Panen Raya, Petani Wedarijaksa Harapkan Harga Gabah Naik

Kelompok Tani Handarbeni bersama dengan jajaran Koramil Wedarijaksa dan penyuluh pertanian lapangan (PPL) panen raya padi di Desa Margorejo. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Kelompok Tani Handarbeni bersama dengan jajaran Koramil Wedarijaksa dan penyuluh pertanian lapangan (PPL) panen raya padi di Desa Margorejo. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Sejumlah petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Handarbeni, Desa Margorejo, Kecamatan Wedarijaksa, Pati melaksanakan panen raya padi, Jumat (22/1/2016).

Mereka bisa memanen dengan hasil 7,1 ton per hektare, meski sempat dilanda kekeringan pada November 2015 lalu. Karena itu, mereka bersyukur bisa panen dengan hasil yang cukup melimpah.

”Ini panen pada masa tanam pertama yang ditanam pada November 2015 lalu. Meski sempat dilanda kekeringan panjang, tetapi kami sebagai petani masih bisa bersyukur karena panen cukup melimpah,” kata Sujono, Ketua Kelompok Tani Handarbeni kepada MuriaNewsCom.

Kendati begitu, mereka masih menghadapi satu tantangan, yakni menyangkut soal harga. ”Sampai saat ini harga pembelian pemerintah (HPP) belum ditetapkan. Jadi, kami menjual harga gabah atau beras sesuai dengan harga di pasaran,” tuturnya.

Ia juga berharap agar harga gabah dan beras tidak anjlok. Pasalnya, biaya operasional untuk menanam padi hingga panen diakui sangat tinggi.

”Kami berharap agar pemerintah menetapkan HPP dengan harga yang tinggi, karena biaya operasional petani benar-benar tinggi. Mulai dari pupuk, obat-obatan pertanian sekarang naik semua,” harapnya.

Editor : Titis Ayu