Lewat Estetika dan Kenyamanan, Jadi Bukti Komitmen Sebuah Perumahan

Perumahan di Candi Asri Regency lebih menonjolkan hiasan pagar pengaman kawasan dan gerbang dengan simbol daun dan penataan perumahan yang rapi agar konsumen nyaman. (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

Perumahan di Candi Asri Regency lebih menonjolkan hiasan pagar pengaman kawasan dan gerbang dengan simbol daun dan penataan perumahan yang rapi agar konsumen nyaman. (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

 

KUDUS – Banyaknya pilihan perumahan membuat konsumen haru benar-benar pintar memilih. Karena tak semua perumahan berkomitmen untuk kepuasan konsumen. Banyak pula yang hanya mengejar keuntungan semata dan meninggalkan pemilik rumah, meski masih ada tanggungan.

Fathur Riza salah satu marketing Candi Asri Regency Kudus mengatakan, bukti komitmen dari pengelola perumahan ada bermacam-macam. ”Namun justru yang menjadi pertimbangan bukanlah bukti nyata yang seharusnya memang dilakukan. Akan tetapi bukti tambahan yang sifatnya pelengkap,” ungkapnya.

Jika dengan memenuhi hal yang sifatnya pelengkap, maka konsumen akan mengetahui komitmen pengelola. Dirinya menambahkan hal tersebut dapat dilihat dari perawatan lingkungan perumahan.

”Yang biasa dilakukan dan mudah diamati adalah dengan fasilitas tambahan. Seperti adanya taman, perawatan lingkungan, penerangan jalan yang memadahi, servis lanjutan dan penambahan ornamen di sekitar lingkungan,” ungkapnya.

Beberapa hal tersebut menurut Riza merupakan hal yang sebenarnya memang harus dilakukan oleh pengelola, namun sifatnya tambahan. Akan tetapi apabila hal tersebut dipenuhi maka dapat disimpulkan bahwa pengelolaan perumahan memang berkomitmen untuk kepuasan konsumennya. (AYU KHAZMI/TITIS W)

Bingung Mau Beli Rumah Jadi atau Bangun Rumah Sendiri?Ini Tips Cerdasnya

Salah satu perumahan yang ada di Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

Salah satu perumahan yang ada di Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

 

KUDUS – Setiap orang tentunya membutuhkan rumah untuk tempat tinggal. Untuk memiliki, ada beberapa pilihan yang dapat dipertimbangkan. Apakah membeli rumah siap huni atau membangun rumah sendiri.

Ambar Susilowati staf marketing, pengelola dan pengembangan Graha Sakinah Karangampel Kudus mengatakan pemilihan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing. ” Pertimbangannya adalah masalah waktu dan kebutuhan setiap orang yang disesuaikan dengan kondisi sekarang,” ujarnya.

Ada dua keuntungan yang didapatkan dengan membeli rumah yang sudah siap untuk ditempati ialah menghemat waktu dan tenaga. Ketika kredit sudah diluluskan oleh pihak bank maka konsumen hanya perlu keliling kota untuk mencari rumah pilihan, dan menggali kelebihan dan kekurangannya.
Jika semua telah berjalan dengan mudah maka konsumen tinggal menunggu prosesnya berjalan. “Dimulai dari finansial, meninjau kondisi rumah, bernegosiasi, dan deal maka tinggal menunggu untuk ditempati,” ungkapnya.

Kelebihan lainnya adalah suasana dan lingkungan rumah yang siap huni sudah terorganisasi. Sehingga tidak perlu melakukan perawatan lingkungan seperti menanam pohon untuk penghijauan lingkungan rumah. Serta penataan tambahan terkait jalan sekitar rumah, listrik air serta masih banyak lagi.
“Yang terpenting adalah pengelolaan dan pemeliharaan rumah serta lingkungan sekitar sudah diatur. Serta ada tempat pengaduan jika ditemukan kekurangan yang tidak dimiliki jika membangun rumah sendiri. (AYU KHAZMI/AKROM HAZAMI)

Terungkap Alasan Warga Malas Beli Rumah di Perumahan

Salah satu perumahan yang ada di Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

Salah satu perumahan yang ada di Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

 

 

KUDUS – Tentu yang namanya bisnis akan mengalami pasang surut, tidak terkecuali dengan bisnis properti di Kudus. Beberapa alasan yang muncul  bersamaan juga menjadi alasan kuat melemahnya daya beli masyarakat terhadap unit rumah di suatu perumahan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ambar Susilowati, staf marketing, pengelolaan dan pengembangan Graha Sakinah Karangampel Kudus. Menurutnya untuk saat ini menurunnya daya beli perumahan karena banyaknya alasan yang datang bersamaan dan saling menguatkan. “Seperti saat ini dengan nilai tukar rupiah yang sedang tidak stabil. Bahkan sangat jauh di bawah dolar,” ujarnya.

Meskipun tidak berimbas secara langsung, akan tetapi masyarakat beranggapan bahwa semua harga akan berubah menjadi penyebab turunnya daya beli rumah. Namun jika dalam jangka waktu yang lama belum juga stabil tentunya harga pasaran rumah akan naik. Mengingat semua bahan baku terutama material yang dipasok dari luar daerah bahkan luar negeri juga ikut naik.

Selain itu, Ambar menambahkan akibat citra buruk perumahan yang saat ini tengah marak juga membuat konsumen takut untuk membeli rumah dari developer dan perumahan. “Dengan kabar beberapa waktu lalu ada perumahan yang terkena kasus juga membuat kepercayaan konsumen kepada perumahan tanpa disadari juga menurun, ” jelasnya.

Padahal menurutnya, masih banyak juga perumahan yang memang menjunjung tinggi kualitas dan legalitasnya. Hal tersebut sangat disayangkan oleh beberapa perumahan yang terkena imbasnya.

Alasan lain karena kabar diberlakukannya peraturan baru dari pemerintah mengenai perumahan. “Dari mulai perpanjakan, pengurusan legalitas, serta syarat tambahan lain yang dalam prosesnya juga membutuhkan waktu lama serta tambahan biaya,” ungkapnya.

Diakui olehnya beberapa penyebab tersebut cukup menurunkan daya beli masyarakat. Kebanyakan masyarakat, imbuhnya justru lebih memilih untuk menunda pembelian rumah untuk saat ini. “Banyak juga yang lebih memilih berinvestasi dengan tanah kaveling. Meskipun untuk risikonya juga hampir sama,” jelasnya. (AYU KHAZMI/AKROM HAZAMI)

Ini Lho Tips Biar Selalu Rukun dengan Tetangga di Lingkungan Perumahan

Salah satu lingkungan perumahan di Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

Salah satu lingkungan perumahan di Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

 

KUDUS – Dalam suatu perumahan, menjalin kerjasama dan hubungan yang baik antarpenghuni sangat dibutuhkan. Sebab dalam kehidupan sehari-hari, tentunya tidak dapat memisahkan diri dari pemilik tempat tinggal yang lain. Karena tetangga yang menjadi orang terdekat setelah keluarga.

Akan tetapi hal tersebut bukan sesuatu yang mudah untuk didapatkan. Karena sifat individual masih banyak melekat pada pribadi pemilik unit rumah di suatu lingkungan perumahan.

Akan tetapi hal tersebut dapat diwujudkan dengan peran serta staf pengelola perumahan. “Karena lingkungan yang nyaman tercipta juga karena hubungan antarpenghuni perumahan, maka relasi tersebut harus terjalin dengan baik,” ujar Ambar Susilowati staf marketing dan pengembangan perumahan Graha Sakinah Karangampel Kudus.

Bahkan, menurutnya, tidak hanya antarpara penghuni akan tetapi staf pengelola perumahan pun juga harus dapat berhubungan baik meski segala urusan menyangkut jual beli telah selesai.

Ambar menambahkan, hubungan yang baik antara penghuni dengan pengelola akan menciptakan perumahan yang lebih berkualitas. “Sebenarnya dengan hubungan tersebut menjadikan penghuni serta pengelola tidak ada sekat, sehingga ketika ada sesuatu dalam hubungannya dengan kondisi perumahan dapat saling berbagi dan memperbaiki,” jelasnya.

Dalam jangka yang lama, tentunya menjadi salah satu faktor pendukung keberlangsungan kehidupan perumahan, terutama antarpenghuninya. Untuk itu pihaknya memilih untuk menjadi bagian dari penghuni dengan menempati rumah di perumahan.

“Dengan tinggal di sini akan lebih mudah menjalin komunikasi dan berbaur dengan para penghuni lain. Hal ini menjadi salah satu kelebihan yang tidak banyak dimiliki oleh perumahan lain, ” pungkasnya. (AYU KHAZMI/AKROM HAZAMI)

Mau Beli Rumah Idaman di Kudus? Tahan Dulu, Pertimbangkan yang Satu Ini

perumahan yang menggunakan saluran underground di Kudus. (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

perumahan yang menggunakan saluran underground di Kudus. (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

 

KUDUS – Masalah saluran pembuangan, bisa dikatakan sebagai hal sepele saat memilih unit rumah di perumahan. Biasanya, faktor desain dan harga yang akan menjadi pertimbangan utama diikuti faktor lingkungan dan fasilitas.

Padahal pertimbangan saluran pembuangan juga memiliki andil besar untuk kehidupan sehari-hari. M. Hafidz Anwar, pemilik dari Griya Gondangmanis Kudus mengatakan saat ini sudah ada pilihan model saluran yang dapat dipilih.

Jika biasanya saluran akan dibuat di sepanjang area perumahan, tepatnya di atas permukaan tanah, kini dibuat dengan model berbeda. “Saluran sekarang sudah banyak yang menggunakan sistem underground yaitu di buat di bawah tanah area perumahan,” jelasnya. Menurutnya hal tersebut sangat efektif untuk mengurangi permasalahan yang sering dialami jika saluran dibuat seperti biasanya.

Hafidz mengatakan pada saluran yang dibuat di permukaan tanah akan memakan banyak tempat. Sehingga akses jalan akan dikurangi.  Selain itu, untuk menghemat tempat maka saluran akan dibuat lebih kecil. ” Imbasnya, jika tidak sering dibersihkan akan menimbulkan sumbatan yang membuat aliran air menjadi tidak lancar,” tambahnya.

Jadi jika dibuat underground, tidak perlu memikirkan tanah yang terpotong sehingga dapat membuat saluran yang lebih lebar di bawah tanah.
Selain aliran air akan lancar, juga tidak akan menimbulkan bau yang tidak sedap dari pembuangan limbah yang mengalir dalam saluran. (AYU KHAZMI/AKROM HAZAMI)

Biar Beli Rumah Tak Tertipu di Kudus. Camkan Hal Ini, Bro!

Salah satu bangunan di Perumahan yang ada di Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

Salah satu bangunan di Perumahan yang ada di Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

KUDUS – Biar beli rumah tak tertipu di Kudus. Silakan camkan hal ini, bro! Membeli rumah dari kontaktor, atau pengelola perumahan bisa menjadi pilihan yang tepat agar konsumen tidak terlalu direpotkan dengan berbagai hal. Apalagi oleh konsumen yang awam dengan dunia pembangunan akan sangat kesulitan jika harus mengurus pembangunan rumah pribadinya.

Namun konsumen tidak lantas menyerahkan sepenuhnya masalah pembangunan rumah miliknya. Meski telah dikerjakan oleh orang yang ahli di bidangnya, konsumen juga harus melakukan pengawasan dalam prosesnya.

Sebelum memulai pembangunan, konsumen juga perlu melihat detail rumah. Baik desain maupun material yang digunakan. “Kebanyakan spesifikasi material serta konsep hanya tertulis secara umum saja, apalagi pada brosur yang digunakan untuk memperkenalkan produknya,” ujaar Manty Achmad dari CV Prima Properti yang juga sekaligus pemilik perumahan Primaliving.

Seperti yang diketahui pada banyak brosur yag tersebar, hanya spesifikasi secara umum saja yang tertulis. Misalkan seperti bagian kusen yang tertulis hanya menggunakan kayu. Padahal menurut Manty, perlu penjelasan lebih lengkap yang digunakan kayu apa dan dari mana dengan kondisi seperti apa. “Karena hal tersebut akan memengaruhi harga yang ditawarkan oleh pengelola pada konsumen,” terangnya.

Pengelola juga perlu menjelaskan alasan pemilihan material-material yang digunakan. Dengan begitu, konsumen dapat menyesuaikan dengan kebutuhan serta keinginannya. “Meski tidak tertulis jelas dalam media apapun yang digunakan, konsumen harus berinisiatif untuk menanyakan secara langsung. Apalagi jika memang tidak dijelaskan oleh pengelola sebelum membahas penawaran dan proses selanjutnya,” imbuhnya. (AYU KHAZMI/AKROM HAZAMI)

Samakan Persepsi Ketika Menghitung Luas Bangunan

Perumahan (e)KUDUS – Untuk membuat atau membeli rumah tentunya membutuhkan ukuran detail, dari panjang, tinggi dan lebar. Secara umum, juga akan mendapatkan ukuran luas bangunan dan luas tanah. Ukuran tersebutlah yang akan digunakan sebagai dasar untuk pembangunan rumah.

Secara umum, bagian yang dipublikasikan adalah luas tanah serta bangunan. Bagi konsumen yang ingin membeli atau membangun rumah, tentunya akan melihat hal tersebut terpampang pada sebaran iklan dimedia manapun.

Namun tidak semua ukuran yang dimaksud pada setiap orang sama. Jupriyono, salah satu kontraktor serta Developer Griya Harmoni Kudus mengatakan, luas tersebut harus ditanyakan ulang pada pihak pengelola. “Sebab tidak semua menganut ukuran yang sama, terutama untuk luas bangunan, ” ujarnya.

Menurutnya, luas bangunan adalah ukuran yang menyatakan lebar serta panjang bangunan inti. Seperti ruang makan, dapur, kamar tidur, kamar mandi, ruang tamu serta ruangan lain yang terletak dalam satu bidang bangunan. “Teras depan rumah tidak termasuk, sebab teras berada diluar batas bangunan dalam rumah,” jelasnya.

Pada beberapa orang, luas bangunan tersebut juga termasuk teras karena dianggap sebagai bagian dari rumah yang terletak dalam satu atap.

Jupriyono menambahkan, memang ukuran tersebut bisa saja digunakan. Untuk itu, dirinya mengimbau agar masyarakat menanyakan kembali batas luas bangunan sebelum membeli atau mendesainnya.

“Dikhawatirkan nantinya jika konsumen tidak merasa puas karena ketidak sesuaian antara yang diharapkan,” terangnya.

Jika dibiarkan, maka akan menimbulkan permasalahan dikemudian hari. Padahal hal tersebut hanya masalah perbedaan pendapat mengenai batasan ukuran. (AYU KHAZMI/KHOLISTIONO)

Awas! Dinding Basah Dapat Mempercepat Pelapukan

Salah satu perumahan. Waspada dengan dinding basah, karena dapat mempercepat pelapukan (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

KUDUS – Rumah yang kuat dan tahan lama bergantung dipengaruhi banyak hal. Dimulai dari proses pengerjaan, ketepatan pemilihan material dan profesional pekerja. Ketiganya dapat direncanakan dengan baik sebelum pembangunan rumah agar dapat menikmati hunian dengan nyaman bersama keluarga dalam jangka waktu lama.

Namun, terkadang masih banyak ditemukan kendala lain meski sudah mempersiapkan ketiga hal tersebut, seperti masalah perawatan rumah. Pada rumah yang telah lama dihuni akan mulai muncul jamur pada dinding bagian luar.

“Penyebabnya adalah kelembaban udara dan perubahan cuaca yang membuatnya basah pada musim penghujan. Sehingga dinding menjadi basah ,” ujar Noor Chaeron Pemilik Perumahan Candi Cluster.

Dinding yang basah merupakan penyebab utama timbulnya berbagai macam jenis jamur. Jika dibiarkan, maka jamur akan berkembang semakin banyak hingga menutupi dinding.

Pada dasarnya, jamur yang menempel akan merusak struktur bata dan semen. “Sebab akar jamur akan menembus pondasi dinding sehingga membuat dinding menjadi rapuh,” jelasnya.

Hal tersebut masuk dalam peristiwa ilmiah, yaitu pelapukan yang disebabkan karena makhluk hidup. Sehingga, untuk mengurangi resiko pelapukan, pemilik rumah harus selalu melakukan perawatan.

Dalam jangka waktu lama, lanjutnya, dinding akan mengalami keropos dan rentan ambruk. Jika hanya salah satu sisi dinding yang ambruk, maka bagian lain seperti atap juga akan runtuh.

“Dan itu bisa membahayakan seluruh orang didalam rumah. Untuk itu perawatan juga sangat penting agar rumah tetap nyaman dihuni, “pungkasnya. (AYU KHAZMI/KHOLISTIONO)

Jangan Terburu-buru Tergiur Diskon Besar-besaran Harga Perumahan, Kenapa?

Ilustrasi

Ilustrasi

KUDUS – Membeli rumah bisa jadi pilihan tepat bagi seseorang. Selain bisa langsung dihuni, prosesnya jelas lebih mudah dibandingkan harus membuat rumah sendiri.

Apalagi melihat kondisi saat ini dengan perkembangan bisnis didunia properti membuat konsumen menjadi lebih mudah memilih. Banyaknya pilihan perumahan yang ditawarkan dengan keunggulan masing-masing juga menarik konsumen untuk membeli rumah siap huni.

Namun, dengan banyaknya pilihan yang ada, juga memiliki sisi kekurangan. Konsumen harus lebih cekatan dalam memilih perumahan yang baik. Nicodemus Adiputra Wijaya, Direktur Perumahan Persada Regency Kaliwungu mengatakan, banyak hal yang dilakukan oleh pebisnis untuk menarik minat konsumen. Yang biasa menjadi sorotan adalah masalah harga dengan pemberian potongan harga.

“Promo atau potongan harga biasanya memang sangat menarik bagi konsumen yang sedang mengincar rumah, ” ujarnya.

Dirinya menambahkan, potongan harga yang terlalu besar justru harus diwaspadai. Bisa jadi harga yang ditawarkan sebelumnya lebih mahal dari harga pada umumnya. “Meski saat itu sedang ada potongan harga, akan tetapi dapat diperkirakan bahwa perumahan tersebut memiliki tujuan komersial yang melebihi semestinya, ” jelasnya.

Justru pada perumahan yang hanya memberikan sedikit potongan dapat diperkirakan sudah harga pasaran. Sehingga, tidak memungkinkan untuk menurunkan harga terlalu banyak.

Sebagai pertimbangan, dapat pula melihat spesifikasi lengkap dan memperkirakan harga. Apakah sudah sesuai atau belum.

“Jadi jangan mudah tergiur dengan melihat tawaran potongan harga yang sangat besar. Tetap harus dipertimbangkan dengan matang sebelum membelinya, ” imbuhnya.  (AYU KHAZMI/KHOLISTIONO)