Video – Ketua DPRD Kudus Sebut Tak Tahu Jika Rumdin Pimpinan Dewan Diduga Digunakan untuk Pesta Miras

 

MuriaNewsCom, Kudus – Ketua DPRD Kudus Mas’an mengaku tidak tahu menahu mengenai rumah dinas pimpinan dewan yang diduga digunakan sebagai tempat pesta miras. Sebab, hingga kini pihaknya belum mendapati laporan terkait hal tersebut.

Mas’an mengatakan, penggunaan rumah pimpinan dewan yang dikabarkan sebagai tempat pesta miras, Jikapun benar, kemungkinan dilakukan saat dia tidak berada di gedung dewan atau saat tidak jam dinas. Sehingga pengawasan olehnya juga tidak dapat terkontrol.

“Kalaupun ada, pasti diluar jam dinas. Namun, sudah sebagai tugas pimpinan dalam menjalankan tugas ini, makan hal ini akan kami selidiki,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Tak tanggung-tanggung, dia juga mengancam bakal mengeluarkan sanksi untuk anggota dewan, jika terbukti melakukan perbuatan seperti yang disebutkan masyarakat, terkait dugaan pesta miras di rumah dinas pimpinan dewan. Pihaknya akan membentuk tim untuk menyelidiki kasus ini.

Hanya, lanjutnya, terkait penggunaan rumah dinas, selama ini katanya sudah dilakukan sesuai dengan prosedur. Posisi rumah dinas yang sudah dikembalikan ke bagian umum, membuat administrasi penggunaan rumah dinas dilakukan dengan surat resmi.

Hal itu, kata Mas’an juga sudah dilakukan. Selama ini, jika ada tamu diluar jam dinas,rumah tersebut digunakan untuk menerima tamu, yang memang penggunaanya ada surat izin.”Per 6 April 2016, status rumah dinas sudah kembali ke bagian umum,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono

Ini Tuntutan KMKB Terkait Rumdin Pimpinan Dewan yang Diduga untuk Pesta Miras

f- Demo (e)

Sejumlah orang yang tergabung dalam KKMB Kudus melakukan unjuk rasa di depan Kantor DPRD Kudus (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Sejumlah orang yang tergabung dalam Konsorsium Masyarakat Kudus Bersih (KMKB) Kudus mengaku prihatinterkait rumah dinas pimpinan DPRD Kudus yang diduga digunakan sebagai tempat pesta miras. Untuk itu, mereka menuntut kejelasan Ketua DPRD Kudusmelakukan tindakan tegas.

Ketua KMKB Sururi Mujib mengungkapkan, sebagai ketua dewan tentunya mengetahui hal tersebut. Sehingga, pihaknya meminta ketegasan,agar oknum anggota dewan yang diduga memanfaatkan rumah dinas tersebut untuk untuk tempat pesta miras.

“Pasti ketua dewan mengetahui hal tersebut. Jadi, oknum itu harus dihukum sesuai dengan peraturan yang berlaku. Itu rumah dinas yang seharusnya bukan digunakan untuk hal-hal kurang terpuji itu,” katanya.

Menurutnya, KMKB mengecam adanya dugaan pesta miras tersebut. Perbuatan seperti itu, katanya, hanya pantas dilakukan orang yang tidak berpendidikan dan mengenal etika.

Dia juga meminta Badan Kehormatan (BK) DPRD Kudus berani bertindak transparan. Khususnya kepada oknum anggota dewan yang diduga pesta miras di rumah dinas tersebut.

“Kami juga meminta kepada seluruh anggota dewan untuk menjaga kehormatan, serta nama baik sebagai wakil rakyat. Hak masing -masing jika ingin berbuat dosa dan maksiat, namun jangan menggunakan fasilitas rakyat,” ujarnya.

Dia juga menyerukan kepada masyarakat untuk lebih kritis dalam memilih wakilnya. Pengawasan terhadap perilaku anggota dewan mutlak diperlukan agar tidak salah memilih wakil rakyat.

Editor : Kholistiono

Selain Diduga untuk Tempat Pesta Miras, Rumdin Pimpinan DPRD Kudus juga Diduga Dijadikan Tempat Mesum

demo (e)

Aksi unjuk rasa yang dilakukan massa terkait praktik dugaan penggunaan rumdis DPRD untuk pesta miras. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Rumah dinas (rumdin) Pimpinan DPRD Kudus diduga kuat sering dijadikan lokasi pesta miras. Bahkan, selain sebagai pesta miras, rumah dinas yang terdapat di belakang Kantor DPRD Kudus itu, juga diduga dijadikan tempat mesum.

Hal itu diungkapkan Ketua Konsorsium Masyarakat Kudus Bersih (KMKB) Sururi Mujib. Menurutnya, praktik tersebut diduga dilakukan oleh beberapa oknum anggota dewan.

“Sungguh sangat keterlaluan, bukan hanya sengaja dijadikan sebagai lokasi pesta miras, namun juga sebagai tempat mesum. Ini sudah keterlaluan,” katanya melakukan unjuk rasa di halaman Kantor DPRD Kudus, Kamis (28/4/2016).

Menurutnya, kabar terkait praktik tak terpuji tersebut sudah menjadi perbincangan masyarakat di Kudus. Bahkan, kata dia, di internal dewan juga diduga sudah mengetahui praktik tersebut. Sayangnya meski sudah mengetahui mereka para anggota lebih memilih diam dan tutup mulut.

Sururi Mujib menambahkan, terkait hal ini dewan harus bersikap. Bahkan, ketika tidak ada yang mengaku,dia siap menghadirkan saksi karena banyak yang bisa bersuara.”Bagi anggota dewan yang tahu dan tidak mengakui, semoga meninggalnya karena meminum miras,” ucapnya.

Editor : Kholistiono

Waduh, Rumah Dinas Pimpinan Dewan di Kudus Diduga Jadi Lokasi Pesta Miras

Ilustrasi

Ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Kudus – Rumah dinas (rumdin) Pimpinan DPRD Kudus diduga kuat sering dijadikan lokasi pesta miras. Parahnya lagi, praktik tak terpuji itu juga dilakukan oleh sejumlah wakil rakyat lintas partai.

Koordinator Gerakan Masyarakat Transformasi Kudus (Gemataku) Slamet Machmudi mengatakan, rumor penyalahgunaan rumdin Pimpinan DPRD Kudus sudah berkembang cukup luas di masyarakat. Meski tak rutin dilakukan dalam jangka waktu tertentu, namun disinyalir pesta miras di rumdin itu sudah berlangsung setahun terakhir.

“Ada beberapa oknum anggota dewan lintas partai yang disebut-sebut kerap berpesta miras di rumdin itu,” kata Machmudi tanpa merinci nama dan asal partai anggota dewan itu.
Rumdin Pimpinan DPRD Kudus sebenarnya kosong. Hal ini, lantaran Pimpinan DPRD lebih memilih tunjangan perumahan dalam bentuk uang dalam jumlah tertentu.

Namun belakangan, sejumlah anggota dewan kerap menggunakan rumdin itu, terlebih jika sore atau malam hari. Diduga kuat, aktivitas pesta miras itu dilakukan usai jam kerja atau saat hari libur kerja.

Terkait persoalan ini, Gemataku mendesak agar Pemkab Kudus memperjelas penggunaan rumdin yang tergolong aset daerah itu. Jika memang penggunaannya tidak sesuai dengan pengajuan peminjaman, maka rumdin itu harus diminta kembali.

“Ini sekaligus untuk menjawab rumor yang beredar di masyarakat. Jangan sampai aset daerah di lingkungan gedung wakil rakyat digunakan untuk aktivitas tak terpuji seperti itu,” katanya.

Terpisah, saat dikonfirmasi, Wakil Ketua DPRD Kudus Ilwani mengatakan, pihaknya tak tahu menahu soal dugaan penyalahgunaan rumdin untuk pesta miras. Meski begitu, ia mengakui jika memang ada sejumlah anggota dewan yang terlihat beraktivitas di rumdin itu.

“Biasanya usai jam kerja. Kan memang terkadang aktivitas dewan bisa sampai sore atau malam,” ucapnya.

Ilwani tak mempermasalahkan jika memang rumdin pimpinan dewan itu digunakan untuk kegiatan positif. Namun, jika ternyata sebaliknya pihaknya juga tak mau tahu dengan urusan itu.

“Jika nanti muncul masalah semisal berurusan dengan polisi maka itu ditanggung pribadi yang bersangkutan. Yang pasti saya tak tahu aktivitas di sana, juga belum ada laporan soal itu. Saya tidak pernah minum miras,” kata politisi PKB ini.

Editor : Merie

6.068 Botol Miras di Pati Dimusnahkan

Jajaran Forkopinda Kabupaten Pati melibatkan tokoh agama memusnahkan 6.068 miras di Alun-Alun Pati, Kamis (9/7/2015). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Jajaran Forkopinda Kabupaten Pati melibatkan tokoh agama memusnahkan 6.068 miras di Alun-Alun Pati, Kamis (9/7/2015). (MuriaNewsCom/Lismanto)

PATI –  Jajaran Polres Pati dan Satpol PP Pati memusnahkan sebanyak 6.086 minuman keras yang diperoleh dari hasil razia sejak Januari hingga Juni 2015 di Alun-Alun Pati, Kamis (9/7/2015).

Hal tersebut sebagai bentuk upaya penegak hukum di Pati untuk menekan tingkat kejahatan yang diawali dengan minuman beralkohol. Terlebih, Polres Pati saat ini tengah mengintensifkan razia miras menjelang Lebaran.

Selain miras bermerek terkemuka, miras tradisional seperti ciu dan gingseng juga dimusnahkan dengan cara digilas menggunakan alat berat (stoom wall). Pemusnahan miras tersebut dihadiri dari pihak Kodim 07118 Pati, DPRD Pati, Kementerian Agama Pati, serta jajaran Forkopinda dan tokoh masyarakat.

Kapolres Pati AKBP Setijo Nugroho HP mengatakan, pemusnahan miras tersebut merupakan tindak lanjut dari 27 kasus tindak pidana ringan di Pati yang diakibatkan menenggak miras. “27 kasus tipiring di Pati dalam beberapa bulan terakhir, akibat dari pengaruh miras,” ujarnya kepada MuriaNewsCom.

Sementara itu, Kasatpol PP Suhud mengatakan, pemusnahan miras juga menjadi tugas Satpol PP untuk mengawal dan menegakkan Perda Pati Nomor 6 Tahun 2015 tentang Larangan Peredaran Miras di tingkat pengecer.

“Dari miras, banyak kejahatan bermunculan, seperti pembunuhan, pemerkosaan, pemukulan, hingga tindak pidana ringan lainnya. Miras itu jelas minuman setan. Kami akan tegas memberantas miras,” kata Suhud. (LISMANTO/SUWOKO)

Duh, Puasa-puasa 10 Pemuda Jepara Malah Pesta Miras di Siang Bolong

Sejumlah pemuda di Jepara tertangkap pesta Miras di siang bolong saat bulan puasa. (dok.Polsek Bangsri)

Sejumlah pemuda di Jepara tertangkap pesta Miras di siang bolong saat bulan puasa. (dok.Polsek Bangsri)

JEPARA – Bulan puasa Ramadan tak membuat 10 pemuda di Desa Kedungleper Kecamatan Bangdri Jepara tobat dan menjauhkan diri dari Minuman Keras (Miras). Mereka tertangkap basah oleh Petugas Polsek Bangsri tengah pesta miras di siang bolong. Lanjutkan membaca