Persijap Jepara Tundukkan Martapura FC 3-0

MuriaNewsCom, Jepara – Persijap Jepara menang atas Martapura FC 3-0, dalam laga persahabatan yang digelar di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jumat  (9/3/2018) sore.

Babak pertama, Laskar Kalinyamat membungkam Gajah Kalimantan dengan skor 2-0. Dua angka itu lahir masing-masing dari sepakan pemain baru Andi Rahmat pada menit ke 12 dan Abrori Setiawan di menit 28.

Babak kedua, permainan tuan rumah lebih mendominasi permainan. Umpan dari lini ke lini efektif diterapkan oleh anak-anak asuhan Patrick Ghigani. Seperti yang terjadi pada menit ke 56, pemain nomor 21 Abrori Setiawan yang berada di sisi kanan pertahanan lawan, menggocek bola hasil umpan rekannya dari sisi tengah.

Berdiri bebas, ia berhasil mengoper bola mengarah ke gawang Martapura yang dikawal Juni Irawan. Bola liar kemudian masuk dengan mudah, setelah disontek pemain Persijap nomor 27 Diyan Rohwan. Skor 3-0 untuk Persijap.

Peluang emas bukannya tak dimiliki anak-anak Martapura FC. Beberapa kali kesempatan sempat dimiliki oleh anak-anak asuh Hartono Ruslan. Namun kegemilangan kiper Persijap Amirul Kurniawan, mengandaskan permainan apik Qischil dan kawan-kawan.

Pelatih Persijap Patrick Ghigani mengaku puas dengan kinerja yang ditunjukan pemainnya. Menurutnya, ada perkembangan berarti terkait pola permainan yang ditunjukan Laskar Kalinyamat.

“Saya puas hari ini dengan permainan mereka, namun sepakbola bukan urusan hari ini saja, namun terus berkembang hari demi hari. Hari ini mereka mengikuti instruksi, disiplin dan semakin baik,” ungkap pria asal Jerman.

Sementara itu, Pelatih Martapura FC Hartono Ruslan mengaku, tak mempermasalahkan hasil yang dipetik di Jepara. Menurutnya, anak-anak asuhnya hanya demam panggung.

“Saya melatih baru sekitar dua minggu di sana (Martapura FC), selain itu saat di sana (Kalimantan) kita kurang ujicoba, baru disini langsung. Sore ini mereka cuma demam panggung saja, lihat saja kontrol salah, passing salah, kita kalah cermat, Persijap cermat. Mereka ciptakan peluang, tak tak tak gol.. Kita tidak, peluang kita kan sama ada empat kali, namun mereka jadi gol,” tuturnya.

Editor: Supriyadi

Persijap Kartini Runner Up Paradise Cup di Bali

MuriaNewsCom, Jepara – Persijap Kartini menempati posisi runner up pada ajang Paradise Cup, di Bali. Titel itu diperoleh mereguk tiga kali kemenangan dan satu kali kekalahan, pada turnamen yang diselenggarakan di Lapangan Trisakti, Legian-Bali, 23-25 Februari 2018.

Perjalanan tim putri Persijap, dimulai kurang mengenakan. Pada pertandingan pertama melawan Jakarta 69, anak asuh Agus Himawan itu harus kalah 0-1. Namun pada tiga pertandingan sisa, Sheva Imut dan kawan-kawan berhasil mengemas kemenangan telak.

Saat melawan tim tuan rumah PFA Bali, Persijap Kartini menang 2-0. Melawan Pro Direct Jakarta 4-0 dan menang 3-1 saat melawan Evolution FC Gresik.

Dua pemain Persijap Kartini, Sheva Imut dan Hanipa Halimatusadiyah pun mengantongi masing-masing empat gol. Keduanya diketahui pernah membela timnas wanita Indonesia U-15.

Pemain Persijap Kartini berebut bola dengan lawannya di ajang Paradise Cup di Bali. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

Dalam turnamen berformat setengah kompetisi tersebut, Sheva pun terpilih sebagai striker terbaik.

Presiden Persijap Jepara, Esti Puji Lestari mengaku‎ bangga akan capaian timnya. Meskipun targetnya meleset dari yang seharusnya peringkat satu.

“Dengan hasil ini ada peningkatan dari turnamen sebelumnya yakni Bengawan Cup yang hanya menjadi juara tiga (Bengawan Cup), kini juara dua. Saya bangga dan senang dengan performa Persijap Kartini yang meningkat‎,” tuturnya, dalam rilis pers yang diterima MuriaNewsCom.

‎Dirinya juga berharap, agar PSSI dan pemerintah lebih memperhatikan sepakbola wanita. Hal itu selaras dengan gairah persepakbolaan wanita yang terus bergairah.

Sementara itu pelatih Persijap Kartini Agus Hi‎mawan mengaku cukup puas dengan hasil yang diperoleh. “Saya akui terbang ke Bali dengan membawa pemain yang minim dan persiapan singkat. Pertandingan pertama saat kalah, golnya dihasilkan oleh tendangan spekulasi yang sulit dispekulasi oleh kiper kami. Selain itu, pemain lawan saat itu sulit menembus garis pertahanan kami,” ujarnya.

Editor: Supriyadi

Andi Rahmat Eks Pemain PSIS Merapat ke Persijap

MuriaNewsCom, Jepara – Andi Rahmat eks pemain PSIS  Semarang merapat ke Persijap Jepara. Gelandang serang itu nampak berlatih bersama skuad Laskar Kalinyamat, Selasa (20/2/2018) sore.

General Manager Persijap Ahmad Rifai menyebut, pemain ini bukan wajah baru di Jepara. Saat masih bermain di tingkat Porprov, pemuda asal Lamongan itu pernah merumput untuk Bumi Kartini selama dua tahun.

“Dia (Andi Rahmat) akan mengisi slot untuk pemain senior yang kami sediakan,” tuturnya, ditemui di Stadion Gelora Bumi Kartini, Selasa sore.

Selain Rahmat, Rifai bilang, masih ada beberapa pemain yang akan merapat ke Jepara. “Kami masih menantikan satu pemain, sore ini datang kesini,” kata dia.

Disinggung mengenai regulasi Liga 3 yang membatasi umur pemain senior (23 tahun keatas) menjadi tiga orang. Rifai berkata ia siap melaksanakannya. Untuk itu dirinya menyediakan tiga slot untuk pemain senior.

“Kita sudah ada, untuk pemain seniornya Lucky dengan Putut. Satunya lagi akan diisi oleh Andi Rahmat,” terangnya.

Sementara, sembilan pemain senior yang sempat berlatih bersama Persijap, dicoret dari daftar skuad. Hal itu termasuk Amirul Kurniawan di posisi kiper dan Latif Hasyim center back, yang sempat membela Persijap saat berlaga di Liga 2.

“Namun tidak menutup kemungkinan, mereka akan kami panggil kembali, jika nanti regulasi mungkin berubah,” jelas Rifai.

Editor : Supriyadi

Persijap Bertekuk Lutut Lawan Persib Bandung

MuriaNewsCom, Jepara – Persijap Jepara bertekuk lutut 0-2 atas tamunya Persib Bandung, dalam laga persahabatan di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jumat (9/2/2018) sore.

Beda kasta, tim berjuluk Laskar Kalinyamat banyak bermain dibayang-bayang besar Maung Bandung. Sejak babak pertama, Persijap terkurung dengan permainan rapi yang diterapkan Persib.

Menit ke 8, Persib mencetak skor pertama melalui kaki Ezechiel N’douassel. Pemain asal Chad itu membobol gawang yang dikawal Amirul Kurniawan lewat tendangan jauh ke tiang gawang. Babak pertama berakhir dengan skor 0-1, bagi keunggulan Persib Bandung.

Seusai turun minum, perlu waktu sekitar tujuh menit untuk Persib untuk menciptakan gol kedua. Tepat di menit 52, Ezechiel lagi-lagi menciptakan keunggulan bagi Maung Bandung. Melalui aksi individu dari tengah lapangan, pemain berusia 29 tahun itu kembali menjebol gawang Persijap, skor berubah 0-2.

Kesempatan satu-satunya yang dimiliki Persijap lahir pada menit ke 62. Umpan silang yang diberikan Putut Ragil, gagal dikonversi menjadi  gol oleh Zaenudin AB. Kaki pemain nomer 10 ini terpeleset.

Pelatih Kepala Persijap Patrick Ghigani tak mempermasalahkan hasil yang diperoleh anak asuhnya. Ia menyadari Persib merupakan tim besar.

“Saya tak mempermasalahkan hasilnya, saya senang dengan apa yang dilakukan oleh anak-anak Persijap hari ini. Meskipun disetiap pertandingan saya selalu ingin menang,” tuturnya.

Disinggung mengenai kesempatan Persijap yang gagal dikonversi menjadi gol, Ghigani mengatakan itu masalah stamina. “Mereka tidak berada pada kondisi terbaiknya, maka dari itu kami melakukan banyak pergantian pemain. Dan lagi kami belum berada di pra musim, jadi mereka tak berada pada kondisi stamina yang bagus,” paparnya.

Sementara itu Mario Gomez, pelatih Persib mengaku permainan timnya akan dijadikan bahan evaluasi. Selain itu, momen pertandingan persahabatan digunakannya untuk menjajal pemain muda. Menurutnya, ajang ini bagus untuk menguji pemain-pemain muda.

“Ini merupakan ajang yang bagus untuk pemain-pemain muda kami. Disini kami banyak memainkan yang muda, namun pada pertandingan lain kami akan memainkan tim yang lebih kuat,” tukasnya.

Editor: Supriyadi

TC di Jepara, Maung Bandung Tantang Persijap

MuriaNewsCom, Jepara – Stadion Gelora Bumi Kartini dikabarkan akan menjadi tempat training center (TC) Persib Bandung sebelum berlaga di Liga 1. Selain itu, tim berjuluk Maung Bandung itu juga direncanakan menantang Persijap Jepara dalam ajang latih tanding.

Hal itu dikatakan pelatih Persib Mario Gomez dalam sebuah video yang diunggah akun Youtube Ahiiww. Dalam video https://www.youtube.com/watch?v=xBqfaBzJty8 berdurasi 02.42 menit itu, pelatih kelahiran Argentina tersebut menyebut bahwa dirinya akan berangkat ke Jepara pada Minggu (4/2/2018) malam.

“Minggu malam nanti kita akan bawa tim untuk berlatih ke Jepara. Di sana kita akan berlatih (training camp),” tuturnya.

Ia juga menuturkan, akan menggelar satu kali friendly games di Jepara. “Kita akan fokus berlatih di sana (Jepara) dan pada Sabtu (minggu depan), kita akan menggelar satu kali pertandingan persahabatan,” ujarnya.

Pria 61 tahun itu mengatakan, satu pertandingan di Jepara sudah pasti dijadwalkan. “Yang pasti ada satu (pertandingan persahabatan) di Jepara, setelah itu kalau akan ada lagi kami belum bisa pastikan,” imbuh Gomez.

Masih dalam video tersebut, Gomez menyebut pemilihan Jepara sebagai tempat latihan mengingat saat ini markas Maung Bandung tengah dalam renovasi. “Manajemen kini sedang membenahi stadion untuk sekitar satu bulan kedepan. Sementara satu bulan dari sekarang kita akan memasuki Liga Satu. Maka kita perlu tempat latihan dan berlatih sesering mungkin. Mereka (Jepara) memiliki lapangan yang bagus,” jelasnya.

Bagi eks pelatih Johor Darul Ta’zim Malaysia itu, kualitas rumput di Jepara cukup bagus. Oleh karenanya, pihaknya memilih untuk menggelar latihan di tempat tersebut.

Sementara itu, di akun resmi media sosial Persijap Jepara rencana pertandingan Persib juga disinggung.

“…Kami mencoba untuk menjamu PERSIB Bandung ditanggal 10 Februari mendatang. Semoga dimudahkan….,” sebagaimana tertulis di akun https://m.facebook.com/profile.php?id=95579855728&ref=content_filter.

Editor: Supriyadi

Patrick Ghigani Janji Bawa Laskar Kalinyamat Kembali Bersaing dengan Klub-klub Besar

MuriaNewsCom, Jepara – Pelatih Kepala Persijap Patrick Ghigani berjanji mengembalikan khittah Persijap sebagai salah satu tim besar di Indonesia. Hal itu disampaikannya, setelah resmi ditunjuk oleh Presiden Klub Esti Puji Lestari sebagai juru racik.

Dirinya berkata, senang dapat bergabung dengan Persijap yang dianggapnya sebagai salah satu tim besar. Namun demikian, untuk mengembalikan posisi Laskar Kalinyamat merupakan tantangan yang besar.

“Saya senang dapat menjadi bagian dari klub tradisional yang besar. Tantangannya adalah mengembalikan Persijap ke tempat yang seharusnya,” ujar Patrick, dalam siaran pers yang diterima MuriaNewsCom, Jumat (5/1/2018).

Menurutnya, Persijap seharusnya bersaing dengan tim-tim besar yang ada di Indonesia. Untuk mencapainya, Patrick menyadari perlu usaha keras.

Namun dirinya yakin, dengan dukungan suporter dan kerja tim yang kompak, Persijap bisa kembali bersaing di Liga yang lebih tinggi.

“Ini (Jepara) merupakan kota yang besar dengan suporter yang menakjubkan, jadi kita perlu bekerjasama untuk membawa kesuksesan kembali,” tambahnya.

Setelah diumumkan kepada khalayak Selasa (2/1/2018), Patrick Ghigani dijadwalkan datang ke Jepara pada Rabu (10/1/2018) mendatang. Setelahnya, ia bersama tim pelatih akan melakukan seleksi tertutup pada 12-16 Januari dan dilanjutkan sampai 31 Januari untuk seleksi terbuka.

Editor: Supriyadi

Awal Tahun Depan Persijap Tunjuk Manajer dan Pelatih Sebelum Bentuk Tim‎ Inti

Pemain Persijap berkumpul di tengah lapangan membentuk lingkaran dan suporter menanyikan lagu Indonesia pusaka. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Persijap Jepara tengah mempersiapkan diri menyongsong bergulirnya Liga 3. Hal itu dengan penunjukan pelatih dan manajer tim, yang akan dilakukan awal tahun depan. 

“Kandidat yang akan mengisi posisi tersebut terutama manajer tim sudah ada. Namun kami belum bisa membeberken nama-nama calon tersebut,” kata General Manager Persijap Jepara Ahmad Rifai, Jumat (29/12/2017) sore. 

Ia mengatakan, meskipun telah ada nama-nama calon manajer tim, namun dirinya tetap sesuai prosedur dengan menyodorkan nama kandidat kepada Presiden Klub Persijap. Dirinya menyebut, posisi manajer tim krusial, sebab akan mengurus pemain berikut pelatih dan pendukung pertandingan dengan lebih fokus. 

Terkait pelatih, Rifai menyebut telah berkomunikasi dengan beberapa calon yang dianggap bisa menangani Laskar Kalinyamat. Namun lagi-lagi, ia belum bisa membeberkan siapa kandidat yang akan menukangi Persijap. 

Setelah rampung dengan urusan manajerial dan penunjukan pelatih kepala, proses perekrutan pemain pun akan dilakukan. Ia menyebut rekrutmen pemain akan dilakukan langsung oleh head coach

Terkait, apakah formasi Persijap Selection akan dipertahankan sebagai tim inti, ia menyebut tetap harus melalui proses seleksi. 

“Pemain-pemain muda yang sebelumnya tergabung dalam Persijap Selection tetap akan melalui tahapan seleksi, bersama dengan pemain lain yang akan datang untuk bermain di sini,” jelasnya.

Editor: Supriyadi

Persijap Agendakan Uji Coba Lawan Tim Lokal

Beberapa pemain Persijap saat melakukan latihan beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Persijap Selection akan melakukan uji tanding melawan tim lokal Forever FC asal Desa Tengguli, Kecamatan Bangsri, Sabtu (4/11/2017). 

“Setelah libur seminggu, kami akan kembali berlatih dan beruji coba melawan tim lokal,” ujar pelatih Persijap Carlos Raul Sciucatti, Rabu (1/11/2017). 

Selain berlatih dengan tim lokal Jepara, pada bulan November ini tim  tersebut juga telah mengagendakan melawan tim Asskab PSSI Jepara. Disamping beruji coba, Carlos juga menggunakan kesempatan tersebut untuk melakukan talent scout

“Kesempatan ini akan kami gunakan untuk memantau potensi sepakbola pemuda-pemuda lokal Jepara. Jika bagus, mungkin akan kita panggil untuk dapat bergabung dalam tim,” tambah Carlos. 

Asisten Pelatih Persijap, Nugroho mengamini hal itu. Menurutnya, selain ujicoba pemain, kesempatan itu akan digunakan untuk mematangkan skema permainan. 

“Ya tentunya ini momen untuk bisa memotivasi pemain muda asal pelosok Jepara untuk dapat bergabung ke Persijap Jepara. Disamping itu pada uji tanding ini kita bisa menerapkan skema permainan untuk memaksimalkan permainan,” tuturnya. 

Selain pemain lokal, rencanaya beberapa pemain luar Jepara akan bergabung dengan skuad Persijap. CEO Persijap Esti Puji Lestari mengatakan, akan ada beberapa pemain yang akan melaksanakan seleksi pada November ini. 

Editor: Supriyadi

Carlos:  Beberapa Pemain Persijap Selection Bisa Perkuat Tim Inti

Pelatih Persijap Jepara Carlos Raul Sciucatti. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Pelatih Persijap Jepara Carlos Raul Sciucatti mengaku puas akan penampilan anak asuhnya saat bermain melawan Persis GR Jumat lalu. Melihat cara bermain pemuda lokal Jepara, pria asal Argentina itu melihat beberapa diantaranya bisa memperkuat tim senior. 

Carlos mengatakan, hasil 1-2 yang dipetik pada pertandingan uji coba kemarin adalah hal yang wajar. Lantaran tim Persijap selection baru terbentuk sekitar dua minggu terakhir. 

“Iya kita lihat anak-anak ini perlu jam terbang, namun banyak pemain ini (Persijap selection) kemungkinan bisa menjadi tim inti,” katanya, Rabu (25/10/2017). 

Disinggung tentang pemain lawas, yang pernah memperkuat Laskar Kalinyamat saat masih di Liga 2, Carlos mengaku telah berbicara dengan beberapa diantaranya. Dari pembicaraan tersebut, ia berkesimpulan ada yang berkomitmen memperkuat Persijap di Liga 3. 

“Saya kenal baik dengan mereka dan telah berkomunikasi, beberapa dari mereka ada yang berkomitmen bermain di Liga 3,” ungkap Carlos. 

Meskipun demikian, dirinya mengatakan ada beberapa pemain anyar yang nantinya datang untuk ikut dalam seleksi. 

Editor: Supriyadi

Skuad Persijap Belum Final

Pelatih Persijap Carlos Raul Sciuccati saat memberi arahan kepada pemain baru Laskar Kalinyamat. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Manajemen Persijap Jepara masih akan melakukan seleksi pemain sebelum berkiprah di ajang Liga 3, tahun depan. Meskipun telah beberapa kali melakoni laga uji coba, namun Laskar Kalinyamat hasil seleksi yang saat ini terbentuk belum lah tim final. 

“Bukan (ini bukan tim final) maka dari itu tim yang sekarang kita sebut sebagai Persijap selection team. Mereka adalah pemain yang berniat untuk berlatih dan bermain. Kalau ada yang tidak serius nanti saya keluarkan. Ini merupakan tim yang kita godok dari putra daerah,” ujar CEO Persijap Esti Puji Lestari, Senin (23/10/2017). 

Menurutnya, pihaknya masih akan melakukan seleksi pemain secara bertahap. Dalam proses tersebut, ia mengaku akan mementingkan talenta putra daerah. Namun pada medio Bulan November, Esti mengungkap ada beberapa pemain yang akan datang dan berkomitmen bermain untuk Persijap. 

Disamping pemain, pihaknya juga akan mencari pelatih untuk menangani tim yang telah berdiri sejak 1954 itu. Ia mengatakan, meskipun telah memiliki beberapa pemain yang berkomitmen bermain untuk Persijap, namun mekanisme seleksi tetap akan berlaku. 

“Komposisinya nanti akan ditentukan oleh pelatih. Untuk itu maka akan dilakukan seleksi. Namun kemudian, kita cari terlebih dahulu talenta lokal baru dari luar Jepara,” tuturnya. 

Terkait pertandingan ujicoba, Esti menyebut akan tetap dilakukan. Hal itu dilakukan dengan melakukan pertandingan dengan tim-tim lokal untuk menarget potensi pemain lokal. 

Editor: Supriyadi

Persijap Selection Tunduk 1-2 Hadapi Persis GR

Pemain Persijap Selection berduel dengan pemain Persis GR pada pertandingan ujicoba di Stadion Utama Gelora Bumi Kartini, Jumat (20/10/2017).  (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Tim Persijap Selection ditekuk tamunya Persis Gotong Royong 1-2, dalam laga ujicoba, yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bumi Kartini, Jumat (20/10/2017). 

Meskipun kalah, namun tim asuhan Carlos Raul Sciucatti menunjukan kekompakan, saat babak pertama berhasil menahan imbang tim besutan Eduard Tjong. Pada 45 menit awal, kedua tim bermain dalam tempo lambat. 

Tim tuan rumah, berani bermain menyerang dengan beberapa kesempatan yang didapatkan. Seperti pada menit ke 34 ketika Persijap menggempur pertahanan Persis GR, pemain Laskar Kaliyamat nomor punggung 18 M. Subkhan sempat menyarangkan si kulit bundar ke gawang yang dijaga Yuda Andika. Namun sayang sontekannya dianulir wasit karena telah terperangkap offside.

Sementara Persis GR bermain lebih hati-hati namun memiliki pola serangan yang efektif. Bebebarapa kali, skema serangan yang dibangun membahayakan gawang Persijap yang dikawal oleh Syahril Adhim. 

Babak kedua, permainan kedua tim lebih terbuka. Persis GR lebih berani menusuk ke jantung pertahanan Persijap selection. Gol perdana tim tamu dicetak oleh pemain nomor punggung 99 Wiga. Berawal serangan dari lini tengah, pemain nomor punggung 28 Persis melajukan bola melewati pertahanan Persijap. 

Berusaha menceploskan bola, namun sayang usahanya kurang beruntung. Bola kemudian diceploskan oleh Wiga.

Dua menit berselang, pada menit ke 66, gol balasan dicetak oleh pemain Persijap no 14 Syahroni Anwar. Bermula dari kemelut didepan gawang Persis, Anwar berhasil menceploskan bola dalam posisi longgar. 

Namun petaka bagi tim tuan rumah terjadi pada menit 87. Saat pemain nomor 3 Persis GR Fifqy AF yang menyarangkan bola di gawang Persijap. Bola lambung yang diarahkan ke tiang jauh sebelah kanan kiper Syahril Adhim tak mampu diantisipasi. 

Pelatih Persijap Selection Carlos Raul, mengatakan kekalahan timnya akibat kurang beruntung. Namun demikian, ia mengaku cukup puas dengan permainan yang diterapkan anak asuhnya. 

“Cukup bangga terhadap mereka karena baru berkumpul sekitar dua minggu. Sementara kita harus menghadapi tim yang telah setahun terbentuk,” pungkasnya. 

Editor: Supriyadi

Pertandingan Uji Coba Persijap Kontra Persis GR Batal, Ini Alasannya

Pemain Persijap berdoa sebelum mulai berlatih, belum lama ini. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Pertandingan ujicoba Persijap kontra Persis Gotong Royong (GR) batal digelar pada Sabtu (14/10/2017). Hal itu terkait penggunaan stadion Gelora Bumi Kartini yang telah dikapling terlebih dahulu untuk agenda lain. 

Chief Executive Organizer (CEO) Persijap Jepara Esti Puji Lestari membenarkan hal itu. Dalam rilisnya, ia mengatakan stadion telah dipakai untuk agenda Asskab PSSI Jepara. 

“Pada tanggal tersebut, di sore hari Asskab PSSI Jepara mau memakai stadion untuk tim Porprov Grobogan mencoba lapangan. Sementara untuk pertandingan ujicoba di malam hari, kami belum mendapatkan izin dari pihak Polres Jepara,” tuturnya, Jumat (13/10/2017). 

Menurutnya, jauh-jauh hari pihaknya sebenarnya telah berkoordinasi dengan pengelola stadion. Pada pembicaraan pertama Esti menyebut tidak ada agenda pada tanggal tersebut, namun belakangan ternyata sudah ada pihak yang memesan tempat tersebut. 

Esti menyebut tak mempermasalahkan hal itu. Meskipun ia mengaku pihak panitia telah melakukan pencetakan tiket pertandingan ujicoba. Akan tetapi hal itu tak terlaksana karena perizinan. 

“Sebagai sesama pengelola sepakbola kami mengalah demi kepentingan bersama,” tuturnya.

Editor: Supriyadi

Calon Penggawa Persijap Butuh Polesan

Pelatih Persijap Carlos Raul Sciuccati saat memberi arahan kepada pemain baru Laskar Kalinyamat. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Sebanyak 21 calon penggawa Persijap telah terpilih, namun mereka masih memerlukan polesan untuk dapat berlaga di ajang profesional Liga Indonesia Baru musim depan. 

“Saya senang dapat beberapa talenta muda, tapi masih banyak yang harus kita benahi, mudah-mudahan mereka bisa, saya percaya kalau mereka bisa berkembang dan menjadi pemain luar biasa,” kata pelatih Persijap Carlos Raul Sciuccati, Jumat (29/9/2017). 

Keduapuluh satu calon pemain Persijap tersebut, diperoleh dari hasil seleksi selama dua hari, Rabu-Kamis (27-28/9/2017). Dari 228 hanya ada 21 yang memenuhi selera Carlos baik dalam kemampuan maupun sikap di lapangan. Mereka yang terpilih merupakan putra asli Jepara, berumur 17 hingga 27 tahun. 

Carlos menilai calon pemain Persijap telah memiliki kemampuan bermain sepakbola yang baik. Meskipun demikian, pria asal Argentina itu menuntut agar mereka lebih tajam dalam mengolah bola. 

“Mereka punya kemampuan dan skill, tapi dalam sepakbola profesional kita perlu lebih dari itu,” terangnya. 

Sementara itu CEO Persijap Esti Puji Lestari mengatakan, semua materi pemain merupakan pilihan pelatih kepala. Ia menekankan tidak ada kongkalikong dalam keputusan perekrutan pemain. 

“Tidak ada istilah orang dalam akan pemilihan pemain, ini murni keputusan pelatih sendiri. Saya sendiri tidak ikut campur, bahkan asisten pelatih Nugroho hanya membantu saja,” urainya.

Editor: Supriyadi

Persijap Mulai Seleksi Pemain Hadapi Kompetisi di Liga 3

Pemain Persijap saat melakoni latihan di stadion Gelora Bumi Kartini beberapa saat lalu. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Jepara – Persijap Jepara mulai mempersiapkan skuad untuk berlaga di kompetisi level ketiga (Liga 3). Hal itu dilakukan dengan seleksi pemain yang mulai dilakukan pada 27-28 September 2017. 

Chief Executive Organizer (CEO) Persijap Esti Puji Lestari mengatakan, seleksi ini dilakukan guna menghadapi musim depan. Adapun ia menyebut, pada pemilihan pemain tahap pertama akan diprioritaskan untuk warga Jepara.

“Usianya minimal 18 tahun dan warga Jepara, itu syarat utama dalam seleksi kali ini,” katanya, Selasa (26/9/2017). 

Lebih lanjut Esti mengatakan, proses seleksi tahap pertama akan berlangsung cukup panjang.  Hal itu menurutnya, guna mempersiapkan kompetisi pada musim mendatang. 

“Dengan persiapan yang lebih panjang, diharapkan hasil yang didapatkan akan lebih baik,” pungkas Esti. 

Editor: Supriyadi

Besok, Persijap Siap Ladeni PSGC Ciamis

Manajemen dan pemain Persijap berdoa sebelum berangkat ke kandang PSGC Ciamis, Selasa (12/9/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Persijap Jepara bertolak ke Ciamis guna mempersiapkan laga melawan Persatuan Sepakbola Galuh Ciamis (PSGC) Rabu (13/9/2017). Pada pertandingan pamungkas grup 3 Liga 2 itu, Laskar Kalinyamat memboyong 15 pemain. 

Pelatih Persijap Carlos Raul Sciucatti mengatakan, anak asuhnya optimis bisa merengkuh nilai atas pemain PSGC yang kini dibesut oleh Lukas Tumbuhan itu. “Kita tetap bersemangat dan menang. Kita akan selesaikan kompetisi dengan baik,” katanya. 

Pada pertemuan pertama lawan PSGC Sabtu (22/4/2017), Persijap dibawah komando Fernando Sales memetik hasil positif dengan mengalahkan tim tamu 4-1, kala tim tersebut masih dilatih oleh Carlos De Mello. 

Namun, tren positif Persijap kian menurun hingga kini berada di tubir degradasi. Sementara PSGC yang merekrut pelatih anyar, saat ini mengumpulkan 20 poin berjarak delapan poin dari tim dari Jepara. 

Pertandingan kali ini penting bagi PSGC, karena menjadi modal untuk melangkah ke babak 16 besar Liga 2. Sementara bagi Persijap, meskipun nantinya menang peluang bertahan di kasta kedua tetap berat lantaran poin yang kurang. 

Pemilik Klub Persijap Esti Puji Lestari mengungkapkan anak-anaknya akan bermain lepas. Tidak hanya itu, mereka akan bermain secara adil (fair play).

“Kita akan tetap bermain walau misal pemain kita diganjar banyak kartu merah. Meskipun nantinya kita akan protes, namun akan dilakukan secara wajar tak berlebihan, jangan sampai kita menjadi sasaran yang sedang mencari kesalahan kita,” tutur Esti.

Adapun, pemain yang dibawa ke Ciamis adalah, Amirul Kurniawan, Yusuf, Abdul Latif, Yuda Mega, Nurmufid Fastabikhul Khoirot, Lucky Oktavianto, Fauzan Jamal, Adit Wafa, Jufri Usemahu, Syarif Wijayanto, Yuda Risky, Ariannis, Redo, Rafi Maulana dan Tommy Oropka. 

Editor: Supriyadi

Turun ke Liga 3, Begini Nasib Pemain dan Manajerial Persijap Kelak

Pemain Persijap berkumpul di tengah lapangan membentuk lingkaran dan suporter menanyikan lagu Indonesia pusaka. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Persijap dipastikan turun kasta ke Liga 3, lantaran koleksi 12 poin tak mampu membawa tim ini promosi. Lalu pertanyaannya, bagaimana dengan nasib pemain dan manajerial Laskar Kalinyamat?

Chief Executive Organizer (CEO) Persijap Esti Puji Lestari berujar tetap komitmen dengan pengambangan jangka 5 tahun (5 Years Plan) bagi tim tersebut. Meskipun nantinya  dimungkinkan ada perombakan pada struktur manajerial maupun tim.

“Selama pemiliknya masih saya program tersebut (5 Years Plan) tetap akan jalan. Program itu tak hanya bergantung pada saya, namun nanti manajemennya harus menjalankan hal itu. Saya sebagai pemilik mungkin membuka lapangan pekerjaan baru untuk posisi manajer atau CEO namun saya tetap pemegang saham terbesar. Mungkin nanti bisa berkembang menjadi 10 Years Plan, namun kita jalankan apa yang ada dulu,” katanya, Senin (11/9/2017).

Terkait pemain dirinya membebaskan pemain untuk memilih. Namun Esti juga mengaku sudah melakukan ancang-ancang merekrut potensi lokal dari Jepara. Disamping itu ia pun mengaku tetap melakukan beberapa pertandingan persahabatan. 

“Mulai tunjuk pelatih baru misalnya kalau memang dibutuhkan, Scouting pemain lokal karena kita tak yakin pemain sekarang mau bermain (di Liga 3). Namun siapa tahu mereka ada yang bersedia. Akan tetapi yang pasti kita akan istirahatkan pemain selama sebulan, karena saya juga butuh waktu untuk tentukan langkah selanjutnya. Selain itu ada wacana akan ada friendly match lawan Arema,” tuturnya.

Esti menambahkan, ia juga berencana membawa timnya itu bermain di Sukabumi. Hal itu dilakukan, karena dirinya ingin memperkenalkan Persijap kepada warga setempat.

“Saya ingin perkenalkan Persijap kepada masyarakat di Sukabumi, karena ditempat saya lahir dan tinggal, mereka (warga) bangga ada sepakbola Jepara yang berkembang dan saya ada didalamnya,” kata dia.

Terkait pemain, Pelatih Persijap Carlos Raul Sciuccati mengungkapkan hal serupa. Menurutnya, pihaknya tidak bisa mengekang pemain tetap bertahan. 

“Setiap pelatih di akhir kompetisi punya catatan dan evaluasi. Kami akan diskusikan dengan manajemen terkait pemain. Karena siapa tahu mereka (pemain) punya peluang lebih besar di tim lain. Kita bebaskan karena itu menyangkut karier mereka. Namun harapannya beberapa pemain  bisa ikut bermain (bagi Persijap),” urainya.

Dengan hal itu, Carlos menyebut peluang beberapa pemain Persijap Junior naik kelas pun terbuka. Ia menyampaikan ada pemain yang diprediksi bisa membela Persijap Senior.

Kapten Tim Persijap Abdul Latif Hasyim enggan menanggapi lebih lanjut terkait nasib dirinya dan kawan-kawannya. Ia mengaku masih fokus dengan pertandingan terakhir melawan PSGC Ciamis.

“Belum tahu nanti rezeki kita dimana, namun yang pasti kita harus menuntaskan pertandingan terakhir,” ungkap Latif.

Editor: Supriyadi

Persijap Siap Tuntaskan Kompetisi 

Diskusi yang diadakan oleh manajemen Persijap untuk memantapkan langkah menghadapi laga terakhir. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Persijap tetap berkomitmen menuntaskan kompetisi di Grup 3 Liga 2. Pada pertandingan terakhir, Laskar Kalinyamat dijadwalkan menantang PSGC Ciamis, pada Rabu (13/9/2017).   

Keputusan ini tercipta setelah manajemen Persijap berdiskusi dengan pemain dan perwakilan suporter, di Stadion Gelora Bumi Kartini, Sabtu (09/09/2017) siang.

CEO Persijap Esti Puji Lestari mengungkapkan, para pemainnya masih sangat bersemangat dalam melakoni sisa pertandingan meski pada pertandingan terakhir melawan Persibat mereka disanksi kalah Walkout 0-3 atas tim tamu. 

“Komitmen ini sesuai dengan keinginan pemain, suporter dan masyarakat untuk bahwa kita harus meneruskan dan dapat menyudahi kompetisi dengan elegan. Kita akan meneruskan (keikutsertaan di Grup 3 Liga 2) meskipun ada kendala. Pemain juga menunjukan komitmen itu dan itu sudah cukup bagi saya,” katanya.

Hal itu diamini oleh pelatih Persijap Carlos Raul Sciuccati. Menurutnya, komitmen dari anak asuh dan dukungan suporter merupakan bekal penting baginya untuk menyelesaikan pertandingan terakhir, meskipun timnya itu tetap akan turun kasta. 

“Saya sangat senang sekali dengan komitmen pemain, itu artinya kita akan kesana (Ciamis) dan berjuang sebagaimana kami mengawali musim ini,” tuturnya. 

Ia menambahkan, timnya pun tetap melaksanakan latihan sebagaimana biasa meskipun frekuensinya berkurang menjadi satu kali sehari.  

Kapten Persijap Abdul Latif Hasyim mengatakan antusiasme tim menjelang laga terakhir. “Kami tetap bersemangat habiskan sisa pertandingan terakhir. Targetnya pasti peroleh poin,” urainya. 

Perlu diketahui, Persijap diganjar WO atas lawannya Persibat dan denda sebesar Rp 100 juta oleh Komisi Disiplin PSSI. Hal itu karena Laskar Kalinyamat dinilai menolak melanjutkan pertandingan, di menit ke 90+3 karena tak puas atas keputusan wasit.

Pada saat pertandingan Minggu (27/9/2017) , wasit Supriawan asal Malang menunjuk titik 12 pas di gawang tuan rumah, karena Pemain nomor 32 Persibat, Ishak Yustinus Mesak Djober terjatuh di kotak penalti, akibat singgungan dengan pemain Persijap Syarif Wijianto. 

Atas pelanggaran tersebut, Komisi Disiplin memutuskan Persijap melanggar pasal 56 juncto pasal 31 Kode Disiplin PSSI. Oleh karenanya klub berjuluk Laskar Kalinyamat itu dihukum kalah 0-3 atas lawannya Persibat Batang. Atas sanksi itu, manajemen Persijap pun melayangkan banding. 

Saat ini Persijap berada di trap ketujuh dari delapan tim, dengan koleksi 12 poin. Praktis tim yang berdiri sejak 1954 itu terancam degradasi turun ke Liga 3.

Editor: Supriyadi

Kena Sanksi Komdis PSSI, Persijap Didenda Rp 100 Juta

Petugas keamanan mengungsikan wasit karena pertandingan antara Persijap Jepara vs Persibat Batang semakin ricuh. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Komisi Disiplin PSSI akhirnya mengeluarkan maklumat, terkait pertandingan Persijap melawan Persibat yang berakhir di Stadion Gelora Bumi Kartini Jepara tanpa peluit panjang, Minggu (27/9/2017).

Putusan Komdis nomor 147/L2/SK/KD-PSSI/VII/2017 merugikan bagi Persatuan Sepak Bola Indonesia Jepara, karena tim yang berdiri sejak 1954 itu dihukum Walk Out dan didenda sebesar Rp 100 juta.

Dalam amar keputusannya Komdis PSSI menilai Persijap Jepara menolak melanjutkan pertandingan, di menit ke 90+3 karena tak puas atas keputusan wasit. Pada saat itu, wasit Supriawan asal Malang menunjuk titik 12 pas di gawang tuan rumah, karena Pemain nomor 32 Persibat, Ishak Yustinus Mesak Djober terjatuh di kotak penalti, akibat singgungan dengan pemain Persijap Syarif Wijianto. 

Atas pelanggaran tersebut, Komisi Disiplin memutuskan Persijap melanggar pasal 56 juncto pasal 31 Kode Disiplin PSSI. Oleh karenanya klub berjuluk Laskar Kalinyamat itu dihukum kalah 0-3 atas lawannya Persibat Batang. 

Putusan wasit itu dinilai sangat memberatkan, lantaran di lapangan anak asuh Carlos Raul Sciuccati unggul 2-1. Hal itu juga berdampak pada koleksi nilai yang tak beranjak dari angka 12, hasil dari empat kali menang dan delapan kali kekalahan. 

Disamping itu, pada amar keputusan yang dilayangkan pada Kamis (31/8/2017) itu, Persijap juga didenda sebesar Rp 100 juta. 

“Persijap dinyatakan kalah walk out, padahal kami tidak pernah meninggalkan lapangan, bahkan hingga malam hari. Justru tim wasit yang pergi tanpa peluit panjang dan diikuti tim Persibat,” kata CEO Persijap Esti Puji Lestari dalam siaran persnya, Senin (4/9/2017).

Dari sudut pandang tuan rumah, keputusan wasit saat pertandingan sangat merugikan Persijap. Hal itu karena pemain Laskar Kalinyamat tidak merasa melanggar pemain Persibat, karena kaki dari Syarif Wijianto menyapu bersih bola, tanpa kontak fisik dengan striker Persibat. 

Esti dalam siaran persnya mengatakan, pertandingan masih berjalan saat itu. Ketika pemain Persibat hendak melepas tendangan penalti, namun urung karena ada beberapa suporter yang masuk ke lapangan. Hal itu membuat wasit yang memimpin pertandingan mengamankan pengadil lapangan. 

Terkait hukuman WO, Esti menyebut terjadi ketidaksinkronan pasal yang diberikan. Ia menyebut pasal 56 juncto pasal 31 Kode Disiplin PSSI adalah tentang pengancaman wasit. 

“Namun hukuman yang diberikan karena menolak pertandingan. Kalau terbukti menolak melanjutkan pertandingan seharusnya dinyatakan mundur. Tapi ini malah dianggap kalah WO dan jelas menguntungkan tim tertentu,” tegasnya.

Menyikapi hal itu, dirinya mengaku akan melakukan banding terhadap putusan Komdis PSSI. Hal itu dilakukan untuk mengklarifikasi semua dakwaan dan sanksi terhadap Persijap yang dianggap berlebihan dan tidak konsisten. 

Editor: Supriyadi

Persijap Yakin Bisa Rengkuh 3 Poin Di Laga Kandang Terakhir

Suasana latihan Persijap di Stadion GBK jelang laga melawan Persibat Batang. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Persijap Jepara menargetkan tiga angka saat laga terakhir di Stadion Gelora Bumi Kartini (GBK) melawan Persibat Batang, Minggu (27/8/2017) sore. Pelatih Tim Laskar Kalinyamat Carlos Raul Sciucatti optimistis dengan hal itu.

“Kami sangat antusias untuk dapat menang. Saya bilang ke rekan-rekan masih ada harapan dan pertandingan kali ini sangat penting sekali bagi kita,” ucapnya, Sabtu (26/8/2017).

Carlos mengungkapkan, semua anak asuhnya dalam keadaan siap tempur menghadapi tim yang sempat mengalahkan Persijap, 1-0 dikandang Stadion Mohammad Sarengat, Batang. Perlu diketahui, kini Persijap baru mengemas 12 poin. Sementara calon lawannya sudah mengumpulkan 18 poin.

Ditanya kehadiran Fisabillah eks pemain Persijap yang kini membela Persibat, ia mengaku tak khawatir. Hal itu karena pihaknya telah mengetahui gaya bermain dari pemain belakang itu.

“Tidak khawatir, kita ambil positifnya saja, kami sudah tahu kelemahan dan kapasitas dia bermain,” kata dia.

Terkait strategi, ia mengatakanan tak ada yang khusus. Pola permainan yang akan disuguhkannya serupa dengan apa yang diterapkan saat ia mulai menduduki kursi kepelatihan Persijap.

“Kita tidak tertekan, justru sangat termotivasi, ini laga terakhir dan kita bermain di kandang, ya semoga saja kita masih bisa bermain di babak playoff jika memenangkan pertandingan ini,” tutup Carlos.

Editor : Ali Muntoha

Persijap Menang Lawan Persip Pekalongan

Pemain Persijap saat lawan Persip Persip Pekalongan di Stadion GBK Jepara.(MuriaNewsCom /Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Persijap menang 2-0 atas Persip Pekalongan, pada laga yang dihelat di Stadion Gelora Bumi Kartini, Minggu (13/8/2017).

Dua gol kemenangan Laskar Kalinyamat diborong oleh Jufri Fahrul Usemahu. Ia mencatatkan namanya di papan skor pada menit 27 dan 57. 

Gol pertama adalah hasil konversi sundulan kepala Usemahu, dari servis bola mati yang diceploskan ke tiang jauh. Sementara gol pengunci kemenangan dihasilkan dari kerjasama apik Usemahu, yang menerima umpan silang Redo Rinaldi, lalu menyarangkannya di gawang Persip yang dijaga Apsah Murbawan. 

Pada permainan kali ini, Persijap Jepara menerapkan umpan-umpan pendek yang kemudian menusuk jantung pertahanan Persip. Sementara itu tim asal Pekalongan justru menerapkan umpan jauh. 

Asisten Pelatih Persip Pekalongan Sudiyat berujar, anak asuhnya tak dapat menguasai lapangan tengah. Selain itu, ia juga mengatakan mental bermain pemainnya agak menurun. 

“Permainan lapangan tengah kita kalah telak. Selain itu mental pemain kita juga menurun. Hal itu akan menjadi evaluasi jelang pertandingan selanjutnya,” kata dia. 

Sementara itu, CEO Persijap Esti Puji Lestari mengatakan, kunci kesuksesan pemain persijap terletak pada semangat bertanding.

“Kegigihan bertanding dari anak-anak Persijap serta semangat pemain menjadi pembeda pada pertandingan kali ini. Soal strategi saya kira sama saja. Namun pemain disiplin dalam menerapkan instruksi pelatih untuk melakukan tendangan langsung ke gawang,” ujarnya. 

Editor : Akrom Hazami 

 

Persijap Dihantui Degradasi

Skuad Persijap Jepara 2017. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Jepara – Persijap kalah (lagi) melawan Persibangga 1-0, di Stadion Goentoer Darjono, Kamis (3/8/2017). Dengan hasil tersebut, klub asal Jepara itu tak bergeming dari posisi tujuh. Sementara lawannya, mempersempit jarak poin dengan Laskar Kalinyamat. 

Perlu diketahui, Persijap tak mampu mengalahkan tim besutan Achmad Muhariah dalam dua pertandingan. Pada laga kandang di Stadion Gelora Bumi Kartini Minggu (7/5/2017), Persatuan Sepakbola Indonesia Jepara yang saat itu diarsiteki Fernando Sales kalah 0-1.

Drama yang sama rupanya berulang, saat bertandang ke Persibangga, tim yang kini dilatih Carlos Raul Sciucatti menderita kekalahan dengan poin yang sama.

Meskipun tak merubah urutan klasemen, namun hasil itu tidak diinginkan oleh Persijap. Lantaran, masih ada empat laga lagi yang harus dilakoni Faumi cs.

Bahkan dua pertandingan tandang yang akan dilaksanakan pada medio Agustus dan September, Laskar Kalinyamat harus melawan pemuncak klasemen grup 3 PSS Sleman dan PSGC Ciamis yang menempati trap ketiga.

Seusai pertandingan, pelatih Persijap Carlos menyebut, beberapa keputusan wasit merugikan pemainnya. “Wasit memberikan beberapa keputusan yang salah dan itu berpengaruh pada permainan di lapangan,” tutur dia.

Sementara itu, Pelatih Persibangga Achmad Muhariah bersyukur atas kemenangan yang dicapai timnya.  “Hasilnya sangat kami syukuri, akhirnya kami meraih kemenangan di kandang, mudah-mudahan dengan hasil ini anak-anak akan semakin percaya diri menghadapi sisa pertandingan,” ujarnya. 

Catatan dari Persibangga pun tak begitu menggembirakan. Dari 10 kali pertandingan, hanya dua kemenangan dibukukan, satu kali seri dan sisanya kekalahan. 

Saat ini, Persibangga memiliki poin tujuh poin. Sementara Persijap Jepara masih ajeg mengoleksi 9 poin, dengan tiga kali kemenangan dan tujuh kali kekalahan.

Editor: Supriyadi

Carlos Targetkan Kemenangan Persijap saat Lawan Persibangga Purbalingga Besok

Pemain Persijap saat melakoni latihan di stadion Gelora Bumi Kartini beberapa saat lalu. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Pelatih anyar Persijap Carlos Raul Sciucatti menyebut anak asuhnya sudah melupakan enam kekalahan silam. Ia menyebut, Persijap akan berfokus memenangkan laga melawan Persibangga Purbalingga Kamis (3/8/2017).

“Tidak ada seri ataupun kalah, target poin yang akan kita bawa pulang adalah 3,” ucapnya, Rabu (2/8/2017).

Ditanya tentang kondisi pemain, ia mengatakan semuanya berada dalam kondisi prima. Tidak ada dari pemainnya yang mengalami cedera.

Ia berkata, pemainnya sudah mengerti apa yang diinstruksikan guna membawa ambisi balas dendam di stadion Goentor Darjono. Sebelumnya, ketika Persibangga melawan Persijap di Stadion Gelora Bumi Kartini Minggu (7/5/2017), Laskar Jendral Soedirman mempermalukan Laskar Kalinyamat dengan skor 0-1. 

Kini kedua tim itu memiliki motivasi kuat untuk merebut kemenangan, karena keduanya berada di zona merah degradasi. Persijap hanya meraih 9 poin sementara Persibangga berada satu trap di bawah Laskar Kalinyamat dengan hanya mengemas 4 poin.

Menurut Carlos, kemenangan sangat penting untuk timnya. Hal itu sebagai bekal untuk Persijap melakoni laga-laga selanjutnya. Apalagi, dalam jadwal Persijap harus melakoni dua kali tandang melawan pemuncak klasemen grup 3 PSS Sleman dan PSGC Ciamis yang menempati urutan ketiga. Selain itu masih ada dua kali pertandingan kandang kontra Persip Pekalongan lalu Persibat Batang. 

“Harapannya, kita disini bisa meraih tiga poin lalu dikandang tiga poin lagi dan tandang tiga poin. Kita akan memanfaatkan (pertandingan) sisa tersebut,” tutup Carlos. 

Editor : Akrom Hazami

 

Ditunjuk jadi Pelatih Persijap, Carlos Raul Optimistis

Carlos Raul Sciucatti kini ditunjuk menjadi pelatih Persijap. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Jepara – Fernando Sales tak lagi menduduki kursi pelatih kepala Persijap Jepara. Hal itu karena pelatih asal Brazil itu gagal membawa Laskar Kalinyamat berprestasi di ajang Liga 2. Klub sepak bola asal Jepara itu justru tenggelam di zona degradasi, setelah mengalami enam kali kekalahan dari sembilan laga.

Sebagai gantinya, manajemen Persijap menunjuk Carlos Raul Sciucatti. Ia bukanlah sosok yang baru bagi Laskar Kalinyamat, karena ia pernah merumput di Jepara pada musim 200-2009. Di samping itu, pada musim ini ia juga menjabat sebagai direktur Teknik tim asal Bumi Kartini tersebut. 

“Saya percaya Carlos mampu mengambil alih posisi ini karena dia orang yang paling bisa saya percayai. Kemampannya tidak dilakukan lagi karena pernah membawa Persijap memenangkan laga persahabatan melawan Persib dan beberapa pertandingan uji coba pra musim lalu,” ujar CEO Persijap Esti Puji Lestari, Rabu (2/8/2017).

Sementara itu Carlos mengaku tak sabar membuktikan hasil arahannya kepada juniornya. “Kalau dulu memulai karir (di Persijap) sebagai pesepakbola profesional rasanya agak tegang, takut dan nervous. Tapi kalau ini (melatih) rasanya ingin sekali besok cepat datang, dan saya percaya sama anak-anak bisa melakukan yang terbaik dan harapannya meraih hasil bagus,” kata dia, di tengah-tengah sesi latihan jelang laga melawan Persibangga, Kamis (3/8/2017).

Adapun, perombakan lain juga terjadi di sisi asisten pelatih. Muhammad Yusuf yang selama ini bertindak sebagai orang kedua, kini tak lagi berada di kursi kepelatihan Persijap. Ia mengundurkan diri setelah laga melawan PSCS Cilacap.

Editor : Akrom Hazami

Suporter Persijap : Selamat Datang di Liga 3

Aksi massa dibendung petugas Brimob, seusai pertandingan Persijap melawan Persibas Banyumas, Sabtu (29/7/2017).(MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Kekalahan enam kali Persijap Jepara merembet keluar lapangan. Suporter Persijap mengadakan aksi unjuk rasa seusai pertandingan.

Yel-yel kekalahan menggema saat pertandingan memasuki menit terakhir dan Persijap kebobolan dua gol. Bukan mendukung timnya untuk lebih semangat, suporter justru menyanyikan lagu ejekan.

“Selamat datang di liga 3, selamat datang di liga 3,” teriak pendukung Persjap dari tribun bagian selatan. 

Tidak cukup di situ, setelah pertandingan usai massa masih berkumpul di luar stadion. Pasukan pengamanan dari Brigade Mobil pun harus membentuk barikade tameng. 

Dalam unjuk rasa itu, mereka berkoar-koar agar manajemen Persijap dalam hal ini CEO Esti Puji Lestari berbenah. Pantauan MuriaNewsCom, aksi itu dilakukan sejumlah pendukung yang semakin banyak menjelang petang pukul 18.00 WIB. 

Massa yang semakin banyak berkumpul di muka pintu stadion, menyebabkan keadaan ricuh. Beberapa pendukung sempat melempar benda keras ke arah petugas hingga mengenai penonton yang berlindung di belakang aparat. 

Hal itu diceritakan oleh Ferdy. Ia mengaku terkena lemparan benda keras di pahanya. Beruntung, kejadian itu tak sampai membuatnya cidera parah.

“Tadi sepertinya ada batu yang dilemparkan, terkena helm petugas lalu memantul ke arah kaki saya dan terkena,” tuturnya. 

Beruntung aparat sigap mengatasi kejadian tersebut. Arogansi massa tak berlanjut. Mereka berhasil dibubarkan. Aksi pun mereda.

Editor : Kholistiono

Permainan Persijap Sudah Dibaca Persibas

Kapten Persijap Fisabillah melancarkan protes kepada hakim garis karena menilai permainan teman-temannya telah melewati batas pertahanan atau offside, sehingga menganulir bola yang telah masuk ke gawang Persibas Banyumas di menit ke 62. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Persijap kalah 0-2 saat melawan Persibas Banyumas, di kandang sendiri Stadion Utama Gelora Bumi Kartini, Sabtu (29/7/2017). Kekalahan anak asuh Fernando Sales, merupakan kejelian pelatih Persibas Nazal Mustofa dalam merendam “pemain kedua”. 

“Waktu Persijap bermain di Banyumas kami kalah, Minggu (30/4/2017). Setelah kekalahan itu kami mempelajari Persijap selalu bermain dengan adanya pemain yang muncul dari second line. Kami coba bendung itu, pada pertandingan kali ini. Kami bermain disiplin, siapapun (pemain Persijap) yang muncul dari belakang kami blok pergerakannya,” kata Mustofa saat konferensi pers. 

Namun demikian, ia menyanjung permainan yang diterapkan oleh pemain-pemain Persijap. Pada pertandingan kali ini, ia tak mematok kemenangan hanya seri. Namun ia mengatakan pada pemainnya untuk disiplin menjaga pergerakan lawan. Selain itu Persibas Banyumas, juga bermain tidak frontal. 

Sementara itu, Pelatih Persijap Fernando Sales mengakui secara gentel kekalahan timnya atas Persibas. Ia mengatakan, seluruh pemainnya bermain maksimal pada pertandingan Sabtu sore. 

“Pada babak pertama kami meraih banyak kesempatan, namun pada menit akhir tim lawan mendapatkan tendangan bebas, dan kami kehilangan konsentrasi. Gol kedua juga demikian, tercipta karena kurangnya kesigapan pemain kami. Tapi itulah permainan.Yang pasti selamat untuk Persibas,” ungkap Fernando. 

Disinggung mengenai kepemimpinan wasit, Fernando tidak mau secara gamblang menanggapi. Namun ia mengakui, faktor tersebut juga membawa imbas bagi timnya. 

“Saya tidak mau membahas tentang itu sebenarnya, itu (kalah dan menang) tanggung jawab saya sebagai pelatih. Namun ya kami merasakan kepemimpinan wasit kurang adil kepada kami. Bukan hanya di pertandingan ini, namun beberapa pertandingan lain,” jelas pria berkepala pelontos itu. 

Editor : Kholistiono