Petani Tembakau di Rembang Kembali Dapat Bantuan Alat Pertanian

 Bupati Rembang menyerahkan bantuan secara simbolis kepada perwakilan petani tembakau. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Bupati Rembang menyerahkan bantuan secara simbolis kepada perwakilan petani tembakau. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – Sebanyak 40 kelompok tani tembakau di wilayah Kabupaten Rembang mendapatkan bantuan alat pertanian (alsintan). Bantuan tersebut diserahkan Dinas Pertanian dan Kehutanan Rembang, Rabu (30/11/2016).

Kepala Dinas Petanian dan Kehutanan Kabupaten Rembang Suratmin mengatakan, untuk bantuan alat pertanian yang diberikan kepada petani, kali ini jumlahnya ada 106 unit. Rinciannya, 40 traktor, 50 cultivator dan mesin perajang tembakau sebanyak 16 unit.

“Sebelumnya, juga sudah ada bantuan kepada petani tembakau. Kalau ditotal secara keseluruhan untuk tahun 2016 ini, jumlahnya sudah ada 255 unit. Yakni, 64 traktor, 72 cultivator, 109 mesin perajang dan 10 traktor tangan. Bantuan ini, bersumber dari alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT),” ujarnya.

Dirinya mengatakan, bantuan alat pertanian tersebut, diharapkan dapat memacu petani tembakau untuk meningkatkan produksi. Sebab, selama ini, petani cukup terkendala dengan alat, yang kurang memadai.

Sementara itu, Bupati Rembang Abdul Hafidz mengatakan, bantuan alat  pertanian tersebut, sebagai bukti bahwa Pemkab ingin petani di Rembang maju dan sejahtera. Meski demikian, bupati mengakui jika saat ini semua petani belum bisa terbantu secara keseluruhan.

“Saya berharap  dengan bantuan ini, bisa digunakan sesuai dengan kebutuhan yang ada. Jangan sampai ada permainan maupun yang lainnya. Bila ada hal seperti itu, segera laporkan kepada kami,” ucapnya.

Editor : Kholistiono

Petani Tembakau di Rembang Was-was Jika Wacana Kenaikan Harga Rokok jadi Diberlakukan

 Proses penjemuran daun tembakau yang dilakukan oleh salah satu petani yang ada di Kabupaten Rembang (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)


Proses penjemuran daun tembakau yang dilakukan oleh salah satu petani yang ada di Kabupaten Rembang (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Wacana kenaikan harga rokok menjadi Rp 50 ribu, saat ini memang sudah tak seheboh beberapa hari lalu.Namun demikian, petani tembakau di Kabupaten Rembang masih tetap khawatir jika wacana itu tetap diberlakukan.

Sebab, jika memang benar-benar diberlakukan, hal tersebut bakal berdampak besar terhadap petani tembakau. Ancaman kerugian yang dialami petani juga terbayang bagi petani di Rembang.

Salah satu petani tembakau yang ada di Dukuh Balong, Desa  Kumendung, Rembang Budi Cahyono misalnya. Dirinya tidak ingin adanya harga rokok naik melambung tinggi. “Bila harga rokok naik, maka akan bisa memengaruhi para petani tembakau juga. Misalnya saja, nanti hasil panen kita justru akan tidak dibeli oleh perusahaan rokok. Sebab perusahaan rokok juga akan mengurangi produksinya,” kata Budi.

Dia menilai, kenaikan harga rokok juga tidak hanya merugikan para buruh rokok saja. Melainkan akan bisa berdampak pada seluruh sektor. “Bisa saja adanya kenaikan harga rokok itu juga berpengaruh terhadap naiknya harga tembakau. Namun demikian, hal itu tidak berlangsung lama. Sebab, produksi rokok akan semakin berkurang, dan daya beli terhadap tembakau akan semakin menurun pula,” ungkapnya.

Jika hal tersebut terjadi, maka, tembakau yang telah dipanen petani, nantiya bisa menumpuk digudang karena tidak terbeli oleh perusahaan rokok. Jika kondisi ini terjadi, menurutnya, mau tidak mau, harga tembakau akan murah, karena banyaknya stok tembakau di gudang.

Editor : Kholistiono