Persipur Telan Kekalahan lawan PSBK di Laga Pamungkas Babak Play Off

Pemain Persipur saat melakukan latihan di Stadion Krida Bhakti, Purwodadi, Kabupaten Grobogan, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Grobogan – Ambisi Persipur untuk meraih angka di laga penghabisan babak play off liga 2, grup H gagal terwujud, Selasa (18/10/2017). Menghadapi PSBK Blitar di Stadion Gajayana, Malang, Persipur mengalami kekalahan 2-0.

Kedua gol dari PSBK semuanya tercipta pada babak kedua. Masing-masing oleh Angga Yudha pada menit ke-69, dan Safrizal Harahap menit ke-88.

Dengan hasil ini, Persipur hanya bisa mengemas satu angka dari tiga pertandingan yang dijalani. Satu poin didapat kala menahan imbang PSCS Cilacap tiga hari lalu. Sedangkan saat berlaga lawan PSIM Jogjakarta di laga perdana, Persipur mengalami kekalahan.

Hanya mengemas satu nilai membuat kans Persipur untuk bertahan di liga 2 makin berat. Soalnya, hanya juara grup dan runner up terbaik di babak play off yang punya kesempatan langsung untuk tetap bertahan. Sedangkan tim lainnya harus degradasi ke kasta dibawahnya.

“Dengan hasil yang kita dapat memang kans untuk bertahan cukup berat. Namun, soal degradasi atau tidak nanti kita tunggu keputusan resmi dari PSSI,” jelas pelatih Persipur Wahyu Teguh, usai pertandingan.

Wahyu mengaku, sudah berupaya semaksimal mungkin untuk memberikan hasil terbaik di babak play off. Namun, kenyataannya hanya satu angka yang bisa didapatkan.

“Kita sudah berupaya keras untuk bisa bertahan di liga 2. Dalam setiap pertandingan, kita sudah tampil habis-habisan. Namun, hasil akhirnya memang kurang memuaskan,” imbuhnya. 

Editor: Supriyadi

Ini Satu-satunya Harapan Persipur untuk Bisa Bertahan di Liga 2

Pemain Persipur melakukan latihan rutin di Stadion Krida Bhakti Purwodadi, Kabupaten Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, GroboganHanya mengemas satu angka dari dua pertandingan babak play off liga 2 memang membuat langkah Persipur untuk bertahan di Liga 2 makin berat. Namun, bukan berarti sudah tidak ada peluang sama sekali.

Kesempatan Persipur untuk bertahan di liga 2 masih terbuka. Caranya, dengan berupaya keras agar bisa menjadi runner up terbaik diantara peserta play off lainnya.

“Kesempatan masih ada. Satu-satunya harapan tinggal jadi runner up terbaik,” cetus manajer Persipur Budi Susilo, Selasa (17/10/2017).

Upaya menjadi runner up terbaik harus diwujudkan dalam laga pamungkas di grup H. Yakni, menghadapi PSBK Blitar, Rabu 18 Oktober besok.

“Laga terakhir besok harus bisa menang. Kita upayakan bisa menang dengan selisih gol yang besar sehingga jadi keuntungan saat menentukan posisi runner up terbaik,” jelasnya.

Menurut Budi, di grup H yang dihuni empat tim. Yakni, Persipur Purwodadi, PSIM Jogjakarta, PSCS Cilacap, dan PSBK Blitar. Dari empat tim ini, hanya PSIM yang sudah memastikan bertahan di liga 2 karena berhasil menang dalam dua pertandingan yang sudah dijalani.

Sementara itu, pelatih Persipur Wahyu Teguh menyadari, pertandingan lawan PSBK besok  dinilai sangat krusial. Sebab, hasilnya jadi penentu nasib Persipur selanjutnya. Terlebih, setelah dalam dua laga sebelumnya gagal meraih poin maksimal.

“Masih ada kesempatan dan tetap optimis. Laga terakhir dengan PSBK Blitar harus kita maksimalkan untuk dapat angka penuh,” cetusnya. 

Editor: Supriyadi

Lupakan Kekalahan, Persipur Bakal Tampil All Out Melawan PSCS

Pelatih Persipur Wahyu Teguh memberikan instruksi pada anak asuhnya saat latihan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, GroboganKekalahan perdana dari PSIM Jogjakarta dalam babak play off dua hari lalu sudah lewat. Selanjutnya, Persipur harus menatap pertandingan kedua melawan PSCS Cilacap, Minggu (15/10/2017) besok di Stadion Kanjuruhan, Malang.

“Hasil laga lawan PSIM sudah tidak kita pikirkan lagi. Sekarang, konsentrasi laga besok lawan PSCS,” cetus Pelatih Persipur Wahyu Teguh, Sabtu (14/10/2017).

Menghadapi PSCS, Wahyu menegaskan jika pemain bakal tampil all out. Hal itu seperti yang diperlihatkan saat menghadapi PSIM.

“Lawan PSIM kemarin kita mainnya bagus. Cuma hasil akhirnya kalah. Untuk pertandingan besok kita tetap tampil seperti biasa,” tegasnya.

Wahyu mengaku tidak menyiapkan strategi khusus meghadapi PSCS. Semua pemain diminta tampil semangat dan konsentrasi penuh selama 90 menit.

Selain itu, pemain juga diinstruksikan untuk menghindari kesalahan sendiri. Satu hal lagi, peluang yang didapat harus bisa dimaksimalkan untuk jadi gol.

Wahyu menyadari, pertandingan lawan PSCS dinilai sangat krusial. Sebab, hasilnya jadi penentu nasib Persipur selanjutnya. Terlebih, setelah dalam laga perdana gagal meraih poin.

“Masih ada kesempatan dan tetap optimis. Dua laga sisa harus kita maksimalkan untuk dapat angka penuh. Yakni lawan PSCS dan terakhir dengan PSBK Blitar,” cetusnya. 

Editor: Supriyadi

Persipur Telan Kekalahan di Laga Perdana Play Off Liga  2

Pemain Persipur saat melakoni laga beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, GroboganLangkah Persipur untuk lolos di babak play off liga 2 grup H kian berat. Hal ini setelah tim berjuluk Laskar Petir itu menelan kekalahan 2-1 dalam pertandingan perdana melawan PSIM Jogjakarta, Kamis (12/10/2017). Bentrok dengan PSIM dihelat di Stadion Kanjuruhan Malang.

Dalam laga tersebut, Persipur sudah tertinggal dua gol lebih dulu. Dua pemain PSIM mampu membikin gol saat pertangahan babak pertama.

Yakni, gol dari Hendrika Arga menit ke 14 dan Krisna Adi Darma di menit 23. Satu gol balasan Persipur dicetak Roberto E Sauyai menit 33 lewat sundulan.

“Secara permainan kita tidak kalah. Bahkan, babak kedua kita lebih menguasai pertandingan. Sayangnya, peluang yang didapat gagal dimanfaatkan maksimal,” ungkap Manajer Persipur Budi Susilo, usai pertandingan.

Meski menelan kekalahan, kans untuk lolos masih terbuka. Syaratnya, harus menang dalam dua laga sisa. Yakni, melawan PSCS Cilacap Minggu 15 Oktober dan meladeni PSBK Blitar pada Rabu 18 Oktober.

“Masih ada kesempatan. Dua laga sisa harus kita maksimalkan untuk dapat angka penuh,” cetusnya

Editor: Supriyadi

Waduh, Jadwal Pertandingan Persipur di Play Off Liga 2 Diundur

Pemain Persipur melakukan latihan rutin, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Grobogan – Pertandingan Persipur lawan PSIM Yogyakarta di babak play off Liga 2 yang sedianya digelar sore ini, akhirnya batal digelar. Hal ini menyusul adanya perubahan jadwal mendadak yang disampaikan PSSI bagi penghuni Grup H. Dalam grup ini ditempati empat tim, yakni Persipur, PSIM Yogyakarta, PSCS Cilacap, dan Persewangi Banyuwangi.

Informasi yang didapat menyebutkan, tertundanya pertandingan babak play off di Grup H ini terjadi seiring adanya protes dari PSBK Blitar. Tim dari kota kelahiran Presiden Pertama RI Soekarno itu protes karena merasa lebih berhak masuk dalam babak play off dibandingkan Persewangi Banyuwangi.

Dengan adanya protes ini, PSSI akan menggelar pertandingan PSBK lawan Persewangi Banyuwangi untuk memperebutkan siapa yang berhak masuk play off di Grup H. Pertandingan kedua tim dari Jawa Timur itu akan digelar Selasa (10/10/2017) besok di Stadion Kanjuruhan, Malang.

“Jadi kita masih menunggu dulu pertandingan antara PSBK lawan Persewangi. Harusnya sore tadi, kita tanding lawan PSIM Yogyakarta sesuai jadwal sebelumnya,” ungkap Pelatih Persipur Wahyu Teguh, Senin (9/10/2017).

Menurut Wahyu, sesuai jadwal terbaru, Persipur baru akan bertanding melawan PSIM, Kamis 12 Oktober di Stadion Kanjuruhan. Kemudian, Minggu 15 Oktober berlaga

melawan PSCS Cilacap. Kedua pertandingan ini akan digelar di Stadion Kanjuruhan, Malang mulai pukul 15.00 WIB.

Sedangkan pertandingan terakhir akan dilangsungkan Rabu 18 Oktober melawan pemenang antara PSBK dan Persewangi. Tempat pertandinganya digelar di Stadion Brantas, Kota Batu pada pukul 15.00 WIB. Laga terakhir sengaja dilangsungkan di tempat lain karena pada saat bersamaan, Stadion Kanjuruhan dipakai menggelar pertandingan PSIM melawan PSCS.

 

Editor : Akrom Hazami

Sambut Play Off, Tim Persipur Malam ini Bertolak Menuju Malang

Pemain Persipur saat melakoni latihan di Stadion Krida Bhakti Purwodadi. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, GroboganPemain dan offisial Persipur dijadwalkan bakal bertolak menuju Malang, Jawa Timur malam ini. Hal itu disampaikan Sekretaris Persipur Setiawan Djoko Purwanto saat bertemu wartawan, Sabtu (7/10/2017).

“Jadwal keberangkatan ke Malang sudah kita rencanakan malam nanti. Saya, berangkat siang ini mendahului rombongan karena harus menyiapkan kebutuhan selama di Malang,” kata pria yang lebih akrab disapa Ndondot itu.

Diperkirakan, Minggu pagi besok, tim Persipur sudah tiba di Malang. Dengan demikian, mereka masih punya cukup waktu buat istirahat serta mempersiapkan pertandingan perdana babak Play Off liga 2 di grup H.

Sesuai jadwal dari PSSI, Persipur bakal menjalani laga perdana melawan PSIM Jogjakarta, Senin (9/10/2017). Bentrok lawan PSIM bakal digelar di Stadion Kanjuruhan, Malang mulai pukul 15.30 WIB.

“Senin sore kita main pertama. Oleh sebab itu, kita pilih berangkat Sabtu biar punya jeda untuk bersiap-siap,” jelas anggota DPRD Grobogan itu.

Pertandingan berikutnya bakal dilangsungan tiga hari kemudian melawan PSCS Cilacap, Kamis (12/10/2017). Laga kedua Persipur ini juga digelar di Stadion Kanjuruhan, Malang mulai pukul 15.00 WIB.

Untuk pertandingan pamungkas di grup H bakal digelar dalam waktu bersamaan tetapi lokasinya berbeda. Pada pertandingan terakhir, Persipur bakal meladeni Persewangi Banyuwangi.

Tempat pertandinganya digelar di Stadion Brantas, Kota Batu pada pukul 15.00 WIB. Laga terakhir sengaja dilangsungkan di tempat lain karena pada saat bersamaan, Stadion Kanjuruhan dipakai menggelar pertandingan PSIM melawan PSCS.

Dengan jadwal seperti itu maka tim Persipur akan tinggal selama sepekan di Malang. Hal itu dilakukan karena jarak Malang ke Purwodadi sangat jauh sehingga tidak memungkinkan kalau harus bolak-balik.

“Selama di Malang, kita nanti tidak tinggal di hotel. Tetapi, sewa home stay yang banyak terdapat di Malang,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Ini Jadwal Pertandingan Persipur dalam Babak Play Off Liga 2

Asisten Pelatih Persipur Wahyu Teguh sedang mendampingi pemainnya saat menggelar latihan di Stadion Krida Bhakti (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Jadwal pertandingan Persipur dalam babak play off liga 2 resmi dirilis. Sesuai jadwal tersebut, Persipur bakal menjalani laga perdana melawan PSIM Jogjakarta, Senin (9/10/2017). Bentrok lawan PSIM bakal digelar di Stadion Kanjuruhan, Malang mulai pukul 15.30 WIB.

Pertandingan berikutnya bakal dilangsungan tiga hari kemudian melawan PSCS Cilacap, Kamis (12/10/2017). Laga kedua Persipur ini juga digelar di Stadion Kanjuruhan, Malang mulai pukul 15.00 WIB.

Untuk pertandingan pamungkas di grup H bakal digelar dalam waktu bersamaan tetapi lokasinya berbeda. Pada pertandingan terakhir, Persipur bakal meladeni Persewangi Banyuwangi.

Tempat pertandinganya digelar di Stadion Brantas, Kota Batu pada pukul 15.00 WIB. Laga terakhir sengaja dilangsungkan di tempat lain karena pada saat bersamaan, Stadion Kanjuruhan dipakai menggelar pertandingan PSIM melawan PSCS.

“Pertandingan terakhir dilangsungkan dalam waktu yang sama. Makanya, salah satu partai pertandingan harus dialihkan ke lokasi lain. Kebetulan kita dapat jadwal pertandingan di Batu,” ungkap manajer Persipur Budi Susilo, Jumat (29/9/2017).

Pertandingan babak play off liga 2 memang digelar dengan sistem home turnamen. Setiap tim akan memainkan tiga pertandingan. Tim yang menempati peringkat pertama nantinya akan lolos degradasi atau tetap bertahan liga 2.

Editor: Supriyadi

Jelang Play Off, Persipur Gelar Laga Uji Coba dengan tim Porprov

Tim Persipur (kaos oranye) saat menjalani laga uji coba dengan tim Porprov di Stadion Krida Bhakti, Kamis (28/9/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Masih adanya waktu jelang pelaksanaan babak play off liga 2 dimanfaatkan pelatih Persipur Wahyu Teguh untuk meningkatkan performa anak asuhannya.

Salah satunya dilakukan dengan cara mengadakan laga persahabatan melawan tim Porprov Grobogan, Kamis (28/9/2017). Dalam laga yang dilangsungkan di Stadion Krida Bhakti tersebut, Persipur tampil dominan.

”Saya tidak melihat hasil akhir dalam laga uji coba ini. Tetapi, memantau performa tim secara keseluruhan,” kata Wahyu, usai pertandingan.

Menurut Wahyu, dalam uji coba itu, dia mencoba beberapa formasi pertandingan. Hal itu dilakukan untuk menghadapi lawan dalam play off yang punya karakter berlainan.

”Dalam pertandingan tadi, anak-anak sudah mampu menjalankan instruksi yang saya berikan. Meski demikian masih ada beberapa celah yang harus dibenahi. Masih ada waktu sebelum play off diputar,” jelasnya.

Seperti diketahui, dalam babak play off nanti, Persipur tergabung di grup H yang berisi 4 tim. Selain Persipur, di grup ini juga bercokol PSIM Jogjakarta, PSCS Cilacap dan Persewangi Banyuwangi.

”Lawan yang kita hadapi cukup berat. Untuk itu, saya sudah mencoba cari informasi tentang kekuatan tiga tim yang akan jadi lawan kita di play off,” cetus Wahyu.

Pertandingan babak play off nanti digelar dengan sistem home turnamen. Untuk grup H, pertandingannya dilangsungkan di Stadion Kanjuruhan Malang yang biasa dipakai jadi kandang Arema.

Babak play off akan diputar mulai 8-17 Oktober. Setiap tim akan memainkan tiga pertandingan. Tim yang menempati peringkat pertama nantinya akan lolos degradasi atau tetap bertahan liga 2.

Editor: Supriyadi

Jelang Play Off di Malang, Pelatih Persipur Mulai Kumpulkan Informasi Kekuatan Lawan

Pemain Persipur melakukan latihan beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Masih adanya waktu jelang pelaksanaan babak play off liga 2 dimanfaatkan pelatih Persipur Wahyu Teguh untuk menggali informasi kekuatan lawan. Seperti diketahui,

dalam babak play off nanti, Persipur tergabung di grup H yang berisi 4 tim. Selain Persipur, di grup ini juga bercokol PSIM Jogjakarta, PSCS Cilacap dan Persewangi Banyuwangi.

”Lawan yang kita hadapi cukup berat. Untuk itu, saya sudah mencoba cari informasi tentang kekuatan tiga tim yang akan jadi lawan kita di play off,” kata Wahyu Teguh, Senin (25/9/2017).

Dari informasi yang sudah didapat, ketiga lawannya punya kemampuan yang berimbang. Oleh sebab itu, butuh perjuangan keras untuk bisa mengalahkan ketiga tim tersebut.

”Kualitasnya ketiga lawan imbang. Meski demikian, kita optimis dalam play off nanti,” cetusnya.

Menurut Wahyu, pertandingan babak play off digelar dengan sistem home turnamen. Untuk grup H, pertandingannya dilangsungkan di Stadion Kanjuruhan Malang yang biasa dipakai jadi kandang Arema.

Babak play off akan diputar mulai 8-17 Oktober. Setiap tim akan memainkan tiga pertandingan. Tim yang menempati peringkat pertama nantinya akan lolos degradasi atau tetap bertahan liga 2.

Editor: Supriyadi

Tampil Perkasa, Persipur Libas Persipon di Laga Terakhir

Ekspresi striker andalan Persipur Albebta Dewangga Santosa usai mencetak gol buat timnya di menit ke 43, Senin (11/9/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Penampilan istimewa diperlihatkan Persipur di laga terakhir kompetisi Liga 2, Senin (11/9/2017). Meladeni Persipon Pontianak di Stadion Krida Bhakti Purwodadi, tim asuhan Wahyu Teguh tampil perkasa. Hasilnya, tim berjuluk Laskar Petir mampu unggul 3-1.

“Pertandingan ini merupakan penentuan langkah kita selanjutnya. Sejak awal, anak-anak sudah saya tekankan harus dapat tiga poin. Alhamdulillah, kemenangan akhirnya bisa kita dapat,” kata Wahyu Teguh.

Dalam laga yang disaksikan sekitar 3 ribu penonton itu, Persipur langsung tampil menggebrak sejak peluit kick off dibunyikan. Pada menit-menit awal, sedikitnya ada tiga peluang emas yang didapat. Satu peluang bahkan sempat mengenai mistar gawang lawan.

Terus menekan, gol yang ditunggu baru lahir di menit ke-28 melalui tendangan bebas dari luar kota pinalti. Gelandang Persipur Ono Obeth Munipa yang bertindak jadi eksekutor, sukses mengecoh Daeng Lukman, kiper Persipon.

Dua menit sebelum jeda pertandingan, skuad berjuluk Laskar Petir mampu menambah keunggulan. Kali ini, giliran striker andalan Albebta Dewangga Santosa yang mencatatkan namanya di papan skor.

Setelah unggul dua gol, penampilan Persipur sedikit menurun di awal babak kedua. Pada awal babak kedua, Persipon yang sudah ketinggalan dua gol terus melancarkan serangan. Upaya memperkecil ketinggalan akhirnya berhasil dilakukan setelah Septa Lingga Prasetyo mampu membikin gol menit ke-64.

Terciptanya gol balasan yang merubah kedudukan jadi 2-1 ini sempat membikin kubu Persipur deg-degan. Namun kondisi tegang ini harnya berlangsung lima menit saja.

Soalnya, pada menit ke-69, lagi-lagi pemain asal Papua Ono Obeth Munipa berhasil bikin gol lewat tendangan spekulasi dari luar kotak pinalti. Kedudukan pun berubah jadi 3-1 hingga pertandingan usai.

Manajer Persipur Budi Susilo menyatakan, setelah laga ini, posisi Persipur di klasemen akhir menempati urutan keempat. Dengan demikian, nantinya Persipur masih harus menjalani laga play off untuk memperebutkan tiket bertahan di liga 2.

“Untuk urutan kelima sampai terakhir, langsung degradasi. Sedangkan urutan ketiga dan keempat masih menjalani play off dulu. Jadwalnya akan diumumkan dalam waktu dekat,” katanya.

Editor: Supriyadi

Tampil dengan 10 Pemain, Persipur Tahan Imbang Sragen United

Penyerang Persipur Ilham Wibisono mendapat pengawalan ketat dari pemain Sragen United sepanjang pertandingan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Tampil di kandang sendiri, Stadion Krida Bhakti Purwodadi, Persipur gagal meraih poin penuh saat menjamu Sragen United, Minggu (27/8/2017). Pertandingan yang berlangsung dalam tempo tinggi itu, akhirnya berkesudahan imbang tanpa gol.

Dalam laga tersebut, Persipur harus berjibaku nyaris 90 menit demi mendapatkan satu angka. Hal ini disebabkan ganjaran kartu merah yang didapat pemain Persipur Roberto E Sauyi saat pertandingan baru berjalan 7 menit.

Pemain bernomor punggung 23 diberikan kartu merah karena bersitegang hingga akhirnya menampar salah satu pemain lawan.

Meski tampil dengan 10 pemain, namun permainan Persipur justru bisa berkembang. Berulang kali, peluang berhasil didapat. Sayangnya, penyelesaian akhir yang kurang maksimal menjadikan peluang itu gagal membuahkan gol.

“Pertandingan kali ini merupakan perjuangan paling berat. Praktis kita hanya punya 10 pemain sejak menit awal. Oleh sebab itu, hasil imbang ini patut kita syukuri,” cetus pelatih Persipur Wahyu Teguh.

Selain menegangkan, laga yang disaksikan sekitar 5.000 penonton juga berlangsung keras. Berulangkali pelanggaran keras dilakukan tim tamu.

Dalam laga itu, wasit Moh Masrukin dari Malang mengeluarkan satu kartu merah dan enam kartu kuning. Dari tim tamu, ada lima pemainnya yang diganjar kartu kuning dan satu lagi buat Persipur.

Dari kubu Sragen United terlihat cukup kecewa dengan hasil imbang tanpa gol. Sejak awal, mereka menargetkan bisa meraih angka penuh dalam laga tersebut.

“Kesempatan meraih kemenangan sebenarnya cukup terbuka karena lawan main 10 pemain. Sayang, keuntungan ini tidak bisa dimanfaatkan dengan baik,” kata Pelatih Sragen United Eko Firmandoyo.

Editor : Ali Muntoha

Persipur Target Poin Penuh Lawan Sragen United

Pemain Persipur saat melakoni latihan di Stadion Krida Bhakti Purwodadi. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Grobogan – Satu tugas berat kembali dijalani Persipur, Minggu (27/8/2017). Yakni, Laskar Petir akan menjamu Sragen United di Stadion Krida Bakti Purwodadi.

Meski saat ini Persipur di urutan keempat klasemen sementara, namun posisinya belum 100 persen aman ancaman degradasi. Sebab, masih ada dua tim lainnya yang juga punya peluang bertahan di Liga 2. Yakni, Sragen United dan PPSM Magelang.

Oleh sebab itu, laga melawan Sragen United jadi pertandingan penentuan. Kalau sampai seri, apalagi kalah, maka kans bertahan makin kecil. “Laga lawan Sragen besok sangat krusial. Oleh sebab itu, pemain kita minta tampil habis-habisan untuk meraih kemenangan,” tegas manajer Persipur Budi Susilo, Sabtu (27/8/2017).

Baik Persipur maupun Sragen United dan PPSM Magelang, sama-sama sudah menjalani 12 pertandingan. Persipur memiliki poin 14. Sementara Sragen punya  poin 13 dan berada persis di bawah Persipur. Sedangkan PPSM berada di urutan keenam dengan poin 12.

“Kita hanya terpaut satu angka dengan Sragen dan dua angka dari PPSM. Jadi, dengan selisih nilai tipis ini maka tidak ada jalan lain kecuali meraih kemenangan dalam pertandingan besok,” cetus Budi.

Sementara itu, Pelatih Persipur Wahyu Teguh juga memahami kondisi saat ini. Target tiga pon jadi harga mati saat bentrok dengan Sragen United. Dalam laga melawan besok, Wahyu mengaku tidak meramu taktik khusus. Dia minta pemain konsentrasi penuh sepanjang 90 menit dan memanfaatkan peluang sebaik mungkin.

“Kita akan tampil seperti biasanya. Semua pemain harus fokus ke pertandingan dan jangan sampai bikin kesalahan sendiri,” ucap Wahyu.

 

Editor : Akrom Hazami

Menang di Kandang Persiba, Persipur Jauhi dari Zona Degradasi

Striker andalan Persipur Albebta Dewangga Santosa (29) jadi pahlawan kemenangan Persipur saat bentrok dengan Persiba Bantul, Sabtu (19/8/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Target Persipur meraih kemenangan berhasil digapai, Sabtu (19/8/2017). Bertanding di kandang Persiba Bantul, skuad Laskar Petir mampu unggul tipis 1-0 dalam “bentrok” yang dihelat di Stadion Sultan Agung.

Kemenangan yang sudah dinantikan tak ayal disambut gegap gempita oleh pemain dan ofisial Persipur. Bahkan, ratusan suporter Persipur yang ikut nglurug ke Bantul juga larut dalam kegembiraan.

Alhamdulillah, akhirnya menang. Kemenangan ini sangat penting artinya dan makin membuka kesempatan untuk tetap bertahan di liga 2,” kata Aan Koes, tifosi Persipur.

Dalam laga itu, striker Persipur Dewangga layak dinobatkan sebagai man of the match. Sebab, satu-satunya gol kemenangan yang tercipta dalam laga ini dilesakkan pemain bernama lengkap Albebta Dewangga Santosa itu pada menit ke-28.

“Anak-anak tampil luar biasa sore ini. Khususnya, Dewangga layak dapat apresiasi tersendiri. Saya sangat salut dengan kegigihan pemain untuk mendapatkan tiga angka,” kata manajer Persipur Budi Susilo.

Torehan tiga angka dinilai Budi sangat berarti. Dengan kemenangan itu, posisi Persipur di klasmen sementara naik ke peringkat empat dengan poin 14. Sebelumnya, posisi Persipur berada di urutan keenam.

Meski baru saja dapat tiga angka, namun Budi meminta para pemain tidak puas diri. Soalnya, masih ada dua laga sisa yang harus dijalani. Yakni, melawan Sragen United dan Persipon Pontianak.

“Kita masih punya dua laga lagi dan semuanya digelar di Purwodadi. Jadi, masih ada tugas berat yang harus kita jalani,” cetus Budi.

Editor : Ali Muntoha

3 Pertandingan Sisa jadi Penentuan Nasib Persipur

Pemain Persipur saat melakoni laga beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom0

MuriaNewsCom, Grobogan – Jurang degradasi dari Liga 2 saat ini mengancam Persipur. Pasalnya, dari klasemen sementara di grup 4, tim berjuluk Laskar Petir ini bercokol di urutan keenam. Sesuai regulasi yang dikeluarkan PSSI, tim yang aman dari degradasi maksimal berada pada urutan keempat.

Meski kondisinya cukup mengkhawatirkan, namun kans untuk lepas dari degradasi masih terbuka. Caranya, memaksimalkan tiga laga tersisa dengan torehan poin penuh. “Kesempatan untuk tetap bertahan di Liga 2 masih ada. Hal ini harus dimanfaatkan. Tiga laga ke depan harus bisa menang,” cetus Aryono, salah seorang tifosi Persipur.

Dari delapan tim di grup 4 ini, hanya ada tiga tim yang hampir bisa dipastikan tetap bertahan. Yakni, PSIS Semarang, Persis Solo, dan PSIR Rembang. Sementara tiga tim lainnya masih bersaing ketat memperebutkan satu tempat di posisi keempat. Yakni, Sragen United (13 poin) yang saat ini ada di urutan keempat, PPSM Magelang (12 poin) di urutan kelima dan Persipur yang punya 11 poin.

Dua tim lainnya tipis peluangnya untuk bertahan. Yakni, Persiba Bantul (4 poin) yang berada di juru kunci dan Persipon Pontianak (7 poin) di urutan ketujuh. Dari tiga laga tersisa, pertandingan paling dekat adalah melawat ke kandang Persiba Bantul (19/8/2017) mendatang. Selepas itu, Persipur bakal jadi tuan rumah saat menjamu Sragen United dan Persipon Pontianak.

“Masih ada peluang. Caranya, meraih poin penuh di tiga laga tersisa. Kalau ini bisa dilakukan maka kesempatan bertahan cukup besar. Disisi lain, kita harapkan rival kita kalah dalam laga sisa,” kata manajer Persipur Budi Susilo

Editor : Akrom Hazami

Persipur Takluk di Solo

Pemain Persipur saat menahan bola saat laga melawan Persis Solo, Minggu. (Instagram Persipur) 

MuriaNewsCom, Grobogan – Upaya Persipur untuk keluar dari zona degradasi makin berat. Hal ini menyusul kekalahan Persipur saat berlaga melawan Persis Solo, Minggu (13/8/2017).

Dalam laga yang dihelat di Stadion Manahan itu, Persipur sudah ketinggalan 2-0 di babak pertama. Kemudian, pada babak kedua lagi-lagi ada 2 gol yang kembali bersarang di gawang tim berjuluk Laskar Petir tersebut. 

Pada pertandingan tersebut, penampilan Persipur sangat beda dari biasanya. Praktis sepanjang 90 menit, tuan rumah mendikte permainan. Hasilnya, Persis mampu unggul telak 4-0.

Pelatih Persipur Wahyu Teguh mengakui jika penampilan timnya berada di bawah performa. Tidak biasanya, timnya mudah dikalahkan lawan.

“Ini adalah kekalahan dengan skor paling banyak sepanjang kompetisi ini. Anak-anak tampil antiklimaks,” katanya.

Menurut Wahyu, setelah kebobolan dua gol di babak pertama, berbagai perubahan strategi sudah coba dilakukan. Namun, pelaksanaan di lapangan tidak berjalan sesuai harapan.

“Saya akui, hari ini kita tampil kurang maksimal,” jelasnya. 

Editor : Akrom Hazami 

 

Ketajaman Dewangga Diandalkan Saat Persipur Lawan PPSM Magelang

Striker Persipur Albebta Dewangga mendapat pengawalan ketat saat pertandingan dengan PPSM Magelang pada pertemuan pertama, Mei lalu di Purwodadi. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Tim Persipur kembali akan turun lapangan menjalani laga lanjutan Liga 2, Minggu (6/8/2017) besok. Kali ini, tim besutan Wahyu Teguh akan melakoni laga tandang melawan tuan rumah PPSM Magelang.

Meladeni PPSM, para pemain ditarget bisa memetik poin demi mengamankan posisi di klasemen sementara. “Kita akan berupaya untuk bisa mencuri poin di Magelang. Minimal, harus bisa satu poin ,” cetus Wahyu Teguh.

Dalam laga melawan PPSM, striker Persipur Albebta Dewangga bakal diandalkan untuk mengoyak gawang lawan. Pada pertemuan pertama di Purwodadi, Persipur berhasil menang 2-0. Satu gol kemenangan dicetak striker bernomor punggung 29 itu.

“Kita harapkan Dewangga bisa tampil prima besok. Namun, kontribusi pemain lainnya juga kita harapkan demi mendapatkan poin di Magelang,” kata Wahyu.

Wahyu menegaskan, semua anak asuhnya dalam kondisi fit dan siap dimainkan melawan PPSM. Semangat pemain dinilai juga meningkat pascaraih kemenangan 1-0 saat menjamu PSIR Rembang, pekan lalu.

“Kondisi anak-anak tidak ada masalah. Semua pemain siap diturunkan,” katanya.

Manajer Persipur Budi Susilo meminta supaya timnya memanfaatkan pertandingan yang tersisa untuk mendulang angka sebanyak mungkin. Hal itu diperlukan guna menghindari degradasi ke kompetisi di level bawahnya.

Menurut Budi, sesuai ketentuan PSSI, dari setiap grup di Liga 2, tim yang menempati peringat 5 sampai terakhir bakal kena turun kasta. Artinya, tim yang aman adalah yang menempati maksimal urutan keempat.

Saat ini, peringkat Persipur dalam klasemen sementara menempati urutan keempat dengan poin 11. Puncak klasmen ditempati Persis Solo disusul PSIS Semarang dan PSIR Rembang.

Di bawah Persipur, menempel ketat Sragen United dengan poin 10. Di bawah Sragen ada PPSM Magelang yang punya nilai 9.

“Selisih nilai kita dengan Sragen dan PPSM cukup tipis. Makanya, pertandingan tersisa harus dimaksimalkan meraih angka untuk mengamankan posisi,” katanya.

Editor : Akrom Hazami

 

Persipur Harus Bisa Manfaatkan Pertandingan Sisa

Pemain Persipur melakukan latihan rutin di Stadion Krida Bhakti Purwodadi, Kabupaten Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Manajer Persipur Budi Susilo meminta supaya timnya memanfaatkan pertandingan yang tersisa untuk mendulang angka sebanyak mungkin. Hal itu diperlukan guna menghindari degradasi ke kompetisi di level bawahnya.

Menurut Budi, sesuai ketentuan PSSI, dari setiap grup di Liga 2, tim yang menempati peringat 5 sampai terakhir bakal kena turun kasta. Artinya, tim yang aman adalah yang menempati maksimal urutan keempat.

Saat ini, peringkat Persipur dalam klasemen sementara menempati urutan keempat dengan poin 11. Puncak klasmen ditempati Persis Solo disusul PSIS Semarang dan PSIR Rembang.

Di bawah Persipur, menempel ketat Sragen United dengan poin 10. Di bawah Sragen ada PPSM Magelang yang punya nilai 9.

“Selisih nilai kita dengan Sragen dan PPSM cukup tipis. Makanya, pertandingan tersisa harus dimaksimalkan meraih angka untuk mengamankan posisi,” katanya.

Budi menyatakan, Persipur masih punya lima pertandingan sisa. Terdekat melawat ke kandang PPSM Magelang. Selepas itu, Persipur masih melakoni laga dengan Persiba Bantul, Persis Solo, Sragen United, dan Persipon Pontianak.

 

Editor : Akrom Hazami

Persipur Terancam Kena Sanksi Denda dari PSSI

Pemain Persipur melakukan latihan rutin di Stadion Krida Bhakti Purwodadi, Kabupaten Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Sanksi berupa denda tampaknya bakal didapat Persipur pascabentrok dengan PSIR Rembang, Minggu (30/7/2017) lalu. Karena dalam laga di Stadion Krida Bhakti itu banyak kartu kuning yang dikeluarkan wasit.

Total kartu kuning yang dicabut wasit ada delapan. Yakni, enam kartu buat pemain Persipur dan dua kartu buat PSIR.

Kartu kuning buat Persipur masing-masing dilayangkan untuk Wahyu Hendra Pambudi menit (58), Jance Fernando Matindas (66), Roberto E Sauyai (60), dan Yohanes Edgard Rahawarin (74). Kemudian, kiper Persipur Kurnia Sandi dan pemain tengah Rizkiyana Muttaqin diberikan kartu pada masa injury time babak kedua.

Pemberian sanksi denda itu mengacu pada pertemuan pertama kedua kesebelasan di kandang PSIR Rembang. Setelah laga itu, Persipur kena denda Rp 10 juta karena dalam satu pertandingan dapat lima kartu kuning.

Sekretaris Persipur Setiawan Djoko Purwanto ketika dimintai komentarnya menyatakan, sejauh ini belum ada surat dari komdis PSSI terkait sanksi dari pertandingan kemarin. Ia bahkan belum mengetahui jika dalam laga tersebut ada enam pemainnya yang diganjar kartu kuning.

“Sesuai aturan kalau dapat lima kartu kuning dalam satu pertandingan memang bisa kena denda. Dalam pertemuan pertama dengan PSIR kita memang kena denda karena dapat lima kartu kuning,” jelasnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Main di Kandang, Persipur Menang Tipis atas PSIR

Pemain Persipur Purwodadi berusaha mempertahankan bola saat berhadapan dengan PSIR. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Target Persipur meraih kemenangan berhasil digapai, Minggu (30/7/2017). Bertanding di kandang sendiri, skuad Laskar Petir mampu unggul tipis 1-0 atas tamunya PSIR Rembang.Satu-satunya gol yang tercipta dalam laga ini dilesakkan striker Persipur Albebta Dewangga Santosa menit ke-32. Berawal dari umpan silang yang dikirim pemain sayap Yanto Kewer, bola lambung di depan gawang PSIR mampu disundul Dewangga hingga berbuah gol.

Ketinggalan satu gol, PSIR yang dalam laga pertama mampu main imbang dengan Persipur mencoba bangkit. Berulangkali, tim berjulu Laskar Dampo Awang itu mampu memberikan tekanan dan mendapat sejumlah peluang emas. Sayang, penyelesaian akhir yang kurang sempurna menjadikan peluang itu gagal menghasilkan gol kemenangan.

Jalannya pertandingan kedua kesebelasan yang disaksikan sekitar 5 ribu penonton berlangsung cukup keras. Indikasinya, ada 8 kartu kuning yang dilayangkan wasit I Dewa Komang Santika dalam laga itu. Sebanyak 6 kartu kuning untuk pemain Persipur dan 2 lainnya buat PSIR.

Kemenangan yang sudah dinantikan tak ayal disambut gegap gempita suporter, pemain dan ofisial Persipur. Bahkan, pelatih Persipur Wahyu Teguh tampak melakukan sujud syukur di tepi lapangan begitu wasit asal Cimahi, Jabar meniup peluit panjang.

“Alhamdulillah, akhirnya kita bisa dapat poin penuh sore ini. Pertandingan tadi cukup ketat. PSIR memberikan perlawanan sengit sampai akhir,” ungkapnya.

Dari pihak PSIR tampak kecewa dengan hasil tersebut. Kekalahan itu dinilai akibat kurang bagusnya kepemimpinan wasit. Hal itu disampaikan Asisten Manajer PSIR Bayu Indra saat jumpa pers usai pertandingan.

“Kita kalah oleh wasit. Itu saja komentarnya,” cetusnya.

Editor: Supriyadi

Jamu PSIR, Poin Penuh Wajib Diraih Persipur

Pemain Persipur melakukan latihan beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Persipur kembali akan menjalani laga lanjutan Liga 2, Minggu (30/7/2017) besok. Lawan yang bakal dihadapi adalah PSIR Rembang. Bentrok kedua kesebelasan dijadwalkan mulai digeber pukul 15.00 WIB di Stadion Krida Bhakti Purwodadi, Grobogan.

Menjamu PSIR, torehan tiga poin alias menang ditargetkan manajemen Persipur. Hal ini dinilai realistis demi mengamankan posisi skuad Laskar Petir di klasmen sementara.

“Kita cukup diuntungkan main di kandang pada pertandingan ini. Hal ini harus bisa dimaksimalkan untuk meraih kemenangan,” kata Manajer Persipur Budi Susilo, Sabtu (29/7/2017).

Meski demikian, Budi meminta agar para pemain tampil semangat dan jangan anggap remeh lawan kendati tampil di kandang. Sebab, dia menilai kekuatan PSIR juga cukup bagus.

Indikasinya, bisa dilihat saat pertemuan pertama lalu di Rembang. Dalam laga itu, Persipur berhasil menahan imbang PSIR dengan skor 1-1.“Kita tidak boleh anggap enteng lawan kendati main di kandang sendiri,” tegasnya.

Sementara itu, Pelatih Persipur Wahyu Teguh mengatakan, sejauh ini tidak ada masalah yang dihadapi. Semua pemain inti dalam kondisi fit dan siap diturunkan dalam laga besok.

“Kita sudah lakukan persiapan untuk pertandingan lawan PSIR. Mudah-mudahan, kita bisa meraih tiga poin besok,” cetusnya.

Editor : Kholistiono

Persipur Gagal Revans Saat Bertandang ke Kandang PSIS

Pemain PSIS merayakan pesta usai melesakkan gol ke gawang Persipur di Stadion Jatidiri Semarang. (Twitter PSIS @psisfcofficial)

MuriaNewsCom, Grobogan – Ambisi Persipur untuk melakukan revans melawan PSIS gagal terwujud. Meski sudah berjuang maksimal, skuad Laskar Petir kalah tipis 1-0 dalam pertandingan yang digelar di Stadion Jatidiri Semarang, Rabu (19/7/2017).

Satu-satunya gol yang tercipta dalam pertandingan itu dilesakkan M Ridwan dari tendangan bebas menit ke 43. Penalti tersebut diberikan setelah pemain belakang Persipur dianggap melakukan pelanggaran beberapa meter di luar kotak penalti.

Di babak kedua, Persipur yang ketinggalan mencoba melakukan tekanan. Berulang kali, serangan dari sisi kanan maupun kiri terus dilancarkan Heri Susilo dan kawan-kawan. Namun, serangan dari Jordan Foranda maupun Roberto E Sauyai tak mampu menembus kuatnya tembok pertahanan tuan rumah.

Manajer Persipur Budi Susilo mengaku kurang puas dengan hasil akhir pertandingan. Sebab, anak asuhnya gagal memaksimakan beberapa peluang yang dimiliki, khususnya pada babak kedua.

“Penampilan anak-anak sebenarnya tidak terlalu mengecewakan. Sayangnya, beberapa peluang gagal menghasilkan gol,” katanya.

Dengan hasil ini, skuad Laskar Petir gagal membalas kekalahan yang didapat pada laga pertama liga 2. Meski pertandingan pembuka digelar di Purwodadi, namun PSIS berhasil menang 1-2 waktu itu.

 

Editor : Akrom Hazami

 

Persipur Imbang Lawan Persipon di Pontianak

Pemain Persipur melawan Persipon Pontianak, Jumat. (INSTAGRAM PERSIPUR PURWODADI)

MuriaNewsCom, Grobogan – Kesempatan meraih tiga poin gagal didapat Persipur saat bertandang ke kandang Persipon Pontianak, Jumat (14/7/2017). Sempat unggul 0-1, Persipur akhirnya harus puas bermain imbang. Satu gol yang dilesakkan pemain Persipon di menit akhir menjadikan skor pertandingan berakhir imbang 1-1 sampai peluit panjang dibunyikan.

“Kesempatan meraih tiga angka sebenarnya cukup terbuka. Sayang, kita kecolongan di menit akhir,” kata Sekretaris Persipur Setiawan Djoko Purwanto.

Meski gagal dapat poin penuh namun pria yang akrab disapa Ndondot itu mengaku cukup puas. Sebab, target meraih poin, meski hanya satu angka, berhasil didapat.

“Pertandingan tandang bisa dapat angka, saya rasa sudah bagus,” jelasnya.

Dalam pertandingan tersebut, Persipur tidak bisa tampil maksimal. Kondisi fisik pemain terlihat belum begitu prima. Gol Persipur dilesakkan oleh Andi Jamal menit 76. Sedangkan gol lawan pada menit 85 oleh Hengky P.

Hal itu cukup beralasan, mengingat pada Minggu (9/7/2017) lalu, Persipur baru menjalani laga tandang melawan Sragen United. Kemudian, Kamis kemarin, pemain sudah bertolak menuju Pontianak. Kondisi ini menjadikan pemain tidak punya banyak waktu istirahat untuk memulihkan stamina.

“Anak-anak sudah berupaya tampil maksimal dalam pertandingan tadi. Dapat satu angka saya rasa sudah patut disyukuri,” imbuh pelatih Wahyu Teguh.

 

Editor : Akrom Hazami

 

Persipur Kalah dari Sragen United Akibat Gol Penalti Andrid Wibawa

Pemain Persipur (putih) membawa bola saat meladeni Sragen United. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Ambisi Persipur untuk meraih angka saat bertanding dengan Sragen United gagal terwujud. Meski tampil apik, skuad Laskar Petir kalah tipis 1-0 dalam pertandingan yang digelar di Stadion Citarum Semarang, Minggu (9/7/2017).

Satu-satunya gol yang tercipta dalam pertandingan itu dilesakkan dari titik putih, 5 menit sebelum jeda pertandingan.

Penalti tersebut diberikan setelah pemain belakang Persipur Wahyu Hendra yang dianggap handsball di kotak terlarang. Pemain Sragen United Andrid Wibawa yang dipercaya jadi alogjo pinalti sukes menjalankan tugasnya.

Di babak kedua, giliran Persipur yang melakukan tekanan. Berulang kali, serangan dari sisi kanan maupun kiri terus dilancarkan Heri Susilo dan kawan-kawan. Namun, serangan dari Jordan Foranda maupun Roberto E Sauyai tak mampu menembus kuatnya tembok pertahanan Sragen United.

Assisten Pelatih Persipur, Abdul Gani mengaku kurang puas dengan hasil akhir pertandingan. Sebab, anak asuhnya gagal memaksimaklan peluang kendati mampu mengendalikan permainan, khususnya pada babak kedua.

“Kondisi pemain memang masih maksimal. Tim Sragen United saya rasa berhak menang karena bermain lebih bagus,’’ jelasnya dalam jumpa pers usai pertandingan.

Pelatih Sragen United Jaya Hartono menegaskan, kemenangan itu dinilai sangat penting untuk mengembalikan motivasi permainan. Sebeb, sebelumnya, timnya hanya mampu menang sekali, 3 kali kalah dan sekali seri dalam lima laga sebelumnya yang sudah dijalani.

Editor : Kholistiono

Pertandingan di Pindah ke Semarang, Persipur Targetkan Poin Penuh

Pemain Persipur melakukan latihan rutin di Stadion Krida Bhakti Purwodadi, Kabupaten Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Target menang dibebankan para pemain Persipur saat berlaga dalam kompetisi Liga 2 melawan Sragen United, Minggu (9/7/2017). Meski demikian, untuk merealisasikan target itu bukan pekerjaan gampang. Soalnya, dalam laga nanti, Persipur statusnya bertindak jadi tim tamu.

“Target kita memang bisa dapat poin. Kalau bisa tiga poin alias menang, tidak sekadar seri saja. Kita butuh dapat poin terus supaya bisa naik klasemen ke papan atas,”  kata Pelatih Persipur Wahyu Teguh, di Grobogan, Sabtu (8/7/2017).

Wahyu menegaskan, upaya semaksimal mungkin akan dilakukan untuk mendapatkan angka. Guna mewujudkan ambisi, pihaknya fokus memantapkan performa tim pascalebaran. Hal itu perlu dilakukan karena pada penampilan sebelumnya masih banyak kekurangan yang terlihat. Salah satunya adalah soal kerja sama antarpemain yang belum begitu kompak. Kekurangan lainnya adalah, soal penyelesaian akhir.

Tempat pertandingan Persipur melawan Sragen United mengalami perubahan. Sedianya, pertandingan tersebut dilangsungkan di Stadion Sukowati Sragen. Namun, dari pihak PSSI memutuskan pertandingan itu lokasinya digeser di Stadion Citarum Semarang.

Dengan pindahnya tempat pertandingan, sedikit banyak akan menguntungkan Persipur. Sebab, pendukung lawan bisa dipastikan tidak banyak hadir di Semarang, dibandingkan jika laga tetap digelar di Sragen.

 

Editor : Akrom Hazami

Laga Persipur Vs Sragen United Dipindah ke Semarang

Pemain Persipur saat melakukan latihan rutin jelang laga, di Stadion Krida Bhakti Purwodadi, Grobogan, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Tempat pertandingan Persipur melawan Sragen United mengalami perubahan. Sedianya, pertandingan tersebut dilangsungkan di Stadion Sukowati Sragen, Minggu (9/7/2017). Namun, dari pihak PSSI memutuskan pertandingan itu lokasinya digeser di Stadion Citarum Semarang.

“Waktu pertandingannya tidak ada perubahan. Hanya tempatnya saja yang ganti, dari Sragen pindah ke Semarang,” ungkap manajer Persipur Budi Susilo, Kamis (6/7/2017).

Dijelaskan, sebelumnya pihak Sragen United menghendaki pertandingan itu digelar di Purwodadi meski mereka harusnya jadi tuan rumah. Alasannya, Stadion di Sragen tidak bisa digunakan untuk laga karena dalam proses renovasi.

“Jadi, sebelumnya mereka sudah kirim surat supaya menjadikan Stadion Krida Bhakti untuk homebase pertandingan. Hal ini sudah kita setujui,” jelasnya.

Namun, kemudian ada surat dari PSSI yang meminta agar pertandingan dilangsungkan di Semarang. Sebabnya, manajemen Sragen United sudah diambil alih Asprov PSSI Jateng karena mengalami masalah.

“Sebenarnya kita sudah melakukan persiapan untuk menggelar pertandingan dengan Sragen United di Purwodadi. Namun, hal ini tidak bisa terlaksana karena pertandingan dipindah ke Semarang. Hari Sabtu sore lusa, tim Persipur akan berangkat ke Semarang,” imbuhnya.

 

Editor : Akrom Hazami