Asyik Pesta Miras, Belasan Pelajar di Kudus ’Diseret’ Ibu Kandung ke Kantor Polisi

MuriaNewsCom, Kudus – Sebelas pelajar di bawah umur di Kudus harus berurusan dengan pihak kepolisian usai menggelar pesta minuman keras (Miras), Senin (22/1/2018). Uniknya, belasan pelajar yang masih duduk di bangku SMP dan SMA itu diseret ke kantor polisi setelah ibu kandung salah satu siswa melaporkan pesta miras tersebut ke kantor polisi.

Dikutip dari laman Tribrata News Polres Kudus, kejadian unik tersebut berawal saat IM beserta belasan temannya berkumpul di rumahnya di Desa Loram Wetan, Kecamatan Jati saat jam sekolah. Karena penasaran, ibu IM mencoba mempergoki kelakuan anaknya.

Itu dilakukan lantaran IM sendiri sudah tidak sekolah. Sementara teman-teman anaknya yang berkumpul masih mengenaklan seragam sekolah. Tiga di antaranya bahkan masih mengenakan SMP dan tujuh lainnya sudah berseragam SMA.

Rasa penasaran ibu IM langsung membuatnya mengurut dada. Ia memergoki anaknya sedang pesta miras bersama belasan temannya tersebut. Kuat dugaan, hal tak terpuji itu (pesta miras) sudah sering dilakukan hingga membuat sang ibu mengautkan hati untuk melapor ke polisi untuk efek jera.

Bhabinkantibmas Desa Loram Wetan, Aiptu Noor Rojak mengatakan, begitu mendapatkan laporan tersebut, pihaknya langsung mendatangi lokasi bersama anggota polsek yang piket. Begitu sampai ternyata pesta miras yang diadukan sang ibu benar adanya.

”Saya bersama anggota Polsek yang piket langsung mendatangi rumah tersebut. Setelah sampai kami mendapati anak-anak berseragam sekolah sedang minum-minuman keras saat jam sekolah,” terang Rojak.

Kesebelas pelajar itu pun tak berkutik. Mereka pun akhirnya digelandang ke Mapolsek Jati untuk mendapat pengarahan supaya tidak mengulangi perbuatan tersebut lagi. Terlebih lagi, tiga di antaranya masih SMP.

”Selain membawa belasan pelajar itu, kami juga membawa sejumlah barang bukti. Yakni botol air mineral berisi arak putih 1/4 liter, gir sepeda, dan besi berukuran panjang 25 cm,” tegasnya.

Belasan pelajar yang masih duduk di bangku SMP dan SMA mendapat pembinaan di depan orang tua setelah diamankan polisi usai menggelar pesta miras. (Humas Polres Kudus)

Sementara itu, Kapolsek Jati AKP Bambang Sutaryo menerangkan, sebelas pelajar yang diamankan berinisial MH, IM, MM, AS, DN, MN, AP, AN, AF, MK dan EN. Tujuh di antaranya masih SMA dan 3 pelajar SMP.

”Sementara, untuk IM tidak sekolah. Rumahnya lah yang digunakan untuk pesta miras,” terang Bambang

Kapolsek menambahkan, kesebelas anak yang rata rata pelajar tersebut sempat diamankan di Polsek Jati. Mereka diberi pembinaan dihadapan orang tua mereka masing dan diminta membuat surat pernyataan tidak mengulangi perbuaanya yang di ketahui oleh Kepala Sekolah, Kepala Desa, Ketua RT dan RW setempat.

” Itu sebagai sanksi sosial kepada mereka. Mudah-mudahan, tidak diulangi lagi,” ungkap Kapolsek.

Di sisi lain, Kapolsek juga berterima kasih kepada Ibu kandung IM yang berani melaporkan anak kandungnya sendiri dan teman- temanya yang sedang melakukan pesta miras. Ia berharap hal ini bisa menjadi contoh dan pelajaran untuk warga sekitar.

”Saya berharap kepada warga yang mengatahui tindakan kriminal atau ketertiban masyarakat untuk segera melapor ke pihak kepolisian. Itu supaya tetap kondusif,” pungkasnya.

Editor: Supriyadi

Pesta Oplosan 2 Hari Berturut-turut, 3 Warga Kendal Langsung Game Over

MuriaNewsCom, Kendal – Minuman keras (miras) oplosan kembali memakan korban. Tiga warga Desa Kalirandugede, Kecamatan Cepiring, Kendal, Kamis (18/1/2018) malam tewas usai pesta miras oplosan di rumah salah satu korban.

Pesta miras itu dilaksanakan selama dua hari berturut-turut hingga membuat ketiganya langsung ’game over’. Tiga orang yang meninggal akibat pesta miras itu yakni, Munjari (47) Kamidun (48), dan Aziz Azisun (49).

Munjari dan Kamidun meninggal saat menjalani perawatan di RS Soewondo Kendal, sementara Azisun meninggal di RS Meilia Cibubur. Ketiga korban langsung dimakamkan Jumat (19/1/2018).

Informasi yang beredar, peristiwa tersebut dimulai saat seluruh korban melakukan pesta miras di Munjari Selasa pagi. Saat itu ia melihat Munjari sedang minum bersama 6 orang, termasuk Azizun dan Kamidun hingga Selasa sore.

Pesta miras itu kembali dilanjutkan di rumah Kamidun. Keesokan harinya, Munjari dan Kamidun mengantarkan Azizun ke Stasiun Weleri. Azizun hendak berangkat ke Jakarta dalam rangka urusan pekerjaan.

Sebelum kereta datang mereka bertiga kembali menenggak miras sebagai tanda perpisahan. Malamnya usai mengantarkan Aziz, dua korban mengeluh mual dan pandangannya kabur.

Keduanya meninggal dalam perawatan di RS Soewondo Kendal sedangkan Aziz Azisun dilarikan ke rumah sakit sesaat setelah tiba di Jakarta dan meninggal Kamis malam.

“Korban minum di dalam rumah Munjari, ada empat orang satu orang lainnya tidak dikenal. Malam setelahnya mengeluh sesak nafas dan mual dan pandangannya mulai kabur,” kata Mahmud, Kadus Randusari.

Miras yang diminum tiga korban merupakan miras oplosan yang dibeli dari warung milik Asrof. Miras dibeli dengan harga Rp 25 ribu per liter.

Kapolres Kendal AKBP Adi Wijaya mengatakan, korban tewas setelah menenggak minuman keras oplosan. Ia juga menyebut, pihaknya tengah memeriksa kandungan dalam miras oplosan itu. ”Sejumlah saksi kami mintai keterangan,” terangnya.

Meski demikian, polisi mengalami kendala untuk mencari barang bukti. Pasalnya, miras yang membuat tiga orang itu tewas semuanya telah habis diminum para korban.

Editor : Ali Muntoha

Malam Mingguan Sambil Pesta Ciu, Belasan Siswa SMK Nangis Digaruk Polisi

MuriaNewsCom, Semarang – Masih berumur belasan tahun dan duduk di bangkur sekolah, remaja-remaja di Kota Semarang ini sudah berani menggelar pesta minuman keras. Bahkan aksi itu dilakukan di tempat umum, sehingga mengganggu masyarakat.

Mereka menggelar pesta miras di sebuah halte bus di Jalan Menteri Supeno, Kota Semarang. Aksi ini digelar pada Sabtu (13/1/2018) malam. Ada belasan siswa SMK terlihat teler di halte tersebut. Mereka menenggak minuman keras jenis ciu.

Namun aksi mereka terpergok Tim Elang Polrestabes Semarang, yang tengah melakukan patroli. Tim penyapu kejahatan jalanan ini pun langsung menggerebek belasan remaja bau kencur ini.

Beberapa di antara mereka juga menangis histeris saat tahu tengah dikepung polisi. Mereka ketakutan karena khawatir akan dipenjara dan malu.

Tim Elang pun langsung mendata remaja-remaja yang tengah pesta miras itu. Polisi menemukan barang bukti botol minuman keras di tempat mereka nongkrong.

Tim Elang memeriksa remaja yang pesta miras. (Humas Polrestabes Semarang)

Polisi juga kemudian memberikan hukuman kepada pelajar. Hukuman yang diberikan cukup unik, yakni mereka disuruh mendoro motor dari depan SMAN 1`di Jalan Menteri Supeno Semarang, hingga Pos Patwal Satlantas Polrestabes Semarang, di kawasan Simpang Lima Semarang.

Salah satu remaja yang tertangkap mengaku bernama Yogi (17). Ia tak berhenti menangis saat digrebek polisi. Namun ia mengaku tak ikut-ikutan pesta miras seperti temannya yang lain. Pengakuannya, saat itu ia hanya mampir sebentar.

“Saya tidak minum pak, saya cuma mampir. Saya coba sedikit saja dan mau pulang, tapi malah ketangkep duluan. Saya menyesal pak,” kata Yogi sambil menangis saat ditanya polisi.

Petugas dari Tim Elang kemudian, menghubungi orang tua siswa untuk menjemput mereka di Pos Patwal. Polisi juga memberikan pengarahan kepada orang tua siswa ini untuk menjaga dan memperhatikan pergaulan anaknya.

Kepala Tim Elang I Satreskrim Polrestabes Semarang AKP Andie Prasetyo mengatakan, penindakan tersebut dilakukan saat dia bersama tim melakukan patroli rutin di wilayah hukum Polrestabes. “Setelah kami periksa satu persatu, mererka kami beri pembinaan, dan membuat pernyataan untuk berjanji tidak mengulangi tindakan itu lagi. Setelah itu kami mengizinkan mereka pulang, ” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

8 Pelajar di Grobogan Terjaring Polisi saat Pesta Miras di Kamar Kos, 1 Perempuan

MuriaNewsCom, GroboganAnggota Sabhara Polres Grobogan kembali melangsungkan razia di sejumlah tempat kos di kawasan kota Purwodadi, Selasa (3/10/2017). Dalam kegiatan ini, polisi berhasil menjaring delapan pelajar berseragam putih dan abu-abu yang berada di dalam sebuah kamar kos.

Diduga, delapan pelajar yang satu di antaranya perempuan ini usai pesta miras. Dugaan ini berdasarkan penemuan botol berisi miras serta dua butir pil yang menimbulkan efek tidur di dalam kamar kos tersebut.

Kedelapan pelajar tersebut selanjutnya dibawa ke mapolres untuk mendapat pembinaan. Setelah dijemput pihak sekolah dan membuat surat pernyataan, pelajar tersebut diperbolehkan pulang.

”Kami meminta kepada pihak sekolah supaya ikut membina siswa-siswa yang terjaring razia. Kami berharap mereka tidak mengulangi lagi dikemudian hari,” katanya.

Selain delapan pelajar, polisi juga menemukan dua pasangan yang ditengarai bukan suami istri saat razia di tempat kos lainnya. Kedua pasangan itu selanjutnya juga diangkut ke mapolres untuk mendapat pembinaan.

Kasat Sabhara Polres Grobogan AKP Lamsir mengatakan, kegiatan razia itu dilakukan seiring aduan masyarakat terkait masih adanya aktivitas penghuni kos yang dirasa cukup mengganggu. Menindaklanjuti aduan ini, petugas kemudian menggelar razia di sejumlah tempat kos.

”Warga mengeluhkan ada aktivitas yang dinilai meresahkan di tempat kos, terutama saat jam sekolah. Dari keluhan ini langsung kita tindaklanjuti,” katanya.

Editor: Supriyadi

Video – Ketua DPRD Kudus Sebut Tak Tahu Jika Rumdin Pimpinan Dewan Diduga Digunakan untuk Pesta Miras

 

MuriaNewsCom, Kudus – Ketua DPRD Kudus Mas’an mengaku tidak tahu menahu mengenai rumah dinas pimpinan dewan yang diduga digunakan sebagai tempat pesta miras. Sebab, hingga kini pihaknya belum mendapati laporan terkait hal tersebut.

Mas’an mengatakan, penggunaan rumah pimpinan dewan yang dikabarkan sebagai tempat pesta miras, Jikapun benar, kemungkinan dilakukan saat dia tidak berada di gedung dewan atau saat tidak jam dinas. Sehingga pengawasan olehnya juga tidak dapat terkontrol.

“Kalaupun ada, pasti diluar jam dinas. Namun, sudah sebagai tugas pimpinan dalam menjalankan tugas ini, makan hal ini akan kami selidiki,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Tak tanggung-tanggung, dia juga mengancam bakal mengeluarkan sanksi untuk anggota dewan, jika terbukti melakukan perbuatan seperti yang disebutkan masyarakat, terkait dugaan pesta miras di rumah dinas pimpinan dewan. Pihaknya akan membentuk tim untuk menyelidiki kasus ini.

Hanya, lanjutnya, terkait penggunaan rumah dinas, selama ini katanya sudah dilakukan sesuai dengan prosedur. Posisi rumah dinas yang sudah dikembalikan ke bagian umum, membuat administrasi penggunaan rumah dinas dilakukan dengan surat resmi.

Hal itu, kata Mas’an juga sudah dilakukan. Selama ini, jika ada tamu diluar jam dinas,rumah tersebut digunakan untuk menerima tamu, yang memang penggunaanya ada surat izin.”Per 6 April 2016, status rumah dinas sudah kembali ke bagian umum,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono

Ini Tuntutan KMKB Terkait Rumdin Pimpinan Dewan yang Diduga untuk Pesta Miras

f- Demo (e)

Sejumlah orang yang tergabung dalam KKMB Kudus melakukan unjuk rasa di depan Kantor DPRD Kudus (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Sejumlah orang yang tergabung dalam Konsorsium Masyarakat Kudus Bersih (KMKB) Kudus mengaku prihatinterkait rumah dinas pimpinan DPRD Kudus yang diduga digunakan sebagai tempat pesta miras. Untuk itu, mereka menuntut kejelasan Ketua DPRD Kudusmelakukan tindakan tegas.

Ketua KMKB Sururi Mujib mengungkapkan, sebagai ketua dewan tentunya mengetahui hal tersebut. Sehingga, pihaknya meminta ketegasan,agar oknum anggota dewan yang diduga memanfaatkan rumah dinas tersebut untuk untuk tempat pesta miras.

“Pasti ketua dewan mengetahui hal tersebut. Jadi, oknum itu harus dihukum sesuai dengan peraturan yang berlaku. Itu rumah dinas yang seharusnya bukan digunakan untuk hal-hal kurang terpuji itu,” katanya.

Menurutnya, KMKB mengecam adanya dugaan pesta miras tersebut. Perbuatan seperti itu, katanya, hanya pantas dilakukan orang yang tidak berpendidikan dan mengenal etika.

Dia juga meminta Badan Kehormatan (BK) DPRD Kudus berani bertindak transparan. Khususnya kepada oknum anggota dewan yang diduga pesta miras di rumah dinas tersebut.

“Kami juga meminta kepada seluruh anggota dewan untuk menjaga kehormatan, serta nama baik sebagai wakil rakyat. Hak masing -masing jika ingin berbuat dosa dan maksiat, namun jangan menggunakan fasilitas rakyat,” ujarnya.

Dia juga menyerukan kepada masyarakat untuk lebih kritis dalam memilih wakilnya. Pengawasan terhadap perilaku anggota dewan mutlak diperlukan agar tidak salah memilih wakil rakyat.

Editor : Kholistiono

Selain Diduga untuk Tempat Pesta Miras, Rumdin Pimpinan DPRD Kudus juga Diduga Dijadikan Tempat Mesum

demo (e)

Aksi unjuk rasa yang dilakukan massa terkait praktik dugaan penggunaan rumdis DPRD untuk pesta miras. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Rumah dinas (rumdin) Pimpinan DPRD Kudus diduga kuat sering dijadikan lokasi pesta miras. Bahkan, selain sebagai pesta miras, rumah dinas yang terdapat di belakang Kantor DPRD Kudus itu, juga diduga dijadikan tempat mesum.

Hal itu diungkapkan Ketua Konsorsium Masyarakat Kudus Bersih (KMKB) Sururi Mujib. Menurutnya, praktik tersebut diduga dilakukan oleh beberapa oknum anggota dewan.

“Sungguh sangat keterlaluan, bukan hanya sengaja dijadikan sebagai lokasi pesta miras, namun juga sebagai tempat mesum. Ini sudah keterlaluan,” katanya melakukan unjuk rasa di halaman Kantor DPRD Kudus, Kamis (28/4/2016).

Menurutnya, kabar terkait praktik tak terpuji tersebut sudah menjadi perbincangan masyarakat di Kudus. Bahkan, kata dia, di internal dewan juga diduga sudah mengetahui praktik tersebut. Sayangnya meski sudah mengetahui mereka para anggota lebih memilih diam dan tutup mulut.

Sururi Mujib menambahkan, terkait hal ini dewan harus bersikap. Bahkan, ketika tidak ada yang mengaku,dia siap menghadirkan saksi karena banyak yang bisa bersuara.”Bagi anggota dewan yang tahu dan tidak mengakui, semoga meninggalnya karena meminum miras,” ucapnya.

Editor : Kholistiono

Waduh, Rumah Dinas Pimpinan Dewan di Kudus Diduga Jadi Lokasi Pesta Miras

Ilustrasi

Ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Kudus – Rumah dinas (rumdin) Pimpinan DPRD Kudus diduga kuat sering dijadikan lokasi pesta miras. Parahnya lagi, praktik tak terpuji itu juga dilakukan oleh sejumlah wakil rakyat lintas partai.

Koordinator Gerakan Masyarakat Transformasi Kudus (Gemataku) Slamet Machmudi mengatakan, rumor penyalahgunaan rumdin Pimpinan DPRD Kudus sudah berkembang cukup luas di masyarakat. Meski tak rutin dilakukan dalam jangka waktu tertentu, namun disinyalir pesta miras di rumdin itu sudah berlangsung setahun terakhir.

“Ada beberapa oknum anggota dewan lintas partai yang disebut-sebut kerap berpesta miras di rumdin itu,” kata Machmudi tanpa merinci nama dan asal partai anggota dewan itu.
Rumdin Pimpinan DPRD Kudus sebenarnya kosong. Hal ini, lantaran Pimpinan DPRD lebih memilih tunjangan perumahan dalam bentuk uang dalam jumlah tertentu.

Namun belakangan, sejumlah anggota dewan kerap menggunakan rumdin itu, terlebih jika sore atau malam hari. Diduga kuat, aktivitas pesta miras itu dilakukan usai jam kerja atau saat hari libur kerja.

Terkait persoalan ini, Gemataku mendesak agar Pemkab Kudus memperjelas penggunaan rumdin yang tergolong aset daerah itu. Jika memang penggunaannya tidak sesuai dengan pengajuan peminjaman, maka rumdin itu harus diminta kembali.

“Ini sekaligus untuk menjawab rumor yang beredar di masyarakat. Jangan sampai aset daerah di lingkungan gedung wakil rakyat digunakan untuk aktivitas tak terpuji seperti itu,” katanya.

Terpisah, saat dikonfirmasi, Wakil Ketua DPRD Kudus Ilwani mengatakan, pihaknya tak tahu menahu soal dugaan penyalahgunaan rumdin untuk pesta miras. Meski begitu, ia mengakui jika memang ada sejumlah anggota dewan yang terlihat beraktivitas di rumdin itu.

“Biasanya usai jam kerja. Kan memang terkadang aktivitas dewan bisa sampai sore atau malam,” ucapnya.

Ilwani tak mempermasalahkan jika memang rumdin pimpinan dewan itu digunakan untuk kegiatan positif. Namun, jika ternyata sebaliknya pihaknya juga tak mau tahu dengan urusan itu.

“Jika nanti muncul masalah semisal berurusan dengan polisi maka itu ditanggung pribadi yang bersangkutan. Yang pasti saya tak tahu aktivitas di sana, juga belum ada laporan soal itu. Saya tidak pernah minum miras,” kata politisi PKB ini.

Editor : Merie

6.068 Botol Miras di Pati Dimusnahkan

Jajaran Forkopinda Kabupaten Pati melibatkan tokoh agama memusnahkan 6.068 miras di Alun-Alun Pati, Kamis (9/7/2015). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Jajaran Forkopinda Kabupaten Pati melibatkan tokoh agama memusnahkan 6.068 miras di Alun-Alun Pati, Kamis (9/7/2015). (MuriaNewsCom/Lismanto)

PATI –  Jajaran Polres Pati dan Satpol PP Pati memusnahkan sebanyak 6.086 minuman keras yang diperoleh dari hasil razia sejak Januari hingga Juni 2015 di Alun-Alun Pati, Kamis (9/7/2015).

Hal tersebut sebagai bentuk upaya penegak hukum di Pati untuk menekan tingkat kejahatan yang diawali dengan minuman beralkohol. Terlebih, Polres Pati saat ini tengah mengintensifkan razia miras menjelang Lebaran.

Selain miras bermerek terkemuka, miras tradisional seperti ciu dan gingseng juga dimusnahkan dengan cara digilas menggunakan alat berat (stoom wall). Pemusnahan miras tersebut dihadiri dari pihak Kodim 07118 Pati, DPRD Pati, Kementerian Agama Pati, serta jajaran Forkopinda dan tokoh masyarakat.

Kapolres Pati AKBP Setijo Nugroho HP mengatakan, pemusnahan miras tersebut merupakan tindak lanjut dari 27 kasus tindak pidana ringan di Pati yang diakibatkan menenggak miras. “27 kasus tipiring di Pati dalam beberapa bulan terakhir, akibat dari pengaruh miras,” ujarnya kepada MuriaNewsCom.

Sementara itu, Kasatpol PP Suhud mengatakan, pemusnahan miras juga menjadi tugas Satpol PP untuk mengawal dan menegakkan Perda Pati Nomor 6 Tahun 2015 tentang Larangan Peredaran Miras di tingkat pengecer.

“Dari miras, banyak kejahatan bermunculan, seperti pembunuhan, pemerkosaan, pemukulan, hingga tindak pidana ringan lainnya. Miras itu jelas minuman setan. Kami akan tegas memberantas miras,” kata Suhud. (LISMANTO/SUWOKO)

Duh, Puasa-puasa 10 Pemuda Jepara Malah Pesta Miras di Siang Bolong

Sejumlah pemuda di Jepara tertangkap pesta Miras di siang bolong saat bulan puasa. (dok.Polsek Bangsri)

Sejumlah pemuda di Jepara tertangkap pesta Miras di siang bolong saat bulan puasa. (dok.Polsek Bangsri)

JEPARA – Bulan puasa Ramadan tak membuat 10 pemuda di Desa Kedungleper Kecamatan Bangdri Jepara tobat dan menjauhkan diri dari Minuman Keras (Miras). Mereka tertangkap basah oleh Petugas Polsek Bangsri tengah pesta miras di siang bolong. Lanjutkan membaca