Perajin Keciput Kudus Tiba-tiba Tambah Banyak

Jpeg

Perajin melakukan proses penggorengan keciput di Demangan, Kota, Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Menjamurnya perajin makanan ringan keciput di Desa Demangan, Kota, Kudus, jelang Lebaran, berakibat pada ketatnya persaingan.

Abdul Nasir salah seeorang pembuat keciput mengatakan, memang saat ini di wilayah Demangan itu marak pembuat keciput. “Baik yangindustri sudah berjalan lama, maupun yang industri musiman di saat menjelang Lebaran saja,” katanya.

Saat ini pelaku industri rumahan keciput yang ada di Demangan berjumlah sekitar 10 hingga 15 orang. Sedangkan yang usaha keciput yang berjalan lama itu sekitar ada lima orang.

Dia melanjutkan, untuk hari biasa, perajin bisa menghabiskan 10 kg telur per hari. Sedangkan menjelang Lebaran bisa menghabiskan 20 kg telur per hari.

Di hari biasa hanya 20 beras ketan per hari. Sedangkan jelang Lebaran bisa sampai 30 kg beras ketan per hari. Untuk bahan lainnya, minyak goreng bisa menghabiskan 10 liter per hari, sedangkan menjelang Lebaran bisa 20 liter per hari.

Editor : Akrom Hazami

 

Jelang Lebaran, Permintaan Keciput Kudus Melonjak

Jpeg

Pengemasan keciput sebelum dipasarkan ke pasar di Kudus dan Demak. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Menjelang Lebaran, saat ini industri rumahan pembuatan makanan ringan keciput kewalahan memenuhi pesanan. Karena makanan kecil tersebut kerap dijadikan sajian saat Lebaran.

Seperti halnya industri rumahan milik Abdul Nasir di Desa Demangan, Kecamatan Kota. Saat ini, industri turun temurun dari keluarganya tersebut mengalami perkembangan pesanan.

“Di hari biasa, kita bisa memproduksi 20 kg hingga 30 kg saja. Sedangkan pada Ramadan menjelang Lebaran ini bisa sampai setengah kuintal atau setara 50 kg keciput,” katanya.

Dari pantauan MuriaNewsCom, salah seorang makanan khas Kota Kretek tersebut mengalami lonjakan pesanan. Tapi untuk harga tidak mengalami kenaikan.

“Meskipun permintaan melonjak, namun harganya juga masih sama. Yakni per bungkus atau per 4 ons ini saya hargai Rp 20 ribu,” paparnya.

Keseluruhan barang tersebut juga sudah dipesan oleh pedagang yang ada di Pasar Kudus maupun luar daerah.

“Untuk semua barang yang sudah jadi, nantinya akan dikirim ke pasar lokal di Kudus maupun Demak dan sekitarnya,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

Ikuti perkembangan berita terbaru melalui media sosial kami :

Fanpage : Muria News Com

Twitter : @Muria News Com

Youtube : Muria Channel