Dandim dan Puluhan Anggota Kodim 0717 Purwodadi Bantu Petani Tanam Padi

Dandim 0717 Purwodadi Letkol Arh Jan Piter Gurning bersama anggota dan Kabid Tanaman Pangan Dipertan TPH Grobogan Ahmad Zulfa Kamal ikut membantu petani tanam padi. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Dandim 0717 Purwodadi Letkol Arh Jan Piter Gurning bersama anggota dan Kabid Tanaman Pangan Dipertan TPH Grobogan Ahmad Zulfa Kamal ikut membantu petani tanam padi. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Pemandangan cukup aneh terlihat di areal sawah di Desa Rajek, Kecamatan Godong, Rabu (30/3/2016). Dimana, banyak orang berseragam tentara yang berada di tengah persawahan. Keberadaan anggota TNI itu ternyata dalam rangka ikut menanam padi bersama petani setempat.

Acara tanam padi antara TNI dan petani juga dihadiri Dandim 0717 Purwodadi Letkol Arh Jan Piter Gurning dan Kabid Tanaman Pangan Dipertan TPH Grobogan Ahmad Zulfa Kamal.
Dandim dan Zulfa dalam kesempatan itu juga ikut membantu menanam padi. Usai tanam padi, Dandim bahkan sempat mencoba mengemudikan hand traktor untuk mengolah sawah milik petani setempat.

”Kegiatan ini dilakukan untuk menyukseskan program swasembada pangan yang digalakan pemerintah. Salah satunya dengan melakukan penambahan luasan tanam padi musim tanam kedua (MT II),” ungkap Gurning, usai melakukan penanaman padi bareng petani.

Menurutnya, untuk wilayah Grobogan, penambahan luasan tanam sebanyak 117 hektare itu dilakukan di tiga kecamatan. Yakni Godong seluas 77 hektare, Tawangharjo (30 hektare), dan Gubug (10 hektare).

”Kegiatan ini tidak hanya dilakukan jajaran Kodim 0717 Purwodadi. Tetapi ada 7 kodim lainnya di Jawa Tengah yang melangsungkan kegiatan serupa,” terangnya.

Dengan penambahan luasan tanam tersebut, Gurning berharap dapat meningkatkan jumlah produksi padi. Sehingga, target produksi yang ditetapkan dapat dicapai.

Sementara itu, Kabid Tanaman Pangan Dipertan Grobogan Ahmad Zulfa Kamal menambahkan, penambahan luasan tanam itu dilakukan pada Maret ini untuk mempercepat produksi. Rencana penanaman semestinya dilakukan pada April mendatang. Percepatan itu diharapkan dapat menambah produksi padi pada tahun 2016.

Editor : Titis Ayu Winarni

Pastikan Tepat Sasaran, Calon Penerima Bantuan Benih Jagung Diverifikasi Ulang

Para pengurus LMDH sedang mendapat pengarahan terkait pelaksanaan verifikasi buat calon penerima bantuan benih jagung. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Para pengurus LMDH sedang mendapat pengarahan terkait pelaksanaan verifikasi buat calon penerima bantuan benih jagung. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (Dipertan TPH) Grobogan akan melangsungkan verifikasi ulang terhadap calon penerima penerima bantuan benih jagung yang akan ditanam di kawasan hutan. Hal itu itu dilakukan untuk memastikan data calon penerima dan calon lokasi (CPCL) sudah sesuai ketentuan.

”Verifikasi yang kita lakukan ini bukan bertujuan mempersulit. Tetapi guna memastikan bantuan nanti tepat pada sasaran sehingga tidak memunculkan persoalan dikemudian hari,” ungkap Kabid Tanaman Pangan Dipertan TPH Grobogan Ahmad Zulfa Kamal saat menggelar pertemuan dengan perwakilan LMDH di Aula Perhutani KPH Purwodadi, Kamis (26/2/2016).

Hadir dalam kesempatan itu, Administratur KPH Purwodadi Damanhuri dan KSS P3K Perhutani Divre Semarang Marwanto. Acara pertemuan dihadiri 40 LMDH di empat KPH yang masuk wilayah Grobogan. Yakni, KPH Purwodadi, KPH Gundih, KPH Semarang, dan KPH Telawa.

Menurut Kamal, terkait dengan verifikasi itu, semua LMDH diminta segera menyodorkan daftar nama dan alamat anggotanya serta melampirkan fotokopi KTP. Kemudian data itu juga dilengkapi dengan luasan lahan yang akan digarap dan varietas jagung yang diinginkan petani. Daftar anggota itu selanjutnya perlu diketahui pihak kepala desa dan diteruskan pada Dipertan TPH.

”Kami harapkan data dari LMDH ini secepatnya diserahkan untuk segera kita verifikasi lapangan. Soalnya, pada Maret nanti kita targetkan bantuan benih jagung bisa mulai disalurkan,” katanya.

Administratur KPH Purwodadi Damanhuri menyatakan, luas areal hutan di wilayah Grobogan untuk komoditas jagung yang akan dapat bantuan benih sebanyak 10.815 hektare. Masing-masing, 1.944 hektare di KPH Purwodadi, 3.361 hektare di KPH Gundih, 4.025 di KPH Semarang, dan 1.248 hektare di KPH Telawa.

”Sekitar 125 LMDH yang terlibat dalam penanaman jagung di kawasan hutan ini. Kami berharap, verifikasi CPCL ini bisa cepat selesai agar bantuan benih bisa segera diterima petani,” ujar Damanhuri didampingi KSS P3K Perhutani Divre Semarang Marwanto.

Editor : Titis Ayu Winarni

Hasil Produksi Melon Grobogan Bakal Menembus Swalayan

Para petani mendapatkan sosialisasi berkaitan dengan kerja sama yang akan dilakukan dengan penyalur. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Para petani mendapatkan sosialisasi berkaitan dengan kerja sama yang akan dilakukan dengan penyalur. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Hasil panen melon para petani di Grobogan dalam waktu dekat akan mudah ditemukan di pasar besar, yaitu mal dan swalayan. Hal ini menyusul adanya kerja sama yang dilakukan Dinas Pertanian TPH Grobogan dengan PT Cengkeh Zanzibar serta para petani melon. Perusahaan ini, merupakan salah satu penyalur aneka buah-buahan ke pasar modern.

Kepala Dinas Pertanian TPH Grobogan Edhie Sudaryanto menyatakan, proses kerja sama dimulai dengan melibatkan 80 petani dari 8 kelompok tani di beberapa kecamatan untuk menanam komoditas melon. Para petani nantinya mendapatkan bantuan benih, pupuk, obat-obatan yang dananya bersumber dari APBN.

”Total areal tanaman melon melalui progam ini luasnya sekitar 40 hektare. Kita rencanakan, tanaman melon bisa mulai ditanam bulan April mendatang,” jelas Edhie didampingi Kabid Hortikultura Imam Sudigdo saat menyampaikan sosialisasi dengan para petani melon di Aula Dipertan TPH Grobogan, Kamis (18/2/2016).

Acara tersebut juga dihadiri Direktur PT Cengkeh Zanzibar Gunawan Setyadji dan Manajer Pemasaran Edi Kurniawan.

Dijelaskan, digandengnya perusahaan penyalur itu punya beberapa tujuan. Antara lain, menjamin kepastian penjualan melon yang dihasilkan para petani.  Dengan menggandeng penyalur, petani juga akan terhindar dari ketidakpastian harga. Khususnya, saat berlangsung panen raya yang seringkali menyebabkan anjloknya harga jual. Sebab harga yang ditentukan penyalur dinilai relatif stabil dalam segala kondisi.

”Selain itu, kita ingin agar melon dari Grobogan bisa menembus pasar yang lebih besar. Selama ini, melon kita lebih banyak terserap di pasar lokal. Kalau bisa berhasil menembus pasar besar maka keberadaan melon dari Grobogan akan lebih dikenal,” jelasnya.

Ia menambahkan, saat ini, produksi melon di Grobogan mencapai 16.000 ton per tahun. Adapun luas lahan melon ada sekitar 800 hektare yang tersebar di beberapa kecamatan. Hasil produksi melon Grobogan ini menjadi yang terbesar di level Jawa Tengah.

Editor : Titis Ayu Winarni

Ssttt…Mentan dan THL Penyuluh Pertanian Grobogan Bikin Janjian di Bulan April

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sedang mengamati tanaman padi milik petani di Desa Klampok, Kecamatan Godong (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sedang mengamati tanaman padi milik petani di Desa Klampok, Kecamatan Godong (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bikin komitmen dengan tenaga harian lepas (THL) Penyuluh Pertanian yang ada di Grobogan saat melangsungkan panen padi di Desa Klampok, Kecamatan Godong, Rabu (3/2/2016).

Komitmen secara lisan itu diungkapkan menanggapi usulan Bupati Grobogan Bambang Pudjiono yang memohon agar para THL itu bisa diperjuangkan jadi PNS. Sebab, kinerja mereka selama ini dinilai cukup bagus dalam mengawal peningkatan berbagai komoditas pertanian di Grobogan. Khususnya, komoditas padi, jagung, dan kedelai.

“Beban kerja para penyuluh ini juga cukup berat. Dimana, satu orang bisa bertanggung jawab untuk 1.000 hektare lahan. Oleh sebab itu, saya berharap agar mereka bisa diangkat jadi PNS,” ungkap Bambang yang disambut tepuk tangan meriah dari para THL yang hadir disitu.

Menanggapi permintaan itu, Amran meminta agar menunggu kondisi pada April mendatang. Jika nanti hasil panen meningkat, maka permintaan itu akan diperjuangkan. Sebab, sebelumnya Amran menyatakan sudah sempat membahas masalah itu dengan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara.

“Jadi kita janjian nanti dibulan April. Kita lihat dulu, hasil panennya meningkat apa tidak. Setelah itu baru kita bicarakan lebih lanjut. Soal bantuan sarana dan peralatan pertanian nanti akan kita tambah lagi buat Grobogan,” katanya.

Rombongan mentan yang datang menggunakan helikopter tiba di lokasi panen padi sekitar pukul 16.15 WIB. Hanya sekitar 30 menit saja, mentan berada disitu.

Editor : Kholistiono

Ratusan Peralatan Pertanian Bakal Disalurkan Pada Kelompok Tani di Grobogan

Bantuan mesin tanam padi atau transplanter buat kelompok tani tiba di Kantor Dipertan TPH Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Bantuan mesin tanam padi atau transplanter buat kelompok tani tiba di Kantor Dipertan TPH Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Pada awal tahun 2016, sejumlah kelompok tani di berbagai wilayah bakal mendapatkan bantuan peralatan pertanian dari Kementerian Pertanian. Antara lain, berupa traktor dan mesin tanam padi atau transplanter. Saat ini, bantuan peralatan itu sudah berada di Kantor Dinas Pertanian TPH Grobogan dan segera diserahkan pada penerima.

”Bantuan mesin dan peralatan ini dari pusat dan sejak beberapa hari lalu sudah dikirimkan ke sini. Rencananya, bantuan buat kelompok tani itu akan diserahkan Menteri Pertanian saat berkunjung ke sini tanggal 3 Februari mendatang,” Kata Kepala Dinas Pertanian TPH Grobogan Edhie Sudaryanto melalui Kabid Sarana dan Prasarana Tri Retno Indriati.

Dijelaskan, bantuan peralatan saat ini berupa 150 unit hand traktor dan 57 transplanter. Rencananya, dalam waktu dekat juga akan ada tambahan alokasi bantuan peralatan dari pusat untuk kelompok tani.

Pada tahun 2015 lalu, banyak bantuan peralatan yang disalurkan pada petani. Antara lain, 121 unit pompa air, 118 hand traktor, 6 traktor roda empat, dan 35 transplanter. Sementara itu, Bupati Grobogan Bambang Pudjiono menyatakan, pada tahun lalu, Grobogan dapat prestasi juara nasional dalam bidang upaya khusus ketahanan pangan. Atas prestasi ini, para petani mendapatkan banyak bantuan peralatan pertanian dari kementerian pertanian agar hasil panen bisa terus ditingkatkan. Seperti hand traktor, traktor roda empat, pompa air, dan mesin tanam padi.

”Selain itu, bantuan pembuatan sarana dan prasarana pertanian juga banyak kita dapat. Antara lain, pembangunan jaringan irigasi maupun jalan usaha pertanian. Dengan adanya bantuan ini kami minta para petani untuk membantu program pemerintah dalam menciptakan swasembada pangan nasional. Caranya, dengan berupaya untuk terus meningkatkan produksi atau hasil panen,” tegasnya.

Editor : Titis Ayu Winarni

Digerojok Bantuan Peralatan, Petani Grobogan Diminta Tingkatkan Hasil Panen

Wabup Grobogan jajal traktor roda empat (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Wabup Grobogan jajal traktor roda empat (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Para petani diminta untuk membantu program pemerintah dalam menciptakan swasembada pangan nasional. Caranya, dengan berupaya untuk terus meningkatkan produksi atau hasil panen.

Hal itu disampaikan Wakil Bupati Grobogan Icek Baskoro saat menyerahkan bantuan peralatan pertanian pada petani di Kantor Dinas Pertanian TPH, hari ini.

Menurutnya, pada tahun ini Grobogan dapat prestasi juara nasional dalam bidang upaya khusus ketahanan pangan. Atas prestasi ini, para petani mendapatkan banyak bantuan peralatan pertanian dari Kementerian Pertanian agar hasil panen bisa terus ditingkatkan. Seperti hand traktor, traktor roda empat, pompa air, dan mesin tanam padi.

”Selain itu, bantuan pembuatan sarana dan prasarana pertanian juga banyak kita dapat. Antara lain, pembangunan jaringan irigasi maupun jalan usaha pertanian,” ungkap Icek.

Adanya bantuan peralatan tersebut, akan mempercepat pengolahan tanah buat persiapan musim tanam. Dengan demikian, waktu yang diperlukan untuk persiapan bisa lebih singkat dibandingkan dengan memakai alat pengolah sawah saat ini.

”Saya harapkan dengan adanya bantuan peralatan ini, secara tidak langsung bisa meningkatkan produksi hasil pertanian. Tolong bantuan peralatan ini dimanfaatkan dan dirawat dengan baik,” pesan Icek.

Ditambahkan, selama ini, ada bebera komoditas pertanian yang jadi andalan. Yakni, padi, jagung dan kedelai. Khusus untuk komoditas jagung, hasil produksinya paling tinggi di Indonesia.

Sementara itu, Kabid Sarana dan Prasarana Dipertan TPH Grobogan Tri Retno Indriati menambahkan, pada tahun ini memang banyak bantuan peralatan yang disalurkan pada petani. Antara lain, 121 unit pompa air, 118 hand traktor, 6 traktor roda empat, dan 35 mesin tanam padi atau transplanter. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)

Idealnya, Satu Desa Terdapat Satu Penyuluh Pertanian

Bupati Grobogan kukuhkan penyuluh swadaya (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Bupati Grobogan kukuhkan penyuluh swadaya (MuriaNewsCom/Dani Agus)

GROBOGAN – Kadinas Pertanian TPH Grobogan Edhie Sudaryanto mengatakan, penunjukan penyuluh swadaya berasal dari kalangan petani sendiri. Yakni, petani yang punya kapabilitas dan kompetensi untuk melaksanakan kegiatan penyuluhan secara swadaya dan mandiri.

Sebelum ada penyuluh swadaya, jumlah petugas penyuluh di Grobogan ada 100 orang. Terdiri dari 51 penyuluh PNS dan 49 tenaga penyuluh harian lepas. Petugas sebanyak itu belum sebanding dengan jumlah desa sebanyak 280 desa.

“Kita memang masih kekurangan tenaga penyuluh. Idealnya tiap desa ada satu orang penyuluh,” imbuh Edhie didampingi Kabid Usaha Pertanian dan SDM Sunanto.

Pada pengukuhan penyuluh swadaya yang dilakukan siang tadi, Bupati Grobogan Bambang Pudjiono juga juga melantik Pengurus Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Grobogan periode 2015-2020. Dalam kepengurusan baru ini, sosok Suwardi kembali terpilih menjadi Ketua KTNA. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)

Siap-siap! Penyuluh Swadaya Bakal Menyebar ke Desa untuk Dampingi Petani

Bupati Grobogan kukuhkan penyuluh swadaya (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Bupati Grobogan kukuhkan penyuluh swadaya (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Sebanyak 61 penyuluh pertanian swadaya siang tadi dikukuhkan keberadaannya oleh Bupati Grobogan Bambang Pudjiono di Kantor Dipertan TPH setempat.

Para penyuluh swadaya ini nantinya akan disebar ke berbagai desa untuk memberikan bimbingan pada para petani.

Menurut bupati, keberadaan penyuluh saat ini memang sangat dibutuhkan. Sebab, jumlah penyuluh lapangan yang berstatus PNS makin berkurang, lantaran banyak yang sudah pensiun. Sementara, formasi pengisian tenaga PNS saat ini juga terbatas kuotanya.

”Salah satu solusi untuk mengatasi masalah ini adalah mengangkat penyuluh swadaya. Kita harapkan, dengan adanya penyuluh swadaya, para petani atau kelompok tani bisa lebih cepat terlayani jika ada kendala di lapangan,” tegas bupati.

Dijelaskan Bambang, pengangkatan penyuluh swadaya itu dasarnya mengacu pada UU No 16 tahun 2006 tentang Sistem Penyuluh Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan. Dimana, dalam peraturan itu menyatakan jika penyuluh pertanian terdiri dari unsur pemerintah, swasta dan swadaya. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)

Hebat Tenan, Pertanian Grobogan Bikin Tim Provinsi Kepincut

 Tim lomba Abdi Bakti Tani dari Provinsi Jateng melakukan penilaian di Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

GROBOGAN – Tim lomba Abdi Bakti Tani dari Provinsi Jateng Kamis (6/8) siang tadi melakukan penilaian di UPTD Dipertan TPH Kecamatan Godong.

Tim penilai yang terdiri empat orang itu menilai masalah administrasi dan tingkat pelayanan terhadap petani di wilayah Godong.

“Tim penilai ini berasal dari pegawai biro organisasi dan kepegawaian serta Bappeda Jateng. Satu lagi dari Universitas Satya Wacana Salatiga,” terang Kepala Dipertan TPH Grobogan Edhie Sudaryanto melalui Kabid Usaha Tani dan SDM Sunanto.

Menurutnya, selama ini UPTD Godong dinilai sudah berhasil memberikan pelayanan yang sangat baik pada petani sehingga layak diajukan dalam lomba tersebut. Di antaranya, menyediakan layanan peminjaman traktor gratis pada petani di Kecamatan Godong dan sekitarnya. Total ada 30 unit traktor yang bisa dipinjamkan pada petani.

Kemudian, pelayanan terhadap organisme pengganggu tanaman atau gangguan penyakit juga aktif diberikan petugas pada petani. Begitu ada kendala, petugas langsung datang ke lokasi untuk mengamati dan menentukan langkah penanganan yang harus dilakukan.

“Selain itu, peran penyuluh lapangan juga dinilai dalam lomba ini. Untuk kinerja penyuluh di UPTD Godong selama ini memang sudah bagus dan semoga kita bisa dapat hasil yang baik dalam lomba Abdi Bakti Tani,” imbuhnya. (DANI AGUS/AKROM HAZAMI)