Petani Ikan di Kudus Masih Dihantui Mahalnya Harga Pakan

Ikan lele. Saat ini pembudidaya ikan di Kudus masih dihantui mahalnya harga pakan ikan (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Ikan lele. Saat ini pembudidaya ikan di Kudus masih dihantui mahalnya harga pakan ikan (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Pembudidaya ikan di Kudus masih dihadapkan dengan persoalan harga pakan ikan yang tinggi. Tingginya harga pakan ikan tersebut menjadi kendala bagi pembudidaya ikan, karena terkadang biaya operasional terkadang bisa lebih tinggi dibandingkan dengan hasil panen.

Hal itu disampaikan Kabid Perikanan pada Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kudus Fajar Nugroho. Menurutnya, harga pakan ikan per kiLo di angka Rp 10 ribu lebih. Padahal, konsumsi ikan per hari harus diberikan makan kisaran dua hingga tiga kali.

“Seperti saja lele, satu kilo dihargai Rp 16 ribu, padahal, untuk membesarkan satu kilo lele selama tiga bulan, jelas lebih dari lima kilo,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Dengan hal ini, pembudidaya lele dan ikan lainnya menjadi resah karena pakan yang mahal. Mahalnya harga pakan, disebabkan belum adanya pengolahan pakan ikan yang diproduksi di Kudus. Sehingga harus didatangkan luar Kudus.

Dia menambahkan, para pengusaha ikan kerap mengeluhkan pakan kepada dinas. Kondisi tersebut sudah terjadi sejak beberapa tahun yang lalu dan menjadi masalah rutin.

Keluhan yang diterima, tidak hanya untuk pengusaha mandiri atau tingkat kecil saja. Di dalam kelompok binaan dari dinas juga mengalami hal yang sama. Banyak yang mengeluhkan tentang harga pakan yang mahal, sehingga seringkali pembudidaya mengalami kerugian.

“Kadang kalau panen harga bisa anjlok, hal tersebut dapat merugikan para peternak ikan, dan seringkali membuat jera, karena harga hasil panen yang murah,namun harga pakan tinggi,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono