Pati Mulai Kembangkan Budi Daya Kelinci

Seorang anggota TNI tengah menunjukkan kelinci yang sekarang mulai dikembangkan di Pati, terutama di Tlogowungu Farm Rabbit. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Seorang anggota TNI tengah menunjukkan kelinci yang sekarang mulai dikembangkan di Pati, terutama di Tlogowungu Farm Rabbit. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Blora – Kabupaten Pati selama ini dikenal dengan potensi perikanan dari Juwana dan wilayah Pati utara. Namun, saat ini Pemkab Pati mulai mengembangkan sektor peternakan di bidang ternak kelinci.

Hal itu diharapkan agar kelinci bisa menjadi salah satu pendongkrak potensi peternakan di Pati, sekaligus sumber pangan alternatif yang prospektif selain daging ayam, kambing dan sapi.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Peternakan (Dispertanak) Pati Mochtar Efendi kepada MuriaNewsCom mengatakan, budi daya kelinci saat ini mulai dilirik banyak pihak sebagai salah satu sumber pangan alternatif yang potensial.

“Ada banyak sekali pertimbangan kenapa budi daya kelinci itu sangat potensial. Pertama, ternaknya sangat mudah dan murah. Kedua, kelinci berkembang biak cukup cepat dengan jumlah yang besar,” tuturnya, Kamis (28/1/2016).

Untuk merealisasikan program tersebut, pihaknya mengaku sudah memberikan pelatihan dan pembinaan kepada sejumlah kalangan. Salah satunya, memberikan pembinaan kepada Perkumpulan Petani Muda Indonesia terkait dengan pengembangan budi daya kelinci.

Editor : Kholistiono

Peternak Ikan di Grobogan Keluhkan Mahalnya Harga Pakan

Dandim Purwodadi saat melakukan penaburan benih di sungai mati (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Dandim Purwodadi saat melakukan penaburan benih di sungai mati (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Mahalnya harga pakan ikan dalam beberapa waktu terakhir menjadi keluhan utama para peternak ikan di Kecamatan Klambu, Grobogan. Hal itu diungkapkan peternak dalam acara penaburan benih ikan di sungai mati dan di karamba milik Kelompok Tani Ikan Kedung Gudel di Desa Klambu, Kecamatan Klambu, siang tadi.

“Terus terang kami merasa berat dengan tingginya harga pakan. Kami berharap ada solusi untuk mengatasi masalah ini,” ujar Ketua Kelompok Tani Ikan Jibah Jaya Klambu Kusnadi.

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Grobogan Riyanto menyatakan, tingginya harga pakan pabrikan bisa disikapi dengan membuat pakan alternatif. Dalam waktu dekat, para kelompok tani ikan akan dilatih cara pembuatan pakan sendiri.

”Dengan membuat pakan sendiri, harganya pasti jauh lebih murah. Meski demikian, kualitas pakan itu tidak terpaut jauh dengan pakan pabrikan,” jelasnya.

Acara penaburan benih ikan itu juga dihadiri Komandan Kodim 0717 / Purwodadi Letkol Arh Jan Piter Parningotan Gurning bersama Ketua dan Pengurus Persit Cabang XXXVIII dan perangkat Desa Klambu.

Sebanyak 50 ribu benih ikan nila ditaburkan di sungai mati atau kawasan rawa yang ada di tempat itu.

Selain itu, ada pula bantuan berupa dua paket instalasi karamba untuk kelompok. Setelah penaburan benih ikan dan pertemuan dengan kelompok tani di lanjutkan dengan panen raya ikan nila di keramba Kelompok Tani Ikan Kedung Gudel Klambu. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)