Petasan Ganggu Ramadan Hari Pertama di Rembang

petasan

Screenshoot tweet @PURWOKOPURWO yang mengeluhkan petasan di Rembang. (MuriaNewsCom/AchmadHasyim)

 

MuriaNewsCom, Rembang – Petasan masih ada di Kabupaten Rembang. Bahkan hal itu tampak mewarnai Ramadan di hari pertama.

Menurut pengamatan MuriaNewsCom, beberapa anak dan remaja bermain petasan di Alun-Alun Rembang setelah waktu salat Subuh.

Salah seorang netizen warga Rembang mengeluhkan hal tersebut lewat media sosial twitter. Netizen dengan akun @PURWOKOPURWO ini me-mention akun twitter Humas Rembang @HumasRembang, Bupati Rembang Abdul Hafidz @bupati_rbg, dan Wakil Bupati Rembang Bayu Andriyanto @andriyanto_bayu.

“@HumasRembang @bupati_rbg @andriyanto_bayu ….mohon warga yang menyalakan petasan di sekitar masjid agung ditertibkan saat waktu2 shalat pak,” tulis akun @PURWOKOPURWO tertanggal 6 Juni 2016 Pukul 04.03 WIB.

Namun, tweet tersebut belum mendapat tanggapan dari akun Bupati dan Wakil Bupati Rembang. Akun Bupati terakhir aktivitas pada tanggal 19 Mei 2016. Sedangkan akun Wabup terakhir aktivitas 24 Februari 2016.

Ditemui di kantornya, Kasubag Humas Polres Rembang Iptu Suradi mengatakan bahwa Polres Rembang sudah melakukan penertiban terhadap beberapa penjual petasan. Menurutnya, petasan merupakan salah satu penyakit masyarakat (pekat) yang menjadi sasaran Operasi Pekat Candi 2016.

“Mengenai detail berapa petasan dan penjual petasan dari mana saja yang sudah ditertibkan, akan ada konferensi pers dari Kapolres. Semua awak media di Rembang akan diundang saat konferensi pers,” ujarnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Warga Jepara, Jangan Coba Main Petasan saat Ramadan Jika Tak Ingin Dikejar Polisi

Kapolres Jepara AKBP Samsu Arifin. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Kapolres Jepara AKBP Samsu Arifin. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Menjelang Ramadan tahun ini, Polres Jepara bakal menggencarkan razia penyakit masyarakat (pekat), seperti narkoba, minuman keras dan dugaan prostitusi selubung. Selain itu juga razia bakal menyasar penjualan petasan yang ada di wilayah hukum Polres Jepara.

Hal itu seperti yang disampaikan Kapolres Jepara AKBP Samsu Arifin. Menurut dia, razia pekat kali ini juga berkonsentrasi pada masalah petasan. Apalagi mengaca tahun-tahun sebelumnya banyak petasan beredar di Jepara.

“Sebenarnya selama ini belum ditemukan pabrik pembuat petasan di Jepara. Lebih pada peredarannya karena konsumennya lumayan banyak,” ujar Samsu, Senin (30/5/2016).

Menurut dia, Jepara bukan sebagai produsen petasan. Petasan yang beredar di Jepara banyak dipasok dari luar daerah seperti Indramayu dan Cirebon. Pihaknya bakal melakukan razia dan memberikan sanksi tindak pidana ringan bagi penjual dan pembuat petasan.

“Kami akan memberikan sanksi tindak pidana ringan bagi penjual dan pembuat petasan. Sebab, selain membahayakan, petasan juga dinilai mengganggu masyarakat,” ungkapnya.

Mendekati Ramadan ini, pedagang kembang api mulai bermunculan di sudut-sudut wilayah Jepara. Mereka mulai menggelar lapak dari sore sampai malam.

Selain menjual kembang api berbagai macam jenis dan ukuran, pedagang musiman juga menjual petasan.

Beberapa pedagang ada yang terang-terangan memajang petasan di lapaknya, ada pula pedagang yang menyembunyikan petasan dagangannya.

Editor : Akrom Hazami

 

Kembang Api Dibolehkan, Petasan Dilarang

f-Petasan (2) (e)

Salah satu penjual kembang api di kawasan pasar Jepara. Penjualan kembang api tidak menjadi larangan (MURIANEWS/WAHYU KZ)

JEPARA – Sejak memasuki bulan Ramadan hingga menjelang lebaran nanti diperkirakan penjual kembang api di sejumlah tempat menjadi marak. Kabag Ops Polres Jepara Kompol Slamet Riyadi menyatakan, bahwa untuk kembang api masih diperbolehkan, sedangkan yang dilarang adalah petasan. Lanjutkan membaca

Petasan dan Kembang Api di Jepara Dipasok dari Jawa Barat

 

f-Petasan (1) (e)

Kembang api yang kini sudah mulai beredar di Kabupaten Jepara (MURIANEWS/WAHYU KZ)

JEPARA – Seperti tahun-tahun sebelumnya, keberadaan petasan dan kembang api mulai marak sejak menjelang bulan Ramadan. Hal ini dapat dipastikan, keberadaan pedagang petasan dan kembang api akan bertambah hingga menjelang lebaran nanti. Lanjutkan membaca