi Mengembala Si Lebah

Peternak lebah madu sedang memeriksa kotak sarang lebah ketika menggembala di Dukuh Pakis, Desa Andongrejo, Kecamatan Blora. (MuriaNewsCom/Priyo)

Peternak lebah madu sedang memeriksa kotak sarang lebah ketika menggembala di Dukuh Pakis, Desa Andongrejo, Kecamatan Blora. (MuriaNewsCom/Priyo)

 

BLORA – Bukan hanya ternak kambing, bebek, sapi, kerbau ataupun domba yang perlu digembalakan untuk mendapatkan makanan, ternyata peternak lebah juga menggembalakan piaraannya untuk mendapatkan makanan dari tanaman yang berbunga.

Bahkan peternak tersebut harus menggembalakan lebah hingga ke luar wilayah kabupaten atau bahkan provinsi selama waktu tertentu, selama masih banyak tanaman yang berbuah di tempat tersebut.

Seperti halnya yang dilakukan peternak lebah asal Desa Gajihan, Kecamatan Gunungwungkal, Pati. Sumardi, bersama beberapa temanya rela “angon”(menggembala) lebah piarannya hingga ke wilayah Blora, tepatnya di Dukuh Pakis, Desa Andongrejo, Kecamatan Blora.

Menurutnya, sebagai peternak lebah madu, menggembala lebah sudah menjadi rutinitas yang dilakukan. Tempatnya pun berpindah-pindah sesuai dengan musim tanaman yang ada di daerah tersebut.

”Untuk mengembala lebah, tidak ada batasan hari pada satu tempat. Bahkan, sebelum ke Blora, saya menggembalakan lebah ini hingga di Kabupaten Temanggung,” ungkapnya.

Ia datang ke Blora dengan membawa seratus kotak berisi ribuan lebah untuk digembalakan. Kotak yang berisi 9-18 sisir sarang lebah tersebut ditempatkan di tempat strategis yang dinilai tepat untuk pembiakan lebah madu.

”Lebah digembalakan untuk bertahan hidup dan berkembang biak. Lokasinya kita cari yang sedang ada musim tanaman berbunga seperti jagung, kelengkeng, kopi, teh, karet, rambutan dan randu,” katanya. (PRIYO/KHOLISTIONO)