Ini Dia Sejarah Tradisi Lomban Jepara yang Wajib Kamu Tahu

Para nelayan dan warga ikut memeriahkan pesta lomban Jepara, Minggu (2/7/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Hari Raya Lebaran di Jepara tak hanya dirayakan pada tanggal 1 Syawal. Tujuh hari berselang, pesta berlanjut dengan tradisi syawalan yang dirayakan dengan pembuatan penganan tradisional kupat-lepet dan pesta Lomban. Lalu bagaimana sejarah tradisi tersebut bermula?

Sumber literatur yang diperoleh dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jepara menyebut, tradisi lomban telah berlangsung pada paruh kedua abad XIX. Hal ini sesuai dengan tulisan pada majalah bertajuk Slompret Melayu yang terbit pada 12 dan 17 Agustus 1893. 

Gunungan Kupat Lepet Lomban Jepara Ludes Diserbu Warga dalam Hitungan Menit

Adapun tradisi larung kepala kerbau dimulai sekitar tahun 1920, saat Kelurahan Ujung Batu dikepalai oleh Haji Sidik. Pada masa itu, sebelum tumbal kepala kerbau dilarung, akan didoakan oleh pemuka agama setempat. Lantas, para nelayan akan mengangkat sesaji tersebut keatas kapal dan diantar ke tengah laut, menuju Teluk Jepara. 

Di tengah laut, sesaji itu akan dilempar dan diperebutkan oleh para nelayan. Sesuai kepercayaan, mereka yang berhasil mendapatkan kepala kerbau tersebut akan mendapatkan kemudahan rezeki dari Tuhan. 

Kasi Penangkapan Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HSNI) Paat Efendi mengatakan, dulu pada tahun 1970an, partisipasi nelayan sangat tinggi. Hal itu karena, semua persiapan, dari akhir hingga selesai dilakukan oleh mereka. 

“Namun sekarang nelayan hanya sebagai penonton saja. Keterlibatan nelayan dalam proses persiapan menurun. Namun dari sisi peserta ada sekitar 200 kapal yang mengikuti acara tersebut,” tuturnya. 

Meriah, Pesta Lomban Jepara Diikuti Ratusan Nelayan dan Warga

Dikatakannya, hingga kini masyarakat nelayan masih percaya ketika mengikuti lomban akan mendapatkan kelimpahan rezeki. “Harapannya kedepan keterlibatan nelayan bisa lebih ditingkatkan,” ungkapnya.

Kini tradisi lomban di Jepara tak hanya dinikmati warga Kelurahan Ujung Batu saja. Event tersebut, saat ini menjadi daya tarik wisata yang digarap secara serius oleh Pemda Jepara.

Editor: Supriyadi

Gunungan Kupat Lepet Lomban Jepara Ludes Diserbu Warga dalam Hitungan Menit

Warga langsung merebut gunungan kupat lepet, usai pemotongan secara simbolis oleh Bupati Jepara Ahmad Marzuqi. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Keriaan syawalan tak hanya berakhir dengan pesta lomban atau larungan kepala kerbau, di laut. Setelah acara tersebut, dilanjutkan dengan Festival Kupat Lepet di Pantai Kartini, Minggu (2/7/2017).Kontan saja acara tersebut menyedot perhatian pengunjung wisata yang tengah berliburan di obyek wisata tersebut. Seperti tahun sebelumnya, festival kupat lepet ditandai dengan rebutan gunungan berisi penganan yang terbungkus dengan janur.

Setelah Bupati Jepara memotong kupat lepet secara simbolis, gunungan berisi lebih kurang 1438 penganan itu, langsung ludes diserbu warga.

Meriah, Pesta Lomban Jepara Diikuti Ratusan Nelayan dan Warga

Seperti Siti Solekhah (45),yang menyempatkan datang dari Purwodadi untuk mengikuti acara itu. “Kabarnya bisa buat tambah rezeki, jadi saya ikut merebut gunungan tersebut. Saya sudah ikut acara ini selama tiga tahun terakhir,” ujarnya.

Bupati Jepara Ahmad Marzuqi menyatakan, rangkaian acara syawalan tersebut sebagai bentuk suka cita dan syukur nelayan Jepara. Dengan ritual tersebut, warga berharap mendapatkan rezeki yang melimpah. 

Panitia acara Festival Kupat Lepet Rustam Eka Jalu menyebut, penganan tradisional kupat dan lepet mengandung filosofi yang mendalam. Ia mengatakan, setelah berpuasa, diharapkan semua kesalahan dapat dimaafkan.

“Harapannya setelah lebaran semua bentuk kesalahan mendapatkan pengampunan,” ungkapnya. 

Editor: Supriyadi

Meriah, Pesta Lomban Jepara Diikuti Ratusan Nelayan dan Warga

Ratusan nelayan mengikuti prosesi pesta lomban di Jepara. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Ratusan nelayan ikut serta dalam pesta Lomban di Jepara, Minggu (2/7/2017) pagi. Acara tersebut berlangsung meriah, dimulai dari Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Ujung Batu, sebuah replika kapal berisi kepala kerbau dilarung ke tengah laut. 

Pelarungan kepala kerbau tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Jepara Ahmad Marzuqi, beserta unsur Forkopimda.  Sesaat setelah dilarung, replika kapal tersebut langsung menjadi rebutan para nelayan. 

“Masyarakat nelayan masih percaya dengan mengikuti lomban, dan menyirami kapal dengan air bekas larungan akan mendatangkan berkah dan tangkapan yang melimpah,” ujar Kepala Seksi Penangkapan Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HSNI) Paat Efendi. 

Larungan sendiri digelar selepas Pulau Panjang. 

Menurut data HSNi jumlah kapal yang ikut dalam acara teesebut sekitar 200 kapal. Mereka berasal dari seantero Jepara. 

Bupati Jepara menyatakan acara tersebut sebagai bentuk rasa syukur akan rezeki yang diterima selama setahun belakangan. Dengan lomban yang diadakan tahun ini, nelayan berharap rezeki untuk setahun kedepan lebih melimpah. 

Editor: Supriyadi

Uniknya Arak-arakan Kerbau Jelang Pesta Lomban di Jepara

kerbau e

Warga mengarak kerbau jelang Pesta Lomban di Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Sebelum acara puncak pekan Syawalan atau Pesta Lomban yang didukung oleh Sukun Executive digelar pada Rabu (13/7/2016).

Selasa (12/7/2016) pagi dilakukan prosesi arak-arakan kerbau dari Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Ujung Batu hingga Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Jobokuto, untuk selanjutnya disembelih.

Prosesi arak-arakan berjalan lancar dan diikuti oleh ratusan warga sekitar. Tak hanya ramai diikuti oleh warga, prosesi itu juga menjadi tontonan banyak warga di sepanjang jalan yang dilintasi. Kerbau diarak dengan diiringi tabuhan musik tradisional. Berbagai ubarampe disiapkan. Mulai kupat lepet yang ditempatkan di dalam bakul nasi, serta aneka jajan pasar yang ditempatkan di tampah berukuran sedang.

Setibanya di RPH Jobokuto, kerbau yang diarak langsung disembelih. Eksekutor penyembelihan tersebut dilakukan langsung oleh Bupati Jepara Ahmad Marzuqi. Dengan percaya diri, Marzuqi memotong saluran leher kerbau yang telah diarak tersebut, untuk nantinya bagian tubuhnya dimasak dan bagian kepala dilarung ke laut pada puncak acara Pesta Lomban besok.

“Tahun ini merupakan tahun kedua pelaksanaan kirab kerbau di Jepara. Tujuannya supaya masyarakat bisa melihat langsung kerbau yang akan disembelih dan dilarung kepalanya,” ujar Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jepara Mulyaji, Selasa (12/7/2016).

Menurutnya, kepala kerbau hasil penyembelihan tersebut yang akan dilarung ke perairan di sisi utara Pulau Panjang besok pagi. Ratusan kapal siap memeriahkan puncak acara Pesta Lomban tersebut.

Sementara itu, Bupati Jepara Ahmad Marzuqi mengatakan, kirab kerbau tidak boleh dianggap pamer. Itu dilakukan sebagai wujud syukur, supaya masyarakat juga mengetahui kepala kerbau yang akan dilarung adanya prosesi kirab kerbau ini juga memberi manfaat pada masyarakat sekitar.

“Sebab setelah disembelih, daging kerbau dibagikan kepada masyarakat. Masyarakat bisa menikmatinya dalam bentuk aneka olahan yang disuguhkan saat  pentas wayang kulit di TPI Ujung Batu semalam,” katanya.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Ini Bocoran Acara Rencana Pesta Lomban di Jepara Nanti

lomban 2 e

Warga mengikuti Pesta Lomban di Jepara, tahun lalu. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jepara Agus Tri Raharjo menjelaskan, Pesta Lomban tahun ini akan digelar Rabu (13/7/2016).

Sehari sebelum gelaran acara yang didukung Sukun Executive, yakni Selasa (12/7/2016), akan diawali dengan arak-arakan serta penyembelihan kerbau. Kerbau diarak dari tempat pelelangan ikan (TPI) Ujungbatu menuju rumah pemotongan hewan (RPH) Jepara.

“Sebelum prosesi larung sesaji, dilakukan arak-arakan dan penyembelihan kerbau. Arak-arakan itu dimulai pukul 06.00 WIB. Tujuannya supaya masyarakat bisa menyaksikan kerbau yang nantinya akan dilarung kepalanya,” ujar Agus, Senin (11/7/2016).

Setelahnya, akan dilakukan ziarah ke makam sesepuh desa. Mulai dari makam Cik Lanang yang berada di kompleks BPPBAP Jepara sampai makam Mbah Ronggo yang berada di wilayah Desa Ujungbatu. Pelaksanaan ziarah dilakukan pada Selasa sore.

“Malam harinya, ada pagelaran wayang di TPI Ujungbatu. Barulah pada Rabu pagi, dilakukan persiapan pelarungan kepala kerbau. Terlebih dahulu akan diawali dengan acara seremonial yang juga menampilkan tari-tarian nelayan. Tak ketinggalan juga dipanjatkan doa sebelum pelarungan,” terangnya.

Kepala kerbau sendiri, akan dilarung oleh dua kapal resmi yang telah disiapkan oleh Dinas Pariwisata. Kapal itu, akan dinaiki para penjabat dan tamu undangan. Kapal itu akan ditemani oleh ratusan kapal nelayan juga akan turut pelarungan itu.

Pesta Lomban memang selalu menarik puluhan ribu warga untuk datang dan menyaksikan. Mereka siap meramaikan kegiatan tersebut.

Editor :Akrom Hazami

 

Pesta Lomban Jepara Siap Digelar, Ratusan Kapal Akan Meramaikan

pesta lomban e

Pesta Lomban Jepara saat digelar. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Sukun Executive bersama Pemkab Jepara siap menggelar tradisi Pesta Lomban. Even yang digelar setiap tahun pascaperayaan Idul Fitri, akan digelar Rabu, (13/7/2016).

Rencananya, ratusan kapal bakal memeriahkan acara yang disakralkan tersebut. Terutama prosesi pelarungan sesaji dengan sajian utama kepala kerbau ke tengah laut. Diperkirakan akan dihadiri puluhan ribu warga.

Kepala Bidang Kebudayaan pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jepara Agus Tri Raharjo, Pesta Lomban diprediksi banyak menyedot perhatian masyarakat. Karenanya, harus dibutuhkan jaminan keselamatan dan keamanan bagi warga yang menonton dan mengikuti agenda tersebut.

Nantinya, panitia berkordinasi dengan sejumlah pihak terkait untuk melancarkan kegiatan itu. “Kami sudah melakukan kordinasi lintas sektoral dalam pelaksanaan Pesta Lomban. Khususnya menangani masalah keamanan,” ujar Agus, Senin (11/7/2016).

Lebih lanjut dia mengemukakan, sekitar 80 hingga 100 lebih kapal bakal mengawal pelarungan sesajen dari Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Ujungbatu hingga ke perairan sekitar Pulau Panjang.

Untuk memastikan keamanan dan keselamatan peserta Lomban, perahu yang mengikuti prosesi akan diseleksi secara ketat. Pemilihan perahu diserahkan sepenuhnya oleh Himpunan Nelayan seluruh Indonesia (HNSI) Jepara. Satu perahu juga hanya boleh dinaiki 25 hingga 30 penumpang.

“Kita juga sudah membuat formasi agar perahu tidak saling mendahului. Itu untuk mengantisipasi laka (kecelakaan) laut serta pengamanan lebih mudah,” katanya.

Dia menambahkan, secara umum, prosesi Pesta Lomban nyaris sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Sebelum sesajen dilarung, dilakukan pertunjukan budaya serta pembacaan doa. Sehari sebelum pelaksanaan Lomban, dilakukan arak-arakan kerbau yang kepalanya bakal dijadikan sesajen.

Editor : Akrom Hazami